Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

12 Desember 2008

Melihat Percaturan Politik GAM

BERITA
BANDA ACEH - Lebih kurang 25 mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Peduli Keadilan (MPK), Rabu (10/12) sore, berunjuk rasa di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh. Dalam orasinya, mahasiswa mendesak Pemerintah Aceh untuk segera menyelesaikan kasus pelanggaran HAM di Aceh pada masa lalu. Selain itu, mereka juga pemerintah daerah segera merealisasikan pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) di Aceh.

Pantauan Serambi, orasi para mahasiswa itu berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB. Mahasiswa berorasi secara bergantian dan memperdengarkan tuntutan mereka kepada masyarakat pengguna jalan. Kemacetan pun nyaris terjadi, namun berkat kesigapan personel dari Poltabes Banda Aceh, keadaan tersebutpun dapat diatasi.

Juru bicara MPK, Alja Yusnadi kepada wartawan, mengatakan, bertepatan hari Hak Azazi Manusia (HAM) sedunia, yang jatuh 10 Desember 2008, pihaknya ingin mengingatkan kembali Pemerintah Aceh, untuk segera menuntaskan kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Aceh. "Hari ini, kami lihat Pemerintah Aceh belum melakukan action apa-apa dalam menuntaskan kasus pelanggaran HAM yang pernah terjadi di Aceh," tegas Alja.

Dalam penyataan sikap tersebut, lanjut Alja, pihaknya mendesak kembali Pemerintah Aceh untuk segera menyelesaikan berbagai kasus pelanggaran HAM di Aceh pada masa lalu, dan mendesak Pemerintah Aceh untuk segera merealisasikan pembentukan KKR di Aceh. "Pembantukan KKR sebagai upaya mengadili pelaku kejahatan atas kemanusiaan di Aceh, pada masa lalu," tandas Alja. Setelah menyampaikan aspirasinya, sekitar pukul 17.30 WIB, para pengunjuk rasa itupun akhirnya membubarkan diri.(mir)Semakin dekat Pilkada maka pihak GAM akan semakin melakukan trik-trik nya salah satunya adalah kembali mengajak rakyat Aceh untuk membenci TNI, dengan cara mengangkat kembali korban PERANG BODOH ini. Namun demikian pihak GAM akan teramat berhati-hati dalam aksinya karena ini lebih kepada pembentukkan wacana saja, karena mereka menyadari bahwa MoU Helsinky tidak mengkhendaki hal ini.

TANGGAPAN
Tapi ingat juga kita perlu menanyakan kembali siapa yang mengobarkan PERANG BODOH ini siapa yang menyebabkan Aceh selama 30 tahun kembali menjadi hancur berantakkan, generasi muda semakin kehilangan arah. Bayangkan dalam 30 tahun ini sudah dapat dipastikan orang Aceh telah kehilangan satu generasinya.
Jadi pertanyakan kembali kepada rakyat Aceh:

Apakah mereka tahu siapa yang mengobarkan PERANG BODOH ini ?

Siapa yang rela mengorbankan puluhan ribu rakyat Aceh untuk PERANG BODOH ini atau MoU Helsinky yang lebih menguntungkan anggota GAM ?

Siapa yang telah menghilangkan begitu banyak Tengku, karena mengikuti Peta Konflilk Soeharto dan LB Moerdani ?

Pertanyakan kembali kepada rakyat Aceh untuk apa dana BRR, apakah hanya untuk KPA lantas bentuk Partai Aceh atau SIRA ?

Siapa yang memaksa kita semua terjebak dalam PERANG BODOH ini ?


Sudah saat nya generasi penerus Aceh bangkit dan mengatakan PERANG BODOH HARUS DITINGGALKAN, PERANG BODOH TIDAK ADA ARTINYA, YANG LEBIH KITA PENTINGKAN ADALAH ANAK CUCU KITA.

Saya akan prediksikan apa yang akan dilakukan untuk menarik hati rakyat Aceh setelah ini:

1. Penuntutan Pelanggaran Perang atas HAM.
2. Menaikkan sukuisme Aceh pada masa lalu, sebagai Negara yang tidak pernah di Jajah atau Kedigjayaannya di masa lalu. (hujjah, ini menjadi teramat penting karena untuk Partai Lokal amat diperlukan hal ini dalam mengeruk suara)
3. Program Devide Et Impera (antara Tengku dan Teuku kembali, karena terlihat banyak dari para Tengku yang sudah bosa dengan PERANG BODOH dan ingin sepenuhnya membangun Aceh dengan jiwa sportif (seperti zaman dulu), antara sesama Parnas) yang tujuannya mengatakan bahwa Partai lain itu tidak berguna, tidak sempurna, hanya Partai Aceh atau SIRA milik rakyat Aceh.
4. Black Campaign terhadap Parnas, bahkan utamanya PKS yang menjadi saingan utama mereka, begitu juga dengan Golkar dan PPP.
5. Intimidasi (hujjah, ini mungkin juga dilakukan karena mereka merasa masih punya kuasa dan anggota yang bisa melakukan hal ini, bahkan anggota mereka banyak yang tidak bisa lagi bekerja dengan baik, juga dana BRR telah habis, mereka akan mengoptimalkan peran ini dengan alasan semua harus dikuasai.)

Bagi saya hal ini sebenarnya sudah diperhitungkan, untuk black campaign ada banyak hal juga yang bisa dilakukan, seperti:

1. Asal mula PERANG BODOH ini, kemudian tunjukkan bahwa ternyata PERANG BODOH ini berujung kepada MoU Helsinky yang menguntungkan GAM baik materi maupun politis.
2. Tunjukkan juga data-data tentang korban GAM selama ini yang ditutupi, jika memungkinkan carikan data bahwa kebanyakan korban PERANG BODOH ini adalah karena mereka diantara GAM dan TNI, bukan dari hati nurani mereka sendiri.
3. Kalau ada penyelesaian HAM maka Pemberontak juga harus ditangkap, Hasan Tiro juga harus ditangkap karena mereka juga telah membunuh banyak orang yang tidak setuju dengan perjuangan mereka, karena mereka adalah Pimpinan GAM. HARUS ADIL.

SEMUA BUTUH KEADILAN, JANGAN LAGI RAKYAT ACEH SELALU DALAM KEBODOHAN DAN TEKANAN ATAU INTIMIDASI.

