Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan

21 Januari 2009

Perbedaan Pendapat Memecah, Didong Jalu Abad 21 ?

Postingan Win Wan Nur

Begini Serinen Kosasih, seperti yang sudah pernah aku katakan, kita ini cuma sekumpulan manusia yang bisanya mencari alasan, ketika itu aku katakan, adalah serinen Kosasih sendiri salah satu dari jenis manusia yang aku maksudkan.

Misalnya ketika China si komunis itu saya contohkan, Indonesia dengan China, amat jauh perbedaannya kata anda. China bisa besar seperti sekarang ini karena ia berhasil dengan system komunisnya ia berhasil membuat upah buruh lebih murah, ia berhasil membuat Negara lebih berkuasa daripada rakyat, tidak ada yang namanya demokrasi dalam berpolitik disana. Saya contohkan Korea Selatan, kata anda erekonomian di Korea Selatan itu didukung sejak awal oleh IMF, seperti halnya dengan Singapura... Lah Soeharto orang Jawa yang menjadi khalifah anda itu, dulu apa tidak begitu juga?

Ketika saya mengatakan itu, saya juga tidak sedang berbicara untuk meng-copy paste apa yang dilakukan Cina dan Korea. Karena Cina dan Korea sendiripun maju dengan cara yang berbeda. Yang saya maksudkan di situ adalah bagaimana semangat dan niat untuk maju itu ada. Sebenarnya itu sudah jelas dalam tulisan saya sebelumnya. Tapi tentu saja saya sangat maklum ketidak mengertian serinen, karena ibarat komputer untuk
mengerti penjelasan saya itu dibutuhkan paling tidak spek minimum, Prosesor Pentium Core 2 Duo dan sistem operasi Windows XP. Sementara saya lihat spek otak serinen Kosasih jelas sekali masih spek lama dengan sistem operasi Dos dengan program CW dan WS-nya.

Soal perseteruan antara Islam dengan non Islam itu yang kata anda akan selalu ada dalam hati setiap manusia, bukan cuma Islam non Islam, serinen. Apapun yang berbeda termasuk sesama saudara sekecil apapun yang namanya perseteruan itu pasti ada. Selalu bakal ada yang lebih dominan dan ada yang terpinggirkan. Dari dulu yang lebih dominan itu selalu kelompok yang setiap menghadapi masalah mampu mencari solusi
yang tepat sasaran. Bukan yang seperti anda ini yang hanya bisa mencari alasan.

Soal terpancing emosi?...Siapapun yang pernah lama mengenal saya, tahu kalau memang dari dulu itu gaya saya seperti itu. Dari dulu saya memang tidak pernah terlalu strik menahan diri, kalau memang situasi membutuhkan harus main fisik ya saya tidak lari.

Seperti soal anak PKS yang serinen permasalahkan. Itu bukan soal hilang akal atau karena emosi. Saya lakukan itu adalah karena saya adalah makhluk yang normal, yang masih punya mekanisme naluriah untuk mempertahankan diri. Apalagi serinen Kosasih Bakar, perlu anda tahu, serinenmu Win Wan Nur ini adalah orang Gayo, bukan pengikut Yesus yang ditampar pipi kanan malah memberikan pipi kiri.

Reaksi saya sedemikian kerasnya kepada si bagudung PKS itu adalah karena seperti saya sebutkan dalam postingan saya kemarin...tuduhan sebagai 'Agen Israel dan Antek Amerika 'dari seorang fanatikus semacam yang disampaikan oleh bagudung simpatisan PKS itu artinya adalah VONIS MATI.

Dan sejujurnya, saya justru merasa aneh ketika serinen yang orang Gayo empermasalahkan ini. Karena meskipun sudah lama tingga di Jawa, saya
tahu darah serinen adalah darah Gayo asli. Seharusnya serinen tahu, kalau darah saya yang orang Gayo ini jauh lebih rendah titik didihnya dibandingkan darah Jawa tetangga serinen di sana. Yang sudah dihina dan diinjak kepalanyapun masih bisa bilang 'inggih ndoro' dengan takzimnya.

Justru saya yang sangat heran dengan serinen...seperti keheranan-keheranan saya terhadap berbagai sikap serinen yang sama sekali tidak mencerminkan sikap orang Gayo sebelumnya. Kali inipun saya juga heran, serinen yang juga Gayo kok tidak mengerti hal yang sangat Gayowi seperti ini. Apakah tinggal di Jawa sudah merusak karakter Gayo serinen sedemikian parahnya?

Soal, mencaci maki anda...kan saya sudah bilang, meskipun kasar saya hanya melakukannya dalam hati. Serinen tahu kenapa?...itu karena saya tahu serinen itu orang Gayo dan itu sangat saya hargai. Karena saya tahu serinen ini orang Gayo, jadi semenyebalkan apapun serinen, segeram apapun saya pada serinen. Serinen Kosasih adalah serinen saya, sama-sama orang Gayo yang jumlah keseluruhannya di dunia ini tak
sampai seperempat juta. Jika perseteruan kita hanya sampai sebatas omongan seperti ini, sampai kapanpun tidak akan pernah keluar dari mulut saya ancaman semacam yang saya keluarkan untuk simpatisan PKS tadi.

