<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845</id><updated>2012-01-12T18:23:08.075+07:00</updated><category term='Lain-lain'/><category term='ALA'/><category term='Profil'/><category term='Aceh'/><category term='Undercover'/><category term='GAM'/><category term='Gayo'/><category term='Politik'/><category term='Sejarah dan Sastra'/><title type='text'>Dilematika  Aceh</title><subtitle type='html'>Aceh merupakan sebuah wilayah yang begitu dihormati sejak adanya Raja-raja Eropa dahulu kala, namun semuanya menjadi hancur ketika segelintir orang Aceh mencanangkan sebuah peperangan yang membawa rakyat Aceh kedalam kebodohan dan dendam.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>61</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-1810706510355072551</id><published>2009-06-25T07:23:00.004+07:00</published><updated>2009-06-25T07:26:28.597+07:00</updated><title type='text'>Falsafah Tari Guel</title><content type='html'>Tulisan ini merupakan tanggapan dari Saudara saya, serinen saya Tengku Yusra Habib Abdul Gani yang menjelaskan falsafah tari guel yang diterbitkan dalam koran Serambi, 21 Juni 2009 atau dapat dilihat pada http://yusrahabib.blogspot.com/2009_06_01_archive.html, Juni 2009, dengan judul Falsafah Tari Guel. Ada benarnya apa yang dikatakan oleh Saudara Yusra bahwa memang dikatakan bahwa asal mula tari guel tersebut adalah penjelmaan Bener Meriah yang dibunuh oleh Reje Linge ke XIII, tapi perlu ada pelurusan sejarah dalam tulisannya bahwa dalam kekeberen (jika memang ini yang digunakan Saudara Yusra untuk mengangkat asal muasal Tari Guel, dapat dilihat http://cossalabuaceh.blogspot.com/search/label/Sejarah%20dan%20Sastra, dengan judul Kekeberen) menceritakan bagaimana sesungguhnya Reje Linge ke XIII sama sekali tidak mengetahui kalau Bener Meriah dan Sengeda tersebut merupakan saudara sedarahnya sendiri, kemarahannya muncul berdasarkan ketika melihat keduanya memiliki rencong dan cincin yang bertuliskan Reje Linge. Kedengkiannya timbul karena beranggapan bahwa ayahnya, Reje Linge ke XII telah diracun, mereka dianggap sebagai orang-orang yang ingin mengambil kekuasaannya. Kejadian ini lebih merupakan sebuah pertahanan diri dalam mempertahankan kekuasaannya dari musuh yang dianggap berpura-pura menjadi seorang teman. Bahkan dalam sejarah terlihat bagaimana Sengeda bisa selamat dari pembunuhan karena sifat kasihan atau sifat anti kejahatan oleh Panglima Serule, dengan menggantikan darah Sengeda dengan darah kucing.&lt;br /&gt;Kemudian penjelmaan Bener Meriah menjadi Gajah Putih merupakan sebuah ungkapkan adanya bukti bahwa telah terjadi pembunuhan terhadap Bener Meriah.&lt;br /&gt;Dan Sengeda telah berusaha untuk mengungkapkan hal tersebut melalui Putri Raja Aceh untuk kemudian untuk tertarik kepada Gajah Putih tersebut, sehingga diumumkan untuk segera mencari Gajah Putih tersebut, yang ujungnya adalah terungkapnya permasalahan ini sehingga tergantikannya Reje Linge ke XIII oleh Sengeda, dan tampilnya Datu Beru sebagai pemersatu masyarakat Gayo pada umumnya.&lt;br /&gt;Melihat sejarah ini adalah memperlihatkan betapa besarnya bangsa Gayo itu, dan betapa santunnya masyarakat Gayo tersebut dalam menyelesaikan persoalan internal di antara mereka serta bagaimana cara merebut kekuasaan tanpa harus ada peperangan besar, lebih kepada sebuah trik dan intrik serta takdir yang telah menentukan garis tangannya.&lt;br /&gt;Kalau Tari Guel tersebut dikatakan oleh Saudara Yusra dengan sebutan sebuah “Musium Gerak Tanpa Bangunan” berkenaan dengan sifat orang Gayo yang tega untuk membunuh saudaranya sendiri adalah terlalu naif, karena itu hanyalah sebagian kecil dari banyak pesan yang ingin disampaikan dalam Tari Guel tersebut. Musium Gerak ini bahkan mengungkapkan bagaimana santunnya dan cerdiknya orang Gayo dalam menampilkan bukti-bukti yang dianalogikan pada Gajah Putih dengan berbagai gerakan, sehingga orang-orang akan mengerti apa yang sebenarnya terjadi.&lt;br /&gt;Sebelum mengungkapkan falsafah Tari Guel tersebut ada baiknya kita paham betul tentang akar filosofi dari Tari Guel ini, yaitu sebuah upaya untuk membawa bukti-bukti sebuah kejahatan dari Gayo menuju Kutereje yang dikarenakan ketidaksengajaan atau ketidaktahuan sehingga menimbulkan dengki dalam pembunuhan Bener Meriah tersebut. Jadi sekali lagi bukan sebagai sifat orang Gayo yang suka membunuh saudaranya, karena ini amat berbahaya dalam penafsiran dari setiap gerakan nantinya.&lt;br /&gt;Kebetulan saya adalah seorang Penari Guel yang sudah menghantarkan puluhan pengantin ke pelaminan, saya akan mencoba menceritakan perasaan-perasaan yang saya rasakan untuk kemudian dipadukan ke dalam falsafah Tari Guel tersebut. Satu hal yang ingin saya sampaikan sebelumnya adalah bahwa ada kenikmatan tersendiri ketika saya sampai pada tahapan ekstase ketika menarikannya, seolah-olah saya sudah menyatu dengan alam ini, seolah-olah bumi sudah menjadi pentas utama saya, bahkan seolah-olah muyang datu saya sudah masuk ke dalam raga saya untuk menarikan tarian kebanggaan orang Gayo ini.&lt;br /&gt;Dalam Tari Guel ini dibagi menjadi 2 tahapan yang terdiri dari beberapa gerakan. Tahapan pertama adalah kumpulan gerakan-gerakan yang merayu Gajah Putih hingga mau untuk diajak atau dituntun oleh sang Penari Guel. Selanjutnya tahapan kedua adalah tahapan dimana Penari Guel menuntun sekaligus menjaga langkah Gajah Putih tersebut sampai pada tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tahapan Merayu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tahapan pertama atau tahapan merayu ini seringkali saya katakan sebagai tahapan kerja keras atau tahapan yang paling berat, atau dalam ilmu sekarang ini disebut dengan tahapan meyakinkan atau meloby. Dalam ilmu komunikasi tahapan inilah yang paling sulit, tahapan dimana kita mendapatkan kepercayaan dari orang-orang yang ingin kita yakini, atau mendapat gelar amanah bagi Rosulullah SAW, atau dipercaya dalam berbisnis. Tahapan ini merupakan kunci utama dalam setiap kegiatan kehidupan, hablum minannas. Dan yang paling penting diingat adalah pada tahapan ini upuh ulen-ulen masih dilingkarkan pada leher belakang penari belum betul-betul diuleskan di belakang bagian tubuh penarii&lt;br /&gt;Sebelum memulai menari biasanya penari melakukan gerakan menghentakan kaki dan ulesnya untuk kemudian berlari secara berjinjit ketika akan memasuki gelanggang perayuan untuk kemudian mengambil posisi Munatap. Gerakan ini menunjukkan sebuah sifat orang Gayo yang ketika akan memasuki gelanggang apapun ia pertama kali akan menunjukkan eksistensi dirinya, atau menggertak dengan berbagai cara terlebih dahulu untuk kemudian mengambil posisi secara diam-diam tanpa diketahui. Ini juga yang sering digunakan dalam peperangan yang dinamakan menggertak terlebih dahulu untuk menarik perhatian lawan untuk kemudian diam-diam melakukan persiapan-persiapa sesuai dengan perencanaan.&lt;br /&gt;Munatap, gerakan ini seringkali disebut dengan gerakan belalai Gajah, gerakan dimana belalai gajah dianalogikan dengan 2 buah tangan kita. Karena belalai merupakan bagian paling penting dari seekor Gajah. Selain sebagai indra penciuman juga disitu terdapat senjata untuk mempertahankan diri sekaligus tempat masuknya makanan seekor gajah. Gerakan munatap ini seperti gerakan belalai gajah seolah-olah merayu Sang Gajah bahwa kita tahu betul tentang dirinya, tahu betul rahasia dan kebutuhannya. Dalam munatap ini biasanya dilakukan dengan arah ke depan, kanan dan kiri yang seolah-olah juga ingin menunjukkan sebuah sikap rasa percaya diri bahwa penari tahu betul tentang rahasia yang akan dirayu. Ini tentunya lebih kepada sebuah ancaman awal kepada Gajah Putih bahwa Sengeda tahu betul tentang dirinya.&lt;br /&gt;Dan ini seharusnya menjadi sifat orang Gayo, bahwa setiap peperangan atau tindak tanduknya ia harus tahu betul kondisi dari lawannya atau apa yang harus dihadapinya. Dan ini sudah diawali dengan gertakan awal dan lari menjinjit untuk mencari tahu atau dalam ilmu modern sudah mengatahui analisa SWOT nya. Dan uniknya karena sifat berani orang Gayo, para lawan itu digertak sedemikian rupa untuk mengetahui kemampuan kita bahwa kita mampu menghadapi mereka atau tahu rahasia terdalam mereka.&lt;br /&gt;Gerakan Redep dan ketibung merupakan gerakan yang selalu digunakan dalam antara berbagai tahapan gerakan Tari Guel. Gerakan redep merupakan gerakan bahu yang turun naik diikuti dengan gerakan tangan dan jemarinya yang terlihat berlenggak-lenggok. Seringkali gerakan bahu tersebut dianalogikan dengan kipasan dari kuping gajah atau kuping Gajah yang tergelitik, karena ada sebuah ungkapan bahwa Gajah paling suka bila digelitik kupingnya. Dalam menggerakkan kuping bagi seorang manusia memerlukan energi yang besar serta sebuah kemauan, begitu juga halnya dengan Gajah. Ketika Gajah menggerakkan kupingnya maka ia menggerakkan seluruh anggota tubuhnya. Gerakan ini juga memperlihatkan kerja keras dan kesombongan sekaligus gerakan manja untuk merayu. Gerakan ini diikuti dengan gerakan 2 tangan dan jari-jarinya bebas untuk berliak-liuk seperti halnya dengan belalai gajah. Kesemuanya merupakan sebuah usaha merayu, mengancam, menawarkan Gajah Putih.&lt;br /&gt;Ini semua dapat diartikan sebagai sebuah sikap tawar menawar antara Sengeda dan Gajah Putih agar Sang Gajah mau mengikuti Sengeda. Dalam dunia modern ini dikatakan sebagai take and give, melakukan tawar menawar.&lt;br /&gt;Kepintaran Sengeda ditambah dengan gerakan hentakan tangan dan kaki diikuti dengan anggukan kepala. Gerakan ini dinamakan dengan gerakan ketibung, atau dikatakan sebagai shock terapi terhadap gajah tersebut. Ini menunjukkan bahwa Sengeda ingin mengatakan kalau ia bisa memberikan kenikmatan yang diinginkan Gajah. Namun ia juga mengatakan bahwa kenikmatan itu bisa hilang atau bisa dinikmati lagi, ada sedikit ancaman dan kenikmatan. Dalam ilmu modern ini seringkali disebut dengan tarik ulur hingga apa yang diinginkan tercapat atau diikuti. Orang Gayo juga punya potensi untuk hal yang satu ini, mereka amat pandai untuk bernegosiasi hingga keinginan mereka tercapai dengan lembut maupun sesekali keras.&lt;br /&gt;Setelah melakukan sebuah kesepakatan-kesepakatan maka kemudian Sengedal akan melakukan gerakan Sengker Kalang, atau sering kali disebut dengan gerakan terbang elang untuk mengamankan jalannya, melihat keadaan yang ada di bawahnya. Seperti yang dikatakan Saudara Yusra memang gerakannya melingkar atau melengkung dengan tubuh yang runduk, miring dan berlari kecil dengan berjinjit sambil mengepakkan sayapnya. Inilah fase dimana pengintaian dengan mata yang jeli. Dalam ilmu modern dinamakan dengan mengindentifikasi permasalahan-permasalahan yang mungkin saja terjadi mengganggu kesepakatan yang sudah ada tadi.&lt;br /&gt;Biasanya setelah gerakan ini penari sudah menggunakan upuh ulon-ulonnya menutupi sebagian tubuhnya, yang berartikan sudah siap memakai pelindung, sudah mempersiapkan senjatanya untuk mengamankan apa yang sudah disepakati dan melakukan perencanaan dari hasil pemantauan pada gerakan pertama tadi.&lt;br /&gt;Barulah kemudian dilanjutkan dengan gerakan Kepur Nunguk, suatu gerakan mengibaskan upuh ulon-ulonnya dengan berputar-putar, maju atau mundur dengan gerakan yang menghentak atau tegas. Seperti yang dikatakan oleh Saudara Yusra, memang Kepur itu artinya mengibas atau membersihkan dengan menundukkan badannya. Ini menandakan bahwa orang Gayo itu dalam menghilangkan halangan-halangan itu walau dengan tegas dan menantang tapi selalu dalam keadaan tertunduk atau katakan dengan dingin. Menghilangkan halangan-halangan yang bisa merusak kesepakatan-kesepakatan yang sudah disepakati.&lt;br /&gt;Nah, setelah ini barulah dirayakan dengan gerakan Cincang Nangka awal, atau akhir dari tahapan pertama gerakan Tari Guel, kenapa dikatakan awal karena gerakan cincang nangka pertama ini masih gerakan yang dilakukan penari mengajak alam sekitarnya dan Sang Gajah untuk melebur diri, merayu, menyatu dengan berhasilnya kesepakatan tadi. Pada fase inilah Sengeda berhasil merayu Sang Gajah, dengan memegang belalai Sang Gajah untuk dituntun mengikuti Sengeda menuju Kutereje.&lt;br /&gt;Gerakan-gerakan pada fase pertama ini amat mengeluarkan energi yang luar biasa, karen dibutuhkan konsentrasi dan kuda-kuda yang luar biasa kuatnya serta gerakan-gerakan bahu yang bergerakn terus tanpa henti, seolah-olah ingin menunjukkan kekuatan dari Sang Penari atau Sengeda. Gerakan-gerakannya juga tertata sedemikian rupa yang bertujuan untuk dapat merayu Sang Gajah serta mampu melakukan pengamanan-pengamana dari setiap kesepakatan yang sudah disetujui antara Penari dan Sang Gajah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tahapan Menuntun&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tahapan ini merupakan tahapan yang paling sedikit gerakannya namundari segi falsafah, gerakan yang paling penting atau penyelesaian akhir.&lt;br /&gt;Setelah berhasil menuntun Sang Gajah, maka Gajah Putih dituntun untuk menujut Kutereje dengan kombinasi gerakan redep dan kepur nunguk dengan melihat kesamping, ke belakang dan ke depan. Ini semua sebagai aksi untuk dapat melindungi perjalanan Sang Gajah Putih tersebut.&lt;br /&gt;Dalam sejarah kita semua mengetahui bahwa tempat-tempat persinggahan Gajah Putih tersebut seringkali diberikan nama sesuai dengan apa yang dikerjakan oleh Gajah Putih, contohnya adalah Timang Gajah. Dan menurut tetua Gayo inilah yang menjadi cikal bakal nama-nama sebutan berbagai daerah di Aceh.&lt;br /&gt;Nah, ketika mendekati Kutereje maka dilakukan kembali Cincang Nangka ke dua, bedanya kali ini adalah Sengeda atau Sang Penari mengajak semua orang yang melihat Gajah Putih untuk ikut menari menyambut kedatangan Sang Gajah Putih tersebut dengan suka cita. Disini juga Sang Penari menggunakan berbagai macam tarian untuk menarik perhatian orang-orang yang melihat Gajah Putih, mengajaknya menari dan bersuka ria.&lt;br /&gt;Setelah itulah Gajah Putih kembali dituntun untuk kemudian dipersembahkan kepada Raja, inilah akhir cerita dari Tari Guel.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tari Guel ini memperlihatkan bagaimana sesungguhnya sifat dari orang Gayo, orang yang selalu melangkah selangkah lebih maju, orang yang selalu mengumumkan kemenangannya, orang yang selalu taat terhadap kesepakatan atau bukan pengkhianat, bisa beradaptasi dan terakhir adalah keegalitaran mereka.&lt;br /&gt;Saudara Yusra seharusnya melihat ini, karena bila saja dibahas dengan lebih dalam maka terdapat sebuah manajemen modern disitu, dan akhirnya kita tahu kenapa dahulu orang Gayo banyak yang menjadi Raja diberbagai tempat.&lt;br /&gt;Bagi orang Gayo sendiri, mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran bagi kita bagaimana banyak pesan dari Tari Guel tersebut, bukan sebagai aurat untuk menutupi sifat orang Gayo yang membunuh saudaranya akan tetapi lebih kepada kecerdikan orang Gayo untuk mengungkapkan permasalahan dengan cara-cara yang cerdik, cerdas dan elegan.&lt;br /&gt;Dan yang paling penting lagi adalah bahwa kesemuanya akan lebih mendarah kepada orang Gayo dalam penggunaan filosofi Tari Guel tersebut, mungkin ini yang dinamakan jati diri dari orang Gayo itu sendiri. Jadi berbanggalah anda menjadi orang Gayo.&lt;br /&gt;Berijin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-1810706510355072551?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/1810706510355072551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=1810706510355072551&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/1810706510355072551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/1810706510355072551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/06/falsafah-tari-gue.html' title='Falsafah Tari Guel'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-4416592978398145293</id><published>2009-06-25T07:23:00.001+07:00</published><updated>2009-06-25T07:23:30.330+07:00</updated><title type='text'>Kekuasaan</title><content type='html'>Sekian lama bulan mengelilingi bumi&lt;br /&gt;Sekian lama juga bulan tidak pernah tahu&lt;br /&gt;Bahwa ia telah mengelilingi matahari bersama bumi&lt;br /&gt;Sebegitu besarnya kekuasaan Sang Pencipta&lt;br /&gt;Penuh dengan kebesaran dan penuh dengan realtivitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan merupakan sesuatu yang menjadi fitrah&lt;br /&gt;Ketika Tuhan menciptakan manusia maka ia adalah Khalifah&lt;br /&gt;Khalifah bumi dan isinya&lt;br /&gt;Kecintaan kepada kekuasaan menjadi sebuah bawaan kelahiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika manusia terkahir ia harus menangis mengambil kuasa untuk suaranya pertama kali&lt;br /&gt;Ketika manusia hidup ia menikah, menunjukkan kuasanya memiliki sesamanya&lt;br /&gt;Ketika manusia mati ia dikubur, menunjukkan kuasanya untuk rumah terakhirnya&lt;br /&gt;Lantas apa arti kekuasaan itu adalah amanah&lt;br /&gt;Nyata-nyata kedatangan manusia memang hanya untuk berkuasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ingin menjadi khalifah di atas khalifah&lt;br /&gt;Ingin menjadi puncak tertinggi dalam kekhalifahan&lt;br /&gt;Lantas kemana amanah itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal kekuasaan adalah dengan menggunakan pembunuhan&lt;br /&gt;Ketika 2 anak Nabi Adam memperebutkan belahan jiwa&lt;br /&gt;Kemudian meningkat menjadi berkelompok, bersuku dan berbangsa&lt;br /&gt;Maka Perang adalah alat mencapai kekuasaan&lt;br /&gt;Apakah ini amanah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin pintar, maka lahirlah sebuah demokrasi&lt;br /&gt;Meraih kekuasaan dengan meraih simpati dari yang akan dikuasai&lt;br /&gt;Maka yang adalah sebuah janji, yang ada sebuah penantian&lt;br /&gt;Lahirlah kebohongan-kebohongan, lahirlah topeng-topeng&lt;br /&gt;Timbullah sebuah pencitraan untuk dapat memenangkan kekuasaan&lt;br /&gt;Mengambil simpati dengan sebuah strategi&lt;br /&gt;Memanfaatkan orang banyak untuk kepentingan individu, golongan saja&lt;br /&gt;Apakah ini amanah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia-manusia yang berjiwa bersih takut dengan kekuasaan&lt;br /&gt;Karena kekuasaan itu amanah&lt;br /&gt;Manusia-manusia berjiwa kotor menginginkan kekuasaan&lt;br /&gt;Karena kekuasaan itu berarti bebas mengumbar nafsunya&lt;br /&gt;Lantas siapa yang memenangkan kekuasaan itu ?&lt;br /&gt;Apakah ini amanah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan itu laksana garam, asin&lt;br /&gt;Semakin ia diminum maka akan semakin haus&lt;br /&gt;Kekuasaan itu dekat dengan kenikmatan&lt;br /&gt;Semakin di dapat semakin banyak yang diinginkan&lt;br /&gt;Lantas kenapa ada khalifah di bumi ini ?&lt;br /&gt;Kenapa Tuhan menyuruh kita berkuasa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Nabi-nabi itu diturunkan ke muka bumi&lt;br /&gt;Mereka menyebarkan agamaNya&lt;br /&gt;Dan akhirnya mereka punya pengikut&lt;br /&gt;Mereka juga jadi penguasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa ada iblis dibiarkan hidup&lt;br /&gt;Mereka mengajak kepada kejahatan&lt;br /&gt;Dan akhirnya mereka punya juga pengikut&lt;br /&gt;Merekapun jadi penguasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah memang semuanya ingin bisa berkuasa&lt;br /&gt;Lantas dimana kekuasan itu adalah sebuah amanah ?&lt;br /&gt;Lantas apakah karena amanah maka kekuasaan itu barang panas ?&lt;br /&gt;Atau kekuasaan itu hal memang harus diperebutkan&lt;br /&gt;Seperti halnya perebutan antara yang hak dan yang batil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkah ?&lt;br /&gt;Demokrasikah ?&lt;br /&gt;Ketokohankah ?&lt;br /&gt;Apalagi cara untuk memperbutkan kekuasaan itu ?&lt;br /&gt;Jadi seberapa jauh mengatakan kekuasaan itu adalah amanah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah ini semua hanyalah sebuah peperangan antara yang hak dan batil&lt;br /&gt;Antara penindas dan yang tertindas bertopengkan perlindungan&lt;br /&gt;Antara pendusta dan yang didusta bertopengkan janji-janji&lt;br /&gt;Antara pecinta dan pejaja cinta bertopengkan sumpah setia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutut kami bergetar&lt;br /&gt;Jiwa kami meriang&lt;br /&gt;Berikan kami pentunjuk&lt;br /&gt;Memilih Pemimpin kami&lt;br /&gt;Menitipkan kekuasaan kami&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-4416592978398145293?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/4416592978398145293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=4416592978398145293&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/4416592978398145293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/4416592978398145293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/06/kekuasaan.html' title='Kekuasaan'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-7717562683444968367</id><published>2009-05-22T10:16:00.001+07:00</published><updated>2009-05-22T10:16:49.288+07:00</updated><title type='text'>Mengkritisi Catatan Cawapres</title><content type='html'>Sebelumya mari kita ucapkan rasa bela sungkawa kita kepada korban Hercules, pesawat yang kesekian kalinya mendapatkan musibah, menelan korban sebanyak 102 orang meninggal dunia dan 12 orang yang selamat, sebuah tragedi yang sekarang ini pembahasannya sudah sampai kepada berbagai hal yang menyebabkan ini terjadi.&lt;br /&gt;Dalam tulisan kali ini saya akan mencoba mengungkapkan pemikiran-pemikiran dari orang-orang yang ada di pinggir jalan tentang calon-calon pemimpin yang akan mereka pilih pada pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang akan datang untuk periode 2009 s.d. 2014 ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY Berbudi&lt;br /&gt;“Lanjutkan”. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah seorang sosok yang amat dipandang, dalam pemilihan Presiden pada tahun 2004 sosok SBY begitu populer di kaum wanita dengan ketampanannya dan bagi sebagian masyarakat Indonesia dengan wibawanya. Sosok suku Jawa yang dianggap mampu untuk dapat mengelola negara ini dengan baik, disamping kerinduan masyarakat pada waktu itu dengan kepemimpinan Soeharto dibalik kekurangannya. Pada tahun itu juga SBY juga telah menggandeng seorang Jusuf Kalla secara pribadi, bukan dari institusi Golkar. Sebuah keputusan yang cukup strategis pada waktu itu, ini ditandai dengan berhasilnya JK mengambil kepemimpinan Golkar dari Akbar Tanjung. Sehingga lengkap sudah kepiawaian SBY untuk menggalang kekuatan dari Parlemen dan masyarakat.&lt;br /&gt;Bahkan dalam pemerintahannya seca makro perekonomian sudah cukup ada kemajuan yang berarti dan keamanan dalam negeri cukup baik, dibalik teriakan-teriakan bahwa sektor real masih belum terlayani dengan baik. Yang cukup membanggakan lagi adalah masuknya SBY ke dalam 100 tokoh yang berpengaruh di dunia pada majalah TIMES, dibalik kekurangannya ini merupakan sebuah kebanggaan buat bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;Tapi, dimasa kepemimpinannya kerap kali terdengar adanya 2 matahari dalam kabinetnya, yaitu SBY dan JK, walau itu merupakan pembagian tugas yang sudah disepakati bersama oleh mereka berdua. Bahkan terkesan untuk urusan perekonomiannya JK lebih berperan dibandingkan dengan SBY. Bagi sebagian masyarakat ini adalah pembagian tugas yang amat baik karena JK yang betul-betul mengetahui permasalahan pasar dan kemandirian perekonomian bangsa dan SBY yang seorang ahli strategi hingga membawa bangsa ini sebagai bangsa yang kemudian dihargai oleh bangsa-bangsa lainnya di dunia. Sehingga pecah kongsinya mereka amat disayangkan oleh banyak pihak dan golongan karena mereka menganggap ini merupakan kombinasi yang luar biasa, SBY dengan pemikiran strategiknya sehingga terkedan lamban dan berhati-hati dan JK sebagai problem solver yang cepat dan berani mengambil resiko.&lt;br /&gt;Sehingga pecah kongsi ini menyebabkan masyarakat ingin mengetahui siapa pendamping SBY ke depannya. Karena karakter kepimpinan SBY yang selama ini ada dalam benak masyarakat adalah seorang pemimpin yang tegas namun harus didukung oleh orang-orang yang berani mengambil keputusan dengan cepat untuk menutupi sifat kehatian-hatian dari SBY, serta bawahan yang mau menjadi bamper dalam setiap kebijakan yang kurang populis karena SBY adalah orang yang ingin selalu menjaga imagenya dihadapan orang banyak.&lt;br /&gt;Hal itulah yang menyebabkan kekecewaan pada berbagai komponen masyarakat ketika SBY memilih Boediono sebagai pendampingnya, karena Boediono dianggap seorang yang mempunyai karakter yang sama dengan SBY, sehingga ditakutkan akan menyebabkan roda pemerintahanya tidak berjalan dengan cepat dan efektif serta tidak adanya sebuah inovasi-inovasi dalam membangun negara ini, lebih kepada menjada stabilitas negara saja dalam berbagai bidang.&lt;br /&gt;Sosok Boediono memang dikenal dengan kesederhaannya dan kemauannya dalam bekerja keras, namun ia juga identik dengan kebijakan ekonomi neoliberal yang seringkali diisukan. Bahkan ada yang mengisukan ia merupakan kelompok Berkeley, sebuah komunitas yang memang sengaja sudah dipersiapkan untuk kepentingan asing dalam menelurkan berbagai kebijakan. Kelompok yang diberikan berbagai fasilitas dan kehormatan dalam berbagai komunitas untuk kemudian hari mendukung kebijakan pro asing atau liberalisme. Sosok ini juga dikenal sebagai sosok yang teks book dan ahli dalam menjaga stabilitas sehingga dianggap kurang berani dalam mengambil keputusan-keputusan dengan cepat atau terobosan-terobosan baru.&lt;br /&gt;Sosok Boediono amat jauh berbeda dengan sosok JK, memang dalam kenyataannya adalah apa yang didapatkan dalam dunia teks book ternyata tidak sesuai dengan kenyataan yang ada pada realitasnya. Sosok Boediono dianggap sebagai sosok yang akan mudah di dikte oleh asing karena seorang ekonom yang merupakan didikan barat dan bukan seorang pengusaha yang mengetahui betul permasalahan real di lapangan tentang ekonomi kerakyatan. Inilah sebenarnya yang menjadi permasalahan utama dari sosok Boediono.&lt;br /&gt;Kombinasi SBY Berbudi inilah kemudian dianggap akan membahayakan negara ini menjadi anak emas asing dengan paham neoliberalismenya. Seorang SBY bukan sosok ekonom sehingga ia memerlukan yang mendampinginya itu pro kepada rakyat, namun sampai saat ini dalam kepemerintahan SBY-JK ternyata yang betul-betul bisa mempertahankan ekonomi pro rakyat hanya JK, inilah yang sepertinya ditakutkan oleh beberapa komponen masyarakat.&lt;br /&gt;Walau dalam kenyataannya wacana yang digunakan untuk mereka yang pro liberalisme mengatakan bahwa ini hanyalah sebuah ketidakmampuan dari pengusaha-pengusaha Indonesia untuk dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing lainnya.&lt;br /&gt;Sehingga ke depannya kepemerintahan SBY Berbudi ini memang akan sedikit neoliberalisme dengan harapan mampu melindungi ekonomi kerakyatan sekaligus mampu untuk mengundang investor-investor dengan kemudahan-kemudahan dalam masuk ke Indonesia untuk melakukan kegiatan ekonomi. Yang sebenarnya ini sudah dilakukan pada masa Soeharto dahulu, ketika itu kita memang sudah betul-betul masuk ke dalam integrasi perekonomian dunia sehingga terkesan kuat namun ditopang dengan hutang yang amat banyak, dan ketika ada sebuah kesalahan maka terjadi kekolapan yang juga luar biasa. Sebuah konsep perekonomian yang juga seperti gunung es, dengan harapan ketika lebih pro kepada etnis China dalam pengembangan perekonomian diharapkan dapat menggairahkan tenaga kerja sekaligus dapat mengontrolnya dengan lebih mudah. Yang ditakutkan pada masa SBY Berbudi adalah bukan etnis China yang nanti akan diberi kekhususan, namun semuanya dapat masuk dengan mudah sehingga negara ini ditakutkan tergadai karena ketidasiapan SDM untuk dapat berkompetisi dari mereka yang ada di negara ini. Dan tentunya ini tidak sesuai dengan UUD 1945 yang sama sekali bukan ekonomi neoliberalisme.&lt;br /&gt;Namun, sekali SBY sebagai seorang ahli strategi mencoba mengkouter hal tersebut dengan tetap meyakinkan dengan merangkul Partai-partai Islam dalam koalisinya seperti PKS, PPP, PKB dan PAN, walau hampir kesemua partai tersebut terbelah dukungan yang diberikan.&lt;br /&gt;Di luar konteks itu adalah kedua-duanya merupakan suku Jawa, yang sering kali dianggap kurang merepresentasikan nasionalisme dari NKRI, bahkan bagi sebagian komponen dari bagian Islam melihat karakter Boediono bukan bagian dari Islam. Dan isu-isu inilah yang nanti akan menjadi bahan kampanye dari masing-masing tim sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JK – Wiranto&lt;br /&gt;“Lebih cepat lebih baik”, inilah yang selalu dikatakan oleh JK dalam kampanyenya. Dan ini memang selalu dapat terealisasikan dalam setiap perbuatannya. JK – Wiranto merupakan Cawapres yang pertama kali mendeklarasikan dirinya, bahkan setelah mendeklarasikan dirinya dengan cepat ia melakukan pendekatan-pendekatan kepada kampanye-kampanye ke berbagai komponen masyarakat.&lt;br /&gt;JK semenjak menjadi Wapres memang telah menempatkan dirinya menjadi sosok yang sederhana, ini terlihat dari pakaian-pakaian yang digunakannya. Dan kerap kali ia mengatakan bahwa sejak 10 tahun ia sudah melepaskan profesinya sebagai seorang pengusaha, walau itu tidak bisa dilepaskan bahwa ia pernah menjadi pengusaha.&lt;br /&gt;Selain seorang pengusaha ia juga terkenal sebagai tokoh Agama yang berasal dari kalangan NU, dan terdengar aktif dalam berbagai kegiatan agama.&lt;br /&gt;Dan yang lebih menarik sekarang ia telah merangkul golongan nasionalis, dengan isu-isu neo leberalisem dan ekonomi kerakyatan yang di canangkannya serat pengalaman-pengalamannya sewaktu menjadi Menkokesra dan Wapres, ini adalah sungguh menarik. Dan sebelumnya juga ia telahj menunjukkannya menjadi seorang problem solver dalam masalah Aceh dan Poso serta banyak lagi pertikaian yang terjadi di Indonesia.&lt;br /&gt;Seorang sosok yang ingin mencoba membumi.&lt;br /&gt;Wiranto denga slogannya “Hati Nurani Rakyat”, sebuah slogan yang menginginkan perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat, merasa kebijakan Pemerintah sudah tidak lagi sesuai atau pro rakyat.&lt;br /&gt;Wiranto dikenal sebagai tokoh TNI yang loyal kepada pimpinan dan nasionalis yang tinggi, ini terbukti ketika Mei 1998 ia telah mengambil sebuah loyalitas kepada Negara untuk menyerahkan mandat kepada masyarakat walau pada waktu itu kedudukannya adalah sama seperti Soeharto pada era Soekarno. Namun, ia juga terkena kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Tim-tim walau kemudian permasalahan ini sudah diselesaikan dengan perjanjian bilateral antara Tim-tim dan NKRI.&lt;br /&gt;Wiranto yang pernah menjadi Capres pada tahun 2004 melalui Golkar namun kalah, karena berbagai trik dari elit Golkar sehingga kapasitasnya menjadi lemah. Ini pulalah yang menyebabkan ia keluar dari Golkar dan membentuk Partai HANURA dengan capaian pemilih hampir sampai 4%.&lt;br /&gt;Diluar elit partai Islam dan nasionalis, maka yang pro nasionalism dan Islam sepertinya akan memilh pasangan ini dari pada SBY Berbudi dengan berbagai pertimbangan di atas tersebut, atau sebut saja karena wacana neoliberalism yang kini membahana, begitu juga kiranya dengan para Pengusaha.&lt;br /&gt;Selain itu pasangan ini juga sudah mewakili Jawa dan Non Jawa, TNI dan Sipil, Pengusaha dan Nasionalis serta unsur Agama. Walau kita kerap kali mencoba menghilangkan unsur-unsur ini tapi terkadang pada tingkat grassroot masayarakat masih peduli dengan hal tersebut.&lt;br /&gt;Dan potensi inilah yangm menurut saya akan membahayakan SBY Berbudi yang sekarang ini terlihat begitu percaya diri dengan hasil survey, karena unsur perwakilan yang melekat pada pasangan JK – Win.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mega – Pro&lt;br /&gt;“Wong Cilik dan Ekonomi Kerakyatan”. Sejak awal munculnya ia di dunia politik sejak zaman Orde baru, Megawati merupakan seorang sosok yang termarginalkan dan membawa kharisma Bung Karno pada dirinya. Ia kemudian menjadi ikon perjuangan wong cilik pada masa kejatuhan Soeharto, dan inilah yang menyebabkan PDI Perjuangan berhasil memenangkan Pemilu pada tahun 1999 dengan angka yang cukup fantastis.&lt;br /&gt;Namun, kemenangan PDI P tidak lantas memenangkan dirinya menjadi Presiden, karena pada kenyataannya yang diusung adalah Abdurrahman Wahid – Megawati, yang akhirnya dimenangkan pasangan tersebut dalam 2 kali putaran.&lt;br /&gt;Akan tetapi, baru setahun menjabat Presiden, Gus Dur akhirnya dilengserkan sehingga Mega menjadi Presiden NKRI yang keempat dan bertahan sampai tahun 2004. Pada masa inilah rakyat telah menilai berbagai kebijakan Mega, seperti mengatakan nasionalis akan tetapi banyak atau beberapa aset negara yang dijual kepada asing dengan berbagai macam alasan, dan kambing hitamnya adalah Laksamana Sukardi, padahal itu adalah dibawah kepemimpinan Mega. Banyak hal yang pada masa Megawati bertolak belakang dengan apa yang namanya “Wong Cilik”.&lt;br /&gt;Hebatnya lagi ketika tahun 2004 kalah dengan SBY dalam pilpres, Mega mengambil posisi sebagai oposisi untuk mengkritisi SBY, tapi pada 2009 malah suaranya turun. Ini sepertinya menandakan bahwa animo masyarakat kepada Mega sudah jauh berkurang, karena ia merupakan partai oposisi berarti tidak berhasil dalam memberikan keyakinan kepada masyarakat. Dan seharusnya ini menjadi perhatian dari Megawati.&lt;br /&gt;Kemudian untuk Prabowo, seorang TNI sekaligus seorang Pengusaha, dalam karir militernya Prabowo pernah dianggap memanfaatkan Soeharto, sebagai menantunya, untuk mendongkrak dengan cepat karir militernya. Dan kerap kali ia melakukan hal-hal yang diluar struktur militer, terakhir terbukti dari di nonaktifkan dirinya karena menculik aktifis Mei 1998. Sehingga ia dikenal sebagai sosok yang ambisius.&lt;br /&gt;Ini juga terlihat dari bersatunya Mega – Pro memakan waktu yang amat lama dan terkesan ada pemaksaan terhadap Mega, ini merupakan salah satu kelemahan dalam berpasangan. Karena yang menjadi Presiden adalah Mega bukan Prabowo, maka kedepannya hanya akan terjadi 2 matahari, tapi tidak seperti SBY – JK yang saling melengkapi, pasangan ini ada kemungkinan akan saling menjatuhkan atau Mega akan terkalahkan kebijakannya, tapi sudah barang tentu kroni Mega akan melakukan perlawanan, tentunya pemerintahan menjadi tidak efektif.&lt;br /&gt;Yang menarik untuk dijadikan wacana lagi adalah kekayaan dari Prabowo yang luar biasa, dan masyarakat juga tidak tahu sepak terjangnya sebelum mencalonkan diri menjadi Cawapres atau mendirikan partai, sehingga kesan ambisi masih melekat pada dirinya walau kemudian ia mengatakan ekonomi pro rakyat. Waktunya terlalu cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Rakyat&lt;br /&gt;“Saya maunya aman, bisa cari uang,”. Inilah point penting yang diinginkan oleh rakyat pada umumnya, mereka tidak terlalu memikirkan perekonomian kita seperti apa. Keamanan. Mereka mendapatkan itu dari SBY, kestabilan, tapi mereka juga menginginkan terobosan-terobosan, terlebih lagi pada masa krisis dunia seperti ini. Tapi jangan lupa sosok SBY juga melekat pada Wiranto ditambah dengan ketegasannya.&lt;br /&gt;“Yang mana saja, yang penting sekolah gratis,”. Point ini penting, terlihat rakyat kurang peduli dengan siapa dia akan memilih, tapi terlihat pula sosok SBY yang telah memberikan pendidikan gratis semasa kepemerintahannya. Selain melekat kepada SBY ini juga melekat kepada JK, karena mereka dalam satu keperintahan.&lt;br /&gt;“Saya cuma mau pemerintah yang bersih, tidak korupsi,”. Kembali SBY dan JK menjadi pilihan rakyat pada umumnya, karena mereka tergolong bersih dan mau berjibaku untuk pemberantasan korupsi. Dan ini rasanya masih perlu dibuktikan oleh pasangan Mega – Pro, khusus Pro mereka mempertanyakan begitu jor-jorannya Prabowo dalam mengeluarkan uangnya, sehingga mau tidak mau rakyat berpikir ia terlalu berambisi dan ambisi itu menurut mereka tidak baik.&lt;br /&gt;“Kami tidak mau di bawah asing, ada kemandirian nasional dan pro rakyat miskin,” Inilah yang kemudian menjadi isu besar dari persaingan ketiga pasangan, karena bila dilihat dari hal ini maka pasangan Mega – Pro sepertinya lebih mendekatinya, namun terbentur oleh track record Megawati. Sedangkan kembali JK – Win mendapatkan angin karena JK bisa berkelit bahwa kebijakan yang pro rakyat adalah kebijakan yang diusulnya sedangkan biaya tinggi adalah kebijakan dari Tim Ekonomi SBY yang tidak bisa dia cegah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Semuanya tergantung kepada pilhan hati untuk memilihnya, dan ini berpengaruh kepada masa depan kita, karena saat inilah kita bisa sejajar dengan bangsa lain bila pada jalur yang benar atau kita menjadi ketinggalan kembali. Saat ini adalah dimana bangsa-bangsa yang maju mengalami masalah ekonomi yang luar biasa, dan saatnya kita dapat mengejar ketertinggalan dengan kemampuan kita sendiri, memperjuangkan nasionalisme kita sendiri dan punya daya tawar untuk kepentingan bangsa dan negara.&lt;br /&gt;Atau kita menjadi anak kesayangan asing dengan harapan bantuan dari mereka, mendapatkan kesempatan untuk berperan dalam dunia internasional akan tetapi dengan agenda dari asing.&lt;br /&gt;Wallahu’alam bishowab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-7717562683444968367?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/7717562683444968367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=7717562683444968367&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/7717562683444968367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/7717562683444968367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/05/mengkritisi-catatan-cawapres.html' title='Mengkritisi Catatan Cawapres'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-276121316033790051</id><published>2009-05-22T10:15:00.000+07:00</published><updated>2009-05-22T10:16:12.848+07:00</updated><title type='text'>Mengkritisi 10 Dosa Besar Demokrasi</title><content type='html'>Alasan pertama, sistem ini membuat kita lengah akan tabiat pergolakan antara jahiliyah dan Islam, antara haq dan batil, karena keberadaan salah satu di antara keduanya mengharuskan lenyapnya yang lain, selamanya tidak mungkin keduanya akan bersatu. Barangsiapa mengira bahwa dengan melalui pemilihan umum fraksi-fraksi jahiliyah akan menyerahkan semua institusi-institusi mereka kepada Islam, ini jelas bertentangan dengan rasio, nash dan sunan (keputusan Allah) yang telah berlaku atas umat-umat terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiadalah yang mereka nanti melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) atas orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapati perubahan bagi sunnatullah dan sekali-kali tidak (pula) akan mendapati perpindahan bagi sunnatullah itu." (Surat Faathir: 43)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritisi alasan pertama, hal yang perlu diketahui bahwa perkembangan agama Islam di bumi dengan menggunakan metode da’wah, dalam da’wah sudah jelas bahwa Rosulullah SAW hanya seorang pertama kalinya dalam mengembangkan Dinul Islam di bumi ini, kemudia ia menyebarkannya dengan berda’wah. Ketika golongan muslim masih sedikit maka pertemuan-pertemuannya secara sembunyi-sembunyi, ketika sudah semakin besar dan terlihat ada tanda-tanda kaum muslim ditekan maka ada saatnya untuk hijrah ke tempat yang lebih kondusif dalam pengembangan agama Islam tersebut, ketika sudah besar maka bersikap tetap sebagai penda’wah dan mengayomi orang-orang muslim serta memerangi orang-orang yang menindas kaum muslim.&lt;br /&gt;Terlihat jelas bahwa jumlah dan kondisi amat mempengaruhi setiap perjuangan Islam, dan disitulah peran dari makhluk yang namanya demokrasi itu bermain. Dalam pemikiran saya sebuah perjuangan tanpa harus menggunaka senjata untuk memperjuangkan apa yang diyakini dan dapat diterapkan pada masyarakat yang mendukungnya. Sekaligus sebagai alat untuk mengingatkan kita semua bahwa ada golongan-golongan yang menjadi mayoritas dan golongan minoritas.&lt;br /&gt;Dalam pemikiran saya pribadi Islam adalah sebuah demokrasi sempurna, konsep Ilahiah, sebuah konsep yang memang diturunkan untuk menjadikan bumi menjadi lebih makmur. Nah, perjuangkanlah konsep itu melalui demokrasi tanpa harus mengangkat senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan kedua, sistem demokrasi ini akan menyebabkan terkikisnya nilai-nilai aqidah yang benar yang diyakini dan diamalkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya yang mulia, akan menyebabkan tersebarnya bid'ah, tidak dipelajari dan disebarkannya aqidah yang benar ini kepada manusia, karena ajaran-ajarannya menyebabkan terjadi perpecahan di kalangan anggota partai, bahkan dapat menyebabkan seseorang keluar dari partai tersebut sehingga dapat mengurangi jumlah perolehan suara dan pemilihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritisi alasan kedua, setiap perjalanan sebuah upaya untuk mencapai tujuan diperlukan sebuah organisasi dalam bentuk apapun, karena ada sebuah hadist Nabi yang mengatakan bahwa kejahatan yang terorganisasi dapat mengalahkan kebenaran yang tidak berorganisasi. Saat ini salah satu organisasi yang mampu memberikan kita kuasa untuk mencapai tujuan adalah sebuah Partai. Yang perlu dipikirkan sekarang adalah bagaimana menyatukan partai-partai Islam untuk bersatu, atau bagaimana membesarkan salah satu partai yang memang betul-betul Islam yang dilihat dari sistem pada partai atau organisasinya, kaderisasinya, istiqomahnya, dan beberapa faktor lainnya. Kemudian akan terlihat bahwa yang memilih yang hak dan memilih yang batil, tidak ada lagi area abu-abu, namun dengan cara yang santun dan elegan bukan dengan kekerasan.&lt;br /&gt;Perpecahan dan hilangnya suara pada sebuah partai adalah hal yang biasa, karena manusia adalah selalu berubah-ubah, keimanan dan keyakinan seseorang selalu berubah-ubah, itulah pentingnya kaderisasi dalam sebuah partai atau organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan ketiga, Sistem demokrasi tidak membedakan antara orang yang ‘alim dengan orang yang jahil, antara orang yang mukmin dengan orang kafir, dan antara laki-laki dengan perempuan, karena mereka semuanya memiliki hak suara yang sama, tanpa dilihat kelebihannya dari sisi syar'i. padahal Allah Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah! Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui." (Surat Az-Zumar: 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka apakah orang yang beriman itu sama seperti orang yang fasiq? Mereka tidaklah sama." (Surat As-Sajdah: 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah Ta'ala berfirman: "Maka apakah Kami patut menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)? Mengapa kamu berbuat demikian, bagaimanakah kamu mengambil keputusan?" (Surat Al-Qalam: 35-36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan anak laki-laki (yang ia nadzarkan itu) tidaklah seperti anak perempuan (yang ia lahirkan)." (Surat Ali Imran: 38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritisi alasan ketiga, yang hanya bisa saya katakan adalah inti dari da’wah adalah bagaimana membawa pengaruh kepada orang lain, jadi mari kita dapat berpikir lebih kritis dan cerdas lagi jangan terlalu sempti dengan mengatakan bahwa adalah berbeda antara orang mumin dengan orang tidak mumin. Keberhasilan seorang muslim adalah ketika ia menjadi panutan dan ikutan dari orang banyak bukan lantas ia tidak menghargai orang-orang yang tidak sejalan dengan dirinya, ini perlu dicamkan.&lt;br /&gt;Bagi Allah SWT memang orang beriman lebih disisiNya, tapi perlu juga diingat ada yang namanya Hablumminallah dan Hablumminannas, ketika kita berbicara untuk hablumminallah saya setuju dengan alasan ketiga ini, tapi ketika berbicara hablumminannas maka perlu dikaji ulang.&lt;br /&gt;Allah SWT tentunya bisa dengan mudah dapat mengislamkan semua orang yang ada di muka bumi ini, tapi ini tidak Ia lakukan. Yang Allah lakukan adalah Ia memberi contoh dengan makhluk yang namanya Iblis, menurunkan utusan-utusan Nya untuk bisa menegakkan kalimat Laa Ilaha Illallah. Tentu dari sini semua ia hendak mengajarkan kepada kita semua arti dari da’wah dan jihad, bagaimana sebuah seni untuk menegakkan agama Allah dimuka bumi ini.&lt;br /&gt;Kemenangan seorang muslim adalah ketika ia bisa menjadi panutan atau uswatun sekaligus bisa menjadi khalifah disekelilingnya, bukan lantas kemudian menutup diri dan mengatakan bahwa saya adalah manusia yang mempunyai kelebihan dibandingkan manusia lainnya, sifat sombong inilah yang telah membawa iblis ke dalam api neraka. Iblis pernah menjadi makhluk yang sangat alim, namun ketika manusia diciptakan dan diangkat menjadi khalifah bumi sehingga ia harus bersujud kepada Adam, ia menolak dan rela menjadi simbol kejahatan di muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan ke empat, sistem ini menyebabkan terjadinya perpecahan di kalangan para aktivis dakwah dan jamaah-jamaah Islamiyah, karena terjun dan berkiprahnya sebagian dari mereka ke dalam sistem ini (mau tidak mau) akan membuat mereka mendukung dan membelanya serta berusaha untuk mengharumkan nama baiknya yang pada gilirannya akan memusuhi siapa yang dimusuhi oleh sistem ini dan mendukung serta membela siapa yang didukung dan dibela oleh sistem ini, maka ujung-ujungnya fatwa pun akan simpang-siur tidak memiliki kepastian antara yang membolehkan dan yang melarang, antara yang memuji dan yang mencela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritisi alasan keempat, kembali kepada Al Qur’an dan Al Hadist serta mengutamakan kepentingan umat bukan kepentingan pribadi atau golongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan kelima, Di bawah naungan sistem demokrasi permasalahan wala' dan bara' menjadi tidak jelas dan samar, oleh karenanya ada sebagian orang yang berkecimpung dan menggeluti sistem ini menegaskan bahwa perselisihan mereka dengan partai sosialis, partai baath dan partai-partai sekuler lainnya hanya sebatas perselisihan di bidang program saja bukan perselisihan di bidang manhaj dan tak lain seperti perselisihan yang terjadi antara empat madzhab, dan mereka mengadakan ikatan perjanjian dan konfederasi untuk tidak mengkafirkan satu sama lain dan tidak mengkhianati satu sama lain, oleh karenanya mereka mengatakan adanya perselisihan jangan sampai merusakkan kasih sayang antar sesama!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritisi alasan kelima, kedudukan al-wala’ wal bara’ dalam Islam sangatlah tinggi, karena dialah tali iman yang paling kuat.&lt;br /&gt;Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam: “Tali iman paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. Ibnu Jarir)&lt;br /&gt;Adalah benar ketika kita bersikap keras kepada orang-orang kuffar dan bersikap lemah lembut kepada orang-orang muslim, ketika kita memilih orang-orang kaffir menjadi pemimpin kita maka kita sudah barang tentu menjadi golongan dari mereka.&lt;br /&gt;Dalam demokrasilah bisa mengaktualisasikan diri untuk al Wala’ wal Bara’, disitulah kita umat Islam bisa mempersatukan diri, tapi bedakan ketika kita melakukan sebuah kerjasama atau sebuah perjanjian dengan pihak non muslim. Disaat melakukan kerjasama atau perjanjian maka setiap muslim diharuskan memegang teguh perjanjiannya dan selalau mendahulukan kepentingan umat muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan ke enam, Sistem ini akan mengarah pada tegaknya konfederasi semu dengan partai-partai sekuler, sebagai telah terjadi pada hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritisi alasan ke enam, setiap muslim harus bisa memegang janjinya seperti yang terjadi pada Perjanjian Madinah, sebuah perjanjian antara kaum muslimin dengan kaum yahudi, nasrani dan kuffar. Perjanjian yang menyelamatkan kepentingan-kepentingan bagi umat Islam sekaligus menghormati kaum-kaum non muslim. Semuanya tergantung kemampuan lobby dari orang Islam itu sendiri dan memikirkannya untuk kepentingan umat muslim terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan ke tujuh, sangat dominan bagi orang yang berkiprah dalam kancah demokrasi akan rusak niatnya, karena setiap partai berusaha dan berambisi untuk membela partainya serta memanfaatkan semua fasilitas dan sarana yang ada untuk menghimpun dan menggalang massa yang ada di sekitarnya, khususnya sarana yang bernuansa religius seperti ceramah, pemberian nasehat, ta'lim, shadaqah dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritisi alasan ke tujuh, hal yang wajar ketika kader-kader dari partai Islam menggunakan sarana-sarana masjid untuk berda’wah, yang lebih penting lagi adalah bagaimana kekonsistenan dari Partai Islam tersebut dalam tujuan da’wahnya. Partai Islam yang baik adalah partai yang tidak pernah lepas dalam setiap gerakannya dengan ideologi keislamannya, pemikiran Islamnya bukan kepada kepentingan pribadi atau golongan. Hal yang menarik dari partai Islam adalah sebuah identitas yang jelas dengan keislamannya dan identitas yang jelas tentang nasionalismenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan ke delapan, (Terjun ke dalam kancah demokrasi) juga akan mengakibatkan rusaknya nilai-nilai akhlaq yang mulia seperti kejujuran, transparansi (keterusterangan) dan memenuhi janji, dan menjamurnya kedustaan,berpura-pura (basa-basi) dan ingkar janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritisi alasan ke delapan, Rosulullah dalam menjalankan dawahnya atau sebut saja politiknya bisa mengusung nilai-nilai moralitas tersebut, rasanya seorang muslimpun akan mampu untuk melakukannya karena semuanya tertera dalam Al Qur’an dan Al hadist. Jangan salahkan demokrasinya tapi berarti muslim yang menjalankan demokrasinya itu yang tidak berkualitas. Padahal jika mereka mampun menjadi uswatun maka rasanya virus-virus tersebut akan terjangkit kepada poltikus lainnya. Di Indonesia sendiri ada contoh politikus-politikus islami seperti Buya Hamka, Moh Natsir dan banyak lainnya yang bisa dijadikan sebagai contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan ke sembilan, demikian pula akan melahirkan sifat sombong dan meremehkan orang lain serta bangga dengan pendapatnya masing-masing karena yang menjadi ini permasalahan adalah mempertahankan pendapat. Dan Allah Ta'ala telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada di sisi mereka (masing-masing)." (Surat Al-Mukminun: 53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritisi alasan ke sembilan, sombong bukan Islam dan demokrasi sesungguhnya tidak pernah mengajarkan kesombongan bagi muslim, akan tetapi saling menghargai dan saling mengayomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan ke sepuluh, kalau kita mau mencermati dan meneliti dengan seksama, berikrar dan mengakui demokrasi berarti menikam (menghujat) para Rasul dan risalah (misi kerasulan) mereka, karena al-haq (kebenaran) kalau diketahui melalui suara yang terbanyak dari rakyat, maka tidak ada artinya diutusnya para Rasul dan diturunkannya kitab-kitab, apalagi biasanya ajaran yang dibawa oleh para Rasul banyak menyelisihi mayoritas manusia yang menganut aqidah yang sesat dan menyimpang dan memiliki tradisi-tradisi jahiliyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritisi alasan ke sepuluh, sama dengan kritisi alasan pertama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-276121316033790051?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/276121316033790051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=276121316033790051&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/276121316033790051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/276121316033790051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/05/mengkritisi-10-dosa-besar-demokrasi.html' title='Mengkritisi 10 Dosa Besar Demokrasi'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-5700440318008408282</id><published>2009-05-22T10:14:00.000+07:00</published><updated>2009-05-22T10:15:15.396+07:00</updated><title type='text'>Mencari Kemerdekaan</title><content type='html'>Kepala tertunduk melihat ketertindasan ini&lt;br /&gt;Seperti kerbau yang terus di cocok hidungnya&lt;br /&gt;Seperti anak manusia yang terus di doktrin&lt;br /&gt;Semua menghilangkan arti diriku sebagai seorang manusia terhormat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nama kemerdekaan kau telah menjajahku&lt;br /&gt;Atas nama kebebasan kau telah membelengguku&lt;br /&gt;Atas nama kepintaran kau telah membodohiku&lt;br /&gt;Atas nama demokrasi kau telah bersikap seperti penjajah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetesan air mata tidak lagi kau pedulikan&lt;br /&gt;Tetesan darah kau anggap sebagai martil perjuangan&lt;br /&gt;Tetesan keringat kau anggap pengorbanan&lt;br /&gt;Rintihan kesakita kau anggap sebagai nyanyian perjuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin kugerakkan rencongku untuk membunuhmu kesombonganmu&lt;br /&gt;Ingin kusergah lenganmu untuk menyadarkanmu&lt;br /&gt;Ingin kutusuk hatimu dengan kata-kataku&lt;br /&gt;Ingin kubuka pakaianmu memperlihatkan kemaluanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini hanya ketakutan yang terus menghampiriku dengan senyum sinisnya&lt;br /&gt;Kini hanya kemunafikan yang melingkariku dengan tangisannya&lt;br /&gt;Kini hanya rendah diri menutup wajahku dengan memelas&lt;br /&gt;Kini hanya kebodohan yang terus bercinta dengan diriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darahku yang mendidih tengah menunggu saatnya keluar dari tubuhku&lt;br /&gt;Suci jiwaku sepertinya menginginkan harga diriku kembali datang&lt;br /&gt;Kehormatanku terus saja mengobarkan semangat perang sabil&lt;br /&gt;Kecerdikkan meronta-ronta meminta saatnya untuk kembali di depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau telah menghinaku dengan ancamanmu&lt;br /&gt;Kau telah meremehkanku dengan kebohonganmu&lt;br /&gt;Kau telah merendahkanku dengan menjadikanku pengecut&lt;br /&gt;Kau terus menyodok mukaku dengan kotoran mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, haruskan aku terus bersabar dengan semua ini ?&lt;br /&gt;Haruskah aku menjadi kambing selamanya ?&lt;br /&gt;Haruskan aku seperti monyet yang hanya pandai bersorak ?&lt;br /&gt;Atau menjadi seperti manusia yang bisa mengambil keputusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana engkau ya Tuhan ?&lt;br /&gt;Tsunami datang telah menyebabkan banyak dari kami yang syahid&lt;br /&gt;Perang Ashobiyah datang yang menyebabkan kami mati sia-sia&lt;br /&gt;Datang Tuhan… Datang… Kami butuh pertolonganmu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka saudaraku Tuhan…&lt;br /&gt;Haruskan aku menebas lehernya dengan rencongku ?&lt;br /&gt;Haruskan aku menganggukkan kepada tapi tanganku terkepal ingin membunuhnya&lt;br /&gt;Haruskah… haruskah… haruskah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan kami bebas dari semua ini ya Tuhan…&lt;br /&gt;Kapan kami bisa menegakkan kepala kami&lt;br /&gt;Kapan kami bisa terseyum kembali tanpa rasa takut&lt;br /&gt;Kapan kami bisa membesarkan anak kami dengan tenang….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini hanya mata kami yang nanar menahan itu semua&lt;br /&gt;Tapi kami takut, sebentar lagi rencong kami yang menebas leher mereka semua&lt;br /&gt;Sebentar lagi 2 tangan kami yang menghancurkan kepala mereka&lt;br /&gt;Sebentar lagi jari kami yang mencungkil sombongnya pandangan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lindungi kami Ya Tuhan…&lt;br /&gt;Berikan kuasa Mu Ya Tuhan…&lt;br /&gt;Jangan permainkan kembali bangsa kami Ya Tuhan…&lt;br /&gt;Hanya kepada Mu kami berserah diri…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-5700440318008408282?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/5700440318008408282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=5700440318008408282&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/5700440318008408282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/5700440318008408282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/05/mencari-kemerdekaan.html' title='Mencari Kemerdekaan'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-8440061640293966797</id><published>2009-03-28T08:46:00.006+07:00</published><updated>2009-04-06T09:58:31.006+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aceh'/><title type='text'>Melihat Kembali Strategi Partai Aceh (PA)</title><content type='html'>Ketika membaca sebuah postingan yang berisikan wawancara antara salah seorang pendukung dari Partai Aceh yang mencoba menerangkan visi dan misi PA yang selama ini masih merupakan misteri menjadi terobati.&lt;br /&gt;Bila disimpulkan dari wawancara tersebut adalah; pertama, PA itu tidak akan berkoalisi dengan partai lain baik lokal maupun nasional; kedua, menegakkan sebuah hukum yang berlandaskan kepada hukum pada zaman Iskandar Muda sesuai dengan budaya rakyat Aceh; dan ketiga, menegakkan KKR bagi korban konflik yang selama ini terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rincian wawancaranya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Perundingan Helsinki yang dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Mardeka pada tanggal 15 Agustus 2005, yang nyaris gagal karena pihak GAM mempertahankan point 1.2.1. Lalu sepenting apa kehadiran partai lokal bagi Aceh?. Mengapa Partai Aceh  harus menang?.Apa yang akan dilakukan oleh anggota parlemen hasil pemilu nanti ? Peuneugah Aceh melakukan wawancara dan merangkumnya untuk Anda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zulkifli  alias Doly, Juru bicara Pusat Penguatan Perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apa hal yang pertama dilakukan oleh Partai Aceh setelah duduk diparlemen?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Bila dipemilu nanti Partai Aceh menang atau dominan menguasai Parlemen di Aceh,maka yang pertama kali dilakukan adalah membuat qanun atau  undang-undang Pemerintahan Aceh sesuai dengan amanat MoU Helsingki. Qanun tersebut akan berpedoman pada meukuta Alam Al-Asyi. Dulunya Aceh pernah jaya di masa Sultan Iskandar Muda , dimana saat itu  pemerintahan yang berpedoman hukum Meukuta Alam Al-asyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apakah pembuatan undang undang tersebut tidak bertentangan dengan hukum yang sudah ada ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan atau merancang undang-undang baru di Aceh tidak akan bertentangan dengan undang-undang yang telah ada. Itu termasuk dalam amanat MoU yang telah disepakati bersama antara pemerintah RI dengan Gerakan Aceh Merdeka. Undang-Undang yang kita buat untuk Aceh yang sesuai dengan kehidupan rakyat Aceh, baik agama, sosial maupun budaya masyarakat Aceh itu sendiri. Dalam menjalankan undang-undang ini, kami akan mengutamakan bill of riat yaitu masyarakat yang menentukan aspirasinya sendiri. Kebijakan pemerintahan ada di tangan rakyat dan kami tidak mengedepankan daspora (pemaksaan kehendak). Jika Partai Aceh menguasai parlemen  Aceh di 2009 ini, kami akan memperjuangkan harkat martabat dan HAM. Khusus di Aceh, kami akan merevisi Undang Undang yang berkaitan dengan KKR atau komisi kebenaran dan rekonsiliasi dan pengadilan HAM . Pengadilan HAM harus berjalan seperti yang tercantum di dalam MoU Helsinki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mengapa hal itu menjadi penting ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;KKR itu harus dijalankan di Aceh karena bisa mengatasi untuk tidak terulang dan  terjadinya konflik kembali. Konsepnya  seperti di Afrika Selatan.  Cuma namanya saja yang berbeda. Setelah konflik Aparheid selesai, maka disitu ada TRC(Truth Of Commision) yang bertugas dan bisa menegakkan HAM.  Kami juga dari Partai Aceh akan memperjuangkan KKR di Aceh karena lewat jalur itu bisa menjunjung tinggi HAM maupun harkat dan martabat rakyat Aceh.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apa yang membedakan parlemen yang ada sekarang dengan parlemen yang diisi oleh Partai Aceh ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Yang dapat kita lihat saat ini adalah, parlemen yang sekarang  tidak membuat  sebuah perubahan yang drastis terhadap masyarakat Aceh, padahal  banyak janji-janji yang diberikan kepada rakyat selama kampanye oleh wakil rakyat  selama ini. Sementara parlemen di masa yang akan datang, akan melakukan perubahan yang nyata terhadap masyarakat Aceh. Untuk memberi hasil yang nyata itu, ya seperti saya kata tadi, yaitu membuat Undang Undang.Selama ini,  belum pernah masyarakat merasakan  perubahan yang dilakukan  anggota dewan dari   partai nasional, karena mareka mengunakan atau hanya merevisi undang undang yang telah ada tanpa perubahan yang mendasar. Itu sudah menjadi komitmen kami, (Partai Aceh),  untuk sebuah perubahan maupun hidup yang baru bagi masyarakat Aceh kedepan. Jadi, ini akan jauh berbeda antara parlemen sekarang dengan parlemen di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apakah perbedaan ataupun perubahan tersebut dapat dilakukan oleh partai lokal lain di luar Partai Aceh ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Jika nanti parlemen dikuasai oleh partai lokal lain selain Partai Aceh, maka itu pun tidak jauh berbeda seperti partai nasional yang selama ini. Saya sangat pesimis akan ada perubahan yang berarti di Aceh. Dan Aceh tetap seperti Aceh yang dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bukankah Partai Aceh dapat melakukan koalisi dengan partai lokal lain sehingga memperoleh suara mayoritas ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;kami  tidak akan pernah mau berkoalisi walaupun itu dengan partai lokal lain karena mareka  tetap akan berkoordinasi dengan Partai Nasional.Dengan kata lain, partai lokal selain Partai Aceh adalah perpajangan tangan partai nasional sehingga tidak mungkin kami berkoalisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Itu berarti Partai Aceh harus mempoleh suara terbanyak sehingga menjadi mayoritas  di parlemen,lantas bagaimana peluang Partai Aceh untuk menjadi pemenang ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kita sangat menyadari bagaimana upaya pemburukan citra yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu terhadap para kombantan, baik secara tersadari atau tidak. Semuanya itu adalah untuk memberi image yang negatif, sehingga membuat simpati rakyat akan berkurang dan berdampak pada pemilu. Walaupun demikian, kami yakin, kami akan menang dan menguasai parlemen pada pemilu 9 April nanti. Kami sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, baik yang ada di kota maupun di pelosok-pelosok untuk mengungguli kursi di parlemen nantinya. Kami melihat,antusias masyarakat terhadap Partai Aceh luar biasa karena masyarakat Aceh ingin melihat perubahan yang nyata yang belum pernah dirasakan selama ini.(tim Peuneugah Aceh )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Benarkah ? “PA Tidak Berkoalisi Dengan Partai Manapun”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ketika membaca statement ini maka terlihat jelas bagaimana keegoismean Partai Aceh yang tidak akan melakukan koalisi dengan partai manapun baik lokal maupun nasional, ini bisa dianggap sebuah bentuk tingkat kepercayaan diri yang terlalu tinggi, bentuk dari sebuah egoism yang menurut saya kebablasan. PA masih saja berpikir bahwa ia akan memenangkan Pemilu ini dengan mutlak, memasang target yang antusias sekali seolah-olah tidak memerlukan partai lain dalam perjuangannya.&lt;br /&gt;Selain keegoismean juga terlihat kebodohan PA sebagai partai politik, sekaligus kepintarannya juga. Menarik bukan untuk dikaji bagaimana sesungguhnya strategi ini akan dibawa kemana oleh PA.