Catatan:
Kepada Parnas agar jangan melepaskan perhatiannya kepada Partai SIRA, Partai ini sepertinya sudah mulai menjalankan misi-misinya, mereka juga terlatih untuk mengambil hati rakyat dan para intelektual mudanya, sepertinya mereka mulai bergerak. Merke akan mulai bermain di bawah tanah seperti halnya Nadzar dahulu berhasil mengumpulkan sejuta orang untuk menuntut Referendum.

Namun sekarang ini intelektual muda Aceh banyak juga yang bergabung kepada PKS, sebagai partai pembaharuan bagi mereka, serta sebagai Partai yang bisa mengaktualisasikan penegakkan syariah Islam di NAD seperti yang diinginkan para Tengku.

So, BECAREFUL WITH PARTAI SIRA, MEREKA MULAI MEMAINKAN JURUSNYA.

SELAMAT BERTANDING MENUJU PEMENANG PEMILU DI ACEH.

Terakhir, bila ini terus berlanjut saya sarankan kepada NKRI, UNTUK SEGERA MENGESAHKAN PROVINSI ALA DAN ABBAS KARENA RAKYAT ACEH SUDAH MUAK DENGAN PERANG BODOH INI, RAKYAT ACEH HANYA INGIN MAJU DENGAN DAMAI, MENGUASAI INDONESIA DENGAN INTELEKTUAL DAN KEPANDAIAN BUKAN DENGAN PERANG BODOH.

Percaturan Politis sedang dimulai:

Sesudah gagal dalam memberikan intimidasi atau masih memberikan intimidasi tapi sudah mulai santun. Ini kemudian dilanjutkan dengan mulai pengembangan WACANA, yaitu:
1. Nasionalisme Aceh,
2. Kemajuan Aceh di saat Pemerintahan Irwandy.
3. Partai Aceh hanya milik orang Aceh, namun ingar Partai SIRA sebagai underbow akan terus bekerja untuk kepentingan GAM.
4. Masuk ke dalam Parnas untuk melakukan black campaign.
5. Bila ini semua tidak berhasil maka diwaktu dekat Pemilihan Suara maka mereka akan tetapsedikit melakukan intimidasi dan mengatakan bahwa KPA telah memberikan bantuan kepada mereka, atau mereka akan diberikan uang.

Nah, untuk yang satu ini, yang perlu diwaspadai adalah Partai SIRA, sebuah partai yang berasal dari intelektual muda GAM.

Sudah saatnya Parnas juga melakukan kampanyenya, Parnas terkesan diam karena sepertinya hanya melihat-lihat saja, namun sekarang adalah saat yang tepat untuk mulai melakukan pergerakan-pergerak an, utamanya di DESA atau GAMPONG, topik atau isu yang akan diangkat:

1. Korban PERANG BODOH,
2. Hancurnya kebanggaan Aceh karena PERANG BODOH.
3. Iskandar Muda --> Penjajahan Belanda --> Daud Beureuh --> ARUN --> GAM --> MoU Helsinky, angkat dari sini isu mengenai bagaimana Aceh dahulu yang begitu saling bahu membahu bersama NKRI.

Ada buku yang amat menarik yang sudah dijual bebas untuk menambah baik isu yang akan dibangun yaitu : BERANDA PERDAMAIAN ACEH TIGA TAHUN PASCA MOU HELSINKY, ada beberapa point yang menceritakan bagaimana penderitaan rakyat Aceh, kemudian bisa juga GAMPONG YANG TERKOYAK, memang isi dari buku itu agak sedikit membingungkan.

Memang dalam buku itu ada beberapa tulisan yang berupaya menceritakan tentang penderitaan GAM akan tetapi juga akan ada beberap tulisan yang menceritakan bagaimana menderitanya rakyat Aceh karena GAM.

Kemudian kepada Parnas agar juga melakukan penelitian ke GAYO, Meulaboh dan Kutacane kekerasan yang dilakukan oleh GAM untuk mengatakan bahwa yang menjadi korban bukan saja oleh TNI tapi dari GAM juga.

Kemudian isu yang menarik diangkat juga adalah tentang ketidakadilan dari KPA-KPA yang terjadi saat ini, seperti bantuan kepada anggota GAM, kemudian isu apa yang akan terjadi apabila dan BRR telah habis, pedidikan yang rendah dan lifesikill yang rendah dari anggota GAM. Semua isu ini akan menarik untuk bisa dikembangkan tapi dengan cara yang baik.

Agar diperhatikan juga aturan dari KIP, ini teramat penting untuk menjaga agar setiap kampanye yang dilakukan tidak keluar dari jalur yang diinginkan.

Selamat Bertanding, semoga rakyat Aceh semakin pintar, dan GAM mulai belajar untuk berpikir politis dengan baik dan cantik bukan dengan intimidasi dan senjata.

Oh, ya jangan lupa hati-hati dengan PARTAI SIRA

08 Desember 2008

Partai Aceh VS PKS

Kepada rakyat Aceh sudah saat nya untuk berpikir merdeka dan kedepan, ketika tsunami tiba siapa yang telah membantu kita semua rakyat Aceh, ada dari PKS, FPI, dan ormas Islam lainnya, jangan ada lagi sebuah kebohongan lagi untuk disebarluaskan, tiba saatnya untuk bersaing dengan elegan.

Kalaupun anda melakukan black campaign gunakan cara yang beanr, paki hujjah, jangan asal ngecap aja. Bung Moderator sekali lagi, jadikan mailing list ini bermakna.

Bayangkan kalau orang PKS katakan bahwa Partai Aceh/GAM hasil darah rakyat Aceh (hujjahnya karena Partai Aceh merupakan kepanjangan dari GAM yagn tidak semua rakyat Aceh setuju dengan pola perjuangannya, Partai Aceh/GAM merupakan manifesto perjuangan Islam yang bodoh (hujjahnya dengan telah menghalalkan darah sesama muslim untuk perjuangan ashobiyah), Partai Aceh/GAM berisikan orang-orang yang tidak intelek karena hanya bisa pegang senjata (hujjahnya karena anggotanya kebanyakan korban perang dan tidak punya kecakapan hidup untuk bertahan dalam kehidupan normal),

Partai Aceh/GAM hanya bisa melakukan intimidasi karena tidak dapat melakukan kampanye simpatik dan elegan atau Partai Aceh/GAM telah melakukan ketidakadila karena menggunakan dana BRR bagi kampanyenya (hujjahnya BRR membantu KPA dan KPA adalah cikal bakal Partai Aceh).