Karena itulah serinen, anda bisa melihat standar ganda dalam ancaman saya. Kepada Anak PKS itu saya mengancam begitu kerasnya, tapi kepada serinen Kosasih yang karena saya tahu benar orang Gayo saya cuma memaki, itupun sekali lagi...CUMA DALAM HATI.

Ada dua alasan yang menjadi pertimbangan saya ketika melakukan itu; Pertama adalah karena saya sadar sekali kalau jumlah kita orang Gayo nyaris tidak ada dibandingkan lebih dari 6 milyar penghuni Planet ini. Jadi kalau kita memulai konflik sesama kita sendiri apalagi kalau konflik itu meningkat menjadi saling bunuh seperti di Atu Lintang dulu. Bisa-bisa dua generasi kedepan orang suku kita akan punah dan tinggal cerita hapalan di buku-buku sejarah.

Kedua, berbeda dengan PKS yang fundamentalis yang hanya merasa benar sendiri. Kita orang Gayo ini lain, meskipun kata Cik Yusra Habib Abdul Gani hanya bisa bersebuku dalam menyelesaikan masalah. Tapi di luar itu sebenarnya kitapun banyak memiliki nilai-nilai dan kearifan lokal warisan muyang datu kita yang menyediakan kita perangkat untuk menyelesaikan masalah kita sendiri secara damai, sepanas apapun
perseteruan itu.

Dari dulu, bukan kekerasan fisik, tapi kata-kata adalah media kita orang Gayo dalam melepaskan 'bol' dan emosi di dada. Jadi sepanas apapun kepala saya, sepedas apapun makian saya kepada serinen. Saya tahu, pada akhirnya seperti dalam 'Didong Jalu' kesenian kita...pada akhir acara, akan ada acara maaf-maafan dan mengakui kesalahan.

Jadi serinen Kosasih, mungkin karena serinen lahir dan besar di luar, meskipun kecintaan serinen terhadap Gayo begitu besar tapi rupanya serinen belum terbiasa dengan langgam dan tradisi kita yang terbiasa melepaskan emosi dengan kata-kata. Karena itu, hari ini aku serinenmu yang lahir dan besar di Tanoh Gayo ini mengajari serinen, orang Gayo yang sudah parah terkontaminasi. ..Seperti apa tradisi dan kultur Gayo suku kita ini.

Untuk itu kepada serinen Kosasih aku ucapkan, selamat datang kedalam kultur Gayo...kultur asli muyang datu serinen.

Dan kalau serinen begitu seriusnya menanggapi berbagai komentar saya. Tidak demikian halnya dengan saya. Perlu serinen ketahui, kalau bagi saya sebenarnya adu kata-kata yang saya lakukan dengan serinen di milis dan berbagai media online ini hanyalah sebagai sarana pelepasan hobi saya saja.

Kita orang Gayo ini, seperti ceh-ceh legendaris semaacam Toet, Mahlil dan Lakiki memang sudah bawaan genetik menjadi ahli mengolah kata. Jadi meskipun dalam versi yang lebih modern dan gaya dengan internet sebagai medianya dan bahasa Melayu sebagai bahasa penyampainya. Tapi bagi saya, sebenarnya yang kita lakukan selama ini hanyalah 'Didong Jalu'. Tidak lebih seperti pertarungan antara Sidang Temas melawan
Bujang Arita.

Saya beranggapan begitu, karena sejak beberapa tulisan di awal kemunculan serinen, sejak serinen hanya menuliskan yang itu-itu saja bukan fakta tapi cuma kata-kata menghasut untuk membangkitkan kemarahan massa. Saya sudah tahu persis, semua yang serinen tuliskan di berbagai media online itu blas thok cuma propaganda yang sama
sekali tidak ada isinya. Dan apalagi belakangan saya tahu melalui informasi yang masuk kepada saya, kalau dalam permainan ini serinen Kosasih hanyalah PION, bukan lawan saya yang sebenarnya.

Kalau dalam tulisan serinen sebelumnya serinen mengatakan serinen merasa menang?...ya silahkan saja serinen merasa menang, karena saya tahu itu namanya perasaan yang berasal dari mekanisme dalam proses mental dan interpretasi serinen sendiri. Dalam 'didong jalu', penontonlah wasitnya, penonton yang bisa melihat Ceh mana yang merah muka dan Ceh mana pula yang keluar cirit-biritnya.

Tapi kedepannya, karena serinen Kosasih Bakar jelas sekali adalah Ceh yang masih sangat amatiran. Saya harap nantinya serinen tidak cepat tersinggung, apalagi sampai menangis menerima kenyataan soal pedasnya berbagai sindiran, karena itu semua salah serinen sendiri yang telah nekat berdidong masuk gelanggang melawan Win Wan Nur, Ceh ahli yang sudah sangat berpengalaman. Karena dalam perang kata-kata dalam didong
jalu, tidak ada yang namanya belas kasihan.

Selamat menyaksikan, inilah Didong Jalu di abad ke 21.
Wassalam

Win Wan Nur
www.winwannur. blogspot. com

Ulasan Kosasih Bakar

Wah, semakin seru nich didong jalu kita ya Bang. Tapi bagi saya ini bukan DIDONG lagi, karena didong bukan seperti ini. Tapi ini adalah kemahiran kita dalam menghujat lawan dengan cara sesantun mungkin.