&lt;br /&gt;Perolehan suara PA di daerah ALA dan ABBAS kemungkinan besar PA tidak akan memperoleh suara yang signifikan, walaupun mereka nantinya akan melakukan serangan fajar yang sudah barang tentu daerah ALA dan ABBAS akan mempersiapkan diri untuk menghadapinya kelak. Pada daerah ALA dan ABBAS sepertinya partai nasional akan menguasai percaturan politik, seperti daerah ALA dan ABBAS. Sebuah daerah yang merasa dengan adanya GAM/KPA/PA maka kehidupan mereka menjadi tidak lebih baik lagi, belum lagi suku Jawa yang sudah mendiami beberapa daerah yang kini sudah menjadi kampung sendiri untuk tidak memilih GAM/KPA/PA tersebut.&lt;br /&gt;Keegoismean PA ini juga akan mengakibatkan pengarahan sebuah bentuk wacana dari ketidakpercayaan antara partai lokal sendiri atau bisa saja merupakan sebuah strategi atau politik untuk dapat memberikan suara masyarakat kepada partai lokal lain yang tidak sejalan dengan PA bukan kepada Parnas karena parlok-parlok yang ada sekarang sudah dibuat sedemikian rupa untuk bisa menyerap seluruh aspirasi rakyat Aceh dengan berbagai macam ideology atau sehingga sebutannya ”Asal Bukan Parnas”. &lt;br /&gt;Bila usaha pengarahan suara kepada parlok ini gagal maka isu egoism dari PA ini akan dapat menyatukan atau koalisi antara Partai Lokal selain PA dengan partai nasional lainnya sebagai upaya bentuk dari penyatuan visi dan misi mereka. Yang perlu diingat adalah bahwa pada akhirnya adalah PA akan tetap berkoalisi dengan semua partai tersebut dengan sebuah kenyataan bahwa partai-partai  lokal lain yang sebenarnya seide dengan PA telah saling berkoalisi dengan partai nasional. Harapan dari PA dengan berkoalisinya mereka dengan parnas diharapkan PA bisa menggolkan apa yang sebenarnya menjadi keinginannya.&lt;br /&gt;Jadi apa yang dilakukan oleh PA dengan statement ini merupakan strategi untuk bisa menguasai parlemen dengan berusaha ‘seolah-olah tidak mau koalisi’, padahal inti tujuannya adalah menarik suara ke partai lokal lainnya atau mengkoalisikan parlok dan parnas sehingga mereka bisa membuat komitmen kepentingan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Benarkah ? “Menegakkan Hukum Sesuai Dengan Hukum Iskandar Muda”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Setelah mengupas strategi yang digunakan PA dengan statementnya untuk meraih suara dari berbagai komponen masyarakat, kini kita akan coba kupas upaya PA menarik simpati masyarakat dengan sebuah janji menegakkan hukum seperti zaman Iskandar Muda. &lt;br /&gt;Bila kita melihat sejarah maka hukum yang akan ditegakkan adalah sebuah bentuk Negara federasi yang terdiri dari berbagai pemerintahan-pemerintahan otonom yang luas  dengan menggunakan  hukum islam di dalamnya atau dengan sebutan demokratisasi Islam. Sebuah sistem Kesultanan Islam di bumi serambi Mekkah tersebut. Bahkan bisa juga dikatakan dengan mendekati hukum ”Wahabiah”, karena dalam sejarah dapat terlihat bagaimana Iskandar Muda begitu keras dengan “penjajah” atau “kuffar” atau “asing” pada waktu itu baik dari segi perdagangan maupun dari segi kebudayaan. Dan inilah yang membuat Iskandar Muda begitu ditakuti oleh kerajaan lain karena kemandiriannya dan karena ketegasannya yang tentunya tidak bergeser sedikitpun dari ayat suci Al Qur’an sesuai dengan adat istiadat rakyat Aceh yang berdasarkan Kitabullah dan Hadist Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;Bila ini menjadi sebuah janji dari PA maka partai-partai Islam tentunya akan menjadi bagian dari perjuangan ini, karena partai-partai Islam tentunya juga menginginkan hal yang sama untuk berdirinya syariat Islam di Aceh sesuai dengan cita-cita mereka untuk menjadikan Aceh sebagai contoh sebuah daerah di Indonesia yang berdasarkan syariah Islam. &lt;br /&gt;Tapi yang terjadi adalah bahwa PA tetap saja tidak bisa bersatu dengan partai Islam lainnya, bahkan mereka cenderung eksklusif dengan menolak berkoalisi dengan partai manapun yang ada atau ideology manapun dengan alasan menginginkan perubahan yang terjadi di Aceh. Disini kita akan melihat bagaimana nasionalisme atau kesukuan Aceh yang amat tinggi bermain untuk bisa mendapatkan simpati dari rakyat Aceh pada umumnya. Menurut saya ini sama saja dengan sebuah konsep “Penjajah Jawa – Indon”, namun dalam bentuk gerakan politik, dan sekali lagi ini sama sekali tidak sesuai dengan karakteristik rakyat Aceh yang lebih mendahulukan Islam dibandingkan apapun bagi mereka yang sudah berabad-abad terpatri di dada semua rakyat Aceh.&lt;br /&gt;PA kembali dalam dilemma, satu sisi mencoba menegakkan hukum Islam, tapi disisi lain PA tetap ashobiyah dengan alasan menginginkan “perubahan”, tentunya semua nantinya hanya akan melihat bahwa GAM/KPA menjadi PA hanya merubah topeng dalam perjuangannya. Serta konsepnya yang begitu membenci suku lain selain Aceh semakin kental dalam PA, dan tentunya ini amat berbahaya dalam perkembangan Aceh ke depan nantinya.&lt;br /&gt;Dalam masa Iskandar Muda tidak pernah ada sebuah aturan yang membenci sebuah suku apapun, terlebih lagi mereka memeluk agama Islam, bahkan ketika itu pada zaman sebelum Iskandar Muda di Kute Reje sudah ada yang namanya Kampung Jawa, ini tentunya merupakan sebuah bentuk dari bagaimana terbukanya Aceh dengan kerajaan manapun asalkan mereka mengucapkan 2 kalimah syahadah.&lt;br /&gt;Yang menarik lagi adalah dalam pemerintahan Irwandy sekarang ini terlihat bagaimana upaya dari Aceh untuk dapat menarik investor-investor asing untuk mau menanam modal di Aceh, akan tetapi sampai saat ini belum terlihat bagaimana bentuk kerjasamanya dan bagaimana Irwandy dapat menjaga marwah rakyat Aceh seperti zaman Iskandar Muda dalam melakukan hubungan kerjasama dengan mereka nantinya. Belum lagi Aceh pasca tsunami ini ternyata telah menjadi media internasional hingga mendapatkan bantuan dari asing dan berbagai misi bantuan. Sehingga akan dirasakan bahwa bantuan-bantuan mereka pada bangunan-bangunan yang ada di Aceh sekarang ini. Bahkan GAM/KPA/PA itu sendiri sampai sekarang masih berhutang budi dengan banyak Negara selama ini sewaktu mereka memperjuangkan GAM dari luar negeri. Nah, pertanyaannya adalah apakah mereka juga akan menerapkan hukum Iskandar Muda di bumi Aceh dengan kondisi sekarang ini dan hutang budi GAM/KPA/PA kepada berbagai Negara ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Benarkah ? “Menegakkan KKR Untuk Korban Konflik” &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ini merupakan sebuah point penting sekaligus berbahaya bagi rakyat Aceh maupun perdamaian di Aceh sekaligus sebagai sebuah upaya untuk dapat meraih simpati rakyat Aceh atau sekaligus menjaga maaf “kebencian terhadap TNI” di Aceh atau menjaga benih-benih nasionalisme Aceh tersebut.&lt;br /&gt;Ketika kita melihat TImur-Timur ketika mereka lepas dari kemerdekaan maka akan ada sebuah kesepakatan antara Pemerintah RI dengan untuk menutup segala hal yang terjadi pada masa konflik di Tim-Tim. &lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang kemungkinan akan terjadi ketika hal ini dilakukan, karena korban konflik rakyat Aceh pada dasarnya terdiri dari 2 bagian yaitu korban konflik oleh TNI danjuga korban konflik oleh GAM. Masa konflik telah menyebabkan rakyat Aceh menjadi amat tertekan karena disisi lain harus berhadapan dengan TNI akan tetapi disisi lain juga harus berhadapan dengan GAM. Sehingga akibatnya adalah mereka menjadi korban karena dianggap mata-mata dari 2 belah pihak yang bertempur tersebut. Belum lagi kaum transmigran Jawa atau suku Jawa yang sudah lama tingal di Aceh menjadi korban dari kekejaman GAM karena konsep PERANG BODOH nya tersebut itu “Penjajahan Jawa – Indon”. Atau korban dari suku Gayo yang selama ini dianggap musuh atau pengkhianat oleh GAM karena salah satu wilayah di Aceh yang terus memasukkan saudaranya Jawa ke dataran tinggi Gayo, begitu juga di beberapa daerah di ABBAS.&lt;br /&gt;Tentunya ketika PA berkuasa maka yang terlebih dahulu di angkat adalah korban rakyat Aceh oleh TNI, namun perlu diingat adalah bahwa korban dari suku Jawa dan Gayo tentunya tidak akan tinggal diam, mereka akan terus menuntut keadilan bagi korban-korban mereka. Bila ini terus dibiarkan dan PA tidak bisa berbuat adil maka yang akan terjadi adalah sebuah potensi konflik kembali karena ketidakadilan-ketidakadilan yang tentunya akan membawa sebuah potensi konflik horizontal pada rakyat Aceh ke depannya.&lt;br /&gt;Bahkan ada kemungkinan besar bahwa permasalahan HAM ini akan coba diangkat oleh PA ke mahkamah internasional, atau dengan sebutan menginternasionalisasikan permasalahan Aceh kembali. Sehingga mereka akan mengangkat kembali bukti-bukti bahwa Aceh selama ini dijajah NKRI dengan menafikkan bukti bahwa Daud Beureuh telah melakukan musyawarah dengan seluruh komponen rakyat Aceh untuk tetap dalam satu bingkai wilayah NKRI, karena seluruh rakyat Aceh pada waktu itu berpikir sebagai saudara seiman, saudara kita.&lt;br /&gt;Hal yang perlu diingat adalah walaupun PA menang, Aceh masih dalam naungan NKRI, TNI masih tersebar di seluruh wilayah Aceh, dan yang paling penting adalah pada waktu itu Aceh dalam wialyah NKRI sudah final, tidak akan berubah sedikitpun dan TNI lah pihak yang paling berhak untuk menjaga hal ini di Aceh. Tentunya RI tidak akan dengan mudah melepaskan Aceh dari kedaulatannya, belum lagi ALA dan ABBAS yang terus menguat di masyarakat Gayo dan Jawa bahkan di sebagian Aceh sendiri. Jumlah suku Jawa di dataran tinggi Gayo dan pada daerah ABBAS tidak bisa dianggap remeh oleh siapapun, dan mereka juga telah sadar bahwa sejarah telah membuktikan bahwa GAM begitu membenci mereka, tentunya mereka sudah mempersiapkan diri mereka untuk menjadi tumbal perjuangan ALA daripada mereka diusir dari dataran tinggi Gayo atau menjadi korban pembersihan suku di daerahnya sendiri. Begitu juga dengan sebagian suku Gayo yang sudah melakukan perpaduan budaya dengan perkawinan dengan suku Jawa, belum lagi mereka yang selama ini merasakan sebagai korban konflik yang dicanangkan Hasan Tiro, belum lagi ketidakadilan yang selama ini terus dilakukan orang Aceh terhadap Gayo, semua itu tidak akan mudah hilang dalam satu generasi pada masyarakat Gayo dan Jawa. Atau ketakutan yang dirasakan oleh suku-suku lain melihat kesukuan terlalu tinggi dari suku Aceh dengan nasionalisme, utamanya suku Batak yang selama ini dikatakan dekat dengan suku Gayo atau serumpun, kemudian suku Jamnee atau padang yang bila kesukuan semakin tinggi karena konsep PERANG BODOH itu maka dapat dikatakan Aceh kembali menjadi tidak aman.&lt;br /&gt;Semua ini besar kemungkinan akan terjadi, karena sudah barang tentu petinggi GAM tidak mau dikatakan melanggar HAM, dan ketika PA menang maka ia akan membersihkan dirinya sebagai pihak penguasa, tapi mereka juga sadar mereka bukan penguasa tertinggi karena mereka tetap di bawah naungan NKRI. Belum lagi TNI yang tentunya akan terus melakukan loby-loby untuk dapat mencegah petinggi mereka dihukum karena bagi mereka ini adalah PERANG. Akan sangat banyak kemungkinan kekacauan yang akan terjadi di Aceh nantinya jika hal ini tidak dilakukan dengan adil dan transparan, permasalahannya apakah kedua belah pihak yang bertikai mampu untuk mengakkan keadilan ntah pihak dari GAM atau TNI ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Peran Partai Lokal Dalam Disintegrasi RI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sedikit agak menyimpang dari pembahasan awal, kita akan mencoba memprediksi bahwa ternyata Partai Lokal akan menghilangkan nasionalisme yang ada di NKRI. Dalam pembahasan MoU Helsinky sudah jelas banyak pihak dari Jakarta yang tidak menyetujui bila GAM diberikan sebuah kewenangan untuk mendirikan sebuah partai lokal dengan alasan apapun karena itu hanya akan membuat adanya sebuah potensi disintegrasi bangsa.&lt;br /&gt;Namun, dalam kenyataannya tetap saja Pemerintah NKRI melalui MoU Helsinky tersebut mensahkan adanya sebuah partai lokal di Aceh, dengan alasan Aceh menginginkan adanya sebuah self government di Aceh. Hal mudah yang dapat dipikirkan adalah bagaimana kiranya jika semua daerah menginginkan sebuah partai lokal berdiri pada daerahnya masing-masing, dengan adanya 44 partai nasional saja hal ini telah membuat rakyat menjadi teramat sulit untuk menentukan pilihan, belum lagi apabila kemudian seluruh pemerintah daerah meminta sebuah partai lokal dalam setiap provinsi. Dan ini mulai terdengar ketika provinsi Papua dan Sumatera Barat telah meminta adanya partai lokal pada daerah mereka masing-masing.&lt;br /&gt;Ketika partai lokal berhasil memenangkan Pemilu di Aceh maka sudah barang tentu ini akan menjadi contoh bagi daerah lain, ujungnya adalah sebuah Negara dalam Negara yang amat jauh dari NKRI yang selama ini dipertahankan oleh pendahulu-pendahulu kita sejak kesepakatan bersama dengan Daud Beureuh, yang mereka minta adalah Daerah Aceh menggunakan syariat Islam, menggunakan sebuah kepemerintahan seperti zaman Iskandar Muda tapi tetap dalam kesatuan wilayah NKRI. Aceh bisa saja khusus, tapi Aceh harus tetap dalam NKRI. Ini adalah point utama yang terpenting dalam memberikan solusi bagi rakyat Aceh yang beragam.&lt;br /&gt;Tapi ironisnya saat ini ketika Aceh dalam syariat Islam, maka banyak pihak yang tidak menginginkannya hanya karena ini bukan dari GAM, ironis bukan. Kegoan-keegoan inilah yang tidak pernah bisa lepas dari GAM, dan pada akhirnya GAM akan semakin hilang karena kekerdilannya bila tidak segera mengubah pola pemikirannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Peran ALA dan ABBAS Menjaga Keutuhan NKRI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Para tokoh ALA dan ABBAS sudah sejak awal mengatakan bahwa mereka adalah pejuang NKRI, pejuang dalam menjaga keutuhan wilayah NKRI, ini penting. Ketika rakyat Aceh dalam DOM maka dataran tinggi Gayo bukan bergabung dengan GAM, mereka lebih memilih untuk bergabung dengan TNI untuk menjaga keberlangsungan anak cucu mereka, sehingga seringkali orang Gayo selalu dianggap pengkhianat oleh GAM begitu juga dengan kebencian dari ABBAS yang merasa daerah mereka menjadi daerah tumpahan dari GAM dalam perjuangannya baik senjata maupun ketidakamanan disana atau ketertekanan.&lt;br /&gt;Bagi penggiat ALA dan ABBAS memilih partai lokal sama saja dengan “Bunuh Diri”, sama saja dengan mementahkan kembali perjuangan ALA dan ABBAS yang selama ini telah mereka usahakan demi kesejahteraan rakyat Aceh di daerah mereka masing-masing.&lt;br /&gt;Bagi pendukung ALA dan ABBAS memilih partai lokal sama saja dengan memberikan persetujuan kepada GAM/KPA/PA dalam perjuangannya atau sama saja dengan menyetujuinya yang berarti menjilat ludah sendiri pendukung ALA dan ABBAS.&lt;br /&gt;Sudah saatnya kiranya Pemerintah Pusat NKRI memaknai sikap dari rakyat ALA dan ABBAS ini sebagai bentuk upaya untuk menjaga kedaulatan wilayah NKRI, tidak ikut dalam perjuangan dengan konsep Ashobiyah yang dilarang oleh Allah SWT lebih kepada mengangkat kesejahteraan bagi rakyat Aceh di daerah pemekaran tersebut.&lt;br /&gt;Pertempuran di Aceh Ke Depan&lt;br /&gt;Di masa yang akan datang pertempuran yang akan terjadi adalah pertempuran antara nasionalisme Aceh dengan nasionalisme RI, pertempuran antara Islam dengan Pluralisme dan pertempuran antara Liberalisme dengan Sosialisme. Aceh ternyata sudah sedemikian beragam pemikirannya.&lt;br /&gt;PA merupakan salah satu partai lokal yang menjadi ikon bagi perjuangan GAM dengan mengangkat perubahan-perubahan dengan nasionalisme Aceh dan semangat menuju masa Iskandar Muda. PKS dikatakan sebagai salah satu partai nasional Islam yang sesuai dengan karakter dari rakyat Aceh, begitu juga dengan partai lainnya yang bernuansa Islam. &lt;br /&gt;Golkar, Demokrat dan PDI-P, masing-masing mempunyai sumbangsih khusus bagi rakyat Aceh. Bagi rakyat Aceh Golkar dengan JK sudah memberikan sumbangsih dalam melakukan perdamaian di Aceh, melakukan lobby-lobby langsung kepada petinggi-petinggi GAM untuk menghentikan peperangan bodoh yang selama ini terjadi. Sedangkan SBY bagi rakyat Aceh dikatakan sebagai satu-satunya Presiden yang sampai saat ini dianggap memenuhi setiap janjinya bagi rakyat Aceh. Sedangkan PDI-P bagi sebagian rakyat Aceh dianggap sebagai pemberi kedamaian ketika rakyat Aceh dalam keadaan ketakutan-ketakutan, bahkan bagi pendukung ALA dan ABBAS, Megawaty adalah sosok konsisten seorang pimpinan dalam mendukung pemekaran ALA dan ABBAS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Partai Aceh (PA) masih belum bisa melepaskan diri dari keegoannya, dan ini tentunya amat mengancam seluruh pihak yang ada di Aceh. Seharusnya PA bisa lepas dari Ashobiyah dan bisa melakukan koalisi dengan partai manapun di Aceh jika mereka memang betul-betul dianggap sebagai partai masyarakat Aceh dan akan membawa Aceh dalam sebuah perdamaian. Statemen-statemen ini telah memperlihatkan kekerdilan dari PA sendiri yang tentunya waktu akan membuktikan bahwa PA akan habis karena kekerdilannya itu sendiri.&lt;br /&gt;Seharusnya mereka bisa berkoalisi dengan PKS atau partai Islam lainnya dalam penegakkan syariat Islam di Aceh, berkoalisi dengan partai nasional atau lokal lainnya sebagai upaya untuk menjaga keragaman yang ada pada rakyat Aceh, bisa membawa Aceh dalam kedamaian dengan semangat Iskandar Muda tentunya.&lt;br /&gt;Belum lagi GAM/KPA/PA yang amat berhutang budi dengan asing dalam perjuangannya yang ditandai dengan berbagai lobby yang dilakukan Hasan Tiro selalu mengandalkan asing, bahkan dengan jelas dalam MoU Helsinky menyerahkan permasalahan Aceh kepada Uni Eropa bila terjadi pelanggaran perjanjian, kembali ini adalah sebuah upaya untuk menginternasionalisasikan permasalahan Aceh nantinya.&lt;br /&gt;Aceh sebagai wilayah yang kaya tentunya akan menjadi rebutan dari asing tersebut, kemudian kita akan memberikannya dengan mudah demi semangat ashobiyah. Nah semangat inikah semangat Iskandar Muda ? &lt;br /&gt;Iskandar Muda, sosok Muslim sejati yang bersikap keras kepada kuffar, menjaga persaudaraan sesama muslim, menjaga kewibawaan Aceh, sosok inikah yang nantinya akan dikumandangkan oleh GAM/KPA/PA ?&lt;br /&gt;Belum lagi permasalahan korban konflik yang akan menjadi potensi konflik, wallahu’alam bishowab.&lt;br /&gt;Permohonan maaf saya jika saya mengatakan bahwa ternyata statement-statement dari Partai Aceh ini hanya omong kosong belaka saja, dan masalahnya cuma satu karena mereka belum bisa melepaskan pemikiran ashobiyah mereka dan mereka merasa terlalu sombong dengan kesukuan mereka atau merasa menjadi manusia yang paling tinggi dibandingkan manusia lain di Indonesia ini hingga mereka melupakan bahwa merekalah yang telah membawa rakyat Aceh ini dalam ketertinggalan seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;Alih-alih menegakkan syariat Islam, mereka telah membuat rakyat Aceh kehilangan jati diri Islamnya karena konflik. Alih-alih mempertahankan Islam di Aceh, mereka telah membuat banyaknya Tengku meninggal di Aceh. Alih-alih mempertahankan SDA Aceh diambil, mereka telah membuat aman Arun habis SDA sampai sekarang. Alih-alih menjadi Aceh berwibawa, mereka telah membuat Aceh menjadi jatuh dimata masyarakat nasional maupun internasional. Sekarang ini, alih-alih membuat Aceh aman, mereka menjual Aceh untuk kepentingan mereka ke depannya.&lt;br /&gt;Tapi mudah-mudahan semua itu tidak terjadi karena masih banyak dari anggota PA yang masih mencintai Aceh dengan setulus-tulusnya, memperjuangkan Aceh menuju sebuah wilayah yang diperhitungkan karena SDA yang kaya dan SDM yang kuat untuk menjaganya dan menggunakannya untuk kepentingan rakyat Aceh sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-8440061640293966797?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/8440061640293966797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=8440061640293966797&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/8440061640293966797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/8440061640293966797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/03/melihat-kembali-strategi-partai-aceh-pa.html' title='Melihat Kembali Strategi Partai Aceh (PA)'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-1362113034216665337</id><published>2009-03-28T08:37:00.002+07:00</published><updated>2009-04-06T09:58:31.007+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aceh'/><title type='text'>Jika Pluralisme Menguasai Aceh</title><content type='html'>Saat ini di Aceh berkembang berbagai ideology yang diusung oleh partai-partai, baik partai lokal (parlok) maupun partai nasional (parnas). Ideologi yang diusung antaranya adalah sosialisme, nasionalisme Aceh, nasionalisme Indonesia, demokratisme, islam dan lain sebagainya yang menawarkan berbagai perspektif masing-masing dalam memajukan Aceh.&lt;br /&gt;Namun, seringkali dilupakan oleh Pemerintah Aceh adalah bahwa sekarang ini Aceh merupakan satu-satunya provinsi yang menegakkan syariat Islam, tentunya peran agama Islam juga seharusnya amat mempengaruhi demokrasi yang saat ini ada di Aceh. Peran Islam seharusnya menjadi yang terdepan dan tidak terkalahkan dengan peran-peran lainnya.&lt;br /&gt;Sebagai salah satu contoh adalah sebuah partai lokal yang mengusung sosialisme pluralisme, sebuah tawaran untuk membawa Aceh ke dalam perubahan-perubahan seperti penguasaan terhadap aset nasional bagi kepentingan rakyat Aceh, persamaan hak setiap komponen dan golongan masyarakat yang terkadang tanpa batasan, dan lain sebagainya. Ada juga sebuah partai yang membawa ideology nasionalisme Aceh dengan begitu kuat, partai yang mungkin kepanjangan dari Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang hampir kurun 30 tahun telah berusaha menanamkan pengaruhnya di Aceh dengan mengangkat isu kemerdekaan Aceh serta konsep Penjajah Jawa – Indon. Belum lagi partai-partai nasionalis yang mengangkat isu nasionalisme dalam kerangka NKRI, peran NKRI dalam menjaga perdamaian dan lain sebagainya. Kemudian juga partai-partai ideology Islam juga ikut dalam pemilu tersebut dengan isu-isu penegakkan kembali syariat Islam di Aceh, pemberdayaan rakyat Aceh menjadi lebih mandiri dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Maka hari ini rakyat Aceh seringkali diminta untuk melihat kampanye-kampanye, jargon-jargon, janji-janji, bermacam ideology pilihan, tawaran materi, dan masih banyak lagi yang mencoba mengajak rakyat Aceh ke dalam pemikiran mereka masing-masing.&lt;br /&gt;Sejarah Aceh Dalam Syariat Islam&lt;br /&gt;Sejarah Aceh sudah membuktikan bahwa sesungguhnya Aceh sejak berabad-abad dulu dan besar dengan syariat Islam, seperti yang pernah dikatakan oleh Tengku Daud Beureuh bahwa Syariat Islam di Aceh sudah berjalan selama berabad-abad dan sesuai dengan kultur rakyat Aceh. Sejarah Aceh juga telah memperlihatkan bahwa Aceh bisa sedemikian ditakuti oleh asing seperti Belanda dan Jepang atau Portugis atau penjajah lainnya, seperti yang kita ketahui dengan ‘Perang Sabilnya”. Dalam buku “Sejarah Aceh” karya Dennis Lombart diceritakan bagaimana seorang Belanda ditanyakan ingin masuk Islam atau tidak ? Dengan tawaran ini ia diancam akan dibunuh jika menolak untuk masuk ke dalam agama Islam. Atau dalam “Kekeberen”, bagaimana akhirnya anak dari Reje Linge berhasil merebut Kute Reje dari seorang Ratu China, yang kemudian mengajaknya masuk Islam atau akan membunuhnya, yang akhirnya menjadi istri dari anak Reje Linge tersebut dan memimpin kerajaan di Kute Reje. &lt;br /&gt;Aceh dikenal sebagai tempat perdagangan yang mandiri dan punya nilai tawar serta punya kehormatan di masa lalu yang ditandai dengan hubungan komunikasi antara Kerajaan Aceh dengan Kerajaan-kerajaan di Eropa dan China, penghormatan-penghormatan yang diberikan terhadap Aceh juga terlihat dari kemampuan kerajaan Aceh untuk dapat menyebarkan pengaruhnya pada pesisir timur Sumatera dan selat Malaka.  &lt;br /&gt;Aceh juga dikenal dengan peperangan-peperangan dalam merebut kekuasaan pada internal mereka masing-masing, perebutan kekuasaan atau pengaruh antara para Penguasa dengan para Pedagang, dalam buku Dennis Lombart dan Hikayah Aceh juga terlihat bagaimana Sultan Iskandar Muda membunuh para pedagang yang sudah tidak lagi berorientasi kepada rakyat dalam segala jerih upayanya untuk berusaha. Atau kisah Perang Tjambok, peperangan antara Tengku dengan Teuku atau Penguasa atau para Pedagang, kesemuanya memperlihatkan bagaimana pluralisme Aceh masih dalam kerangka syariat Islam.&lt;br /&gt;Bahkan uniknya lagi, salah satu hal yang membuat Gerakan Aceh Merdeka mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat adalah juga sebuah keinginan untuk menegakkan syariat Islam di Aceh, mendirikan Negara Islam Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aceh Kini&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Setelah selama 30 tahun dalam konflik yang berkepanjangan yang di canangkan oleh Hasan Tiro rakyat Aceh hidup dalam tekanan dan intimidasi baik dari GAM yang menginginkan kemerdekaan maupun dari TNI yang berusaha mempertahankan kedaulatan NKRI. &lt;br /&gt;Pada masa itu yang terjadi adalah penurunan kualitas rakyat Aceh sendiri, baik dari sisi pendidikan, mental  konflik yang menggejala, yaitu mental ketakutan dalam pengambilan keputusan dan hidup dalam ketidakpastian, kemiskinan yang terus bertambah, motivasi kerja yang menurun, dapat dibayangkan semua itu akan mengakibatkan stamina dan vitamin rakyat Aceh menjadi anjlok turun ke bawah, semua itu membuat semuanya menjadi tidak karuan lagi.&lt;br /&gt;Hal yang perlu diingat adalah pada masa konflik tersebut banyak pemuda-pemuda Aceh yang mendapatkan kesempatan untuk sekolah ke Luar Negeri, ntah itu dibiayai oleh GAM atau LSM-LSM bahkan Pemerintah sendiri yang melihat Aceh sampai saat ini sebagai sebuah ancaman baik secara ideology maupun secara nasionalisme. Pemuda-pemuda Aceh tersebut telah berubah cara pandangnya dari yang berpikir islami menjadi berpikir liberalism bahkan sosialisme pluralisme yang tentunya akan berujung kepada pemikiran-pemikiran yang menjauh dari Islam.&lt;br /&gt;Belum lagi tsunami yang terjadi telah membawa rakyat Aceh menjadi media internasional atau menjadi tempat bagi LSM-LSM asing untuk mulai menanamkan pengaruhnya bagi masyarakat Aceh dengan modal bantuan kepada masyarakat Aceh. Sering kali terdengar upaya-upaya dari beberapa LSM asing yang memberikan bantuan sekaligus mengiringinya dengan ideology atau pemikiran mereka. Teringat saya ketika pertama kali ke Aceh pasca tsunami saya merasakan bahwa ada isu bahwa penculikkan anak-anak Aceh oleh orang-orang yang tidak dikenal, atau seringkali dikatakan pada waktu itu ada upaya-upaya pemurtatadan yang dilakukan oleh asing. Bahkan ketika saya ke Aceh 1 tahun kemudian, seorang tukang becak mengatakan ia melihat Aceh sekarang sudah amat berubah, sudah tidak seperti Aceh yang dulu lagi, ia mengatakan suatu hal yang menurut saya sangat tendensius dengan mengatakan bahwa bisa saja di Banda Aceh ini kelak agama saja yang muslim akan tetapi tingkah polahnya seperti Yahudi, sebuah kekuatiran yang menurut saya amat luar biasa.&lt;br /&gt;Dan kini semuanya hampir terbukti, pilkada ini akan memperlihatkan bagaimana sesungguhnya karakter rakyat Aceh saat ini, apakah mereka tetap dengan ideology Islamnya atau mereka kembali menjadi sebuah daerah yang sama dengan daerah-daerah lainnya yang ada di Indonesia, daerah yang tidak menegakkan syariat Islam. Bagi saya ini merupakan kemunduran bagi rakyat Aceh, padahal sejarah telah berulangkali membuktikan bahwa yang paling cocok dengan rakyat Aceh adalah keislaman bukan lainnya, ntahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketika Aceh Jauh dari Syariat Islam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Baru-baru ini dalam mailing list ini saya membaca sebuah postingan yang mengatakan bahwa ada pihak-pihak yang memperjuangkan diakuinya Gay atau Lesbi atau Homo Seksual di Aceh, para penyakitan itu terlihat di media-media dengan bebas mengekspresikan kebebasan mereka sebagai penyakitan-penyakitan yang harus diakui oleh rakyat Aceh.&lt;br /&gt;Padahal adalah hal yang jelas kalau Aceh dalam syariat Islam, dimana kaum penyakitan seperti itu hukumnya adalah dicambuk atau dipenjara bahkan di Afganisthan (baca: Taliban) hukumannya adalah ditiban dengan tembok. Tapi yang terjadi adalah mereka sepertinya bebas berkeliaran di bumi serambi Mekkah yang kita cintai ini, jadi dimana orang Aceh yang dahulu begitu ditakuti oleh orang-orang, yang begitu bangga dengan Islamnya ? Dimana ? &lt;br /&gt;Belum lagi postingan yang mengatakan bahwa saat ini sudah ada pelacur di Aceh, sudah ada HIV/AIDS di Aceh, laki-laki dan perempuan sudah tidak tahu malu lagi berkhalwat, mau dikemanakan rakyat Aceh ini ? Penurunan-penurunan moral dari rakyat Aceh yang semakin lama semakin nyata ini seharusnya menjadi peringatan bagi kita semua bahwa sudah saatnya syariat Islam ditegakkan dengan benar di Aceh, karena inilah yang sesuai dengan kondisi budaya dari bangsa Aceh sesungguhnya.&lt;br /&gt;Alasan-alasan dari kaum pluralisme adalah dengan mengatakan bahwa ada pemaksaan dalam penegakkan syariat Islam di Aceh, seharusnya dimulai dengan da’wah terlebih dahulu, seharusnya… seharusnya… seharusnya… Wacana ini yang terus berkembang di Aceh. Seharusnya mereka malu dengan hal ini, seharusnya mereka melihat bahwa Aceh dapat berkembang maju dengan Islam, seharusnya mereka sadar bahwa budaya rakyat Aceh yang keras ini harus dilandasi dengan Islam karena apabila tidak maka mereka bisa saja melebihi Yahudi. Ketika provinsi-provinsi lain berusaha agar bisa menerapkan syariat Islam di Aceh maka ada beberapa gelintir orang yang terorganisir berupaya agar provinsi Aceh untuk lepas dari  syariat Islam.&lt;br /&gt;Saya yakin para pendahulu kita akan kecewa dengan hal yang satu ini, mereka akan menjadi sedih melihat anak cucunya menjadi tidak lebih baik lagi, semangat “Perang Sabil” atau semangat menegakkan Islam di bumi Serambi Mekkah itu kini sudah mulai luntur di penerus generasi Aceh, menyedihkan.&lt;br /&gt;Aceh yang dahulu terkenal sebagai sebuah negera federasi, yang disokong oleh Kerajaan-kerajaan seperti Linge, Perlak, dan Kerajaan-kerajaan kecil lainnya dengan kebanggaan menegakkan adat istiadat sesuai dengan syariat Islam kini telah kehilangan jati dirinya, kini Aceh pasca konflik dan tsunami sepertinya berubah ingin mencari kebebasan dengan sebebas-bebasnya, mempersoalkan syariat Islam yang selalu menjadi jati diri Aceh, atau dalam pandangan saya dengan kata “Pluralisme Kebablasan”.&lt;br /&gt;Pluralisme adalah sesuatu yang harus dihormati, Islam mengatakan hal yang demikian, tapi kalau sudah kebablasan maka harus dihentikan, harus diberikan hukuman, harus diberikan ketegasan. Apakah kita akan membiarkan homo seksual diakui di Aceh ? Apakah kita akan membiarkan perampokkan di akui di Aceh ? Apakah kita akan membiarkan korupsi berjalan di Aceh ? Apakah kita akan membiarkan AIDS/HIV terus berkembang di Aceh ? Apakah Aceh akan menjadi sebuah daerah dimana penghalalan segala cara untuk mencapai tujuan? Kemana jati diri bangsa Aceh sesungguhnya ? Kemana ? Haruskah hilang karena pluralisme yang kebablasan ? Hilang karena sosialisme yang tidak islami ? Ketika Aceh jatuh dalam lingkaran itu maka kita akan melihat suatu bangsa yang kehilangan jati dirinya, akan mengalami kemunduran, akan mengalami sebuah kejatuhan cepat atau lambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Selamatkan Aceh Kita  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 merupakan sebuah garis estafet Aceh akan dibawa kemana, karena para legislatiflah yang akan menentukan kebijakan Aceh di masa yang akan datang. Syariat Islam akan bisa hilang dari Aceh jika legislative menginginkannya, sudah waktunya kita menjaga agar syariat Islam bisa terus berdiri tegak di Aceh, sudah waktunya kita memperjuangkan apa yang sudah diperjuangkan oleh pendahulu-pendahulu kita.&lt;br /&gt;Pernah terdengar bahwa salah satu jargon dari partai lokal adalah dengan mengatakan bahwa mereka harus bekerja keras, mereka harus menang agar rakyat Aceh bisa merdeka, atau mereka mencontoh kepada salah satu Negara yang perjuangannya dilakukan melalui sebuah partai, ketika perjuangan bersenjatanya gagal. Bahkan pernah juga terdengar bahwa penegakkan syariat Islam di Aceh adalah dipaksakan, mereka memaksakan kehendaknya tanpa melakukan dawah terlebih dahulu.&lt;br /&gt;ALA dan ABBAS terus terpatri pada sebagian masyarkat Aceh yang merasa dianaktirikan selama ini. Bagi masyarakat Gayo selama ini orang Aceh terlalu menganggap mereka sebagai masyarakat terbelakang, memandang sebelah mata kepada orang-orang Gayo. Orang-orang Gayo sendiri menganggap orang Aceh itu selalu menipu orang Gayo. Bahkan dari sisi perjuangan GAM orang Gayo kebanyakan dianggap sebagai pengkhianat karena telah membawa transmigran Jawa ke dataran tinggi Gayo, tidak mau mendukung perjuangan GAM dahulu. Bagi orang Gayo sendiri GAM adalah pemberontak, dan malu bagi orang Gayo menjadi pemberontak. Mungkin ini juga kiranya terjadi di masyarkat ABBAS, ntahlah.&lt;br /&gt;Aceh kini seperti ‘api dalam sekam’, banyak kubu yang menyimpan amunisi-amunisi untuk menunjukkan kekuatan. Aceh kini menuju pendewasaan, inilah saatnya rakyat Aceh belajr demokrasi sekaligus mempertahankan identitas dirinya sebagai bangsa Aceh dengan Islamnya, bukan lantas kemudian menjadi “Pluralisme Kebablasan” atau “Demokrasi Kebablasan”. &lt;br /&gt;Aceh dengan self govermentnya sudah saatnya menjadikan dirinya tidak lagi terkotak-kotak mundur, akan tetapi terus maju dengan jati dirinya, Islam. Semangat inilah yang harus dibangun kembali oleh rakyat Aceh, semangat inilah yang harus ditularkan oleh rakyat Aceh kepada generasi mudanya, semangat Islam, sekali lagi semangat Islam, semangat Republikan.&lt;br /&gt;Selamat berjuang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-1362113034216665337?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/1362113034216665337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=1362113034216665337&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/1362113034216665337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/1362113034216665337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/03/jika-pluralisme-menguasai-aceh.html' title='Jika Pluralisme Menguasai Aceh'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-2288709438699284446</id><published>2009-03-11T14:22:00.000+07:00</published><updated>2009-04-06T09:58:31.007+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aceh'/><title type='text'>Islam di Aceh ?</title><content type='html'>Perjalanan dawah Nabi Muhammad SAW telah memperlihatkan bahwa Islam itu adalah politik, karena dawah itu politik, bagaimana menyebarkan agama Islam di muka bumi ini dengan santun dan baik, dengan tidak melupakan arti dari La Ikrafiddin atau tidak ada pemaksaan terhadap agama, sekaligus membangun kebanggaan menjadi seorang Muslim dengan tidak melupakan bahwa non Muslim harus dijaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apakah Islam itu sebuah Partai ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Islam itu bukan sebuah partai, karena Islam itu merupakan sebuah keimanan atau addin, sehingga Islam lebih tinggi dari sebuah partai. Islam dapat hinggap dimanapun, ia dapat hinggap di ilmu pengetahuan, dapat hinggap di organisasi pemuda, dapat hinggap di setiap insan, bahkan setiap ciptaan Allah. Jadi Islam lebih luas daripada sebuah Partai.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Apakah Islam Memerlukan Partai ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah hadist Nabi yang mengatakan bahwa kejahatan yang terorganisir tentunya akan dapat mengalahkan kebaikan yang terorganisir, nah dalam konteks ini diperlukan sebuah partai untuk memperjuangkan Islam. Saat ini di Indonesia sudah sedemikian banyak partai Islam, namun yang benar-benar dapat dijadikan sebagai gambaran tentang Islam itu sediri dalam sebuah partai amat sedikit partainya. Makanya diperlukan sebuauh pemikiran untuk memilih sebuah partai yang tepat yang bisa memperjuangkan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kenapa harus Partai ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Islam ke depan harus berpikir progresif, ia harus mampu menguasai legislatif atau kekuasaan, karena untuk memperjuangkan Islam adalah melalui kekuasaan, da mendapatkan kekuasaannya melalui Partai. Inilah kenyataan yang terjadi saat ini.&lt;br /&gt;Partai inilah yang bisa menjadikan Islam dapat menjadi sebuah aturan atau dapat menegakkan syariat Islam di manapun ada partai tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mencontoh Kepada Iran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Iran terkenal dengan gerakan revolusi Islamnya di dunia ini dengan menumbangkan rezin Syah Palevi yang dikatakan sekuler dan didukung barat. Saat ini dengan menggunakan kekuatan politiknya Iran berhasil membuat negara ini diperhitungkan oleh negara-negara lain, bahkan ia adalah salah satu negara yang amat ditakuti Barat dan sekutunya bahkan Israel.&lt;br /&gt;Kekuasaan tertinggi ada pada sebuah Perwalian Negara yang dipegang oleh Ayatullah Khoemeni sebagai pemimpin tertinggi spritual Negara, dengan ini ia menjaga agar negara ini selalu dalam koridor Islam. Kemudian kepemerintahannya diselenggarakan oleh seorang Presiden yang dipilih langsung rakyat setelah melalui seleksi dari Perwalian Negara tersebut.&lt;br /&gt;Uniknya lagi golongan-golongan unik selalu terwakilkan di parlemen Iran. Komunitas Yahudi, komunitas Muslim Sunny, komunitas lain-lain yang ada di Iran. Hasilnya adalah Iran menjadi sebuah negara yang relatif stabil dan keislamannya dapat dipertahankan (gerakan revolusioner Islamnya).&lt;br /&gt;Bahkan pada elemen masyarakatnya ada yang dinamakan dengan Basyil atau sebutan kepada tentara sipil Iran atau Bela Negara di Indonesia sebagai kepanjangan dari Wali Negara, yang bertugas untuk menjaga arahnya revolusi Iran yang sudah terbentuk.&lt;br /&gt;Jika diperhatikan bersama maka jelas bahwa Iran merupakan sebuah negara Muslim yang juga mempergunakan Islam sebagai jalur politiknya.&lt;br /&gt;Sedangkan negara-negara Arab lainnya kebanyakan hanya menggunakan Islam sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaannya dengan mengedepankan syariat Islam, yang juga seringkali hanya menjadi topeng saja. Sekali lagi bukan ini yang diinginkan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Islam di Aceh Kemana ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Islam di Aceh sudah merupakan urat nadi rakyat Aceh selama berabad-abad, sudah seharusnya syariat Islam menjadi pegangan rakyat Aceh, karena sejak dahulu kala sebenarnya ini sudah berjalan dalam adat istiadat masyarakat Aceh. Bila kita kemudian mundur dengan gerakan Islam ini, maka Aceh akan menjadi mundur karena kemajuan Aceh adalah dengan syariat Islam.&lt;br /&gt;Kita harus mengetahui mental dari orang Aceh yang keras, terkenal dengan tipu Aceh, sejarah telah membuktikan bagaimana pertikaian yang terus terjadi antara Tengku dan Teuku, perbedaan karakater di Aceh, kesemuanya itu sejak dahulu kala dapat diredam dengan berlakunya syariat Islam di Aceh sejak berabad-abad. Bayangkan jika ini hilang dari Aceh maka yang ditakutkan adalah Aceh kembali ke dalam kejahiliyahan atas nama Sosialisme dan Kesejahtaraan atau Liberalisme dan Kebebasan. Hanya ini yang saya takutkan jika bukan Islam yang menguasai Aceh.&lt;br /&gt;Itulah yang menyebabkan saya mengatakan lebih baik Aceh itu dimenangkan oleh PKS, dari sisi budaya juga dari sisi potensi konflik, kita semua ke depan akan merasakan Aceh yang aman, damai, tentram dan islami. Banyak dari pemikir Islam menginginkan agar ada sebuah negeri yang menjadi contoh berkembangnya Islam, dan saat ini Aceh lah yang bisa dijadikan contoh dari sisi hukum dan kesempatan, jika ini hilang maka hilanglah semua yang diperjuangkan Tengku kita dahulu dan tokoh Islam yang berjuang demi Aceh. Ideologi inilah yang sekarang diperjuangkan, tinggal nantinya bagaimana kita mengaplikasikannya kepada rakyat Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan penegakkan Islam salah satu cara strategisnya adalah melalui Partai Politik. Jangan sampai Aceh kembali ke dalam jahiliyah dan konflik berkepanjangan, sejarah telah membuktikan bahwa Islam yang membuat Aceh menjadi berwibawa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-2288709438699284446?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/2288709438699284446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=2288709438699284446&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/2288709438699284446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/2288709438699284446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/03/islam-di-aceh.html' title='Islam di Aceh ?'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-6068674077568051885</id><published>2009-03-03T11:37:00.000+07:00</published><updated>2009-04-06T09:58:44.961+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aceh'/><title type='text'>Demokrasi, PKS Maju Terus</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hanya PKS Yang Sesuai Dengan Karakteristik Rakyat Aceh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini dalam setiap kesempatan di mailing list saya seringkali melihat banyaknya pendiskreditan terhadap PKS atau Partai Keadilan Sejahtera dengan berbagai cara dan persepsi, ada yang langsung meneror PKS, ada yang memfitnah PKS, ada pula yang membangun sebuah wacana usang PKS.&lt;br /&gt;Bagi saya ini adalah tidak lebih daripada dinamika politik yang semakin panas di Aceh berkenaan dengan Pemilu yang sebentar lagi akan diadakan, PKS merupakan salah satu Partai yang akan menuai suara di kalangan pemuda, intelektual, dan masyarakat perkotaan. &lt;br /&gt;Daerah ALA sampai saat ini terlihat masihlah akan diperebutkan Parnas, karena Partai Lokal terlihat sulit menembus di sana, GOLKAR dan PKS juga Demokrat akan bersaing keras. Begitu juga dengan ABBAS, partai lokal hanya akan menunjukkan eksistensinya di pedesaan, seperti yang terjadi ketika Hasan Tiro datang maka Partai Aceh tidak mendapatkan sambutan dari masyarakat Meulaboh dengan gegap gempita seperti halnya di Aceh bagian timur.  Kedatangan Hasan Tiro bisa dikatakan sebagai uji coba bagaimana tanggapan rakyat Aceh terhadap Partai Aceh. Namun kedepan sejalan dengan percaturan politik di Aceh makan Parlok-parlok ini rasanya akan mendapatkan peralawanan yang cukup berat dari Parnas, untuk Aceh bagian Timur perlawanan terkeras di dapat dari PKS.&lt;br /&gt;Belum lagi ketika Kuntoro mengatakan bahwa PA hanya akan mendapatkan 30% jika tidak melakukan intimidasi, menurut saya akan kurang dari 30%. Kuntoro sebagai Pemimpin dari BRR tentunya adalah orang yang langsung berinteraksi dengan KPA  yang notabene GAM, notabene PA. Tentunya ia tahu betul karakter dari orang-orang Aceh, bagaimana proyek yang tidak dikerjakan dengan benar, bagaimana memanipulasi uang proyek, siapa saja yang melakukan kecurangan, ini perlu diingat. Kuntoro sebenarnya terlalu berbaik hati mengatakan 30%, walau ia sebenarnya mungkin ingin mengatakan hanya 20% jika PA tidak menggunakan intimidasi.&lt;br /&gt;Sebagai gambaran kasarnya adalah Irwandy dan Nazar ketika memenangkan Pilkada hanya mendapatkan suara sebanyak kurang lebih 30% saja, itupun dukungan dari SIRA lebih besar, ketika mereka terpecah antasa Partai SIRA dengan PA tentunya ini akan memecah suara tersebut juga. Memang hal yang patut diperhitungkan adalah ketika KPA dengan uang dari BRR menggunakan berbagai pendekatan terhadap masyarakat, tapi kenyataannya adalah terbalik, yang terjadi adalah kebencian masyarakat terhadap PA, utamanya kepada petinggi-petingginya yang telah hidup mewah tapi melupakan masyarakat, semua ini tentunya akan berhubungan antara satu dengan yang lain. Keserakahanlah yang telah membuat PA menjadi hancur selama ini, kesempatan yang ada telah disia-siakan.&lt;br /&gt;Isu ALA dan ABBAS juga tentu berpengaruh terhadap pemilih yang ada di Aceh, jika mereka memilik Partai Lokal, seperti PA maka sudah barang tentu keinginan mereka untuk berpisah akan menjadi NOL kembali, karena dalam persepsi mereka pemekaran ini tinggal menunggu waktu saja, menunggu pergantian kepemimpinan baru, menunggu perubahan situasi yang di Aceh sebenarnya masih sangat labil dengan pemberontakkan kembali GAM, yang terjadi sebelum ini ada upaya dari GAM Konservatif untuk “Lempar Batu Sembunyi Tangan”.&lt;br /&gt;Hal mendasar yang juga sering dilupakan adalah bahwa masyarakat Aceh sudah bosan dengan konflik, mereka kini berupaya untuk mencegah kembalinya konflik di Aceh, dan mereka sadar bahwa PA bukan pilihan mereka karena ada diantara kader-kader mereka yang mengatakan bahwa sekarang ini adalah waktunya untuk memperjuangkan kemerdekaan Aceh melalui legislative, memberikan janji kalau PA menang maka Aceh akan merdeka. Tapi mereka lupa rakyat Aceh tidak butuh lagi kemerdekaan tapi butuh kesejahteraan, mereka bosan konflik. Kembali isu ini akan menjadi tamparan bagi PA sendiri.&lt;br /&gt;Inilah menurut saya kenapa Kuntoro mengatakan hal yang demikian, walau menuru saya bukan 30% tapi hanya 20% saja PA mendapatkan suara.&lt;br /&gt;Kembali ke PKS, perubahan paradigma PKS sekarang adalah mereka telah berupaya untuk merubah Partainya yang dahulu dikatakan eksklusif menjadi partai terbuka, dapat dilihat dari iklan-iklannya, dari yang mengangkat Soeharto menjadi icon kampanyenya, menjadikan berbagai golongan masyarakat sebagai iconnya tidak hanya wanita berjilbab dan pemuda yang berjanggut, ini adalah perubahan serius yang ingin mengatakan bahwa PKS adalah partai bagi setiap kalangan. Walau kemudian mendapatkan kritikan dari berbagai kalangan juga yang tidak menginginkan PKS menjadi besar tentunya, inilah politik.&lt;br /&gt;Jika kita melihat Islam yang diusung PKS sekarang lebih sudah sesuai dengan karakteristik bangsa Aceh dan bangsa Indonesia pada umumnya. PKS menjadi lebih terbuka dan nyaman untuk siapapun.&lt;br /&gt;Saya menjadi teringat ketika awal saya melihat PKS, PKS ini selalu ditakuti Partai besar lainnya karena mesin politiknya yang luar biasa, loyalitas anggotanya, selalu membantu yang tertimpa musibah dan juga mampu menggunakan metode-metode kampanye inovatif dan modern.&lt;br /&gt;Kenapa PKS sesuai dengan karakteristik rakyat Aceh ?&lt;br /&gt;Islam, hanya itu jawabannya, Islam adalah Agama yang sempurna, semua muslimin tentunya percaya dengan yang satu ini, ntah itu Irwandy Yusuf, Hasan Tiro, atau yang lainnya selama mengucapkan 2 kalimat syahadat.&lt;br /&gt;Sejarah juga telah membuktikan bahwa yang membesarkan Aceh itu adalah Islam bukan sosialisme, bukan nasionalisme, bukan Pancasila tapi hanya Islam. Dan PKS adalah partai yang bisa membawa rakyat Aceh ke sana. Karakteristik ini lah yang dilupakan oleh GAM, mereka lebih mengedepankan nasionalisme semu yang tidak pernha dikenal rakyat Aceh sebelumnya dengan konsep Penjajahan Jawa  - Indon. Mereka melupakan sepak terjang pendahulu-pendahulunya yang lebih mengutamakan Islam sebagai setiap langkah kehidupan, bukan nasionalisme. Ini adalah sebuah potensi awal yang dimenangkan oleh PKS.&lt;br /&gt;Kemudian dari sisi Hablumminallah, PKS telah berhasil menguasai kalangan intelektual Aceh yang ada di kampus-kampus, mereka juga partai yang paling rajin terjun ke masyarakat, bukan dengan janji tapi dengan bakti, bukan dengan intimidasi tapi dengan kesantunan, bukan dengan kemerdekaan tapi dengan kesejahtaraan dan syariat Islam, semuanya tentunya akan membuat PKS menjadi semakin besar saja. Keberanian dari PKS tentunya juga tidak terlepas dari keislaman mereka yang begitu kuat, juga dengan prinsip hidup mereka yang ikhlas dan selalu berusaha untuk bersih.&lt;br /&gt;Menuju kesempurnaan merupakan tujuan dari setiap orang, namun menuju kesempurnaan dengan menghargai perbedaan adalah lain cerita, inilah Islam. La Ikrafiddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sempurna&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Coba kita tanyakan kepada diri kita masing-masing, siapa yang ingin SEMPURNA ? Sudah barang tentu semua orang ingin mencapai kesempurnaan, bahkan Nabi pun diturunkan sebagai contoh yang sempurna bagi umatnya.&lt;br /&gt;Anda tahu kenapa Linux dan Windows terus saja bersaing, namun Windows selalu menjadi pilihan bagi orang yang menyukai kesempurnaan, karena Windows lebih sempurna daripada Linux, tapi Windows mempunyai lisensi yang menyebabkan ketidaksukaan dari berbagai pihak yang mengembangkan open source. Inilah sebuah kenyataan bahwa kita semua menginginkan kesempurnaan.&lt;br /&gt;Bahkan filosofi kehidupan ini adalah menuju kesempurnaan, ketika manusia diciptkan Allah, maka ia ada 2 pilihan yaitu surga dan neraka, keduanya adalah jalan menuju kesempurnaan. Ketika seseorang dihukum di neraka maka ia menyempurnakan dirinya untuk bisa memasuki surga, sedangkan surga itu merupakan symbol dari kesempurnaan itu sendiri.&lt;br /&gt;Ketika kita menulis, kita membutuhkan kesempurnaan, darimana, dengan adanya seorang editor, orang yang berpikir diluar penulis, sehingga diharapkan bisa menangkap apa yang kurang dari sebuah tulisan.&lt;br /&gt;Ketika Ibu melahirkan anaknya, apa yang ia tanyakan “Lengkapkah jarinya ?” lihatlah semuanya menginginkan kesempurnaan.&lt;br /&gt;Jadi kalau anda semua hidup maka anda harus bisa menuju kepada kesempurnaan, bukan kemudian menjadi cacat.&lt;br /&gt;Lantas kemudian apakah kesempurnaan ketika kita memperjuangkan kemerdekaan Aceh ? Bukan itu bukan kesempurnaan, tapi itu adalah kebodohan, kenapa ? Karena mereka harus belajar dari sejarah bahwa Negara itu hilang dan tumbuh, yang terpenting sekarang adalah humanism dan bagaimana menggapai sebuah peradaban.  Sehingga dalam Islam itu melarang ashobiyah, karena Allah menghargai perbedaan dan bukan menjadikan perbedaan itu sebagai alasan untuk saling menumpahkan darah, terlebih lagi bila sesama muslim.&lt;br /&gt;Kesempurnaan bagi seorang muslim adalah menjadi “Insan Kamil”, sedangkan menuju kesanan bukan dengan kesempurnaan akan tetapi butuh onak dan duri atau cobaan-cobaan baik senang dan sedih. Sekali lagi sempurna itu adalah tujuan, bukan proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Situasi Aceh Memanas&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ketika situasi Aceh memanas maka anda dapat melihat daerah ALA dan ABBAS, mereka mempersiapkan diri masing-masing untuk mencegah terjadinya intimidasi terhadap mereka, menguatkan keamanan pada masyarakat, menjaga stabilitas daerahnya sendiri. Ini penting, Seperti halnya ketika masa pemberontakkan dahulu tokoh-tokoh Gayo meminta agar diperbanyak TNI di ALA untuk menjaga keamanannya, menjaga masyarakatnya, ini patut dicontoh oleh orang Aceh manapun.&lt;br /&gt;Nah, untuk partai bagaimana caranya ? Tentunya mereka akan membentuk sebuah Satgas, seperti yang dilakukan oleh partai-partai besar lainnya, ntah itu PDI P, Golkar, PKB dan bahkan partai kecil lainnya. Mereka paling tidak mempunyai kekuatan sipil untuk bisa mempertahankan diri mereka, terlebih lagi di Aceh terdapat partai lokal bekas GAM atau PA, yang tentunya jiwa mereka itu adalah jiwa “turun gunung”, mereka belum bisa menjadi warga sipil biasa. Jadi satgas tersebut harusnya tidak melakukan perbuatan anarkis, tapi kalau anda membela diri itu tentunya akan dihormati secara hukum. Satgas itu harus bisa bekerjasama dengan TNI dan POLRI agar anda tidak kesalahan atau menjadi tempat provokasi bagi yang tidak menginginkan perdamaian di Aceh. TNI dan POLRI merupakan tempat satu-satunya untuk anda menjaga keamanan, tapi juga persiapkan diri anda untuk menghadapi setiap hal yang akan terjadi, jadi kalau anda semua belajar ilmu beladiri adalah hal yang wajar, jangan katakana dengan belajar ilmu beladiri maka dikatakan militerisasi, tapi anda harus bersabar dengan orang-orang seperti itu.&lt;br /&gt;Kemarin saya sempat dalam sebuah diskusi dengan beberapa orang Aceh, awal dari diskusi itu adalah mengenai pemekaran wilayah, yang akhirnya terjadi sebuah perdebatan sehingga lawan debat saya mengatakan bahwa saya adalah milisi, bahwa saya adalah cuak, lantas saya jawab dengan cepat kepada mereka bahwa “Cuak-cuak itu sekarang meminta ALA dan ABBAS,”. Sengaja saya katakana itu karena mereka harus sadar bahwa tidak semua rakyat Aceh sama dengan pemikiran nasionalisme semu mereka semua itu. Daud Beureuh dan tokoh Aceh pada masanya adalah sebagai contoh, yang kemudian diikuti oleh tokoh Gayo dan tokoh ABBAS.&lt;br /&gt;Peringatan dari saya kembali, bahwa akan banyak provokasi-provokasi kepada anda semua, dengan mengatasnamakan Islam dan Nasionalisme, Aceh dan Non Aceh, Nasionalisme dan Ultranasionalisme, pemekaran dan non pemekaran, keadilan korban konflik. Dan ini semua adalah provokasi usang yang tidak usah ditanggapi, karena ini adalah dari mereka-mereka yang baru belajar politik dan hanya menginginkan Aceh kembali ke dalam konflik.&lt;br /&gt;Terakhir, selalu saya katakana kalau Aceh sekarang ini dalam dilemma, jangan bawa Aceh kembali ke dalam konflik. Pemekaran wilayah saat ini tinggal diketuk palunya bila keamanan tidak berhasil di Aceh. MoU Helsinky dan UU KPU diperdebatkan berkenaan dengan datangnya pemantau asing Pemilu ke NKRI. Yang terpenting sekarang adalah berdiskusi bagaimana membangun Aceh dengan baik. Juga seringkali saya katakana membuat Aceh tidak aman itu bagaikan membalikkan telapak tangan, tapi rakyat Aceh harus bisa melawan itu semua. Keyakinan saya NKRI tidak main-main lagi dengan perdamaian di Aceh, tapi masalahanya adalah GAM Konservatif yang ingin mengorbankan kembali rakyat Aceh ke dalam konflik untuk membangun kembali generasi kedua GAM, dengan pemimpin baru mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-6068674077568051885?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/6068674077568051885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=6068674077568051885&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/6068674077568051885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/6068674077568051885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/03/demokrasi-pks-maju-terus.html' title='Demokrasi, PKS Maju Terus'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-8465482596106186317</id><published>2009-02-28T22:30:00.000+07:00</published><updated>2009-04-06T09:58:31.007+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aceh'/><title type='text'>Pihak-Pihak Yang Tidak Menginginkan Perdamaian di Aceh</title><content type='html'>Setelah hampir selama 2 minggu saya agak sibuk dengan pekerjaan saya, akhirnya saya bias kembali berdiskusi dengan teman-teman mailing list yang amat saya cintai ini. Ketika saya membaca sebagian isi dari mailing list ini isinya ternyata hampir sama saja, namun isunya sekarang agak lebih di bawa kepada mulai mendiskreditkan Pemerintah NKRI atau mulai “melempar batu sembunyi tangan”.&lt;br /&gt;Namun pada situasi Aceh yang memang sekarang panas ini, hal ini adalah sangat wajar karena berbagai kepentingan bermain sekarang ini, sebagaimana halnya para Caleg berlomba untuk meraup suara atau pecinta perang mulai memainkan kartunya kembali atau para fakir mulai memikirkan kembali bagaimana kiranya mendapatkan uang agar tidak hidup kembali dalam kemelaratan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi Aceh&lt;br /&gt;“Alangkah senangnya jika saya kembali di Aceh dan ikut merasakan penderitaan orang Aceh,” hal ini yang pertama kali saya ingin katakan ketika saya melihat situasi Aceh sekarang ini, sebagai orang yang tinggal di luar Aceh sebenarnya bukan hal saya untuk mengomentari ini, tapi karena ada beberapa anggota mailing list yang ikut berkomentar seolah-olah ia tinggal di Aceh selama ini, seperti halnya Hasan Tiro yang berkoar-koar di luar negeri sana tanpa mau melihat atau bahkan merasakan penderitaan rakyat Aceh sekarang ini.&lt;br /&gt;Aceh sekarang memasuki babak baru, sebuah babak akhir untuk menghadapi sebuah kenyataan apakah Aceh akan kembali konflik atau Aceh di bawah kepemimpinan Irwandy bisa selamat mempertahankan perdamaian di Aceh.&lt;br /&gt;Pihak-pihak yang sekarang ini bermain di Aceh dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:&lt;br /&gt;Pertama, Pemerintah Jakarta, inipun rasanya sudah tidak mungkin karena nama besar NKRI dipertahankan dengan perdamaian di Aceh, sudah barang tentu Pemerintah Jakarta tidak akan melakukan hal-hal bodoh berkaitan dengan yang satu ini.&lt;br /&gt;Kedua, oknum TNI yang menginginkan Aceh kembali konflik sebagai bahan emncari rezeki mereka, namun karena dalam satu komando rasanya TNI agak sedikit berkurang bermainnya.&lt;br /&gt;Ketiga, oknum Ultra Nasionalisme yang menginginkan Aceh mendapatkan perlakuan yang sama dengan daerah lain, namun bila dilihat dari sisi nasionalisme mereka maka perdamaian di Aceh merupakan salah satu hal yang bisa menjaga nama NKRI di seluruh dunia dan menjaga keutuhan wilayah tentunya lebih utama dibandingkan dengan perpanjangan peperangan.&lt;br /&gt;Keempat, ultra ALA dan ABBAS yang menginginkan secepatnya terbentuknya ALA dan ABBAS dengan berbagai cara, mereka menginginkan agar pemerintah NKRI melihat bahwa GAM itu tidak dapat memegang janji mereka. Namun tokoh-tokoh ALA dan ABBAS sampai saat ini rasanya masih patuh kepada Pemerintah Jakarta untuk mereka menahan diri dan lebih mementingkan persatuan wilayah NKRI.&lt;br /&gt;Kelima, penegakkan Negara Islam atau penegakkan syariat Islam di Aceh, ini pun sepertinya akan menurun karena Aceh sekarang benar-benar diberikan kebebasan untuk hal yang satu ini, malah sesama komponen Aceh yang kini saling bertengkar dengan berbagai kebijakan tentang hal yang satu ini, berdebat mengani dampak dan kapan pelaksanannya.&lt;br /&gt;Keenam, kalangan moderat GAM yang dikomandoi oleh pemikir muda GAM, mereka adalah orang-orang yang memprakarsai adanya self government di Aceh dengan MoU Helsinkynya. Kepentingan mereka sekarang adalah bagaimana caranya memenangkan legislative untuk dapat memperjuangkan nasib anggota GAM yang sekarang memang dalam keadaan sulit dan terombang-ambing antara perut dan jiwa kemerdekaan serta kembali kepada Jakarta. Mereka rasanya cenderung untuk melakukan pendekatan-pendekatan kepada Pemerintah Jakarta untuk eksistensi mereka bila mereka tidak bisa memenangkan legislative, terlebih lagi Irwandy masih selama 3 tahun lagi memimpin Aceh. Mereka masih bisa menahan diri.&lt;br /&gt;Ketujuh, kalangan konservatif GAM, dalam pemikiran mereka kemerdekaan tidak bisa diganggu gugat, nasionalisme semu mereka tampaknya akan terus dikumandangkan untuk membodohi rakyat Aceh untuk kembali ke dalam konflik. Dalam pemikiran mereka saat ini GAM Irwand CS adalah GAM pengkhianat, melenceng dari jalur kemerdekaan atau mereka merasa ditinggalkan karena ketidakadilan pembagian kekuasaan dan materi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepak Terjang GAM Konservatif/Ashobiyah&lt;br /&gt;Dari ketujuh pihak tersebut, kita akan tahu semua bahwa kemungkinan yang terbesar untuk melakukan ketidakamanan di Aceh adalah pihak ketujuh atau GAM konservatif, situasi Aceh yang memburuk ini akan dijadikan mereka sebagai ajang pemanasan untuk kembali membawa rakyat Aceh ke dalam konflik, hal yang akan mereka lakukan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Pertama, “Aksi Adu Domba”, mereka akan terus menggesek-gesek antara lain adalah Partai berhaluan Islam atau Parnas dengan Partai Lokal, kemudian ultranasionalisme Indon dengan ultranasionalisme Aceh Merdeka di ALA dan ABBAS, meningkatkan konflik sukuisme antara Jawa, Aceh dan Gayo atau ALA/ABBAS dan sukuisme Aceh, mendiskreditkan Pemerintahan Aceh sekarang terutama Irwandy Nazar dengan musuh-musuh mereka, menyusup ke dalam LSM-LSM sekaligus memeceah SIRA, melakukan tindakan-tindakan “lempar baru sembunyi tangan” melalui provokasi media dan aksi-aksi penghasutan dan kekerasan terbatas.&lt;br /&gt;Kedua a, membangun kembali militansi New Generation GAM di Aceh dalam jangka waktu yang bertahap. Dalam pemikiran mereka tentunya setiap aksi hasutan yang mereka lakukan tentunya akan membawa hasil sedikit banyaknya, maka mereka akan melakukan gerakan bawah tanah dengan nasionalisme Aceh yang tinggi. Bila tahapan pemilu ini mereka gagal maka mereka akan kembali bermain di tahapan pemilihan Gubernur.&lt;br /&gt;Kedua b, bila adudomba mereka berhasil maka Aceh dapat dipastikan menjadi sebuah pengkaderan baru untuk new generation GAM kedua, mereka pun akan mengumumkan pemimpin baru GAM pengganti Hasan Tiro. Mereka tentunya akan menjadikan gugurnya banyak rakyat Aceh dalam scenario mereka sebagai pahlawan atau mati syahid menurut mereka (padahal mati sia-sia). Aceh kembali ke dalam konflik.&lt;br /&gt;Bayangkan hanya dengan 2 pemikiran ini saja kita akan melihat bahwa ACeh akan mudah konflik, bukan Jakarta yang tidak ikhlas menuju perdamaian Aceh akan tetapi GAM Konservatif yang masih menginginkan ambisi mereka untuk menghancurkan perdamian dan membawa rakyat Aceh kembali ke dalam konflik, hanya karena apa ? “Hanya karena ego MERDEKA BODOH SIALAN mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir dari saya, agar rakyat Aceh jangan mau diadudomba, kembalikan semuanya kepada pihak keamanan, jangan takut kepada intimidasi, segera laporkan baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, perkuat keamanan sipil anda semua, persenjatai diri anda.&lt;br /&gt;Sekarang ini ada isu yang mengatakan bahwa daerah ALA dan ABBAS ada milisinya, padahal mereka melakukan sebuah penjagaan terhadap keamanan mereka seperti halnya SISKAMLING, jadi jelas GAM Konservatif ini masih terus dengan isunya agar mereka leluasa mengumandangkan adudomba mereka.&lt;br /&gt;NKRI sudah FINAL, KEMERDEKAAN BODOH harus ditinggalkan, MERDEKA DARI KEBODOHAN DAN KEMISKINAN itu yang utama bukan ASHOBIYAH.&lt;br /&gt;Selamat Berjuang Menjaga Perdamaian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-8465482596106186317?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/8465482596106186317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=8465482596106186317&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/8465482596106186317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/8465482596106186317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/02/pihak-pihak-yang-tidak-menginginkan.html' title='Pihak-Pihak Yang Tidak Menginginkan Perdamaian di Aceh'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-1973561516185870235</id><published>2009-02-13T15:46:00.002+07:00</published><updated>2009-04-06T09:58:31.007+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aceh'/><title type='text'>Arogansi Parlok Menjelang Pemilu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mencaci Maki BIla Tidak Setuju&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sudah sangat nyata ada petentangan dari Parlok yang mendukung GAM dengan beberapa pihak ternyata dijadikan sebagai cacian dan makian. Padahal dalam hati saya hanya  bisa berkata "Emang siapa Lo ? Tuhan juga bukan" atau saya memandang mereka ini dengan kasihan sambil berkata dalam hati "Yah, inilah akibat konflik berkepanjangan, sungguh kasihan...".&lt;br /&gt;Ada yang berbahaya disini bagi mereka sebenarnya karena perlu diwaspadai bahwa sesungguhnya nama mereka yang semakin lama semakin mendapati bahwa mereka semakin tenggelam ke dalam kehancuran, mereka semakin kerdil dengan keakuan mereka, mereka melupakan bahwa Islam tidak pernah membicarakan ashobiyah.