Jadi ketika anda melakukan black campaign lakukan dengan benar, tunjukkan Partai Aceh itu adalah Partai yang cerdas bukan dengan caci maki dan intimidasi. Gunakan program anda untuk merangkul rakyat Aceh, bukan dengan mengedepankan rasa bangga bahwa karena GAM ada perdamaian di Aceh, tapi sesali dengan pemberontakkan GAM beberapa generasi Aceh mengalami kemunduran yang luar bisa, PERANG BODOH.Sebenarnya ada sesuatu yang menarik bagi teman-teman yang merupakan lawan dari Partai Aceh, anggap saja saya sebagai lawan dari Partai Aceh, anggap saja saya sudah mengambil posisi saya saat ini, walaupun saya sama sekali bukan berasal dari partai manapun. Tapi ini saya harapkan dapat menjadi masukan bagi Partai anda.

Isu yang menarik dari mailing list yang dibanggakan ini setelah saya perhatikan hanya satu untuk setiap segala persoalan yang keluar, dan menurut saya ini amat memalukan bila memang mailing list ini adalah mailing list para penulis handal sampai-sampai seorang Yusran Habib wajib mengirimkan setiap tulisannya ke sini. Isu itu adalah DEVIDE ET IMPERA atau PEMECAH BELAH.

Sekarang ini bila ada perbedaan pendapat pada beberapa posting dengan kepentingan GAM atau Partai Aceh maka akan di bawa ke dalam isu tersebut, tanpa lagi menggunakan hujjah yang jelas.

Saya tegaskan kepada anda semua yang menggunakan isu ini, bahwa ini akan sia-sia, karena ini semakin menunjukkan kebodohan anda sebagai pengelola isu, anda akan dikatakan sebagai orang-orang yang tidak mempunyai kemampuan dalam melakukan hujjah dengan baik.

Atau saya akan ungkapkan apa yang selanjutnya terjadi ketika isu ini terus diangkat sebagai 'Sapu Jagad' mailing list yang dihormati ini, sekaligus ini menjadi masukan bagi moderator.

Pertama, Partai Aceh atau GAM semakin lama akan terlihat sebagai Partai yang berpikiran sempit, tidak bisa menerima perbedaan pendapat yang ada, seolah-olah yang benar hanya Partai Aceh. Tapi permasalahnnya adalah bahwa saat ini bukan zamannya intimidasi lagi, orang Aceh semakin pintar, malah yang akan semakin terlihat adalah Partai anda adalah Partai Kerdil.

Kedua, orang-orang akan semakin mempertanyakan nilai-nilai perjuangan yang anda punyai, mulai bertanya-tanya apakah Partai anda mempunyai agenda yang disembunyikan dalam perjuangannya.

Ketiga, kami semua tentu sudah sangat mengerti tujuan anda, bila setiap ada perbedaan anda mengatakan Devide Et Impera, lantas kemudian Partai anda akan dikenal sebagai Partai Anti Devide Et Impera atau Partai Anti Pecah Belah dengan tujuan Hanya Menjadi Partai Milik Rakyat Aceh saja. Akan tetapi orang-orang akan semakin takut dengan partai anda sebagai Partai Eksklusif, Partai yang tertutup, bila ini terjadi rakyat Aceh hanya pada awalnya saja akan mengikuti Partai anda, akan tetapi lama kelamaan akan menjauhi Parta anda, karena basis perjuangan anda yang lemah dan penuh dengan bolong-bolong. Seperti yang pernah saya ungkapkan dalam email saya terdahulu ketika PKS menganggap anda sebagai Partai apa.

Keempat, fanatisme yang kemudian anda angkat sesungguhnya hanya akan membawa anda ke dalam pola pikir yang sempit, hanya akan menarik suara yang kecil. Seharusnya anda belajar dari metode kampanye anda dengan menghadirkan Hasan Tiro yang ternyata tidak terlalu signifikan, khususnya di daerah ALA dan ABBAS. Bahkan saya yakin anda juga tahu bahwa yang datang melihat Hasan Tiro bukan orang yang mau memilih Partai Aceh, akan tetapi orang-orang yang hanya ingin melihat Hasan Tiro saja, terlebih lagi wilayah perkotaan adalah lebih terpelajar dibanding pedesaan.

Selamat menjalankan program Devide Et Impera anda, dan selamat menerima kekalahan, karena program ini hanya cocok untuk jangka pendek ketika waktu pemcoblosan sudah dekat, namun bila masih jauh maka anda akan lihat ini akan menjadi bumerang bagi Partai anda, karena Partai lain tentunya sudah mempersiapkan strategi lain.

Saya juga ingatkan kepada partai lain agar tetap menggunakan Islam sebagai kampanye anda, karena inilah inti Aceh sampai kapanpun.

Berijin

19 November 2008

Pragmatism Sebagai Pembenaran (Dialog dengan Nadzar)

--- On Tue, 11/18/08, m.nadzar wrote:
From: m.nadzar


Pragmatisme adalah aliran yang mengukur kebenaran suatu ide dengan kegunaan praktis yang dihasilkannya untuk memenuhi kebutuhan manusia....! !!!!
pragmatisme sedang digulirkan di tengah tengah masyarakat Aceh guna menghasilkan suatu kepentingan pemilik ide untuk membelah suasana dan kondisi yang ujung ujungnya kepentingan suatu golongan dan politik..... .....

Pragmatisme mencampur adukkan kriteria kebenaran ide dengan kegunaan praktisnya. Kebenaran suatu ide adalah satu hal, sedang kegunaan praktis ide itu adalah hal lain. Kebenaran sebuah ide diukur dengan kesesuaian ide itu dengan realitas dan fakta lapangan,atau dengan standar-standar yang dibangun di atas ide dasar yang sudah diketahui kesesuaiannya dengan realitas.

Sedang kegunaan praktis suatu ide untuk memenuhi hajat manusia, tidak diukur dari keberhasilan penerapan ide itu sendiri, tetapi dari kebenaran ide yang diterapkan. Maka, kegunaan praktis ide tidak mengandung implikasi kebenaran ide, tetapi hanya menunjukkan fakta terpuaskannya kebutuhan manusia.

Pragmatisme menafikan peran akal manusia. Menetapkan kebenaran sebuah ide adalah aktivitas intelektual dengan menggunakan standar-standar tertentu. Sedang penetapan kepuasan manusia dalam pemenuhan kebutuhannya adalah sebuah identifikasi instinktif. Memang identifikasi instinktif dapat menjadi ukuran kepuasan manusia dalam pemuasan hajatnya, tapi tidak dapat menjadi ukuran kebenaran sebuah ide mana kala ide tersebut lebih dari kemauan dan keinginan pemiliknya membuat suatu standart kepentingannya dan ide akan menjadi objek negative jika pihak yang berkeinginan menjadikannya pembenaran dangan suatu alasan kebebasan berfikir dan berkarya.... .