Tenang saja Bang, ‘no hurt feeling’, ketika saya memasuki mailing list ini sebenarnya saya sudah banyak membuang waktu saya karena isinya adalah kebanyakan orang-orang yang pandai mencaci maki dan menggunakan Islam sebagai upayanya untuk memperjuangkan PERANG BODOHnya. Salah satu hal yang menarik hati saya adalah tulisan-tulisan Bang Win Wan Nur.



Mengenai saya pribadi bang, saya PION? Jawabannya ‘TIDAK’,Bang, saya bukan utusan atau wakil siapa-siapa. Tapi kalau ternyata banyak atau ada Saudara saya yang menjadi Raja atau Tuan saya dalam persepsi Bang Win Wan Nur, saya sampai saat ini bukan ‘hamba’ mereka, saya punya kehidupan sendiri hasil dari upaya saya sendiri, bukan dari siapa-siapa. Tentunya tidak bisa disalahkan juga karena mungkin ada hubungan saudara saya dengan yang dianggap Bang Win Wan Nur itu ‘Tuannya’ saya. Masukan itu adalah salah besar, harusnya anda mengkonfirmasikan kepada saya terlebih dahulu. Bahkan terkadang di tengah kesibukkan saya ini saya menyempatkan diri untuk melihat positngan Bang Win Wan Nur, pekerjaan saya juga bukan mengurusi hal-hal ini. Bang Win Wan Nur mungkin dengan aktif di mailing list ini untuk mencari dukungan jika kelak anda ingin kembali ke Aceh guna menjadi Legislatif, tapi saya rasanya TIDAK. Pekerjaan saya sudah tetap dan berkecimpung pada masalah pendidikan, awalanya yang membuat hati saya miris ikut mailing list ini juga lebih karena SDM orang Aceh yang semakin hancur dan potensi konflik yang tinggi juga banyaknya kepentingan yang ingin membuat Aceh menjadi hancur, utamanya Gayo.



Lantas kalau saya dikatakan sebagai Pentium rendahan dan anda pentium tinggi, alangkah baiknya anda melihat itu kembali, jangan terlalu tinggi menilai diri sendiri. Bisa saja saya contohkan paragraph per paragraph tapi rasanya janganlah dengan sesama orang Gayo, itu hanya akan mendiskreditkan anda lebih jauh lagi.



Kemudian tentang keinginan saya, cuma satu, memang saya terkesan memprovokasi orang tapi dengan satu tujuan yaitu ‘Aceh tanpa Intimidasi’, yang berkembang di Aceh saat ini adalah mengatakan ‘Perdamaian merupakan buah hasil dari GAM’, ini adalah pembohongan publik, lantas ‘MoU Helsinky’ yang ternya juga memperlihatkan bagaimana GAM Gila Harta, ALA dan ABBAS dikatakan sebagai keinginan sebagian orang juga pembohongan publik, hal-hal ini lah yang ingin saya angkat. Karena saya tahu Bang Win Wan Nur bahwa Aceh semakin jauh dari KEMERDEKAAN, kalau pun KONFLIK lagi yang jadi korbannya adalah RAKYAT ACEH, seperti anda. Saya hanya ingin mengajak teman-teman Aceh untuk berpikir ke depan, tidak lagi bermimpi tentang Aceh Merdeka , tapi bermimpi tentang Merdeka dari Kebodohan dan Kemiskinan dengan harapan anak-anak kita bisa bersaing seperti yang Bang Win Wan Nur harapkan.



Terus, kalau dikatakan bahwa saya masih Pentium rendahan atau Ceh rendahan dan anda menganggap diri anda itu lebih tinggi rasanya tidak juga. Dan rasanya siapapun yang mengagung-agungkan dirinya sendiri tentunya ia kesepian dalam hidupnya. Dan bagi saya itu tidak penting bahwa saya buruk atau tidak karena rasanya biarkan orang banyak yang menilai saya, tentunya bukan dari kalangan saya sendiri akan tetapi dari kalangan yang memang tidak diragukan kapablenya. Dan anda menurut saya masih belum layak untuk dapat menilai capable orang lain.



Begini ya Bang Win Wan Nur, seseorang itu ketika ingin menilai capable seseorang maka yang pertama kali dilihat adalah kompetensi dan kualifikasinya, sebenarnya saya juga selama ini begitu memuji anda tapi dalam hati ini begitu mengasihani anda. Saya sama sekali belum melakukan perang dengan anda, saya hanya mencurahkan pemikiran saya dengan apa yang dikatakan oleh anda. Ketika saya melihat kualifikasi anda, maka saya hanya menangis dan menyesal bahwa ternyata tidak heran kenapa Serinen saya bisa seperti ini, begitu dendam kepada Soeharto, atau ketika saya melihat kompetensi anda dan tulisan anda saya semakin menyesal karena tulisan anda itu hanya seperti mengangungkan ’KEAKUAN’ anda, lantas pertanyaannya ’SIAPA ANDA ?’. Tulisan anda itu berputar-putar saja, anda itu menurut saya seharusnya membuat NOVEL. Tapi saya berterima kasih kepada anda karena anda telah memberikan pelajaran kepada saya sehingga saya akhirnya sedikit banyak bisa menulis seperti anda. Dari sisi penulisan anda jarang sekali mengutip sumbernya, jadi kalau anda mau melihat tulisan anda, maka lihat tulisan saya, walau tidak mirip tapi hampir sama. Seperti saya yang tidak melampirkan fakta, begitu juga anda yang hanya menceritakan pengalaman priobadi anda yang menurut saya tidak bisa dijadikan sebagai pegangan.