&lt;br /&gt;Terlebih lagi ternyata kekerdilan jiwa mereka ditambah dengan dendam yang membara seolah-olah mereka mempunyai semangat nasionalisme Aceh yang tinggi, padahal mereka tidak lebih dari budak nasionalisme itu sendiri. Mereka sudah melupakan korban yang harus dikorbankan demi ambisi mereka, mereka mendahulukan ambisi mereka dibandingkan dengan humanisme dan keluhuran budaya Aceh.&lt;br /&gt;Nasionalisme apa yang anda bawa ? Itulah yang selalu saya pertanyakan. Negara Aceh baru hidup pada abad 13 atau 14 sampai abad 19 yang merupakan sebuah perjalanan dalam setiap kehidupan peradaban manusia. Coba saja kita pikirkan apa yang akan terjadi kalau tiba-tiba Yunani meminta kekuasaannya kembali atau ketika Mongolia meminta agar daerah jajahannya dikembalikan atau Jepang dan Belanda. Lucu bukan? Hal inilah yang menyebabkan Islam melarang adanya perjuangan secara ashobiyah walau Islam menghargai suku bangsa yang diciptakan untuk saling mengenal satu dengan yang lain, bukan malah menjadikan mereka seolah-olah lebih baik dari suku bangsa yang lain.&lt;br /&gt;Hal inilah yang terjadi pada Yahudi, mereka menganggap bahwa bangsa mereka adalah yang paling tinggi derajatnya sehingga menganggap derajat bangsa lainnya rendah. Dalam sejarah Yahudi selalu di atas dan di bawah, mereka di atas ketika mereka di jalan Allah dan mereka di bawah ketika mereka mulai melawan kehendak Allah, pembasmian Yahudi di Eropa dan beberapa benua lainnya pada waktu yang lalu adalah karena watak mereka yang licik dan tidak bisa dipercaya.&lt;br /&gt;Nah, semua-semua itu yang saya takutkan melekat pada bangsa Aceh, tidak semuanya tentunya, lebih kepada GAM dan antek-anteknya yang sekarang masih menginginkan kemerdekaan, yang masih menganggap Jawa itu suku yang lebih rendah daripada mereka, begitu juga Gayo secara diam-diam. Ketika orang Aceh melihat Gayo mereka seolah-olah melihat suku yang terbelakang sehingga mereka tidak sadar bahwa ternyata mereka secara pasti dan perlahan baik disadari maupun tidak disadari sedang menuju kemunduran-kemundur an bahkan ada kemungkina mereka bisa jadi akan tertumpas juga bila terus melakukan tindakan-tindakan yang ashobiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Memaksakan kehendaknya secara arogan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebulan ini kita dapat melihat bagaimana arogansi dari Partai Lokal yang dengan seenak muyangnya menghina PKS, seperti dengan kejadian dari caleg PKS yang tertangkap di Panti Pijat atau banyak isu lain yang dikeluarkan melalui singkatan-singkatan yang tidak jelas tersebut.&lt;br /&gt;Inilah yang saya katakan bahwa Partai Lokal ini baru belajar berpolitik, lihat PKS menjawab semua tudingan mereka dengan santun, inilah bakal calon partai besar yang akan menguasai Aceh kelak, insya Allah.&lt;br /&gt;Padahal kalau dilihat kearoganan itu merupakan bentuk intimidasi dari mereka sendiri, sebuah bentuk yang memperlihatkan bahwa mereka tidak panjang akal, seorang manusia yang cerdas akan sebisa mungkin menghindar dari bentuk-bentuk yang memperlihatkan ketidakmampuannya melalui intimidasi ini. Kotor lagi intimidasinya.&lt;br /&gt;Dapat dibayangkan apabila di Aceh tidak ada TNI atau Polisi atau Milisi tentu mereka akan semakin arogan dengan kekuasaan, seolah mereka adalah yang paling memperjuangkan rakyat Aceh padahal mereka sebenarnya sudah dianggap sampah oleh rakyat Aceh karena hanya pandai mengangkat senjata dan mengancam yang dapat dilakukan oleh setiap anak-anak yang baru besar dengan jiwa yang sedang marah. Ini harus diubah kalau Aceh mau maju nantinya ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kenapa Parlok harus menang ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semua juga mengerti bahwa Partai Aceh harus menang karena ada beberapa hal mendasar yang saat ini mengancam anggota Partai Lokal, pertama, kenikmatan hidup yang selama ini sudah dinikmati akan hilang jika mereka tidak memenangkan legislatif karena mereka tidak punya kuasa apapun saat ini. Kedua, harga diri mereka sekarang sedang diujung tanduk bila mereka tidak menang legislatif baik di dunia internasional maupun di Aceh sendiri, menunjukkan kepada dunia luar bahwa memang Aceh itu ya bukan GAM, tapi manusia cerdas yang cinta perdamaian bukan menjadi pemberontak, atau kebosanan terhadap GAM selama ini. Saat ini ketika mereka memegang sebuah kekuasaan, mereka mendapatkan segalanya tapi mereka malah kehilangan simpati dari rakyat Aceh. Ketiga, memberi makan kepada anggota GAM yang sampai saat ini tidak mempunyai keterampilan hidup dan tidak bisa masuk TNI karena segala macam pernyaratan atau egoisme masing-masing. BRR sudah habis, kalaupun digunakan dana APBD untuk memberi makan mantan kombatan itu tentunya akan berujung semakin jatuhnya wibawa GAM di masyarakat Aceh. Keempat, kalaupun mereka kembali mengumandangkan perang kembali nampaknya rakyat Aceh sudah bosan dengan ini semua, mereka sudah memprediksikannya dengan baik. Bahkan perjanjian ini tentunya sudah dimanfaatkan oleh masing-masing pihak untuk saling mempelajari satu dengan yang lain dengan lebih dalam lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Terus Gimana ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rakyat Aceh harus tetap tenang, selalu dekat dengan pihak keamanan, dalam masa panas ini akan ada isu-isu yang dinaikkan terlebih lagi pada daerah konflik, anda semua perlu bersabar dan menggunakan hati nurani anda untuk mendukung partai manapun yang anda sukai.&lt;br /&gt;TNI atau Polisi relatif netral karena bagi mereka semua NKRI sudah final, sehingga peran mereka sekarang teramat besar untuk memberikan kebebasan kepada anda, sedikit ada intimidasi langsung laporkan. Ini penting sebagai peringatan bagi mereka.&lt;br /&gt;Agar selalu mengingat hasil apa yang didapat dari konflik selama 30 tahun ini, hanya demi kepentingan GAM saja dengan MoU Helsinkynya, camkan ini dalam hati dengan baik-baik. Kalaupun tidak mau dikatakan perang bodoh maka dapat dikatakan sebagai perang sia-sia.&lt;br /&gt;Dalam sebuah perang maka korbannya adalah rakyat biasa, mau tidak mau andalah yang menjadi korban, tanamkan dalam hati anda, kalau bisa hidup dengan damai kenapa harus perang ?&lt;br /&gt;Lantas ingat juga bahwa Islamlah yang membawa Aceh berjaya bukan nasionalisme yang tinggi, kalau Aceh dahulu seperti sekarnag maka dapat dipastikan bahwa Aceh tidak akan pernah maju karena pola pemikiran mereka selalu konflik, keakuan mereka paling tinggi. Lihat dalam blog saya www.cossalabuaceh. blogspot. com pada label GAM dengan judul Konsep Perang Bodoh.&lt;br /&gt;Maka pilihlah partai yang berideologi Islam, karena itulah Aceh bukan nasionalisme yang semu dan sia-sia selama ini, karena Aceh tidak akan pernah bisa disatukan dengan nasionalisme sampai kapanpun bila kita melihat banyaknya suku bangsa di Aceh yang sekarang bertambah dengan saudara kita dari Jawa. Hanya Islam dan adat istiadat yang membuat Aceh menjadi kuat sejak dulu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-1973561516185870235?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/1973561516185870235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=1973561516185870235&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/1973561516185870235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/1973561516185870235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/02/arogansi-parlok-menjelang-pemilu.html' title='Arogansi Parlok Menjelang Pemilu'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-6102425656064372079</id><published>2009-02-12T10:01:00.000+07:00</published><updated>2009-04-06T09:58:18.142+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gayo'/><title type='text'>Kebangkitan Gayo Tinggal Menunggu Waktu</title><content type='html'>Tulisan ini bisa mengalir ketika saya membaca tulisan dari serinen, Subayu Loren,  saya yang amat luar biasa, yang berjudul  “Bila Keislaman Masyarakat Gayo Kembali”, tulisannya bisa diberikan nilai plus, sebuah tulisan yang mencoba menggugah kebanggaan orang Gayo menjadi Gayo dengan semangat Islam, luar biasa.&lt;br /&gt;Kekeberen Gayo yang juga merupakan peninggalan dari Muyang Datu masyarakat Gayo juga telah memperlihatkan bagaimana besarnya orang Gayo dahulu, sebuah suku yang berasal dari Ruum kemudian berhasil mendirikan kerajaan-kerajaan pada pesisir selatan, menguasai Kute Reje pertama kali, bisa menjadi Reje di Perlak, menjadi Reje diberbagai tempat pada pesisir utara pulau Sumatera. Benar atau tidaknya cerita ini, menunjukkan bahwa suku Gayo itu tidak mau berada di bawah, suku Gayo itu tidak mau dijajah.&lt;br /&gt;Namun, dibalik keunikan itu semua suku Gayo juga menjadi sebuah suku yang terbuka, mereka lebih mementingkan Islam dari pada kesukuannya. Suku Batak sudah lama bercampur dengan suku Gayo bahkan juga sudah menghasilkan keturunannya yang mempunyai marga, suku Padang juga telah melakukan perkawinan dengan suku Gayo bahkan mereka menetap pada daerah Blang Kjern sekarang ini, bahkan suku Aceh pun menjadi favorit bagi suku Gayo untuk menjadi menantu dengan kawin angkapnya. Bila dilihat dari ini semua adalah hal yang sangat biasa jika nanti suku Jawa juga melakukan percampuran kebudayaan melalui perkawinan dengan suku Gayo. Sungguh ini merupakan sebuah modal bagi suku Gayo untuk menjadi seorang pemimpin.&lt;br /&gt;Lantas kemudian pertanyaannya adalah apakah ini tidak akan menghilangkan adat istiadat dari suku Gayo itu sendiri ? Tentu saja tidak, karena sudah terbukti selama suku Gayo menggunakan adat istiadat mereka maka mereka akan tetap bertahan dengan bahasa gayonya dengan adatnya. Kemudian juga dipertanyakan jika kemudian suku Gayo terus melakukan percampuran kebudayaan lantas dimana suku asli Gayo ? &lt;br /&gt;Menurut saya suku asli Gayo itu sudah tidak ada lagi, secara rasional suku asli Gayo dikatakan berasal dari suku melayu tua atau dari bangsa Ruum, masih dalam penelitian dan perdebatan,  dan ini terjadi sejak tahun 1000 an M, menurut Kerajaan Linge I. Lantas ketika persilangan perkawinan ini terjadi apakah masih ada suku asli Gayo selama berabad-abad mereka melakukan perkawinan dengan suku Batak, suku Padang, suku Aceh, etnik China, atnik Arab dan terakhir suku Jawa.&lt;br /&gt;Kebanggaan masyarakat Gayo adalah ketika mereka menggunakan bahasa Gayo sebagai bahasa mereka sehari-hari, menggunakan adat istiadat Gayo dalam kehidupan mereka sehari-hari, itulah sekarang kebanggaan menjadi Gayo, bukan suku apa mereka, kebanggaan menjadi suku Gayo adalah ketika Islam menjadi pedoman hidup orang Gayo.&lt;br /&gt;Menurut salah satu tokoh Gayo M. Yunus Melalatoa, mencatat sedikitnya ada 5 faktor yang menyebabkan terjadi perubahan kebudayaan sebuah masyarakat, antara lain; 1) faktor perubahan komposisi penduduk, 2) perubahan sumber daya alam dan lingkungan fisik, 3) penemuan teknologi baru, 4) adanya invasi; adanya penjajahan oleh kelompok lain, peperangan, dan 5) kontak dengan masyarakat lain dan kebudayaan masyarakat lain itu menggantikan kebudayaan setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Faktor Perubahan Komposisi Penduduk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;USA atau Amerika Serikat sekarang ini merupakan sebuah Negara yang paling menguasai dunia, namun penduduk asli mereka adalah Indian Cherooke, ibunya Presiden USA sekarang Obama. Namun kemajuan USA bukan karena suku Indian di mulai ketika masuknya imigran-imigran yang berasal dari Eropa dan Asia bahkan kemudian berkembang dengan lebih jauh lagi dari Afrika, dahulunya mereka di bawa sebagai budak. Sejarah Amerika juga memperlihatkan bahwa ketika itu mereka untuk mendapatkan dataran Amerika harus mendapatkan perlawanan dari suku Indian.&lt;br /&gt;Atau Australia, sebuah Negara yang dahulu suku aslinya adalah suku Aborigin, lantas seperti halnya dengan suku Indian mereka juga merasakan ketidaknyamanan ketika pendatang memasuki wilayah mereka. Mereka juga melakukan perlawanan, tapi yang terjadi adalah terus masuknya para pendatang tersebut untuk mengolah hasil bumi yang ada pada Australia tersebut.&lt;br /&gt;Kita akan lihat bahwa apa yang dikatakan oleh M. Yunus Melatoa adalah sangat benar bahwa ternyata perubahan komposisi penduduk akan membawa perubahan yang besar pada pola pikir masyarakat tersebut. Ini adalah hal yang teramat rasional sekali, ketika sebuah kelompok lain masuk maka sudah barang tentu ia membawa peradaban baru dari tempatnya berasal. Ini pada dasarnya akan membawa perubahan-perubahan menuju lebih baik atau menuju tidak baik, tergantung bagaimana penduduk yang terleih dahulu tiba itu atau penduduk yang datang berkoloborasi dalam interaksi kehidupannya. Atau juga tidak terlepas dari kebudayaan mereka dan agama yang mereka anut tentunya.&lt;br /&gt;Keunikan dari suku Gayo adalah suku ini berhasil bertahan dengan kegayoannya sudah selama 20 abad lamanya, bahkan mereka juga tetap berhasil dengan bahasa dan istiadatnya hingga kini, dengan Islamnya. Mereka amat bangga dengan kegayoannya, walau akhir-akhir ini sepertinya terlihat pergeseran nilai-nilai Gayo pada masyarakat Gayo karena  dampak dari teknologi informasi pada era globalisasi saat ini. Dan ini tidak hanya terjadi di Gayo tapi pada setiap belahan dunia saat ini. Sekarang kita akan melihat bagaimana suku Gayo dapat bertahan dengan adat istiadat dan bahasanya. Dan ada keyakinan saya kalau masyarakat Gayo akan tetap bertahan dengan adat istiadat dan bahasanya, kita akan lihat.&lt;br /&gt;Perubahan Sumber Daya Alam Dan Lingkungan Fisik&lt;br /&gt;Ketika dahulu masyarakat Gayo dari dahulu hingga sekarang pekerjaannya adalah pertanian maka ini memperlihatkan bahwa suku Gayo itu bergantung kepada alam, dengan alamnya yang subur, sehingga mau tidak mau itu akan memperngaruhi watak dan karakter mereka.&lt;br /&gt;Karakter mereka yang bertani adalah anti konflik, dalam arti mereka tidak suka konflik, mereka lebih menyukai kehidupan mereka saat ini. Itulah yang menyebabkan sebagian orang mengatakan masyarakat Gayo itu pemalas dengan kondisi alam dan kesuburan tanahnya itu.&lt;br /&gt;Namun, seperti malasnya mereka, maka mereka akan tumbuh menjadi manusia-manusia yang cerdas, anak-anak yang bebas bermain dengan alamnya, anak-anak yang selalu riang gembira menikmati setiap keindahan alam dan rangsangan-rangsagan alam terhadap otaknya, terlebih lagi buat anak usia dininya. &lt;br /&gt;Ini dibuktikan dengan sejarah yang sering kali mencatat bahwa setiap orang Gayo yang merantau ke negeri orang maka ia akan menjadi lebih besar. Banyak tokoh-tokoh Gayo sebenarnya di dunia ini, baik dalam dan luar negeri, terlebih lagi sekarang, baik mereka yang sedang menuntut ilmu maupun yang sudah bekerja. Keburukan mereka adalah ketika mereka sudah berhasil mereka sering kali lupa untuk pulang ke kampungnya, membangun kampungnya.  Belum lagi belah-belah pada diri mereka yang sangat kuat, ada uken ada toa, ada bintang, ada ketol, ada bukit dan lain sebagainya. Semuanya semakin memperlihatkan bahwa sesungguhnya memang bangsa Gayo itu terdiri dari genetika yang berbeda-beda, mereka sangat kuat belah-belahnya. Yang bisa menyatukan mereka semua adalah satu yaitu Islam.&lt;br /&gt;Keuntungan dari generasi Gayo saat ini adalah mereka relative aman dari konfli, orang Gayo harus berterima kasih kepada tetua-teua dahulu kita yang cepat sadar untuk tidak mengikuti konflik berkepanjangan yang dicanangkan oleh Hasan Tiro dengan konsep Perang Bodohnya, karena mereka labih mementingkan persaudaraan sesama muslim, mereka tidak mau terjebak dalam konflik yang menyebabkan anak cucu mereka menjadi hancur.&lt;br /&gt;Generasi Gayo selangkah lebih maju dari generasi Aceh korban konflik saat ini, belum lagi mereka yang saat ini sudah bersekolah dengan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Potensi inilah yang harus terus kita kembangkan. Potensi inilah yang sekarang akan mampun mengambil kembali Aceh dari orang-orang Aceh sekarang. &lt;br /&gt;Kemengan lingkungan ini agar segera dicermati oleh generasi-generasi muda Gayo untuk terus maju ke depan memajukan Gayo. Baiknya mereka mulai berpikir untuk kembali ke Gayo dan membangun tanoh Gayonya. Namun perlu diingat oleh mereka yang berada di Gayo agar member kesempatan bagi mereka yang di luar Gayo untuk sumbangsihnya, memberikan mereka jalan menuju pembangunan Gayo.&lt;br /&gt;Atau jika perlu mereka mengambil alih Aceh dengan kecerdasan mereka, generasi muda Gayo dipastikan lebih sabar dan santun, selain intelektual mereka tinggi mereka juga akan pandai dalam mengendalikan emosi, sehingga mereka akan lebih cepat mencuat dari pada teman-temannya dari Aceh korban konflik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penemuan Teknologi Baru &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perubahan-perubahan di Gayo tidak terlepas dari masuknya teknologi, saat ini informasi begitu cepat masuk ke Gayo yang terkadang membutuhkan sebuah filter bagi mereka, jadi kembali ke adat adalah harus, penegakkan syariat Islam is amust.&lt;br /&gt;Hal yang perlu diingat bahwa masuknya teknologi itu juga tidak mungkin dihindari, mereka akan datang sebegitu derasnya tanpa bisa dicegah. Ini menjadi kegalauan tidak hanya menjadi pemikiran dari tokoh-tokoh Gayo akan tetapi menjadi pemikiran dari berbagai tokoh dari berbagai daerah. Masuknya teknologi itu berdampak kepada perubahan pola pikir yang harus bisa diantisipasi oleh setiap orang tua yang mempunyai anak, seorang suami yang mempunyai istri, seorang istri yang mempunyai suami, seorang atasan yang mempunyai bawahan, seorang bawahan yang mempunyai atasan dan lain sebagai pada setiap tingkatan strata sosial masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Invasi Kelompok Lain Dan Kontak Dengan Masyarakat Lain Dan Kebudayaan Masyarakat Lain Itu Menggantikan Kebudayaan Setempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang Gayo merupakan karakteristik yang unik, saya sering kali menyebutkanya seperti filosogi tari guel, orang Gayo itu pintar untuk mengikuti sebuah kebudayaan yang ternyata dampaknya adalah membawa masuk budaya tersebut kedalam Gayo. Menurut saya ini bukan merupakan sebuah kebodohan atau ketakutan, ini merupakan sebuah kecerdasan seorang manusia, dalam sebuah ilmu kecerdasan dikatakan orang seperti ini mempunyai akal yang panjang, mereka jarang sekali ingin jatuh ke dalam sebuah konflik tapi mereka tidak pernah takut konflik karena malu mereka amat besar. Inilah keunikan suku Gayo. &lt;br /&gt;Bila saja keunikan-keunikan ini terpelihara dari konflik maka akan lahir tokoh-tokoh besar dari Gayo, dengan memberikan mereka sedikit pengetahuan tentang bagaimana bisa mengaktulisasikan diri dengan baik. Bagaimana bisa mengungkapkan pemikirannya bagi kepentingan dirinya.&lt;br /&gt;Sehingga Gayo tidak pernah dijajah siapapun, siapa yang menjajahnya malah menjadi sahabat atau temannya, bahkan dijadikan saudaranya. Hebat bukan suku Gayo kami ini. Suku apapun yang akan datang ke Gayo merasakan hal yang sama, ntah itu Aceh, Gayo atau Padang, mereka cenderung lebih tunduk kepada Gayo.&lt;br /&gt;Suku Gayo juga lebih mengutamakan keselamatan mereka terlebih dahulu, mereka tidak mau ikut-ikutan dalam konflik yang berkepanjangan jika itu hanya merugikan mereka. Sejak dahulu saya ingin meneliti tentang orang Gayo, saya lahir dan besar di Jakarta, saya yakin filosofi bangsa Gayo ini adalah pantas untuk disejajarkan dengan filosofi bangsa-bangsa besar di dunia ini. &lt;br /&gt;Dan perlu juga disadari bahwa salah satu yang membuat besar Aceh adalah suku Gayo. Karena kalau Aceh menggunakan pola pikiran GAM seperti sekarang ini sudah dipastikan Aceh tidak akan jaya seperti dahulu. Sifat mereka adalah seperti Banteng, tidak bisa dikatakan tidak, kalau A ya A, kalau B ya B bahkan mereka rela menipu untuk itu. &lt;br /&gt;Beda dengan Gayo mereka pada dasarnya tidak pernah memperlihat sesungguhnya apa keinginan mereka, mereka begitu santun, dalam kemarahanpun mereka berpikir keras, mereka menguasai amarah mereka. Saya bahkan menilai Gayo itu perpaduan dari Padang dan Jawa dengan kekerasan Aceh pada tempatnya. Indah bukan. Sayang sifat malu orang Gayo terlalu besar sehingga mereka malu mengungkapkan pemikiran dan diri mereka, inilah yang nanti kedepan menjadi permasalahan tokoh-tokoh Gayo.&lt;br /&gt;Gayo adalah suku besar, mereka sampai saat ini masih bertahan adat istiadat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gayo Akan Menguasai Aceh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari pembahasan di atas dapat terlihat bahwa cepat atau lambat orang Gayo akan semakin maju selama mereka tidak terlibat konfilk dalam PERANG BODOH. Orang Gayo,  Jamnee atau Aceh lain yang terbebas konflik, sekarang sudah melangkah di depan dibandingkan dengan orang-orang Aceh korban konflik yang rasanya mereka akan menjadi suruhan-suruhan orang orang-orang yang cerdas tersebut. &lt;br /&gt;Namun permasalahannya adalah orang-orang Aceh sekarang sudah mengetahuinya dan mereka melakukan sebuah gerakan “Asal Bukan Gayo“, peran mereka sejak dahulu selalu dibatasi dengan harapan merekalah nanti yang akan maju ke depan.&lt;br /&gt;Ironisnya lagi, sebagian dari mereka kini sedang mencoba membawa Gayo kembali ke dalam konflik, inilah yang menyebabkan ALA dan ABBAS selalu didengungkan oleh mereka karena mereka ketakutan dalam konflik kembali, terlebih lagi dengan konsep yang membenci sebuah suku yang kini hidup dengan damai di Gayo.&lt;br /&gt;Tapi dari sisi kecerdasan with ALA or No ALA, Gayo akan menguasai Aceh, menguasai orang-orang yang baru tenang kalau di cocok hidungnya dengan uang dan harta, bagi orang Gayo ini adalah makanan empuk, belum lagi nanti keluar keberanian Gayo yang selama ini memang ditakuti oleh orang Aceh sejak zaman muyang datu Aceh dan Gayo itu ada.&lt;br /&gt;Jelas, tidak ada alasan Gayo tidak akan menguasai Aceh, bahkan ada kemungkinan Indonesia ini bisa dikuasai oleh generasi penerus Gayo kelak.&lt;br /&gt;Tidak ada ALA maka kita akan kuasai Aceh melalui tangan yang lain, inilah orang Gayo yang sering kali dikatakan pengkhianat oleh GAM karena keengganannya untuk masuk ke dalam GAM, panjang akal dan berani.&lt;br /&gt;Waktunya orang Gayo sekarang ini harus mampu untuk menjadi yang terbaik, tidak terjebak Perang Bodoh, terus menuntut ilmu generasi mudanya, jangan mau dinjak-injak, jangan mau di tusuk hidungnya seperti kerbau karena masa kita akan segera tiba. Seluruh penjuru angin telah mendukung kita.&lt;br /&gt;Masuk saja kalian ke PRA, ke PA atau ke SIRA, kuasai mereka, mereka itu orang yang mudah dikuasai sebenarnya, maka tidak heran sebentar lagi orang-orang Gayo akan menguasai Aceh. Tapi ingat orang Aceh itu akan terus menjegal kamu, makanyaaa pintar-pintarlah menyusun perencanaan, nanti kalau kau kepepet barulah kau berpikir bahwa ALA itu penting. Bayangkan perjuangan ALA akan terus berlanjut selam ketidakadilan ada. Sedangkaan GAM hanya akan menjadi musuh rakyat Aceh kelak jika konsepnya dengan Perang Bodoh ini dilanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bila Keislaman Masyarakat Gayo Kembali &lt;br /&gt;Oleh : Subayu Loren &lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Gayo yang menyebut dirinya dengan “Urang Gayo”, adalah pemeluk agama Islam. Secara lahiriah ke-Islaman orang Gayo dapat dilihat dari pola perkampungan dengan bangunan Mersah, Joyah dan Mesegit. Bagi masyarakat Gayo, agama Islam dengan segala Akidah dan Kaidahnya merupakan acuan utama perilaku mereka yang bergandeng dengan norma Adat. Keterjalinan antara Agama (Milad) dan Adat ini terekam jelas dalam ungkapan “Edet mungenal hukum mubeza” atau “Edet Pegerni Agama”[1]. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ada banyak interpretasi tentang ungkapan “Edet Pegerni Agama”[2], salah satu pengertian yang cukup kuat mengungkap maksud ungkapan tersebut adalah bahwa masyarakat Gayo pelindung Islam. Dengan kata lain bila Agama mengatakan “satu”, maka orang Gayo mengatakan “tiga”[3]. Ambil contoh kasusnya tentang persaudaraan, dimana orang Gayo mengatakan dirinya sebagai satu Ayah dan Ibu, dan karenanya saling mengamankan. Di masa lalu, ketika adat masih berfungsi, Agama berjalan dengan baik. Silaturrahmi yang dilandasi kasih sayang, dan menjadi keseharian masyarakat Gayo ini dinyatakan dengan ungkapan “sara urang”[4] artinya satu persaudaraan. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Manifestasi ungkapan “sara urang” dapat dicerna dari terjaminnya keamanan “beberu” atau gadis dari berbagai ancaman kejahilan orang atau pihak lain. Perwujudan  “sara urang” juga diperlihatkan dalam tata hidup lokal masyarakat “belah”, dimana tidak ada sawah yang tidak tergarap atau “talu”[5] meski pemiliknya adalah nenek-nenek yang sudah menjanda. Pemuda dan pemudi dengan telah mengambil tanggungjawab menggarap sawah, menyemainya, merawat sampai panen. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Kini, persaudaraan Gayo sebagaimana terangkum dalam ungkapan “sara urang” sulit ditemui, karena pranata Adat Gayo tidak lagi berfungsi dan berperan. Bahkan masyarakat Gayo sekarang jatuh ke dalam kekacauan. Kita biasa dengan pemandangan perkawinan antara pemuda dan pemudi di dalam sebuah kampung yang tidak lagi dianggap aib, sudah lumrah terjadi. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Bila terjadi kekecauan di internal urang Gayo, maka persaudaraan urang Gayo dengan masyarakat tetangganya terikut. Hubungan antara urang Gayo dengan tetangganya terangkum dalam ungkapan Adat “Beloh Sara Loloten, Mewen Sara Tamunen, Ke Bulet Lagu Umut, Ke Tirus Lagu Gelas” pun tinggal ungkapan. Konsepsi persaudaraan ini juga sedang menuju tahap kehancurannya. Bila di masa lalu, bila ada yang menyerang Gayo maka “Ureung Acheh” akan ikut membela, begitu kebalikannya bila ada pihak yang menyerang orang Aceh, maka Urang Gayo akan ikut membela. Sekarang dan di masa depan, jalinan hubungan persaudaraan Aceh dengan Gayo diprediksi tidak lagi seindah dulu. Penyebabnya baik masyarakat Gayo maupun Aceh sudah diintervensi pengaruh luar. Akibatnya, jangankan Aceh dengan Gayo akan terpisah, Gayo dengan Gayo sendiri telah terbelah. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Dengan demikian pula keamanan masyarakat Gayo tidak lagi terjamin seperti dulu. Di masa sekarang, bila terjadi peristiwa tragis, dimana ada orang yang me “roba”[6] saudara perempuan kita, masyarakat cenderung diam, tutup mulut. Padahal dulu, baru iseng mengganggu anak gadis, bisa menyebabkan perang. Karena jalinan seperti itulah, maka dikatakan Edet Gayo tersebut sebagai pagarnya Agama. Ketika Adat Gayo “hilang”, masyarakat Gayo sekarang diibaratkan seperti kebun kehilangan penjagaannya. Binatang dengan leluasa mengobrak abrik isi kebun. Sampai pada tahap ini, karena malu sudah hilang, maka perilaku orang Gayo pun tak lebih baik pula dari binatang. Serbuan budaya luar tidak hanya ditujukan untuk merusak Milad “Agama” tetapi ditujukan untuk merusak inti masyarakat Gayo, yaitu pengalihan “urang Gayo”, dari manusia kaffah kepada manusia bukan kaffah. Yang mementingkan Jasmani daripada Rohani. Penjelasan ini, amat terkait dengan maksud Adat Gayo sebagai pagar Agama. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Tidak lagi seperti sediakala, Adat Gayo diakui telah mengalami perubahan, karena tidak lepas dari pengaruh lingkungannya. M. Yunus Melalatoa, mencatat sedikitnya ada 5 faktor yang menyebabkan terjadi perubahan kebudayaan sebuah masyarakat, antara lain; 1) faktor perubahan komposisi penduduk, 2) perubahan sumber daya alam dan lingkungan fisik, 3) penemuan teknologi baru, 4) adanya invasi; adanya penjajahan oleh kelompok lain, peperangan, dan 5) kontak dengan masyarakat lain dan kebudayaan masyarakat lain itu menggantikan kebudayaan setempat[7].&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-6102425656064372079?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/6102425656064372079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=6102425656064372079&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/6102425656064372079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/6102425656064372079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/02/kebangkitan-gayo-tinggal-menunggu-waktu.html' title='Kebangkitan Gayo Tinggal Menunggu Waktu'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-1797199737731849300</id><published>2009-02-10T14:46:00.000+07:00</published><updated>2009-02-10T14:48:33.502+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah dan Sastra'/><title type='text'>Percakapan GAM dan Orang Jawa</title><content type='html'>Oknum GAM : Hai Jawa, anda harus tahu bahwa Aceh ini tidak pernah dijajah, 1 inchi pun tanah ini tidak pernah dijajah, kami punya jiwa Merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Walau ternyata di Aceh terdapat bangunan-bangunan Belanda yang saat ini masih berdiri, walau ternyata Snouck Hougronge telah berhasil mengadudomba orang Aceh. Walau ternyata ada sosok Daud Beureuh yang memilih mengikat rakyat Aceh dengan NKRI berlandaskan persaudaraan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawa : Iya Aceh, kalian memang tidak pernah dijajah, bahkan kalian malah mengaku dijajah Jawa, tapi malah mengaku-ngaku dijajah Jawa. Bodoh ya kalian...he he he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bagi Jawa yang sudah berpengalaman dijajah oleh Belanda dan Jepang yang menyebabkan mereka melahirkan strategi perjuangan filosofi blankon jawa merasa lucu dengan orang Aceh. Mereka itu begitu bangga dengan sejarahnya sampai akhirnya mengorbankan semuanya, bagi mereka kemerdekaan adalah nomor 1, sehingga akhirnya harus menggunakan konsep perjuangan BODOH, Penjajah Jawa - Indon)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oknum GAM : Loh, kami tidak bodoh, kami berjuang, dan dalam berjuang pengorbanan adalah sesuatu yang harus, bagi kami mereka semua adalah syahid, mereka yang tewas adalah pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Walau orang Aceh itu tidak pernah melihat dengan kepala dingin bahwa perjuangan mereka itu adalah ashobiyah, perjuangan mereka itu bukan dari golongan Muhammad, mereka juga tidak pernah menghargai kesepakatan pendahulu mereka yang telah bersumpah untuk di bawah NKRI, ukhuwah Islamiyah. Malah sebagian ulama katakan bila niat mereka salah atau mereka mati tidak dalam rangka membela diri maka dapat dipastikan mereka mati dengan masuk ke dalam neraka, atau syahid. Belum lagi ketika mereka telah membunuh sesama muslim yang juga niatannya adalah membela diri atau menyelesaikan tugas negara, bahkan niat mereka juga mungkin membela agama Allah, karena taat kepada Ulil Amri mereka. Kalau dipikir seperti itu hanya membuat bulu kuduk kita merinding karena telah membawa perang saudara sesama saudara seiman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawa : Apa kalian tidak menyesal, alih-alih meningkatkan SDM malah menurunkan SDM, alih-alih mensejahterakan malah menyengsarakan, alih-alih merdeka malah semakin terjajah, alih-alih menjadi cerdas malah semakin bodoh. Terus apa kalian pikir kami orang Jawa akan membiarkan kamu merdeka, padahal kita sudah jadi satu dalam NKRI sejak dulu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Jawa bagi GAM merupakan sebuah manifesto dari NKRI, sehingga orang Jawa semakin bangga mengatakan bahwa NKRI itu adalah Jawa, padahal bagi NKRI itu terdiri dari berbagai macam suku bangsa, ntah itu minang, ntah itu bugis, etnis China, dan banyak lainnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oknum GAM : Oh, sudah saya katakan saya tidak peduli, bagi saya merdeka adalah harga mati, maka kami rela akan berjuang hingga tetesan darah terakhir, lebih putih mata kami daripada tulang kami, dan perang adalah sudah menjadi sejarah dalam hidup kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Ada yang menarik, motto mereka sama dengan salah satu provinsi yang memperjuangkan diri untuk melepaskan diri dari Aceh seperti ALA dan ABBAS, seperti halnya oknum GAM yang mengatakan merdeka bagi mereka juga harga mati)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawa : Wah hebat sekali ya anda, jiwa patriotisme anda sangat luar biasa, saya salut dengan anda. Bagi anda, anak anda dan rakyat Aceh layak dijadikan korban untuk perjuangan anda. Hebat sekali anda, tapi apakah seluruh rakyat Aceh mendukung perjuangan anda, atau ini hanya propaganda anda saja ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Orang Jawa itu mengetahui tentang ALA dan ABBAS yang sekarang tengah merunduk, juga mereka berkepentingan agar tidak terjadi konflik besar disana utamanya adu domba antara suku Jawa dan Gayo salah satu suku di Aceh, karena perbandingan jumlah akan sama, bila mereka berperang maka yang akan terjadi adalah jatuhnya korban yang hanya akan membuat semuanya menderita dan membuat oknum GAM tertawa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aceh : Oh iya, seluruh rakyat Aceh mendukung perjuangan kami, karena rakyat Aceh bukan pengecut, rakyat Aceh mempunyai patriotisme yang tinggi, rakyat Aceh lebih baik mati daripada dijajah. Tidak seperti anda, mental anda adalah mental blankon, mental anda itu mental enggih...enggih. ..enggih. .. Kalian itu feodal semua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Tapi ternyata orang Aceh itu lupa bahwa mereka juga dari sebuah kerajaan seperti juga halnya Jawa, sehingga sesungguhnya feodalisme itu tetap ada pada diri mereka. Tapi yang membuat mereka mendapatkan semua ketinggian itu adalah nilai-nilai Islam yang sudah terpatri pada rakyat Aceh, yang mengatakan bahwa semua manusia itu sama di mata Tuhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawa : Yah, kami memang mengakui bahwa selama 350 tahun kami di jajah, dan kami juga berbentuk feodal atau kerajaan. Tapi bukankah memang seperti itu perkembangan peradaban sejak dahulu. Untuk nasionalisme pun sebenarnya merupakan bagian dari perkembangan sebuah peradaban, seperti halnya perkembangan dari Kerajaan-kerajaan menjadi sebuah negara, bahkan kemudian ada kekhalifahan dalam Islam atau bagaimana Napoleon Bonaparte dan Jengis Khan melebarkan kekuasaannya, bukankah itu salah satu dari perkembangan zaman. Maksud saya apakah anda yakin bahwa anda mau kembali ke era ini yang sepertinya sekarang malah berubah kepada peperangan ideologi atau ekonomi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Orang Jawa ini memang sedikit agak pintar karena ia mengetahui tentang perkembangan seorang manusia, ia melihat bahwa dulu ketika manusia besar melalui kelompok-kelompok kemudian menjadi klan, berkembang lagi menjadi kerajaan, lalu menjadi mengembangkan diri mencari daerah jajahan, sehingga timbul nasionalisme, akhirnya mereka bergabung kembali dalam tataran ideologi dan ekonomi atau regional, semuanya terus bergerak menurut kehendak zaman, inilah yang dipertanyakan apakah Aceh bukannya mundur ?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oknum GAM : Kami tidak peduli dengan itu semua, kami hanya ingin merdeka, itu harga mati buat kami. Semua nya akan kami korbankan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawa : Mungkin anda harus belajar dari filosofi kami, itupun kalau anda mau. Yang membuat kami kuat adalah kami tidak mau terlalu frontal, terlebih lagi bila kami dalam keadaan kesulitan atau dalam keadaan lemah. Ini menurut saya ya, anda tu sebenarnya tidak didukung oleh semua rakyat Aceh, karena dalam Islam itu tidak diperkenankan untuk membunuh sesama muslim bahkan anda harus medahulukan perdamaian. Kalau anda dulu kuat karena lawan anda adalah Kafir, maka bantuan Allah terus datang kepada anda. Saya melihat sepertinya anda ini hanya seperti orang yang bodoh dalam perjuangannya, malah anda secara sadar atau tidak sadar telah membawa rakyat anda dalam sebuah kehancuran. Dan saya yakin kalau jika ini anda teruskan maka yang ada hanyalah sebuah bentuk perlawanan baru terhadap gerakan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oknum GAM : Gini ya, kami itu bukan orang Jawa, kami itu orang Aceh, kami punya sejarah sendiri. Saya tahu anda juga punya sejarah sendiri, dibandingkan Aceh anda bahkan punya tulisan sendiri yang Aceh tidak punya. Bahkan bahasa Jawa merupakan bahasa tersendiri tidak seperti Aceh yang merupakan gabungan dari berbagai bahasa dan jumlah kata yang sangat sedikit. Tapi kami tetap harus merdeka, kami sudah malu, sudah terlanjur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sepertinya oknum GAM itu memang keras kepala, ia tetap tidak peduli walau ia tahu sesungguhnya kalau yang ingin merdeka itu ya Jawa dengan segala sejarahnya yang lebih dahulu dari Aceh. Orang Aceh ini seolah melupakan bahwa Aceh itu dahulu ikut membantu perjuangan Aceh dari kuffar, berusaha melupakan bahwa mereka seiman, berusaha melupakan bahwa korbannya adalah rakyat Aceh juga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawa : Saya sudah tidak tahu berkata apa lagi, yang pasti saat ini orang Jawa lebih maju dari Aceh, anda itu juara 2 untuk termiskin di NKRI, potensi anak-anak anda dipertanyakan malah takutnya nanti anak korban konflik itu hanya jadi suruhan saja atau jadi babu atau jadi penjahat. Kalau anda terus konflik maka nanti akan memegang Aceh adalah kalau tidak orang Gayo atau suku Jamnee atau Jawa, anda akan lihat 20 tahun ke depan. Sudahlah anda fokus saja membangun ketertinggalan anda, kasihan anak cucu anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oknum GAM : Tidak akan pernah, merdeka adalah harga mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawa : Ya sudah, saya sudah memperingatkan anda, jadi jangan salahkan ketika nanti anda akan dibenci oleh rakyat Aceh sendiri dengan anggapan anda lebih memementingkan kepentingan anda sendiri dengan dalih kemerdekaan dan sejarah, padahal anda tahu korbannya sudah amat banyak dan zaman sudah berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Oknum GAM tetap dengan prinsipnya yang akhirnya mereka tetap merencanakan kemerdekaan mereka dengan berbagai cara, sedangkan orang Jawa yang sudah berpengalaman itu tentunya tidak akan tinggal diam, sebagai suku tertua tentunya mereka sudah lebih berpengalaman, bahkan sekarang kalau oknum GAM itu menggelar konflik lagi orang Jawa itu mengetahui bahwa NKRI sekarang tidak akan kenal ampun lagi, ALA dan ABBAS pun siap menjadi solusi terbaik rakyat Aceh)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-1797199737731849300?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/1797199737731849300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=1797199737731849300&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/1797199737731849300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/1797199737731849300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/02/percakapan-gam-dan-orang-jawa.html' title='Percakapan GAM dan Orang Jawa'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-281297944622679786</id><published>2009-02-10T14:45:00.000+07:00</published><updated>2009-02-10T14:48:33.502+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah dan Sastra'/><title type='text'>Percakapan di Rumah Sakit Jiwa Antara Tentara dan GAM</title><content type='html'>Tentara : Hai GAM, asal kau tahu ya, pada dasarnya malas aku ke Aceh sana, lebih baik saya dikirim ke Tim-Tim, malas saya membunuh saudara saya di Aceh. Kenapa ya orang Aceh itu mau-mau saja ikut-ikutan GAM, bingung saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oknum GAM : Kenapa ? Apa kau takut, hilangkan pikiran-pikiran aneh itu dari otakmu, kau ya musuh bagi kami, ini perang bung, kalau kau yang mati ya aku yang mati..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara : Bukan begitu saudara, apa kamu tidak pernah berpikir ketika kamu teriak Allahu Akbar maka aku juga seperti itu. Ini yang selalu jadi pertanyaanku, apakah kita nanti mati syahid atau mati sia-sia ya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oknum GAM : Peduli apa kau pikirkan itu, kita ini prajurit, tugas kita ya perang, kau yang ku tembak atau aku yang menembak kau. Mudah kan. Urusan siapa masuk syurga ya kita serahkan saja kepada pimpinan kita. Bagi GAM, Hasan Tiro bertanggungjawab kepada setiap korban dari anggota GAM..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara : Ha ha ha, sejak kapan orang bisa menanggung dosa orang, emangnya dia itu siapa ? Nabi saja bukan, dia itu hanya manusia biasa kan. Kalau tidak salah kawin sama Yahudi lagi… Heran aku, kenapa ya kalian itu  menkultuskan dia? Heran, heran….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oknum GAM : Jangan sembarangan kau kucincang nanti kau, dia itu orang suci, keringatnya itu kalau kita ambil bisa jadi obat, ludahnya itu bisa jadi emas kalau dioleskan di besi, suaranya itu bisa membuat orang tenang atau membakar semangat orang banyak…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara : Ha ha, kalian anggap kami feudal, tapi kalian lebih dari kami ya feodalnya… ha ha ha…. Kalian begitu menghormati tuan kalian Hasan Tiro tapi malah kalian tidak lebih dari babu nya Hasan Tiro… Kalah ya agama kalian. Asal kau tahu ya dulu kami masuk ke Aceh takut karena Islam kalian, tapi memang semenjak Hasan Tiro kalian itu jadi ketinggalan… he he&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oknum GAM : Wah, jangan seperti itu ya, kalian anggap kami apa ? Hasan Tiro itu manusia suci, anaknya juga suci, mudah-mudahan dia calon pengganti Bapaknya, seperti sultan-sultan di Aceh dulu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara : Ha ha… sekarang kalian masih pakai system sultan, betul-betul feudal, sangat feudal… Menurut aku kalian itu berubah jauh sekali, kalian telah menghilangkan kebanggaan menjadi orang Aceh…ha ha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oknum GAM : Kurang ajar kau ya. Dengar ya, orang Aceh itu tidak pernah takut dengan namanya perang, orang Aceh itu pemberani, ah sudahlah tak ngerti kau, kau cuma bisa enggih…enggih… enggih…ha ha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara : Ya ya, tetap saja kalian tidak menang perang kan, sudahlah insyaflah kalian, sudah dihukum Tuhan dengan tsunami, kalau pun perang lagi kalian hanya akan jadi makanan kami, bukan saja orang Jawa tapi NKRI, sadar bung…sadar…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oknum GAM : Memang apa strategi kalian melawan perang gerilya, coba saya tanyakan kepada kamu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara : Kami, strategi ? Bung, sekarang itu anda terjepit, sangat terjepit, mikir lah… Selama kalian bawa nasionalisme Aceh kalian akan hancur, karena ya memang itu inti Aceh semangat Islamnya yang kuat, kenapa sih ga sadar-sadar. Kalian itu sudah 30 tahun berjuang dapat apa ? MoU Helsinky ? ha ha ha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oknum GAM : Jangan salah kau, ini strategi kami untuk mendapatkan senjata kembali, menggalang persatuan, atau mempersiapkan diri untuk hal yang paling buruk sekalipun…he he&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara : Lantas apa kami tidak memprediksikannya, lantas apa kami bodoh, ah kau kira semua orang itu bodoh ya. Kalian itu terlalu sombong sehingga tidak sadar kalau diri kalian itu sebenarnya tinggal tunggu hancur aja…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oknum GAM : Yang penting masih ada semangat di hati kami, masih ada Hasan Tiro di hati kami…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara : Sudahlah, sebenarnya sudah cape saya perang dengan anda. Tapi kalau kau mau lagi ya ayolah semua juga mau, tapi kali ini kau harus berhati-hati sekali. Karena kali ini semua sudah terbukan, lawan dan kawan sudah jelas sekarang, ingat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oknum GAM : Loh,dari dulu juga sudah jelas kan…he he&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara : Apanya yang jelas, kalian membunuh orang Aceh, kami juga membunuh orang Aceh, apa itu yang kau anggap jelas… Jadi curiga saya apa sih sebenarnya kemauan kalian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oknum GAM : Kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara : Ha ha ha, memang kalian ini seperti iblis ya, sombong kalian ini luar biasa, padahal kata orang-orang agama kalian kuat, tapi rasanya tidak mungkin, menurut saya agama kalian ini cetek, amat cetek. Jangan-jangan kalian tidak pandai membaca qur’an..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oknum GAM : Kurang ajar kau ya. Mana sempat kami baca Qur’an, kami harus masuk keluar hutan, Tuhan juga akan mengerti kok, hati kami ini Cuma penuh dendam, otak kami sudah dicuci…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara : Ya terserah kaulah, memang kalian ini cuma suka perang, kalian ini tidak memperdulikan nasib rakyat Aceh, yang penting kemauan kalian harus dituruti..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oknum GAM : Hai kau harus tahu orang Aceh, lebih baik putih mata daripada putih tulang…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara : Sudahlah, apasih kebanggaan kau jadi orang Aceh, ngga ada, kau hanya buat sejarah bahwa kalau orang Aceh itu pemberontak, menghalalkan darah sesama musli, lebih cinta perang daripada perdamaian. Apa yang kau banggakan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oknum GAM : Patritisme Kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara : Halah, itu itu saja. Kau tau kenapa kemerdekaan mu itu tidak berhasil. Karena tidak semua rakyat Aceh setuju, asal kau tahu itu. Sudahlah sudah cape aku… Sedang apa kau ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oknum GAM : Kemerdekaan…kemerdek aan…kemerdekaan. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara : Ya, aku sudah mengerti, masuk kau ketahanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oknum GAM : Kemerdekaan…kemerdek aan…kemerdekaan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara : Ah, kumat lagi kau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman rupanya tentara dan oknum GAM itu merupakan 2 orang pesakitan di rumah sakit jiwa. Sakitnya tentara itu karena ia trauma perang di Aceh, ia merasa tertekan karena harus membunuh sesama Muslim, ia akhirnya menjadi gila karenanya.  Sedangkan oknum GAM itu merasa gila dengan kemerdekaan, ia tidak pernah peduli yang penting bisa merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihan ya, konflik Aceh ini membuat semakin banyak orang Gila, Gila dengan semuanya, kalau orang bijak dulu katakan yang waras ngalah….he he&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-281297944622679786?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/281297944622679786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=281297944622679786&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/281297944622679786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/281297944622679786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/02/percakapan-di-rumah-sakit-jiwa-antara.html' title='Percakapan di Rumah Sakit Jiwa Antara Tentara dan GAM'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-4893747760738206807</id><published>2009-02-09T19:47:00.000+07:00</published><updated>2009-02-09T19:48:28.843+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah dan Sastra'/><title type='text'>Blankon Jawa Memberi Bulan</title><content type='html'>Muka Win terlihat memerah, tangannya gemetar, hatinya saat ini sedang membara menahan seluruh emosi yang ada pada dirinya. Dirinya sudah tidak kuasa lagi, ia merasa dipermainkan, ia merasa telah ditusuk dari belakang.&lt;br /&gt;“Inikah politik ? Kejam politik itu, aku sudah tidak tahu lagi mana kawan dan lawan, aku sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa, sungguh semuanya membuat aku muak. Dulu politik untuk memperjuangkan gerah di hati, sekarang politik ekonomi, setan kalian semua” katanya dalam hati.&lt;br /&gt;Bagaimana Win tidak marah, semenjak ia berangkat ke pertemuan dengan Bapak Irwan dan proyek yang mereka telaha terima ia hanya kebagian sedikit saja, dan ia juga sepertinya telah dijauhkan dari proyek itu. Mereka semua tidak menghargai dia, walau mereka telah membuang dia dengan teramat santun seperti halnya dengan orang jawa yang sesawo matang kulitnya itu.&lt;br /&gt;Namun ia sadar bahwa kemampuannya hanyalah pas-pasan, kelebihannya hanyalah ia pandai berbahasa Inggris yang sebenarnya Bapak Irwan bisa mendapatkkannya dimanapun, namun dari sisi pendidikan ia kurang, walau ia adalah mantan aktivis yang dahulu begitu mendukung perjuangan dari Bapak Irwan.&lt;br /&gt;Setelah Bapak Irwan mendapatkan jabatannya sepertinya ia telah berubah, dalam merekrut jabatan atau orang-orangnya selalu menggunakan sebuah tim yang terdiri dari orang yang menurut Umar adalah pintar-pintar bodoh. Pintar dalam artian mereka semua sudah bergelar Profesor dan Doktor, tapi mereka bodoh karena menurut Win mereka tidak tahu permasalahan sesungguhnya dari masyarakat sekarang ini.&lt;br /&gt;Walau ia tidak menutupi kenyataan bahwa hidupnya saat ini sedang dalam keadaan sulit, semuanya pas-pasan, padahal ia menginginkan agar anak-anaknya dapat sekolah yang terbaik dan mendapatkan kesempatan seperti orang-orang kaya atau orang-orang borjuis, sebutan Win mengejek kepada orang-orang kaya dahulu sewaktu ia memimpin pergerakan mahasiswa. &lt;br /&gt;Idealisme ia dahulu kini sepertinya sudah luntur ketika Win menghadapi kenyataan hidup sesungguhnya, dalam hati ia menyesal kenapa ia dahulu tidak menamatkan kuliahnya malah lebih asik kepada melakukan gerakan-gerakan bawah tanah yang akhirnya menjadikan ia terlempar dari kuliahnya. Namun untuk menghibur hatinya ia beranggapan bahwa banyak orang-orang besar yang memang seperti dirinya. Ia kemudian tersenyum pedih di hatinya.&lt;br /&gt; Oleh karena itu, ia sadar, ia harus membawa beberapa teman Bapak Irwan untuk bisa meyakinkan dia, atau ia berusaha melakukan sebuah lobby dengannya agar minimal bisa duduk dekat Bapak Irwan dan bisa mengeluarkan seluruh idealismenya, paling tidak Bapak Irwan tahu tentang pemikirannya,” Yah, minimal satu atau dua proyek dapat diraih, minimal anakku selam 10 tahun kedepan aman,” katanya dalam hati.&lt;br /&gt;Namun sekarang semuanya menjadi sia-sia, teman-temannya telah menelikungnya dari belakang, bahkan teman-temannya malah menjerumuskan dirinya setelah pada awalnya telah mangangkatnya dengan tinggi-tinggi.&lt;br /&gt;Ketika melakukan pertemanan dengan Bapak Irwan ia telah mengajak 1 orang kepercayaan pejabat itu bernama Darus, kemudian 2 teman kuliah seperjuangannya Chandra dan Adnan, lantas 1 orang juara lobby yang bernama Irvan dan terakhir adalah Ujang orang yang pandai sekali mencairkan suasana.&lt;br /&gt;Mereka berlima telah berdiri disebuah pintu yang kokoh, sekretaris pribadi dari Bapak Irwan yang bernama Minati telah mempersilahkan mereka untuk masuk ke ruangan.&lt;br /&gt;Tok tok tok terlihat pintu digedor oleh Minati. Kreeek, kemudian ia membuka pintu. Terlihat Bapak Irwan sedang sibuk dengan tumpukkan surat-surat yang harus dia disposisikan ke bawahannya agar roda pemerintahan dapat berjalan dengan sebagai mana mestinya.&lt;br /&gt;“Asslm, Pak.” Kata Minati.&lt;br /&gt;“Wasslm, Mi. Siapa tamu kita Mi ?” jawab Irwan sambil melirik kepada Minati.&lt;br /&gt;“Ini Pak, ada teman-teman Pak Darus, mereka ingin bertemu Bapak,” ujar Minati dengan kepala tertunduk dan kata-kata yang pelan dan teramat sopan seperti halnya ketika seorang punggawa berkata kepada Rajanya. &lt;br /&gt;“Darus ? Mmmh, oh ya suruh dia masuk !,” kata Irwan.&lt;br /&gt;Awalnya Darus kemudian diikuti oleh Win dan kawan-kawannya masuk ke ruangan yang cukup tertata dengan baik dan sederhana tapi terlihat mewah tersebut. &lt;br /&gt;“Mmm, silahkan duduk,” kata Bapak Irwan.&lt;br /&gt;Kelima orang tersebut terlihat duduk setelah mereka berjabatan tangan dengan Bapak Irwan.&lt;br /&gt;“Apa kabar mu, Darus ?”tanya Bapak Irwan.&lt;br /&gt;“Alhamdulillah, kami semua baik-baik saja Pak,” jawab Darus.&lt;br /&gt;Bapak Irwan menganguk-agukkan kepalanya,”Syukur lah, siapa teman-temanmu Rus?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Oh ya Pak, ini Win, ia dulu seorang aktifis yang dahulu ikut berjuang memperjuangkan pemikiran Bapak, sampai-sampai kuliahnya ga selesai loh Pak. Dan ini teman Win, Chandra dan Adnan, mereka juga mantan aktivis tapi mereka berhasil menyelesaikan kuliahnya, tidak seperti Win, he he. Dan yang terakhir ini tentu Bapak masih ingat si tukang rusuh sewaktu dulu kita masih belum jadi apa-apa Pak,” jawab Darus.&lt;br /&gt;Bapak Irwan juga tersenyum, ia juga teringat kembali dengan masa lalu yang memang penuh dengan gerakan-gerakan organisasi, rasanya sudah cukup ia makan asam garam kehidupan, terlebih lagi untuk urusan politik.&lt;br /&gt;Sekilas ia melihat sosok Win, wajahnya memang terlihat betul-betul seperti layaknya seorang penggerak, wajahnya terlihat begitu keras, matanya sedikit agak licik yang memang dibutuhkan dalam dunianya yang keras itu, tapi terlihat ada sedikit kelembutan di wajahnya itu. Kulitnya memang agak hitam, seperti kulit kebanyakan dari suku Jawa yang sawo matang, atau mungkin ada keturunan dari sana pikir Bapak Irwan. Lantas ia melihat kepada  Chandra dengan muka yang lumayan menarik, kulit yang bersih, namun matanya menunjukkan terlihat mata yang suka menerawang, sosok manusia yang menurutnya selalu berpikir ke depan. Sedangkan Adnan sepertinya sosok anak mama, mungkin waktu ikut gerakan dulu ia hanya menjadi seorang pelengkap saja. Sedangkan yang dua lagi ia sudah mengetahuinya dengan cukup baik.&lt;br /&gt;“Okelah, jadi apa tujuan ketemu dengan saya…Darus ?”, tanya Bapak Irwan.&lt;br /&gt;Semuanya sejenak terdiam, mereka semua berpikir kalau seseorang menjadi pejabat memang berubah, padahal dahulu sewaktu mereka masih sama-sama susah mereka tidur dalam sartu bantal, merokok bersama dan bercanda bersama. Tapi Darus memang tahu betul sosok Bapak Irwan ini adalah sosok yang keras dan kalau dalam keadaan ia tertekan terkadang emosinya cepat memuncak. Namun dibalik itu semua ia pandai memanfaatkan emosinya itu untuk kepentingannya. Sehingga terkadang teman-temannya selalu berpikir bahwa ia pura-pura marah saja.&lt;br /&gt;“Baik, Pak. Begini Pak, langsung saja ke persoalannya. Kami berlima sedang kesulitan sekarang ini, kami sedang mencoba membuka usaha, tapi kesulitan sekarang karena terbentur modal, kami mohon agar bapak dapat memberikan jalan kepada kami, atau jika memang itu tidak memungkinkan bagaimana caranya agar kami dapat bekerja,” kata Darus.&lt;br /&gt;“Mmmhh, seringkali aku berpikir bagaimana kiranya aku harus balas budi dengan mereka semua, mereka tidak salah, tapi bukankah aku sudah memberikan banyak kesempat pekerjaan kepada mereka, terutama si Darus ini. Darus, Darus, harusnya engkau bisa memberikan mereka sebuah pekerjaan, tapi kau malah bawa pula mereka kesini,” ujar Bang Irwan dalam hatinya.&lt;br /&gt;“Kau bisa apa Win?” tanya Bang Irwan kepada Win.&lt;br /&gt;Win tiba-tiba hatinya sedikit terbang karena ia mendapatkan perhatian dari orang yang dianggapnya sombong itu, tapi ia menyadari juga bahwa kesombongan adalah milik para idealis. Dengan sedikit agak cuek dia berkata dengan meyakinkan, “Saya bisa bahasa Prancis, Inggris, mantan aktifis, saya yakin saya bisa menyelematkan kebijakan Bapak Irwan,”&lt;br /&gt;Bapak Irwan hanya bisa menatap mata Win, lantas dalam hati ia berkata,”Kebijakan apa yang bisa kau selamatkan ? Dari matamu saja aku tahu bahwa kau tak pantas untuk ikut aku, sedikit saja kau tidak dituruti maka kau akan melawan, dirimu memang seperti teman-temanmu korban konflik, tidak panjang pikiran, jiwanmu penuh konflik. Sudah puluhan tahun aku bergabung dengan orang-orang seperti kau Win. Sombong sekali kau ya. Kurasa kau hanya pandai bahasa saja, tapi analisismu masih kurang, sudah bosan aku dengan orang-orang sepertimu. Aku akan test kau”&lt;br /&gt; “Baiklah, aku akan test kalian bertiga, Win, Adnan dan Chandra bila saya  ada di dalam sebuah konflik, lantas saya dalam keadaan kesulitan, apa yang akan engkau akan berikan jika punya 3 pilihan yang pertama memberikan aku rokok, kedua memberikan aku pedang atau yang ketiga memberikan aku air. Mana yang kau pilih dan sebutkan dari yang pertama sampai yang terakhir, juga jangan lupa ceritakan alasannya,” tanya Bapak Irwan.&lt;br /&gt;Sejenak Win terdiam, ia tersenyum pongah,  kemudian ia berkata,”Aku akan beri Bapak Pedang dahulu agar Bapak bisa menghabisi musuh-musuh Bapak, baru kemudian Air dan terakhir adalah rokok. Dengan memberikan aku pedang terlebih dahulu maka Bapak bisa menghabiskan musuh-musuh Bapak, baru kemudian Bapak bisa minum air untuk menenangkan diri dan bersantai setelah semuanya selesai denganmerokok.”.&lt;br /&gt;Bapak Irwan lantas memandang kepada Adnan.&lt;br /&gt;“Mmmhh, kalau saya tentunya akan memberikan air dulu kepada Bapak, agar Bapak tenang, bapak bisa berpikir. Setelah itu saya akan memberikan pedang kepada Bapak untuk melakukan apa yang Bapak lakukan. Dan terakhir tentunya saya akan memberikan rokok sebagai tanda kemenangan Bapak. Dengan memberikan bapak air maka bapak akan tenang, hingga bapak bisa menghabisi musuh-musuh bapak dan merokok untuk kemenangan bapak” Kata Adnan dengan datar.&lt;br /&gt;“Baiklah. Kau Chandra ya…?” tanya Bapak Irwan.&lt;br /&gt;“Kalau saya Pak, saya akan memberikan bapak rokok dulu agar Bapak tahu arti kemenangan terlebih dahulu, baru kemudian saya memberikan pedang dan terakhir air. Ketika saya memberikan bapak rokok maka saya berharap bapak yakin bahwa kemenangan sudah di tangan Bapak, lalu bapak bisa menghabisi musuh bapak dengan pedang bapak, dan bapak bisa tenang dengan meminum air untuk menghilangkan kecapean Bapak,” jawab Chandra agar terbata-bata.&lt;br /&gt;Mendengar ketiganya Bapak Irwan hanya tersenyum sinis. “Kalau kau apa Ara ?”. Tanyanya kepada si tukang rusuh.&lt;br /&gt;“He he, kalau saya mudah saja Pak. Pertama kali yang saya lakukan adalah saya ajak bapak menjauh dari konflik, kemudian saya suruh Bapak sembunyi dan saya yang akan merokok dulu lantas menebas mereka semua dengan pedang saya kemudian saya akan minum air lantas tertidur…ha ha ha ha”kata Ara dengan tertawa lepas.&lt;br /&gt;Mendengar gurauan si Ara semuanya tertawa lepas, tapi Bapak Irwan menangkap sesuatu yang baru dari pemikiran Ara, ada usaha Ara untuk terlebih dahulu menyelamatkan atasannya untuk kemudian menghadapi persoalannya itu untuk pimpinannya,”Kamu memang hebat Ara dari dulu, rasanya kau tidak menyetujui satupun dari mereka untuk dapat membantuku” kata Bapak Irwan dalam hatinya.&lt;br /&gt;Lalu ia memanggil Darus,”Darus, rasanya tidak satu orangpun yang bisa membela aku semua, si Win itu rasanya hanya akan membawa aku selalu dalam konflik, jiwanya itu jiwa konflik. Si Adnan hanya membawa saya lembat dalam mengambil keputusan, dan si Chandra yang memang ada pemikiran ke depan, tapi Ara yang memang sangat melindungi aku ya…he he he. Kamu akan saya berikan proyek untuk membangun jalan di daerah Berantah, kamu ajak teman-teman kamu dan jadikan Ara yang memimpin ya” ujar Bapak Irwan.&lt;br /&gt;Mendengar hal tersebut Darus hanya tersennyum, memang si Ara itu cerdas tapi berpura-pura seperti orang Gila. Ia sudah mengerti maksud dari Bapak Irwan tersebut. Lantas ia kembali ke tempat duduknya, Bapak Irwan terlihat pergi ke kamar mandinya, lalu tak lama kemudian ia kembali ke tempat duduknya.&lt;br /&gt;“Begini saja ya, tadi saya sudah memberitahukan kepada Darus bahwa mulai besok kamu dapat bekerja semua dengan Darus, pulang dari sini Darus agar ke Minati dan katakana bahwa proyek yang tadi agar dikerjakan oleh kalian.” Kata Bapak Irwan.&lt;br /&gt;Kelima-limanya lantas meninggalkan ruangan Bapak Irwan dengan senang hati , tidak terkecuali Win yang memang sudah sangat berharap itu.&lt;br /&gt;Setelah itu mereka pergi merayakan keberhasilan mereka untuk sebuah proyek itu, lumayan proyek itu seharga 500 juta, mereka akan mengantongi bersih sekitar 25% dari total harga, belum lagi pekerjaan yang didapatkan oleh Adnan dan Chandra sesuai dengan kualifikasi mereka,  namun tidak begitu halnya dengan Win  yang hanya menguasai ilmu pergerakan dan 2 bahasa yang juga dikuasai oleh kedua temannya tersebut. Ia sedikit agak menyesal sekarang karena tidak menyelesaikan kuliahnya. &lt;br /&gt;Mereka pun melakukan beberapa kali pertemuan, pertemuan pertama mereka membagi uang sisa proyek, pertemuan kedua Win di depak dengan dikatakan bahwa ia sudah tidak dibutuhkan lagi saat ini dengan alasan bahwa ilmunya tidak bisa digunakan dalam proyek ini, tidak seperti halnya Adnan dan Chandra. Mereka mendepaknya seperti halnya strategi blankon jawa, mereka melakukannya secara perlahan, mereka begitu menghormati dia hanya untuk mengambil hatinya untuk kemudian menyuruhnya pergi dengan santun sekali. “Blankon Jawa…” teriaknya dalam hati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-4893747760738206807?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/4893747760738206807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=4893747760738206807&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/4893747760738206807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/4893747760738206807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/02/blankon-jawa-memberi-bulan.html' title='Blankon Jawa Memberi Bulan'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-8304302206065641651</id><published>2009-02-07T12:43:00.002+07:00</published><updated>2009-02-09T19:49:19.531+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aceh'/><title type='text'>Layakkah Rakyat Aceh Kembali Konflik ? (tulisan pertama)</title><content type='html'>Kebetulan hari ini adalah hari Sabtu, sehingga saya mempunyai pemikiran untuk memberikan sedikit pencerahan kembali kepada saudaraku orang Aceh yang saya cintai. Dihadapan saya terdapat 5 buah buku dan banyak lagi yang kiranya telah memberikan saya sebuah inspirasi untuk dapat menulis, dan keinginan saya ini tidak lebih sebuah keinginan untuk dapat memberikan pemikiran-pemikiran baru. &lt;br /&gt;Saya itu memang hobinya membeli buku tapi terkadang belum bisa membaca semuanya, saya sudah hampir membeli 1000 buku, tapi saya tahu mungkin teman-teman saya sudah lebih banyak yang mempunyai koleksi perpustakaan dibandingkan saya. Karena kita ada makhluk yang berakal tentunya tidak mau terus taklid buta atau ikut-ikutan yang terlabih lagi kepada berdasarkan sebuah dendam dan kebencian yang tidak jelas kepada sebuah golongan terlebih lagi itu kepada saudara kita seiman.&lt;br /&gt;Saya teringat dulu bahwa saya pernah mengikuti sebuah Gerakan Islam yang tidak usah saya sebutkan namanya, bahkan saya sempat menjadi pimpinan diantara mereka, waktu itu saya baru SMA, perspektif saya terhadap seorang manusia waktu itu amat berbeda, saya menganggap bahwa diri saya lebih baik, lebih terhormat dari yang lainnya. &lt;br /&gt;Uniknya hanya dengan mengikuti pergerakan itu selama 1 tahun pola pikir saya berubah dengan cepatnya, sepertinya tercuci otak saya, saya sudah bisa mengatakan bahwa orang itu kafir kalau tidak ikut dengan saya, seperti halnya GAM mengatakan bahwa ia merupakan manusia yang lebih tinggi dari Jawa karena mereka tidak pernah dijajah, ironis bukan.