Pragmatisme berarti telah menafikan aktivitas intelektual dan menggantinya dengan identifikasi instinktif. Atau dengan kata lain, Pragmatisme telah menundukkan keputusan akal kepada kesimpulan yang dihasilkan dari identifikasi suatu penelitian yang dihasilkan dengan mengambil kesimpulan final kebenarannya, keputusan yang di hasilkan akal yang terbatas tidaklah tepat di jadikan ide keyakinan diri seseorang menembus ke wilayah privat dan publik standard nilain kebenarannya masih berada terbatas pula...

Pragmatisme menimbulkan relativitas dan kenisbian kebenaran sesuai dengan perubahan subjek penilai ide–baik individu, kelompok, dan masyarakat– dan perubahan konteks waktu dan tempat. Dengan kata lain, kebenaran hakiki Pragmatisme baru dapat dibuktikan menurut Pragmatisme itu sendiri– setelah melalui pengujian kepada objet positif dalam seluruh ruang dan waktu. Dan ini mustahil dan tak akan pernah terjadi. Maka, Pragmatisme berarti telah menjelaskan inkonsistensi internal yang dikandungnya dan menafikan dirinya sendiri pada pola yang diragukan dari apa yang timbulkan oleh perubahan subjek penilai suatu ide yang di hasilkan seseorang dalam membuat perubahan pada suatu sisi kehidupan yang berbeda....


Pragmatisme adalah aliran pemikiran yang memandang bahwa benar tidaknya suatu ucapan, dalil, atau teori, semata-mata bergantung kepada berfaedah atau tidaknya ucapan, dalil, atau teori tersebut bagi manusia untuk bertindak dalam kehidupannya. Ide ini merupakan budaya dan tradisi berpikir Amerika khususnya dan Barat pada umumnya, yang lahir sebagai sebuah upaya intelektual untuk menjawab problem-problem yang terjadi pada awal abad ini. Pragmatisme mulai dirintis di Amerika oleh Charles S. Peirce , yang kemudian dikembangkan oleh William James (1842-1910) dan John Dewey (1859-1952).

Tentu saja, Pragmatisme tak dapat dilepaskan dari keberadaan dan perkembangan ide-ide sebelumnya di Eropa, sebagaimana tak bisa diingkari pula adanya pengaruh dan imbas baliknya terhadap ide-ide yang dikembangkan lebih lanjut di Eropa ke Asia,Asia tenggara, hingga ke nanggroe Aceh William James mengatakan bahwa Pragmatisme yang diajarkannya, merupakan "nama baru bagi sejumlah cara berpikir lama". Dan dia sendiri pun menganggap pemikirannya sebagai kelanjutan dari Empirisme Inggris, seperti yang dirintis oleh Francis Bacon (1561-1626), yang kemudian dikembangkan oleh Thomas Hobbes dan John Locke , Pragmatisme, di samping itu, telah mempengaruhi filsafat Eropa dalam berbagai bentuknya, baik filsafat Eksistensialisme maupun Neorealisme dan Neopositivisme.
Pragmatisme, tak diingkari telah menjadi semacam ruh yang menghidupi tubuh ide-ide dalam ideologi Kapitalisme, yang telah disebarkan Barat ke seluruh dunia melalui penjajahan dengan gaya lama maupun baru. Dalam konteks inilah, Pragmatisme dapat dipandang berbahaya karena telah mengajarkan dua sisi kekeliruan sekaligus kepada dunia –yakni standar kebenaran pemikiran dan standar perbuatan manusia atas dasar kebebasan berpikir objek positif bebas pula subjek negatif mencampur adukkan antara batas hak dan kewajiban manusia sebagai ciptaan Tuhan, kebebasan akal mengolah tindakan, hendaknya membuka mata melihat lingkungan apakah suatu tindakan dari kebebasan berfikir itu menjadi ancaman lingkungan itu sendiri..

Atas dasar itu, mereka yang bertanggung jawab terhadap kemanusiaan tak dapat mengelak dari sebuah tugas mulia yang menantang, yakni menjinakkan bahaya Pragmatisme dengan mengkaji dan mengkritisinya, sebagai landasan strategis untuk melakukan dekonstruksi (penghancuran bangunan ide) Pragmatisme, sekaligus untuk mengkonstruk ideologi dan peradaban Islam sebagai alternatif dari Kapitalisme yang telah mengalami pembusukan dan hanya menghasilkan penderitaan pedih bagi umat manusia..... ........

Ulasan Kosasih

Ketika saya membaca tulisan ini saya langsung mencari di google tentang apa itu arti Pragmatisme, dari hasil search saya ternyata ada beberapa pandangan tentang pragmatism, sebagai berikut sebagai bahan perbandingan teman-teman untuk berdiskusi:

Dari Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas. Pragmatisme adalah satu aliran falsafah yang berasal dari Amerika Syarikat pada lewat kurun 1880an. Sebagai salah satu ciri utamanya, aliran pragmatisme menekankan bahawa kehasilan, kepenggunaan, kepraktikalan adalah komponent utama untuk kebenaran.

Dari:

http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0407/07/opini/1129962.htm

Abad ke-19 menghasilkan tokoh-tokoh pemikir, di antaranya ialah Karl Marx (1818-1883) di kontinen Eropa dan William James (1842-1910) di kontinen Amerika. Kedua pemikir itu mengklaim telah menemukan kebenaran. Marx, yang terpengaruh positivisme, melahirkan sosialisme dan James, seorang relativis, melahirkan pragmatisme. Baik sosialisme maupun pragmatisme dimaksudkan supaya kemanusiaan dapat menghadapi masalah besar, yaitu industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi.

Arti umum dari pragmatisme ialah kegunaan, kepraktisan, getting things done. Menjadikan sesuatu dapat dikerjakan adalah kriteria bagi kebenaran. James berpendapat bahwa kebenaran itu tidak terletak di luar dirinya, tetapi manusialah yang menciptakan kebenaran. It is useful because it is true, it is true because it is useful. Karena kriteria kebenaran itulah, pragmatisme sering dikritik sebagai filsafat yang mendukung bisnis dan politik Amerika. Dengan adanya pragmatisme tidak ada sosialisme di Amerika. (Ada memang Partai Komunis Amerika dan toko-toko buku Marxisme. Tetapi, baik sosialisme maupun komunisme tidak pernah diperhitungkan dalam dunia politik). Kaum buruh Amerika juga menjadi pendukung kapitalisme karena mereka ikut berkepentingan. Hampir-hampir tidak ada ada kritik terhadap kapitalisme, kecuali dari gerakan The New Left pada akhir 1960-an dan awal 1970-an.