Pada awalnya saya mengharapkan anda bisa menjadi seperti Yusran Habib, tapi saya salah keakuan anda itu tidak bisa hilang dari diri anda, anda terlalu bangga dengan diri anda, saya mengasihani anda. Seorang pemimpin itu boleh bangga dengan dirinya tapi jangan berlebihan. Saya membaca tulisan Yusran Habib kemudian membaca tulisan anda memang ada yang berbeda, tapi itu wajar anda memang tidak selevel dengan dia, amat jauh.



Sebenarnya sebelum anda terlalu aktif dan tetap bertahan dengan hanya mempoting tulisan-tulisan anda sesekali, anda ingin menunjukkan kualitas anda, tapi sekali lagi anda mudah terpancing. Dan inilah sesungguhnya diri anda yang sebenar-benarnya.



Semakin lama tulisan-tulisan anda semakin bias, semakin lama anda hanya menceritakan pengalaman pribadi anda yang ditulis dalam mailing list umum. Anda sudah semakin kehilangan kekhasan anda dalam menulis, tapi ini dapat disadari karena anda mungkin dalam emosi yang sangat besar dengan makhluk yang namanya PKS itu. Saya semakin melihatnya ketika membaca facebook anda, bahkan sampai-sampai anda mengatakan bahwa PKS mengancam keselamatan anda karena anda dianggap sebagai antek-antek Yahudi dan Zionis.



Inilah kebingungan saya Bang Win Wan Nur, dari sini saya dapat menilai kalau anda itu belum layak jadi seorang pemimpin, hanya karena postingan email pribadi seseorang yang mengaku PKS maka anda dengan serta merta menghajar PKS, jadi sudah tentu anda tidak bedanya dengan Diktator lainnya, atau menurut saya dalam jiwa anda itu ada sifat diktator yang terpendam. Atau seperti yang sering kali saya katakan bahwa anda juga merupakan salah satu korban konflik, sehingga setiap anak korban konflik itu biasanya perkembangan otaknya agak terganggu, korteksnya membesar sehingga ada kelainan dalam limbiknya yang mengatur masalah emosi pada seorang manusia. Dan ini amat berbahaya, ini juga lah yang sering saya katakan kalau akan ada terus potensi konflik bila orang-orang seperti anda tidak segera diberikan penanganan khusus masalah emosi.



Khusus masalah PKS, Bang Win Wan Nur harus tahu kalau banyak dari GAM yang dulu ikut memperjuangkan Aceh Merdeka hanya menginginkan tegaknya syariat Islam di Aceh, dan dari tujuan perjuangan mereka sudah mendapatkannya. Bang Win Wan Nur tentu juga tahu kalau GAM sekarang sudah terpecah, dan banyak diantara mereka yang dahulu simpatisan GAM sekarang beralih ke Partai Islam dan salah satunya adalah PKS. Bukankah saya katakan sebagai contohnya Perang Tjumbok. Karena jika mereka terus menerus digosok maka orang-orang seperti ini akan keluar jiwa fundamentalisnya dan saya hanya tidak ingin Aceh kembali konflik. Karena kalaupun konflik yang akan jadi korban adalah GAM dan masyarakat Aceh, jangan mimpi lantas Uni Eropa dan USA atau PBB kemudian membantu anda, akan ada jarak waktu. Bukankah Palstin dapat dijadikan contoh. Karena anda ISLAM, itu saja alasannya. Ada sebuah ayat yang selalu digunakan oleh kaum fundamentalis firman Allah ” Tidak akan pernah senang Yahudi dan Ahlil Kitab sampai kamu mengikut pola hidup mereka”. Daripada mereka melihat Aceh Merdeka dengan kekuatan Islamnya maka lebih baik Aceh itu dalam keadaan konflik dan penurunan SDM serta penurunan keimanannya.



Kemudian Bang Win Wan Nur dengan gagah berani mendiskreditkan PKS dengan mengatakan bahwa PKS merupakan antek USA dan Yahudi, tapi disisi lain orang banyak mengetahui bahwa PKS merupakan gambaran dari Ikhwanul Muslim yang merupakan Gerakan yang paling dibenci Yahudi dan USA. Apakah Bang Win Wan Nur tahu kalau anda kemudian ditertawai orang ? Tidak saja oleh PKS tapi juga oleh antek Yahudi dan USA itu sendiri, bukannya alih-alih kemudian mencari siapa Bang Win Wan Nur, malah kemudian mereka menganggap rendah anda. Atau mereka yang lebih pintar hanya beranggapan seperti anda kepada saya, mereka paling berkata ’Ah, orang ini hanya mau diperhatikan, tapi ternyata orang ini bukan siapa-siapa,” atau berkata ”Huh, bodoh sekali orang ini, mau memancing-mancing kita, lagian apa untungnya kalau kemudian kita terpancing kepada dia, NKRI sudah final, tidak jelas orang itu,” atau yang amat pintar berkata ”sudah biarkan saja, nanti juga hilang dengan sendirinya” atau yang ahli psikologi mengatakan ’sudahlah, ada gangguan dengan emosi dia, hanya gara-gara email lantas kebakaran jenggot dan kemudian dalam pemikirannya merasa akan dibunuh, ini mungkin akibat trauma masa lalu,”. Sungguh ini yang saya tidak mau terjadi dengan Bang Win Wan Nur, karena anda Serinen saya.