&lt;br /&gt;Yang menarik Ine atau mama dalam bahasa Indon selalu menjadi seteru saya di rumah, dan ceritanya menjadi teramat panjang, ia selalu menjadi lawan saya dalam berbagai pemikiran dan perbuatan, dan ada satu hal yang selalu terngiang di benak saya waktu itu sampai sekarang terus tertanam adalah kurang lebih seperti ini dalam bahasa Gayo “Kosasih, enti mere I cekoki jema pemikirenmu lagu ini, ko enti e we kene jema, baca buku, perah pemikiren len keti nguk ko perbandingen urum pemikiren jema oya” atau dalam bahasa Indonnya “Kosasih, kamu jangan mau di cekoki, kamu jangan hanya menuruti saja, tapi baca buku, baca buku, kamu harus punya pemikiran lain untuk apa yang masuk ke dalam pemikiranmu”. &lt;br /&gt;Namun atas sarannya itu waktu itu saya melepas kembali semua pemikiran saya tentang Islam, saya bukan Islam dan saya mencoba mencari tahu kenapa saya memilih Islam. Dan akhirnya saya menemukan bahwa Islam memanglah agama yang terbaik dan rasional. Sebuah agama yang damai dan santun serta tegas, saya semakin cinta agama saya namun sekarang saya sudah lebih menghormati perbedaan.&lt;br /&gt;Semenjak itu tertanam dalam pemikiran saya, ini merubah saya menjadi orang bebas, pikiran saya pergi kesana dan kemari, saya mulai menyukai filsafat, saya mulai membaca ideology-ideologi yang ada di dunia ini, say abaca buku Karl Mark bahkan saya baca pemikiran Al Qoida, bahkan Injil, Taurat dan Talmud saya cari dan saya baca serta masih banyak yang lainnya.&lt;br /&gt;Nah, 5 buku dihadapan saya sekarang adalah “The History of Java karya Thomas Stamford Raffles”, “Kerajaan Aceh karya Dennys Lombard”, “36 Strategi Cina Klasik karaya Wee Chow Hou”, “Novel berjudul Dunia Sophie karya Josten Gaarder” dan terakhir “Ayat-ayat Hitam Talmud, Surga Jiwa Yang Abadi karya Prof. Dr. Muhammad Asy Syarqowi”. Kelima buku inilah saya banyak mendapatkan inspirasi utnuk bisa berdisukusi dengan teman-teman yang saya hormati di Aceh.&lt;br /&gt;Masalah pluralism dari perspektif agama silahkan melihat pada blog saya www.cossalabuaceh.blogspot.com dengan Label Aceh yang berjudul Nasionalisme Aceh Dipertanyakan, yang inti dari tulisan ini adalah bahwa Islam itu tidak pernah mempermasalahkan seseorang itu dari suku mana atau bangsa mana yang dilihat hanyalah ketaqwaan mereka, bahkan dalam tulisan ini saya juga mencoba mengangkat bahwa sesungguhnya upaya Zionis untuk menghancurkan Khilafah Islam yang dahulu Berjaya adalah dengan semangat ashobiyah ini. Dan sampai sekarang masih terlihat bagaimana ketika Gaza diserang maka Negara-negara Arab masih tetap tidak bisa bersatu. Ini pulalah yang menyebabkan yang namanya Zionis gerah dengan Ikhwanul Muslim yang bergerak berdasarkan lintas Negara budaya, saya mencoba menggambarkannya pada cerpen saya yang berjudul “Gamang Membawa Arti ?” atau pemikiran yang unik tentang itu pada cerpen yang berjudul “Ketika Egoisme Menjadi Tuhan”, silahkan lihat kembali pada blog saya. Sedikit saya menyentil pemikiran tentang bodohnya kesukuisme yang terlalu tinggi adalah juga pada cerpen saya yang berjudul “Anekdot Ketika Tuhan Menciptakan Manusia dari Jawa, Gayo dan Aceh”.&lt;br /&gt;Baiklah, sekarang saya akan mencoba mengangkat tentang  kenapa kita tidak perlu membenci Jawa atas nama budaya dan atas nama keimanan sebagai sesama muslim. Sebelum saya lanjutkan saya hanya ingin mengungkapkan agar kita jangan menjadi orang yang paranoid, ketika kita membenci Jawa akan tetapi ternyata banyak orang-orang Aceh yang hidup dan belajar di Jawa, berapa banyak saudara kita yang menikahi orang Jawa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Budaya Blankon Jawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran Jawa yang selama ini selalu didengung-dengungkan adalah mengatakan bahwa Jawa dengan budaya blankonnya. Dari buku History Of Java dapat diketahui bahwa Jawa merupakan sebuah suku yang paling tua dibandingkan Aceh dan Gayo, sehingga kalau dikatakan bahwa pada tahun berabad-abad yang lau orang Jawa juga berkata “Saya tidak pernah dijajah oleh bangsa manapun”, saya yakin itu. Hingga datangnya bangsa Eropa yang kemudian ingin menguasai Jawa dengan segala kemampuannya.&lt;br /&gt;Kemudian untuk asal mula bangsa Jawa disebutkan bahwa mereka berasal dari tartar, namun mereka tidak mirip dengan bangsa China atau Jepang lebih mendekati kepada bangsa Birma (HoJ, hal 32). Dalam buku ini kemudian dijelaskan bagaimana adat istiadat mereka, bagaimana kerajaan mereka, dan perkembangan kehidupan mereka. Ketika kita berbicara dengan jumlah mereka yang sebanyak sekarang sudah jelas memberikan penjelasan bahwa mereka memang lebih dahulu dari pada bangsa Aceh dan bangsa Gayo saat ini.&lt;br /&gt;Tingkah laku mereka adalah sangat sopan dan sederhana, bahkan cenderung tunduk. Mereka mempunyai rasa kesopanan dan tidak pernah bertindak atau berkata kasar. Meski mereka terasing namun mereka sabar, tenang dan cenderung tidak suka mengusik-ngusik urusan orang lain. Mereka berjalan dengan lambat dan tidak tergesa-gesa, namun dapat menjadi tangkas ketika diperlukan (HoJ, 35). Namun demikian tidak seperti Aceh mereka mempunyai tulisan sendiri dan sejarah yang panjang. Bahkan yang menarik dikatakan dari cerita mereka mengatakan bahwa  &lt;br /&gt;Hal inilah yang mungkin menyebabkan mereka dapat dijajah selama 350 tahun oleh Belanda, karena sifat mereka yang merupakan sebuah sifat seorang petani, mereka yang tidak pernah terjadi konflik yang berkepanjangan sesungguhnya juga dengan sifat feodalisme yang sudah berakar kepada mereka. Ketika penjajah datang mereka akan menerimanya dengan suka cita karena mereka tidak pernah mengalami konflik dengan pihak luar, persepsi mereka pihak luar itu baik. Dan ketika mereka sadar semuanya sudah terlambat penjajah tersebut sudah mempersiapkan berbagai macam cara untuk menguasai mereka sesuai dengan tradisi mereka seperti dengan adu domba antar kerajaan dan memanfaatkan sifat ketaatan dari mereka kepada raja mereka. Bukan kepada penjajah mereka taat sebenarnya pada waktu itu tetapi kepada raja mereka, hingga akhirnya penjajah tersebut mempermainkan diantara mereka dengan materi sehingga mereka kembali terpecah belah.&lt;br /&gt;Kembali kepada kata “Saya tidak pernah dijajah oleh bangsa manapun”, dari sebuah logika kita yang runtut menurut saya bangsa yang lebih tua itu tentunya sudah mengalami berbagai macam tragedy kehidupan bahkan telah mencapai sebuah peradaban terlebih dahulu dibandingkan dengan bangsa lainnya, ntah itu Aceh da Gayo. Kenapa bisa dikatakan seperti ini, karena perlu diingat bahwa factor pendukung yang paling penting dalam peradaban adalah jumlah penduduk. Ketika penduduk kita masih sedikit maka peradaban kita belum bisa mencapai seperti apa yang dikatakan dengan puncak peradaban, setiap orang yang mengerti tentang sejarah Mesir dan China pasti mengetahuinya dengan pasti. 2 peradaban yang dikatakan tertua dan mempunyai kebudayaan sendiri dengan segala kemunduran dan kemajuaannya kelak.&lt;br /&gt;Demikian sekilas tentang karakteristik orang Jawa. Kembali kepada budaya blankon yang sering dihinakan kepada orang Jawa menurut saya ini merupakan bentuk perlawanan dari orang Jawa kepada penjajahan yang ada pada diri mereka, ketika mereka yang menggunakan karakter yang dikatakan santun, tidak mau mengganggu orang lantas 350 tahun di jajah sudah barang tentu mereka tetap menyimpan dendam di hati mereka. Ketika mereka tidak sanggup untuk melawan mereka hanya bisa mendongkol dan mempersiapka perlawanan dengan menyusun rencana dan strategi yang kiranya bisa diperjuangkan untuk tujuan mereka.&lt;br /&gt;Tentunya ini berbeda dengan Aceh, yang ternyata melupakan karakteristik asli orang Aceh dengan keislamannya sehingga ketika mereka pertama kali ingin menjajah Aceh bukannya ramah tamah yang mereka terima seperti di Jawa tapi langsung ajakan masuk Islam atau mengikuti peraturan mereka dalam berdagang atau berperang jika tidak setuju. Sehingga akhirnya Belanda merubah praktiknya dalam menjajah Aceh dengan terlebih dahulu mengirimkan Snouck Hongronge untuk mendalami adat istiadat dari orang Aceh dan bagaimana dapat mengadudombanya sehingga kemudian didapatkan bahwa Aceh dapat dikalahkan dengan cara menghilangkan Islam kemudian memberikan mereka harta atau gila harta dalam sebutan mereka.&lt;br /&gt;Menurut saya budaya blankon itu adalah budaya yang cerdas, budaya blankon itu sering kali digunakan untuk strategi perang, ketika kita lemah adalah hal bunuh diri untuk kemudia kita berperang, hal yang terbaik adalah meyerah  atau pura-pura menyerah. Bahkan budaya tersebut masih digunakan oleh Pahlawan Besar Aceh yaitu Yang Terhormat Bapak Teuku Umar, yang masih dianggap sebagai Pahlawan Nasional.&lt;br /&gt;Nah, strategi blankon ini menurut saya merupaka kecerdasan seseorang melihat dirinya untuk memenangkan sebuah peperangan dengan harapan dapat mempersiapkan terlebih dahulu diri untuk tujuan mereka atau meminimalisir korban dari pihak mereka yang lemah tersebut. Bahkan menurut saya MoU Helsinky juga sebenarnya merupakan sebuah strategi blankon, jika memang diarahkan untuk mencapai kemerdekaan Aceh.&lt;br /&gt;Dalam sebuah strategi klasik China ada sebuah strategi yang mengatakan “Berpura-pura menjadi Gila tetap Pintar”, ada yang menarik dari strategi yang menarik dimana seseorang menjadi lemah atau gila untuk kemudian melancarkan sebuah serangan yang tidak bisa diprediksi sehingga mereka akan menjadi gila karenanya. Nah orang Aceh atau sebut saja GAM memang sudah saatnya masuk ke dalam strategi ini, ketika mereka sekarang berpura-pura tidak mampu bila mampu, berpura-pura tidak aktif bila ternyata aktif, berpura-pura masih jauh bila ternyata sudah dekat tapi bila jauh maka bertinda seolah sudah dekat. Saya ingin sekali mengupas taktik ini atau menurut beberapa orang dengan sebutan blankon Jawa ini, tapi nanti dilain kesempatan, sekarang saya hanya ingin membuka wawasan teman-teman mailing list.&lt;br /&gt;Tapi ingat tentunya lawan anda sudah punya aksi sepertinya yaitu Strategi Penyerangan seperti “Memukul rumput untuk mengagetkan ular”, “Meminjam mayat untuk membangkitkan jiwa”, “Memancing harimau untuk keluar dari sarangnya”, “Membebaskan musuh untuk menangkapnya kembali”, “Melemparkan batu bata untuk mendapatkan batu giok”, “Menghancurkan gerombolan penjahat dengan menangkap pemimpinnya”. Nah sekarang ini musuh GAM bila bermain-main baru saja menggunakan strategi ini, dan mereka tinggal menunggu serangan langsung menuju ke jantung pertahanan anda semua.&lt;br /&gt;Inilah bkankon jawa yang sering anda katakana ternyata sudah digunakan oleh strategi klasik China, bahkan digunakan juga oleh anda, jadi saran saya kedepan hilangkan saja sebutan itu karena akan menampar muka anda sendiri kelak.&lt;br /&gt;Bagi saya peribadi silahkan anda semua  bertempur, perbanyak strategi anda, tapi jangan korbankan rakyat, jangan anda bersembunyi di ketiak rakyat, jangan gunakan rakyat dengan perang bodoh anda itu kelak kalau dilanjutkan. Silahkan lihat dalam blogspot saya kembali pada www.cossalabuaceh.blogspot.com pada label Aceh dengan Judul Konsep Perang Bodoh atau pada label GAM dengan judul Skenario GAM Jilid ke 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pemikiran Yang Menghancurkan Peradaban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya membaca sebuah buku dengan judul Secret Societies, 21 Organisasi Perusak Dunia karya Michael Bradley maka saya terpesona dengan adanya organisasi ini, organisasi yang rela mengorbankan ribuan bahkan jutaan atau puluhan juta orang baik fisik maupun mental untuk kepentingan organisasinya dengan cara-cara yang sangat menyeramkan dan sangat menyakitkan serta sangat tidak adil menurut saya.&lt;br /&gt;Dalam cerpen saya itu saya selalu menggunakan sebuah organisasi yang bernama Illuminati karena memang organisasi inilah yang paling merusak dunia ini. Organisasi yang didirikan oleh seorang anak Rabbi Yahudi yang dididik Katolik bernama Dr. Adam Weishaput, sebuah organisasi yang mencoba untuk berpikir membentuk sebuah peradaban baru dengan versi mereka, bahkan pemikiran mereka juga telah melahirkan sebuah ideology komunisem, tujuan mereka adalah menghapus pengaruh agama.&lt;br /&gt;Organisasi ini dikatakan sudah mendapat sebuah strategi yang terbaik bagaimana untuk menghilangkanpengaruh agama, mencacah manusia dengan berbagai kelompok atau ideology, untuk kemudian saling berperang sehingga mereka merebut kekuasaan. Dikatakan dalam buku ini bahwa organisasi ini semakin berbahaya ketika Yahudi pada tahun 1781 mengijinkan Yahudi untuk begabung, bahkan kemudian mereka dikuasai oleh salah satu keluarga Yahudi terpandang Keluarga Rothchilds. Dapat dibayangkan pengaruh mereka dalam menguasai percaturan dunia, dan Aceh merupakan salah satu pion utamanya untuk membuat tidak stabil NKRI sebagai Negara berpenduduk terbesar di dunia ini, manjadikan Aceh sebagai contoh bahwa Islam bisa dijadikan sebagai pemecah belah.&lt;br /&gt;Belum lagi ketika saya membaca Buku Talmud, salah satu kitab Yahudi yang saat ini diakui setelah Taurat, kitab yang merupakan hasil karya para rabbi-rabbinya. Dalam kitab ini dikatakan bahwa selain Yahudi adalah binatanh, bahkan dalam kitab ini ditunjukkan betapa jijiknya mereka sebenarnya dengan orang-orang non Yahudi. &lt;br /&gt;Ternyata semua organisasi-organisasi perusak peradaban itu berpulang kepada perasaan bahwa mereka merasa paling baik, paling bermutu, merasa mempunyai kelebihan dibandingkan yang lainnya. Sebuah perasaan yang dahulu saya punya ketika saya mengikuti sebuah organisasi gerakan ekslusif islam tersebut. Yang membuat saya menjadi taklid buta, yang membuat saya menjadi tidak bisa berpikir bebas karena saya sudah menjadi merasa paling benar terlebih dahulu, tanpa mau melihat bagaimana sesungguhnya kebenaran itu didapatkan dan perbedaan keadaan dari masing-masing individu.&lt;br /&gt;Yang kedua dari inti organisasi perusak peradaban itu adalah penghalalan segala cara bagaimana mereka rela mengorbankan nyawa-nyawa manusia, kebebasan berpikir manusia, penghalalan segala cara asal mereka mendapatkan tujuannya. Sehingga saya dalam beberapa tulisan berpikir bahwa memang GAM ini telah disusupi oleh Zionis bahkan CIA menurut saya, karena pola pemikiran mereka yang terlihat melupakan bahwa bangsa Jawapun beriman kepada Allah, juga konsep dengan merasa bangsa Aceh merupakan bangsa paling tinggi dibandingkan Jawa. Tidak peduli ketika Hasan Tiro harus mengorban puluhan ribu orang dalam PERANG BODOH ini. Tidak peduli dengan perang ini maka potensi konflik akan berkepanjangan utamanya anak-anak Aceh yang sekarang sesungguhnya sudah terganggu kejiwaannya, penuh dendam dan selalu merasa dalam intimidasi. Seharusnya yang dibangun sekarang adalah perasaan aman dan tentram, perasaan bagaimana menghargai setiap perbedaan di pecahkan dengan dialog bukan dengan kembali perang.&lt;br /&gt;Sebenarnya saya mencoba mengangkat pemikiran-pemikiran saya ini dalam cerpen yang mungkin saya akan coba membuatnya menjadi novel yang bertemakan bagaimana bodohnya mencari permasalahan dengan perang bila ternyata dengan perdamaian bisa didapatkan. Pengorbanannya tidak layak bagi rakyat Aceh menurut saya.&lt;br /&gt;Pemikiran-pemikiran inilah yang menurut saya harus dihilangkan dari Aceh, merasa jadi bangsa paling besar kemudian tidak lagi melihat humanism bahkan agama sebagai iman, Allah sendiri selalu berkata bahwa Ia tidak membedakan seseorang kecuali ketaqwaannya. Selalu saya katakan pemikiran seperti ini layaknya dihilangkan di Aceh karena ke depan bukan ini yang akan menjadi perhatian terlebih lagi di NKRI sudah ada otonomi khusus, bahkan Aceh sangat khusus, yang terpenting bagaimana membangun rakyat Aceh untuk bisa kembali memegang dunia ini, bukan kembali terjebak ke dalam konflik yang berkepanjangan. Bukan Aceh namanya kalau setengah-setengah, kalau A ya A, kalau B ya B, tidak ada setengah A dan B, kalau tidak cocok keduanya ya pergi, tapi jangan korbankan rakyat Aceh untuk konflik kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tataran Kenyataan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saat ini rakyat Aceh membutuhkan sebuah pemimpin yang tegas, yang mampu mengambil sikap untuk mendahulukan kepentingan rakyat Aceh, bukan kepentingan GAM, kepentingan LSM, kepentingan organisasi lain kepanjangan dari zionis atau CIA yang hanya membawa Aceh ke dalam penjajahan ekonomi dan budaya, inilah tantangan Aceh ke depan.&lt;br /&gt;Aceh akan dengan mudah kembali konflik, tapi jangan bayangkan kemudian PBB atau Uni Eropa akan datang membantu dengan cepat, lihat saja Gaza, atau sekarang Srilanka, tidak mudah masuk ke dalam urusan Negara orang lain. Belum lagi saat ini sepertinya citra NKRI sedang naik-naiknya di mata internasional. Kalaupun Aceh berontak maka itu akan dikatakan oknum, kalaupun dihabisi maka akan dikatakan oknum.&lt;br /&gt;Bagi saya GAM Ashoibyah sekarang ini memang paling baik menggunakan strategi blankon jawa tersebut, karena keadaan anda yang lemah dan semangat rakyat sudah semakin mual dengan anda semua. Kalau pun anda mau berjuang tolong jangan korbankan rakyat Aceh kembali.&lt;br /&gt;GAM sekarang membutuhkan figure-figur perjuangan baru menggantikan Hasan Tiro yang sudah uzur juga dengan teman-temannya yang semakin tua dan sudah lelah. Ini menurut saya sekarnag adalah fase yang paling mengkuatirkan di Aceh, dimana Aceh akan dijadikan sebagai ajang militansi terhadai GAM generasi ke 2. Dan korbannya kembali adalah rakyat Aceh.&lt;br /&gt;ALA dan ABBAS sekarnag sepertinya juga sudah menanti ketidakamanan di Aceh, karena mereka juga sudah muak dengan GAM yang menurut mereka hanya membawa kemunduran di Aceh. Bagi golongan yang  amat keras dari mereka mungkin lebih menginginkan sebuah peperangan hingga menunjukkan bagaimana GAM itu sendiri. &lt;br /&gt;Malah menurut orang-orang ALA dan ABBAS mereka sekarang sedang dijajah oleh GAM, dijajah keamanan dan kenyamanan mereka, setiap sedikit ada api yang memancing mereka untuk terbakar rasanya mereka akan mudah terbakar dan mengatakan “Sudah dari dulu kami katakana kami mau bentuk prov sendiri, kami sudah bosan dengan perang, kenapa kamu larang-larang”.&lt;br /&gt;Bagi NKRI, tentunya tidak masalah ada ALA dan ABBAS selama Aceh aman, inilah catatan penting mereka, selama AMAN. Kalau tidak aman maka segala peraturan yang ada tentunya akan ditrobos demi adanya NKRI yang bersatu, ini sudah final.&lt;br /&gt;Strategi apapun yang kini digunakan GAM Ashobiyah maka hasilnya adalah kerugian buat mereka, anda tahu kenapa, karena kesombongan mereka. Orang yang sombong itu tentunya tidak akan melihat dengan jernih setiap aksi yang dilakukannya. Silahkan lihat kembali dalam blog saya www.cossalabuaceh.blogspot.com dengan label Aceh, judul Layakkah Rakyat Aceh kembali Konflik ?&lt;br /&gt;Sekarang tugas dari Pemimpin Aceh dan Tokoh Aceh lainnya untuk bisa memberikan sebuah ketegasan tentang Aceh, lebih mementingkan orang Aceh secara keseluruhan bukan hanya kepentingan segelintir orang yang hanya membawa rakyat Aceh kembali kedalam konflik. Lebih mementingkan ukhuwah islamiyah, bukan lantas menghancurkan ukhuwah islamiyah dengan ashobiyah.&lt;br /&gt;Kepada Irwandy agar segera menuntaskan ini semua. Seorang pemimpin itu harus tegas, anda telah tegas kepada ALA dan ABBAS sekarang waktunya anda tegas juga kepada GAM Ashobiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT TINGGAL GAM ASHOBIYAH, SELAMAT MEMPERTAHANKAN KEMBALI PERDAMAIAN, MARI MEMBANGUN RAKYAT ACEH.&lt;br /&gt;PEMBANGUNAN ITU TIDAK SEMUANYA AKAN TERCAPAI, BUTUH PROSES, BUTUH PEMIKIRAN DAN YANG TERPENTING ADALAH BUTUH WAKTU.&lt;br /&gt;BAGI ORANG GAYO KITA JUGA HARUS MEMPERSIAPKAN DIRI KITA DENGAN ALA ATAU BUKAN ALA SELAMA DALAM NKRI, DAN TIDAK TERJEBAK DALAM KONFLIK BODOH DENGAN MENGATASNAMAKAN PENJAJAHAN INDON-JAWA. &lt;br /&gt;MEMBENCI ORANG JAWA BAGI GAYO ADALAH BUKAN ADAT ISTIADAT GAYO, KARENA GAYO TIDAK PERNAH MEMBENCI SUKU APAPUN.&lt;br /&gt;BERIJIN.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-8304302206065641651?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/8304302206065641651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=8304302206065641651&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/8304302206065641651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/8304302206065641651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/02/layakkah-rakyat-aceh-kembali-konflik.html' title='Layakkah Rakyat Aceh Kembali Konflik ? (tulisan pertama)'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-5431850857628364761</id><published>2009-02-05T18:41:00.002+07:00</published><updated>2009-02-06T09:08:52.513+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah dan Sastra'/><title type='text'>Anekdot Ketika Tuhan Ingin Menciptkan Manusia Berasal Dari Jawa, Aceh dan Gayo</title><content type='html'>Suatu ketika Tuhan ingin menciptkan manusia, tapi dia kebingungan akan melahirkan dari suku mana manusia ini, karena dia sudah terlanjur mengatakan bahwa Ia menciptkan manusia dari berbagai suku bangsa, ntah itu Jawa, Aceh, Gayo, Bugis, Arya, Mongolia, dan lain sebagainya.  Ia tahu bahwa ini merupakan salah satu hak prerogatifnya, Ia punya kebebasan untuk hal yang satu ini, karena Ia adalah Sang Pencipta, dan semua selain Nya hanyalah karena dari kemurahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sebelum Ia menciptakan manusia tersebut terlebih dahulu Ia menciptakan nurnya, cahayanya, kalau bisa dikatakan nur itu adalah sebuah  main chip pada manusia. Namun demikian sebagai Tuhan maka dibalik keangkuhannya sudah barang tentu Ia harus memberikan dahulu kebebasan kepada makhluk ciptaanNya itu. Sehingga kelak manusia ciptaanNya itu tidak lagi mempersalahkan Nya karena merasa sudah dipaksa untuk menjadi salah satu suku bangsa yang sengaja Ia ciptakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kitab Lauh Mahfudz (LM), ia sebenarnya telah menuliskan bahwa yang namanya Erwin Abdullah atau Win saja berasal dari suku Gayo, kemudian Darus berasal dari suku Aceh dan Slamet berasal dari suku Jawa. Namun sebelum ia menjadikan mereka itu manusia Ia ingin menanyakan kepada mereka masing-masing akan pilihan yang diberikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sejarah yang tertulis di kitab LM berdasarkan suku paling tua yang diciptkan maka mengatakan bahwa suku Jawa adalah sebuah suku yang merupakan paling tertua, kemudian dilanjutkan dengan suku Gayo dan terakhir suku Aceh.&lt;br /&gt;Lantas Tuhan kemudian berpikir kepada siapa ia harus bertanya terlebih dahulu, dalam pemikiran normalnya harusnya Tuhan bertanya kepada yang lebih tua baru kepada yang paling muda tentunya. Tapi ia berubah pikiran rupanya ia ingin bertanya dulu kepada suku yang paling muda, yaitu suku Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan : “Darus, apa kamu mau lahir dari ibu yang bersuku Aceh, dan bapakmu juga dari Aceh ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aceh dalam perspektif Tuhan adalah sebagai masyakarat yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang berbaur menjadi satu, sehingga secara genetic mereka akan melahirkan generasi-generasi yang sangat luar biasa kelak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dalam pemikiran Tuhan ketika ia menciptakan Adam untuk kemudian beranak pinak sampai dengan adanya Slamet, Win dan Darus. Ketika hanya ada Adam dan Hawa yang merupakan manusia tersempurna yang pernah diciptakan Tuhan maka ia telah membagi kesempurnannya melalui anak cucunya Adam. Yang awalnya anaknya kawin dengan anaknya dan seterusnya mencari hubungan terjauh dari darah mereka dengan harapan akan melahirkan sebuah generasi yang semakin pintar dan cerdas. Ini juga yang terjadi di Aceh, sebuah generasi yang merupakan percampuran dari berbagai macam suku bangsa. Dan tipikal mereka adalah nelayan, pelaut sehingga tipikal mereka tipikal yang keras dan sukar untuk diatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darus : “Apa saya bisa memilih Tuhan ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan : “Oh, tentu, tentu kau bisa, Aku adalah Maha Segalanya, tentu aku akan berikan kebebasan kepadamu untuk memilih”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darus : “Bagi saya Tuhan saya bangga jadi Aceh, saya tidak suka menjadi Gayo terlebih lagi Jawa, ketidaksukaan saya kepada suku Gayo dan Jawa karena mental mereka itu mental Petani, sedangkan saya terbiasa hidup di lautan yang ganas dan saya membuthkan sebuah kebebasan untuk mengekpresikan diri saya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan : “Win, ayo Win jelaskan apa kamu mau lahir dari suku Gayo ?”&lt;br /&gt;Gayo merupakan sebuah suku yang dikenal dari berbagai macam suku bangsa juga, namun ia terlihat lebih santun dengan adat malunya yang amat besar, pada dasarnya Gayo mirip juga dengan Aceh hanya saja ada kekhasan dari Gayo dengan adat malunya dan sedikit sifa ekslusifismenya dan tipikal mereka adalah Petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Win : “Bagi saya Tuhan saya bangga jadi Gayo, saya malu kalau melanggar titah dari Tuhan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan : “Kalau kau gimana Slamet”&lt;br /&gt;Jawa, merupakan suku tertua, juga merupakan suku yang filosofinya adalah bertani, mirip dengan Gayo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slamet : Tuhan, saya ikut saja, apa yang Tuhan perintahkan maka itu akan jadi kewajiban saya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan : “Jadi kalian semua tidak keberatan dengan apa yang sudah Saya tetapkan kelak, nah sekarang saya akan sedikit memberikan rahasia saya kepada kamu semua, apa yang akan terjadi kepada kamu semua”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut Tuhan : “Barus, daerah kamu nantinya akan selalu dilanda konflik yang berkepanjangan karena keturunan kamu itu keras-keras dan susah diatur oleh siapapun, kamu juga punya sifat sombong pada diri kamu, kamu akan selalu disanjung-sanjung untuk kemudian ternyata hanya menghancurkan kamu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan berpaling ke Win : “Win, daerah kamu akan menjadi daerah yang diperebutkan, belahan-belahan dari suku kamu senang kali berpecah karena memang dasar kalian juga keras, tapi pertanianlah yang sedikit telah melunakkan hati kalian dan agama kalian. &lt;br /&gt;Suku kamu selalu bersifat mendua karenanya, karena juga memang tidak bisa disatukan, itu juga karena malu kalian yang terlalu besar”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ke Slamet : Slamet, suku kamu sangat banyak, lebih banyak dari kedua adikmu itu karena kamu yang tertua, semua sifat kebaikan dan keburukan telah ada pada kamu pada awalnya dan adik-adik kamu itu kemudian mengikutinya. Setiap kejahatan yang adik-adik kamu lakukan pasti sudah kamu lakukan terlebih dahulu, setiap kebaikan dari yang adik-adik kamu lakukan pasti sudah kamu lakukan dulu. Sehingga kamu akhirnya menggunakannya untuk membodoh-bodohi adik-adik kamu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua terdiam mendengar Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Darus berkata :” Tuhan saya mau jadi orang Jawa saja, saya mau jadi yang pertama kali melakukan semuanya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Win : “Tidak Tuhan, saya tidak perlu itu semua, saya tetap jadi Gayo saja, selama saya merasa lebih aman dan tenang menjadi Gayo”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slamet : “Semua saya serahkan kepada Tuhan, apapun perintah Tuhan maka saya akan mematuhinya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Tuhan berkata lagi, saya akan memberikan lagi sebuah rahasia kehidupan kalian kelak : “Darus kalau kamu tetap pada pilihan kamu, maka kamu akan menjadi pemimpin dari persatuan yang nanti terjadi diantara saudara-saudara kamu. Sedangkan kamu Win, kamu ke depan kamu akan terus mencari jatidiri kamu hingga daerah kamu lah yang kemudian akan menjadi ajang pertempuran selama beberapa waktu. Terakhir Slamet, kamu akan mulai goyah, kamu akan mengalami masanya kemunduran karena setiap yang aku ciptkan akan mengalami itu semua. Nah, jadi apa pilihan kalian sekarang ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darus : “Saya mau jadi suku Aceh saja Tuhan, sudahlah itu saja pilihan saya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Win : “Mmmmh, kalau boleh saya berubah jadi suku Jawa saja Tuhan, mungkin itu jadi lebih baik bagi saya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slamet : “Semua perintah daulat Paduku Tuhan selalu akan saya patuhi, karena saya percaya dengan kehendak Tuhan”&lt;br /&gt;Tuhan hanya tersipu-sipu mendengar itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah ini rahasiaku terakhir : “Darus, Win dan Slamet, kalian semua akan jadi dikubur, dimakan cacing dan jadi tanah kembali, tidak ada satupun dari kalian langsung masuk syurga, semua dari kalian akan masuk ke dalam neraka terlebih dahulu, apa pilihan kalian ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya terkaget-kaget mendengar perkataan Tuhan, kecuali suku Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darus : “Tuhan, kalau gitu aku jadi suku Aceh saja, tapi sebelum Tuhan masukkan aku ke neraka maka jadikan dulu aku Penguasa bumi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Win : “Tuhan, jangan seperti itu Tuhan, pilihkan aku menjadi suku lain saja yang tidak masuk api neraka, malu akau dengan semua saudara-saudaraku kelak, ampuni aku Tuhan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slamet : “Apapun yang Tuhan berikan kepada aku maka aku akan menerimanya, titah Engkau adalah jalan hidupku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Tuhan terdiam kemudian ia memberikan sebuah keputusan yang cukup mengangetkan semuanya : “Darus kamu akan saya lahirkan dari suku Jawa, Win kamu akan aku lahirkan dari suku Aceh dan Slamet akan aku lahirkan dari suku Gayo”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya bertanya : “Tuhan kenapa Engkau lakukan itu semua ?”&lt;br /&gt;Tuhan menjawab : “Karena aku punya kuasa, kalian semua tidak akan pernah tahu lahir dari suku mana, aku hanya mengingatkan kepada kalian semua bahwa semuanya sama, dari suku manapun karena kalian tidak pernah tahu mau lahir dari selangkangan perempuan mana. Dan ingat itupun kalau Aku berkenan, karena itu kalian tidak berhak mencaci suku manapun dan merasa lebih baik dari suku manapun. Yang ada pada diri kalian adalah sama Jasad, Rohani dan Nafsu. Yang ada pada lingkungan kalian Cuma 2 kejahatan dan kebaikan. Yang selalu mengikuti kalian juga 2 golongan yaitu malaikat dan syetan. Dan yang akan menghancurkan kalian seperti iblis juga Cuma 1 yaitu kesombongan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam cerita ini saya mencoba kepada teman-teman agar tidak lagi terhasut dengan Jawa, Aceh atau Gayo karena semuanya sama, hanya manusia dan lingkungan serta pengaruh lainnya lah yang telah merubah pemikiran mereka. Dan yang terpenting adalah jauhkan sifat sombong dan dendam, karena sampai kapanpun ini akan menjadi lingkaran setan yang hanya akan membuat kita menjadi tertinggal. Kalau pun ada yang bisa menyatukan kita adalah hati nurani kita sebagai seorang manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya termenung saya sadar bahwa saya tidak pernah tahu lahir dari suku manapun juga, saya sadar itu, yang ada saya hanya menangis dan menghadapi kehidupan yang keras ini, tanpa tahu akan jadi apa kelak, rasanya semua dari kita juga seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, ketika kita memilih sebuah pilihan, maka jadikan pilihan itu yang akan memberikan kemashalatan bagi orang banyak, bukan kemudian membuat orang hancur dalam pertikaian. Kalaupun harus bertikai jangan dengan sesama saudara seiman, bahkan ketika berperang pun kita tidak diperkenankan membunuh anak-anak dan perempuna juga rumah ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa saya ceritakan anekdot ini atau apapun namanya, karena siapapun yang terus mengobarkan semangat untuk konflik dengan mengatasnamakan Jawa adalah orang yang teramat picik dengan pemikiran yang teramat sempit dan hatinya penuh dengan kebencian yang akan membuat semua kita menuju kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya benci GAM dulu, karena ia membawa rakyat Aceh dengan isu kemerdekaan dan perang ashobiyah atau penjajahan indon tanpa melihat bahwa lawannya adalah kaum muslimin juga. Saya tidak suka mengikut didong jalu Win Wan Nur karena saya kasihan dengan jiwanya itu, selalu menginginkan konflik, anda akan bisa melihat nanti dalam tulisan-tulisannya sekarang ini yang menunjukkan keasliannya. Didong dalam Gayo adalah bagaimana berpantun, ini adalah semangat melayu seperti yang ada di padang dan daerah melayu lainnya, bahkan mereka ada yang bersilat, tapi bukan untuk kemudian mencaci maki, karena Islam tidak mengajarkan itu, sudah sering saya katakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun yang kembali mengobarkan konflik di Aceh dengan berbagai macam cara seperti Aceh Merdeka dengan konsep Penajajah Jawa-Indon, Gayo Merdeka, Tengku VS Teuku Jilid ke 2, menjayakan Kesultanan Aceh kembali, semua itu menurut saya adalah sia-sia. &lt;br /&gt;Kemerdekaan bagi saya adalah ketika orang Aceh telah berhasil memegang tampuk kekuasaan di berbagai instansi, HDI orang Aceh meningkat, kesejahteraan orang Aceh tinggi, kesatuan Islam terjalin dengan kuat sehingga tidak lagi diadudomba. Aceh yang kuat tidak terkungkung pada pikiran merdeka, Aceh yang kuat dengan SDM yang kuat, bukan lagi nasionalisme atau sukuisme yang dikedepankan akan tetapi sudah melangkah kepada humanisme, melangkah kepada tataran yang lebih tinggu lagi tataran ilahiah atau hati nurani.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-5431850857628364761?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/5431850857628364761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=5431850857628364761&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/5431850857628364761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/5431850857628364761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/02/anekdot-ketika-tuhan-ingin-menciptkan.html' title='Anekdot Ketika Tuhan Ingin Menciptkan Manusia Berasal Dari Jawa, Aceh dan Gayo'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-4172814785407255000</id><published>2009-02-04T14:25:00.000+07:00</published><updated>2009-02-04T14:26:35.599+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah dan Sastra'/><title type='text'>Gamang Memberi Arti ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagian pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sampai dirumahnya Umar menemukan Win sudah ada di ruang tamunya, duduk di sofa tamunya yang lembut, menunggunya. Umar memang mempunyai rumah yang indah yang lengkap dengan perabotan mewahnya sekaligus halaman yang luas.&lt;br /&gt;“Hmmm. Asslam Win,” sapa Umar&lt;br /&gt;“Hai, Wasslm. Wah saudaraku yang luar biasa ini sudah datang rupanya,” jawab Win.&lt;br /&gt;“Kaifa haluk ?” tanya Umar&lt;br /&gt;“Ahlan wa sahlan, syukron akhi, antum ?” Jawab Win.&lt;br /&gt;“Alhamdulillan baik, ada apa Win, tumben kau kemari, ada yang bisa kubantu,” tanya Umar kembali.&lt;br /&gt;“Hah, jangan begitu kau Umar, aku hanya ingin bercerita kepadamu. Tapi kau jauh berubah sekarang ya, rumahmu mewah sekali, ketika aku ke sini tadi hampir aku tidak percaya ini rumahmu. Anak dan istrimu juga cantik dan gagah-gagah. Kau buat aku iri kawan, iri dengan semuanya. Ketika melihat anakmu yang perempuan aku teringat anakku yang kecelakaan. Aku merindukannya Mar,” kata Win sambil berkaca-kaca air matanya.&lt;br /&gt;“Sabar Win, inget Tuhan…ah sudahlah jangan lah kita berdiskusi kembali tentang Tuhan, aku sudah tahu jawabanmu,” cepat-cepat Umar berkata sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;“Mar, kau ingat tentang pembicaraan kita sebelum aku pergi ke Denmark dan kau ke Mesir tentang Kemerdekaan, waktu itu kita berdebat keras bahwa kemerdekaan menurut kamu adalah ketika kita merdeka dari yang namanya kemiskinan dan kebodohan tanpa harus menjadi sebuah Institusi atau  Negara selama mereka tidak melakukan pembudakan. Tapi aku bersikeras bahwa kemerdekaan itu harus diraih bila sudah punya institusi yang mengayomi kepentingan kita, setelah itu baru kita mengejar ketertinggalan, apapun pengorbanannya” kata Win.&lt;br /&gt;“Ha ha, ya aku ingat itu. Kau tetap tidak mau mengakui argumenku bahwa bila ini dilakukan maka yang terjadi adalah setiap keluarga di dunia ini punya keinginan Merdeka, gila kan kalau ini terjadi, jangan-jangan nanti akan ada Negara Cahaya dan Langit..ha ha ha.” Ujar Umar.&lt;br /&gt; “Ah, aku masih tidak setuju dengan kau Mar. Kau tidak tahu apa-apa tentang kemerdekaan, bagiku lebih baik kita jadi sebuah keluarga yang punya kehormatan dengan mengorbankan yang harus dikorbankan sebagai pahlawan, bukankah itu lebih heroic. Kehormatan Mar, kehormatan…tak ngerti kau Mar tentang hal itu karena kau terlalu banyak baca Kitab sejak dulu,” jawab Win.&lt;br /&gt;“Win, apa yang kau inginkan dari kemerdekaan ? Apa Win ? Bukankah yang kita tuju tetap kepada memerdekakan diri kita dari kemisikinan dan kebodohan dari pada kau sebar itu konflik lantas kita harus masuk ke dalam lingkaran setan berupa dendam dan intimidasi, berpikirlah kau Win,” kata Umar lantang, rupanya ia sudah terbawa kembali masa lalu ketika mereka berdua muda berdebat.&lt;br /&gt;“Itulah kau Mar sejak dulu tidak pernah lepas dari mata kudamu, ya itu dengan Agama gilamu itu, lepas Mar, berpikir merdeka. Kita ini punya darah pejuang, darah anti dijajah orang lain, kita ini punya kelebihan sama orang-orang bodoh di bawah kita itu. Sekarang gimana caranya kita menguasai orang-orang bodoh itu untuk kemudian kita bakar semangat mereka untuk merdeka lantas kita jadi pemimpin dan kemudian kembali membodohi mereka. Jangan lupa kita siapin pengganti kita dari anak-anak kita, ha ha,” ujar Win sambil tertawa.&lt;br /&gt;Umar terheran-heran dengan Win, pemikiran-pemikiran ini pernah ia dapat dari Illuminati sewaktu pertama kali, walau ia mengikutinya ia tetap mempertanyakannya dihatinya, rupanya aku masih punya filter, tapi Win Gila ini menelan habis cerita itu dan bahkan ia sudah punya kemampuan untuk menambah-nambahnya. &lt;br /&gt;Umar menarik nafas panjang kemudian berkata ““Dari dulu aku selalu mengatakan bahwa Islam tidak pernah mengijinkan kita untuk berjuang dengan ashobiyah atau golongan, kau pernah dengar hadistnya kan. Win semakin gila kau Win, lebih dari dulu..he he,” sahut Umar.&lt;br /&gt;“Terserah kau lah. Mar, aku mau minta bantuan kamu untuk itu. Aku mau pimpin Keluarga ini, aku mau turunkan dulu bapak-bapak kita yang sudah tua itu, mereka sudah tidak punya keberanian lagi untuk bertindak, mereka sudah pikun semua. Aku mau buat cheos keluarga ini sebelum kemudian menghancurkan keluarga Langit,” kata Win bersemangat.&lt;br /&gt;“Ah, kau Win. Kau mau mengambil hakku ya..he he. Tapi sebelum itu kau harus lihat dulu tayangan ini,” kata Umar dengan corak wajah yang tiba-tiba menyendu.&lt;br /&gt;Umar bangkit dari tempat duduknya dan menghidupkan TV serta alat pemutar Video kemudian berkata “Win, aku ada wawancara dengan keluarga kita yang hidupnya tidak seberuntung kita yang aku filmkan, aku melakukan ini tempo hari untuk mejadi bahan penelitianku tentang kondisi keluarga kita yang sudah mulai kehilangan kebersamaannya ini,” kata Umar.&lt;br /&gt;Di layar Televisi terlihat bahwa Umar berjalan-jalan dipinggiran kota, ia mengunjungi sebuah rumah gubuk yang terlihat memiriskan hati bagi orang yang melihatnya.&lt;br /&gt;Tok tok tok, suara pintu diketuk oleh Nur.&lt;br /&gt;“Asslm,” kata Umar.&lt;br /&gt;“Wasslm, siapa ya,” jawab orang yang ada di dalam rumah itu.&lt;br /&gt;“Umar Nek, ini cucu Nenek. Masih ingat kan ? “ ujar Umar.&lt;br /&gt;Terdengar suara batuk-batuk dari dalam rumah tersebut. Krreekk, pintu reot itu terbuka perlahan dan terlihat seorang wanita tua yang sudah agak bungkuk, wajah dan tangannya ditutupi keriput yang menandakan ketuaannya, rambutnya yang sudah memutih semua di tutupi oleh pakaian bersih yang sangat tua tanpa model yang amat dekil, tapi matanya masih terlihat tajam.&lt;br /&gt;“Uh, siapa ni. Nenek da lupa, masuk, masuk, duduk, duduk” kata Nenek lirih.&lt;br /&gt;Terlihat di TV Umar menyalami nenek tersebut sambil mencium tangannya. Win berkata “Wah, kau seperti masih dalam zaman feodal saja..he he,”&lt;br /&gt;Umar hanya melirik saja kepada Win sambil tersenyum sinis.&lt;br /&gt;Kembali ke layar televise, terlihat Umar duduk di sebuah kursi tua yang terbuat dari rotan, kondisinya sudah amat mengharubirukan. Rumah gubuk itu ternyata hanya mempunyai 3 ruangan, ruang tamu bergabung dengan dapur berukuran 4 x 5 m, kemudian sebuah ruangan yang menjadi kamar bagi nenek itu dan sebuah kamar mandi sepertinya dipojok kanan rumah. Ketika nenek itu sedang mempersiapkan minuman bagi mereka berdua tanpa sengaja kameraman memperlihatkan bahwa di dalam kamar nenek itu seorang anak yang sepertinya berumur 9 tahun sedang tertidur dengan pulas.&lt;br /&gt;Melihat hal ini Umar teringat kembali masa-masa kecilnya dahulu yang penuh dengan kehangatan dari nenek dan kakeknya memeliharanya. Walau bedanya ialah anak itu dalam keadaan yang serba kekurangan sedangkan ia dapat dikatakan berkecukupan.&lt;br /&gt;Umar sejak kecil memang sudah yatim piatu sejak berumur 5 tahun, kedua orang tunya telah menjadi korban konflik antara Keluarga Cahaya dan Keluarga Langit. Semenjak itu pula ia di asuh oleh kakek dan neneknya dengan segenap kasih sayang sehingga ia terbebas dari akibat psikologis seperti korban konflik lainnya. Kakek dan Neneknya selalu menyuruhnya untuk dekat kepada Tuhan, tidak boleh mendendam dan memberikannya semua keindahan sebuah keluarga. Ia diasuh oleh keduanya sampai ia pergi ke Mesir. Keduanya meninggalkan dunia ini ketika ia baru 3 bulan di Mesir dan mendengar bahwa keduanya meninggal karena kecelakaan. Semenjak itulah ia di Mesir berusaha untuk dapat menyambung hidup dengan segala upayanya melanjutkan kuliahnya.&lt;br /&gt;Sejarah hidupnya inilah yang mendekatkan dirinya dengan Win, seperti juga dirinya hal ini terjadi juga dengan Win, tapi bedanya Win masa kecilnya agak berbeda dengannya sejak kecil sudah harus membawa dendam dihatinya. Kalau ia diasuh oleh Kakek Neneknya dengan menghilangkan dendam dari hatinya tapi Win hidup dengan pamannya bersama sepupu-sepupunya dalam dendam. Ia megetahui ini karena mereka SD satu bangku, masuk pesantren dari SMP dan SMA juga bersama-sama. Dibalik kebuasannya  sebenarnya dalam diri Win masih ada sedikit kelembutan dan kebaikan yang selama ini dicoba ditutupinya juga karena ia terkadang kelepasan dalam setiap ucapan dan tindakkannya. Dan ini menyebabkan ia harus bisa bersikap seperti apa yang ia ucapkan dan tindakannya. “Kasihan kau Win, malah kau sekarang masuk ke dalam perangkap Illuminati, padahal kalau kau tahu kau hanya sebagai pion yang akan dikorbankan tentu kau akan berpikir 1000 kali mengikuti wanita setan itu. Walau aku masuk tapi aku masih punya hal-hal yang kupersiapkan untuk kepentingan aku, aku menggunakan mereka untuk kepentinganku,” ujar Umar dalam hatinya.&lt;br /&gt;“Kamu siapa, tapi wajah kamu sepertinya mengingatkan aku akan seseorang ?” tanya Nenek.&lt;br /&gt;“Saya Umar Nek, anaknya Indah, saya dulu sering main ke sini bersama kakek dan nenek. Mungkin nenek ingat sama dengan Ida, Nenek saya,”kata Umar.&lt;br /&gt;Terlihat nenek itu berpikir keras,tiba-tiba wajahnya semeringah “Iya, nenek inget sekarang, ya ya kamu, da besar dan ganteng lagi sekarang ya…,” katanya. Kemudian nenek bangkit dari duduknya dan memeluknya serta mencium dahinya.&lt;br /&gt;“ Iya Nek, sudah hampir setahun aku ada disini, dan baru bisa mendapatkan alamat Nenek sekarang. Dengan siapa sekarang, Nek ? Kemana om Adi dan Ali, kenapa nenek tidak tinggal bersama mereka, dan itu siapa yang di kamar?” tanya Umar setelah Nenek itu mengenalinya, karena memang Umar sejak dahulu selain sama kakek dan neneknya dekat dengan keluarga ini.&lt;br /&gt;Nenek itu tiba-tiba sesegukan menahan sedihnya, air mata mulai keluar berjatuhan tanpa bisa tertahan lagi, kemudian ia berkata “Umar, semuanya sudah habis karena konflik, semuanya sudah diambil Tuhan, hanya Tari satu-satunya yang tinggal bersama Nenek, dial ah yang mengurus Nenek. Tapi nenek tidak bisa memenuhi semua kebutuhannya, nenek tidak punya apa-apa, untuk menyabung hidup nenek mendapat bantuan dari saudara-saudaramu hingga sekarang bisa berjualan alakadarnya di pasar dekat rumah ini Umar,” jawab Nenek.&lt;br /&gt;Mendengar hal tersebut hati Umar menangis, tanpa terasa ia meneteskan air matanya. Ia teringat kakek neneknya yang juga berjuang baginya untuk mendapatkan pendidikan yang baik, tapi ini. Ini merupakan sebuah siksaan bagi nenek yang sudah tua ini. “Konflik…konflik…konflik…kenapa kita semua mau ke dalam konflik, apakah kalau kita tidak mau konflik kemudian dikatakan pengecut. Kenapa orang-orang yang gila konflik itu tidak berlaku seperti Mahatma Gandhi yang telah memerdekakan India tanpa harus dengan perang yang mengorbankan orang ribuan. Atau kenapa harus konflik kalau kami yang masih seiman ini masih bisa bersama untuk menjunjung perdamaian. Layakkah perang ini terjadi kalau masih bisa ada kedamaian yang bisa dicapai ? Laknatullah kau yang telah menyukai konflik,” tiba-tiba Umar berteriak dalam hatinya. &lt;br /&gt;Ketika ia tersadar dari teriakan hatinya ia sadar bahwa mungkin ia juga telah terjerumus kedalam konflik ini atau sedang terjerumus. Ketika masuk kedalam kelompok Illuminati ia sudah mengadakan kesepakatan untuk tidak terjebak dengan konflik yang ada pada keluarganya saat ini. Tapi ia telah berulang kali membantu untuk kepentingan Illuminati untuk membuat cheos berbagai keluarga dan membuat hancur berbagai organisasi. Tapi khusus untuk dari kalangan yang seiman dengannya ia hanya memberikan informasi penting tentang actor-aktor yang berperan serta perencanan dari organisasi yang akan dihancurkan tersebut, tapi ia juga tahu actor-aktor yang menghancurkan agamanya itu. Hal inilah yang membuat ia berdua muka. Mukanya tiba-tiba memerah dan tangannya gemetar menahan amarah dan penyesalan yang ada pada dirinya.&lt;br /&gt;Nenek itu bangkit dari kursinya dan mengambil sesuatu dari kamarnya, “Cucunda, nenek diberi fhoto oleh salah satu keluarga kita bagaimana keluarga kami dibantai oleh orang-orang yang tidak dikenal, bahkan pelakunya sampai saat ini belum ditangkap. Tapi dari bukti-bukti ini dilakukan oleh Keluarga Langit…hu  hu,” tiba-tiba nenek itu menderu tangisnya.&lt;br /&gt;Foto-foto itu memang menggambarkan kebiadaban dari penbantaian tersebut, bahkan rasanya ini di luar kemanusiaan atau bahkan sengaja dibuat untuk membuat panas situasi orang yang melihatnya. Foto yang disorot oleh Kameranya temannya Umar memperlihatkan bahwa mayat-mayat tersebut sudah dipotong-potong menjadi beberapa bagian, bahkan bagian dari terpotong-potong itu terlihat hangus, wajah mereka juga semuanya sekarang sudah tidak dikenal lagi. Terlihat terdapat 4 mayat orang dewasa dan 1 mayat anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat fhoto-fhoto ini Umar tak kuasa lagi menahan sedih dan amarahnya, terlihat di layar Televisi itu ia segera keluar rumah tersebut, ntah apa yang dilakukannya.&lt;br /&gt;Umar yang menonton hanya dapat menarik nafas panjang, karena diluar ia memukulkan tangannya ke pohon pisang hingga pohon itu tumbang, karena untuk meluapkan kemarahannya ia telah memukul dengan keras berkali-kali pohon itu menumpahkan segala kemarahannya dan rasa bersalahnya.&lt;br /&gt;Tak lama kemudian Umar memasuki rumah tersebut dengan raut muka yang sudah agak tenang. &lt;br /&gt;“Umar, kedua pamanmu menurut otopsi Pemerintah darahnya telah habis sebelum dibakar, rasanya mereka telah menguras darah dari kedua pamanmu sebelum dibunuh,” lanjut nenek itu sambil sesenggukan.&lt;br /&gt;“Iya Nek, sabar ya Nek, nanti Umar akan cari tahu siapa yang telah membunuh keluarga nenek, harus sabar ya. Ini Nek, ada sedikit rezeki dari saya untuk Nenek, mudah-mudahan Nenek bisa menggunakannya untuk usaha dan ini juga bisa membantu Tari untuk sekolah sampai SMA,”&lt;br /&gt;“Umar, terima kasih Umar, kamu baik sekali, semoga Allah akan memberikan kamu berkah dan rahmatnya. Ingat Umar, jangan tergoda bisikan syetan, semua kekerasan yang sekarang terjadi di daerah kita adalah bisikan iblis yang terkutuk, dimana manusia sudah menjadi serakah, manusia sudah menjadi binatang dan yang lebih bahaya lagi manusia sudah menjadi sombong seperti iblis, sehingga ia merasa dirinya paling mulia dibandingkan manusia lainnya dan merasa pantas untuk bisa menghina manusia lain yang bukan dari golongannya. Terakhir pesan nenek Umar, jangan kamu sekali-kali menyimpan dendam, karena Nabi tidak pernah mengajarkan kita dendam, itu semua adalah perbuatan syetan. Nenek bisa lihat kamu masih ada gundah dengan semuanya, ingat pesan nenek ya Umar..” nenek itu kembali sesenggukan lebih keras kali ini. Seolah-olah nenek itu tahu apa yang ada di hati Umar, seolah-olah ia mengerti apa kegundahan Umar.&lt;br /&gt;Mendengar hal itu Umar tak kuasa memeluk neneknya itu, ia juga meneteskan air matanya. Tak lama kemudian ia membelai pipi nenek itu kemudian kepalanya dan mengecup keningnya, selanjutnya berkata “Iya Nek, terima kasih Nek. Doakan Umar. Asslm,” salam Umar kemudian ia bersama temannya meninggalkan rumah tersebut.&lt;br /&gt;Umar lantas mematikan TV tersebut, dan berkata “Win, gimana Win, kamu da lihat kan akibat konflik, tidak saja fisik tapi juga psikis, dan kita yang menjadi salah satu korbannya, kita juga merasakan kan Win,” ujar Umar.&lt;br /&gt;Win yang sejak tadi diam karena batinnya kembali terlibat konflik hanya menganggukkan kepala saja.&lt;br /&gt;Seperti juga Umar, ketika ia melihat anak kecil tadi ia juga teringat dirinya. Ia telah megarungi hidup yang berat karena konflik, karena ia merupakan korban konflik. Sejak kedua orang tuanya meninggal karena dibunuh oleh Keluarga Langit, dendam sudah tertanam dalam hatinya. Ia selalu berniat suatu saat ia harus berhasil menjadi orang yang punya kekuasaan untuk menghancurkan Keluarga Langit bagaimanapun caranya. &lt;br /&gt;Terlintas kembali olehnya dokumen rahasia yang diberikan Nur kepadanya bagaimana upaya dari Illuminati untuk membuat 2 keluarga itu terus bertempur dengan alasan Keluarga Langit memang tidak layak diberikan ada dengan semua ulahnya, ini menyebabkan ada sedikit kesal dalam diri Win. Dokumen yang dibacanya juga menceritakan bahwa Keluarga Cahayalah yang sesungguh lebih baik daripada Keluarga Langit, kemunduran Keluarga Cahaya selama ini karena mereka telah terjajah puluhan tahun lamanya. Bahkan dokumen tersebut juga menunjukkan data-data kebiadaban yang terjadi selama konflik berlangsung. &lt;br /&gt;Semuanya seolah-olah berupaya menunjukkan bahwa yang menyebabkan terjadinya konflik ini adalah karena Keluarga Langit menjajah Keluarga Cahaya, yang menyebabkan kemunduran. Dan yang terpenting menurut Illuminati bahwa Langit harus dienyahkan, dan kedamaian hakiki itu tidak akan pernah ada selama ada Keluarga Langit di muka bumi ini. Hal inilah yang menyebabkan Illuminati selalu  berupaya berulangkali dengan strateginya untuk dapat mengobarkan perang kembali untuk mengembalikan kejayaan dari Keluarga Cahaya. Dan adalah hal yang wajar jika yang nantinya sebagian keuntungan akan diberikan kepada actor-aktor yang berjasa, demikianlah yang terpikir di otaknya si Win yang egoismenya kini sudah menjadi Tuhan.&lt;br /&gt;Memikirkan ini semua maka semakin tertutup hati Win, semakin dendam kepada Keluarga Langit dan kepada Tuhan semua itu menjadi tertutup, ia tidak peduli lagi dengan korban tambahan yang harus dikorbankan. Semua itu semakin menjadi ditambah dengan keangkuhannya, yang sudah terlukiskan dengan segala perbuatan dan perkataannya. Yang pasti apapun yang akan diberitahukan kepadanya untuk mencegah konflik kembali adalah seperti masuk kuping kanan dan keluar kuping kiri. Sungguh ironis… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagian kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Umar yang melihat Win terdiam saja dengan dingin setelah melihat film tersebut hanya bisa diam juga seperti patung melihat sahabatnya sepertinya sudah tidak lagi mempunyai hati nurani dan akal yang dapat dipergunakan untuk kebaikan keluarganya. Hanya konflik saja yang dipikirkannya. “Sungguh wanita setan itu telah berhasil mempengaruhinya dengan sebaik-baiknya,” dalam hati Umar berkata.&lt;br /&gt;“Win…,” dengan sedikit membentak Nur menghardik Win.&lt;br /&gt;Win yang terdiam, tiba-tiba sadar dari lamunannya. “Afwan Akhi, maaf, apa tadi yang kau katakana ?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Apa tanggapan kau tentang film tadi, konflik yang berkepanjangan ternyata hanya membawa anak-anak kembali menjadi seperti kita dahulu, selalu dalam kesulitan dan selalu dalam dendam,” tanyanya kembali.&lt;br /&gt;“Oh, itu tadi adalah salah satu pengorbanan dari keluarga kita untuk mempertahankan kehormatan kita, mereka yang meninggal itu adalah pahlawan keluarga kita,” jawab Win singkat.&lt;br /&gt;“Tapi apa yang mereka dapat kecuali mereka kembali dalam kesusahan, engkau tidak dengan kata-kata terakhir dari nenek kita tadi agar kita tidak memdendam, karena itu adalah perbuatan setan. Lagian menurut aku kalau sesama saudara muslim itu berperang amat dibenci Allah. Win membunuh 1 orang nyawa muslim sama dosanya dengan kita membunuh semua muslim yang ada di dunia ini, bila ada satu orang muslim yang terluka maka kita akan merasakannya juga, apakah kau mau memotong tanganmu sendiri ?” kata Umar.&lt;br /&gt;“Kalau memang tangan itu adalah penyakit maka aku akan rela memotongnya, agar penyakit itu tidak menyebar,” jawab Win.&lt;br /&gt;“Lantas apa engkau yakin bahwa tangan itu memang sakit sehingga engkau mau memotongnya ?” tanya Umar kembali.&lt;br /&gt;“Iya, mereka adalah penyakit, kita seperti sekarang karena tingkah pola mereka, kalau mereka hilang tentu kita akan lebih aman, dan itu lebih baik kita hidup dengan satu tangan daripada hidup 2 tangan dengan satu tangan berpenyakit,” jawab Win dengan lantang karena ia merasa mendapatkan angin segar untuk dapat menekan setiap perkataan dari Umar saat ini.&lt;br /&gt;“Sungguh kau sudah gila Win, kalau kau mau memotong tanganmu sendiri walau engkau tidak tahu mereka itu penyakit atau bukan sudah barang tentu engkau akan rela membunuh keluargamu sendiri untuk mendapatkan ambisi gilamu itu,” kata Umar sambil menggeleng-geleng kepalanya.&lt;br /&gt;“Gini Win, aku tidak suka dengan pemikiran kamu ini, mereka saudara kita, mereka mengucapkan syahadat, dan lagi yang kita perjuangkan sekarang adalah ashobiyah, barang siapa yang melakukannya maka ia tidak akan masuk ke dalam golongan Nabi Muhammad,” tukas Umar.&lt;br /&gt;“Aku tidak peduli Mar, engkau suka atau tidak suka, aku tetap dengan prinsip aku, kalau perlu aku mati menghancurkan mereka,” kata Win dengan berapi-api.&lt;br /&gt;“Istigfar Win. Kau harus tahu Win sebenarnya yang membuat kita berkelahi dengan mereka hanya karena pepesan kosong yang seharusnya bukan dijadikan alasan untuk perang. Hanya karena dulu nenek moyang kita memperebutkan harta warisan, lantas berlanjut sampai sekarang, kau tahu itu kan. Satu lagi kita merasa paling hebat sejak zaman dulu dari mereka, tapi apa yang kita dapat sekarang mereka sudah berlari menuju bulan kita malah menggali sumur kematian keluarga kita sendiri. Pikirkan ini Win” jawab Umar.&lt;br /&gt;“Aku sudah tidak peduli lagi Mar, aku hanya ingin merebut kembali harta warisan itu, kalau dari belahan lain tidak bisa sekarang adalah giliran aku untuk mendapatkannya,” ujar Win dengan sedikit bersungut-sungut mulutnya menunjukkan kekesalan dirinya.&lt;br /&gt;Umar hanya bisa menggelengkan kepala ketika melihat Win yang begitu keras kepala, sampai-sampai semua perkataannya sepertinya menjadi sia-sia. Kembali ia menarik nafas panjang. “Huh, aku rasa selain nafsu gilamu kau memang sudah berhutang budi terlalu banyak Win dengan Illuminati, apa yang sudah diberikannya uang, harta, tubuhnya atau apa, menyedihkan kau Win,” kata Umar dalam hatinya.&lt;br /&gt;Tiba-tiba Umar bertanya dengan lembut kepada Win,“Win, apakah menurut hati kecilmu hanya untuk mengejar sebuah kehormatan keluarga lantas kita bisa mengorbankan semuanya, bahkan mengorbankan keluarga kita yang lain, itu satu. Yang kedua, untuk tanah warisan itu siapa yang punya Win, hanya Tuhan yang punya, apakah engkau tahu ratusan tahun yang lalu itu tanah kepunyaan siapa ? Jawab Win, apakah aku salah ketika aku katakana ini semua hanya pepesan kosong, jawab Win. Terakhir, sudahkah kau berpikir panjang ke depan atas apa yang terjadi saat ini, untung ruginya bagi keturunan kita kelak ?,”&lt;br /&gt;Tiba-tiba Umar melanjutkan kata-katanya “Sebelum kau menjawab Win, kau ingat apa yang di bilang nenek di video tadi yang mengatakan bahwa darah kedua pamanku habis, itu menandakan bahwa kedua pamanku sudah terkena ritual dari salah satu sekte setan yang menganggap orang itu lebih rendah dari pada dirinya, mereka menggunakan darah dari pamanku untuk pesta agama mereka, dan sekte itulah yang telah merusak semua generasi keluarga kita selalu dalam konflik. Sekarang masihkah kau tidak percaya kalau kita semua ini hanya dijadikan pion untuk mereka mengeruk keuntungan dari pertikaian keluarga cahaya dan keluarga langit,”&lt;br /&gt;Win terlihat galau pada wajahnya, ia mulai meneteskan air matanya, namun matanya masih menunjukkan dendam membara yang ada pada hatinya. Tangannya terlihat mengetuk-ngetuk pinggiran sofa yang didudukinya. Kakinya juga demikian mengantuk-ngatuk ubin yang ada di bawahnya. Seperti halnya iblis yang merasa kehilangan muka ketika Tuhan menciptakan Adam dan menyuruhnya untuk bersujud kepada Adam. Sejak dari dulu yang menyebabkan manusia ini hancur adalah rasa sombong dan dendam, seperti halnya iblis, seperti apa yang dikatakan nenek tadi.&lt;br /&gt;“Tidak Umar,” teriak Win. “Aku tidak peduli semua, kalau perlu semua akan kuhancurkan, aku hanya mau Keluarga Langit hancur karena mereka telah mengambil hak keluarga kita dan aku dendam kepada mereka, mereka membunuh keluargaku, aku mau bunuh mereka semua, aku mau…aku mau… aku lebih baik dari mereka….” sambil bangkit dari duduknya dan berbicara dengan tersengal-sengal menumpahkan semua kemarahannya dengan berteriak-teriak.&lt;br /&gt;“Win, tenang kau, ini rumahku, jangan bikin malu kau,” tegur Umar secara berbisik keras sambil menarik tangan Umar untuk segera duduk kembali dan menenangkan diri.&lt;br /&gt;“Tenang sobat, tenang, kita teman bukan,” lanjut Umar menenangkan Win.&lt;br /&gt;Win terlihat mengatur nafasnya yang tersengal-sengal, sebentara ia sudah bisa mengendalikan emosinya. Memang wataknya sulit berubah, mungkin ini terjadi hampir kepada semua korban konflik yang ada di dunia ini, perkembangan korteks yang tidak normal dan menimbulkan gangguan emosional. Ini pulalah yang nantinya pada daerah konflik itu akan besar potensi konfliknya karena mereka sudah sedemikian rupa telah dibuat menjadi orang yang bersifat reaksioner dan pendendam. Perlu ada sebuah penanganan khusus bagi anak-anak korban konflik, Umar merupakan contoh mata bagaimana ia bisa keluar dari trauma konflik, adanya kasih sayang dari kedua kakek neneknya. Sehingga ia mampu untuk keluar dari lingkaran itu.&lt;br /&gt;Hati Umar ingin sekali bisa menyadarkan Win bahwa apa yang ia lakukan adalah salah, bahwa ia akan dijadikan korban dan semua yang ia kumpulkan akan musnah seperti halnya dengan  mudah ia mendapatkannya. Ketika istrinya memanggil Umar untuk makan malam, maka Umar lantas mengajak Win untuk makan malam bersama keluarganya yang telah menunggunya. Sejenak Win dan Umar melupakan semua hal yang mereka berdebatkan, mereka membicarakan hal-hal lain berkenaan dengan keluarga Umar, anaknya yang baru bisa menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, istrinya yang kesulitan ke pasar karena tersesat, Umar yang sungkan dengan wanita-wanita Indonesia yang terlalu ramah dan masih banyak hal lain. &lt;br /&gt;Namun sesekali terlihat bahwa wajah Win terbersit kesedihan yang selalu dicoba ditutupinya ketika datang, ia ingin menunjukkan bahwa ia juga bahagia dengan hidupnya. Ia menceritakan istrinya yang kini sudah terkenal, sebagi figure masyarakat, masuk ke dalam kalangan artis dan elit. Istri Umar yang bernama Anisah itu mungkin tidak dapat melihatnya, tapi Umar jelas dapat melihat perubahan wajah pada sahabatnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-4172814785407255000?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/4172814785407255000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=4172814785407255000&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/4172814785407255000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/4172814785407255000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/02/gamang-memberi-arti.html' title='Gamang Memberi Arti ?'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-8562850903509205425</id><published>2009-01-26T12:48:00.005+07:00</published><updated>2009-01-31T11:05:14.418+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah dan Sastra'/><title type='text'>Ketika Egoisme Menjadi Tuhan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagian pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehilangan anaknya bagi Win merupakan sebuah pukulan yang terberat dalam hidupnya, sejumlah harapan bagi anaknya sudah ada di dalam bayangannya, bahkan sebelum anaknya lahir ke dunia yang menurutnya penuh dengan ketidakadilan ini.&lt;br /&gt;Semenjak ia kehilangan anaknya ia selalu menyalahkan Tuhan dengan berbagai cara, ia tidak menerima Tuhan dengan seenaknya saja merenggut anaknya darinya. Sampai-sampai ia berpikir bahwa Tuhan adalah bodoh karena telah menciptakan semua makhluknya tapi hanya untuk disakiti, hanya untuk diperlombakan mana yang baik dan mana yang benar, yang buruk hanya akan masuk neraka dan yang baik hanya akan masuk syurga. Menurutnya ini adalah  permainan bodoh yang diciptakan Tuhan. “Tuhan telah menghina makhluk ciptaanNya sendiri, Tuhan tidak adil, ia tidak sayang kepada ciptaannya” gumamnya dalam hati karena saking kesalnya terhadap yang namanya Tuhan tersebut.&lt;br /&gt;Semenjak itu ia berjanji bahwa ia akan melawan Tuhan, ia sekarang sudah tidak peduli lagi mana yang benar dan mana yang salah, yang menurut persepsinya benar maka itu yang akan dikerjakannya.&lt;br /&gt;Win akhirnya menjadi manusia yang amat pragmatis, betul-betul pragmatis, tidak ada lagi yang menjadi pegangan hidupnya dalan menjalani kehidupan ini. Baginya yang penting kalau semua keinginannya tercapai.&lt;br /&gt;Yang menjadi keluarga tersebut semakin hancur adalah ternyata istrinya, Wan Azizah atau yang seringkali dipanggil Wan, yang juga mengikuti jejak dari suaminya, yang dahulunya selalu mengikuti perintah Tuhan sekarang ia menjadi perempuan bebas yang ingin  menjalankan semua yang diinginkannya. &lt;br /&gt;Namun kerap kali mereka bertengkar bukan karena cemburu ketika suaminya main dengan perempuan lain atau sebaliknya, mereka mempertengkarkan baik atau buruknya kegilaan mereka, mereka mempertengkarkan bagaimana caranya mencapai tujuan kegilaan mereka itu.&lt;br /&gt;“Abang harus tahu kalau abang mau main dengan perempuan harusnya abang kasih tahu saya,” kata Wan.&lt;br /&gt;“Loh, untuk apa saya kan bebas melakukan hubungan dengan siapapun, lagian kalau saya katakana sama kamu maka yang ada kamu akan marah, kamu akan cemburu, hidup kita semakin pusing,” jawab Win.&lt;br /&gt;“Bukan itu Bang, kalau saya tahu siapa perempuannya maka saya akan lebih mudah mencari target laki-laki lain yang akan saya tiduri, minimal suami perempuan dari yang abang tiduri itu yang akan saya dekati,” ujar Wan dengan senyuman nakal setan dibibirnya.