Sekalipun William James menulis Varieties of Religious Experiences, tidak berarti bahwa dia mendukung kesadaran beragama. Selama pengalaman keagamaan itu berguna bagi yang bersangkutan, maka ia benar. Dengan demikian, pragmatisme adalah relativisme. Tidak ada kebenaran abadi dan mutlak, segalanya tergantung pada apakah "kebenaran" itu berguna atau tidak.

Dari: http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=10925

Pragmatisme: Sejarah Pragmatisme
Charles Sanders Pierce, sebagai bapak pramagtisme yang memaklumatkan pemikirannya pada tahun 1878 di Amerika, kemudian dia menulis sebuah buku dengan judul : “ How to Make Our Ideas Clear”. Secara kelahirannya, adalah William James yang mempopulerkan lewat tulisannya yang berjudul “Philosophycal Conceptions and Practical Result” tahun 1898. Aliran ini semakin berkembang, apalagi John Dewey dalam bukunya yang berjudul “Democracy and Education” ;” Reconstruction in Philosophy” ; dan “Experience in Education” serta “How We Think” menyoroti secara tuntas dan terbuka mengenai pragmatisme. Namun , John Dewey dan para pengikutnya lebih suka menyebut pemikirannya tentang pragmatisme sebagai Instrumentalisme”

Aliran ini tersebar luas dalam koridor filsafat modern. Pragmatisme merupakan inti dari filsafat pragmatik, dan menentukan nilai pengetahuan berdasarkan kegunaan praktisnya.

Kegunaan praktis disini, bukan berarti adanya pengakuan kebenaran obyektif dengan kriteria praksis, melainkan apa yang memenuhi kepentingan-kepentingan subyek individu.

Ulasan saya:

Setelah saya membaca tulisan-tulisan tersebut serta mencoba untuk mengerti apa yang diungkapkan oleh Tgk. Nadzar, cukup lama saya mencoba untuk memahaminya. Lalu saya membaca kembali tulisan Tgk. Nadzar, barulah saya kemudian mengerti inti permasalahannya.

Kembali tulisan ini seolah-olah ingin kembali membangun pencitraan terhadap GAM atau yang sekarang namanya adalah Partai Aceh. Padahal sesungguhnya yang pragmatis itu adalah GAM sekarang ini, mereka telah berhasil sampai pada keinginan diawal melakukan pemberontakkan, hanya untuk kepentingan perut saja, bukan kepentingan rakyat Aceh secara keseluruhan. Sekali lagi ini semua terlihat pada MoU Helsinky.

Seperti eranya Soeharto yang mencoba menghilangkan pemikiran-pemikiran yang datang mengkritisi setiap kebijakan dari Soeharto, demikian juga dengan GAM sekarang, masih tetap melakukan propaganda-propaganda yang bertujuan untuk cuci tangan atau menutp-nutupi kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan saat yang lalu, saat ini dan rencana terpendam mereka saat yang akan datang. Mereka menjadi pragmatis dengan mengatasnamakan Aceh Merdeka, mereka berupaya membangun nasionalisme yang sempit yang sama sekali tidak sesuai dengan karakter Aceh itu sendiri, hanya karakter dari Aceh Pemberontak saja. Dan ini dapat dikatakan pragmatis juga.

Ketika tulisan Nadzar mengatakan:

“Pragmatisme berarti telah menafikan aktivitas intelektual dan menggantinya dengan identifikasi instinktif. Atau dengan kata lain, Pragmatisme telah menundukkan keputusan akal kepada kesimpulan yang dihasilkan dari identifikasi suatu penelitian yang dihasilkan dengan mengambil kesimpulan final kebenarannya, keputusan yang di hasilkan akal yang terbatas tidaklah tepat di jadikan ide keyakinan diri seseorang menembus ke wilayah privat dan publik standard nilain kebenarannya masih berada terbatas pula...”

Sama dengan halnya ia berkata bahwa dahulu Hasan Tiro telah menafikkan aktivitas intelelektualnya dan menggantikannya dengan identifikasi instinktif, Hasan Tiro telah memutuskan untuk memilih melakukan pemberontakkan atas nama Rakyat Aceh, padahal itu hanya berdasarkan kesimpulan dari seseorang saja dan instinknya saja. Ia tidak pernah memikirkan akibatnya yang akan terjadi pada masa setelahnya. Bahkan sudah banyak memakan korban yang sia-sia dalam waktu yang amat panjang, jelas ia menggunakan instink dalam mengambil keputusannya.

Bahkan bisa dikatakan pragmatism bila GAM melalui Partai Lokalnya tetap memperjuangkan kemerdekaan NKRI melalui Deklarasi Kemerdekaan setelah mereka berhasil menguasai legislative di NAD. Karena mereka lagi-lagi sudah berusaha melakukan pembenaran yang akan dilakukan dalam mencapai kemerdekaan yang mereka inginkan, jika secara bersenjata tidak mungkin, referendum seperti Tim-tim juga gagal, maka dengan menguasai legislative di seluruh NAD untuk kemudian Deklarasi adalah jalan yang paling mungkin, walau diperlukan kerja keras untuk mencapainya, katakana saja menuju Perdamaian Abadi (Kemerdekaan).

Atau dapat dikatakan pragmatis juga apabila dalam MoU Helsinky lebih banyak diberikan keuntungan bagi mantan GAM, dengan 2 dampak, yaitu GAM akan lebih makmur dan menyusun kekuatan kembali, sekaligus TNI dapat mendata para anggota GAM yang dengan suka rela mendaftarkan diri dan bangga menjadi anggota KPA saat ini, kemudian memperjuangkan Parta Aceh untuk usahanya tersebut.

Bahkan ketika Nadzar mengungkapkan:

Pragmatisme, tak diingkari telah menjadi semacam ruh yang menghidupi tubuh ide-ide dalam ideologi Kapitalisme, yang telah disebarkan Barat ke seluruh dunia melalui penjajahan dengan gaya lama maupun baru. Dalam konteks inilah, Pragmatisme dapat dipandang berbahaya karena telah mengajarkan dua sisi kekeliruan sekaligus kepada dunia –yakni standar kebenaran pemikiran dan standar perbuatan manusia atas dasar kebebasan berpikir objek positif bebas pula subjek negatif mencampur adukkan antara batas hak dan kewajiban manusia sebagai ciptaan Tuhan, kebebasan akal mengolah tindakan, hendaknya membuka mata melihat lingkungan apakah suatu tindakan dari kebebasan berfikir itu menjadi ancaman lingkungan itu sendiri..