Lantas masalah Soeharto, sudah sering saya katakan kalau saya benci Soeharto, tapi bukan lantas kemudian kami menggunakan kebencian itu untuk mengorbankan Rakyat Aceh, bukan itu. Lihatlah bagaiman orang-orang Jawa yang kamu benci itu telah berhasil membuat sebuah konsep demokrasi yang lebih bagus dari pada anda semua, bahkan dikatakan Indonesia sekarang merupakan negara yang paling demokrasi di dunia. Atau lihatlah Pemerintahan Jawa yang kamu benci itu ternyata sekarang bisa memberikan gebrakan dengan KPK nya, bisa menjadi DK Tidak Tetap PBB, tapi GAM, hanya pandai berperang, selalu diberikan janji palsu. Dahulu oleh NKRI sekarang oleh USA dan Uni Eropa, kenapa anda dari GAM tidak berpikir. Terlebih lagi dengan terpilihnya Obama, jauhlah harapan kemerdekaan anda, jika anda GAM. Karena memang Aceh itu sekarang ’nothing’, ditambah lagi dengan GAM Gila Harta.



Wah anda dengan bangga mengatakan bahwa kalau main fisik maka saya tidak akan lari, tapi anda sekarang tinggal di Bali, kenapa anda tidak tinggal di Banda Aceh ? Kenapa anda harus cari rezeki di wilayah yang anda benci ? Apakah anda tidak malu ?



Terakhir, untuk pion itu, kembali saya menjelaskan bahwa saya bukan suruhan siapa-siapa, kalaupun kemudian saya ditangkap oleh TNI atau GAM BODOH dengan alasan telah menimbulkan upaya provokasi maka tidak ada seorang pun yang menyuruh saya, murni karena ketidakadilan yang di dapat orang Aceh.



Permohonan maaf saya kepada Bang Win Wan Nur, saya sudah menerima tantangan upaya untuk menjatuhkan lawan atau black campaign lawan anda. Dan saya juga akan mulai belajar bagaimana mengeluarkan kata-kata yang seperti anda katakan ’tidak ada belas kasihan’, saya akan semakin belajar. Yang saya hanya ingatkan adalah ’nothing to loss with me’. Dan saya juga mempelajari sebuah ilmu yang menurut saya menarik, Tai Chi, bagaimana anda menggunakan kekuatan lawan untuk menjatuhkan lawan, dan saya banyak belajar dari anda. Dan yang membuat saya heran adalah bahwa ternyata anda sendiri yang menganggap bahwa anda adalah Ceh kelas tinggi tapi disisi lain anda yang mengatakan bahwa yang melakukan penilaian adalah penonton. Bingung.



Berijin.

Kosasih Bakar

www.cossalabu. blogspot. com

04 Januari 2009

Omar Puteh dan Pertanyaan-Pertanyaannya

Bung Omar Puteh, pertama fitnah anda tentang saya sudah amat kelewatan batas, saya tidak tahu apakah anda menginginkan saya untuk menyarankan anda dapat mengetahui diri saya siapa sesungguhnya. Lihat dalam blog saya, www.cossalabu.blogspot.com

Namun rasanya anda sudah kehilangan akal sehat sehingga dalam otak anda itu hanya ada sebuah dendam dan dendam dan dendam.... Menurut saya sungguh generasi Aceh akan semakin terpuruk dengan orang-orang semacam ini.

Untuk perjuangan ALA silahkan lihat pemikiran-pemikiran saya, tidak pernah saya begitu membenci orang Aceh karena banyak saudara saya orang Aceh, tapi saya ia membenci GAM.. Kembali silahkan lihat dalam blog saya www.cossalabuaceh.blogspot.com pada label ALA.

Nah, untuk alasan-alasan itu saya akan menjawab pertanyaan Omar Puteh tersebut:


Pertama : Apakah itu Orde Baru/Suharto? (Silakan baca buku Luth Ari Linggë: Sumatra Menggugat?

Dan Kedua : Kedua : Mengapakah anda jadi korban Orde Baru Suharto, sehingga hidup dimancanegara? Adakah anda tahu betulkah maksud Orde Baru itu (silakan baca buklu Luth Ari Linggë: Sumatra menggugat?





Semua rakyat Indonesia juga terkena dampak pada era Soeharto, tidak saja Aceh, seperti halnya pada era Soekarno. Tapi yang mereka lakukan berlawanan dengan GAM dengan Hasan Tironya, yang mereka lakukan adalah mencari perdamaian, karena sesama muslim. Sejak zaman Soekarno ada masa DI/TII di seluruh Indonesia , lihat tulisan saya www.cossalabuaceh.blogspot.com pada label Aceh dengan judul Perbedaan Hasan Tiro dan Daud Beureuh.