&lt;br /&gt;“Astagfirullah, he salah…he he. Wan…Wan… kamu ini ternyata lebih gila dari aku ya, okelah Wan, Tuhan memang tidak pernah mencintai ciptaannya jadi kenapa kita harus mencintai ciptaannya juga. Peduli setan dengan anak-anak mereka, peduli setan dengan kehidupan mereka, yang penting kita nikmati hidup ini. Wan, jangan lupa pakai pelindung ya kalau kau sedang kesetanan dengan laki-laki lain, biar aman.. ha ha ha,” tawa laki-laki aneh itu yang sudah menyerupai iblis.&lt;br /&gt;Keluarga ini kini sudah tidak memperdulikan lagi mana yang baik dan benar, mereka hanya tahu satu hal, mencapai semua hasrat mereka, tidak peduli itu baik atau salah karena bagi mereke sudah tidak ada lagi yang namanya agama, bagi mereka Tuhan itu tidak adil, bagi mereka Tuhan itu bodoh.&lt;br /&gt;Sampai suatu saat Win bertemu dengan seorang wanita yang amat cantik parasnya. Bagi Win ia menjadi penasaran karena ketika menggunakan jilbab sungguh cantik perempuannya itu, lantas ia membayangkan bagaimana kalau perempuan itu tidak memakai baju sehelaipun. Dalam pikirannya ia membayangkan tubuh wanita itu yang sintal, buah dadanya yang ideal, bokongnya yang pasti akan memuaskan hasratnya, betisnya yang menandakan kenikmatan bagian perempuannya, bahkan kulitnya yang kuning langsat keputihan itu semakin membangkitakan gairah setannya yang sudah menghancurkan banyak keluarga itu. &lt;br /&gt;Gairahnya semakin memuncak ketika ia mengamati wajah wanita itu, bibir yang ranum tidak terlalu tipis dan tebal serta kemerahannya alami, pipinya yang memerah, raut wajahnya seperti daun sirih, hidungnya yang bangir, matanya seperti mata kucing yang menusuk orang-orang yang ditatapnya, sejadi-jadinyalah laki-laki itu menjadi tergila-gila.&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum,” sapa Win. Perempuan itu lantas menatap Win kemudian menundukkan kepalanya dan menjawab “Wassalammu’alaikum, maaf anda siapa dan apa yang bisa saya bantu suami saya sedang menunggu saya di depan,”. &lt;br /&gt;Win bergumam dalam hati “Huh, siapa lagi-laki yang beruntung itu, andai saja aku bisa membunuhnya,”. Kemudian ia menjawab “Oh, tidak saya hanya kagum dengan kecantikkan anda, saya hanya ingin mengenal anda lebih dekat lagi. Kalau tidak keberatan nama anda siapa dan apa pekerjaan anda ?”. &lt;br /&gt;“Nama saya Nurul Azizah, panggil saya saja Nur, saya bekerja sebagai seorang dokter di Rumah Sakit,” jawab Nur.&lt;br /&gt;Mendengar pekerjaan Nur, Win menjadi senang karena ia merasa ada kesempatan untuk merusak wanita ini, karena masih ada kesempatan untuk dapat bertemu lagi dengan perempuan cantik itu. Lantas ia bertanya kembali dengan sopan “Alhamdulillah, saya sedang mencari-cari seorang dokter yang kiranya bisa mengobati penyakit kronis saya, sampai saat ini saya belum menemukan seorang dokterpun yang cocok, siapa tahu kita berjodoh, kalau boleh tahu dimana Rumah Sakitnya. Perempuan itu kemudian memberika sebuah kartu nama dari dompetnya dan kemudian berkata “Maaf, itu suami saya sedang di depan, saya harus segera berangkat, silahkan Bapak datang ke kantor saya.”&lt;br /&gt;Hari ini Win begitu senang karena ia mendapatkan mangsa baru, ia pulang dengan bersiul-siul bahkan janjinya dengan perempuan selingkuhan yang akan ditidurinya ia batalkan karena ia begitu senang hari ini. Sampai di rumah ia melihat istrinya sedang tidur, ketika melihat istrinya ia teringat perempuan itu dan hasratnya menjadi tinggi, ia pun lantas mulai menggangu istrinya untuk kemudian menidurinya. Wan menjadi kaget karena Win begitu bersemangat hingga Win dan Wan melakukan hubungan suami istri itu dengan dahsyat. Walau bagi orang pintar dapat melihat bahwa sebenarnya persetubuhan itu adalah antara Win, Wan yang dibayangi oleh Nur dalam pikiran Win. &lt;br /&gt;Setelah itu ia menceritakan kepada istirnya bahwa ia telah menemukan gadis pilihan korbannya saat ini dan menurutnya perempuan itu membuatnya menjadi gila karena ingin meniduri tubuh cantiknya itu. Wan di dalam hati merasa sedih karena setelah menidurinya suaminya malah menceritakan wanita lain, tapi ia hanya tertawa dan kemudian mengingatkan suaminya agar tidak lupa menanyakan nama suami dan pekerjaannya agar ia bisa mendekati suaminya.&lt;br /&gt;Win kemudian menyadari bahwa ia harus mengarang sakit yang akan dideritanya, ia menjadi bingung karena kalau berhubungan dengan seorang dokter maka ia tidak akan bisa berbohong tentang penyakitnya ini. Tapi kemudian ia terigat dengan wanita cantik yang tidak jadi ditidurinya karena terkena penyakit menular TBC, tanpa pikir panjang ia kemudian mendatangi wanita itu dan menidurinya. Lantas ia menunggu selama beberapa minggu dan didapatinya tubuhnya yang sehat itu kini sudah terasa agak lemah dan mulai batuk-batukkan, mulai melemah. Ia tersenyum dengan rasa sakitnya lantas ia pun pergi menuju rumah sakit yang dokternya perempuan idamannya itu.&lt;br /&gt;Sesampai di rumah sakit ia langsung mendaftar dan menanyakan kalau ia ingin ke dokter yang nernama Nur Azizah, ia pun akhirnya mendapatkan no urut untuk dapat memeriksakan kesehatannya kepada dokter Nur tersebut. Akhirnya gilirannya tiba, ia menemukan dokter itu sedang berbincang dengan asistennya seorang laki-laki muda yang tampangnya cukup menarik. Melihat Win datang Nur lantas menyuruh asistennya itu untuk mengambilkan sesuatu. “Selamat datang Pak Win, saya masih ingat anda, anda sakit apa?”, tanyanya. Kali ini terlihat Nur lebih berani memandang wajah Win yang memang menggoda setiap perempuan yang menatapnya. Win yang melihat perubahan dari Nur menjadi semakin menjadi-jadi keberaniannya, “Maaf Nur, saya sudah batuk-batuk seperti ini sejak tahunan, menurut beberapa dokter saya terkena TBC tapi sudah saya coba berobat tetap saja tidak sembuh-sembuh walau tubuh saya masih kuat sampai saat ini. Mendengar hal tersebut Nur segera memeriksa Win dengan cermat dan seksama. &lt;br /&gt;Win betul-betul menikmati ketika Nur memeriksa seluruh tubuhnya, ia merasa dirinya berada ditempat lain dan membayangkan dirinya meniduri Nur, sungguh ia memang sudah menjadi gila. Setelah itu Nur terlihat menuju ke kamar mandi yang ada diruangannya, dengan cepat Win mengikutinya dan tanpa sengaja ia melihat Nur membuka hijabnya dan jas dokternya, terlihat olehnya pakaian ketat di dokter dengan rambut panjang terurai dan leher yang jenjang. Namun matanya tidak lepas dari tattoo pada belakang lehernya seperti sebuah mata yang memandang  dirinya. Ia kemudian teringat dengan lambing Illuminati, sebuah lambang organisasi rahasia milik organisasi terjahat saat ini yang kerap kali membuat kekacauan di dunia ini. &lt;br /&gt;Tiba-tiba Nur membalikkan dirinya dan melihat bahwa Win sedang menatapnya, Win menundukkan kepalanya. Anehnya tiba-tiba Nur memanggil dirinya untuk mendekatinya dan tanpa panjang lebar mereka pun melakukan hubungan suami istri di kamar mandi itu. Win yang terkaget-kaget itu lantas tiba-tiba menjadi bergairah kembali dan betul-betul memuaskan hasratnya dan perempuan gila itu. &lt;br /&gt;“Nur, saya kira kamu perempuan yang taat agamanya karena kamu menggunakan jilbab,” ujarnya ketika mereka kembali ke meja setelah hasrat mereka berdua telah dilepaskan. &lt;br /&gt;“Ha ha Win, saya memakai jilbab ini hanya sebagai kedok ketika saya berhadapan dengan orang-orang yang fanatic, bagi saya jilbab ini hanya menutupi kebobrokan saya, menutupi hedonism saya, menutupi hasrat saya kepada kamu ketika pertama kali melihat kamu. Oh ya, jangan lupa minum ini ya selama sebulan dan jangan berhenti” jawabnya.&lt;br /&gt;“Ha ha, saya membayangkan kalau saya akan kesulitan dalam mendapatkan kamu, baiklah. Oh ya, tanda apa di belakang lehermu dan kapan bisa ketemu lagi ?” tanya Win.&lt;br /&gt; “Oh, itu tanda saya ikut organisasi Illuminati, dan dengan jilbab ini juga saya bisa menutupinya, mau ikutan Win ?” jawabnya. “Huh, banyak Tanya sekali orang ini, mungkin dia tidak tahu bahwa tingkatan tertinggi dari organisasi ini adalah tato di tenguk saya, kalau saja dia tahu siapa saya tentu ia akan takut dengan saya,” gumamnya dalam hati.&lt;br /&gt;Dalam hati Win berkata “Hmm, benar ia ikut Illuminati,”. “Baik lah saya mau coba ikut saya sekarang benci dengan Tuhan, bagi saya Tuhan itu tidak adil, rasanya orang-orang Illuminati bisa terima itu kan,” ujarnya.&lt;br /&gt;“Hmm, rasanya orang bodoh seperti anda, yang hatinya penuh dendam tidak akan bisa jadi pimpinan, anda paling hanya bisa menjadi pion. Rasanya tidak mungkin anda membuat kehancuran di dunia ini untuk kepentingan membangun peradaban baru kami kalau ada dendam, bodoh. Kami saja yang menciptkan dendam tidak pernah memasukkan ke dalam hati kami, bagi kami dendam itu adalah alat untuk menjadikan kalian dalam perang sehingga kami akan ambil keuntungan dari perang itu. Dan kamu sekarang sudah dalam genggaman saya, penyakit kamu akan saya control. Sedangkan saya imun dengan berbagai penyakit karena ada obat khusus untuk kami yang tidak akan kamu dapatkan…ha ha ha ” gumamnya dalam hati. Lantas kemudian ia berkata “Ia Win sayang, kamu betul memang Tuhan itu tidak adil makanya kami ada organisasi ini untuk membuktikan bahwa kitalah Tuhan itu, dan mereka saat ini sudah dibodoh-bodohi dengan yang namanya agama, mereka sudah kehilangan akalnya. Kamu bisa masuk ke organisasi kami,”&lt;br /&gt;Win akhirnya mengikuti organisasi tersebut, ia mendapatkan banyak ilmu lagi bagaimana menghancurkan sebuah peradaban manusia dan membangun peradaban baru sesuai dengan keinginan dari dirinya dan organisasinya. Sungguh ia semakin tenggelam dengan kebenciannya kepada Tuhan. Sampai-sampai ia beranggapan bahwa Tuhan itu adalah seperti dirinya, yang bisa dilawan, yang bisa disakiti. Dan makhluk lainnya adalah makhluk bodoh karena masih mempercayai dengan adanya Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagian kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Win yang sebenarnya bernama lengkap Erwin Abdullah itu kini sudah mulai mahir dalam menguasai berbagai pengetahuan untuk dapat menggerakkan massa sesuai dengan keinginannya, pandai dalam mengangkat berbagai isu untuk kepentingan organisasi, semuanya dia dapat dari Illuminati.&lt;br /&gt;Win sekarang sudah berubah dari seorang yang membenci Tuhan perorangan, kini sudah bergabung dengan pembeni-pembneci Tuhan lainnya, bahkan ia dengan cepat mendapatkan kepercayaan untuk selalu memimpin sebuah operasi yang bertugas membuat cheos dalam sebuah daerah.&lt;br /&gt;Keahliannya dilengkapi dengan kevulgaran dalam organisasi tersebut yang tidak lagi memperdulikan batasan antara laki-laki dan perempuan, sehingga siapapun dapat berhubungan dengan siapapun tanpa peduli lagi. Win benar-benar mendapatkan syurganya disana, ia melihat bahwa organisasi ini benar-benar telah melanggar setiap batasan yang telah di atur oleh Tuhan dari agama manapun yang ia ketahui. Ia benar-benar bisa melakukan hubungan dengan Nur kapanpun dan dimanapun ketika hasrat mereka timbul. Dan yang lebih membahagiakan Win ternyata Nur memprioritaskan dirinya dalam hal apapun, ntah itu materi maupun fasilitas lainnya. Ia dapat menyalurkan hasratnya untuk menghancurkan peradaban manusia ini sesuai dengan hasrat dan kini menjadi hobynya.&lt;br /&gt;Sedangkan istrinya ikut dalam jaringan tersebut dalam level yang lebih rendah lagi akan tetapi dengan tugas yang amat buruk lagi, istrinya menjadi ikon untuk kebebasan yang bertopengkan kedamaian, Wan kini menjadi agen perubahan menuju kebebasan tanpa batas dengan mengatasnamakan kemanusiaan. Kebebasan yang mencoba untuk memperjuangkan hak-hak individu seorang manusia dalam tanpa memperdulikan akibatnya terhadap masyarakat dan di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;Suatu saat tiba-tiba Nur memanggil Win dengan ke rumahnya, bila ini terjadinya biasanya Nur ingin memberikannya tugas khusus kepadanya dan mendiskusikan terlebih dahulu untuk mencapai tujuan dari tugasnya tersebut.&lt;br /&gt;“Win, aku punya tugas baru untuk kamu, keluarga si A yang selama ini selalu dalam keadaan kacau tampaknya sudah mulai berdamai. Dan kebetulan kamu dekat dengan keluarga tersebut,” Nur buka bicara.&lt;br /&gt;“Keluarga siapa Nur ? Terus apa hubungannya dengan aku dan tugasku apa?” ujar Win.&lt;br /&gt;“Ini adalah sebuah keluarga yang bisa berpotensi dapat menghancurkan tujuan organisasi kita di daerah sana, mereka adalah keluarga yang pada awalnya amat teguh dalam memegang agama bodohnya, dan ini sudah terkenal sejak puluhan tahun silam. Sebenarnya kami sudah berhasil untuk membuat cheos keluarga tersebut dengan berbagai cara, namun kini sepertinya ada kejenuhan dalam keluarga tersebut untuk bertempur terus, dan mereka tampaknya mulai berdamai, kita harus dapat membuat cheos lagi Win,” kata Nur.&lt;br /&gt;“Wah itu berikan saja kepada saya tugas itu Nur, saya amat menyukai tugas ini, tapi kenapa kamu bilang mereka dekat dengan keluargaku ?,” tukas Win memotong percakapan Nur.&lt;br /&gt;“Win, sabar, saya belum selesai. Mereka adalah bagian dari keluarga kamu, sejak lama kami sudah memperhatikan bahwa kamu adalah dapat menjadi potensi bagi kami, dan ternyata kamu lebih hebat dari perkiraan kami semua. Kamu memang sudah benar-benar benci dengan yang namanya Tuhan. Ini adalah keluarga besar Cahaya, bukankah kami bagian dari keluarganya ?” tanya Nur.&lt;br /&gt;“Hmmm…iya, memang keluarga yagn terkenal itu adalah bagian dari keluarga saya,” kata Win singkat. Lantas ia terdiam, “Huh, kenapa saya harus menghancurkan keluarga saya, walau saya hancur seperti ini tapi apakah saya sanggup untuk menghancurkan mereka kembali. Padahal mereka baru saja berdamai semuanya. Mereka baru saja bisa saling sapa dengans senyum dan bisa menikmati hidupnya dengan baik. Huh, saya jadi teringat anak saya yang mirip dengan eyangnya….,” ujar Win dalam hatinya.&lt;br /&gt;Nur yang melihat gelagat Win itu melihat ada keraguan dari hatinya Win, lantas ia dengan serta merta mendekati Win dan menciumnya untuk kemudian mengajaknya ke hubungan yang selalu mereka sukai itu. Win yang sedang gundah tersebut sesaat melupakan apa yang dipikirkanya dan mereka pun bergulat untuk mencapai hasrat mereka masing-masing. &lt;br /&gt;Win dan Nur memang tidak pernah bosan melakukan hubungan gila ini, ntah ada setan apa dalam diri mereka masing-masing berdua, jika bertemu pasti mereka akan seperti itu terus.&lt;br /&gt;Rupanya Nur menyadari bahwa Win akan lebih mudah diajak mengikuti keinginannya setalah mereka melakukan hubungan intim tersebut.&lt;br /&gt;“Gimana Win Sayang…dengan tugas yang tadi, aku tahu mereka adalah keluargamu, tapi bukankah kita tidak pernah mengenal yang namanya kebenaran yang bodoh, agama, keluarga, karena ini adalah kebodohan-kebodohan yang hanya membuat kita tidak mampu berbuat tegas, dan membangun dunia baru sesuai dengan keinginan kita semua,” bisiknya ke Win lembut. “Win, Win, kau harus mau, memang kau memuaskan aku, tapi kalau kau tidak mau maka aku harus menyingkirkanmu, peyakitmu memang sepertinya sudah sembuh tapi aku masih memelihara 1 ekor virus lagi yang kemudian akan berkembang biak dalam tubuhmu” kata Nur dalam hatinya.&lt;br /&gt;Win terlihat tertidur pulas ketika Nur mengatakan hal tersebut, ia pura-pura tidur, rupanya ia mencoba memikirkan dengan tenang apa yang dibisikkan wanita idamannya itu.&lt;br /&gt;“Vanesia, ayahmu disuruh menghabiskan keluarga kita sendiri, apa yang harus ayah lakukan. Semua yang ayah lakukan sampai ayah seperti ini karena ayah begitu membenci Tuhan kita yang telah membawa kamu dari sisi Ayah. Haruskan ayah menghancurkan keluarga ayah sendiri…”, katanya dalam hati.&lt;br /&gt;Win membalikkan tubuhnya dari Nur, seolah-olah dalam pura-pura tidurnya ia membutuhkan ruang lagi untuk dapat memikirkan tugas barunya, dan ia tidak ingin melihat Nur melihat air matanya tumpah memikirkan tugas barunya itu. Dan ia pun tertidur ketika memikirkan hal itu terus.&lt;br /&gt;Win memang adalah sosok yang amat mencintai keluarganya, walau ia menghancurkan keluarga orang lain tapi ketika ia disuruh menghancurkan keluarganya sendiri, ini merupakan hal yang berat dalam hidupnya karena sebenarnya keluarganya sudah membesarkannya dengan kasih sayang.&lt;br /&gt;Keesokkan paginya ketika ia bangun dari tidurnya, dilihatnya wanita idamannya masih tertidur dengan tanpa memakai sehelai benangpun sehingga kecantikkannya terlihat dan kembali membangkitkan hasrat Win. Tapi kemudian ia teringat tugas yang diberikan oleh Nur, ia mengurungkan niatnya untuk kembali mengganggu Nur, yang sebenarnya Nur juga suka kalau ketika paginya kembali melakukannya.&lt;br /&gt;Ia melangkahkan kakinya ke kamar mandi, dan melihat dirinya dalam kaca tersebut. “Vanes, apa yang harus ayah lakukan ?” ujarnya. Kemudian ia mandi dan kemudian pulang menujua ke rumah, dalam perjalanan pulang ia berpikir mungkinkah ini ia lakukan. Terjadi perang besar kembali dalam dirinya seperti ketika anaknya pergi meninggalkannya.&lt;br /&gt;“Tuhan kau tidak adil, anakku kau ambil, gara-gara kau aku masuk dalam organisasi yang melawanMu. Sekarang aku mendapat tugas untuk membuat berantakkan keluargaku yang baru saja damai ini. Tuhan kenapa engkau menimpakan ini semua kepadaku ? Ketika Engkau menghilangkan kebahagiaanku, kini aku juga harus menghilangkan kebahagiaan keluargaku melalui tanganku. Kenapa harus aku ? Kenapa ? Apakah kau menantangku seperti engkau menantangku dengan mengambil anakku dari sisiku ? Jawab Tuhan, Jawab….,” teriaknya dalam hati. Tiba-tiba air matanya tumpah dan ia pun menangis sejadi-jadinya dengan nanar mata yang marah sambil mendongakkan kepalanya. Mata yang penuh dendam, mata yang penuh keamarahan, mata yang penuh dengan kesedihan dan mata yang penuh kesinisan.&lt;br /&gt;Setelah sampai ke rumah ia mengganti bajunya dan keluar lagi. Hari ini berencana akan menghabiskan waktunya untuk melakukan semua apa yang membuatnya senang, semua yang tidak disukai oleh orang lain, semua yang dilarang oleh Tuhan.&lt;br /&gt;Keesokkan harinya ia datang kepada Nur dengan wajah yang lebih sinis dan kejam lagi, fase kedua dalam hidupnya menuju kebencian kepada Tuhan sudah ia lewati. “Nur, aku siap dengan tugas mu,” sesampai ia di ruangan Nur bekerja di rumah sakit. &lt;br /&gt;Nur tersenyum, kemudian berkata “Wah, itu baru pemimpin baru dari peradaban baru,”. Walau dalam hati Nur bergumam “Iya lah aku tau kau pasti mau, kau penuh dendam, kau akan selalu jadi pionku yang paling aku andalkan, egomu terlalu besar dengan dendammu,”. “Oh ya Win, nanti malam kita diskusikan di rumahku ya tentang strategi yang akan kita atur, ada tamu ku kamu keluar dulu ya, sampai nanti malam,” katanya ketika masuk seorang laki-laki muda yang berwajah menarik.&lt;br /&gt;Malam harinya kembali Win ke rumah Nur untuk mendiskusikan permasalahan penghancuran keluarganya sendiri. Ketika mereka akan membahasnya Nur memberikan beberapa dokumen tentang Keluarga Cahaya, nama keluarganya tersebut dan upaya-upaya yang sudah dilakukan untuk dapat menghancurkan keluarga tersebut. Ketika membacanya Win terlihat mengerutkan keningnya karena ia melihat bagaimana ternyata penghancuran keluarganya dilakukan secara sistematis, “Sungguh ini adalah sebuah pekerjaan yang benar-benar luar biasa,” ujarnya dalam hati.&lt;br /&gt;Ketika ia asik membaca dokumen-dokumen itu Nur memasak makan malam, mempersiapkan dirinya secantik mungkin dengan wangi-wangian dan pakaian yang memperlihatkan kecantikan tubuhnya.&lt;br /&gt;Win pun lantas menuliskan strategi barunya untuk dapat menghancurkan keluarganya, ia menuliskan di papan tulis yang ada pada ruang kerja tersebut “Hal yang pertama kali dilakukan adalah kembali mengadudomba keluarga tersebut dengan harta, mereka yang keakuan terlalu tinggi dari bagian-bagian keluarga tersebut dan mereka yang memegang teguh ajaran agamanya. Hal yang kedua, menghancurkan moral dari mereka karena selama mereka dekat dengan agama maka semakin sulit mereka untuk dihancurkan, karena inilah kunci mereka memang begitu ditakuti sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ketiga, harus bisa menanamkan bibit-bibit dendam kepada generasi keduanya, tentunya ini akan menjaga kesuburan konflik di antara mereka.”&lt;br /&gt;Ketika Nur memasuki ruang kerjanya ia hanya tertawa dalam hati membaca tulisan Win itu, “Ha ha Win, Win apa yang kau tulis itu adalah benar sekali dan kami sudah melakukannya dengan keluargamu dalam beberapa puluh tahun ini, sehingga kami mengambil banyak keuntungan dari kebesaran nama dan kekayaan keluarga kamu itu, tapi yang kami butuhkan adalah actor utamarnya, dan kamu sadar tidak sadar adalah actor yang sudah kami persiapkan…he he, tapi rasanya kita perlu diskusi lebih detail, karena sepertinya banyak actor baru juga yang ada pada keluargamu”. &lt;br /&gt;“Wah, hebat Win sayang, strategi mu ini luar biasa, rasanya kita bisa jalankan ini dengan baik. Jenius kau sayang…” rayu Nur. &lt;br /&gt;Win kemudian kaget melihat Nur, kemudian ia tertegun dengan pakaian Nur yang demikian seksi itu serta wanginya yang kembali membangkitkan gairahnya. “Iya Nur, sinilah temani aku,” jawabnya.&lt;br /&gt;Nur dengan gatalnya mendekati Win, akhirnya mereka bergulat kembali. &lt;br /&gt;Setelah itu terlihat Nur begitu bersemangat untuk membahas strategi yang dituliskan Win itu. &lt;br /&gt;“Win, menurut kamu bagaimana caranya bisa mengadudomba keluarga kamu itu ?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Ha ha, gampang Nur, keluarga kami memang besar tapi masing-masing dari keturunannya atau belahannya satu sama lain suka tidak akut, egoism kami suka sama-sama tinggi. Makanya sebenarnya inilah yang membuat kami akhir-akhir ini terus bertengkar karena memang kami tidak mau kalah. Ada belahan saudara kakekku yang bernama Merah, mereka itu paling tidak mau rugi, apalagi dalam bisnisnya, bahkan kadang kalau mereka tidak segan mengorbankan keluarga lainnya yang penting bisnisnya untung besar,” cerita Win.&lt;br /&gt;Win kemudian menceritakan seluruh rahasia keluarganya, belahan Naga yang keturunan gila kekuasaan, belahan Pedang yang amat suka berperang, belahan Putih yang terkesan netral sesuai dengan kebutuhannya dan terakhir belah hijau yang memegang moral agamanya dengan amat teguh. Win juga menceritakan bahwa ia berasal dari belahan putih, belahan putih ini menurut Win terkadang bergabung dengan belahan yang menurutnya menguntungkan sehingga belahan ini banyak berhubungan dengan berbagai belahan karena masing-masing keturunannya pasti ada ikut dalam belahan lain.&lt;br /&gt;Mendengar hal tersebut Nur dengan senyum manjanya merasa senang mendengarkannya,”Mmmhh, dulu kami menggunakan actor dari belahan Naga, tapi mereka rasanya kurang berhasil karena gabungan mereka dengan belahan Pedang kini terpecah, dan mereka sekarang kalah dengan belahan Merah juga tidak bisa mengancam lagi belahan Hijau. Memang tepat rasanya sekarang menggunakan belahan Putih karena dampaknya sepertinya akan dapat lebih menghancurkan keluarga pengacau ini…ha ha ha,” gumamnya dalam hati Nur. &lt;br /&gt;“Win, terus apa yang akan kamu lakukan untuk dapat mengadudomba mereka semua, agar mereka hancur dan tidak lagi menjadi penghalang bagi membangun peradaban baru kita ?” Tanya Nur.&lt;br /&gt;“Begini sayang, saya sudah lama hidup dalam keluarga ini. Sesungguhnya dalam hati mereka itu masih ada perasaan saling bersaudara yang tinggi, ini akan dibuktikan ketika mereka dalam kesulitan, bagian dari belahan itu tidak bisa melihat keluarganya dalam kesulitan. Ini semua karena mereka tidak mau kehormatan keluarga mereka hancur, bagi mereka ini hal utama,” jawab Win. &lt;br /&gt;“Sepertinya yang harus kita lakukan pertama kali adalah menghilangkan kehormatan keluarga ini, dengan cara menghancurkan kebanggaan mereka, ini yang menurut saya harus pertama kali dilakukan. Biarpun mereka seperti ini tapi kalau agama mereka dihina mereka akan mempertahankannya. Jadi ini satu hal lagi selain kehormatan mereka adalah agama mereka, ini perlu kita hancurkan atau kita adudomba 2 golongan besar ini dari keluarga saya. Gimana menurut Nur ?”tanyanya.&lt;br /&gt;“Yah, untuk awal rasanya ini bisa dilakukan, 2 golongan ini akan kita panas-panasi terus, maka hal yang harus dilakukan rasanya adalah bagaimana caranya mendapatkan sebuah isu yang bisa membuat keluargamu itu terbelah menjadi 2, apa ya isunya…?” jawab Nur.&lt;br /&gt;“Gini sayang, kalau masalah kehormatan keluargaku mungkin kita bisa mengadunya dengan keluarga besar Langit, karena sebenarnya saingan kami, Keluarga Cahaya adalah Keluarga Langit. 2 keluarga besar ini sejak dari dulu bersaing,” ujar Win.&lt;br /&gt;“Hi hi, engkau betul Win, tapi masalahnya mereka sekarang sedang berbaikan. Itulah masalahnya, mungkinkah ini kita utak-utik lagi, karena sepertinya keluargamu sudah merasa jenuh dengan perangnya dengan keluarga Langit yang tidak berujung pangkal ini, rasanya keluargamu sudah mulai rasional atau kebanggaanya menjadi berkurang..ha ha ha” jawab Nur.&lt;br /&gt;“Bisa sayang, masih bisa, tapi perlu diingat bahwa sekarang ini yang menyebabkan keluarga kami menjadi seperti itu adalah belahan Merah dan Hijau, mereka berhasil mempengaruhi belahan-belahan lainnya. Jika belahan Merah meyakinkan bahwa perang ini malah membuat keluarga kita menjadi tidak sejahtera sedangkan belahan Hijau mengatakan bahwa keluarga Langit juga saudara seiman kita  dan mereka meyakinkan bahwa mereka telah melakukan pendekatan untuk keuntungan 2 keluarga di masa yang akan datang. Tapi Nur musti ingat bahwa belahan Pedang masih gusar dengan dendam-dendam yang bergelora dihati mereka, dan belahan Putih masih tersebar di berbagai belahan sehingga kekuatan mereka sebenarnya tidak bisa diperhitungkan, kami hanya punya jaringan di belahan lain” ujar Win.&lt;br /&gt;“Mmmhh, belahan Putih itu lah yang sekarang menurut analisa kami bisa kembali menggoyang perang antara 2 keluarga besar ini Win, walau belahan Putih tidak kuat tapi mereka mempunyai jaringan di belahan lain,  bahkan ada diantara anggota keluarga belahan Putih yang memegang peranan cukup besar di belahan lainnya” gumam Nur dalam hati. “Kemudian apa lagi sayang ?” tanya Nur.&lt;br /&gt;“Nah, sudah jelaskan sayang, kita harus bisa membangkitkan kehormatan keluargaku dengan dendam-dendam dengan apa yang dilakukan oleh keluarga Langit, dan kita juga harus mampu untuk bisa mengadu domba diantara sesama belahan pada keluargaku, utamanya belahan Merah dan belahan Hijau,” terang Win kembali.&lt;br /&gt;Tiba-tiba terdengar alunan lagu Metallica dari  HP Win yang berbunyi.&lt;br /&gt;Serta merta Win mengangkat HP nya dan berkata “Hallo,”.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Bagian ke tiga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdengar dari suara dibalik sana “Asslm, Win apa kabar ? Lama kita tidak jumpa, gimana kabar keluargamu Wan dan Vanes ?”&lt;br /&gt;“Wasslm, siapa ini ?” tanya Win.&lt;br /&gt;“Wah sudah lupa kau dengan saudaramu Umar ya..he he,” kata Umar di balik HP Win.&lt;br /&gt;“Ough, Umar. Mmmh, Wan baik-baik saja sekarang ia jadi seorang public figur Mar, tapi anakku Vanes sudah tiada, ia meninggal karena kecelakaan,” jawab Win Parau.&lt;br /&gt;“Innalillahi wa innalillahi rojiun, sabar Win, semua yang diciptakan Tuhan pasti akan kembali kepadanya, semua kita awalnya dari tiada, sabar ya Win,” kata Umar.&lt;br /&gt;Melihat Win terlihat sedih wajahnya Nur kemudian berbisik kepada Win “Siapa Win ?”&lt;br /&gt;“Teman ngaji aku dulu,” jawab Win sambil berbisik kembali, tiba-tiba terlihat matanya memancarkan kemarahan ketika Umar menyebut-nyebut Tuhan.&lt;br /&gt;“Umar, Tuhan mu itu tidak adil, semua dia renggut dari aku, engkau tahu aku kan, baru saja aku mereguk kebahagiaan dengan anakku dan tiba-tiba ia renggut dari aku. Aku sudah muak dengan kata-kata Tuhan,” tiba-tiba suara Win mengeras.&lt;br /&gt;“Win, Istigfar. Anak dan istri adalah cobaan untuk kita, lagian kita ini awalnya tidak ada Win, hanya kebesaran Tuhan yang menyebabkan kita sekarang ada, hanya kasih sayang Tuhan,” ujar Umar seperti menggurui Win.&lt;br /&gt;“Itu lagi, Tuhan itu bodoh Mar, kenapa Dia menciptakan manusia, apakah hanya untuk menunjukkan kesombongannya dengan memperlihatkan siapa yang baik akan masuk surga dan jahat masuk neraka, Tuhan sombong, Tuhan bodoh, Tuhan tidak adil,” teriak Win dengan emosi yang memuncak.&lt;br /&gt;Umar sedikit kaget dengan teriakan Win di ujung telponnya, sesaat ia menarik nafas dalam-dalam kemudian berkata “Win, Tuhan berhak untuk sombong karena memang ia yang ada, dan yang lainnya tiada. Tapi kalau engkau katakan Tuhan bodoh dan tidak adil, rasanya kamu kelebihan Win,” jawab Umar dengan suara yang agak berat.&lt;br /&gt;Nur yang juga kaget melihat teriakan Win, kemudian memeluk Win dan menenangkannya, karena kalau sedang marah biasanya dengan pelukan wanita Win akan lebih tenang lagi.&lt;br /&gt;“Coba kau pikir Mar, kalau manusia diciptakan untuk masuk ke neraka dan saling membunuh bukankah itu bodoh,” tukas Win cepat.&lt;br /&gt;Umar sempat terdiam dengan perkataan Win, kemudian berkata “Win, harusnya kau bangga diciptakan Tuhan dengan kondisi sekarang ini, kau sebenarnya sudah mirip dengan Tuhan walau kau bukan Tuhan. Kau diberikan kebebasan untuk berpikir, kau punya otak. Kau mau berbuat salah atau benar itu adalah keputusanmu. Bebas kau menentukan pilihan. Tuhan adil kan Win, Tuhan tidak pernah memaksakan apa yang dikehendakinya,” ujar Umar agak mengeras.&lt;br /&gt;“Naam, ana setuju, Tapi kenapa ia tidak memberikan hidayah kepada setiap orang, kenapa dia tidak mengislamkan semua orang, kalau ia sayang, bukankah Ia sanggup untuk itu atau Ia lemah. Dan yang paling membuatku gusar adalah Ia telah mengambil anakku yang baru saja menghirup dunia, kenapa tidak anak orang lain yang sudah besar saja,” jawab Win.&lt;br /&gt;“Wah, sudah gila anak ini,” gumam Umar dalam hati. “Win itulah yang aku katakan kita bukan Tuhan ada hal-hal yang Tuhan pegang kuasa sebagai ujian buat kita, dan ia mempunyai hak yang lebih untuk menentukannya, tapi tetap memberikan kita kebebasan untuk memilih. Dan kamu harus tahu Win perasaan adil itu relative, bagi mereka yang kaya hidup mereka akan menderita kalau mereka tidak punya kendaraan, tapi bagi orang miskin itu tidak penting yang penting mereka bisa makan, mereka bahagia. Win, ingat syukur Win. Dan itu pulalah yang menyebabkan Tuhan boleh sombong karena hanya dia yang tahu isi hati manusia. Win kau sudah sombong Win, kau sudah serupa dengan Iblis, Istigfar Win” jawab Umar agak lembut.&lt;br /&gt;“Tidak, aku akan tantang Tuhan kalau aku bisa hidup bukan di jalannya. Aku akan tantang Tuhan kalau aku sanggup menentukan hidup dan mati seseorang juga seperti ia mengambil anakku. Aku juga akan buktikan bahwa aku lebih baik masuk neraka menentangnya dari pada memuja-mujanya seperti orang bodoh,” kata Win lantang.&lt;br /&gt;Nur menoleh ke Win ketika mengatakan itu, dan dalam hati berkata “Huh, Win, jangan asal bicara kau, jangan terlalu dendam, aku jadi takut kau akan berlebihan dalam melakukan aksi nantinya,”&lt;br /&gt;Umar terkaget-kaget mendengar ulasan Win, dengan sedikit menahan amarah karena kesal ia berkata “Istigfar Win, kita ini makhluk lemah, melawan tsunami saja kita tidak bisa, belum nanti ketika kita mati dan dihadapkan di depannya, atau ketika kita masuk neraka. Istigfar Win, bolehlah kau tak takut neraka. Tapi asal kau tahu Win siksaan paling rendah dineraka itu seperti kita berdiri di batu bara sampai otak kita mendidih,” jawab Umar dengan suara parau.&lt;br /&gt;Win sedikit bergidik juga mendengar ucapan dari Umar. Sesaat ia teringat dengan pesan guru ngajinya tadi tentang bagaimana dikatakan bahwa api neraka itu panasnya jutaan kali dari panas api yang sekarang kita gunakan. &lt;br /&gt;“Ah peduli neraka,” katanya dalam hati. “Terserah kau lah Mar, tapi seperti yang kau katakan Tuhan kan tidak akan memaksakan kehendaknya, sekarang aku akan tantang Tuhan bahwa aku akan melakukan kerusakan di muka bumi ini, aku akan melakukan apa yang dilarangnya, aku mau tahu apakah ia bisa menghentikanku atau tidak,” kata Win.&lt;br /&gt;Sambil menghela nafas panjang Umar berkata “Wallahualambishowab, mudah-mudahan kamu mendapat hidayah dari Tuhan dan selalu dalam perlindungannya. Ya sudah Win, nanti kita lanjutkan lagi. Asslm”. “Win, Win, tidak usahlah kau tantang Tuhan. Bukan itu ukurannya kau menang dari Tuhan, kalau saja Tuhan seperti kau tentu Iblis Laknat itu sudah lama jadi debu dibakarnya. Kau sepertinya lama-kelamaan menjadi Iblis, tapi kau bukan Iblis malah seperti sampah bagi manusia,” katanya dalam hati.&lt;br /&gt;“Wasslm,” saut Win diujung telepon.&lt;br /&gt;Umar adalah teman Win ketika ia sekolah, mereka berdua menamatkan pesantren secara bersamaan, ketika Umar melanjutkan kuliahnya di Mesir, rupanya Win lebih tertarik melanjutkan kuliahnya di dunia filsafat di Denmark.&lt;br /&gt;Nur yang sejak dari tadi membelai-belai kepala Win dengan manja sepertinya ingin kembali melakukan pergulatan, dan terjadilah. Akhirnya mereka berdua tertidur kelelahan hingga keesokkan harinya.&lt;br /&gt;Seperti biasa, pagi-pagi sekali Win pulang ke rumahnya agar tidak terlihat orang banyak, karena bagi masyarakat sekitar Nur adalah sosok wanita muslimah yang amat dihormati dan dihargai, bahkan dianggap sebagai salah satu tokoh muslim yang terkenal darmawan dan ringan tangan dalam membantu setiap kesusahan kaum muslimin.&lt;br /&gt;Wan rupanya tidak pulang juga ke rumah malam itu, mereka memang sudah berjanji untuk tidak membawa perempuan lain atau laki-laki lain ke rumah mereka, biarlah ini menjadi rumah kenangan mereka berdua dengan Vanesia.&lt;br /&gt;Win pun mulai merancang jabaran strategi global yang telah disepakati tadi malam menjadi aksi-aksi dengan jadwal yang sudah tersusun serta actor-aktor yang bisa direkrutnya untuk memulai membangkitkan konflik antara Keluarga Langit dengan keluarganya dengan tujuan dapat menghancurkan keluarganya kelak dan ia bisa mengendalikan keluarga besarnya untuk kepentingan organisasi iblis yang bernama Illuminati.&lt;br /&gt;Kemudian ia memeriksanya sekali lagi, setelah ia yakin lantas ia menelpon anggota timnya dan actor-aktor pilihannya yang akan membantunya nanti. Ia merencanakan untuk melakukan pertemuan awal sebagai upaya untuk dapat menyamakan persepsi sekaligus mendengarkan masukan-masukan untuk kemudian melakukan pembagian tugas dalam memulai aksi gila mereka itu.&lt;br /&gt;Akhirnya ia membagi timnya itu menjadi beberapa kelompok dengan aksi yang bertahap. Ia membagi menjadi 4 bagian. Bagian Propaganda yang bertugas melakukan aksi propaganda, pengangkatan isu-isu dan wacana-wacana, terdiri dari kelompok media, kelompok masyarakat umum, kelompok pemuda dan mahasiswa, kelompok wanita, dan kelompok elit. Kemudian Bagian Perekrutan yang bertugas untuk dapat melihat actor-aktor baru yang bisa direkrut untuk menjadi bagian dari tim pada 2 keluarga untuk lebih mengkutubkan perseteruan sekaligus menjadi pemimpin ketika cheos sudah selesai. Lantas Bagian Umum yang bertugas untuk dapat membackup baik dari sisi administrasi maupun keuangan dan lain-lain. Terakhir, Sekretariat Khusus yang bertugas untuk dapat membantu koordinasi antara Win dengan anggota timnya atau hal-hal yang bersifat khusus dan rahasia.&lt;br /&gt;Perencanaan untuk tahapan pertama adalah tahapan sosialisasi yang kiranya dilakukan oleh Bagian Propaganda, ini dilakukan selama 1 tahun secara umum jika memungkinkan atau diam-diam secara bawah tanah, tahapan ini juga memungkinkan untuk melihat-lihat actor-aktor baru yang akan direkrut bagi peradaban baru mereka, yang tentunya harus mengetahui betul kemampuan dan loyalitas mereka. Tahapan kedua adalah tahapan perekrutan juga dalam waktu 1 tahun, dalam perekrutan aktornya harus diberikan ujian-ujian yang kiranya akan mampu untuk dapat mengetahui loyalitas dari actor tersebut, sekaligus memulai propaganda untuk melakukan perang fisik kecil-kecilan sebagai api-api kecil yang kemudian akan dibumbui dengan dendam-dendam lama konflik. Tahap ketiga, pemberian senjata kepada masing-masng actor yang sudah loyal untuk diberikan kepada tiap-tiap anggotanya untuk menciptakan cheos, namun Win berpesan kepada timnya aga cheos ini dapat dikendalikan sesuai dengan keuntungan mereka. &lt;br /&gt;Namun dalam catatan rahasia Win yang tidak diberikan kepada tim adalah bahwa pada tahun ke 2 sudah harus ada cheos dari keluarga Cahaya sebelum adanya cheos total. Win merancang agar dari cheos ini akan timbul pemimpin-pemimpin baru dari keluarganya yang nantinya akan mudah mengikutinya untuk mendirikan peradaban baru menurut versi gilanya itu. Setelah itu ia mengkoordinasikan dengan timnya dan juga mensosialisasikan system mereka dalam mengevaluasi, dalam berbagai cara baik menggunakan media maupun sesekali pertemuan langsung. &lt;br /&gt;Kemudian ia menuju ke rumah sakit tempat Nur bekerja untuk melaporkan apa yang sudah dikerjakan dan rancangan kegiatannya serta dokumen-dokumennya. Nur ketika mendengar laporan dari Win amat senang dengan ceritanya, ia bergumam “He he pionku sudah mulai bekerja, bagus Win, kami sebenarnya bisa tapi kami tahu kami butuh actor lokal, kamu memang pilihan yang tepat,”&lt;br /&gt;Waktu berlalu dan terus berlalu. &lt;br /&gt;Tahun pertama rencana yang dilakukan Win dikeluarganya  mendapatkan penentangan dari belahan merah dan belahan hijau dengan amat berat sesuai dengan perkiraannya. Memang ia tahu betul bahwa inilah permasalahan utamanya, belahan merah sudah tidak mau lagi hidup susah karena peperangan dengan Keluarga Langit dan mereka juga sudah melakukan kerjasama yang sudah menguntungkan, sedangkan belahan Hijau menganggap perang ini adalah perang yang sia-sia, utamanya menurut belahan itu keluarga Langit adalah saudara seiman bahkan mereka sudah melakukan berbagai kerjasama untuk dapat memajukan Agama mereka itu.&lt;br /&gt;Sedangkan belahan Pedang sudah dapat dikuasainya, karena mereka hanya bisa berperang, terlebih lagi mereka sedang ada masalah dengan belahan Merah yang biasanya membantu perekonomian mereka, begitu juga dengan belahan Naga yang memang sekarang sepertinya sudah dilangkahi wewenangnya oleh belahan Merah dan Hijau atas provokasinya. Untuk belahan Putih ia menggunakan kebesaran namanya yang kiranya dapat meredam mereka semua untuk dapat mengikutinya, namun masalahnya adalah Umar, yang terus melakukan perlawanan dengannya, bahkan ia terus mencari dukungan dari belahan-belahan lain di keluarganya.&lt;br /&gt;Bahkan si Umar inilah yang sepertinya menjadi lawan dari Win dalam setiap aksinya. Otak si Win berpikir keras apa yang harus dilakukan untuk ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagian ke empat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai langkah awal Win mencoba untuk mengetahui tentang Umar terlebih dahulu, yang nama lengkapnya adalah Umar Putih, nama Putih merupakan nama belakang dari keluarga besarnya. Sebenarnya Win juga ada gelar Putihnya dibelakang namanya, namun ia enggan menggunakannya karena ia merasa tidak leluasa bergerak bebas dengan nama keluarganya tersebut. Ketika ia melihat berkas Umar Putih dari database yang ada pada organisasi Illuminati yang amat lengkap dan selalu update tersebut.&lt;br /&gt;Sekilas ia teringat ketika pertama kali masuk dalam organisasi ini, ia diterangkan tentang lambang dari organisasi Illuminate, sebuah mata yang seolah-olah melihat semuanya, inilah yang menjadi sebuah tujuan dari organisasi ini bagaimana mereka dapat menguasai informasi untuk kepentingannya. Dan inilah yang tertera pada tattoo dari Nur teman tidurnya itu.&lt;br /&gt;Ketika ia menemukan dokumen tentang Umar ia terpesona dengan track record  dari Umar, saat ini ternyata ia sudah mempunyai 2 orang anak dan berhasil mengambil gelar Doktor di Universitas terkenal di Mesir. ternyata di Mesir ia mengikuti banyak organisasi yang salah satunya adalah Ikhwanul Muslim, yang menurut Illuminati merupakan salah satu organisasi yang harus dimusnahkan. &lt;br /&gt;Karena organisasi inilah yang pertama kali membuat permasalahan Palestina menjadi permasalahan dunia internasional dan menggalang dukungan bagi Negara-negara Arab. Bukan itu saja menurut organisasinya Ikhwanul Muslim ini merupakan salah satu organisasi berbahaya yang amat pintar menggalang masa dan mampu menarik simpati nasional dari mereka yang mengikutinya serta orang-orangnya juga mempunyai dedikasi yang kuat baik pekerjaan dan komitmen mereka terhadap organisasi. Bagi Illuminati gerakan organisasi ini lawan utama, karena mereka menggunakan pola yang hampir sama dengan gerakan mereka. Bedanya adalah Ikhwanul Muslim berusaha menggunakan nilai-nilai Ilahi untuk mencapat tujuannya sedangkan Illuminati sebaliknya. &lt;br /&gt;Organisasi ini lah yang sesungguhnya menjadi perusak setiap rencana bagi Illuminati untuk membangun peradaban baru yang lebih rasional dan tidak dibodoh-bodohi oleh pemikiran sempit dari agama-agama. Yang membuat orang menjadi begitu menurut dengan pimpinannya tanpa ada kebebasan, tidak seperti mereka yang bebas itu.&lt;br /&gt;Umar di Mesir menjadi Guru Teladan disana dengan nilai yang amat baik, bahkan ia menikahi anak dari salah satu Guru Besarnya yang kini sudah dibawanya bersamanya. Namun yang membuat ia bingung adalah ternyata nama Umar juga sebagai anggota kehormatan dalam Illuminati. Ketika ia mencoba akses ke situ ia tidak bisa memasukinya. Win tidak mengerti, dengan serta merta ia menelpon Nur.&lt;br /&gt;“Halo Nur, ini aku Win, aku mau bertanya kepadamu,” ujarnya.&lt;br /&gt;“Ya Win ada apa ?” tanya Nur terbangun dari tidurnya.&lt;br /&gt;“Nur, ketika aku membuka arsip di Illuminati aku menemukan bahwa saudaraku Umar juga mengikuti organisasi kita bahkan ia menjadi anggota kehormatan. Tolong beritahu aku yang sebenarnya,” ujar Win dengan sedikit agak kesal.&lt;br /&gt;“Sebentar ya Win, telpon rumahku berbunyi aku akan menjawabnya sebentar,” ujarnya. Mendengar hal tersebut Nur agak kaget bahwa Win bisa akses kepada informasi yang sebenarnya belum waktunya ia bisa mengetahui. Sesaat ia menelpon kepada stafnya yang bertugas untuk menjaga akses dari orang-orang yang bisa memasukinya, sebentar ia berbicara kemudian menutup telpon rumahnya. Kemudian cepat-cepat ia mengangkat telpon Win kembali.&lt;br /&gt;“Win sayang, bagaimana kau bisa masuk ke akses arsip itu, apakah kau menggunakan namaku ya,” tanyanya manja dan tegas.&lt;br /&gt;“Mmmh, iya, maaf aku tidak memberitahumu terlebih dahulu karena kepalaku sudah muak dengan makhluk yang namanya Umar,” jawab Win dengan sedikit perasaan bersalah dan kesal. Memang Win itu adalah manusia yang unik, kalau ia berbuat salah kemudian dikerasi maka ia akan menjadi lebih keras lagi, tapi kalau dilembuti ia akan sedikit melunak. Rupanya Nur sudah mengerti betul karakter dari Win. Sebuah karakter yang didapatkan dari anak-anak korban konflik yang kini sudah dewasa. Nur tahu betul bahwa anak-anak pada masa konflik mempunyai sedikit kelainan pada pertumbuhan otaknya, pada limbiknya. Dalam otak terdapat sebuah batang otak yang bernama korteks, ketika seseorang itu ketika kecilnya selalu dalam tekanan dan kekerasan maka korteksnya akan membesar dan ini mempengaruhi emosinya pada masa yang akan kehidupannya mendatang. Manusia ini sifatnya lebih kepada reaksi, ketika seseorang menghinanya maka reaksinya yang lebih awal terlihat bukan dengan pemikiran terlebih dahulu. “He he  memang konflik adalah salah satu cara yang paling efektif untuk menurunkan derajat orang tersebut, mereka akan lebih mudah di cocok hidungnya seperti kerbau, karena pikiran mereka sudah menjadi pendek, sungguh cara ini adalah cara yang paling efektif untuk dapat membuat orang semakin bodoh dan bergantung kepada kita..ha ha,” tawa Nur dalam hati.&lt;br /&gt;“Lain kali jangan seperti itu ya Win. Begini Win, tadi aku ditelpon stafku dari kantor Illuminati, kamu tidak salah Win memang ada yang namanya Umar Putih, tapi itu bukan saudaramu,  dia orang arab yang kini sedang ada tugas khusus di sini. Dia adalah salah satu actor senior kita yang mengetahui betul tentang permasalahan Timur Tengah, orang itulah yang membantu kita hingga kini bisa membuat Timur Tengah menjadi terpecah-pecah seperti sekarang, hanya kebetulan saja sama” jawabnya. Namun dalam hati Nur berkata dengan geram “ Dasar kurang ajar, bukan wewenangmu masuk ke situ, kalaupun aku kasih tahu bahwa Ia saudaramu tentunya kamu akan bingung dan tidak akan seserius ini bekerja. Lagian kamu tidak harus tahu semua strategiku, dengan menjadikan Umar sebagai lawanmu maka aku dapat mengetahui siapa-siapa yang kiranya melakukan perlawanan terhadap tujuan kita, dan kita dapat mengantisipasinya. Kalaupun aku kasih tau kau, maka cuma emosi di wajahmu dan dendam di otakmu, rasanya sulit aku membicarakan itu denganmu,”.&lt;br /&gt;Terlihat memang kekaliberan dari Nur dalam memimpin organisasi ini, ia mampu untuk memanaj anak-anak buahnya dan tidak terbawa perasaan terlalu dalam. Dibalik kecantikkan, kesantunan dan kelembutannya memang tersimpan hati batu dan pemikiran iblis.  Sungguh organisasi Illuminati memang telah menempa anggotanya menjadi manusia-manusia yang menuhankan akal sehingga tanpa perasaan dan juga tidak mempunyai aturan untuk menggapai tujuannya, mereka menghalalkan segala cara. Bayangkan saja bila ada seorang manusia sempurna secara fisik dan jenius yang tidak berperasaan dan menghalalkan segala cara menggunakan kejeniusannya untuk mencapai tujuannya, gold dan glory untuk membangun peradaban baru versi mereka, sungguh mengerikan. &lt;br /&gt;Dan yang membuat organisasi ini semakin membahayakan adalah kemampuannya dalam melakukan perekrutan actor-aktor lokal, meyakinkan mereka, menghancurkan sifat moralitas mereka, secara sistematis membuat ketergantungan terhadap mereka dan memenuhi semua kebutuhan mereka sehingga ketika seseorang itu masuk ke dalamnya maka ia akan teramat kesulitan untuk keluar lagi, seperti sudah memasuki lingkaran setan. Yang lebih unik lagi mereka tidak pernah memusuhi pihak-pihak Polisi, mereka bahkan merekrut banyak dari mereka untuk kepentingannya. Bagi mereka menguasai media dan pihak-pihak militer atau keamanan merupakan salah satu agenda utama mereka. Kemudian Pemikiran gila mereka lagi adalah ‘No Drugs for us But Yes for others’, mereka punya tidak mau hancur karena narkotika tapi mereka membiarkan hancur orang lain dengan narkotika, edan.&lt;br /&gt;Jadi ketika kita bertemu pimpinan dari kelompok mereka jangan bayangkan dengan wajah-wajah yang kejam, lusuh, kotor dan seperti pembunuh akan tetapi mereka terlihat intelek, santun, necis, agamis, penuh dedikasi dan terlihat bersih dari segala kekotoran dunia. Mereka seringkali ikut dalam organisasi social masyarakat untuk membantunya dan menikmati pertunjukkan seni dan budaya bahkan menjadi members tetapnya. Mereka mampu mengesampingkan sisi lain dari keliaran mereka pada tempatnya. Mmmhhh.&lt;br /&gt;Keesokkan harinya Nur menelpon stafnya meminta aga stafnya menelpon Umar untuk mengadakan pertemuan di Perpustakaan Al Huda, sebuah tempat favorite mereka dalam melakukan pertemuan. Yang menarik dalam organisasi ini adalah ketika mereka melakukan pertemuan dengan yang hampir selevel maka mereka melakukannya pada tempat-tempat yang terkesan jauh dari kotornya dunia. Selain itu Nur juga tahu bahwa ia amat berkepentingan dengan pemikiran dari Umar yang lebih matang dan rasional dari Win. &lt;br /&gt;Siang harinya Nur ijin kepada atasannya di rumah sakit untuk kemudian melakukan pertemuan dengan Umar. Sesampai di sana terlihat Umar sudah sampai terlebih dahulu dan sedang membaca buku.&lt;br /&gt;“Halo, gimana kabar Sob, lama ga jumpa ?” sapa Nur sambil tersenyum.&lt;br /&gt;“Hai, kabar baik Nur, semua baik-baik aja kok. Kamu sendiri gimana ?” tanya Umar.&lt;br /&gt;“Baiklah, aku kan tidak terikat siapa-siapa, jadi hidupku ya suka-suka aku lah,” jawab Nur.&lt;br /&gt;“Ha ha ha,” kedua-duanya tertawa lepas.&lt;br /&gt;“Ada apa Nur, tumben-tumbenan kamu mengajak aku bertemu, biasanya kalau tidak begitu penting kau tidak mau bertemu. Dan lagi jadwal kita masih on time kan, tidak ada masalah,” ujar Umar.&lt;br /&gt;“Begini Umar, kemarin Win telpon aku, dia bisa akses ke database tentang keorganisasian kita dan dia menggunakan namaku untuk akses, sungguh kurang ajar anak itu. Dia menemukan bahwa namamu ada pada Anggota Kehormatan, walau aku sudah klarifikasi bahwa itu Umar yang lain, aku hanya takut bahwa dia nanti akan memaksa kamu,” jawab Nur.&lt;br /&gt;“He he, tenanglah Nur, tahu aku lah, tidak mudah terpancing,” jawab Umar.&lt;br /&gt;“Hmm ia kau tidak terpancing tapi kau juga pion bagi kami, kau hanya gila harta dan kekuasaan tapi kau tidak seberani Win di lapangan. Kami berhasil meyakinkan kamu karena kami berhasil membantu kamu menyelesaikan kuliah sampai dapat gelar Doktor di Mesir, mengangkat derajat kamu dengan memasukkan kamu untuk mengajar pada Universitas paling ternama di kota ini dan kota-kota lain juga  ke dalam member kelas elit,” gumam Nur dalam hati.&lt;br /&gt;“Iya Umar, oh ya gimana hasil dari kerja kamu, laporannya donk.” tukas Nur.&lt;br /&gt;“Hmm. Banyak yang tidak suka dengan cara-cara Win, ia terlalu mudah terpancing emosi dan dendam, kata-katanya kadang keluar dari control. Menurut saya ini berbahaya bagi tujuan kita. Tapi walau begitu ia berhasil mengambil hati belahan pedang dan naga, sedangkan belahan kami sendiri hanya seperempat saja,” jawab Umar. “Iya lah, kerjanya hanya menghina Tuhan terang-terangan, bodoh”, kata Umar dalam hati. &lt;br /&gt;“Tapi gimana dengan dari orang-orang yang sekarang mendukung kamu melawan Win, kamu kan bisa cerita sedikit lah kepada ku, biar aku pandai mengambil langkah,” kata Nur. “Percuma kau kami kualihin atau sekalian saja kau kami bunuh,” gumam Nur.&lt;br /&gt;“Inilah yang menjadi masalah ternyata mereka lebih banyak dari yang mendukung Win, kelihatan betul bahwa mereka sudah cape dengan perang ini, malah yang generasi kedua dari aku, mereka lebih aktif dan militant. Tapi yang menarik adalah kebencian mereka kepada kelompoknya si Win semakin meningkat, mereka tidak lagi memikirkan perang mereka, tapi bagaimana menghancurkan si Win. Aku terkadang harus mengerem mereka dengan berbagai cara. Ini sekarang masalah ku Nur,” jawab Umar.&lt;br /&gt;“Lantas apa yang akan kamu lakukan,” tanya Nur. “Ha ha ini adalah pertanda baik bagi organisasi kami, sekali dayung 2, 3 pulau terlampui. Kami akan menghajar kalian semua dari atas dan bawah nantinya, Kami akan mengorbankan kau dan Win dalam sebuah konflik pribadi. Setelah itu kami akan mencari jalan untuk membuat konflik pribadi ini membesar dan terjadilah perang yang kami inginkan,” pikir Nur.&lt;br /&gt;“Sekarang ini aku sedang mencoba masuk secara perlahan untuk bisa meyakinkan mereka untuk berjalan seperti yang sekarang ini, kedamaian, kebencian mereka kepada Win kijadikan sebagai salah satu propaganda aku, tapi tetap aku kontrol. Dan yang terpenting adalah tugasku adalah mengetahui perkembangan dari mereka yang tidak menginginkan adanya peperangan, bukankah begitu Nur. Nanti diakhir pertemuan ini akan aku berikan laporannya, mapping dan keadaan saat ini, per orang dan per sikon” jawab Umar.&lt;br /&gt;Umar walau pintar namun ia merupakan orang yang menyimpan segala ambisinya sehingga ia terkesan menurut dengan apa yang ditugaskannya, yang penting  kesejahterannya terpenuhi dan selama itu menguntungkannya, lain halnya dengan Win, ia cerdas tapi sering kali meletup-letup dan kadang tidak terkontrol karena sifatnya reaksioner. Memikirkan hal tersebut Nur hanya tertawa terpingkal-pingkal dalam hatinya karena ia merasa belum mendapat lawan yang cocok semuanya masih bisa diatasi sesuai dengan rencananya.&lt;br /&gt;“Gini Umar, kamu harus bisa membangun loyalitas mereka kepada kamu. Ini tugas kamu tambahan, semua kebutuhan kamu untuk itu akan aku usahakan, dan aku juga sedang berpikir kalau kamulah nantinya yang aku perjuangkan untuk dapat memimpin Keluarga Cahaya setelah selesai masa konflik ini,” ucap Nur tiba-tiba. &lt;br /&gt;Mendengar ucapan Nur, Umar agak terkaget-kaget karena ini tentunya amat menguntungkannya, bukan itu saja karena ini semua merupakan ambisinya yang selalu ia pendam-pendam. Ia sebenarnya selama ini sudah bosan diperintah oleh wanita ini, yang menurutnya membuatnya menjadi gila. Ia sudah berencana untuk dapat keluar dari organisasi gila itu, yang sudah memberikannya banyak hal tersebut. Tadinya ia mencoba untuk memanfaatkan Win sahabatnya, ternyata ia juga sudah masuk dalam lingkaran setan seperti dirinya itu, dan sekarang menjadi musuhnya juga.&lt;br /&gt;“Ah, aku tidak berminat, tapi aku pikirkan terlebih dahulu ya Nur,” jawab Umar sedikit sungkan. Ia berusaha meredam gejolak dirinya, berusaha menahan kegembiraannya dengan ambisinya.&lt;br /&gt;“Sudah lah, tidak usah dipikir panjang kali ini seperti yang sudah-sudah, aku tahu kamu mau kan,” tukas Nur dengan sedikit merayu. “Ayolah, maulah kau betul-betul jadi pion kami, selama ini kau selalu pintar mengelak, kali ini kami tawarkan kekuasaan yang besar kepadamu. Karena kali ini sekali kau masuk maka aku hanya dapat katakan selamat datang di level ke dua” ujar Nur dalam hatinya.&lt;br /&gt;Nur melihat Umar bisa berpotensi untuk ke level selanjutnya. Seorang Umar adalah seorang yang amat rasionalis dan ambisius, inilah yang terpenting. Ia juga tidak gila wanita dan lain sebagainya, ia cerdas. Orang-orang seperti inilah yang bisa jadi pimpinan di organisasi Illimunati penuh ambisi. Tinggal mengarahkan bagaimana caranya mengeluarkan seluruh ambisi gilanya dan mendoktrinnya hingga rasionalitasnya bisa mengalahkan Tuhan.&lt;br /&gt;“Baiklah, saya akan mencoba membuat planningnya untuk kemudian dibicarakan dengan kamu,”ujar Umar dengan datar, walau matanya terlihat berbinar-binar menahan gembiranya dan tangannya bergetar ingin menunjukkan kegembiraannya.&lt;br /&gt;Melihat hal tersebut Nur hanya tertawa dan berkata dalam hati “ Semua sesuai dengan rencana dan SELAMAT DATANG DI LEVEL KE 2.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-8562850903509205425?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/8562850903509205425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=8562850903509205425&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/8562850903509205425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/8562850903509205425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/01/ketika-egoisme-menjadi-tuhan_26.html' title='Ketika Egoisme Menjadi Tuhan'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-127806789661177857</id><published>2009-01-21T15:12:00.002+07:00</published><updated>2009-01-31T11:04:58.177+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GAM'/><title type='text'>Skenario GAM Jilid ke 2</title><content type='html'>Setelah saya mengulas tentang bagaimana kefasisan GAM, kemudian saya juga akan mencoba mengangkat sebuah analisa bagaimana GAM ASHOBIYAH kembali membuat GAM JILID ke 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAM ASHOBIYAH sebebarnya saat ini sedang melihat dengan seksama apakah mereka dapat merdeka dengan jalan sekarang ini, dengan jalan DIPLOMASI PURA-PURA. Ketika mereka melakukan diplomasi ini nyata-nyata sebagian dari anggota mereka atau GAM GILA HARTA merasakan bahwa keamanan telah membuat mereka menjadi lebih sejahtera, di saat-saat ini mereka juga mendapatkan berbagai pendekatan dari NKRI untuk dapat mengajak mereka menjadi satu dengan NKRI dengan segala daya tawarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAM TENGKU yang merupakan salah satu gerakan GAM yang mendahulukan agamanya daripada Harta, melihat bahwa ternyata banyak ketidakadilan dari GAM GILA HARTA sehingga mereka juga mengubah arah perjuangannya, sepertinya tidak lagi untuk kembali MERDEKA SEMU, akan tetapi mereka kini lebih bagaimana agar ISLAM dapat kembali berkibar dengan baik di Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAM ASHOBIYAH ketika melihat ini semua rasanya menjadi bimbang dengan tujuan mereka awal dan bagi mereka ini merupakan harga mati, karena nasionalisme mereka sudah demikian tinggi dengan mimpi-mimpi kejayaan Aceh Masa Lalu, mimpi-mimpi Iskandar Muda, atau yang sering kali saya katakan PERANG BODOH, karena perang ini sama hal nya dengan 'Mengejar Mimpi Masa Lalu menjadi Masa Depan dengan Mengorbankan Masa Sekarang'. Inilah inti sebenarnya kebodohan dari perjuangan GAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat hal ini semua sebenarnya ada skenarion dari GAM ASHOBIYAH yang lebih tragis lagi, yaitu mereka akan mencoba mengobarkan PERANG TJUMBOK Jilid ke 2, dengan cara mengadudomba GAM GILA HARTA dengan GAM TENGKU. Pertama kali yang akan mereka angkat adalah bagaimana upaya untuk mendiskreditkan PKS atau Partai Islam lainnya, sepertinya utamanya PKS. Mereka mencoba menggosok-gosok PKS. Setelah ini berhasil kemudian mereka akan menggosok-gosok Partai Aceh dengan berbagai provokasi yang tentunya akan membuat semuanya menjadi kacau pada ujungnya. Sehingga akan membuat 2 kutub semakin mengkutub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi GAM ASHOBIYAH ini akan menjadi hukuman bagi GAM GILA HARTA sekaligus menghilangkan batu-batu perjuangan dari GAM Tengku yang tentunya sekarang sudah mempunyai sebuah pemikiran lain tentang perjuangannya. Walau demikian sepertinya GAM GILA HARTA tersebut sebagian akan kembali menjadi pendukung GAM ASHOBIYAH dan mereka sudah membangun kekuatan atau kasanya ada sebagaian kader GAM ASHOBIYAH yang sudah ditanam sejak awal untuk skenario ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat bahwa mereka sudah tahu karakter orang Aceh dengan melihat sejarah masa lalu bahwa akan ada perbedaan pandangan antara TENGKU dan PENGUSAHA/PENGUASA. Bahkan pada akhirnya mereka akan mendapatkan keuntungan dari PERANG tersebut, sebuah cheos yang mau tidak mau membuat rakyat Aceh kembali berhadapan dengan TNI. Inilah yang dinamakan dengan politk tingkat tinggi GAM ASHOBIYAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya sekarang adalah mencegah bagaimana hal ini tidak terjadi, saya akan mencoba memberitahukan caranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, ada baiknya kita terus mengikuti skenario ini, sehingga kita dapat mengetahui siapa lawan dan kawan, boleh sedikit terpancing akan tetapi jangan sampai terlalu dalam. Tentukan terlebih dahulu siapa yang akan didukung, namun tetap berikan masukan-masukan untuk mencegah terjadinya konflik lebih besar. Skenario ini membutuhkan orang-orang yang bermuka dua, dalam artian bisa kesana dan kesini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, perseteruan ini yang bermuara dari media massa akan berlanjut kepada fisik dengan berbagai terapi yang akan terus membuat mereka semakin panas. Disnilah GAM Tengku dan GAM GILA HARTA harus bersabar, adalah berbahaya kalau anda kemudian terpancing.NKRI dalam hal ini sebenarnya sebagai pihak yang akan diuntungkan karena jika mereka ingin menghabiskan GAM GILA HARTA dan GAM TENGKU akan menjadi lebih mudah, namun beda halnya dengan GAM ASHOBIYAH yang sudah menunggu mereka semua dijadikan korban  karena telah menkhianati perjuangan serta merekrut anggota baru yang militansinya akan timbul karena perang telah mengorbankan kembali Rakyat Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, bila saja NKRI bisa bersabar ketika perang ini terjadi atau sekarang sudah mulai melakukan berbagai upuya pencegahan atau memilih GAM mana yang akan dihabiskan, tentunya ini akan menjadi kemenangan bagi NKRI. Bahkan dengan modal pendukung ALA dan ABBAS utamanya yang juganya telah menanti lahirnya provinsi ini sebagai sebuah konsekwensi dari tidakamannya Aceh kembali. dan disinilah Irwandy CS akan bermain sedemian rupa untuk dapat menghilangkan upaya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kenapa saya mengatakan GAM itu sudah tidak ada giginya, bahkan jikalau NKRI terpancing maka yang terjadi adalah lahirnya ALA dan ABBAS dan korban dari GAM akan berjatuhan. GAM ASHOBIYAH rasanya kemudian sudah tidak mementingkan ALA dan ABBAS karena mereka hanya akan menganggap itu sebagai provinsi saja, mereka akan berjuang terus lintas Privinsi tersebut. Oleh karena itu ALA dan ABBAS harus mampu mensejahterakan rakyat Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAM ASHOBIYAH juga sepertinya sedang berupaya untuk adanya pergantian kepemimpinan mereka, dari konflik ini mereka akan mengumumkan PIMPINAN BARU MEREKA. Mereka akan kembali dari awal membuat GAM Ver Baru. Yang saya kuatirkan hanya korban dari rakyat SIPIL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya GAM Ver Baru itu harus dimusnahkan, tapi rasanya sulit karena mereka tentunya akan mengontrol perjuangannya di LN. Sekarang yang menjadi permasalahannya adalah bagaimana agar kita bisa mencegah terjadinya perang yang mengorbankan rakyat sipil. Maka rakyat Aceh jangan mau diadudomba, tapi jadikan perbedaan itu sebuah tantangan, dan WASPADA terhadap GAM GILA HARTA, bagi saya jangan PILIH PARTAI ACEH (baca: gabungan susupan GAM GILA HARTA dan GAM ASHOBIYAH) perkuat Partai dengan Nuansa ISLAM di Aceh untuk menegakkan syariat Islam lebih  berdiri di Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Saat ini PKS sudah terus digosok dan sekarang PA juga sedang terus digosok, sebagai upaya untuk mencari simpati rakyat Aceh tentunya. Untuk PKS tentunya sudah punya gerakan politik sendiri yang sepertinya mereka akan lebih bisa mendapatkan simpati rakyat. GAM Tengku rasanya sudah waktunya untuk betul-betul berafiliasi ke sana, sebagai upaya untuk menghilangkan citra GAM ASHOBIYAH dan GILA HARTA dari diri mereka.&lt;br /&gt;Sudah barang tentu bagi NKRI hal yang terbaik adalah menggosok PA, karena sesungguhnya ada perpecahan yang terjadi di situ, perlu adanya sebuah klarifikasi GAM GILA HARTA dan GAM ASHOBIYAH, perlu ada upaya mengetahuinya, sekaligus ketika terjadi konflik maka akan lebih mudah mengorbankan GAM ASHOBIYAH. Inilah yang harus diupayakan NKRI.