Sekali lagi ketika Hasan Tiro berfikir untuk merdeka kembali ia pragmatis, seharusnya ia memikirkan dengan baik antara standar pemikiran dan standar perbuatan manusia (baca à memprediksikan apa yang akan terjadi ketika ia mulai melakukan pemberontakkan), hendaknya ia membuka mata melihat lingkungan apakah tindakan Hasan Tiro menjadi ancaman bagi lingkungan sekitarnya. Apakah pemberontakkan itu tidak meyusahkan rakyat Aceh keseluruhan, apakah pemberontakkan itu adalah upayan pihak-pihak asing untuk membuat Negara Islam yang terbesar di dunia ini menjadi tidak aman. Sungguh Hasan Tiro telah berpikiran amat pragmatis.

Selanjutnya Nadzar berkata:

Atas dasar itu, mereka yang bertanggung jawab terhadap kemanusiaan tak dapat mengelak dari sebuah tugas mulia yang menantang, yakni menjinakkan bahaya Pragmatisme dengan mengkaji dan mengkritisinya, sebagai landasan strategis untuk melakukan dekonstruksi (penghancuran bangunan ide) Pragmatisme, sekaligus untuk mengkonstruk ideologi dan peradaban Islam sebagai alternatif dari Kapitalisme yang telah mengalami pembusukan dan hanya menghasilkan penderitaan pedih bagi umat manusia..... ........

Semua rakyat Aceh amat setuju dengan akhir dari tulisan ini, bagaimana caranya kita menjinakkan bahaya pragmatis dari Gerakan Aceh Merdeka, bila perlu kita hancurkan ide pragmatism nya dengan membagi Aceh menjadi 3, memekarkan wilayah untuk mencegah semakin mengentalnya ide pragmatis kemerdekaan GAM. Dan sudah saatnya GAM yang tidak mempunyai ideolagi yang jelas itu kita konstruksi lagi untuk tidak lagi menghalalkan darah sesame muslim ditumpahkan di Aceh, sudah cukup rakyat Aceh menderita.

Nah,saya menuliskan ini semua sebagai contoh kepada kita semua bahwa ternyata pragmatism itu merupakan sebuah filsafat yang bisa saja diartikan kedalam setiap kehidupan ini, ntah itu oleh GAM, Orde Baru, Orde Lama, bahkan secara pribadi atau dalam sebuah keluarga, tergantung bagaimana kita memandangnya.

Pragmatisme bahkan di AS berhasil meredam bahaya komunisme untuk tidak tumbuh disana, sehingga menghilangkan idelisme dari Komunis itu sendiri. Masyarakat dituntut untuk dapat menghadapi kenyataan yang realistis dan saat ini untuk dapat mengambil tindakan-tindakan dalam menghadapinya. Maka itu pula sebagian dari kaum pragmatis ini ingin disebut dengan “Instrumentalisme”, mereka memandang hidup ini sebagai bagian dari kegiatan-kegiatan atau saling berhubungan ketika menggapai sebuah tujuan. Bila dilihat sebenarnya ada persamaan antara Pragmatism dengan Islam, ini bisa dibuktikan dari tulisan William James menulis Varieties of Religious Experiences atau adanya gerakan Pragmatism Religius. Perbedaannya dengan Islam adalah dalam Islam masih ada sebuah idealism yaitu Surga dan Neraka, jadi setiap perbuatan yang dilakukan berujung-ujung ke pahala dan dosa untuk mencegah kebablasan yang mungkin terjadi dari kebebasan berpikir dan bertindak tersebut atau keimanan kepada Allah lah yang menjadi koridornya.

Saya hanya sarankan kepada teman-teman semua janganlah kita mengekang kebebasan berpikir karena itu adalah pembodohan, sedangkan Islam mengajarkan kita untuk membaca, mengetahui pemikiran musuh kita, agama adalah akal, menjadi Ulil Albab, tidak boleh taqlid, tidak ada pengkultusan individu, jadi Islam memberikan kita kebebasan untuk berpikir dan untuk tindakkannyalah yang dikoridori oleh Iman.

Jadi ketika kita mulai melakukan kajian filsafat, maka saran saya kepada teman-teman agar menuliskannya dengan menggunakan contoh sehingga mudah dimengerti dan didialogkan, jangan anda sendiri yang hanya mengerti. Dan juga perlu diingat oleh teman-teman filsafat itu amatlah luas dan unik, sungguh menyenangkan belajar filsafat itu karena kita dapat menyelami berbagai pemikiran yang ada pada manusia, dan yang terbaik dari mereka yang belajar adalah memberitahukan kapan sebuah filsafat tersebut dipergunakan dan keterkaitannya dengan filsafat-filsafat lain. Karena mereka semuanya adalah pemikiran-pemikiran manusia.

Sekali lagi berikan kepada rakyat Aceh itu pendidikan yang bagus, bukan lagi mencekoki dengan pemaksaan-pemaksaan pemikiran yang hanya menguntungkan golongan saja. Seperti halnya filsafat pragmatism, sebuah filsafat yang mengajarkan manusia untuk menghadapi permasalahan hidupnya secara realistis, mari ajarkan rakyat Aceh bahwa mereka adalah makhluk yang bebas untuk berpikir, saling berdialog untuk memberikan hujjah bukan untuk menang kalah akan tetapi menggapai kebenaran.

Mempertanyakan Kebebasan Berpendapat (Dialog Dengan Jalaluddin Rahmad)

Monday, November 17, 2008 6:42 AM
From:

Ulasan 1:

Dalam sebuah komunitas milis kadang kadang ada saja dari anggotanya yang kerjanya memprovokasi. Sang provokator dapat ditandai dari tulis tulisannya yang tidak pernah mengenal dialog dan selalu saja dengan keras kepala menyatakan hanya pendapat dia yang benar.
Kadang kadang kita terpancing untuk berkomentar terhadap tulisannya dan memang ini sebetulnya target dari si Provokator yaitu membuat perhatian anggota milis jadi terarah ke isu isu yang dia lontarkan baik setuju maupun tidak.
Hal yang paling tidak disukai provokator adalah apabila tulisan tulisannya tidak ditanggapi alias diabaikan. Cuma, kadang kita agak sulit melakukannya karena tulisan tulisan si provokator memang sangat menggelitik urat marah kita untuk membalasnya.
Salah satu cara yang paling mujarab adalah: menandai email si provokator tersebut dengan SPAM. Adapun langkah langkahnya sbb:
1. Pada Inbox kita, klik email yang dikirim oleh provokator
2. Klik ikon SPAM yang terletak paling atas dari Inbox kita (ikon ini bergambar amplop ber api, bila menggunakan mail yahoo)
3. Untuk selanjutnya, setiap email provokator secara otomatis akan masuk kedalam folder SPAM.
Selamat mencoba,

Ulasan 2:
Sudahkah kawan kawan anggota milist menggunakan fasilitas SPAM email kita?