Lantas apa bedanya sekarang antara era Orde Baru dengan era GAM ? Yang menjadi permasalahan adalah bahwa rakyat Aceh menjadi korban dari ambisi GAM, mereka masuk ke dalam peta konflik Soeharto dan LB Moerdani atau oknum-oknumnya yang merupakan kepanjangan tangan dari CIA dan Zionis Israel , karena ternyata mereka berniat untuk mengeruk kekayaan alam Aceh di Arun serta membunuh para Tengku-tengku di Aceh dengan alas an ketidakamanan yang dicanangkan oleh GAM. Ironisnya lagi Pemimpinnya pergi ke LN, dalam sejarah perjuangan ini adalah sebuah penkhianatan.

Soeharto bagi sebagian rakyat Indonesia adalah sebagai penjahat, karena ia telah meninggalkan sebuah konsep Negara diktatorism yang sekarang sudah mulai mencair menuju demokratisasi, yang telah menyebabkan Negara ini menjadi amat tergantung kepada Negara USA .

Bandingkan sekarang yang terjadi dengan Aceh ternyata juga hampir sama karena Aceh kembali ingin dijual oleh Irwandy, dkk ke USA dan Uni Eropa melalui perjanjian Helsinky.



Ketiga : Adakah anda juga tahu bahwa bangsa Achèh sekarang ini juga hidup dimancanegara: Malaysia , Norwegia, Danmark, Swedia, Findlandia , Canada , USA , Australia dan New Zealand ?

Dan Keempat: Mengapakah bangsa Achèh sampai hidup dimancanegara?






Ataukah anda semua juga tahu bahwa sekarang petinggi GAM sudah hidup mewah di Aceh dengan menghabiskan uang rakyat dengan alas an MoU Helsinky, lihat lah sekarang setiap mantan GAM mempunyai mobil double cabin, rumah indah, tanah luas. Akan tetapi prajurit-prajuritnya GAM menjadi seperti kerbau yang ditusuk hidungnya dengan memberikan uang dan materi, tapi mereka tetap tidak bias hidup mandiri, mereka sepertinya dibuat seperti itu. Bukankah ini sebuah kejahatan yang luar biasa, setelah GAM menyebabkan generasi muda Aceh kehilangan kesempatan dalam mendapatkan pendidikan yang baik, para Tengku dibabat habis dan kekayaan alam Arun akibat ulah GAM dengan konsep PERANG BODOH nya, tekanan psikologis yang luar biasa akibat perang selama 30 tahun akibat konsep PERANG BODOH itu.

Atau kenapa anda juga tidak tanyakan kepada Omar Puteh kenapa mereka tidak mau pulang ke Aceh, apakah karena disana mereka sudah mendapatkan pekerjaan yang tetap, sudah mendapatkan uang dari zionis Israel dan CIA untuk tetap membuat ketidakamanan di Aceh, yang notabene NKRI sebagai Negara berpenduduk Islam terbesar di dunia, untuk membuat wacana yang tidak baik, ironis bukan. Saat ini masa damai, semua silahkan pulang ke Aceh, Hasan Tiro saja sudah pulang.

Ataukah anda takut anda dibabat habis oleh TNI karena dalam otak anda itu hanyalah ingin MERDEKA dengan konsep PERANG BODOH ? Atau ternyata MoU Helsinky sudah mengikat anda dalam sebuah perangkap tebang habis TNI, dengan tawar menawarnya pada rakyat Aceh melalui Pemilu, atau anda merasa dukungan rakyat semakin hilang karena ternyata PERANG BODOH ini hanya untuk kepentingan golongan anda saja.

Kenapa anda juga tidak tanyakan kenapa ingin berapa nyawa lagi yang akan kau tumpahkan Omar Puteh, antek Yahudi untuk membuat tumpah kembali darah rakyat Aceh ?



Namun bagi orang Aceh yang telah menjadi korban dari tekanan Soeharto dan telah menjaddi korban PERANG BODOH dan bukan antek Yahudi dan CIA maka sekiranya agar kembali ke Aceh, saya rasa tidak akan pernah akan ada lagi yang menyakiti anda bila kita mulai membangun rakyat Aceh, meninggalkan ketertinggalan karena PERANG BODOH ini.



Kelima : Bagaimana atau apakah perbedaannya kalau anda mengatakan (telah) menjadi korban Orba sedangkan bangsa Achèh mengatakan telah menjadi korban rejim Indonesia-Jawa (Sebutan sebelumnya: Rejim Penjajah Indonesia-Jawa) maka terpaksa hidup dimancanegara?



Jauh sekali perbedaannya, dan jangan samakan semuanya, sangat banyak para orang pintar yang lari ke mancanegara, terlebih lagi masalah politis, seperti PKI, Islam aliran keras, musuh Soeharto, siapapun yang waktu itu di era Soeharto ditakutkan akan melahirkan instabilitas maka ia pun akan lari ke LN, sangat banyak.