&lt;br /&gt;Sehingga saran SAYA,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"SUDAHLAH GAM ASBOBIYAH ANDA HENTIKAN PERJUANGAN ANDA, MARILAH MEMBANGUN ACEH TANPA ADA LAGI PEMIKIRAN 'ACEH MERDEKA'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"GAM TENGKU MARI KITA BERSATU MEMBANGUN ISLAM DI DUNIA, BUKAN LAGI PERANG BODOH"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"GAM GILA HARTA ANDA HARUS CEPAT SADAR KARENA BILA TIDAK RAKYAT ACEH AKAN MENGHUKUM ANDA DAN HILANGKAN MEMBANGUN KEKUATAN BERONTAK LAGI DARI PIKIRAN ANDA"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"NKRI AGAR JANGAN KORBANKAN LAGI RAKYAT ACEH CUKUP DENGAN ALA DAN ABBAS, MAKA ACEH AKAN AMAN SELAMANYA"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lebih Fasis Mana, GAM atau PKS ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah lanjutan dari tulisan saya berkenaan dengan GAM Tengku dan GAM Ashobiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan saya kepada anggota GAM yang berasal dari Golongan Tengku, bahwa GAM perjuangannya berangkat dari Fasisme, mereka hanya mementingkan golongannya saja, mereka tidak lagi berorientasi kepada penegakkan syariat Islam di Aceh, tapi sekarang mereka transformasi menjadi lebih mementingkan golongannya saja dengan ditutupi oleh Kemerdekaan Semu, juga dibakar selalu dengan korban yang berjatuhan dari rakyat SIPIL, padahal ini semua juga kesalahan GAM tersebut. GAM juga melupakan bahwa mereka juga menyisakan dendam denagn orang-orang yang telah mereka korbankan karena dianggap sebagai pendukung NKRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada GAM Tengku, Islam itu tidak pernah mempersolakan mana yang Jawa, Gayo atau Aceh, perjuangan Tengku yang dahulu sudah tercapai, syariat Islam sudah bisa ditegakkan di Aceh. Namun sekarang GAM telah berafiliasi dengan USA dan Uni Eropa serta GAM sudah GILA HARTA dengan MoU Helsinky. GAM Ashobiyah itu telah bermetamorfosis menjadi kaum MUNAFIQUN yang lebih mementingkan PERUTnya. Mereka sudah membuat MoU Helsinky sebagai projek mereka bukan sebagai kepentingan rakyat Aceh. kepada mereka kah kita harus berserah diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Tengku sekarang lihat bahwa PKS seolah-olah dijadikan sebagai musuh bersama, padahal mereka hanya hendak mengangkat citra Islam di Aceh, hanya menginginkan Islam dapat menjadi pegangan hidup masyarakat Aceh, tentunya ini merupakan sebuah niat tulus dari Tengku-tengku semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menghina PKS tapi mereka menyanjung GOLKAR karena mereka berhutang budi kepada JK, mereka juga nanti harus siap mendukung Wali Baru mereka SBY dalam Pemilihan Presiden 2009, karena telah memberikan budi kepada mereka. Karena apa Tengku, hanya karena UANG atau GILA HARTA. Dengan orang sedemikiankah kita serahkan hidup kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa perjuangan dahulu ketika NKRI masih dipegang oleh Soeharto, GAM dari golongan  Tengku lah yang paling berjasa, kita semua sangat begitu menghormati Daud Beureuh dalam perjuangannya. Alasan kita juga ketika ikut perjuangan GAM adalah ingin mengeakkan syariat Islam, tapi GAM ASHOBIYAH itu malah memimpim PERANG ini dari luar negeri, malah dikabarkan menikahi seorang Yahudi. Tentu seperti bumi dengan langit bila dibandingkan dengan Daud Beureuh yang tidak pernah meninggalkan perangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena konsep perang FASIS mereka maka rakyat Aceh menjadi korban, mereka menganggap JAWA itu binatang dan penjajah, mereka menganggap orang Aceh lebih tinggi daripada orang Jawa hanya karena kebanggaan bahwa mereka tidak pernah dijajah. Tapi mereka lupa bahwa ASHOBIYAH tidak pernah dibenarkan Islam bahkan dikatakan barang siapa yang hanya memperjuangkan golongannya maka ia bukan golongan Muhammad. Dan mereka juga lupa mereka telah mengorbankan rakyat Aceh yang dahulu ditakuti sekarang seperti menjadi orang-orang yang penuh dengan penderitaan lahir dan bantin, selalu terintimidasi, bahkan yang lebih menderita lagi adalah anak-anak yang seharusnya mendapatkan pendidikan yang baik malah menjadi hancur potensinya. Hanya karena kefasisan mereka maka semuanya dihantam tanpa mau memikirkan akibatnya di masa yang akan datang. Masa 30 tahun, bahkan mungkin lebih Aceh dalam penderitaan seharusnya tidak terjadi apabila kita sebagai muslim lebih mendahulukan agama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alih-alih menjaga perdamaian, malah oknum-oknum GAM ini sepertinya mendiskreditkan PKS, sungguh sebuah perbuatan yang hanya membuat orang berpikir bahwa memang ada yang salah dengan para korban konflik ini. Kita juga korban konflik, tapi kita masih mendahulukan agama kita, bukan mendahulukan Harta. Hanya karena mereka sekarang GILA HARTA dan lantas ketakutan tidak mendapatkan suara karena PKS dianggap Partai ancaman lantas mereka kehilangan pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal PKS sudah terbukti mampu bekerjasama dengan partai manapun baik nasionalis maupun Islam, paradigma mereka juga sudah mulai berubah. Mereka lah yang masih murni untuk memperjuangkan tegaknya sayariat Islam di Aceh, seperti halnya perjuangan kita dahulu Tengku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lucunya mereka hanya membenci PKS, tidak ada sebuah kata-kata untuk Golkar dan Demokrat, karena mereka sudah punya tugas baru JILAT dan GILA HARTA kepada Golkar dan SBY. Mereka hutang budi dengan MoU Helsinky, sekarang mereka sudah punya mobil bagus, rumah bagus, proyek bagus dan usaha bagus. Tapi mereka tidak pernah mementingkan kepentingan rakyat Aceh. Dan saya yakin ini tentunya sudah tidak sesuai dengan konsep awal perjuangan kita semua, hanya untuk kekuasaan segelintir ORANG GILA HARTA, hanya karena mereka PEGANG SENJATA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasisme mereka sudah mengorbankan ribuan orang Aceh yang matinya belum tentu masuk syurga, karena niatnya perlu dipertanyakan, kalau niat mereka JIHAD maka sekarang bukan saatnya lagi. Kalau niat mereka FASIS Aceh maka mereka belum tentu masuk syurga, perjuangan ASHOBIYAH yang amat dibenci Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya kembali menjadi Tengku, berjuang demi menegakkan syariat Islam di Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PKS Partai Tengku, GAM GILA HARTA dan JILAT PARTAI GOLKAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada anggota mailing list, akhir-akhir ini kita dapat melihat sebuah pemandangan bagaimana terpecahnya Aceh, seperti halnya dengan Perang Tjumbok, sebuah perang yang dikatakan oleh Yusran Habib dalam bukunya 'Status Aceh Dalam NKRI', dengan sebutan PERANG YANG MEMALUKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun anda GAM Golongan Tengku tidak usah takut, motto anda adalah 'Hidup Mulia atau Mati Syahid', kepada anggota GAM dalam perjuangannya untuk menegakkan Syari'ah Islam, sekarang anda sudah jelas mana yang menjadi musuh mana yang tidak, yang memberikan syariat Islam adalah Megawati SP, memberi kedamaian adalah SBY dan JK memberikan ketenangan. Tapi sebagai Muslim kita tidak berhutang apa2 , dan ini sesuai dengan perjuangan kita tegaknya Syariat Islam di NAD, ayat Qur'an yang mengatakan untuk mematuhi Pimpinan kita, bukan karena MENJILAT atau GILA HARTA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya anda berbelot dari GAM PRAGMATIS, bergabung dengan NKRI, apalah artinya GAM itu hanya beberapa ribu orang yang bersenjata dengan KONSEP PERANG BODOHnya dan SDM yang PENUH DENDAM, terlebih lagi GAM PRAGMATIS itu adalah kumpulan dari para PENJILAT dan GILA HARTA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena saya yakin bahwa dahulu yang memperjuangkan GAM dengan gagah berani adalah orang-orang Islam yang menginginkan berdiri tegaknya syariat Islam di Aceh, militansi anda tidak bisa dibandingkan dengan GAM PRAGMATIS yang ternyata niatnya hanya ASHOBIYAH, atau kemerdekaan SEMU. Bergabunglah kembali dengan umat Islam NKRI, bisa melalui PKS atau partai Islam lainnya. Sudah cukup NIAT anda tersampaikan, sekarang lah bagaimana kita dapat merealisasikan ini semua, membawa ACEH dalam Naungan ISLAM. PKS menurut saya adalah Partai Tengku yang paling cocok, menegakkan syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabi BEDA dengan GAM ASHOBIYAH itu, mereka telah terjun ke dalam PERJUANGAN yang tidak diridhoi oleh Allah SWT jika ini diteruskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk GAM selain dari Golongan Tengku, dapat saya katakan ANDA MUNAFIK SEMUA, PENJILAT PANTAT, karena sudah saatnya anda menjilat Pantat Partai Golkar karena anda dapat harta dari MoU Helsinky melalui tangan JK, dan juga jangan lupa pilih Wali Nanggroe anda SBY bukan HASAN TIRO dalam PEMILU 2009 nanti, karena anda berhutang budi kepada mereka. Kau pujalah GOLKAR, Kau jiulatlah  JK dan teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saya katakan, anda itu semakin hina sekarang, anda itu tidak punya taring apa-apa kecuali dengan sebutan GILA HARTA, lebih baik kepada anggota GAM yang masih mau mendirikan syariat Islam, sekarang lah saat nya untuk BERPISAH dari GAM, kembali ke khittah, sebagai seorang Tengku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mempunyai sebuah kebanggaan, karena tidak pernah tunduk kepada yang namanya MANUSIA, hanya tunduk kepada ALLAH, beda dengan KUFFAR, YAHUDI dan ILLUMINATI juga GAM mereka TUNDUK kepada HARTA dan PENJILAT PANTAT serta MUNAFIK bertopeng KEMERDEKAAN BODOH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu mereka MENGHINA GOLKAR, sekarnag mereka MEMUJI GOLKAR, dahulu mereka menghina SBY sekarang memuji SBY. MUNAFIK, karena GILA HARTA. Lebih baik PKS, tidak pernah MUNAFIK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAM TENGKU, sudah saatnya kita PISAH dari GAM ASHOBIYAH, paling tidak kita kembali PERJUANGAN DAUD BEUREUH bukan HASAN TIRO.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-127806789661177857?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/127806789661177857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=127806789661177857&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/127806789661177857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/127806789661177857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/01/lebih-fasis-mana-gam-atau-pks.html' title='Skenario GAM Jilid ke 2'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-9039173687330141882</id><published>2009-01-21T15:08:00.003+07:00</published><updated>2009-01-31T11:05:49.899+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain-lain'/><title type='text'>Perbedaan Pendapat Memecah, Didong Jalu Abad 21 ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Postingan Win Wan Nur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini Serinen Kosasih, seperti yang sudah pernah aku katakan, kita ini cuma sekumpulan manusia yang bisanya mencari alasan, ketika itu aku katakan, adalah serinen Kosasih sendiri salah satu dari jenis manusia yang aku maksudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya ketika China si komunis itu saya contohkan, Indonesia dengan China, amat jauh perbedaannya kata anda. China bisa besar seperti sekarang ini karena ia berhasil dengan system komunisnya ia berhasil membuat upah buruh lebih murah, ia berhasil membuat Negara lebih berkuasa daripada rakyat, tidak ada yang namanya demokrasi dalam berpolitik disana. Saya contohkan Korea Selatan, kata anda  erekonomian di Korea Selatan itu didukung sejak awal oleh IMF, seperti halnya dengan Singapura... Lah Soeharto orang Jawa yang menjadi khalifah anda itu, dulu apa tidak begitu juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya mengatakan itu, saya juga tidak sedang berbicara untuk meng-copy paste apa yang dilakukan Cina dan Korea. Karena Cina dan Korea sendiripun maju dengan cara yang berbeda. Yang saya maksudkan di situ adalah bagaimana semangat dan niat untuk maju itu ada. Sebenarnya itu sudah jelas dalam tulisan saya sebelumnya. Tapi tentu saja saya sangat maklum ketidak mengertian serinen, karena ibarat komputer untuk&lt;br /&gt;mengerti penjelasan saya itu dibutuhkan paling tidak spek minimum, Prosesor Pentium Core 2 Duo dan sistem operasi Windows XP. Sementara saya lihat spek otak serinen Kosasih jelas sekali masih spek lama dengan sistem operasi Dos dengan program CW dan WS-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal perseteruan antara Islam dengan non Islam itu yang kata anda akan selalu ada dalam hati setiap manusia, bukan cuma Islam non Islam, serinen. Apapun yang berbeda termasuk sesama saudara sekecil apapun yang namanya perseteruan itu pasti ada. Selalu bakal ada yang lebih dominan dan ada yang terpinggirkan. Dari dulu yang lebih dominan itu selalu kelompok yang setiap menghadapi masalah mampu mencari solusi&lt;br /&gt;yang tepat sasaran. Bukan yang seperti anda ini yang hanya bisa mencari alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal terpancing emosi?...Siapapun yang pernah lama mengenal saya, tahu kalau memang dari dulu itu gaya saya seperti itu. Dari dulu saya memang tidak pernah terlalu strik menahan diri, kalau memang situasi membutuhkan harus main fisik ya saya tidak lari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti soal anak PKS yang serinen permasalahkan. Itu bukan soal hilang akal atau karena emosi. Saya lakukan itu adalah karena saya adalah makhluk yang normal, yang masih punya mekanisme naluriah untuk mempertahankan diri. Apalagi serinen Kosasih Bakar, perlu anda tahu, serinenmu Win Wan Nur ini adalah orang Gayo, bukan pengikut Yesus yang ditampar pipi kanan malah memberikan pipi kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi saya sedemikian kerasnya kepada si bagudung PKS itu adalah karena seperti saya sebutkan dalam postingan saya kemarin...tuduhan sebagai 'Agen Israel dan Antek Amerika 'dari seorang fanatikus semacam yang disampaikan oleh bagudung simpatisan PKS itu artinya adalah VONIS MATI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sejujurnya, saya justru merasa aneh ketika serinen yang orang Gayo  empermasalahkan ini. Karena meskipun sudah lama tingga di Jawa, saya &lt;br /&gt;tahu darah serinen adalah darah Gayo asli. Seharusnya serinen tahu, kalau darah saya yang orang Gayo ini jauh lebih rendah titik didihnya dibandingkan darah Jawa tetangga serinen di sana. Yang sudah dihina dan diinjak kepalanyapun masih bisa bilang 'inggih ndoro' dengan takzimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru saya yang sangat heran dengan serinen...seperti keheranan-keheranan saya terhadap berbagai sikap serinen yang sama sekali tidak mencerminkan sikap orang Gayo sebelumnya. Kali inipun saya juga heran, serinen yang juga Gayo kok tidak mengerti hal yang sangat Gayowi seperti ini. Apakah tinggal di Jawa sudah merusak karakter Gayo serinen sedemikian parahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal, mencaci maki anda...kan saya sudah bilang, meskipun kasar saya hanya melakukannya dalam hati. Serinen tahu kenapa?...itu karena saya tahu serinen itu orang Gayo dan itu sangat saya hargai. Karena saya tahu serinen ini orang Gayo, jadi semenyebalkan apapun serinen, segeram apapun saya pada serinen. Serinen Kosasih adalah serinen saya, sama-sama orang Gayo yang jumlah keseluruhannya di dunia ini tak&lt;br /&gt;sampai seperempat juta. Jika perseteruan kita hanya sampai sebatas omongan seperti ini, sampai kapanpun tidak akan pernah keluar dari mulut saya ancaman semacam yang saya keluarkan untuk simpatisan PKS tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah serinen, anda bisa melihat standar ganda dalam ancaman saya. Kepada Anak PKS itu saya mengancam begitu kerasnya, tapi kepada serinen Kosasih yang karena saya tahu benar orang Gayo saya cuma memaki, itupun sekali lagi...CUMA DALAM HATI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua alasan yang menjadi pertimbangan saya ketika melakukan itu; Pertama adalah karena saya sadar sekali kalau jumlah kita orang Gayo nyaris tidak ada dibandingkan lebih dari 6 milyar penghuni Planet ini. Jadi kalau kita memulai konflik sesama kita sendiri apalagi kalau konflik itu meningkat menjadi saling bunuh seperti di Atu Lintang dulu. Bisa-bisa dua generasi kedepan orang suku kita akan punah dan tinggal cerita hapalan di buku-buku sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, berbeda dengan PKS yang fundamentalis yang hanya merasa benar sendiri. Kita orang Gayo ini lain, meskipun kata Cik Yusra Habib Abdul Gani hanya bisa bersebuku dalam menyelesaikan masalah. Tapi di luar itu sebenarnya kitapun banyak memiliki nilai-nilai dan kearifan lokal warisan muyang datu kita yang menyediakan kita perangkat untuk menyelesaikan masalah kita sendiri secara damai, sepanas apapun&lt;br /&gt;perseteruan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dulu, bukan kekerasan fisik, tapi kata-kata adalah media kita orang Gayo dalam melepaskan 'bol' dan emosi di dada. Jadi sepanas apapun kepala saya, sepedas apapun makian saya kepada serinen. Saya tahu, pada akhirnya seperti dalam 'Didong Jalu' kesenian kita...pada akhir acara, akan ada acara maaf-maafan dan mengakui kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi serinen Kosasih, mungkin karena serinen lahir dan besar di luar, meskipun kecintaan serinen terhadap Gayo begitu besar tapi rupanya serinen belum terbiasa dengan langgam dan tradisi kita yang terbiasa melepaskan emosi dengan kata-kata. Karena itu, hari ini aku serinenmu yang lahir dan besar di Tanoh Gayo ini mengajari serinen, orang Gayo yang sudah parah terkontaminasi. ..Seperti apa tradisi dan kultur Gayo suku kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu kepada serinen Kosasih aku ucapkan, selamat datang kedalam kultur Gayo...kultur asli muyang datu serinen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau serinen begitu seriusnya menanggapi berbagai komentar saya. Tidak demikian halnya dengan saya. Perlu serinen ketahui, kalau bagi saya sebenarnya adu kata-kata yang saya lakukan dengan serinen di milis dan berbagai media online ini hanyalah sebagai sarana pelepasan hobi saya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita orang Gayo ini, seperti ceh-ceh legendaris semaacam Toet, Mahlil dan Lakiki memang sudah bawaan genetik menjadi ahli mengolah kata. Jadi meskipun dalam versi yang lebih modern dan gaya dengan internet sebagai medianya dan bahasa Melayu sebagai bahasa penyampainya. Tapi bagi saya, sebenarnya yang kita lakukan selama ini hanyalah 'Didong Jalu'. Tidak lebih seperti pertarungan antara Sidang Temas melawan&lt;br /&gt;Bujang Arita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya beranggapan begitu, karena sejak beberapa tulisan di awal kemunculan serinen, sejak serinen hanya menuliskan yang itu-itu saja bukan fakta tapi cuma kata-kata menghasut untuk membangkitkan kemarahan massa. Saya sudah tahu persis, semua yang serinen tuliskan di berbagai media online itu blas thok cuma propaganda yang sama&lt;br /&gt;sekali tidak ada isinya. Dan apalagi belakangan saya tahu melalui informasi yang masuk kepada saya, kalau dalam permainan ini serinen Kosasih hanyalah PION, bukan lawan saya yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dalam tulisan serinen sebelumnya serinen mengatakan serinen merasa menang?...ya silahkan saja serinen merasa menang, karena saya tahu itu namanya perasaan yang berasal dari mekanisme dalam proses mental dan interpretasi serinen sendiri. Dalam 'didong jalu', penontonlah wasitnya, penonton yang bisa melihat Ceh mana yang merah muka dan Ceh mana pula yang keluar cirit-biritnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kedepannya, karena serinen Kosasih Bakar jelas sekali adalah Ceh yang masih sangat amatiran. Saya harap nantinya serinen tidak cepat tersinggung, apalagi sampai menangis menerima kenyataan soal pedasnya berbagai sindiran, karena itu semua salah serinen sendiri yang telah nekat berdidong masuk gelanggang melawan Win Wan Nur, Ceh ahli yang sudah sangat berpengalaman. Karena dalam perang kata-kata dalam didong&lt;br /&gt;jalu, tidak ada yang namanya belas kasihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menyaksikan, inilah Didong Jalu di abad ke 21. &lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Win Wan Nur&lt;br /&gt;www.winwannur. blogspot. com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ulasan Kosasih Bakar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, semakin seru nich didong jalu kita ya Bang. Tapi bagi saya ini bukan DIDONG lagi, karena didong bukan seperti ini. Tapi ini adalah kemahiran kita dalam menghujat lawan dengan cara sesantun mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenang saja Bang, ‘no hurt feeling’, ketika saya memasuki mailing list ini sebenarnya saya sudah banyak membuang waktu saya karena isinya adalah kebanyakan orang-orang yang pandai mencaci maki dan menggunakan Islam sebagai upayanya untuk memperjuangkan PERANG BODOHnya. Salah satu hal yang menarik hati saya adalah tulisan-tulisan Bang Win Wan Nur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai saya pribadi bang, saya PION? Jawabannya ‘TIDAK’,Bang, saya bukan utusan atau wakil siapa-siapa. Tapi kalau ternyata banyak atau ada Saudara saya yang menjadi Raja atau Tuan saya dalam persepsi Bang Win Wan Nur, saya sampai saat ini bukan ‘hamba’ mereka, saya punya kehidupan sendiri hasil dari upaya saya sendiri, bukan dari siapa-siapa. Tentunya tidak bisa disalahkan juga karena mungkin ada hubungan saudara saya dengan yang dianggap Bang Win Wan Nur itu ‘Tuannya’ saya. Masukan itu adalah salah besar, harusnya anda mengkonfirmasikan kepada saya terlebih dahulu. Bahkan terkadang di tengah kesibukkan saya ini saya menyempatkan diri untuk melihat positngan Bang Win Wan Nur, pekerjaan saya juga bukan mengurusi hal-hal ini. Bang Win Wan Nur mungkin dengan aktif di mailing list ini untuk mencari dukungan jika kelak anda ingin kembali ke Aceh guna menjadi Legislatif, tapi saya rasanya TIDAK. Pekerjaan saya sudah tetap dan berkecimpung pada masalah pendidikan, awalanya yang membuat hati saya miris ikut mailing list ini juga lebih karena SDM orang Aceh yang semakin hancur dan potensi konflik yang tinggi juga banyaknya kepentingan yang ingin membuat Aceh menjadi hancur, utamanya Gayo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas kalau saya dikatakan sebagai Pentium rendahan dan anda pentium tinggi, alangkah baiknya anda melihat itu kembali, jangan terlalu tinggi menilai diri sendiri. Bisa saja saya contohkan paragraph per paragraph tapi rasanya janganlah dengan sesama orang Gayo, itu hanya akan mendiskreditkan anda lebih jauh lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian tentang keinginan saya, cuma satu, memang saya terkesan memprovokasi orang tapi dengan satu tujuan yaitu ‘Aceh tanpa Intimidasi’, yang berkembang di Aceh saat ini adalah mengatakan ‘Perdamaian merupakan buah hasil dari GAM’, ini adalah pembohongan publik, lantas ‘MoU Helsinky’ yang ternya juga memperlihatkan bagaimana GAM Gila Harta, ALA dan ABBAS dikatakan sebagai keinginan sebagian orang juga pembohongan publik, hal-hal ini lah yang ingin saya angkat. Karena saya tahu Bang Win Wan Nur bahwa Aceh semakin jauh dari KEMERDEKAAN, kalau pun KONFLIK lagi yang jadi korbannya adalah RAKYAT ACEH, seperti anda. Saya hanya ingin mengajak teman-teman Aceh untuk berpikir ke depan, tidak lagi bermimpi tentang Aceh Merdeka , tapi bermimpi tentang Merdeka dari Kebodohan dan Kemiskinan dengan harapan anak-anak kita bisa bersaing seperti yang Bang Win Wan Nur harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus, kalau dikatakan bahwa saya masih Pentium rendahan atau Ceh rendahan dan anda menganggap diri anda itu lebih tinggi rasanya tidak juga. Dan rasanya siapapun yang mengagung-agungkan dirinya sendiri tentunya ia kesepian dalam hidupnya. Dan bagi saya itu tidak penting bahwa saya buruk atau tidak karena rasanya biarkan orang banyak yang menilai saya, tentunya bukan dari kalangan saya sendiri akan tetapi dari kalangan yang memang tidak diragukan kapablenya. Dan anda menurut saya masih belum layak untuk dapat menilai capable orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini ya Bang Win Wan Nur, seseorang itu ketika ingin menilai capable seseorang maka yang pertama kali dilihat adalah kompetensi dan kualifikasinya, sebenarnya saya juga selama ini begitu memuji anda tapi dalam hati ini begitu mengasihani anda. Saya sama sekali belum melakukan perang dengan anda, saya hanya mencurahkan pemikiran saya dengan apa yang dikatakan oleh anda. Ketika saya melihat kualifikasi anda, maka saya hanya menangis dan menyesal bahwa ternyata tidak heran kenapa Serinen saya bisa seperti ini, begitu dendam kepada Soeharto, atau ketika saya melihat kompetensi anda dan tulisan anda saya semakin menyesal karena tulisan anda itu hanya seperti mengangungkan ’KEAKUAN’ anda, lantas pertanyaannya ’SIAPA ANDA ?’. Tulisan anda itu berputar-putar saja, anda itu menurut saya seharusnya membuat NOVEL. Tapi saya berterima kasih kepada anda karena anda telah memberikan pelajaran kepada saya sehingga saya akhirnya sedikit banyak bisa menulis seperti anda. Dari sisi penulisan anda jarang sekali mengutip sumbernya, jadi kalau anda mau melihat tulisan anda, maka lihat tulisan saya, walau tidak mirip tapi hampir sama. Seperti saya yang tidak melampirkan fakta, begitu juga anda yang hanya menceritakan pengalaman priobadi anda yang menurut saya tidak bisa dijadikan sebagai pegangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya saya mengharapkan anda bisa menjadi seperti Yusran Habib, tapi saya salah keakuan anda itu tidak bisa hilang dari diri anda, anda terlalu bangga dengan diri anda, saya mengasihani anda. Seorang pemimpin itu boleh bangga dengan dirinya tapi jangan berlebihan. Saya membaca tulisan Yusran Habib kemudian membaca tulisan anda memang ada yang berbeda, tapi itu wajar anda memang tidak selevel dengan dia, amat jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sebelum anda terlalu aktif dan tetap bertahan dengan hanya mempoting tulisan-tulisan anda sesekali, anda ingin menunjukkan kualitas anda, tapi sekali lagi anda mudah terpancing. Dan inilah sesungguhnya diri anda yang sebenar-benarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama tulisan-tulisan anda semakin bias, semakin lama anda hanya menceritakan pengalaman pribadi anda yang ditulis dalam mailing list umum. Anda sudah semakin kehilangan kekhasan anda dalam menulis, tapi ini dapat disadari karena anda mungkin dalam emosi yang sangat besar dengan makhluk yang namanya PKS itu. Saya semakin melihatnya ketika membaca facebook anda, bahkan sampai-sampai anda mengatakan bahwa PKS mengancam keselamatan anda karena anda dianggap sebagai antek-antek Yahudi dan Zionis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kebingungan saya Bang Win Wan Nur, dari sini saya dapat menilai kalau anda itu belum layak jadi seorang pemimpin, hanya karena postingan email pribadi seseorang yang mengaku PKS maka anda dengan serta merta menghajar PKS, jadi sudah tentu anda tidak bedanya dengan Diktator lainnya, atau menurut saya dalam jiwa anda itu ada sifat diktator yang terpendam. Atau seperti yang sering kali saya katakan bahwa anda juga merupakan salah satu korban konflik, sehingga setiap anak korban konflik itu biasanya perkembangan otaknya agak terganggu, korteksnya membesar sehingga ada kelainan dalam limbiknya yang mengatur masalah emosi pada seorang manusia. Dan ini amat berbahaya, ini juga lah yang sering saya katakan kalau akan ada terus potensi konflik bila orang-orang seperti anda tidak segera diberikan penanganan khusus masalah emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus masalah PKS, Bang Win Wan Nur harus tahu kalau banyak dari GAM yang dulu ikut memperjuangkan Aceh Merdeka hanya menginginkan tegaknya syariat Islam di Aceh, dan dari tujuan perjuangan mereka sudah mendapatkannya. Bang Win Wan Nur tentu juga tahu kalau GAM sekarang sudah terpecah, dan banyak diantara mereka yang dahulu simpatisan GAM sekarang beralih ke Partai Islam dan salah satunya adalah PKS. Bukankah saya katakan sebagai contohnya Perang Tjumbok. Karena jika mereka terus menerus digosok maka orang-orang seperti ini akan keluar jiwa fundamentalisnya dan saya hanya tidak ingin Aceh kembali konflik. Karena kalaupun konflik yang akan jadi korban adalah GAM dan masyarakat Aceh, jangan mimpi lantas Uni Eropa dan USA atau PBB kemudian membantu anda, akan ada jarak waktu. Bukankah Palstin dapat dijadikan contoh. Karena anda ISLAM, itu saja alasannya. Ada sebuah ayat yang selalu digunakan oleh kaum fundamentalis firman Allah ” Tidak akan pernah senang Yahudi dan Ahlil Kitab sampai kamu mengikut pola hidup mereka”. Daripada mereka melihat Aceh Merdeka dengan kekuatan Islamnya  maka lebih baik Aceh itu dalam keadaan konflik dan penurunan SDM serta penurunan keimanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Bang Win Wan Nur dengan gagah berani mendiskreditkan PKS  dengan mengatakan bahwa PKS merupakan antek USA dan Yahudi, tapi disisi lain orang banyak mengetahui bahwa PKS merupakan gambaran dari Ikhwanul Muslim yang merupakan Gerakan yang paling dibenci Yahudi dan USA. Apakah Bang Win Wan Nur tahu kalau anda kemudian ditertawai orang ? Tidak saja oleh PKS tapi juga oleh antek Yahudi dan USA itu sendiri, bukannya alih-alih kemudian mencari siapa Bang Win Wan Nur, malah kemudian mereka menganggap rendah anda. Atau mereka yang lebih pintar hanya beranggapan seperti anda kepada saya, mereka paling berkata ’Ah, orang ini hanya mau diperhatikan, tapi ternyata orang ini bukan siapa-siapa,” atau berkata ”Huh, bodoh sekali orang ini, mau memancing-mancing kita, lagian apa untungnya kalau kemudian kita terpancing kepada dia, NKRI sudah final, tidak jelas orang itu,” atau yang amat pintar berkata ”sudah biarkan saja, nanti juga hilang dengan sendirinya” atau yang ahli psikologi mengatakan ’sudahlah, ada gangguan dengan emosi dia, hanya gara-gara email lantas kebakaran jenggot dan kemudian dalam pemikirannya merasa akan dibunuh, ini mungkin akibat trauma masa lalu,”. Sungguh ini yang saya tidak mau terjadi dengan Bang Win Wan Nur, karena anda Serinen saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas masalah Soeharto, sudah sering saya katakan kalau saya benci Soeharto, tapi bukan lantas kemudian kami menggunakan kebencian itu untuk mengorbankan Rakyat Aceh, bukan itu. Lihatlah bagaiman orang-orang Jawa yang kamu benci itu telah berhasil membuat sebuah konsep demokrasi yang lebih bagus dari pada anda semua, bahkan dikatakan Indonesia sekarang merupakan negara yang paling demokrasi di dunia. Atau lihatlah Pemerintahan Jawa yang kamu benci itu ternyata sekarang bisa memberikan gebrakan dengan KPK nya, bisa menjadi DK Tidak Tetap PBB, tapi GAM, hanya pandai berperang, selalu diberikan janji palsu. Dahulu oleh NKRI sekarang oleh USA dan Uni Eropa, kenapa anda dari GAM tidak berpikir. Terlebih lagi dengan terpilihnya Obama, jauhlah harapan kemerdekaan anda, jika anda GAM. Karena memang Aceh itu sekarang ’nothing’, ditambah lagi dengan GAM Gila Harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah anda dengan bangga mengatakan bahwa kalau main fisik maka saya tidak akan lari, tapi anda sekarang tinggal di Bali, kenapa anda tidak tinggal di Banda Aceh ? Kenapa anda harus cari rezeki di wilayah yang anda benci ?  Apakah anda tidak malu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, untuk pion itu, kembali saya menjelaskan bahwa saya bukan suruhan siapa-siapa, kalaupun kemudian saya ditangkap oleh TNI atau GAM BODOH dengan alasan telah menimbulkan upaya provokasi maka tidak ada seorang pun yang menyuruh saya, murni karena ketidakadilan yang di dapat orang Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permohonan maaf saya kepada Bang Win Wan Nur, saya sudah menerima tantangan upaya untuk menjatuhkan lawan atau black campaign lawan anda. Dan saya juga akan mulai belajar bagaimana mengeluarkan kata-kata yang seperti anda katakan ’tidak ada belas kasihan’, saya akan semakin belajar. Yang saya hanya ingatkan adalah ’nothing to  loss with me’. Dan saya juga mempelajari sebuah ilmu yang menurut saya menarik, Tai Chi, bagaimana anda menggunakan kekuatan lawan untuk menjatuhkan lawan, dan saya banyak belajar dari anda. Dan yang membuat saya heran adalah bahwa ternyata anda sendiri yang menganggap bahwa anda adalah Ceh kelas tinggi tapi disisi lain anda yang mengatakan bahwa yang melakukan penilaian adalah penonton. Bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berijin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosasih Bakar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.cossalabu. blogspot. com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-9039173687330141882?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/9039173687330141882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=9039173687330141882&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/9039173687330141882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/9039173687330141882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/01/perbedaan-pendapat-memecah-didong-jalu.html' title='Perbedaan Pendapat Memecah, Didong Jalu Abad 21 ?'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-1346890509038911325</id><published>2009-01-21T15:01:00.002+07:00</published><updated>2009-01-31T11:03:30.921+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aceh'/><title type='text'>Palestin, PKS, Aceh dan Umat Islam Jilid 2</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Postingan Win Wan Nur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi tulisan saya kemarin "Israel-Palestina, PKS dan Tangisan Umat Islam Indonesia", di beberapa milis banyak yang mempertanyakan kepada saya kenapa saya begitu emosinya terhadap anak PKS yang mengatakan saya menulis karena dibayar oleh agen Israel, sampai menyebutkan kalimat "memisahkan tubuh dan kepala" segala. Teman-teman yang benar-benar teman mengatakan "sudahlah Win...jangan buang-buang energi mereka memang sudah begitu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bukan teman dan bukan kemungkinan tapi pasti anak PKS juga, menyindir dengan gaya sok tua " Kemarahan saya itu justru menunjukkan kalau memang saya ada apa-apanya, kalau memang saya tidak seperti yang dituduhkan, kenapa harus marah?", begitu katanya. Ini adalah logika khas kaum fanatik gila yang sesama mereka memanggil ikhwan dan akhwat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya begitu emosi dengan tuduhan itu adalah karena di kalangan kaum fanatik seperti kaum PKS ini, tuduhan sebagai agen Israel dan antek Amerika adalah sebuah VONIS MATI. Melemparkan tuduhan gila semacam ini kepada saya sama artinya dengan melemparkan saya ke tengah kawanan singa lapar. Ke tengah orang-orang fanatik yang percaya membunuh orang yang berseberangan pandangan dengan mereka akan mendapat pahala yang tinggi. Yang kalau dalam prosesnya sampai menyebabkan kematianpun, itu bukan kematian biasa. Tapi itu adalah 'syahid' nilai kematian tertinggi sehingga begitu sampai di surga mereka akan disambut 70 bidadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PKS ini adalah partainya kaum fasis, saya sebut begitu karena bagi mereka satu-satunya kebenaran adalah kebenaran versi mereka sendiri. Sementara definisi fasisme sendiri kurang lebih berarti : "isme yang mempromosikan supremasi dirinya [kelompoknya] lebih dari yang lainnya dimana supremasi itu sendiri dianggap merupakan kondisi yang terberi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena definisi fasisme seperti itulah Hitler disebut fasis. Hitler fasis karena dia bilang kalau orang Jerman Aria itu ras nomor satu, ras paling unggul sementara ras-ras lainnya itu cuma 'monyet'. Suharto disebut fasis karena tindakan Suharto cenderung mensupremasikan kedudukan Jawa diatas suku bangsa lainnya. Jepang di jaman Hirohito itu disebut fasis karena mereka percaya bahwa mereka adalah anak tuhan di Asia, kaisar Jepang sendiri jadi Tuhannya, sementara orang asia lainnya kalau bukan monyet, paling jadi adik kecilnya. Israel dengan Zionismenya disebut fasis karena bagi mereka umat Yahudi adalah satu-satunya umat pilihan Tuhan di dunia, umat selainnya termasuk kita di Indonesia ini apalagi orang Palestina ya cuma monyet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PKS sendiri, jelas adalah partai fasis! Semua tindak tanduk mereka ala wahabi yang serba ngarab dan dianjurkan sekali untuk ngarab. Lihat gaya berpakaian mereka. Atau lihat gaya mereka anak-anak ras mongoloid yang secara genetik memang tidak dianugerahi hormon yang memungkinkan jenggot tumbuh lebat memaksa diri menumbuhkan jenggot meskipun tumbuh hanya beberapa lembar saja, supaya terlihat mirip dengan orang arab. sesama merekapun mereka memanggil dengan sebutan "ikhwan" dan "akhwat". Bagi anggota PKS, orang lain yang non partainya yang tidak sepemikiran atau tidak menganut aliran Wahabi seperti mereka kalau bukan "anjing kurap" ya cuma "monyet".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena memang sama-sama fasis, kelakuan PKS ini persis sama dengan Soeharto pahlawan mereka. Baik PKS maupun Soeharto memiliki hobi yang sama yaitu membuat HANTU untuk menakut-nakuti orang yang berseberangan pandangan dengan mereka. Kalau Soeharto terkenal dengan hantu KOMUNIS dengan bahaya latennya maka PKS ini punya hantu peliharaan yang bernama 'Agen Israel dan Antek Amerika'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Soeharto dan PKS terhadap orang yang mereka tuduh sebagai HANTU yang mereka buat sendiri itupun juga sama. Bagi mereka, tanpa perlu pengadilan apapun, orang yang sudah dicap sebagai hantu itu sudah layak untuk dilenyapkan. Seperti juga Soeharto, PKS dan para simpatisan fanatiknya juga tidak membutuhkan data dan fakta apapun untuk membuktikan tuduhannya. Cukup fantasi gila di kepala mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membedakan PKS dan Soeharto cuma pada tingkat kekuatan saja, jika Soeharto punya pasukan dan sampai hari inipun masih didukung penuh oleh militer di belakangnya. PKS ini masih 'Bayi Fasis' yang sedang membangun kekuatannya dengan membentuk lasykar-lasykar berani mati yang meneriakkan Allahu Akbar setiap kali mereka menghantam orang yang berseberangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau terus dibiarkan, PKS yang tumbuh besar dengan bibit-bibit fasis dalam dirinya ini akan terus tumbuh membesar dan menghancurkan seluruh peradaban. Unsyiah kampus tempat saya dulu pernah kuliah sudah merasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tulisan ini saya posting, saya yakin orang-orang PKS akan kasak-kusuk sibuk sendiri seperti kucing garong yang dibakar ekornya. Mencari tahu siapa Win Wan Nur ini sebenarnya. Siapa di belakangnya, siapa yang mendanainya, apa kaitannya dengan Israel dan Amerika dan segala macam teori konspirasi tai kucing lainnya. Dan saya juga sudah bisa membayangkan kesimpulan akhirnya akan tetap Win Wan Nur itu agen Israel dan Antek Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau saya atau siapapun juga yang minta bukti kesimpulan atas tuduhan mereka itu berdasarkan data dan fakta, sampai mampus bahkan sampai mereka bongkar kuburan nenek moyang merekapun ya mereka tidak akan bisa menemukannya. Karena saya sama sekali bukan pengikut satu sekte apapun, bukan pengikut atau simpatisan partai politik apapun. Karena faktanya Win Wan Nur ini cuma warga biasa yang malas melihat gaya sok islam (wahabi), sok suci, gaya sok ngarab dan terutama kebiasaan sembarang tuduh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Win Wan Nur&lt;br /&gt;www.winwannur.blogspot.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ulasan Kosasih Bakar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Serinen Win Wan Nur sudah kembali kepada pola penulisannya yang pernah membuat saya kagum pertama kali, tulisannya sudah seperti syair yang menghentakkan pemikiran dan hati yang membacanya. Ijinkan saya untuk bisa mengeluarkan pemikiran saya tentang tulisan Serinen ku yang satu ini, seperti yang lainnya. Berijin Bang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya saya hanya ingin mengeluarkan pandangan saya tentang serinen saya ini, bahwa siapapun yang mengatakan bahwa serinen saya ini antek USA dan Yahudi menurut saya sebuah tuduhan yang tidak bisa dibenarkan. Dalam berbagai tulisannya bahkan ia seringkali mengatakan bahwa ia rindu dengan pengaruh Islam di Gayo seperti halnya ia bangga dengan mengatakan ia adalah cucu dari dari seorang Tengku, bahkan ia juga mengatakan bahwa ia terinspirasi dengan Kakeknya tersebut. Lebih membanggakan lagi ia seringkali mengucapkan arti dari namanya. Win Wan Nur merupakan bahasa Gayo yang kalau diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah seorang anak laki-laki yang selalu dalam cahaya, tentunya cahaya Allah, selalu dalam penerangan hatinya. Siapapun yang memfitnahnya saya kurang setuju, karena memang Serinen saya itu sampai sekarang hanya manusia biasa yang selalu mencoba memberikan yang terbaik buat keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Bang Win Wan Nur mengungkapkan kata ‘antek Yahudi dan USA’, maka saya teringat kembali dengan konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia ini, ntah itu di Afganisthan, Palestin, Iraq, Khasmir, Chencya bahkan di Moro, semuanya kerap kali mengatakan hal yang demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iraq yang merupakan Negara merdeka yang kemudian dilalap oleh USA dengan alasan pembohongan public yang sampai saat ini tidak terbukti, Saddam Hussein mempunyai senjata pemusnah missal, telah menghancurkan kemerdekaan bangsa tersebut. Konflik di Afganisthan, dengan Talibannya dan Usamah Bin Ladennya  yang dahulu merupakan sekutu dekat CIA ketika masa perang dingin melawan Uni Soviet juga keluar kata-kata tersebut. Khasmir, sebuah daerah perebutan antara Pakistan dan India juga tidak terlepas dari kata-kata tersebut. Terlebih lagi Palestin, bagi HAMAS siapapun yang menyetujui perang yang dilakukan oleh Israel ke Gaza juga dikatakan dengan kata-kata tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, kembali kata-kata tersebut kembali dijadikan sebuah icon perjuangan untuk mereka yang merasa ditindas dan tidak dihargai,utamanya kaum muslimin yang ada pada daerah konflik, kecuali GAM tentunya yang malah berulang kali meminta bantuan kepada Uni Eropa dan USA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai Keadilan Sejahtera (PKS), merupakan sebuah partai yang terlahir terinspirasi dengan Gerakan Ikhwanul Muslim, dengan tokohnya Hasan Al Banna, yang juga merupakan sebuah gerakan yang melahirkan HAMAS di Palestina. Gerakan Ihkwanul Muslim ini kini sudah di larang oleh Mesir karena gerakan ini dianggap terlalu fundamental, terlalu agresif gerakannya. Ini Juga lah yang menyebabkan Mesir terlihat seperti takut dengan HAMAS, karena berpengaruh kepada kepentingan dalam negeri mereka, pengaruh dari Gerakan Ikhwanul Muslim. Belum lagi dengan tekanan-tekana yang diberikan oleh USA dan Israel itu sendiri. Dampaknya adalah Rafah yang terus ditutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara politis di Indonesia terdapat 2 pertempuran,  yaitu pertempuran antara Nasionalisme dan Islam. Ini dapat dilihat dari banyak contoh bagaimana Nasionalisme dan Islam selalu bersiteru, ketika Pemilihan Gubernur DKI ada persiteruan antara PKS dengan gabungan partai-partai lain yang ada di Indonesia, hasilnya pun sungguh mencengangkan karena ternyata gabungan dari partai-partai besar itu hanya mengalahkan PKS dengan perbandingan 60:40, sebuah angka yang menurut saya sudah menunjukkan betapa kuatnya PKS di DKI Jakarta. Atau ketika PKS berhasil memenangkan Pilkada di Jawa Barat, Sumatera Utara dan daerah besar lainnya. Semuanya menunjukkan bahwa PKS ternyata mampu meraih dukungan dan simpati dengan segala kelebihan dan kekurangannya baik dari kalangan nasionalis maupun kalangan Islam sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu juga diingat bahwa Indonesia berhasil meredam fundamentalis Islam adalah karena Negara ini telah memperbolehkan wadah mereka untuk beroganisasi, Negara ini menghormati gerakan Islam tersebut, Negara ini mengembangkan sikap saling menghormati, walau tentunya ini tidak bisa memuaskan semua pihak. Saya pernah menonton sebuah film tentang dunia intelijen yang berjudul ‘Body of Lies’, sungguh sebuah film yang amat menarik. Film ini mencoba mengangkat permasalahan intelijen Amerika dengan Negara-negara Arab, memperlihatkan bahwa fundamentalis itu bila dilawan dengan kekerasan hanya akan menyebabkan kehancuran, namun bila dilakukan dengan pendekatan dan memegang pimpinan mereka atau dengan memberikan ruang gerak kepada mereka maka ketika anda memegang ekornya anda dapat mengendalikan kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau demikian pada kalangan fundamental itu sendiri ada bagian yang amat keras yang didiskripsikan dengan Al Qoida saat ini, Taliban, HAMAS yang sama sekali tidak mau tunduk kepada KUFFAR USA dan YAHUDI, sepertinya mereka masih belum bisa memegang ekornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aceh juga demikian, dalam perang Tjumbok terlihat bagaimana antara Tengku yang pada waktu itu juga dikatakan Wahabi, dengan Uleebaleng atau Penguasa/Pengusaha. Gerakan Wahabi di Aceh sebenarnya merupakan inti dari Islam di Aceh sejak zaman dahulu, karena Aceh itu sebenarnya merupakan gerakan Wahabi. Dalam Kesultanan Aceh yang bukan Islam itu akan dipaksa menjadi Islam atau dibunuh. Ini bahkan terjadi dalam Kesultanan Aceh terdahulu, bahkan ada seorang Belanda dalam buku Dennis Lombert yang dikatakan oleh orang Aceh dipaksa memeluk Islam atau kalau tidak ia akan dibunuh. Namun Belanda ini ternyata mempunyai hati yang keras sehingga ia menolak dan siap dihukum mati. Oleh Sultan Aceh kemudian ia tidak jadi dihukum mati, namun ia dilontarkan ke lautan luas agar dimakan oleh Ikan. Inilah Islam di Aceh, memang sudah sejak dahulunya Wahabi, sehingga seringkali dikatakan Islam di Aceh dan Padang amat kuat dipegang teguh oleh orang-orangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita kembali ke Gayo terkadang adat istiadat itu melebihi Agama Islam, hal ini bisa dilihat dari  adat istiadat mengatakan bahwa tidak boleh menikah dengan satu kampong atau akan diparak, adat istiadat melarang pernikahan antara sesupu atau diparak, belum lagi yang lainnya, setiap hukum yang diterapkan terkadang melebihi hukum Islam. Inilah yang dikatakan bahwa memang dasar Islam di Aceh itu adalah Wahabi. Inilah kenyataan yang memang harus diterima bahwa sejak dahulu Islam Wahabi itu merupakan bagian dari perkembangan Islam di Aceh, dan ini pulalah yang menyebabkan Aceh menjadi sukar untuk ditaklukkan dan berhasil mempertahankan kekuasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beralih ke PKS atau singkatan dari Partai Keadilan Sejahtera, partai ini lahir dari intelektual muda Islam yang menginginkan agar Islam dapat dilakukan secara kaffah, Islam dijadikan sebagai satu-satunya ideology mereka yang memeluk muslim. Sebuah partai yang menggunakan metode dengan Gerakan Ikhwanul Muslim. Kemarin saya sempat membaca pada salah satu majalah popular dengan Judul ‘PKS Partai Pragmatisme’, yang ditulis oleh seorang akademisi yang membuat desertasinya tentang perkembangan PKS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menarik hati saya dalam artikel tersebut, artikel tersebut mencoba untuk menggambarkan perubahan-perubahan yang terjadi pada PKS. Menurut penulis tersebut PKS yang dahulunya bernama Partai Keadilan telah berubah menjadi partai yang pragmatis, sebuah partai yang mencoba pragmatis bagi kepentingannya. Menurutnya ini dapat terlihat dalam pengambilan keputusan, ketika dahulu pendukung PKS ini menggunakan metode musyawarah dari sebagian pentolannya saja, namun sekarang pengambilan keputusannya berdasarkan pemungutan suara terbanyak dari masing-masing DPD, bahkan mereka juga sudah menggunakan teknik pengembangan organisasi yang modern. Jadi ketika dahulu mereka menggunakan system liqo’ yang tertutup, sekarang ini bersifat lebih modern pertemuannya yang terkadang sudah kurang memperhatikan lagi tentang hijab atau pemisahan laki-laki dan perampuan secara keras. Untuk kemitraan mereka juga sudah melakukan perubahan, jika mereka dahulu menginginkan kerjsama hanya dengan partai yang berideologi Islam, sekarang mereka lebih fleksibel dalam melakukan kerjasama dengan partai-partai nasionalis asalkan mempunyai kepentingan yang sama. Hal-hal inilah yang menyebabkan penulis ini menyebut bahwa PKS sudah menjadi partai Pragmatis, walau dalam uraiannya ia menyebutkan bahwa ini dimungkinkan karena lingkungan yang kondusif di Indonesia, namun apabila mereka ditekan maka ada kemungkinan wajah mereka yang lama atau fundamentalisnya akan kembali keluar. Memang pengaruh demokrasi sekarang sedang pacaran dengan PKS, PKS sekarang mencoba mengikuti Partai Keadilan di Turki, HAMAS di Palestina, HIzbullah di Lebanon dan lain sebagainya. Upaya mereka adalah sekarang bagaimana berdawah untuk mengambil dukunga suara terbanyak sebagai upaya menegakkan Islam di NKRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fanatisme dalam Islam merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan, Islam memang harus menjadi fanatis, Islam sesungguhnya mengajarkan kita untuk kaffah, Islam selalu mengatakan bahwa yang benar itu benar dan yang salah itu salah, tidak ada daerah abu-abu sesungguhnya bagi seorang muslim. Namun, Islam juga mengajarkan bahwa lakukanlah apa yang diajarkan oleh Islam semampu kamu dan sepengetahuan kamu dengan tidak merendahkan Islam itu sendiri. Islam juga mengajarkan bahwa setiap perbuatan akan mendapatkan balasannya berupa pahala dan dosa yang akan berimplikasi kepada hukuman syurga dan neraka. Filosofi-filosofi Islam ini menyebabkan seorang muslim bisa berdiri dimanapun dengan keyakinannya, ia bisa berdiri di daerah konflik, ia bisa berdiri di kalangan perkotaan dan borjuis, ia bisa berdiri dikalangan papa dan fakir bahkan ia bisa berdiri di kalangan penjahat sekalipun. Inilah Islam, karena menurut Allah hanya ia lah yang berhak nengatakan seseorang itu beriman kepadanya atau tidak. Dan untuk menyatukan keberagaman pemahaman tentang Islam tersebut kemudian dikatakan bahwa Ukhuwah Islamiyah, setiap muslim adalah saudara, ketika ada perselisihan antara 2 golongan muslim maka damaikanlah mereka, berlemahlembutlah kamu kepada saudara seimanmu dan berkeraslah kepada ahli kita, dan masih banyak lagi yang kesemuanya ingin menyatukan sesama muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serinen, orang yang selalu dalam cahaya Allah, tulisan-tulisan Bang Win Wan Nur biasanya selalu memperlihatkan sebuah perdamaian, memberikan pencerahan diantara perbedaan, akhir-akhir ini terlihat semakin mengusik hati yang membacanya, jujur saja Serinenmu ini pada awalnya terinspirasi dengan gaya penulisan anda, bahkan setiap kali ingin membalas tulisan Bang Win Wan Nur maka serinenmu ini selalu mencoba untuk mengikuti gayanya. Karena ada keunikan ditulisan anda, ada sebuah upaya untuk mempermainkan pemikiran orang-orang yang membacanya, dan ketika membacanya sepertinya mudah diingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya hanya bisa berujar, perpecahan dalam setiap orang yang mengucapkan syahadat adalah KEBODOHAN dan KERUGIAN dan KEDZHALIMAN, perpecahan Muslim hanya akan membuat Yahudi dan Kuffat tertawa, ketidakaman di Aceh juga hanya akan membawa semua generasi kita kedalam tekanan yang kita tidak semua menginginkan karena hanya akan menimbulkan pembodohan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita tegakkan Ukhuwah Islamiyah kita, kita hormati ketika muslim itu sudah tinggi tingkat keimanannya sehingga pada akhir zaman dikatakan sebagai orang aneh kembali, atau ketika muslim yang tingkatan keimananya masih setengah-setengah antara hubbun dunia dan hubbun akhirat sehingga mengikuti pola hidup sedsuai hatinya dan zamannya, atau muslim tingkat keimanannya masih hubbun dunia yang terkadang melupakan akhirat dan tersadar ketika ia dalam kesusahan, atau kepada muslim tanpa ada keimanan karena muslim karena keluar dari rahim wanita muslim. Karena sekarang ini adalah sosok dari Islam di dunia. Wallahu’alam bishowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berijin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosasih Bakar&lt;br /&gt;www.cossalabuaceh.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-1346890509038911325?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/1346890509038911325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=1346890509038911325&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/1346890509038911325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/1346890509038911325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/01/palestin-pks-aceh-dan-umat-islam-jilid.html' title='Palestin, PKS, Aceh dan Umat Islam Jilid 2'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-1451829823063573052</id><published>2009-01-21T14:58:00.003+07:00</published><updated>2009-01-31T11:03:30.921+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aceh'/><title type='text'>Palestin, PKS, Aceh dan Umat Islam</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Postingan Win Wan Nur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini semua milis yang kuikuti, seluruhnya mengharu biru masalah Isra'el dan Palestina. Terus terang hatiku trenyuh dan sedih melihat darah yang tertumpah di tanah turunnya para nabi itu. Melihat anak-anak dan perempuan kesakitan meregang nyawa. Melihat adegan seperti itu aku seolah merasakan rasa sakit mereka itu bagaikan rasa sakit di tubuhku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sakit yang mereka rasakan, aku rasakan sama seperti rasa sakit ketika aku membayangkan tubuh saudara-saudaraku mulai orang tua sampai anak-anak di di Waq, Jamur Atu atau Menderek meregang nyawa. Bedanya saat itu kematian saudara-saudaraku itu tidak ditanggapi dengan mengharu biru oleh dunia. Jangankan dunia, bahkan sesama saudara sesukunya sajapun kematian mereka dipersetankan asal bisa mendirikan ALA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada acara penggalangan dana, sedikit uang berlebihpun dengan ikhlas aku sisihkan. Tapi apa yang membuatku merasa miris soal Palestina ini adalah reaksi kita umat Islam sedunia. Dari masa ketika pertama kalinya pesawat televisi ada di kota kelahiranku di Takengen di akhir tahun 70-an dulu. Yang kusaksikan di TV, melalui siaran Warta Berita waktu itu. Selalu masalah perang antara Isra'el dan Palestina melulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ada jeda beberapa tahun, lalu perang kembali berulang. Setiap kali perang terjadi, yang menjadi korban paling banyak selalu orang Arab dan orang Palestina. Setiap perang terjadi, seluruh dunia kecuali Amerika mengutuki Israel. Umat Islam di seluruh dunia menangis, melaknati Israel dan berdo'a untuk keselamatan orang Palestina. Selanjutnya yang dilakukan umat Islam apa?...melakukan penggalangan dana, selanjutnya?...tidak ada...hanya itu saja!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu saat di akhir tujuh puluhan itu, aku masih belum bersekolah, orang tuaku mengutuki Isra'el dan mendo'akan keselamatan Palestina. Sampai hari ini ketika aku sudah menjadi bapak dengan anak yang umurnya sama denganku di akhir tahun 70-an dulu. Ketika konflik Israel-Palestina kembali berkecamuk. Yang dilakukan para orang tua Islam sekarangpun sama seperti yang dilakukan orang tuaku dulu. Melaknati Israel dan berdo'a untuk Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu, Korea Selatan masih setara dengan kita, Cina masih bangsa semenjana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dalam kurun waktu yang hampir tiga puluh tahun itu. Korea Selatan sekarang telah bermetamorfosis, berubah menjadi negara yang memiliki kemampuan setara dengan bangsa maju di Eropa. Cina telah menjadi naga baru dunia yang dengan kekuatannya bahkan Amerikapun bergetar dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita?... Setelah hampir tiga puluh tahun kemudian. Kita jadi apa?...Ketika saya sudah menjadi bapak. Saat terjadi konflik antara Israel dan Palestina, saat melihat di TV Israel membantai anak-anak dan perempuan Palestina. Bantuan apa yang bisa kita lakukan pada saudara-saudara kita yang meregang nyawa nun jauh di sana?...sama seperti para orang tua kita dulu, sekarangpun hal terbaik yang mampu kita berikan masih tetap merintih dan berdo'a. Dengan tambahan variasi omong kosong perjuangan baru yang terlihat gaya, seksi dan heroik...Boikot Produk Israel dan Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya seruan boikot ini yang banyak diserukan oleh PKS Partai berbasis Islam yang kini cukup berkuasa hanya pada produk-produk semacam Mc Donald, Levi's, Chevrolet atau Coca Cola yang memang terbatas sekali orang Islam yang mengkonsumsinya. Dan lagi pula di perusahaan-perusahaan yang sudah Go Internasional semacam itu sahamnyapun sudah tidak murni milik orang Israel dan Amerika lagi, sudah bercampur-campur dengan milik orang dari bermacam negara termasuk orang Arab dan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati aku kadang bertanya. Kalau memang mereka mau serius memboikot produk Amerika. Kenapa pula mereka perlu repot mengerahkan massa dan menganjurkan kita dan juga mereka yang memakai perangkat Windows, intel, IBM, Apple dan sejenisnya untuk membaca dan mempublikasikan seruan boikot mereka. Padahal PKS yang punya kekukatan signifikan di parlemen bahkan punya ketua MPR yang merupakan anggotanya sama sekali tidak perlu mengerahkan massa ke jalan. Mereka cukup mendesak pemerintahan SBY-Kalla untuk menghentikan impor Gandum dan Kedelai yang memang jelas PRODUK AMERIKA dan pasti!... Kalau itu kita lakukan, Amerika akan cukup terpukul karena kita, negara yang berpenduduk Islam terbesar di dunia ini adalah salah satu pasar terbesar produk pertanian mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau boikot yang dianjurkan PKS itu benar terjadi, dalam beberapa hari saja, tempe, tahu, kecap, mie instan sampai ongol-ongol dan bakwan akan menghilang dari semua pasar tradisional kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah itu tinggal kita yang balik mendemo Hidayat Nurwahid, Tifatul Sembiring dan petinggi-petinggi PKS lainnya. Kita minta tanggung jawab mereka untuk memberi makan anak-anak Aa Asep penjual Tahu Sumedang, Uda Ali penjual Sate Padang, Cak Tolib penjual Soto Madura, Lik Warno Penjual Bakso Wonogiri, Bang Lah, Bang Amat dan Bang Razali, Penjual Martabak dan Mie Aceh di warung-warung pinggir jalan mulai dari Lam Teumen, Ulee Kareng sampai Darussalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering aku bayangkan, andai dulu kita seperti Cina membangun kekuatan dengan benar. Pemimpin dan pejabat kita tidak hanya bisa menghabiskan uang negara untuk kroni, kerabat dan handai tolan. Andai masa itu kita yang menjadi rakyat juga kritis dan tidak hanya manut apa kata tuan. Andaikan tiga puluh tahun yang lalu orang tuaku dan para orang tua lain dari anak-anak segenerasiku mau memacu diri. Menempuh segala upaya menaikkan taraf ekonomi agar kami anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang mumpuni. Bukan cuma pendidikan sampah model menghapal dan menjejali kepala kami dengan sejarah palsu karangan penguasa negeri. Supaya dengan penduduk sebanyak ini negara kita bisa memiliki sumber daya manusia melimpah dengan orang-orang sekaliber Habibi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau itu benar terjadi, bukan hanya mungkin, tapi pasti hari ini kita negeri yang begitu kaya dengan sumber daya alam ini sekarang sudah melebihi Cina. Punya roket, punya program ruang angkasa dan juga nuklir yang pasti membuat jeri Amerika dan sekutu-sekutunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah khayalanku itu nyata adanya. Aku tidak bisa membayangkan Israel akan seberani sekarang. Ketika mereka mengetahui kenyataan bahwa jauh di sini, ada sebuah negeri yang penduduknya 240 Juta yang lebih dari 200 Juta diantaranya adalah pemeluk Islam yang secara konsisten dari dulu mendukung perjuangan rakyat Palestina. Sebuah negara berpenduduk 240 Juta mayoritas Islam yang punya roket, punya program ruang angkasa dan yang juga nuklir dan yang terpenting memiliki kekuatan ekonomi yang mampu mengguncang dunia. Tidak akan mampu ditandingi oleh Yahudi yang bukan hanya di Israel bahkan di seluruh planet inipun populasi totalnya hanya 14 juta saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu semua tentu hanya khayalanku saja, karena yang terjadi benar-benar sebaliknya. Kita adalah sekumpulan para pecundang yang setiap menghadapi masalah hanya bisa menemukan alasan. Bukan introspeksi apalagi solusi yang tepat sasaran. Sehingga dalam kurun waktu satu generasi itu bukannya kita makin disegani, malah dalam hubungan dan pergaulan Internasional kita makin terpinggirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti orang tua generasiku dulu. Ketika di TV anak-anak dan perempuan Palestina dibantai Israel, kesakitan meregang nyawa. Orang tua zaman sekarangpun hanya bisa melolong-lolong minta tolong kepada Tuhan. Meskipun mereka tahu persis kalau dalam kasus Israel-Palestina ini. Tuhan yang dimintai tolong tidak akan pernah memberikan bantuan secara instan. Seperti mengirimkan burung ababil yang menghancurkan tentara gajah atau seperti Nabi Musa yang membelah lautan. Tapi apa boleh buat memang hanya itu yang bisa mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti orang tua kami dulu, kami yang sekarang sudah menjadi orang tuapun sama. Tidak mau memacu diri. Menempuh segala upaya menaikkan taraf ekonomi agar anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang mumpuni. Agar tiga puluh tahun ke depan nanti anak-anak yang tumbuh sekarang ini mampu bertarung satu lawan satu dengan orang yang berasal dari negeri manapun di planet ini. Agar suatu saat, ketika Presiden Amerika datang ke sini. Kita bisa bilang padanya dengan bahasa Melayu logat Simalungun, Hey mister...kami orang Islam, jangan macam-macam pulak kau sama kami!. Agar anak-anak kami tidak seperti generasi kami yang bermoral 'SELANGKANGAN' yang dimana-mana menjadi pecundang. Yang bahkan oleh sesama Melayupun dilecehkan dan dikatai 'Indon' saat kita berkunjung ke negara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya sekarang darahku serasa mendidih, saat aku yang sedang berkonsentrasi mempersiapkan generasi penggantiku agar tidak menjadi pecundang seperti generasi bapaknya, tapi saat itupun aku masih bisa menyisihkan sedikit uang untuk saudara yang menderita di Palestina. Seorang saudara yang biasanya mempersetankan orang Gayo dibunuh di sebelah rumah kakeknya. Berani melarangku untuk berbahagia menyaksikan generasi penggantiku sedang dalam proses tumbuh yang nantinya akan jauh melebihi bapaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darahku semakin panas mendidih ketika aku, orang Gayo yang Islam yang dari semua garis keturununannya yang bisa ditelusuri dengan sejarah semuanya adalah pemeluk Islam yang muyang dan seluruh rakyatnya habis dibantai Van Daalen di Rema Blang Kejeren sana. Hanya karena belakangan ini dalam tulisan-tulisanku aku jarang menyinggung masalah Palestina, oleh Bagudung simpatisan PKS yang tidak tahu apa-apa aku dikatakan sebagai penyambung lidah Israel dan tidak punya simpati pada rakyat Palestina. Si Bagudung yang sama ini dengan yakinnya pula mengatakan seperti yakinnya 1+1 =2 bahwa aku dibayar agen-agen Israel untuk menulis di Blog, di Milis dan berbagai media online lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah saja si anak PKS pengecut itu tidak memakai nama samaran dalam menulis postingannya, dan kalau saja dia berani secara jantan menunjukkan wajah di facebook. Akan kucari dia ke lobang tikus manapun bersembunyinya dan jangan sebut Win Wan Nur ini orang Gayo kalau belum kupisahkan bagian tubuh dan kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga tidak tahu harus sedih atau tertawa ketika si saudara Gayo yang sama, yang biasanya dalam setiap tulisannya hanya menganggap orang Aceh yang juga Islam yang hidup di samping rumahnya yang karena suka memprotes ketidak adilan negaranya, nyawanya sah-sah saja dicabut oleh aparat negaranya. Kini malah menasehatiku tentang perlunya menangis dan berdo'a untuk Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi meskipun sangat jengkel dan marah, sebagai orang Gayo yang beradab dan tidak menyukai berkonflik dengan orang Gayo lainnya. Aku membalas dengan lembut dan berterima kasih atas nasehatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal dalam hati sebenarnya aku ingin berkata dengan logat melayu terburuk yang aku bisa : KAU SUMBAT SAJALAH MULUT BAU KAU ITU LAE...BAGUSAN KAU SIKAT-SIKAT GIGI BABIMU DI KANDANGNYA SANA!