Mailinglist ibarat sebuah ruangan konfrensi besar dimana didalamnya hadir banyak orang dengan beragam latar belakang tapi bersepakat untuk membicarakan dan mendiskusikan thema thema tertentu dengan aturan aturan main tertentu pula.

Namun adakalanya ada juga beberapa anggota atau hadirin yang ada diruang konfrensi itu yang semangatnya tidak sama dengan tujuan besar dari konfrensi, selain itu dia tidak juga mengindahkan kaidah kaidah berdialog. Bahkan kadang kadang orang seperti ini tidak segan segan menggunakan doktrin Agama untuk menunjukkan bahwa pikirannya benar dan pikiran orang lain salah.

Niat orang seperti ini hanya satu yaitu agar semua perhatian anggota milist tertuju pada isu yang dia lontarkan dan memancing sebanyak banyaknya peserta untuk mengomentari tulisan dia. Bila ini terjadi maka berhasil lah misinya yaitu membelokkan tujuan awal dari hadirnya sebuah milist.

Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu.
Fasilitas SPAM pada sebuah email adalah untuk menandai email email yang isinya tidak sejalan dengan tujuan dan semangat milist. Jadi kalaulah ibaratnya dalam satu ruangan konfrensi dimana pesertanya lagi konsentrasi membahas sesuatu tiba tiba diruangan itu ada seekor anjing masuk terus menggonggong gonggong maka anggota konfrensi tidak perlu mengusir anjing tersebut keluar. Dan tidak perlu juga kita untuk kemudian mengomentari gonggongan anjing tersebut karena percuma. Kalau tidak malah ruangan konfrensi malah menjadi riuh.

Lalu apa yang harus kita lakukan?. Sederhana. Ruangan konfrensi sebetulnya punya fasilitas kotak kaca yang disebut dengan folder SPAM. Jadi bila bila mana didalam ruang konfrensi tiba tiba kemasukan anjing maka kita tinggal masukkan saja anjing-anjing tersebut kedalam Kotak Kaca SPAM tersebut tanpa harus mengusirnya. Dengan demikian hak si Anjing untuk menggonggong gonggong tidak kita langgar, dah hak kita untuk berdiskusi sesuai tujuan dan semangat milist juga tidak diganggu oleh gonggongan anjing tersebut.

Caranya adalah:
1. Pada Inbox kita, klik email yang dikirim oleh "anjing menggonggong"
2. Klik ikon SPAM yang terletak paling atas dari Inbox kita (ikon ini bergambar amplop ber api, bila menggunakan mail yahoo)
3. Untuk selanjutnya, setiap email-email "anjing menggongong" yang masuk secara otomatis akan masuk kedalam folder SPAM.

Selamat mencoba


Jawaban Kosasih Bakar

Saya
hanya berikan saran kepada Jalaluddin dan Nadzar serta yang lainnya.


Sekarang ini bukan zamannya DOM atau era Pak Harto atau Era Pajak Nanggroe, jadi jangan terus bodohi rakyat Aceh.

Sudah saya katakan dengan cara itu adalah sia-sia, keinginan dari pembaca akan semakin tinggi, karena tetap tidak hilang dari emailnya, hanya masuk ke box SPAM, jika mereka kembali penasaran mungkin mereka akan kembali membuka box SPAM dan mengembalikannya kembali ke INBOX normal dengan cara yang hampir sama.

Sebelumnya saya memberikan apresiasi kepada semua anggota mailing list disini yang amat suka keterbukaan dan menulis, saya juga dapat informasi bahwa ini dari mailing list ini adalah para penulis handal, jadi mari kita berekspresi dan jangan seperti anak kecil, tunjukkan kedewasaan Bapak, Ibu, Saudara/i, Kakak, Adik sekalian sebagai orang yang berjiwa Terbuka dan Berpikir Bebas tanpa ada lagi intimidasi dan diskriminasi.

Jadi saran saya, silahkan anda katakan kepada yang mengelola Mailing List ini bahwa email dari saya berbahaya, dan berbeda dari email yang menghujat orang Aceh yang tidak setuju dengan GAM atau orang Aceh yang ternyata cinta damai dan tidak mau merdeka, mereka lebih ingin mengoptimalkan daerah khusus atau menginginkan pemekaran.

Sekali lagi kepada Pimpinan GAM, buat hujjah yang baik, jangan selalu mendahulukan intimidasi atau nanti orang-orang akan mengatakan bahwa ternyata anggota anda tidak berpendidikan.

Saran saya juga kepada Pimpinan GAM, sudah saatnya berubah, pintar-pintarlah dalam mengambil hati rakyat Aceh, bukan dengan materi dan intimidasi, karena banyak rakyat Aceh yang tidak butuh materi, sudah banyak juga rakyat Aceh yang kehilangan rasa takutnya karena terlalu sering diintimidasi. So Be Smart ... JANGAN SEPERTI ANAK KECIL YANG TERBAKAR KEMALUANNYA.

Terakhir saran saya, jika anda orang yang cerdas dan berpendidikan. BERIKAN RAKYAT ACEH PENDIDIKAN POLITK YANG MENDIDIK. BUKAN DENGAN INTIMIDASI DAN KEKERASAN, TAPI DENGAN CINTA DAN HUJJAH, MENUJU ACEH SEJAHTERA.