Keenam: Dapatkah anda berusah meneteskan air mata anda, ketika melihat dan merasakan/membayangkan, bagaimana pedihnya akibat kekejaman anak-anak Jawa (Abdi Dalem) Pembunuh Bayaran KNIL-Belanda: Black Dutchmen and others of the Royal Dutch east Indies Army (si Belanda Hitam) in 1800's menyembelih ribuan: Pemuda-Pemuda, Orang-Orang Tua, Wanita dan Anak-Anak, malahan kanak-kanak dalam gendongan sekaliannya, di perkampungan Kuta Rèh.



Anda sudah mengatakan dengan jelas mereka adalah tentara bayaran Belanda, anda juga harus tahu apa yang menyebabkan NKRI bisa dijajah dengan begitu lama karena rakyat ini muda dipecahbelah, seperti yang GAM lakukan sekarang ini. Bedanya adalah KNIL itu dibayar oleh Belanda sedangkan anda GAM ada indikasi dibiayai oleh USA dan Zionis Israel . Jelas bukan ketika mereka sudah mendukung Belanda, saya juga tidak tahu apa agama mereka ? (jangan-jangan kebanyakan orang batak atau non muslim), merupakan sebuah pengkhianat, terlebih lagi jika mereka muslim. Seorang muslim berdosa besar jika membunuh sesama muslim.

Lantas apa bedanya GAM dengan KNIL, yang juga telah membunuh rakyat Aceh, Gayo dan Jawa yang tidak setuju dengan kemerdekaan GAM ? Anda juga Islam seperti mereka, anda juga mendapatkan dana dari USA dan Yahudi untuk menghancurkan NKRI yang merupakan Negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia. Apakah GAM juga tidak pernah membunuh anak-anak, atau mencincang orang, anda juga memasukkan orang-orang ke dalam drum untuk disiksa, anda juga kejam kepada kami yang tidak setuju dengan PERANG BODOH anda. Anda juga memukuli kami dengan senapan anda ketika kami dicurigai sebagai mata-mata TNI. Bung ini Perang, dan anda yang pertama kali membuka PERANG BODOH ini, mudah-mudahan Allah mengutuk kalian semua yang telah menghalalkan darah sesama muslim, yang telah menghilangkan generasi terbaik Aceh. Dataran Tinggi Gayo, Meulaboh, Kute Cane dan kampong-kampung Jawa di seluruh NAD menjadi saksi korban kebiadaban kalian.

Bukan saja air mata kami yang menetes, kami merasa tertekan menjadi korban dalam PERANG BODOH ini, kalau saja kami diberi senjata maka kami juga bisa membunuh kalian, bukan kah anda pernah mendengar milisi yang ada di dataran tinggi Gayo, salah satu bukti ketidaksukaan kami oleh GAM.

Atau ketika kami harus melihat mayat-mayat korban dari PERANG BODOH dengan cirri-ciri tertentu, kalian bahkan telah saling menentukan sendiri korban kalian dengan cirri kalian, dengan kehilangan anggota badannya. Kalau GAM membunuh TNI maka ntah telinga atau ibu jarinya dipotong, begitu juga sebaliknya. Atau ketika anda membunuh mata-mata kalian juga memberikan cirri, kadi apa beda kalian dengan KNIL itu wahai yang dikutuk Allah, penghalal darah sesama muslim.



Masalah ALA , silahkan lihat pada blog www.cossalabuaceh.blogpot.com pada label ALA. Yang saya tekankan adalah

‘Lebih baik mana orang Aceh yang memperjuangkan ALA agar Aceh bisa membangun dengan tenang dan ada percepatan dari pada orang Aceh yang memperjuangkan Aceh Merdeka dengan PERANG BODOH’

Silahkan jawab sendiri.

12 Februari 2008

Cinta...

Sebuah kata yang selalu membuat orang berubah dengan begitu cepatnya, kekuatan cinta itu memang sudah ditakdirkan Tuhan untuk mengubah langit, bumi dan isinya. Entahlah, kenapa Tuhan menciptakan perasaan cinta itu kepada makhluknya, sebagai cobaan atau sebagai kenikmatan.

Seseorang yang merasa disakiti karena cinta bisa berubah menjadi dendam, dendam itu menggerakkan seluruh kemampuannya untuk membalas kepada yang telah menyakitinya atau melampiaskannya atau mengubahnya dengan berjuang agar seseorang tidak menderita lagi seperti yang dideritanya. Atau ketika seseorang medapatkan kepuasan dari rasa cinta berusaha untuk orang lain merasakan seperti apa yang dirasakannya atau bahkan tidak ingin orang lain mendapatkan seperti apa yang dirasakannya, cukup untuknya seorang saja.

Cinta, sebuah kata yang menggetarkan langit dan bumi. Cinta itu pada dasarnya juga mempunyai tingkatan-tingkatan yang kiranya saling berusaha untuk mengalahkan, cinta seorang lelaki dengan perempuan berusaha mengalahkan cinta seorang anak kepada orang tuanya, cinta seseorang kepada hartanya mengalahkan cinta kepada sesama, cinta seseorang kepada nafsunya mengalahkan cinta kepada kebenaran, cinta seseorang kepada Tuhannya mengalahkan cinta kepada makhluk lainnya, semuanya bisa di. Kadang terpikir apakah sebenarnya cinta itu sebagai sebuah ujian kepada manusia ?

Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW telah bersabda yang paling layak untuk dicintai adalah Allah SWT, Sang Pencipta cinta itu sendiri, kemudian kedua orang tua kita, yang telah melahirkan kita didunia ini juga karena cinta, terakhir adalah mencintai sesuatu karena Nya, Sang Pencipta cinta. Sesungguhnya apabila kita yakini hal ini maka yang akan terjadi adalah menempatkan cinta itu pada tempatnya sekaligus tidak terjebak kepada perasaan cinta yang salah. Cinta itu telah diberi batasan oleh Allah untuk selalu bersamaNya, sudah barang tentu hal ini akan lebih baik lagi, karena Ia yang menciptakan perasaan cinta itu.

Akan tetapi pada kenyataannya, semua itu sulit diterapkan oleh manusia, karena bergantung kepada keimanan seseorang. Tapi kebanyakan manusia mempunyai semangat untuk hidup bukan karena Tuhannya, tapi pada sesuatu yang diyakini untuk diperjuangkannya. Seperti karena anaknya, hal yang diyakininya benar, hartanya, keluarganya, ilmunya, prinsipnya dan masih banyak lagi. Sehingga hal ini memberikan warna kehidupan, karena adanya tarik menarik untuk memperjuangkan rasa cintanya berdasarkan keyakinan masing-masing. Perang, bunuh-membunuh, bercinta, menipu, semua kebaikan dan kebenaran akan dipergunakan untuknya.

Cinta, itulah cinta. Semua karena cinta.

Hal yang paling rasional dan paling tinggi tingkatannya adalah dengan mencintai Sang Pencipta, tapi ini perlu keimanan dan tidak semua orang diberikan nikmat ini, walau sesungguhnya setiap manusia diberi kesempatan untuk mendapatkannya. Oleh sebab itu, sesungguhnya diturunkan Nabi dan Rasul untuk membagi perasaan cinta kepada Ilahi itu, untuk meyakinkan umatnya. Untuk menyebarkan kedamaian. Jadi cintalah yang disebarkan mereka. Cinta.

08 Februari 2008

Teknologi Baru....Metafisika....

Perkembangan teknologi 'konvensional' saat ini ternyata telah menghambat kemampuan rohani dari seorang manusia, sebagai contoh; (i) penggunaan alat komunikasi seperti HP telah mengkebiri kemampuan kita untuk menggunakan telepati, padahal sudah jelas hal ini dapat dilakukan; (ii) penggunakan komputer, hanya meninabobokan kemampuan yang ada pada otak kita, seperti menghitung dan menganalisa, dan masih banyak lagi; (iii) akibat teknologi juga, kita lebih mengolah jasmani kita bukan kemampuan ruhani kita; etc.

Saya pernah diskusi dengan seseorang tentang metafisika, hal yang menarik adalah bahwa sekarang ini di CIA sedang dikembangkan sebuah kemampuan untuk meningkatkan kemampuan energi manusia dengan gelombang energi yang ada pada manusia untuk menggerakkan atau membantu sebuah pekerjaan (teknologi metafisika). Tercetus oleh saya kenapa tidak dikembangkan gabungan dari keduanya (metafisika dan fisika), dikatakan kembali oleh dia bahwa memang itu tujuannya.

Kembali saya teringat sebuah cerita yang ada dalam alquran, tentang Nabi Sulaiman AS, bahwa ketika Beliau menanyakan kepada semua anak buahnya yang mampu memindahkan Kursi Kerajaan Ratu Bulqis ke istanya dengan cepat, yang pertama kali menjawab adalah bangsa jin Ifrit yang menyanggupi bahwa kursi tersebut akan berpindah ketika Nabi Sulaiman sebelum Nabi Sulaiman berdiri. Akan tetapi ada seorang Ahli hikmah yang bisa memindahkan kursi itu dalam kejapan mata Nabi.

See, saya menangkap bahwa kita manusia punya kemampuan untuk itu, tidak dengan bantuan Jin akan tetapi dengan kemampuan yang ada pada diri kita, seharusnya kita sadar bahwa kita telah diciptakan dengan sempurna, ada unsur tertinggi (ruh, unsur ilahiah) dan terendah (jasad, dari tanah).

Ke depan ntah kenapa saya membayangkan bahwa yang menjadi tentaranya Imam Mahdi atau pun Isa AS adalah manusia-manusia yang seperti itu, manusia yang mampu menguasai 4 (empat) elemen seperti halnya Avatar...he he..bahkan mungkin lebih dari itu.

Jika hal ini terjadi sudah barang tentu tidak akan ada yang mampu mengalahkan mereka, bayangkan saja jika pesawat tempur tercanggih dari USA dihentikan oleh gelombang pikiran oleh seorang manusia. Atau bayangkan juga dengan kemampuan mempengaruhi alam pemikiran seseorang, maka cukup satu orang mampu memberikan informasi-informasi kepada manusia-manusia lainnya langsung ke otaknya tanpa perlu teknologi...ha ha...

Kesalahan kita adalah selalu mengkaitkan hal-hal ini dengan mistis, padahal seperti contoh kisah Nabi Sulaiman AS, manusia itu mampu, bahkan Jin Ifrit pun kalah.

Yach, ini hanya sebuah pemikiran yang tidak mustahil dilaksanakan.

Trims