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Win Wan Nur&lt;br /&gt;www.winwannur.blogspot.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ulasan Kosasih Bakar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Palestin sekarang memang amat mengharubirukan, bahkan dengan cerita ini banyak digunakan oleh berbagai gerakan di dunia ini termasuk Gerakan Aceh Merdeka atau GAM atau gerakan lainnya sebagai contoh bagaimana kebiadaban seorang yang kuat menghakimi yang lemah. Peristiwa Palestina ini dijadikan kembali sebagai sebuah icon bagaimana yang kuat menghancurkan yang lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah 1300 orang yang sepertiganya adalah anak-anak menjadi korban ketidakadilan yang lemah dihancurkan yang kuat, kekuatan militer nomor 3 dunia meluluhlantakkan gaza, sebuah daerah yang bisa dianggap kumuh dan suidah lebih 1,5 tahun di blockade oleh zionis. Pemandangan yang terlihat adalah seperti halnya yang pernah terjadi di Bosnia Herzegovina yang sudah sering terlupakan, bahkan ini merupakan kejadian ulangan ketika Israil pertama kali menginvasi Palestina. Pertanyaan besarnya adalah untuk apa ini semua ? Hanya untuk mendapatkan ‘tanah yang telah dijanjikan’ sesuai dengan kitab suci dan kepercayaan mereka. Berbekal itu semua dihalalkan, berbekal itu semua disetankan. Sungguh ini merupakan perbuatan yang diluar kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darah, airmata, tangisan, teriakan, rasa sesal, dendam, terintimidasi, ketidakadilan, marah semua bercampur baur di Gaza saat itu, seperti halnya pada daerah konflik lainnya. Namun nyatanya ini ternyata menjadi lebih biadan karena mereka menggunakan banyak senjata terbaru, Gaza dijadikan sebagai bahan uji coba senjata kimia. Yang menjadi perang ini menjadi suci adalah bahwa musunya adalah KUFFAR, Zionis, Laknatullah Yahudi. Yang menjadi perang ini berarti adalah slogan-slogan Jihad berkumandang dengan memekikkan Allahu Akbar kepada musuh yang telah menyembah dinding itu, yang telah menganggap dirinya sebagai makhluk paling sempurna dan makhluk lainnya adalah hina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya yang menarik saat ini adalah bagaimana Yahudi telah memperlihkan bagaimana lemahnya kesatuan dari Arab, bagaimana pertunjukkan ini memperlihatkan bahwa HAMAS dihancurkan sebagai kelompok orang bukan sebagai Negara. Buktinya pernahkan kita mendengar militer Paletina membantu saudaranya di Gaza, tidak. Semuanya memperlihatkan bahwa Presiden Palestina sepertinya seolah-olah merestui dengan hati yang tertekan untuk pembantaian di Gaza. Tentunya ini berimplikasi kepada dunia, ketika Presiden Palestina seolah-olah diam saja dan tertekan dunia kebingungan kemana mereka harus mengatasi permasalahan ini kepada HAMAS atau kepada Presiden Palestina yang diketahui sampai saat ini dalam konflik yang berkepanjangan. Bahkan Negara Arab pun kemudian menjadi bingung kemana harus memberikan bantuan kepada Presiden Palestina yang dikatakan sudah habis masa jabatannya atau langsung kepada HAMAS yang dianggap teroris oleh USA dan Israel. Dapat dilihat bagaimana Yahudi telah berhasil memecahbelah umat Islam di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dikatakan mengapa Islam menjadi rendah seperti sekarang ini jelas permasalahannya adalah karena kita tidak bersatu, kita mudah dipecahbelah, seperti halnya GAM dan NKRI, sesama muslim yang bertarung ternyata hanya berakibat kemunduran pada Aceh dan NKRI dapat dianggap sebagai sebuah Negara yang telah melanggar HAM dan berdampak kepada banyak perjanjian internasional. Jadi adalah hal yang wajar ketika sebagian muslim beranggapan bahwa ada permainan Yahudi di GAM hanya untuk membuat wajah dari NKRI sebagai Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia turun kredibilitasnya dan selalu dalam konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan yang ironisnya bukan saja Aceh di NKRI banyak perpecahan dilakukan, Timur-Timur, Poso, Ambon, Papua, semuanya berindikasikan kepada memang NKRI ini ingin dihancurkan dengan sedemikian rupa hingga akhirnya terbelah dan hancur menjadi kekuatan-kekautan kecil yang secara geopolitics akan mudah dihancurkan. Sudah waktunya kita bersatu padu dengan mengatasnamakan Islam seperti yang dikatakan oleh Daud Beureuh bagaimana Aceh dapat menegakkan syariat Islam seperti berabad-abad sudah dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan samakan Indonesia dengan China, amat jauh perbedaannya. China bisa besar seperti sekarang ini karena ia berhasil dengan system komunisnya, ia berhasil membuat upah buruh lebih murah, ia berhasil membuat Negara lebih berkuasa daripada rakyat, tidak ada yang namanya demokrasi dalam berpolitik disana. Dengan kebijakan seperti ini tentunya semuanya akan lebih mudah dilakukan, karena Negara berkuasa penuh. Pertanyaannya apakah system seperti ini akan diterapkan di NKRI atau Aceh ?  Rasanya tidak mungkin, sejarah telah membuktikan bahwa penghabisan komunis sampai akar-akarnya telah menjadi sebuah keputusan bangsa ini. Terlebih lagi bagi Aceh, yang Agama merupakan hidup mati mereka, kehormatan mereka. Namun, implikasi dari system ini adalah bahwa Negara harus mampu untuk mengatasi setiap gejolak yang ada di masyarakatnya, menurut saya ini mirip dengan pola era Orde Baru zaman Soeharto yang ternyata juga tidak cocok dengan kultur kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau Indonesia dengan Korea Selatan, perekonomian di Korea Selatan itu didukugn sejak awal oleh IMF, seperti halnya dengan Singapura, Bang Win Wan Nur jangan pernah lupa bahwa perseteruan antara Islam dengan non Islam itu akan selalu ada dalam hati setiap manusia, hanya tinggal bagaimana kita mensikapinya. Ketika Islam berkuasa maka kebebasan agama terjamin, namun ketika Zionis berkuasa maka hasilnya seperti dunia kita sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno dan Soeharto serta pemimpin lainnya mempunyai kesalahan-kesalahan , tidak hanya Aceh saja yang menderita akan tetapi Acehlah yang paling panjang konfliknya. Akibatnya dalah penurunan kualitas SDM dari rakyat Aceh juga habisnya SDA Aceh dibawa serta oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Siapapun  sudah barang tentu tidak akan merestui perbuatan-perbuatan ini yang tidak hanya dilakukan oleh TNI akan tetapi juga oleh GAM. Seorang Win Wan Nur mengatakan bahwa nenek muyangnya telah dibunuh oleh Belanda hitam atau seorang Kosasih Ali Abu Bakar yang mengatakan bahwa kakeknya sudah dibunuh oleh DI/TII dan masih banyak yang lain kiranya hanya membuat darah kita menjadi naik karena dendam kesumat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang sudah jelas tidak ada bedanya Hasan Tiro dengan Soeharto dan Soekarno, mereka semua rela mengorbankan Rakyat Aceh hanya untuk ambisi sesatnya dan orang-orang seperti saya dan Win Wan Nur yang kini menjadi korban. Korban dendam yang seharusnya tidak terjadi bila pemimpin-pemimpin itu lebih mendahulukan persaudaraan sesama muslim di dalam hatinya, seperti juga halnya dengan HAMAS dan FATAH. Inilah kesalahan kita mau dipecahbelah, sebagai bayangan kepada kita semua yang membuat NKRI ini mudah di jajah adalah karena orang-orangnya mudah dipecah belah. Kalau dipikir Belanda itu jaraknya amat jauh dari NKRI, militernya juga tidak sebanyak penduduk di Indonesia, tapi semua itu menjadi mudah karena bangsa ini mudah dipecah belah, bangsa ini mudah diadudomba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pada awalnya amat senang berdiskusi dengan saudara ku Gayo, tetapi akhirnya terlihatlah siapa dia sebenarnya, keluarnya kata-kata kotor itu telah mengindikasikan siapa dia sesungguhnya, menurut saya ucapan seperti ini tidal layak diucapkan oleh seorang Pemimpin terlebih lagi orang Gayo. Bahkan dengan orang yang penuh dendam seperti ini karena korban konfli ini, dimana ada kemungkinan ada gangguan pada kejiwaannya perlu ada sebuah terapi khusus, perlu ada sebuah uji coba khusus sebelum ia dipercayakan dapat memimpin negeri Gayo yang penuh denganorang Jawa, Gayo dan Aceh, bukan dengan orang yang penuh dendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gayo saat ini bukan milik GAM, sudah bukan zamannya lagi menggunakan intimidasi dan menggunakan kekerasan, seperti halnya saudaraku Gayo yang mengatakan bahwa ia menginginkan menciptakan anak-anaknya melebihi ayahnya, sudah tentu bukan cara intimidasi atau kembali ke dalam daerah konflik. Saya sebenarnya merasa tidak adil ketika pimpinan-pimpinan GAM lari ke Luar Negeri seperti Hasan Tiro dan kawan-kawan, mereka membiarkan anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang terbaik tapi mereka selalu menggosok-gosok agar Aceh selalu dalam konflik selama tidak merdeka. Sungguh kita telah termakan dengan ambisi yang amat sangat tidak baik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa saudara Gayo saya itu tidak menginginkan anaknya tahu bahwa ayahnya ternyata amat pandai mengeluarkan kata-kata sumpah serapah, atau ketika anaknya tahu bahwa bagi ayahnya masa depan itu adalah hantu, atau ketika anaknya tahu ketika ayahya marah maka semua tidak diperdulikannya yang terpenting hilang semua kesal dan marahnya tanpa peduli dengan akibatnya, atau ketika anaknya tahu bahwa ayahnya ternyata malu dengan masa lalunya. Tapi saya tahu itu hanyalah amarahnya sesaat saja karena sepertinya terlalu mendiskreditkan dirinya, walau mungkin dalam hati dari saudara Gayonya tersebut sama sekali tidak ada niat sedemikian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya diskusi yang sudah terbangun saat ini sudah amat bagus, dimana tidak ada kata sumpah serapah sesakit apapun, kami orang Gayo yang berhati lembut tahu betul dengan santunnya kata-kata kami sesungguhnya telah menorehkan luka, namun dengan kata-kata kasar sesungguhnya hanya membuat kami tertawa, tentunya Bang Win Wan Nur sudah sangat paham dengan bahasa kami itu. Hal inilah yang membuat saya tertawa bahwa ternyata Bang Win Wan Nur ternyata pandai juga mengeluarkan kata-kata yang kasar yang ternyata bukan membuat hati kita sakit tapi malah tertawa terbahak-bahak bahwa lawan diskusi kita sudah mulai kehilangan akal dan hujjahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik lagi adalah ketika Bang Win Wan Nur mengancam PKS dengan segala kejantanannya, ini semakin membuat saya yakin mungkin ia telah kehilangan akalnya, sebagai seorang aktivis tentu ia sadar betul bagaimana kejamnya dunia ini sampai-sampai ia katakana bahwa ia hampir mati pada tahun 2006, saya yakin betul Bang Win Wan Nur sudah tahu betul bahwa segala macam intimidasi tidak akan berpengaruh kepada jalannya perjuangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan menceritakan sedikit tentang PKS, kebetulan saya punya teman dari PKS dari yang paling kaffah sampai yang paling moderat sekalipun. Bagi mereka Bang Win Wan Nur, tidak akan pernah takut dengan ancaman seperti itu, diantara mereka bahkan ada yang lulusan Afganisthan, Poso, Ambon, mereka tidak pernah lari dari perangnya. Yang membuat mereka terpecah adalah ketika mereka dipaksa harus membunuh sesama muslim, mereka terpecah karena tidak menginginkan hal tersebut. Bagi mereka tidak ada yang namanya Gayo atau Aceh atau Jawa semua sama. Oh ya, saya bukan PKS, saya juga ada beberapa yang tidak setuju dengan cara pikir mereka, tapi saya tidak membenci mereka, bahkan menurut saya Partai inilah yang seharusnya menguasai Aceh atau Partai Tengku dalam sebutan saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya Bang Win Wan Nur juga mengetahui kisah perang Tjumbok di Aceh, perang antara Teuku dan Tengku, inilah yang saya takutkan terjadi di Aceh sekarang dengan terlalu mendiskreditkan PKS, yang hanya akan berujung kepada perpecahan kembali dan ujungnya adalah korban rakyat Aceh. Tentunya Bang Win Wan Nur juga sadar bahwa dengan kekerasan apapun orang Aceh, apalagi Gayo tidak bisa dipaksakan atau diancam terlebih lagi dengan mengatasnamakan Agama Islam, terlebih lagi anda sudah lama tinggal di Gayo, lama di Banda Aceh dan sekaran berdomisili di Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mengenai pertumpahan darah, saya sebagai orang Gayo merasa benci kepada GAM, tapi bukan berarti saya menghalalkan darah mereka untuk tumpah, salah besar itu. Kita semua perlu tahu bahwa karena GAM kita semua mundur, 30 tahun masa GAM adalah masa yang paling hina bagi kita, masa yang membuat Bang Win Wan Nur takut anaknya hidup seperti dirinya. Masa dimana kita selalu dalam tekanan dan intimidasi, masa dimana Bang Win Wan Nur tidak menginginkan anaknya tumbuh dengan keadaan demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika GAM melakukan MoU Helsinky maka semua tenang, jadi jelas bahwa yang melakukan ketidakamanan adalah GAM dan oknumnya. Sekarnag dikatakan GAM Gila Harta, dengan MoU Helsinky mereka hidup mewah tapi rakyat Aceh tetap dalam keadaan hina sampai saat ini, inikah keadilan itu ? Apapun alasannya berperang dengan sesama muslim adalah salah, apapun alasannya pengorbanan yang harus diberikan tidak setimpal dengan berujung kepada MoU Helsinky. Belum lagi kalau di bawa ke Gayo, rasanya Bang Win Wan Nur tahu betul bahwa akibat dari keduabelah pihak telah menjadi korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan permasalahan ALA dan ABBAS rasanya tidak perlu saya bahas disini dengan Bang Win Wan Nur, sudah banyak kiranya pembahasan kita. Namun saya harus garis bawahi tentang pernyataan Bang Win Wan Nur yang mengatakan bahwa dengan ALA seolah-olah menghilangkan cerita tentang korban PERANG BODOH tersebut. Saya pribadi amat menyayangkan pernyataan ini, tapi mungkin karena Bang Win Wan Nur sedang emosi, karena menurut saya tidak ada hubungan sama sekali. Kalau masalah hukum ketika ada ALA atau tidak ada ALA bisa saja di tuntut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih lagi dengan ucapan bahwa saya melegalkan setiap ketidaksamaan pemikiran untuk kemudian dicabut atau halal nyawanya, rasanya ini tidak adil karena saya tidak pernah mengatakan hal seperti itu. Dalam pembahasan saya terakhir tentang ALA saya hanya mengomentari bahwa Bang Win Wan Nur harus berpikir sebagai orang Gayo di Takengon bukan di Banda Aceh, dan adalah alasan yang dibuat-buat untuk kemudian mengatakan bahwa orang Gayo kemudian akan dibantai di Banda Aceh. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa di Iran sendiri hidup orang-orang Yahudi dengan aman, bahkan jumlahnya cukup banyak. Atau di USA yang terkenal dengan kebijakan anti Islamnya juga banyak kaum muslimin yang perkembangannya bahkan cenderung lebih pesat daripada agama lainnya. Dengan alasan ini bukan berarti saya lantas menghalalkan darah orang Gayo tumpah, menurut saya keliru besar pikiran Bang Win Wan Nur tersebut bila dilihat dari kenyataan yang ada di dunia seperti yang saya sebutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja ketika Bang Win Wan Nur menulis balasan ini saya hanya tertawa, karena kita sama, kita bukan orang yang gampang tunduk dengan ancaman atau intimidasi atau caci maki, kita orang GAYO. Bukan orang yang mudah terbawa arus, ketika saya katakana saya benci GAM maka pola pikir saya tidak akan mudah diubah seperti Bang Win Wan Nur mengatakan belum mendukung ALA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari satu sisi saya merasa menang, karena akhirnya yang mulai terpancing adalah Bang Win Wan Nur, semua diskusi kita yang santun akhirnya harus berujung seperti ini, sekarang anda tidak ubahnya seperti teman-teman saya di mailing list IASCF yang mulai pandai mencaci maki. Tapi saya sadar itupun mungkin karena Bang Win Wan Nur sedang dalam emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, mengenai ucapan saya yang sepertinya menghalangi kebahagiaan Bang Win Wan Nur, saya ulangi saya tidak bermaksud sepertinya mendiskreditkan apa yang diungkapkan Bang Win Wan Nur, saya hanya mengingatkan bahwa waktunya belum tepat, kalau jawaban saya lantas dijawab dengan uraian dengan Yahudi tempo dulu dan sekarang, China, Korea Selatan, ALA, bahkan mengancam orang yang mengaku PKS, mencaci saya, saya hanya bisa berkata ‘Masya Allah’ dan Istigfar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga tidak tahu, seperti ucapan Saudara saya juga yang mengatakan bahwa dengan melakukan dialog ini dengan Bang Win Wan Nur maka saya akan dikucilkan dari mailing list ini, dengan sikap saya ini. Saya katakana bahwa ketika seseorang itu memposting tentang dirinya di mailing list ini maka ia sudah siap persoalan dirinya untuk dikritisi orang banyak. Atau ketika ternyata saya tidak mendapat teman hanya gara-gara ini, saya juga tidak masalah, saya hanya mengatakan yang sebenarnya. Saya juga yakin orang Gayo akan semakin pintar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berijin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosasih Ali Abu Bakar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.cossalabu. blogspot. com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-1451829823063573052?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/1451829823063573052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=1451829823063573052&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/1451829823063573052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/1451829823063573052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/01/palestin-pks-aceh-dan-umat-islam.html' title='Palestin, PKS, Aceh dan Umat Islam'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-8845403514632626112</id><published>2009-01-15T16:48:00.001+07:00</published><updated>2009-01-31T11:03:30.921+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aceh'/><title type='text'>Perbedaan Pandangan Aceh dan Tim-Tim</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tim-Tim Dalam Cengkraman NKRI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan juga pernah lupa untuk mengingat bahwa Soeharto melakukan invasi ke Timur-Timur atas perintah daru Zionis dan CIA untuk menjaga kepentingan dari USA yang waktu itu terlibat dalam perang antara 2 kubu yaitu LIBERALIS dan KOMUNIS. Karena pada waktu itu Soekarno lebih condong kepada KOMUNIS dengan ajaran NASAKOM nya, walau dalam berbagai buku juga seringkali dikatakan ia mengorbankan DIRINya untuk menjaga keutuhan dari NKRI pada waktu itu dengan menyerahkan SUPERSEMAR. Silahkan anda lihat dalam buku yang mengupas tentang SUPERSEMAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penginvasian Tim-Tim waktu itu merupakan perjanjian tidak tertulis yang dilakukan antara CIA dan Soeharto untuk membumihanguskan Komunisme, silahkan lihat dalam buku yang mengupas tuntas tentang hal ini, atau ada sebuah buku terbaru yang menceritakan tentang ADAM MALIK dikatakan sebagai CIA. Sehingga berbagai macam resolusi PBB dapat dimentahkan kembali karena campur tangan USA pada waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Soeharto turun, USA melihat kepentingannya di Tim-Tim sudah tidak ada lagi, karena PERANG DINGIN sudah usai dengan kemenangan USA dan Tim-Tim pada waktu itu secara POLITIS dikuasai oleh AUSTRALIA, mendapat dukungan dari Australia. Ini terlihat dari beberapa CAMPUR TANGAN Australia terhadap kebijakan NKRI kepada Tim-Tim, akan banyak datanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Timor Leste lepas pada dasarnya disebabkan karena Habibie mendapat tekanan dari DUNIA INTERNSIONAL untuik segera melakukan REFERENDUM bagi Timor Leste, salah satu hal yang membuat HABIBIE yakin kemenangan bagi NKRI dalam REFERENDUM karena Habibie mendapatkan INFORMASI SALAH dari pejuang PRO NKRI dan PEMERINTAHANnya sendiri (silahkan lihat dalam buku Biografi Habibie), pada waktu itu masukan ke PRESIDEN sepertinya memang disalahtafsirkan. Salah satu hal yang membuat HABIBIE yakin adalah karena pembangunan yang diberikan SOEHARTO kepada Tim-Tim cukup banyak bahkan hal ini membuat iri daerah lain. Ini dapat diilhat sekarang bahwa Timor Leste sekarang amat jauh dari Timor Leste dahulu, segala janji Australia dan Negara lainnya masih belum bisa direalisasikan sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan KORBAN, ini adalah PERANG, jangan lupakan itu, ketika PERANG maka KORBAN akan BERJATUHAN. Yang terpenting dalam PERANG adalah bagaimana menghormati HAM sesuai dengan ketentuan internasional atau Islam dengan TIDAK membunuh anak-anak dan perempuan serta membuminhanguskan RUMAH IBADAH. Namun dalam kenyataannya semuanya dilanggar baik TNI maupun oleh Fretelin. Perlu diingat bahwa di Timor Leste juga ada pro NKRI, maka mereka lah yang menjadi KORBAN dari Fretelin dengan segala pelanggaran HAM yang juga mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ada yang menarik juga di Tim-Tim bahwa sentimen KEAGAMAAN juga dirasakan baik oleh TNI maupun Fretelin, karena Fretelin dalam setiap kesempatannya dengan DUNIA INTERNASIONAL menggunakan Agama untuk mencari DUKUNGAN bagi KEMERDEKAANNYA, bahkan sempat terlontar bahwa FRETELIN akan mendirikan Negara Kristen. Bagi TNI mereka juga lebih senang berjuang disini dengan alasan KEAGAMAAN, BERJIHAD, perlu diingat bahwa dalam setiap PEPERANGAN butuh sebuah keyakinannya untuk bertahan, inilah yang digunakan oleh TNI dan FRETELIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aceh Dalam Cengkraman NKRI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Antara Tim-Tim dan Aceh ada perbedaan yang amat mendasar, bahkan dari sisi PERJUANGAN dan KEIMANAN bahkan KEBUDAYAAN. Aceh dalam SEJARAH selalu mendukung KEMERDEKAAN NKRI dengan melawan Belanda, yang paling mencolok adalah ketika zaman DAUD BEUREUH, sehingga kalau dikatakan NKRI menginvasi Aceh adalah sebuah KEBOHONGAN yang amat BESAR. Yang ada adalah Aceh mendukung kemerdekaan RI dengan segenap UPAYANYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa seringkali saya mengangkat Daud Beureuh karena memang hanya ialah TOKOH ACEH yang sangat mencintai RAKYAT ACEH, ia tidak menginginkan apapun selain memperjuangkan Islam menjadi SYARIAT ISLAM, ia juga tidak menginginkan RAKYAT ACEH dalam PERANG BODOH, lebih baik ia mengorbankan dirinya untuk KEDAMAIAN di ACEH. Silahkan lihat dalam tulisan saya pada www.cossalabuaceh. blogspot. com pada Label Profil dengan Judul Perbedaan Hasan Tiro dan Daud Beureuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehancuran Aceh dimulai dari HASAN TIRO, ketika ia mulai mengumandangkan PERANG BODOH tanpa BERPIKIR tentang bagaimana nasib RAKYAT ACEH secara keseluruhan. Begitu juga dengan KONSEP BODOHnya, silahkan baca pada blog saya dengan Judul 'Aceh dengan KONSEP PERANG BODOH'. ALA dan ABBAS serta teriakan-teriakan Orang Aceh lainnya semakin BERTERIAK memperjuangkan nasibnya yang TIDAK TENTU itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan Antara Aceh dan Tim-Tim Menurut RI&lt;br /&gt;Dari gambaran diatas sudah lah jelas perbedaan antara Tim-TIm dan Aceh, jadi kalau dipertanyakan kenapa Aceh bisa menjadi seperti sekarang, silahkan anda JAWAB sendiri. Terlalu sering kiranya saya melakukan pengulangan- pengulangan terhadap tulisan-tulisan saya yang menganggap 30 tahun PERANG BODOH adalah tidak setimbal dengan KORBAN baik secara FISIK, terlebih lagi PSIKIS. Semuanya dapat kita lihat bahwa kebanyakan ANNGOTA GAM adalah tidak BERPENDIDIKAN dan TIDAK PUNYA KETERAMPILAN HIDUP, anak-anak ACEH berpotensi melanjutkan PERANG BODOH ini karena masa kecil mereka yang TERTANAM MEMBUAT MEREKA menjadi KERAS dan LABIL, DENDAM dan INTIMIDASI selalu MENJADI KEHIDUPAN MEREKA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aceh dan Tim-Tim Bagi Dunia Internasional&lt;br /&gt;Bagi Dunia Internasional, khususnya USA bahwa Tim-Tim dahulu secara GEOPOLITIK membahayakan kalau dikuasai oleh KOMUNIS. Sudah barang tentu mereka akan memberikan dukungan baik secara Politis maupun secara BANTUAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan ACEH yang merupakan sebuah DAERAH KAYA dengan GAS ALAMnya namun dengan PENDUDUK ISLAM yang FANATIS maka mereka melakukan pendekatan berbeda dengan Tim-Tim. Itulah yang saya katakan bahwa ada INDIKASI bahwa GAM telah disusupi oleh CIA dan Zionis dengan mengikuti PETA KONFLIK yang terus di GELAR oleh HASAN TIRO juga SOEHARTO dan LB Moerdhani untuk menguras SDA Aceh tersebut dengan AMAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDUA daerah KONFLIK ini kemudian dijadikan ALAT untuk menekan NKRI baik secara INTERNASIONAL maupun REGIONAL maupun  NASIONAL, dapat dibayangkan bahwa dengan KONSPIRASI INTERNASIONAL ini maka Negara dengan PENDUDUK TERBESAR ISLAM ini selalu dalam TEKANAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi SENTIMEN AGAMA ikut BERMAIN, ketika Tim-Tim mulai didukung VATIKAN untuk KEMERDEKAANnya maka GAM kehilangan MUKA harus berafiliasi ke arah MANA, karena TENGKU masih kuat bahkan BUDAYA ISLAM masih sangat KUAT disana. Salah satu AKIBAT dari PERNAG BODOH ini adalah ketika TENGKU DIHABISKAN, dapat kita lihat sekarang  bahwa PEMIMPIN GAM sekarang kebanyakan TIDAK MEMPUNYAI BASIC AGAMA yang dalam, bahkan amat SEDIKIT yang berasal dari kalangan TENGKU. Ini adalah BUKTI yang tidak bisa dipungkiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;INDONESIA PERNAH SEPERTI ISRAEL ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya ini adalah statemen yang BODOH dan terlalu mengada-ngada, namun jika dikatakan bahwa oknum NKRI sebagai ANTEK ISRAEL itu amat memungkinkan.&lt;br /&gt;Tapi kalau dikatakan Indonesia - SOEHARTO melakukan yang ISRAEL lakukan adalah amat memungkinkan namun dengan berbagai ALASAN. TAPI TERNYATA SEMUA itu lebih kepada PENGORBANAN RAKYAT ACEH OLEH AMBISI HASAN TIRO SEHINGGA TERKENA PETA KONFLIK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bahan perbandungan adalah ISRAEL terobsesi dengan TANAH YANG sudah dijanjikan, sehingga mengorbankan seluruh RAKYAT PALESTIN, ini tidak terjadi kepada NKRI. Aceh adalah daerah KONFLIK yang RUMIT, karena berbagai GOLONGAN MASUK ke situ, tapi akarnya adalah KEBODOHAN HASAN TIRO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari satu sisi NKRI berkewajiaban untuk memeprtahankan KEDAULATAN wilayahnya seperti KEMERDEKAAN 17 Agustus 1945, maka mereka terus berupaya untuk menghancurkan perlawanan GAM. GAM sendiri melakukan PERLAWANAN untuk AMBISI nya, dan KONFLIK menjadi berkepanjangan. Ketika KONFLIK berkepanjangan maka banyak golongan yang akan BERMAIN dan korban lebih kepada RAKYAT, inilah adalah sebuah penistaan RAKYAT ACEH. RAKYAT ACEH dibawa ke dalam PERANG yang seringkali saya katakan PERANG BODOH, jika saya memperhatikan SEJARAH maka saya mengharapkan HADIRNYA kembali SOSOK DAUD BEUREUH dan PAHLAWAN ACEH lainnya yang menyayangi RAKYAT ACEH, bukan HASAN TIRO yang mengorbankan RAKYAT ACEH. Saya juga TIDAK perlu menceritakan KORBAN-KORBAN yang diakibatkan dari GAM dan TNI, INTInya semuanya korbannya adalah RAKYAT ACEH atau PEMBODOHAN RAKYAT ACEH secara SISTEMATIS. Tidak bisa dikatakan itu dilakukan olehb TNI saja, akan tetapi GAM juga ikut membodohi RAKYAT ACEH, ini dapat dibuktikan bahwa SEKARANG yang menjadi anggota GAM adalah anak-anak KORBAN KONFLIK yang sekarang tidak ubahnya SEPERTI DICUCUK HIDUNGNYA SEPERTI KERBAU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesedihan inilah yang terus TERNGIANG di hati saya, PENISTAAN ini, KEBODOHAN ini, SDM kita MUNDUR beberapa GENERASI, SDA kita tetap TERJUAL ke YAHUDI dan USA, Anak-anak KITA menjadi BODOH dan PENUH DENDAM, INTIMIDASI selalu HADIR, siapa yang HARUS disalahkan ? Apakah NKRI ? Apakah TNI ? Apakah GAM ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita menyalahkan NKRI maka yang ada GAM adalah PEMBERONTAK, apapun bentuknya bagi mereka. Yang lebih IRONIS lagi ERA Soeharto memang penuh dengan INTIMIDASI dan OTORITER dan KONSPIRASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita menyalahkan TNI, mereka hanyalah PRAJURIT yang mengerjakan TUGAS dan PERINTAH seperti halnya TNA. Namun menurut saya TNI lebih terdidik daripada TNA, garis komando TNI lebih baik daripada TNA. Ironisnya oknum-oknum TNI juga bermain, karena mereka juga MANUSIA. Yang menjadi masalah siapa yang mengundang MEREKA ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita menyalahkan GAM, menurut saya HASAN TIRO lah yang menyebabkan hal ini terjadi, Hasan Tiro juga sudah siap dengan hal ini, karena ia pernah mengatakan akan menanggung seluruh akibat dari PERANG yang dikumandangkannya. Saya minta maaf kalau banyak yang tersinggung. Hal ini semakin membuat saya yakin ketika ternyata setelah MoU Helsinky perdamaian dapat dicapai, bagi saya ini adalah tempat ajang menunjukkan bahwa GAM tidak mementingkan RAKYAT ACEH, karena pasca MoU ternyata yang mendapat kemakmuran adalah anggota GAM bukan RAKYAT ACEH. Jadi jelas bahwa PERDAMAIAN di ACEH bertolak kepada GAM kembali. Ketika GAM melakukan PERANG BODOH maka ACEH kembali pada TIDAK AMAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah menurut saya yang salah, karena Aceh bukan MILIK GAM, tapi Aceh dengan segala keragamannya merupakan milik seluruh KOMPONEN ACEH, ini juga yang saya KATAKAN bahwa MoU HELSINKY bukan punya RAKYAT ACEH akan tetapi punya GAM, karena tidak seluruh KOMPONEN RAKYAT ACEH diikutsertakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berulangkali tulisan ini saya tuliskan bukan PERPECAHAN, tapi dengan MEMBUKA RAKYAT ACEH dan MEMBEDAKAN mana yang BENAR-BENAR CINTA RAKYAT ACEH atau hanya menggunakan RAKYAT ACEH sebagai KEPENTINGANNYA SAJA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga TAKUT kalau KITA hanya TAKUT karena tidak ingin ada KONFLIK maka membiarkan apa yang kita YAKINI dinjak-injak, tapi BAGAIMANA ACEH hidup dalam KEBERAGAMAN, dalam KESETARAAN bukan DENDAM dan INTIMIDASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berijin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-8845403514632626112?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/8845403514632626112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=8845403514632626112&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/8845403514632626112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/8845403514632626112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/01/perbedaan-pandangan-aceh-dan-tim-tim.html' title='Perbedaan Pandangan Aceh dan Tim-Tim'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-502112380468252938</id><published>2009-01-13T15:50:00.003+07:00</published><updated>2009-01-13T15:57:22.037+07:00</updated><title type='text'>Dialog Bodoh Tentang Perang Bodoh (with Muh Al Qubra an friends)</title><content type='html'>Berulang kali saya sudah berdiskusi dengan anda sampai-sampai saya sering kali katakana bahwa lebih baik menjadi orang bodoh daripada menjadi orang yang mengatakan Allah dan Rosulullah memperbolehkan menipu untuk mencapai tujuannya, na'udzubillah mindzalik, selama anda tidak meminta maaf, saya akan terus anda minta maaf dan mohon ampun kepada Allah SWT dan umat Muslim di dunia ini wahai Muh Al Qubra. Oh ya kepada teman-teman mailing list untuk dapat melihat pemikiran dari Muh Al Qubra ini dapat dilihat dialog saya terdahulu pada www.cossalabuaceh. blogspot. com pada label GAM dengan judul Propaganda GAM Sejati Dengan Agama (Dialog Dengan Muhammad Al Qubra) atau ada juga pada Label Aceh dan ALA, beliau ini sangat aktif sampai-sampai menghalalkan penipuan untuk mencapai tujuan dengan mengatasnamakan Allah dan Muhammad SAW, jadi ketika dalam tulisannya ia membawa ayat-ayat suci Al Qur'an adalah perlu diwaspadai.&lt;br /&gt;Bahkan saya selalu katakan agar anggota mailing list berhati-hati karena sepertinya ada tangan zionis yang bermain di Aceh, hanya untuk membuat kekacauan Negara terbesar muslim ini. Pola dari Zionis ini adalah dengan memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI yang notabene orang-orangnya sebagian besar mengucapkan Laa Ilaha Illallah, seperti ada email yang menggunakan nama ILLUMINATI, coba lihat pada blog www.mistisfiles. blogspot. com .. Ketika saya memperhatikan ada trio yang bermain disini untuk mencoba mengacaukan Islam di Indonesia melalui mailing list ini dengan spesialisasi. . Omar Puteh untuk politik, Muh Al Qubra untuk Agama dan ILLUMINATI sebagai pengarah topic diskusi kelak, mari kepada teman-teman mailing list memperhatikan mereka bertiga, walau ada indikasi bahwa ada diantara mereka berada di LN, mungkin hanya ILLUMINATI di Indonesia.&lt;br /&gt;Baiklah sebenarnya saya agak malas untuk membalasnya, karena persoalannya sama saja dengan dialog saya dengan dia beberapa waktu lalu, silahkan lihat blog saya saja.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Ulasan Qubra: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pertama sekali yang bodoh itu adalah orang-orang yang tidak memahami Tujuan Hidup di Dunia menurut petunjuk Pemilik Alam semesta ini. Justru itu termasuk orang yang menamakan diri Kosasih Bakar ini. &lt;br /&gt;Selanjutnya Kosasih begitt tololnya keika mengatakan bahwa pemberontakan Hasan Tiro adalah prang bodoh. Kalau saya dapat membuktikan bahwa prang itu justru perlawanan kaum dhuafa terhadap kaum mutaqabbirun (baca Orang-orang yang bersatupadu dala system Jahiliah Modern, Indonesia kecuali taqiyyah), berarti justru Kosasih lah yang bodoh. &lt;br /&gt;Namun saya yakin orang macam Kosasih ini sudah tertutub mata hati hingga apapun keterangan yang kita paparkan tetap saja dia tidak bisa mengerti. Hal ini sama seperti kafir harbi, hingga Allah berfirman: " . . . . ..sawaun alaihim a anzartahum amlamtum zirhum la ynk minun ( QS. 2 : &amp;) yang artinya, sama saja bagi mereka, kau beri peringatan atau tidak kau beri peringatan (hai Muhammad), mereka tetap tidak beriman" &lt;br /&gt;Nampak jelas sekali kalau kosasih ini tidak memahami bagaimana hakikat orang Islam yang sesungguhnya berdasarkan petunjuk Pemilik Alam semesta bukan berdasarkan kedegilan orang-orang semacam kosasih. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jawaban Kosasih: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebutan Qubra kepada saya sungguh tidak masuk akal, sebutan untuk orang-orang tersebut lebih cocok kepada orang-orang kafir zionis yang sekarang menyerang Palestin, cobalah anda lihat semakin lama analisisnya semakin mengherankan jelas-jelas itu untuk keimanan, sudah jelas saya beriman kepada Allah SWT. Bahkan saya juga mengutuk orang-orang yang lebih mengutamakan PERANG BODOH dari pada perdamaian, terlebih lagi sesame muslim. Saya juga tidak tahu mana yang lebih degil dia atau saya. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ulasan Qubra: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah negara sekuler. Negara sekuler memisahkan agama dengan negara. Justru itu system negara mengenyampingkan perintah Allah. Itu soal pribadi kata pemuka negara. Untuk itu mereka menciptakan hukum sendiri sesuai dengan kemampuan mereka berpikir. Lebih parah lagi hukum yang diberlakukan Indonesia sekuler itu adalah hukum peninggalan Belanda (baca UUD 45 dan KUHP yang realitanya sekarang Kasih Uang Habis Perkara) Justru itu siapapun yang beruang tidak takut berbuat dhalim disebabkan dapat menyogok para hakim dengan uangnya. Makanya merekapun melakukan korupsi tidak tanggung-tanggung agar dapat menyogok para hakim. Akibatnya orang-orang yang bermental jahat tapi berpenampilan mentrenglah yang hidup senang di Indonesia sementara orang orang yang jujur dan takut kepada hukum Allah di Hari Akhirat nanti, dijauhkan dari pembendaharaan negara hingga mereka kebanyakan hidup dalam keadaan maskin. &lt;br /&gt;Perlu digaris bawahi bahwa tidak semua negara sekuler berakibat fatal kepada rakyat jelata. Contohnya negara-negara Skandinavia di Eropa. Mereka (baca pembesar negara sangat peduli kepada rakyat keseluruhannya. Buktinya tidak seorang warga negarapun disana yang hidup miskin walaupun disana juga adanya orang kaya tapi tidak sampai terjejas kehidupan rakyat pada umumnya seperti di Indonesia . &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jawaban Kosasih: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;KKN memang pada era Soeharto begitu menggila, malah GAM sekarang dengan Pemerintahan Irwandy melebihi KKN mereka lebih menguntungkan anggota GAM dari pada rakyat Acegh secara keseluruhan. Merampok uang rakyat Aceh secara terang-terangan. Hasilnya adalah KPA dan Partai Aceh. &lt;br /&gt;Indonesia dikatakan Negara Sekuler sah-sah saja karena bukan menggunakan HUKUM ISLAM, tapi ini bukankah lebih baik dari pada mengaku berjuang demi ISLAM tapi tingkah lakunya seperti thogut. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ulasan Qubra: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dimanakah bedanya antara negara Taghut Indonesia dan negara-negara Taghut Skandinavia? Bedanya negara Taghut Indonesia dhalim terhadapnrakyatnya dan munafik. Sementara negara-negara  Taghut Skandinavia tidak dhalim terhadap rakyatnya dan tidak munafiq macam Indonesia .  Dengan kata lain Indonesia tidak berhablum minannas, ironisnya mereka berkaok-kaok keseluruh Dunia bahwa mereka berhablum minallah. Menag benar kebanykanan mereka mengucapkan kalimah Syahadah (baca Lailaha illa Allah, Muhammadur Rasul Allah) tapi apa yang dibacakan itu hanya sebatas dimulut saja tidak sampai kehati. Buktinya tidak sampai ke hati bahwa dalam realitanya mereka tidak patuh kepada Allah tapi patuh kepada penguasa mereka &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Bagaimana mungkin kita patuh kepada penguasa yang tidah patuh kepada Allah, kan keliru 180 derajat? Andaikata kita patuh kepada penguasa yang dhalim berarti tidak mematuhi Allah. Hal ini juga sama seperti Allah memerintahkan kita agar patuh kepada dua ibu-bapa tapi andaikata dua ibubapa kita menyuruh kita agar tidak mentaati Allah, kita dilarang mematuhinya. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jawaban Kosasih: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada seorang manusiapun yang berhak mengatakan seseorang itu KAFIR, tidak ada seorang manusiapun yang berhak mengatakan bahwa orang tersebut tidak beriman, itu adalah urusan ALLAH SWT. Saya jadi bingung siapa sekarang bodoh, sudahlah Qubra sebelum ada dari sebagian anggota mailing list ini membenci anda dan menganggap anda Yahudi dengan kata-kata anda itu, berhentilah memecah belah umat muslim di Indonesia. &lt;br /&gt;Saya sungguh bingung dengan pemikiran anda, kami juga muslim, kami sholat, kenapa anda katakana kami KUFFAR. Islam itu damai atau HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID. &lt;br /&gt;Qubra, ingatlah Qubra…. &lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt; &lt;br /&gt;Ulasan Qubra: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalimah lailaha illa Allah mengandung arti yang dalam secara tersirat bahwa tidak ada siapapun yang berhak kita patuhi (perhambakan diri) kecuali kepada Allah. Hal ini sesuai tujuan Allah menjadikan manusia dan jin sebagaimana tertera dalam Firmannya:" wama khalaqtul jinni wal insi illa liyak buduni" (QS, Ad Dariat     ), yang artinya, tidaklah Kujadikan Jin dan Manusia kecuali untuk (memperhambakan diri) tundukpatuh kepadaKu. &lt;br /&gt;Sebagai panduan buat manusia diperjelaskan lagi dengan berbagai ayat lainnya seperti: " "Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah, Rasul Nya dan ulul amri mingkum (wali dari kalangan kamu sendiri). Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al Qur-an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagi mu) dan lebih baik akibatnya. (QS An-Nisaa', 4: 59) &lt;br /&gt;Orang-orang yang bersatupadu dalam bingkai Indonesia macam tuan Kosasih Bakar tidak menuhankan Allah tapi yang dia tuhankan adalah pemimpin dhalim mereka. Justru itulah dia salah kaprah terhadap perjuangan kami bangsa Acheh - Sumatra . Justru perintah Allahlah kepada kaum dhuafa untuk melawan penguasa dhalim macam Indonesia tapi andaikata kita orang Islam berada di negara Skandinavia kita tidak dibenarkan memberontak. Pertama negara tersebut tidak mendhalimi rakyatnya. Kedua kita adalah tamu mereka dimana diperlakukan dengan baik sebagaimana rakyatnya sendiri. Jadi yang diperintahkan Allah agar kita perangi adalah pemerintah yang mendhalimi rakyatnya sebagaimana pemerintah Taghutnya Indonesia sebagaimana firnan Allah:".Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri yang dhalim penduduknya ini (baca macam Indonesia ), dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau dan berilah kami penolong dari sisi Engkau". (QS. Annisa' 75) &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jawaban Kosasih: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kembali saya semakin bodoh membacanya, lebih taat kepada Allah itu siapa anda atau GAM atau kami umat muslim yang lebih mengutamakan perdamian ? Semuanya juga beribadah kepada Allah niatnya, tapi apakah GAM berjuang karena Allah atau karena ingin MERDEKA, kalian semua yang memperjuangkan GAM adalah konsep ASHOBIYAH, kalian mati dalam kejahiliyahan. . &lt;br /&gt;Ulil Amri, siapa ulil amri anda ? Wah semakin bodoh saya, ini berkaitan dengan tingkatan golongan, kalau saya Ulil Amri saya ya Ama saya, kalau ditempat bekerja saya ya Pimpinan saya, kalau di Kabupaten ya Bupati, kalau di provinsi ya Gubernur, kalau di Negara ya SBY, kalau nanti ada Khalifah Islam saya akan berbaiat kepada Khalifah itu, jelas bukan. &lt;br /&gt;Wah, kalau semua orang berpikiran seperti anda sudah barang tentu Aceh tidak akan pernah damai, apakah anda kira sejahtera itu seperti membalikkan telapak tangan, tidak butuh proses dan waktu. Sebenarnya apa yang anda ungkapkan ini hanyalah kalimat-kalimat biasa yang biasa dikumandankan oleh Komunis dahulunya dengan mengangkat ketidakadilan, tapi percayalah untuk Aceh itu sudah tidak laku, karena ketika rakyat Aceh melihat Irwandy dan GAM sekarang berlimpah kemewahan, mereka tidak lagi berpikir buat rakyat Aceh, akan tetapi malah untuk perut mereka sendiri, bersiap-siaplah karean ada kemungkinan Partai Aceh kalah dan kalau anda berontak lagi bersiap-siaplah pembumihangusan anggota setiap manusianya, dan rasanya rakyat Aceh akan menutup mata karena selama 30 tahun perjuangan hasilnya adaah sia-sia. &lt;br /&gt;Negeri yang dhalim adalah ketika Aceh dalam pemberontakkan GAM, seluruh rakyat Aceh menjadi hancur, kenapa anda tidak pernah berpikir ini, anda lebih suka memasukkan rakyat Aceh selalu ke dalam konflik, sebegitu rendahkah nyawa rakyat Aceh bagi anda. &lt;br /&gt;Tidak hanya rakyat Aceh dalam kesusahan semua saudara Indonesia dalam kesusahan, akan tetapi tidak seorangpun yang mau mengorbankan rakyatnya untuk PERANG BODOH. Mereka tahu Pimpinan mereka dalam kebodohan, mereka berusaha untuk mengingatkannya dengan cara yang baik, mereka lebih mementingkan UKHUWAH ISLAMIYAH, saudara SEIMAN. &lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt; &lt;br /&gt;Ulasan Qubra: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kapankah kita diperintahkan Allah untuk memerangi penguasa dhalim?  Ketika munculnya pemimpin bagi kaum dhuafa. Justru itulah Kami bangsa Acheh - Sumatra berjuang dibawah kepemimpinan Tgk Dr Hasan Muhammad Ditiro. Kebetulan sekarang ini beliau tidak produktif lagi dalam berfikir. Justru itu kepemimpinannya diwakili kepada PM Malik Mahmud al Haitar. Memang kemampuan PM tidak sama dengan kemampuan Tgk Hasan tapi bagaimanapun itulah kemampuan yang dimiliki PM dan setiap orang yang mengaku Hasan Tiro sebagai pemimpinnya, mereka juga harus mengakui kepemimpinan orang yang di tunjuki beliau. Adalah sungguh tiudak logis kita yang tidak mematuhi perintah orang yang ditunjuki pemimpin kita, konon pula kita mencacinya. Ini saya tujukan kepada orang Acheh asli bahwa kita boleh saja berbeda politik dengan PM tapi sabarlah untuk menunggu sampai beliau selesai tugasnya. Hal ini sesuai dengan ide yang cemerlang sekali dari DR Hasan Tiro. Katanya ketika Tgk Muhammad Daud Dibeureueh berjuang, Tgk Hasan menawarkan agar kita perjuangkan saja kemerdekaan Acheh bukan DII tapi ketika Tgk Daud tidak meresponnya, Tgk Hasan bersabar menunggu sampai Tgk Daud selesai tugasnya. Ini bermakna tidak diperkenankan Allah untuk mengambil alih kepemimpinan dari pemimpin yang sedang berjuang tapi bersabar untuk menunggu selesai DII. Dan demikianlah seharusnya pihak yang beroposisi bersikap terhadap PM Malik Mahmud. Andaikata  kita dapat bersabar sebagaimana kesabaran Tgk Hasan Tiro, kemungkinan besar semua rakyat Acheh - Sumatra nanti akan mendukung perjuangan kita sebagaimana orang Acheh sekarang yang mendukung Tgk Hasan Tiro secara keseluruhannya dari pengikut Tgk Daud Beureueh dulu. &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Jawaban Kosasih: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anda ini aneh, kenapa anda tidak mengatakan itu kepada Hasan Tiro ketika Soeharto Kurang Ajar itu berkuasa, ingatlah apapun yang dimulai dengan niat yang SALAH maka lihat pula bahwa hasilnya akan menjadi amat salah. Islam itu rahmatan lil 'alamin, utamanya perdamaian bagi sesame muslim. &lt;br /&gt;Apa yang akan anda katakana kepada orang Aceh asli yang sudah muak dengan PERANG BODOH ini, mereka juga tidak merasa Walinya Hasan Tiro atau siapapun penggantinya. Mereka muak dengan 30 tahun yang sia-sia, SDM yang menurun drastic, traumatic pada anak-anak dan perempuan, kehinaan dan kenistaan yang dialami orang Aceh. Katanya Hasan Tiron mau bertanggungjawab, sekarang apa yang bias dipertanggungjawabk an Hasan Tiro dengan PERANG BODOHnya ? Kalau untuk dapat mengetahui pemikiran saya tentang Hasan Tiro dan Daud Beureuh cobalah lihat pada www.cossalabuaceh. blogspot. com dengan label Profil dengan Judul Perbedaan Hasan Tiro dan Daud Beureuh. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ulasan Qubra: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kemabali kepada Kosasih yang bengong. Andaikata anda mengira kerugian bagi bangsa Acheh dengan kematian sekian ribu jiwa, justru itu merupakan keberuntungan bagi mereka yang telah syahid itu. Nampaknya disini bukan anda saja yang bengong tapi sebagian orang Achehpun masih bengong dalam hal ini. Buktinya mereka mengatakan sedih menyaksikan konflik di Palestin hingga secara reflek teringat kepada konflik di Acheh. Justru itulah kami galang persatuan untuk mengirim dana kepada orang yang lagi dilanda konflik di Paklestin, demikian kira-kira yang dikatakan para mahasiswa Acheh di Mesir menurut Tarmizi Abdul Gani Danmark. Ironisnya mahasiswa itu bekerjasama lagi dengan mahasiswa Indonesia . &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jawaban Kosasih: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Qubra…Qubra, rasanya kepala anda itu sudah kehilangan kesadaran ya menyama-nyamakan Palestin dengan Aceh, kepada teman-teman mailing list sudah banyak tulisan kami juga tentang ini silahkan lihat kembali diblog saya. &lt;br /&gt;Bagaimana mungkin menyamakan konflik Palestin dan Aceh, astagfirulahal' adzim, Perang Asobiyah denganPerang Jihad. Mereka melakukan Gerakan Intifadah. Ketika saya teringat PERANG BODOH ini bukan Palestin yang teringat tapi orang-orang yang akan masuk ke dalam neraka atau orang-orang yang dianggap bukan golongan Rasulullah karena niatnya berjuang adalah hanya karena golongan dan kekuasaan. Kepada jamaah mailing list silahkan lihat kembali pada pada www.cossalabuaceh. blogspot. com pada label GAM dengan judul Propaganda GAM Sejati Dengan Agama (Dialog Dengan Muhammad Al Qubra) &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ulasan Qubra: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau demikina anggapan mereka, seolah-olah komplik di Acheh itu salah atau tidak baik. &lt;br /&gt;Kalau ditinjau dari kacamata mahasiswa yang belum memiliki ideology Islamn itu memang wajar mereka menganggap konflik tersebut hal yang merugikan, mengapa?  Kemungkinan yang pertama mereka itu berasal dari orang-orang "beruang" di Acheh hingga sanggup menyekolah anaknya ke Mesir. Sebagaimana sejarah penjajahan Belanda dulu justru orang-orang yang dekat dengan koloni Belandalah yang sanggup mengirimkan anaknya keluar negeri.Kemungkinan ke dua mereka belum menemukan ideology Islam sejati hingga salah kaprah menilai perjuang yang dianggap negatif.. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Mari kita buka mata kita lebar-lebar dan lihatlah mana ada perjuangan yang tidak meminta pengorbanan. Itu adalah pengorbanan di jalan Allah yang berarti Syahid. Kerugian mereka didunia akan diganti Allah di Akhirat dengan Surga dan kekal selama-lamanya. Setiap adanya perjuangan disitulah terbukanya pintu Syahid dan inilah yang tidak dapat dipahami oleh orang semacam Kosasih Bakar. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Berulang kali sudah saya jelaskan bahwa setiap orang yang bersatupadu dalam system Indonesia yang dhalim dan munafiq adalah Neraka tempatnya kelak, kecuali yang terpaksa bertaqiyyah. Justru itulah kami berjuang bersama Tgk Hasan Ditiro. Kalau anda tanya sampai kapan Acheh merdeka, saya balik bertanya sampai kapan itu rakyat di Indonesia dapat hidup makmur?. Indonesia itu milik penguasa dan konco-konconya bukan milik rakyat Indonesia . Anda hai kosasih kemungkinan besar penjilat penguasa yang dhalim itu. maaf atas kekasaran yang menimpa dirimu itu, bukan aku yang mengatakannya tapi kebenaranlah yang membuat anda terhina disebabkan anda berada dipihak yang bathil. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Masih ada hal yang perlu kujelaskan tapi malam agak larut, insya Allah akan saya sambung dikesempatan yang lain termasuk masalah Sayriat Islam yang nampaknya masih buta bagi anda bagaimana duduk perkaranya dalam khazanah Islam murni &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Billahi fi sabililhaq &lt;br /&gt;(muhammad al qubra) &lt;br /&gt;Acheh - Sumatra &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;  &lt;br /&gt;Jawaban Kosasih: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin anda bias menjelaskan Islam kepada kami bila anda mengambil potongan-potongan ayat hanya untuk kepentingan PERANG BODOH ASHOBIYAH anda. Tidakkah anda takut anda akan masuk ke dalam Neraka. Oh ya saya bukan  penjilat, saya hanya manusia yang kasian dengan rakyat Aceh yang tertipu dengan PERANG BODOH ini. &lt;br /&gt;Aceh bukan milik GAM tapi milik rakyat Aceh, sudah cukup dipermainkan rakyat Aceh dengan ulasan-ulasan GAM. Laknatullah orang-orang yang lebih condong menghalalkan darah sesame muslim dibandingkan condong kepada kedamaian. &lt;br /&gt;Sekali lagi lihat di pada www.cossalabuaceh. blogspot. com pada label GAM dengan judul Propaganda GAM Sejati Dengan Agama (Dialog Dengan Muhammad Al Qubra). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tambahan Dialog:&lt;br /&gt;Kepada Jamaah mailing list semua, anda sudah dapat menyaksikan orang-orang seperti apa OMAR PUTEH dan MUH AL QUBRA (khusus Al Qubra, harap bersabar saya akan membongkar tulisan-tulisan anda...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ILLUMINATI permohonan maaf saya kalau anda memang bukan antek zionis Yahudi, saya juga hanya mengomentari alamat email anda jadi jangan terlalu kasarlah berkatanya. Kalau anda TIDAK MEMAAFKAN dan menganggap ini FITNAH, yang bisa saya katakan saya hanya memfitnah alamat email anda, bukan diri anda, karena saya tidak tahu siapa diri anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda memakai alamat tersebut berarti ada kebanggaan anda terhadap organisasi rahasia Yahudi yang telah menghancurkan Islam tersebut. Silahkan lihat di http://mistisfiles. blogspot. com/2008/ 11/maksud- tersembunyi- dalam-lambang. html.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk teman-teman yang lain agar memperhatikan lebih seksama lagi upaya-upaya menghancurkan umat Islam di NKRI melalui Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Illuminati agar anda berpikir yang jernih, katakan juga kepada teman anda Omar Puteh dan Al Qubra agar juga tidak suka memfitnah orang, saya tidak tahu itu siapa Alan...bla bla itu. Katakan juga jangan mereka suka memfitnah KOSASIH, suku JAWA, NKRI, PKS dan masih banyak lagi. Kalau mau memfitnah yang santun, rakyat ACEH sudah muak dengan tingkah polah anda yang hanya menginginkan kedamaian di Aceh hancur karena AMBISI GAM dengan PERANG BODOHnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun tahu semua cinta damai, terlebih lagi saya, tapi jangan ditengah slogan tersebut anda mempermainkan kami kembali. Apalah arti damai kalau ternyata itu hanya LIPSTIK saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali saya hanya tertawa, karena blog saya sepertinya semakin lama semakin sering dibuka teman-teman yang menginginkan Aceh selalu dalam kedamaian bukan kembali dalam PERANG BODOH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas saya juga semakin HERAN, ketika GAM harus kebakaran jenggot ketika dikatakan melakukan PERANG BODOH tapi disisi lain orang-orang seperti anda dan Omar Puteh, Semesta Nawa, Muh Al Qubra, Illmuninati, dsb hanya pandai menjelekkan PKS, NKRI, TNI, orang-orang yang tidak setuju dengan pemikiran anda, IRONI bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya cerita, bahwa dalam ilmu perkembangan otak ada yang namanya batang otak 'KORTEKS', yang bertanggungjawab dalam perkembangan emosional seorang manusia. Masalahnya adalah anak-anak yang besar pada masa konflik ini ternyata perkembangan Korteksnya menjadi tidak baik, cenderung akan membesar, sehingga ini berakibat kepada perkembangan emosionalnya yang tidak baik. Mereka yang seperti ini cenderung ketika kehendaknya tidak dituruti maka mereka akan melawan secara anarkis atau dengan pemikiran-pemikiran yang frontal, bukan dengan logika berpikir atau alasan dan hujjah. Pertanyaan saya apakah kepada orang-orang seperti ini diserahkan nasib dari rakyat Aceh ? Terus siapa yang bertanggungjawab dengan akibat yang amat tidak dikehendaki ini karena PERANG BODOH? Saya amat kasihan dengan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ironisnya pimpinan GAM sekarang sama sekali tidak pernah memikirkan mereka, perumbuhan anak-anak yang ada di Aceh, bahkan remaja-remaja Aceh, mereka tidak pernah berpikir bahwa mereka dahulu seperti itu. Sungguh mereka hanya mementingkan anggotanya saja dengan mengenyangkan perutnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya anggota GAM hanya terdiri dari orang-orang yang bodoh dengan korteks yang besar, gangguan emosional, tidak berpendidikan, sehingga mereka seperti dicocok hidungnya seperti KERBAU oleh Pimpinan GAM, karena PERANG BODOH ini terlalu panjang dan tidak mempunyai tujuan yang jelas. Mereka tidak punya keterampilan hidup, mereka tidak bisa berpikir cerdas, bahkan yang mereka tahu hanyalah INTIMIDASI dan DENDAM,  juga kebutuhan perut mereka sendiri. Dengan orang-orang seperti inilah kita berikan nasib kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semuanya dapat terlihat sekarang bahwa di bawah pimpinan Irwandy Aceh tidak ada kemajuan yang berarti. Inilah yang membuat saya bingung apakah memang GAM itu benar2 ingin membangun rakyat Aceh atau hanya untuk kepentingan golongan mereka saja. Bayangkan dengan orang yang tidak setuju denan pemikirannya saja maka yang didapat hanya FITNAH, CERCAAN dan HINAAN. Apakah kita akan memberikan nasib rakyat Aceh kepada orang-orang seperti itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian permasalahan selanjutnya adalah apakah anak-anak kita akan terus dibiarkan berpikir atau tumbuh dengan kondisi dari anggota GAM sekarang ini ? Karena sesungguhnya pertumbuhan seoarng manusia pada masa emasnya yaitu 0-8 tahun tidak akan pernah bisa digantikan lagi, kecuali dengan keajaiban dari Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah saya benci GAM, memang iya saya benci karena selama 30 tahun hanya membawa rakyat ACeh dalam kemunduran.Tapi saya tidak pernah bisa memaksakan kehendak saya bahwa Rakyat Aceh jangan memilih GAM, karena itu adalah hak mereka. Yang saya hanya bisa katakan adalah GAM tidak layak memimpin rakyat Aceh, 30 tahun sudah cukup. Saya juga tidak pernah membenci rakyat Aceh, kalaupun ada perbedaan itu adalah hal yang biasa. Dan jangan juga pernah menghilangkan perbedaan karena itu adalah rahmat dari Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada mailing list anda akan kembali melihat contoh-contoh orang-orang yang tidak mempunyai pikiran yang jernih, mungkin karena KORTEKS nya yang karena rangsangan konflik menjadi semakin membesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu mungkin Naka Turi ini hendak membenarkan bahwa Peperangan hanya mengakibatkan kehancuran GENERASI MUDA seperti ketika NKRI melawan PENJAJAH. Menurut saya adalah FAKTA  bahwa selama 350 tahun kita dijajah maka Negara kita menjadi negara yang tidak maju-maju, terimakasih anda telah mengingatkan kami semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dengan BODOHnya GAM telah membawa Rakyat Aceh kembali ke ZAMAN ketika NKRI dijaja BELANDA, sehingga RAKYAT ACEH menjadi BODOH karena PERANG BODOH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemikiran saya sesungguh PERANG BODOH ini tidak perlu terjadi, ketika zaman Belanda kita terbebas dari PERANG maka GAM memasukkan rakyat Aceh ke dalam PERANG BODOH YANG BERKEPANJANGAN yang seharusnya bisa ditiadakan, bisa dihilangkan. Daud Beureuh sudah melihat itu, ia CINTA rakyat Aceh, tapi HASAN TIRO terlalu BODOH sehingga membawa Rakyat Aceh masuk kedalam kubangan PERANG BODOH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan ia akan menerima GANJARANNYA dari sisi ALLAH SWT. Mudah-mudahan ALLAH memaafkan orang-orang yang tidak tahu dan telah mati dalam KEJAHILIYAHAN karena PERJUANGAN ASHOBIYAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama GAM tidak menghilangkan pola INTIMIDASI maka Aceh tidak akan pernah AMAN. Selama GAM selalu memaksakan KEHENDAK maka Aceh akan selalu TERANCAM.&lt;br /&gt;Selama GAM ingin MERDEKA maka anak-anak kita KORTEKSnya akan BESAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdamaian itu adalah saling menghormati dan menghargai, BUKAN mau menang sendiri. Bisa Di KRITIK, bukan kemudian INTIMIDASI. Perdamaian ABADI ketika semua sama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berijin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Berijin. &lt;br /&gt;www.cossalabu. blogspot. com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-502112380468252938?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/502112380468252938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=502112380468252938&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/502112380468252938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/502112380468252938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/01/dialog-bodoh-tentang-perang-bodoh-with.html' title='Dialog Bodoh Tentang Perang Bodoh (with Muh Al Qubra an friends)'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-6891211116698424454</id><published>2009-01-12T11:54:00.001+07:00</published><updated>2009-01-31T11:03:30.922+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aceh'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aceh dengan Konsep PERANG BODOH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan Negara terbesar dengan penduduk mayoritas terbesar muslim di dunia, Negara yang telah mengalami beberapa kali pergantian kepimpinan nasional dengan segala kelebihan dan kekurangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara ini telah beberapa kali terancam disintegrasi, dan ancaman disintegrasi disebabkan beberapa hal diantaranya adalah alasan ideology dan alasan ketidakadilan. Sebagai pengingat kita adalah ketika adanya ancaman integritas ketika beberapa tokoh Negara ini ingin mendirikan Negara Islam Indonesia yang didukung oleh tokoh-tokoh dari Aceh, Padang, Pasundan, Makassar dan beberapa daerah lainnya. Atau ketika Aceh, Tim-Tim dan Papua mengingkan kemerdekaannya dibandingkan bersatu dengan NKRI, dan contoh nyata yang bisa dilihat sejarah adalah ketika merdekanya Tim-Tim dari NKRI setelah melakukan referendum. GAM yang telah menyepakati MoU Helsinky akhirnya bisa melakukan perdamiaan dengan beberapa syakwasangka dan permasalahan pemekaran wilayah. Kemudian Papua yang kini telah terbelah menjadi 2 Provinsi karena dianggap terlalu besar. Kesemuanya ini telah memperlihatkan bahwa adalah suatu yang nyata negeri ini selalu dalam ancaman disintegritas selama pemimpin bangsa ini tidak mesejahterakan rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era Soekarno dan Era Soeharto merupakan masa-masa yang paling sulit dalam sejarah bangsa ini, era-era dimana ancaman disintegrasi terus saja tumbuh. Soekarno yang kemudian terlalu dekat dengan Soekarno dan memperjuangkan NASAKOMnya mendapatkan perlawanan yang cukup berat dari tokoh-tokoh muslim seperti Moh Natsir, Daud Beureuh, Kahar Muzakkar, dsb, merupakan melakukan protes dengan mencoba mendirikan Negara Islam Indonesia (NII). Soeharto yang telah mencengkram Indonesia dengan pemerintahan otoriternya telah mempergunakan operasi-operasi intelijen dengan kekuatan TNI untuk memberangus setiap kekuatan yang mengancamnya, Soeharto telah banyak melakukan pembunuhan-pembunuhan baik secara sembunyi atau dengan menggunakan kata ‘PKI’ atau ‘Muslim Garis Keras’ untuk melanggengkan kekuasaanya. Soeharto juga telah berhasil menjual Negara ini yang kemudian terbukti pada waktu kejatuhannya 1998 ternyata pondasi ekonomi kita begitu lemah dan amat tergantung kepada USA dan Negara donor lainnya. Pada akhir kekuasaannya Soekarno dan Soeharto sama-sama dikhianati oleh orang-orang dekatnya, sungguh ini adalah sebuah kenyataan yang menyakitkan bagi diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aceh mulai mengumandangkan perang dengan NKRI ketika Daud Beureuh dengan DI/TII nya dan NKRI telah berhasil menyelesaikan perbedaannya dengan pendekatan yang secara dialogis dari NKRI kepada Daud Beureuh maka seluruh rakyat Aceh setuju untuk kembali menjadi bagian dari saudara mereka NKRI. Namun kemudian dilanjutkan oleh Hasan Tiro, seorang anak bangsa, seorang anak Tengku dan keturunan pahlawan besar Tengku Cik Di Tiro, seorang anak yang mendapat beasiswa untuk melanjutkan sekolah ke Yogjakarta akibat perjanjian damai Tengku dan Teuku, seorang anak bangsa yang kemudian ikut membantu perjuangan kemerdekaan NKRI dari Belanda bahkan kemudian menjadi perwakilan NKRI di USA. Seorang Anak Bangsa yang begitu mencintai Aceh, mendapatkan kesempatan untuk dapat menuntut ilmu, dan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan jejaring internasionalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Konsep PERANG BODOH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kegilaan di Aceh dimulai ketika Hasan Tiro mengumandangkan PERANG BODOH ini, ketika NKRI yang pada waktu itu dalam masa-masa yang begitu rawan baik dari segi politik maupun perekonomian maupun tekanan dunia internasional atau keinginan untuk disintegrasi dari pendukung Islam. Ketika Daud Beureuh yang mulai berpikir bahwa memberontak hanya akan menghancurkan rakyat Aceh, walau ia hanya menginginkan Aceh berdiri seperi Kerajaan Iskandar Muda yang menjunjung tingga ajaran-ajaran Islam yang menurutnya sudah berjalan di Aceh sejak barabad-abad yang lalu, sebuah niat yang amat holistic. Disela-sela akhir damai tersebutlah Hasan Tiro mengumandangkan PERANG BODOH ini hingga 30 tahun lamanya, sebuah Gerakan yang mulanya hanya bersifat tulisan-tulisan, Gerakan yang mulanya berawal dari kaum intelektual Aceh saja mulai mengembangkan jejaringnya di Aceh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep PERANG BODOH ini pada awalnya adalah kekayaan alam Arun diperuntukkan bagi orang Aceh, hal ini disebabkan karena Hasan Tiro yang kecewa bahwa ternyata ia kalah tender untuk pengelolaan kekayaan alam Arun, lantas ia juga kecewa ternyata hanya sedikit rakyat Aceh yang diperbolehkan bekerja di Arun, timbulah konsep Merdeka dari Penjajahan Indon-Jawa. Kemudian konsepnya berkembang sejalan dengan kondisi NKRI yang saat itu dalam genggaman Soeharto dengan otoriternya, dengan tujuan menarik dukungan rakyat Aceh maka konsep GAM akan menegakkan syariat Islam dalam perjuangannya. Dengan konsep inilah maka GAM dapat bertahan, kembali dengan mengangkat isu JIHAD KEBABLASAN, Jihad yang notabene menghalalkan darah sesame muslim tumpah, Jihad yang ternyata ujungnya hilangnya Tengku dari bumi Aceh secara sistematis, ironis dan BODOH. Pada akhirnya konsep ini berubah kembali menjadi kembali seperti awal untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat Aceh melalui MoU Helsinky dengan terlebih dahulu mengenyangkan perut-perut anggota GAM, sesuai perjanjian.