SALAM DAMAI


13 November 2008

Akibat Tsunami (Dialog dengan Mustafa Bami )

Mustafa Bami berujar:
Hai saudara Kosasih ada apa dengan anda sehingga anda membuat pernyataan aneh2
dalam mailist ini ? apakah anda korban dari konflik atau siapa anda sebenar nya a?
tolong perkenalkan saudara kepada orang2 disini secara jujur dan bukan orang yang bersembunyi supaya orang mengetahui siapa saudara sebenarnya kalau anda mengaku dengan jujur bahwa saudara adalah orang yang tulus dan ikhlas dalam menyahuti ALA
mungkin orang di sini bisa membantu anda untuk menyelesaikan persoalan anda dan dengan cepat terbentuknya ALA yang anda inginkan ..kemudian anda membawa-bawa
agama kedalam pernyataan anda..kemudian anda menafsirkan bencana Tsunami dengan kutukan dari tuhan. Apakah anda sudah tahu kemauan dari Tuhan.?Apakah anda sudah mendapat bisikan dari Tuhan bahwa tsunami itu adalah kutukan.Apakah anda seorang suci
dan selalu berhubungan dengan tuhan tanpa pamrih ?kalau kamu berniat baik sebagai orang yang ingin membawa rakyat Gayo kepada kesejahteraan dan kedamaian ,.apa salahnya saya turut serta mendukung anda .tapi dengan syarat anda harus saya kenal lebih nyata dan jelas ?saya bukan orang gayo tapi orang pesisir yang juga mungkin senasib dengan orang gayo lain nya.tidak salah nya anda menuntut Ala untuk menjadi propinsi tapi bukan di mailist ini lebih baik ke SBY.atau ke Jakarta siapa tau anda di angkat menjadi Gubernur ALA sehingga rakyat Gayo dan sekitarnya menjadi makmur di kemudian hari, kami yang di pesisir dapat merasakan bahagia juga karna tetangga kami sudah sejahtera .saya minta tolong jangan terlalu gegabah dalam menafsirkan kehendak tuhan bisa2 anda menjadi murtad nantinya.saya berharab anda masih dalam lindungan Yang Maha Kuasa (Allah) .dan semoga AlA cepat terbentuk seperti yang anda inginkan .
tolong berikan pernyataan2 yang dapat menyejukkan orang dalam mailist ini seperti udara di Takengon yang sejuk dan indah.biarkan kami yang di pesisir merasakan apa yang telah
tuhan berikan kepada kami selama ini dengan ujian2 Nya.kami terima apa adanya lagi pula itu bukan kehendak kami .mungkin kami telah berusaha sebelumnya sehingga ini yang bisa kami terima.kami turut bersyukur.jangan memancing di air keruh kata pepatah (kami sudah masak dengan propaganda yang tidak bisa dipertanggung jawab)demikian yang dapat saya sampaikan semoga saudara Kosasih dapat mengerti apamaksud tulisan ini.salam sejahtera selamat berjuang .

Jawaban Kosasih Bakar
Sebelumnya permohonan maaf saya dengan penafsiran saya terhadap tsunami, tapi itulah yang terjadi bahwa bencana alam itu merupakan peringatan bagi manusia, saya mendengarkannya para tokoh agama. Nabi Luth dengan kaum 'Adnya, Nabi Nuh dengan kaumnya, dan lain sebagainya, disitu dikatakan dalam Al Qur'an musibah yang datang merupakan murka Allah. Silahkan Abang berdiskusi dengan para Tokoh Agama.
Lantas kemudian saya lihat bahwa di Aceh itu selalu bersimbah darah, dan itu darah muslim, apakah Abang tidak perih dengan itu semua, dan semuanya hanya satu kata Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Dalam agama kita membunuh sesama Muslim itu dosanya amat besar, dalam agama kita dikatakan bahwa kita harus turut dengan pimpinan.

Jelas saya hanya orang yang melihat banyak kejadian ajaib di NAD sewaktu tsunami, masjid banyak yang selamat, Mesjid Baiturrahman contoh nyatanya. Korban selamat yang menceritakan banyak kejadian aneh.

Abang apakah ini bukan peringatan dari Tuhan ? Silahkan abang tanyakan kembali kepada korban-korban tsunami. Jangan tanya saya, tidak perlu tanyakan kepada Tuhan, karena saya belum sesuci itu.

Ketika tsunami saya datang ke Banda Aceh dihari ke 3, mayat-mayat yang masih bergelimpanga, bau yang tidak sedap, orang-orang yang linglung, dan lain sebagainya, saya menangis Bang. Saya sedih, daerah saya seperti ini. Saya tidak bisa makan disana. Saya sedih karena ada keluarga saya yang tidak diketemukan mayatnya, saya sedih Bang.

Tapi saya takjub dengan banyaknya orang datang yang membantu membersihkan mayat, tidak ada yang menanyakan Jawakah kamu ? TNI kah kamu ? Kristenkah kamu ? semuanya hanya membantu korban yang terkena musibah. Kemudian menjadi pertanyaan saya walaupun TNI itu selalu dianggap musuh merekalah yang terdepan membantu korban tsunami, mereka mau mengangkat mayat-mayat Bang. Lantas kemana HASAN TIRO ? Kemana Petinggi GAM ? Kemana Bang ? Kami orang Gayo turun dari gunung membantu korban tsunami, karena seiman Bang.

Jelas, bagi saya perang ini adalah perang paling bodoh, SESAMA MUSLIM MENUMPAHKAN DARAH, hanya karena ego GAM atau perjuangan untuk rakyat Aceh ?. Buktinya apa sekarang ketika sesudah MoU, siapa yang sejahtera ? Rakyat Aceh kah ? Ex GAM yang tertawa riang dengan dapatnya mobil baru, rumah dan tanah lapang. Apakah pajak nanggroe hilang ? Tidak, mereka bahkan semakin berani dengan KPA nya. Inikah yang dinamakan berjuang untuk rakyat Aceh ? Kemana hati nurani mereka ? Tapi, tak apa Bang, data mereka sudah ada semua karena ketamakan mereka, mudah-mudahan Tuhan akan memberikan tsunami khusus bagi mereka kelak jika mereka terus mengorbankan rakyat Aceh kembali untuk perjuangan mereka.

Tidak Bang, sebagai rakyat Aceh saya tidak terima ini... Saya belum percaya dengan mereka, selalu saja mereka tetap menginginkan kemerdekaan, dan korbannya siapa ? Bukan GAM Bang, tapi rakyat. Ketika rakyat jadi korban maka anaknya atau saudaranya karena dendam ikut berjuang. Inikah Aceh yang kita impi-impikan ? Tidak pernah aman.

ALA itu hanya salah satu permasalahan atau ALA dan ABBAS itu merupakan salah satu solusi, karena keragua kita dengan keamanan NAD. Tetap yang kami inginkan seluruh rakyat Aceh bisa maju. Sama-sama maju. Tidak ada GAM atau Bukan GAM atau Bekas GAM, yang ada hanya rakyat Aceh. Apakah salah dengan ALA ? Tidak, semua hanya untuk saling membangun....