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Dampak PERANG BODOH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Konsep-konsep perjuangan GAM di atas ternyat berdampak sangat BODOH, Soeharto dan LB MOerdhani mempergunakan kesempatan pemberontakkan GAM dengan menjadikan Aceh ajang peta konflik. Aceh dijadikan sebagai proyek TNI, sebagian hasil Arun dipergunakan oknum TNI untuk menjaga Arun, tentunya ini menguntungkan TNI. Kemudian Soeharto dan LB Moerdhani juga menggelar peta konflik untuk menghabiskan para Tengku yang dianggap sebagai basis perlawanan NKRI atau dikatakan bahaya laten Islam yang disamarkan dengan bahaya laten Kejayaan Iskandar Muda. Sekarang ini dalam MoU Helsinky malah lebih berbahaya lagi peta konflik yang diangkat adalah sesame rakyat Aceh, ketika isi dari MoU Helsinky itu ternyata berdampak kepada pembunuhan karakter dari GAM itu sendiri. Menurut saya sudah jelas bahwa GAM itu adalah BODOH dengan konsep PERANG BODOHnya tersebut diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan orang menjadi korban PERANG BODOH, ratusan ribu orang tertekan karena PERANG BODOH, dan jutaan orang menangis karena PERANG BODOH. Lantas siap yang harus disalahkan apakah kepada TNI ? Kepada pemimpin NKRI ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah dilemanya, tidak bisa seratus persen kesalahan itu dibebankan kepada TNI, dalam pikiran mereka amat mematuhi pimpinannya atau garis komando mereka jelas. Bahkan dalam Negara manapun ketika sebuah wilayahnya melakukan pemberontakkan maka adalah kewajiban mereka untuk menghancurkan pemberotakkan tersebut dengan cara dialogis maupun cara PERANG. Tentunya lantas kita berpikir bahwa pemimpin NKRI yang harus bertanggungjawab, sama alasannya dengan TNI tadi, akan tetapi permasalahannya adalah ketidakadilan yang terjadi di Aceh hampir terjadi di semua daerah di Indonesia. Hanya Acehlah yang GAM beragama Islam mengumandangkan PERANG BODOH dengan menghalalkan darah sesame muslim, akan tetapi daerah lain lebih kepada berdiam karena ukhuwah Islamiyahnya. Dan dapat dilihat hasilnya sekarang bahwa daerah mereka relative lebih majunya SDM nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat dampak PERANG BODOH yang BERKEPANJANGAN ini adalah amat besar, berkepanjangan inilah kata kuncinya. Berkepanjangan ini menyebabkan 1 generasi muda Aceh dijiwanya ada ketakutan-ketakutan akibat perang, seharusnya mereka bermain dan mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Anak-anak Aceh yang berusia 0-8 tahun, yang merupakan masa emas pertumbuhan otak dan tidak akan kembali lagi masa itu telah kehilangan masa emas tersebut, digantikan dengan rangsangan-rangsangan trauma-trauma, rangsangan-rangsangan ketakutan, suara-suara menggelegar, pemandangan-pemandangan yang memilukan, yang kesemua itu akan terekam didalam kehidupan mereka selamanya. Atau ketika mereka yang usia produktif telah kehilangan kesempatan untuk bekerja karena perang yang berkepanjangan mengharuskan mereka memilih untuk mengikuti 2 pihak yang bertikai. Perlu diingat pada waktu perang mereka sulit untuk bekerja sehingga mereka menjadi anggota atau mata-mata pihak yang bertikai karena mereka membutuhkan uang untuk menghidupi keluarganya. Bukan kah bisa dibayankan ketika tentara Remaja GAM ketika hari Lebaran tiba harus menyimpan senjatanya untuk kemudian kembali ke keluarganya dengan diberi uang oleh komandannya 50 ribu. Atau ketika cuak TNI mendapatkan uang yang sedikit lebih besar untuk merayakan Lebaran.Keterampilan hidup pada masyarakat semakin lama semakin hilang, bukan karena mereka tidak mau bekerja tapi karena keadaan yang memaksa mereka harus seperti itu.&lt;br /&gt;Adanya ALA dan ABBAS merupakan sebuah hasil konflik berkepanjangan  yang cukup rasional, ini sebenarnya dimulai ketika rakyat Aceh semakin sadar dengan dampak PERANG BODOH yang mereka rasakan. Perlu diingat bahwa daerah ALA dan ABBAS merupakan daerah yang relative lebih aman, dan kebanyakan masyarakatnya menginginkan anak-anaknya tumbuh dengan baik, kehidupannya dapat berjalan seperti normal, mereka sudah muak dengan GAM dan PERANG BODOHnya yang tidak menghasilkan apa-apa, hanya menghasilkan INTIMIDASI dan DENDAM saja. Juga ALA dan ABBAS merupakan daerah yang berbasis pertanian, perkebunan dan kelautan yang sudah cukup terkelola dengan baik, terlebih lagi bila keamanan terjamin. Dan yang unik lagi bahwa ALA dan ABBAS merasa bukan sebagai orang Aceh karena di ALA mereka merasa sebagai orang GAYO dan ABBAS sebagai suku Jamnee, ada sebuah perbedaan kultur diantara mereka. Uniknya mereka lebih bisa menerima suku Jawa untuk bekerjasama melakukan pekerjaan yang dilakukan, karena suku Jawa di Aceh terkenal mau bekerja keras dengan membuka lading baru, mengerjakan perkebunan, dsb. Ini berbeda dengan orang Aceh yang ada di pesisir timur, karena mereka sudah mengental kebencian mereka kepada GAM, mereka tidak menginginkan ada suku Jawa, namun ini mengakibatkan terbengkalainya perkebunan mereka disana, karena mereka sendiripun tidak bisa bekerja, ironis bukan. Jadi ketika kemiskinan banyak di pesisir timur dan GAM banyak disana merupakan akibat dari konsep PERANG BODOH ini.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Solusi Aceh Kedepan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sampai kapanpun menginginkan Aceh MERDEKA adalah sia-sia, terlebih lagi setelah MoU Bodoh itu juga.Rencana apapun untuk memerdekakan Aceh adalah sia-sia, karena konsep PERANG BODOH itu sudah meracuni orang Aceh. Kebencian kepada satu suku Jawa amat berbahaya, karena sudah cukup banyak orang Jawa di Aceh seperti di ALA dan ABBAS. Penghalalan darah sesame muslim juga berbahaya untuk kemerdekaan, terlebih lagi NKRI sudah memberikan syariat Islam di Aceh.&lt;br /&gt;Jangan sampai nati rakyat Aceh mengatakan bahwa ternyata GAM hanya menginginkan kekuasaan bukan kesejahteraan rakyat Aceh. Bahkan kekuasaan juga sudah direbut dengan terpilihnya Irwandy dan Nazar yang ternyata kembali terlihat hanya menguntungkan anggota GAM, tidak ada kemajuan yang signifikan di Aceh. Semua pembangunan di Aceh lebih kepada adanya BRR, bagaimana nantinya jika BRR itu diaudit, ketika diketahui semuanya ternyata hanya diperuntukkan GAM saja, persiapan Partai Aceh dan KPA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Solusi Aceh &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Segera ubah konsepsi MERDEKA tersebut dengan MERDEKA DARI KEMISKINAN DAN KEBODOHAN, MERDEKA DARI INTIMIDASI DAN DENDAM.&lt;br /&gt;Saya adalah salah satu pendukung ALA dan ABBAS, dengan berdirinya ALA dan ABBAS maka itu semua dapat dicapai. Pemerintahan zaman Iskandar Muda adalah berserikat, bahkan lebih dari berserikat karena pada waktu itu Kerajaan Linge (baca ALA) mempunyai tentara sendiri, pemerintahan sendiri dan adat atau hukum sendiri, begitu juga dengan Kerajaan Perlak dan Kerajaan Pasai serta raja-raja kecil lainnya, intinya tidak ada kekuasaan mutlak dari Iskandar Muda seperti feodalisme akan tetapi lebih kepada ‘Repbulikan’. Daud Beureuh mengatakan bahwa model inilah yang paling sesuai dengan Pemerintahan Aceh, jadi ALA dan ABBAS merupakan salah satu solusi yang terbaik untuk pembangunan rakyat Aceh. Yang juga perlu diingat bahwa yang menyebabkan Kerajaan Aceh terdahulu kuat adalah bahwa Raja-Raja Aceh kesemuanya masih bersifat Saudara atau saya sebagai orang Gayo percaya bahwa mereka adalah masih keturunan dari Reje Linge I. Perubahan yang terjadi pada era sekarang ini sepertinya lebih cocok bahwa Aceh itu dibagi menjadi 3 bagian untuk bisa melakukan percepatan-percepatan pembangunan rakyat Aceh. Atau jika memang menginginkan Aceh seperti zaman Iskandar Muda agar segera meneliti konsep ini dan mensosialisasikannya secara demokratis bukan dengan pemaksaan-pemaksaan kehendak kembali dengan INTIMIDASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian upaya yang harus dilakukan adalah penegakkan syariat Islam di Aceh, pemberhentian pelacuran diri kepada USA dan Uni Eropa yang coba dikerjakan oleh GAM dengan melakukan perdamaian di bawah naungan Uni Eropa. &lt;br /&gt;Kemudian jika ingin maju maka jangan dahulukan pembangunan infrastruktur, karena ini hanya untuk golongan, walau ini penting akan tetapi bukan menjadi nomor 1. Jadikan PENDIDIKAN sebagai program utama dari Pemerintah NAD. Yang perlu dipikirkan adalah korban pasca konflik, terlebih lagi anak-anak, mereka perlu diberikan perhatian khusus. Membangun INDUSTRI berbasis keluarga untuk memberikan keterampilan hidup. Kemudian peningkatan jumlah penduduk, semakin banyak penduduk maka dapat dipastikan roda perekonomian akan jalan, tidak peduli itu suku Jawa atau suku manapun.&lt;br /&gt; MoU Helsinky dihilangkan saja, sebagai bentuk kepercayaan penuh kepada NKRI sebagai saudara sesame muslim, biarkan rakyat Aceh yang nanti melihat. Ini lebih menguntungkan dari pada kita berpegang kepada KUFFAR, lebih menguntungkan secara politis jika memang tidak ada niat terselubung untuk memerdekakan diri, seperti yang dicontohkan oleh Daud Beureuh. Perlu diingat zaman sekarang ini berbeda dengan Soeharto sehingga yang lebih berperan sekarang adalah rakyat Aceh. Semua yang diinginkan rakyat Aceh sudah diberikan, saatnya untuk membangun ketertinggalan yang hilang karena PERANG BODOH ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mengkhususkan kesejahteraan bagi anggota GAM, citra GAM akan semakin hancur karena rakyat Aceh akan menilai bahwa apa yang dituju GAM adalah kekuasaan dan kesejahteraan mereka bukan kepada rakyat Aceh pada umumnya. Ini akan menjadi bom waktu yang siap meledak menghancurkan citra GAM pada masyarakat Aceh. Uji testnya adalah ketika Pemilu nanti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, semoga Aceh akan semakin damai dan maju untuk mengejar ketertinggalan kita selama 30 tahun akibat PERANG BODOH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berijin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-6891211116698424454?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/6891211116698424454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=6891211116698424454&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/6891211116698424454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/6891211116698424454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/01/aceh-dengan-konsep-perang-bodoh-negara.html' title=''/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-5618738082949744607</id><published>2009-01-04T21:53:00.000+07:00</published><updated>2009-01-31T11:03:30.922+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aceh'/><title type='text'>Perpres Konsultasi soal Aceh Tidak Menghalangi Kemajuan Gayo</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Presiden Teken Perpres Konsultasi soal Aceh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[ rubrik: Serambi | topik: Pemerintahan ]&lt;br /&gt;BANDA ACEH - Setelah ditunggu sekian lama, akhirnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2008 tentang Tata Cara Konsultasi dan Pemberian Pertimbangan Atas Rencana Persetujuan Internasional dan Rencana Pembentukan Undang-Undang serta Kebijakan Administratif yang Berkaitan Langsung dengan Pemerintahan Aceh. Perpres yang terdiri atas 10 pasal itu ditandatangani Presiden SBY pada tanggal 24 Desember 2008. Salinan asli Perpres itu bahkan telah ditandatangani oleh Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum, M Iman Santoso.&lt;br /&gt;Kepastian tentang telah keluarnya Perpres tersebut disampaikan anggota DPR RI asal Aceh, Dr Ahmad Farhan Hamid kepada Serambi, Kamis (1/1). Menurut Farhan , ia memperoleh informasi sekaligus salinan fotokopi tentang Perpres tersebut dari Deputi Seswapres Bidang Politik, Prof Bohermansyah Djohan, Rabu (31/12) siang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini merupakan produk hukum yang ditunggu-tunggu seluruh masyarakat Aceh, setelah disahkannya UUPA,” kata Farhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut politisi PAN ini, Perpres tersebut memiliki makna kekuatan yang begitu besar bagi Aceh. Sebab, setiap kebijakan administratif yang dilakukan pemerintah pusat yang berkaitan langsung dengan kepentingan Aceh, tak bisa dilakukan apabila belum dikonsultasi atau disetujui oleh Pemerintahan Aceh. Termasuk di dalamnya rencana pembuatan peraturan pemerintah (PP) dan undang-undang (UU) serta rencana persetujuan internasional lainnya.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kalau pemerintah pusat ingin melakukan perubahan peraturan UU yang berkaitan dengan Aceh, haruslah dikonsultasikan lebih dulu dengan Pemerintah Aceh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cuma itu. Perpres tersebut juga menyatakan bahkan pemekaran wilayah dan pembentukan kawasan khusus di Aceh harus terlebih dahulu dikonsultasikan dengan Pemerintah Aceh untuk mendapat pertimbangan dan persetujuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konsultasi tersebut Pemeritah Aceh (Gubernur/DPRA) diberi jangka waktu selama 30 hari sejak tanggal berita acara penerimaan rancangan yang diajukan. Apabila dalam jangka waktu tersebut belum diberi pertimbangan, maka pemerintah memberi perpanjangan waktu selama 15 hari kerja lagi. Apabila dalam jangka waktu tersebut juga tidak diberikan pertimbangan, maka pimpinan departemen/lembaga negara nonpemerintah dapat melanjutkan proses tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pertimbangan yang dimaksud tersebut berupa usulan perbaikan terhadap rancangan yang diajukan tersebut,” kata Farhan sembari menambahkan bahwa Aceh diberi kewenangan untuk memberi masukan terhadap berbagai kebijakan, produk ketentuan yang berkiatan langsung dengan Aceh, dan hal ini tidak dimiliki daerah lain di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya Perpres ini, menurutnya, jelas bahwa pemerintah pusat tidak bisa lagi semena-mena terhadap Aceh dalam membuat kebijakan maupun ketentuan baik itu UU maupun PP dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menyangkut soal qanun yang merupakan produk ketentuan turunan dari UUPA tidak perlu Pemerintah Aceh melakukan konsultasi dengan pemerintah pusat. “Aceh kalau membuat qanun tidak perlu berkonsulatasi dengan pusat. Kalau pusat keberatan terhadap qanun yang dibuat oleh Aceh, maka gugatan bisa diajukan lewat ke Mahkamah Agung.. Maka pusat tidak boleh menolak qanun itu kalau tanpa ada keputusan dari MA lebih dahulu,” tukasnya. (sup)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ulasan Saya &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai daerah yang berada di bawah naungan NKRI kita harus bisa menghormati keputusan Pemerintah ini.&lt;br /&gt;Sebagai orang Gayo yang membenci GAM, akibat PERANG BODOHnya yan telah mengorbankan banyak nyawa maka  kita harus bisa menjaga agar Aceh selalu dalam NKRI, jika memang ketidakadilan ini terus berlanjut terhadap orang Gayo masih ada kesempatan-kesempatan untuk pemekaran wilayah seperti yang tertulis pada berita tersebut.&lt;br /&gt;” Dalam konsultasi tersebut Pemeritah Aceh (Gubernur/DPRA) diberi jangka waktu selama 30 hari sejak tanggal berita acara penerimaan rancangan yang diajukan. Apabila dalam jangka waktu tersebut belum diberi pertimbangan, maka pemerintah memberi perpanjangan waktu selama 15 hari kerja lagi. Apabila dalam jangka waktu tersebut juga tidak diberikan pertimbangan, maka pimpinan departemen/lembaga negara nonpemerintah dapat melanjutkan proses tersebut.&lt;br /&gt;Bahkan tulisan tersebut juga mengatakan&lt;br /&gt;“Sedangkan menyangkut soal qanun yang merupakan produk ketentuan turunan dari UUPA tidak perlu Pemerintah Aceh melakukan konsultasi dengan pemerintah pusat. “Aceh kalau membuat qanun tidak perlu berkonsulatasi dengan pusat. Kalau pusat keberatan terhadap qanun yang dibuat oleh Aceh, maka gugatan bisa diajukan lewat ke Mahkamah Agung.. Maka pusat tidak boleh menolak qanun itu kalau tanpa ada keputusan dari MA lebih dahulu”&lt;br /&gt;Masih terbuka jalan, jika memang semua orang Gayo dapat bersatu untuk memperjuangkan berdirinya Provinsi ALA. Terlebih lagi provinsi ini sudah lama masuk ke kantong DPR RI dan pada dasarnya tinggal di tandatangani Presiden.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Sosial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan yang dilakukan dari dalam Aceh apabila orang Gayo kompak akan menimbulkan dampak yang luar biasa bagi Pemerintah NAD, sudah saatnya orang Gayo menjadi cerdas dengan elegan dalam memperjuangkan kehidupan orang Gayo, yang terpenting adalah bagaimana agar orang Gayo yang menjadi BUPATI pada daerah ALA, orang Gayo yang pro ALA yang didukung menjadi LEGISLATIF ALA.&lt;br /&gt;Perubahan Gerakan ALA dapat dilakukan sementara waktu dari bersifat Gerakan Pemekaran menjadi Gerakan Peduli Tokoh Gayo, amat penting untuk dapat terus menjadikan orang Gayo terdepan dalam kepemerintahan dan dalam legislatif, yang sudah teruji mereka mencintai Gayo.&lt;br /&gt;Perubahan ini juga ditandai dengan bagaimana upaya dari para Tokoh Gayo untuk menggunakan kesempatan ini konsolidasi, tetap memperjuangkan harkat dan martabat serta marwah orang Gayo. Melakukan arah perubahan Gerakan menjadi Gerakan Sosial atau Gerakan Masyarakat untuk membangungkan kembali MARWAH masyarakat Gayo. Bila ini tidak dilakukan maka orang Gayo akan kehilangan identitas atau kebanggaannya menjadi gayo, dan inilah yang menjadi langkah selanjutnya dari mereka yang menginginkan Gayo hilang dari bumi Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Otonomi Khusus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya juga kita meminta sebuah otonomi khusus bagi daerah ALA, seperti ketika zaman Kerajaan Linge dahulu, karena NAD sekarang mencoba mengadopsi konsep Kerajaan Iskandar Muda yang saat ini memang diperjuangkan oleh seluruh komponen Aceh baik GAM atau non GAM yang sudah cerdas, mereka mengikuti pola yang diperjuangkan oleh Daud Beureuh. Otonomi khusus bagi rakyat Gayo amat diperlukan, kita mempunyai tentara sendiri, mempunyai pemerintahan independen sendiri dengan berbagai ketentuan, selama ini tidak dilakukan akan dipastikan pertikaian akan terus terjadi, selama GAM ada niat untuk merdeka atau GAM masih menggunakan konsep kebencian terhadap 1 suku, atau nasionalisem Aceh yang kebabalasan.&lt;br /&gt;Terakhir, mari seluruh rakyat Gayo kita mengambil kesempatan ini untuk dapat mengatakan siapa sesungguhnya orang Gayo, kita harus mulai mempersiapkan diri untuk masa yang akan datang, minimal selama masih ada perdamaian di Aceh. Kita harus bangkit dan membuktikan bahwa kita mampu menguasai Aceh kelak dengan kemampuan kita bukan dengan PERANG BODOH yang seperti GAM lakukan selama ini. &lt;br /&gt;Upaya tersebut adalah agar Pimpinan ALA agar lebih memperhatikan PENDIDIKAN, mengangkat KEBUDAYAAN GAYO, ADAT ISTIADAT Gayo, membuka akses terhadap daerah ALA, menghilangkan KKN dan terus berjuang untuk rakyat gayo dengan memperhatikan sifat-sifat lokal  Gayo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Organisasi Tokoh Gayo dan Pemuda Gayo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang pengatur strategi yang baik dapat melihat segala perubahan dan mempersiapkan diri untuk setiap perubahan yang akan terjadi. Saya juga menyarakan agar KP3ALA atau apapun organisasinya untuk segera dibentuk sebuah perkumpulan yang mampu melihat setiap potensi dari rakyat Gayo. &lt;br /&gt;Organisasi ini mampu untuk mempengaruhi atau memberikan pemikiran yang jelas, mempunyai data-data tentang SDA dan SDM Gayo, memperjuangkan orang Gayo yang sudah jelas keberpihakannya terhadap Gayo untuk mendapatkan posisi penting dan strategis pada Pemerintah NAD atau Jakarta, mengkader penerus-penerus tokoh-tokoh Gayo untuk menghadapi persaingan dengan Aceh dan lainnya, dan mempunyai sebuah media yang mampu mengcounter setiap informasi untuk kepentingan Gayo.&lt;br /&gt;Menurut saya adalah baik bila embrio dari organisasi ini berasal dari KP3ALA, yang pada dasarnya sudah mempunyai ujian yang cukup tetnang kecintaannya kepada masyarakat Gayo, mereka dalam memperjuangkan ALA sudah mempunyai sebuah kebanggaan menjadi Gayo dan mau berdiri sendiri tanpa mau bergantung kepada Aceh, ini adalah point penting.&lt;br /&gt;Kami mengharapkan organisasi ini mempunyai kemampuan dan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap Pemerintah dan masyarakat Aceh, bahkan sebagai penyeimbang dari Legislatif dan Executif maupun Yudikatif, dengan pengaruhnya dan kewibawaannya.&lt;br /&gt;Bagi Pemuda Gayo agar mempersiapkan sebuah wing organisasi yang mampu mengatakan saya bangga menjadi Gayo, tidak takut terhadap Aceh atau rendah diri terhadap Aceh atau suku lainnya. Sudah saatnya Pemuda Gayo juga bersatu, bukan Pemuda Gayo yang berada di Jakarta atau Banda Aceh tapi Pemuda Gayo yang berada di Gayo, yang lebih mengerti medan. Organisasi ini juga harus mampu mengembangkan jejaring pada pemuda Gayo di Jakarta, Medan, Yogja, Padang, dll untuk kepentingan Pemuda Gayo.&lt;br /&gt;Bila diperlukan agar segera dibentuk sebuah organiasai underbow Gayo, yang mampu melakukan gerakan-gerakan bawah tanah untuk kepentingan orang Gayo, intelektual Gayo yang mau berjuang tanpa menginginkan ketenaran, hanya menginginkan kemajuan Gayo. Organisasi ini juga bisa  memberikan gerakan-gerakan yang unprediction. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semua ini saya sampaikan kepada teman-teman Gayo, agar kita segera berbenah diri dan mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan yang bisa terjadi, kita harus menjadi orang yang cerdas yang mampu memanfaatkan setiap kesempatan dan peluang tanpa harus mengorbankan harga diri kita sebagai orang Gayo, tanpa harus menghilangkan kebanggaan kita sebagai orang Gayo. Tidak akan orang Aceh mendahulukan orang Gayo terlebih dahulu pasti mereka mendahulukan kepentingan mereka, kalau kita mau memperjuangkan orang Gayo yagn harus kita bangun adalah sebuah kemampuan untuk dapat berdiri sendiri.&lt;br /&gt;Berijin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-5618738082949744607?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/5618738082949744607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=5618738082949744607&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/5618738082949744607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/5618738082949744607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/01/perpres-konsultasi-soal-aceh-tidak.html' title='Perpres Konsultasi soal Aceh Tidak Menghalangi Kemajuan Gayo'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-2850521420993398962</id><published>2009-01-04T21:50:00.001+07:00</published><updated>2009-01-31T11:05:49.899+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain-lain'/><title type='text'>Omar Puteh dan Pertanyaan-Pertanyaannya</title><content type='html'>Bung Omar Puteh, pertama fitnah anda tentang saya sudah amat kelewatan batas, saya tidak tahu apakah anda menginginkan saya untuk menyarankan anda dapat mengetahui diri saya siapa sesungguhnya. Lihat dalam blog saya, www.cossalabu.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun rasanya anda sudah kehilangan akal sehat sehingga dalam otak anda itu hanya ada sebuah dendam dan dendam dan dendam.... Menurut saya sungguh generasi Aceh akan semakin terpuruk dengan orang-orang semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk perjuangan ALA silahkan lihat pemikiran-pemikiran saya, tidak pernah saya begitu membenci orang Aceh karena banyak saudara saya orang Aceh, tapi saya ia membenci GAM.. Kembali silahkan  lihat dalam blog saya www.cossalabuaceh.blogspot.com pada label ALA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk alasan-alasan itu saya akan menjawab pertanyaan Omar Puteh tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama : Apakah itu Orde Baru/Suharto?  (Silakan baca buku Luth Ari Linggë: Sumatra Menggugat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Kedua : Kedua    : Mengapakah anda jadi korban Orde Baru Suharto, sehingga hidup dimancanegara? Adakah anda tahu betulkah maksud Orde Baru itu (silakan baca buklu Luth Ari Linggë: Sumatra menggugat?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua rakyat Indonesia juga terkena dampak pada era Soeharto, tidak saja Aceh, seperti halnya pada era Soekarno. Tapi yang mereka lakukan berlawanan dengan GAM dengan Hasan Tironya, yang mereka lakukan adalah mencari perdamaian, karena sesama muslim. Sejak zaman Soekarno ada masa DI/TII di seluruh Indonesia , lihat tulisan saya www.cossalabuaceh.blogspot.com pada label Aceh dengan judul Perbedaan Hasan Tiro dan Daud Beureuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa bedanya sekarang antara era Orde Baru dengan era GAM ? Yang menjadi permasalahan adalah bahwa rakyat Aceh menjadi korban dari ambisi GAM, mereka masuk ke dalam peta konflik Soeharto dan LB Moerdani atau oknum-oknumnya yang merupakan kepanjangan tangan dari CIA dan Zionis Israel , karena ternyata mereka berniat untuk mengeruk kekayaan alam Aceh di Arun serta membunuh para Tengku-tengku di Aceh dengan alas an ketidakamanan yang dicanangkan oleh GAM. Ironisnya lagi Pemimpinnya pergi ke LN, dalam sejarah perjuangan ini adalah sebuah penkhianatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soeharto bagi sebagian rakyat Indonesia adalah sebagai penjahat, karena ia telah meninggalkan sebuah konsep Negara diktatorism yang sekarang sudah mulai mencair menuju demokratisasi, yang telah menyebabkan Negara ini menjadi amat tergantung kepada Negara USA .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan sekarang yang terjadi dengan Aceh ternyata juga hampir sama karena Aceh kembali ingin dijual oleh Irwandy, dkk ke USA dan Uni Eropa melalui perjanjian Helsinky.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga    : Adakah anda juga tahu bahwa bangsa Achèh sekarang ini juga hidup dimancanegara: Malaysia , Norwegia, Danmark, Swedia, Findlandia , Canada , USA , Australia dan New Zealand ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Keempat: Mengapakah bangsa Achèh sampai hidup dimancanegara?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah anda semua juga tahu bahwa sekarang petinggi GAM sudah hidup mewah di Aceh dengan menghabiskan uang rakyat dengan alas an MoU Helsinky, lihat lah sekarang setiap mantan GAM mempunyai mobil double cabin, rumah indah, tanah luas. Akan tetapi prajurit-prajuritnya GAM menjadi seperti kerbau yang ditusuk hidungnya dengan memberikan uang dan materi, tapi mereka tetap tidak bias hidup mandiri, mereka sepertinya dibuat seperti itu. Bukankah ini sebuah kejahatan yang luar biasa, setelah GAM menyebabkan generasi muda Aceh kehilangan kesempatan dalam mendapatkan pendidikan yang baik, para Tengku dibabat habis dan kekayaan alam Arun akibat ulah GAM dengan konsep PERANG BODOH nya, tekanan psikologis yang luar biasa akibat perang selama 30 tahun akibat konsep PERANG BODOH itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau kenapa anda juga tidak tanyakan kepada Omar Puteh kenapa mereka tidak mau pulang ke Aceh, apakah karena disana mereka sudah mendapatkan pekerjaan yang tetap, sudah mendapatkan uang dari zionis Israel dan CIA untuk tetap membuat ketidakamanan di Aceh, yang notabene NKRI sebagai Negara berpenduduk Islam terbesar di dunia, untuk membuat wacana yang tidak baik, ironis bukan. Saat ini masa damai, semua silahkan pulang ke Aceh, Hasan Tiro saja sudah pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah anda takut anda dibabat habis oleh TNI karena dalam otak anda itu hanyalah ingin MERDEKA dengan konsep PERANG BODOH ? Atau ternyata MoU Helsinky sudah mengikat anda dalam sebuah perangkap tebang habis TNI, dengan tawar menawarnya pada rakyat Aceh melalui Pemilu, atau anda merasa dukungan rakyat semakin hilang karena ternyata PERANG BODOH ini hanya untuk kepentingan golongan anda saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa anda juga tidak tanyakan kenapa ingin berapa nyawa lagi yang akan kau tumpahkan Omar Puteh, antek Yahudi untuk membuat tumpah kembali darah rakyat Aceh ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagi orang Aceh yang telah menjadi korban dari tekanan Soeharto dan telah menjaddi korban PERANG BODOH dan bukan antek Yahudi dan CIA maka sekiranya agar kembali ke Aceh, saya rasa tidak akan pernah akan ada lagi yang menyakiti anda bila kita mulai membangun rakyat Aceh, meninggalkan ketertinggalan karena PERANG BODOH ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kelima   : Bagaimana atau apakah perbedaannya kalau anda mengatakan (telah) menjadi korban Orba sedangkan bangsa Achèh mengatakan telah menjadi korban rejim Indonesia-Jawa (Sebutan sebelumnya: Rejim Penjajah Indonesia-Jawa) maka terpaksa hidup dimancanegara?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sekali perbedaannya, dan jangan samakan semuanya, sangat banyak para orang pintar yang lari ke mancanegara, terlebih lagi masalah politis, seperti PKI, Islam aliran keras, musuh Soeharto, siapapun yang waktu itu di era Soeharto ditakutkan akan melahirkan instabilitas maka ia pun akan lari ke LN, sangat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Keenam: Dapatkah anda berusah meneteskan air mata anda, ketika melihat dan merasakan/membayangkan, bagaimana pedihnya akibat kekejaman anak-anak Jawa (Abdi Dalem) Pembunuh Bayaran KNIL-Belanda: Black Dutchmen and others of the Royal Dutch east Indies Army (si Belanda Hitam) in 1800's  menyembelih ribuan: Pemuda-Pemuda, Orang-Orang Tua, Wanita dan Anak-Anak, malahan kanak-kanak dalam gendongan sekaliannya, di perkampungan Kuta Rèh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sudah mengatakan dengan jelas mereka adalah tentara bayaran Belanda, anda juga harus tahu apa yang menyebabkan NKRI bisa dijajah dengan begitu lama karena rakyat ini muda dipecahbelah, seperti yang GAM lakukan sekarang ini. Bedanya adalah KNIL itu dibayar oleh Belanda sedangkan anda GAM ada indikasi dibiayai oleh USA dan Zionis Israel . Jelas bukan ketika mereka sudah mendukung Belanda, saya juga tidak tahu apa agama mereka ? (jangan-jangan kebanyakan orang batak atau non muslim), merupakan sebuah pengkhianat, terlebih lagi jika mereka muslim. Seorang muslim berdosa besar jika membunuh sesama muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa bedanya GAM dengan KNIL, yang juga telah membunuh rakyat Aceh, Gayo dan Jawa yang tidak setuju dengan kemerdekaan GAM ? Anda juga Islam seperti mereka, anda juga mendapatkan dana dari USA dan Yahudi untuk menghancurkan NKRI yang merupakan Negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia. Apakah GAM juga tidak pernah membunuh anak-anak, atau mencincang orang, anda juga memasukkan orang-orang ke dalam drum untuk disiksa, anda juga kejam kepada kami yang tidak setuju dengan PERANG BODOH anda. Anda juga memukuli kami dengan senapan anda ketika kami dicurigai sebagai mata-mata TNI. Bung ini Perang, dan anda yang pertama kali membuka  PERANG BODOH ini, mudah-mudahan Allah mengutuk kalian semua yang telah menghalalkan darah sesama muslim, yang telah menghilangkan generasi terbaik Aceh. Dataran Tinggi Gayo, Meulaboh, Kute Cane dan kampong-kampung Jawa di seluruh NAD menjadi saksi korban kebiadaban kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan saja air mata kami yang menetes, kami merasa tertekan menjadi korban dalam PERANG BODOH ini, kalau saja kami diberi senjata maka kami juga bisa membunuh kalian, bukan kah anda pernah mendengar milisi yang ada di dataran tinggi Gayo, salah satu bukti ketidaksukaan kami oleh GAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau ketika kami harus melihat mayat-mayat korban dari PERANG BODOH dengan cirri-ciri tertentu, kalian bahkan telah saling menentukan sendiri korban kalian dengan cirri kalian, dengan kehilangan anggota badannya. Kalau GAM membunuh TNI maka ntah telinga atau ibu jarinya dipotong, begitu juga sebaliknya. Atau ketika anda membunuh mata-mata kalian juga memberikan cirri, kadi apa beda kalian dengan KNIL itu wahai yang dikutuk Allah, penghalal darah sesama muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah ALA , silahkan lihat pada blog www.cossalabuaceh.blogpot.com pada label ALA. Yang saya tekankan adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Lebih baik mana orang Aceh yang memperjuangkan ALA agar Aceh bisa membangun dengan tenang dan ada percepatan dari pada orang Aceh yang memperjuangkan Aceh Merdeka dengan PERANG BODOH’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan jawab sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6516636381032068845-2850521420993398962?l=cossalabuaceh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/feeds/2850521420993398962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6516636381032068845&amp;postID=2850521420993398962&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/2850521420993398962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6516636381032068845/posts/default/2850521420993398962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cossalabuaceh.blogspot.com/2009/01/omar-puteh-dan-pertanyaan-pertanyaannya.html' title='Omar Puteh dan Pertanyaan-Pertanyaannya'/><author><name>COSSALABU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384896470284455947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_yLR-kzBVC5o/STiqE9wM9lI/AAAAAAAAACw/aO0oWuoDXyg/S220/kosasih+ok.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6516636381032068845.post-8031096973021273337</id><published>2008-12-15T15:27:00.003+07:00</published><updated>2009-01-31T11:06:02.691+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ALA'/><title type='text'>Lanjutan Diskusi tentang Interpeace ALA (2)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lanjutan Tulisan Bang Win Wan Nur tentang Interpeace ALA:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin lama saya membaca tulisan-tulisan serinen saya Kosasih, semakin banyak saya menemukan kesamaan antara kami. Saya dapat merasakan kecintaan serinen saya Kosasih yang bahkan tidak lahir dan tidak pernah menetap di Gayo ini terhadap Gayo. Meskipun secara ide besar, seperti Edhie Kelana, saya juga tetap tidak setuju dengan serien&lt;br /&gt;Kosasih bahwa ALA bisa menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh orang Gayo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarnya rasa cinta serinen Kosasih terhadap Gayo ini misalnya dapat dilihat dalam tulisan Kosasih yang mengomentari tulisan saya tentang Isu ALA di Konferensi Interpeace. Ada banyak alasan logis yang dikemukakan Kosasih mengenai pentingnya pembentukan ALA dan terus terang saya setuju dengan garis besar argumen serinen saya Kosasih secara garis besar, tapi bukan pada detail. Saya tidak setuju dengan detailnya karena seperti biasa data-data dan argumen yang dikemukakan oleh serinen Kosasih seringkali 'ngelantur' dan 'prematur' serta tidak berbasis fakta. Data-data dan argumen Yang diajukan serinen Kosasih saya sebut PREMATUR karena terlalu banyak faktor penting yang tidak diperhitungkan oleh serinen Kosasih ketika memaparkan impiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya serinen Kosasih tidak berprasangka kepada saya, perlu saya jelaskan kalau saya tidaklah sepenuhnya menolak ide pemisahan Provinsi. Saya sepenuhnya mengerti kalau pembentukan sebuah administrasi pemerintahan berdasarkan kelompok etnis adalah&lt;br /&gt;kecenderungan dari setiap etnis manapun di dunia. Suatu etnis yang bisa mencapai tingkat peradaban (SDM) yang setara dengan etnis yang lebih besar yang menguasai wilayahnya memang cenderung untuk memisahkan diri. Contohnya bisa kita lihat dari seluruh negara di Eropa, selain Swiss, Belgia dan Luksemburg bisa dikatakan seluruh&lt;br /&gt;negara eropa adalah 'etnostate'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang Gayo, seperti yang saya ulas dalam tulisan saya tentang Konferensi Interpeace. Sayapun mengakui adanya rasa tertekan sebagai minoritas. Ada tekanan, ada represi dan ada arogansi suku Aceh yang ditujukan terhadap kita suku Gayo dan suku-suku minoritas lainnya. Dan terus terang pula seandainya ide tentang ALA seperti yang serinen dukung itu diajukan dengan konsep yang rasional dan matang. Saya&lt;br /&gt;sendiri akan berdiri bersama serinen di barisan terdepan untuk memperjuangkan terbentuknya provinsi impian ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menolak ide pembentukan ALA adalah karena saya sepenuhnya sependapat dengan Tengku Ali Jadun yang sempat saya wawancarai di rumah beliau saat saya berada di Takengan beberapa waktu yang lalu. Kami berdua memiliki pandangan yang persis sama tentang ALA ini. Kalaupun harus pisah Tengku Ali Jadun dan juga saya menginginkan&lt;br /&gt;pisahnya Gayo dengan Aceh itu adalah pisah yang seperti istilah yang diungkapkan oleh Tengku Ali Jadun, pisahnya adalah pisah 'JAWE' bukan pisah 'CERE'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perbedaan besar dalam dua cara berpisah ini, serinen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWE adalah pisah dengan alasan rasional, JAWE adalah pisah yang merupakan keharusan untuk mencapai kemandirian. Kalau pisah dengan cara JAWE maka apa yang Serinen Kosasih sampaikan seperti "SDM Gayo akan maju, baik dengan cara transfer knowledge dengan pihak luar, memperkuat pendidikan, membangun budaya lokal. Yang terpenting adalah SDA dataran tinggi Gayo bisa dikelola penuh oleh orang Gayo dan dipergunakan untuk kemashalatan orang Gayo" . Akan bisa kita capai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya dengan CERE, ini adalah cara berpisah yang EMOSIONAL, perpisahan model ini hampir selalu meninggalkan rasa sakit dan permusuhan. Pisah dengan cara seperti ini disamping menghabiskan energi di masa pembentukan, sampai kapanpun kita bakal terus dihantui permasalahan kebencian dan permusuhan. Alih-alih membangun SDM Gayo&lt;br /&gt;yang maju, pisah dengan cara ini akan membuat kita orang Gayo akan terus ribut sesama kita sendiri di dalam dan dimusuhi oleh etnis Aceh di luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan ada banyak permasalahan sosial rumit yang akan terjadi kalau serinen tetap berkeras tetap membentuk ALA secara emosional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantaranya coba saya uraikan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar kalau ALA terbentuk orang Gayo bisa melepaskan ketergantungan dari Aceh dengan lebih berafiliasi ke Medan. Tapi bagaimana nasib lebih dari 6000 Orang Gayo yang tinggal di Banda Aceh?, apakah mereka akan serinen biarkan sebagai tumbal untuk dijadikan sasaran kemarahan dan bulan-bulanan orang Aceh atas pilihan PISAH serinen yang emosional itu?. Apakah untuk itu supaya tidak dijadikan tumbal solusinya mereka&lt;br /&gt;harus serinen pindahkan secara massal ke Medan atau sekalian ke Takengen dan Redelong?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pertanyaannya lagi apakah dengan dipindahkan itu mereka itu semuanya akan merasa nyaman dengan suasana Medan yang rasis dan barbar?. Pertanyaan ini perlu saya ajukan karena selama saya berada di Banda Aceh ini saya menemui banyak sekali orang Gayo yang sudah merasa nyaman berbaur dengan Orang Aceh dan merasa nyaman berada dalam relasi sosial yang setara secara individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan mencuatnya isu ALA yang dipropagandakan dengan nada-nada penuh kebencian seperti yang serinen lakukan ini. Banyak diantara 6000-an orang Gayo ini yang merasa sangat terganggu relasi sosialnya dengan rekan-rekan etnis Aceh yang merupakan teman bergaul mereka sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan seperti ini yang saya lihat sama sekali tidak ada sedikitpun dijadikan bahan pertimbangan oleh serinen dan pendukung ALA lainnya yang mengaku sebagai intelektual Gayo dalam mengambil sebuah tindakan. Kalau saya, saya bisa memaklumi alasannya, itu karena serinen dan rekan-rekan pendukung ALA yang mengaku intelek lainnya hampir semuanya berbasis pendidikan tinggi di luar Aceh. Jadi serinen dan pendukung ALA lainnya sama sekali tidak bisa merasakan permasalahan orang Gayo yang sehari-harinya tinggal dan bergaul dalam komunitas besar etnis Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma masalahnya tidak semua orang bisa memaklumi dan mengerti latar belakang orang seperti serinen dan para pendukung ALA lainnya. Sekarang ada indikasi orang Aceh menganggap stereotip Orang Gayo adalah yang seperti serinen itu. Dan saya lihat dari&lt;br /&gt;postingan-postingan serinen selama ini. Stereotip bahwa Orang Gayo adalah orang yang seperti KOSASIH inilah yang ingin serinen bangun. Belakangan ini pula saya melihat ada kesan dan opini yang ingin diciptakankan bahwa Orang Gayo hanya bisa disebut intelek kalau dia mendukung ALA (menempuh pendidikan tinggi di luar Aceh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal faktanya ada banyak orang Gayo yang juga memiliki latar belakang pendidikan tinggi. Bukan cuma serinen dan orang-orang Gayo yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi di luar Aceh. Ada ribuan orang Gayo yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi di Aceh. Dan bisa saya pastikan tingkat intelektual mereka tidak lebih rendah dibandingkan tingkat intelektual serinen dan pendukung ALA lainnya yang mendapatkan pendidikan tinggi di luar Aceh. Dan merekapun tidak sama seperti Stereotip Orang Gayo yang sedang serinen bangun. Dan mereka juga merasakan permasalahan yang sama sekali tidak menjadi bahan pertimbangan serinen itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan lain, jika ALA serinen bentuk secara emosional begini, salah satunya karena seperti serinen Kosasih yang sangat membenci GAM. Lalu kalau bagaimana dengan nasib orang Gayo yang secara kultural adalah pendukung setia GAM. FAKTA, ada beberapa kampung di Gayo yang selama konflik dimasukkan ke dalam daftar hitam. Bahkan sebelum ALA terbentukpun ketika Bener Meriah dikomandani seorang Bupati yang merupakan Ikon perjuangan ALA. Orang-orang Gayo di kampung ini sudah merasa sangat tertekan dan merasa dianak tirikan. Lalu, kalau provinsi ALA yang sangat anti GAM nantinya terbentuk bagaimana nasib orang-orang yang tinggal di kampung ini?. Apakah kalau ALA yang sangat anti GAM ini terbentuk orang seperti serinen Kosasih yang lahir&lt;br /&gt;dan besar di Jawa akan mengusir mereka dari Tanoh Gayo, dari kampung halaman mereka tempat mereka dan seluruh nenek moyang mereka tinggal turun temurun?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau apakah oleh serinen Kosasih yang lahir dan besar diJawa serta tidak pernah menetap di Tanoh Gayo ini. Mereka yang hidup dan mencari nafkah di Gayo ini akan kembali diperlakukan seperti di masa konflik dulu? dijemput satu persatu dari rumah dan dihari berikutnya disuruh diambil oleh sanak keluarga mereka dalam kondisi tubuh babak belur, kadang tercabik-cabik dan sudah menjadi mayat?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana pula kalau mereka resisten, tidak bersedia dengan ikhlas dijemput paksa begitu saja tanpa perlawanan dan kemudian meminta bantuan ke Aceh, mempersenjatai diri dan kemudian menyerang balik Orang Gayo pendukung ALA atau orang Jawa?. Detail-detail berdasarkan fakta nyata seperti ini tidak pernah sama sekali saya lihat dipikirkan oleh semua 'pejuang' ALA yang mengaku intelek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ALA dibentuk dengan cara penuh kebencian seperti yang serinen promosikan sekarang ini, yang saya khawatirkan serinen. Bukannya impian serinen tentang Gayo yang sejahtera, Gayo yang makmur dan impian muluk lainnya yang kita dapatkan. Tapi justru PERANG BODOH yang tidak berkesudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah serinen, saya dalam kapasitas saya sebagai ketua Forum Pemuda Peduli Gayo, yang dari nama forumnya saja ada kata PEDULI. Yang artinya forum ini kami bentuk karena kepedulian kami terhadap Gayo. Apa yang kami perjuangkan adalah sesuatu yang membawa kemaslahatan bagi orang Gayo. Bukan yang membawa kemudharatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kembali sebagai kesimpulan akhir tulisan saya yang panjang dan bisa jadi membosankan bagi sebagain orang ini. Sebagai orang yang PEDULI Gayo, saya bukanlah sepenuhnya dalam posisi menolak pembentukan Provinsi baru yang akan bisa mengakomodir kepentingan seluruh orang Gayo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika serinenku yang lahir dan besar diJawa serta tidak pernah menetap di Tanoh Gayo ini melihat sampai sejauh ini saya tidak sepakat dengan ide pembentukan ALA. Perlu serinenku yang lahir dan besar diJawa serta tidak pernah menetap di Tanoh Gayo ketahui, itu adalah karena SAYA YANG LAHIR, BESAR, TUMBUH, MENGALAMI DAN MERASAKAN SENDIRI APA YANG TERJADI DI TANOH GAYO melihat ada banyak resiko yang tidak perlu yang akan terjadi kalau Provinsi yang serinen cita-citakan ini dibentuk SEKARANG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Win Wan Nur&lt;br /&gt;Ketua Forum Pemuda Peduli Gayo&lt;br /&gt;www.gayocare. blogspot. com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB : Sedikit koreksi buat serinen Kosasih, Kosovo bukan bagian dari Rusia tapi Sebia, secara geografis itu sangat jauh serinen. Poso itu di Sulawesi bukan di Philipina. Yang di Philiphina itu MORO, bukan di Thailand. Betul di Thailand juga ada konflik di provinsi-provinsi selatan yang berbasis Melayu, seperti Pattani, Narathiwat dan Yala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi konflik di Thailand itu tidak sepenuhnya berbasis agama melainkan wilayah. Tiga Provinsi di selatan Thailand yang saya sebutkan di atas secara kultural dan sejarah merupakan bagian dari Malaysia. Putra Mahkota kerajaan Pattani bernama Tengku Ismail Denudom yang sekarang tinggal di pengasingan dalam suatu bincang-bincang saat makan siang pernah mengatakan kepada saya kalau di Pattani, selain melayu muslim juga ada sekelompok suku Melayu Tua yang bukan muslim yang juga ikut bergabung dengan Melayu muslim Pattani menuntut pemisahan dari Thailand. Jadi bukan hanya Melayu yang islam yang ingin memisahkan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Thailand, juga ada sebuah provinsi di Selatan bernama Songkla yang juga bekas kerajaan melayu dan sampai sekarang tatap dihuni oleh mayoritas Melayu-muslim yang tidak ikut dalam tuntutan memisahkan diri ini. Itu terjadi karena memang secara kultural dan sejarah mereka bukan bagian dari Malaysia. Padahal jumlah penduduk melayu-muslim di provinsi ini lebih besar dibandingkan Narathiwat dan Yala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dikaitkan dengan konflik antara muslim dan penduduk non-muslim, benar Aceh tidak bisa disamakan dengan Kashmir, Chechnya, Moro. Tapi kalau isunya negara mayoritas Islam dan penduduk islam, Aceh juga tidak bisa serinen samakan dengan pemberontakan Tamil di Sri Lanka. Karena ada dua masalah di sana, pertama Tamil yang ingin memisahkan diri dari Sri Lanka bukan Islam, Kedua pemberontakan Macan Tamil&lt;br /&gt;itupun seperti Chechnya, Isu utamanya perbedaan agama dan budaya antara Tamil yang Hindu dengan Sri lanka yang Buddha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau konteksnya pemberontakan wilayah islam terhadap negara yang berpenduduk mayoritas Islam juga, Aceh bisa serinen kaitkan dengan Ide pemisahan diri Kurdi dari Irak dan Turki atau pemberontakan kelompok-kelompok mujahiddin di Afghanistan. Serta&lt;br /&gt;pemberontakan- pemberontakan lain di Kazakhtan, Uzbekistan dan negara-negara Asia Tengah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jawaban Kosasih Bakar:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemulo berijin aku sawahen ku Bang Win Wan Nur atas koreksian ne, gelah tulisen aku si gere semperne ni mujadi lebih sempurne. Ike salah turah I peren salah, ike benar turah I peren benar. Ini turah mujadi peraturen te berdikusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gere sepakat antara kite oya biasa we Bang Win Wan Nur, si paling penting sara, tujuante mubangun tanoh gayon te. Beribu maaf pe tangkuh ari tulisenku karena aku peg ere we ilen sepakatmengenai ALA ken Serinen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai data yang menurut Bang Win Wan Nur masih ‘ngelantur’ atau ‘prematur’, tidak sepenuhnya saya bisa mengakuinya, karena sepertinya saya tidak mengungkapkan data yang real, saya hanya mencoba mengungkapkan pemikiran-pemikiran yang Serinen setujui. Alasan saya tidak menampilkan data real karena saya mengetahui bahwa saya belum mendapatkan data yang betul dengan sebetul-betulnya. Walau demikian saya sudah mendapatkan beberapa data tentang Aceh dengan sebenarnya dari buku “Beranda Perdamaian, Aceh Tiga Tahun Pasca MoU Helsinky”, banyak data dan pemikiran yang kiranya bisa dijadikan rujukan dalam diskusi kita ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Bang Win Wan Nur mengatakan tidak setuju dengan pemekaran ALA akan tetapi Bang Win Wan Nur setuju dengan kemajuan yang dicapai melalui persukuan atau 'etnostate' menurut serinen. Begitu juga ketika Bang Win Wan Nur mengatakan bahwa antara Aceh dan Gayo itu bukan di ‘cere’ akan tetapi di ‘jawe’. Menurut kesimpulan saya Serinen menyatakan setuju akan tetapi dengan sebuah persayaratan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian persayaratan- persayaratan tersebut lantas di uraikan oleh Bang Win Wan Nur dalam beberapa alenia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum saya menjawabnya, satu hal yang menurut saya penting untuk dijadikan sebagai prinsip dasar kita dalam memperjuangkan orang Gayo, yaitu menghargai perbedaan yang ada, menghargai setiap sejarah urang Gayo, menghargai adat dan marwah orang Gayo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Win Wan Nur saya mengerti maksud Abang, perpisahan yang diperjuangkan adalah dengan sebuah perdamaian, dengan sebuah hujjah, dengan sebuah pendekatan secara cultural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum saya menjawabnya saya akan sedikit bercerita tentang Sejarah Gayo, Kekeberen, sebuah sejarah yang terkadang dilupakan oleh anak cucu kita, sebuah sejarah yang dianggap dongeng belaka tanpa mau melihat ada beberapa kebenaran yang ada disana. Dalam kekeberen tersebut terungkap bahwa Reje-Reje Gayo dan keturunannya berhasil menjadi Raja Pase yang pertama, menjadi Raja Aceh yang pertama sekaligus menjadi Raja Linge yang pertama, bahkan menjadi Raja-raja di daerah Pesisir Barat dan Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hal yang menyebabkan orang Gayo bisa menguasai pesisir utara Sumatera ini adalah sebuah ketegasan, dan ketika kita  belajar sejarah maka kita akan menemukan bahwa dalam kepemimpinannya Sultan-Sultan Kutereje bersifat tegas dengan menggunakan pendekatan Agama Islam. Itu juga yang terjadi ketika masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda atau sebelumnya Sultan Ali Mugayat Syah Al Kahhar, mereka keras dalam menegakkan syariat Islam, banyak kisah atau sejarah yang bisa kita dapatkan dari buku sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa saya mengungkapkan ini, saya ingin mengatakan bahwa untuk berhadapan dengan orang Aceh ini perlu sebuah ketegasan-ketegasan , perlu sebuah prinsip, perlu sebuah jati diri. Bukan lantas menjadi lemah, menjadi amat tergantung, menjadi ‘pegeson’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Win Wan Nur sudah 30 tahun rakyat Aceh dalam PERANG BODOH ini dengan alasan untuk mencapai seperti 30 tahun ZAMAN KEEMASAN SULTAN ISKADAR MUDA,belum cukupkan korban bagi Bang Win Wan Nur ? Tidakkah Serinen merasa takut akan penerus kita yang dalam pikirannya hanya ada PERANG BODOH dengan segala dampaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai klarifikasi kepada Bang Win Wan Nur bahwa saya tidak pernah mengatakan bahwa Aceh adalah musuh yang harus dilenyapkan dari muka bumi ini, saya hanya tidak menyukai GAM yang telah mengorbankan puluhan ribu rakyat Aceh hanya karena mengatakan ingin membebaskan diri dari Penjajah Indon –Jawa. Menurut saya ini amat tidak pantas, karena orang Aceh tidak pernah membenci suku manapun, ketika zaman Iskandar Muda di Kutereje ada sebuah Kampung Jawa. Dengan alasan itu pula mereka melakukan pembunuhan-pembunuh an terhadap orang-orang Jawa di Gayo, Aceh Barat dan Aceh Selatan, saya rasa tidak perlu saya ungkapkan satu persatu tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau ketika TNI juga melakukan hal yang sama dengan membunuh orang-orang Aceh yang dianggap GAM atau mata-mata, seperti juga halnya dengan GAM membunuh TNI atau mata-mata TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Win Wan Nur dalam berbagai tulisan saya mengatakan bahwa sampai kapanpun Aceh tidak akan pernah merdeka selama tujuan mereka hanya untuk kepentingan golongan, bukan kepentingan untuk menegakkan Agama Allah atau melawan kuffar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Bang Win Wan Nur, salahkah saya ketika mengatakan bahwa TNI itu adalah orang luar, orang yang bertugas menjaga daerahnya ketika ada pemberotakkan disana. Salahkah GAM disebut dengan Pemberontak ? Ketika Daud Beureuh dan seluruh rakyat Aceh menyatakan bersatu dengan NKRI lantas kemudian Hasan Tiro melakukan pemberontakkan dengan konsep yang salah. Tidak kah Hasan Tiro pernah berpikir berapa banyak Tengku yang menjadi korban dari peta konflik yang dibuat oleh Soeharto dan LB Moerdani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Soekarno menangis, ia menangisi mengapa Aceh bisa sedemikian merdeka ketika Indoensia selalu dalam penjajahan. Ketika Megawati menangis, ia menangisi rakyat Aceh yang menjadi korban Perang ini. Ketika Megawati memberikan DOM, maka ia memberikannya kepada GAM. Siapa yang salah Bang ? Siapa ? Megawatikah ? GAM kah ? Atau semuanya adalah ego dengan mengorbankan rakyat Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang, saya tidak pernah membenci saudara-saudara kita yang berasal dari Aceh yang berdagang, bertani, berkebun di Tanoh Gayo. Bahkan saya juga seringkali mengatakan bahwa banyak dari saudara saya yang menikah dengan orang Aceh, saya tidak membenci mereka sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan pembuka dalam blog saya mengisahkan bahwa seorang manusia tidak pernah tahu ia akan lahir dari rahim siapa, dari rahim ibu yang bersuku Jawa, dari rahim ibu yang bersuku-suku di Aceh atau dari rahim ibu yang bersuku Gayo. Namun demikian saya juga mengatakan bahwa perbedaan itu adalah rahmat dari Allah SWT, perbedaan itu yang akan membuat kita saling mengenal, perbedaan itu yang akan membuat kita menjadi satu. Dengan catatan kita harus menghargai perbedaan tersebut, dengan catatan kita tidak berupaya menyatukan dengan pemaksaan-pemaksaan . Seperti yang Bang Win Wan Nur katakan dengan Cere dan Jawe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai persoalan rumit yang Bang Win Wan Nur ungkapkan adalah sebuah ketakutan yang tidak pada tempatnya, dan ini pulalah yang dahulu menjadi bahan diskusi awal kita, hanya kali ini Serinen menambahkan data-data dalam tulisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abangku, Serinenku, ketika bang mengungkapkan bahwa sebanyak 6000 orang Gayo yang tinggal di Banda Aceh dalam bahaya, atau dikatakan tumbal itu menjadi tidak benar. Karena tidak mungkin sekian ribu orang kemudian akan merubah sekian ratusribu orang di Banda Aceh. Minoritas itu tidak akan menjadi tumbal dalam pemekaran ini. Saya yakin itu, karena mereka sudah lama bertempat tinggal disana dan bergaul di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apakah Abang pernah memikirkan puluhan ribu orang Gayo yang tinggal di ALA, yang selama ini dalam keadaan tertekan sehingga kehilangan segenap potensinya menjadi orang yang pintar, cerdas, dan mampu menjadi yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkan Abang berpikir dengan pola perjuangan GAM yang begitu membenci orang Jawa, sehingga orang Jawa yang tinggal di Gayo akan ketar-ketir, padahal begitu banyak saudara kita yang sudah menikah dengan orang Jawa, bahkan jumlah penduduk antara Gayo dan Jawa sekarang sudah hampir sama. Tidakkah Abang takut dengan konflik horizontal yang akan terjadi jika Jawa kemudian diusir orang Aceh, akan tetapi tetap di bela orang Gayo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan serinen sepertinya tidak menjadi rasional, karena puluhan ribu orang Aceh dan 6000 orang Gayo yang sudah hidup bersama sudah barang tentu tidak akan kemudian menjadi bertempur dengan adanya ALA. Begitu juga dengan puluhan ribu orang Gayo yang sudah berpadu dengan puluhan ribu Jawa ditambah dengan ribuan Aceh tidak akan mungkin berperang bila tidak ada yang memprovokasi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, yang menjadi permasalahannya adalah orang yang memprovokasi tersebut, dan selama ini yang menyebut-nyebutnya adalah Gerakan Aceh Merdeka atau GAM yang tidak setuju dengan pemekaran hanya karena kepentingan golongan atau isu kejayaan masa lalu yang semu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Win Wan Nur  yang saya hormati, apakah salah ketika saya sebagai orang Gayo mengeluarkan apa yang selama ini ada pda hati orang Gayo, yang sudah muak dengan PERANG BODOH, apakah salah saya mengankat harkat dan martabat orang Gayo dengan marwahnya, apakah salah saya mengatakan bahwa orang Gayo itu bukan Pegeson atau suku yang bisa terus diinjak dan dikatakan sebagai suku terkebelakang. Apakah salah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda salah kalau mengatakan yang mendukung ALA itu hanya kaum intelek saja, yang mendukung ALA ini adalah para milisi korban PERANG BODOH, yang mendukung ALA ini adalah para Petani yang tidak bisa bertani dan berkebun lagi, yang mendukung ALA ini adalah pemuda dan anak-anak yang marah karena kampong halamannya yang selalu dinistakan dan dihina, yang mendukung ALA ini adalah anak-anak muda yang sudah sangat kasihan melihat Gayo hancur dalam tekanan, yang mendukung ALA adalah wanita-wanita yang kasihan melihat anaknya tidak mendapatkan pendidikan yang baik. Kaum intelek seperti kami hanya bisa menulis di mailing list ini, mengungkapkan apa yang dirasakan mereka yang selama ini terdiam, menceritakan kegundahan mereka yang selama ini diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serinenku Win Wan Nur, Win yang selalu di dalam cahaya Allah, takutkan kau hidup sebagai orang Gayo? Malukah kau hidup sebagai orang Gayo? Banggakah kau hidup sebagai orang Gayo? Kami tidak pernah meragukan intelektualitas dari serinen-serinen kami di Banda Aceh, kami hanya menyesalkan pola pikir mereka yang tidak mendukung ALA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah karena mereka sudah lama tinggal tinggal di Gayo, sudah lama peninggalkan tanoh datunya lantas ia merasa bahwa telah berhutang kepada orang Aceh untuk kemudian menjual tanah muyang datunya dengan harga yang teramat murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kau jual tanah kami ini dengan harga murah, dengan harga engkau mendapatkan harta di sana, mendapatkan rumah disana, mendapatkan beasiswa disana, tapi tolong berpikir sebagai rakyat Gayo yang ada di tanoh Gayo, bukan seperti rakyat Gayo yang berada di Aceh. Jangan lagi rakyat Gayo ini menjadi melempem kembali, kembali tertekan, potensi akal pikiran yang sering dikatakan sebagai manusia pilihan Aceh kini menjadi manusia yang selalu dalam tekanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serinenku Win Wan Nur,  Win yang selalu dalam cahaya Allah, ALA adalah untuk kemashalatan rakyat Gayo yang ada di Gayo, jadi ketika Engkau sedang menuntut ilmu, sedang merantau, maka bantulah rakyat Gayo  ni dengan tulus dan ikhklas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Win Wan Nur, salahkan rakyat Gayo membenci GAM? Salahkah orang Jawa membenci GAM? Apa yang mereka perjuangkan MoU Helsinky hanya untuk anggota GAM ? Apa yang bisa diharapkan, hanya orang-orang mantan combatan yang banyak tida berpendidikan dan tidak mempunyai keterampilan hidup. Apa yang bisa dilindungi, hanya intelektual yang begitu bangga dengan Acehnya tapi begitu membenci Jawa, sehingga pikiran mereka menjadi begitu rendah dan picik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ketika ada Kampung di Gayo yang GAM, silahkan saja, namun tentu mereka mengerti resikonya. Begitu juga ketika ALA mau lepas dari NAD, tentu kami tahu resikonya bukan. Peperangan, intimidasi, kecemburuan, dan lain sebagainya. Yang paling penting adalah bagaimana mereka membawa diri, karena mereka tidak berpihak kepada NKRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu Serinen, seharusnya perlu anda ceritakan juga kepada seluruh dunia bahwa GAM juga banyak membunuh rakyat Aceh, ceritakan juga bahwa di NAD itu tidak semuanya mendukung GAM, katakana juga bahwa GAM itu merupakan minoritas yang bersenjata, menggunakan senjatanya untuk mencari dukungan, dengan ancaman. Jangan lupa juga katakana bahwa ternyata ALA dan ABBAS itu aspirasi rakyat bawah yang sudah muak dengan PERANG BODOH, bukan karena keinginan segelintir elit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi Serinen, nasib mereka sudah tentu akan baik, kami bukan pemakan daging manusia, kami bangsa yang beradab. Adat istiadat kami sangat tinggi. Sudah tentu mereka akan hidup dengan bahagia setelah ALA lahir. Anak-anak mereka akan tenang bersekolah dari pikiran PERANG BODOH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serinen Win Wan Nur, Pemuda yang selalu dalam cahaya Allah, saya memang besar di Jawa tapi saya sering ke Takengon dan kerap kali mengikuti berita di sana. Seperti juga hanya Bang Win Wan Nur yang baru saja tiba di Takengon setelah bertahun-tahun lamanya tinggal di negeri orang yang merantau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bang Win Wan Nur tampaknya terlalu menganggap rendah budaya kami, sepertinya anda terlalu picik dengan budaya kami. Kami bukan suku pemberontak, kami termasuk suku yang diam bila tidak diganggu. Namun ketika kami diganggu maka kami akan lebih buas dari binatang yang paling buas sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah adat istiadat kami, mungkinkah kami dapat berbuat itu ? Jangan lah terlalu melebih-lebihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda begitu bangga mengatakan lahir, besar, tumbuh, mengalami dan merasakan sendiri apa yang terjadi di tanoh Gayo. Tapi anda melupakan b
