Postingan Win Wan Nur
Menanggapi tulisan saya kemarin "Israel-Palestina, PKS dan Tangisan Umat Islam Indonesia", di beberapa milis banyak yang mempertanyakan kepada saya kenapa saya begitu emosinya terhadap anak PKS yang mengatakan saya menulis karena dibayar oleh agen Israel, sampai menyebutkan kalimat "memisahkan tubuh dan kepala" segala. Teman-teman yang benar-benar teman mengatakan "sudahlah Win...jangan buang-buang energi mereka memang sudah begitu".
Yang bukan teman dan bukan kemungkinan tapi pasti anak PKS juga, menyindir dengan gaya sok tua " Kemarahan saya itu justru menunjukkan kalau memang saya ada apa-apanya, kalau memang saya tidak seperti yang dituduhkan, kenapa harus marah?", begitu katanya. Ini adalah logika khas kaum fanatik gila yang sesama mereka memanggil ikhwan dan akhwat itu.
Saya begitu emosi dengan tuduhan itu adalah karena di kalangan kaum fanatik seperti kaum PKS ini, tuduhan sebagai agen Israel dan antek Amerika adalah sebuah VONIS MATI. Melemparkan tuduhan gila semacam ini kepada saya sama artinya dengan melemparkan saya ke tengah kawanan singa lapar. Ke tengah orang-orang fanatik yang percaya membunuh orang yang berseberangan pandangan dengan mereka akan mendapat pahala yang tinggi. Yang kalau dalam prosesnya sampai menyebabkan kematianpun, itu bukan kematian biasa. Tapi itu adalah 'syahid' nilai kematian tertinggi sehingga begitu sampai di surga mereka akan disambut 70 bidadari.
PKS ini adalah partainya kaum fasis, saya sebut begitu karena bagi mereka satu-satunya kebenaran adalah kebenaran versi mereka sendiri. Sementara definisi fasisme sendiri kurang lebih berarti : "isme yang mempromosikan supremasi dirinya [kelompoknya] lebih dari yang lainnya dimana supremasi itu sendiri dianggap merupakan kondisi yang terberi".
Karena definisi fasisme seperti itulah Hitler disebut fasis. Hitler fasis karena dia bilang kalau orang Jerman Aria itu ras nomor satu, ras paling unggul sementara ras-ras lainnya itu cuma 'monyet'. Suharto disebut fasis karena tindakan Suharto cenderung mensupremasikan kedudukan Jawa diatas suku bangsa lainnya. Jepang di jaman Hirohito itu disebut fasis karena mereka percaya bahwa mereka adalah anak tuhan di Asia, kaisar Jepang sendiri jadi Tuhannya, sementara orang asia lainnya kalau bukan monyet, paling jadi adik kecilnya. Israel dengan Zionismenya disebut fasis karena bagi mereka umat Yahudi adalah satu-satunya umat pilihan Tuhan di dunia, umat selainnya termasuk kita di Indonesia ini apalagi orang Palestina ya cuma monyet.
PKS sendiri, jelas adalah partai fasis! Semua tindak tanduk mereka ala wahabi yang serba ngarab dan dianjurkan sekali untuk ngarab. Lihat gaya berpakaian mereka. Atau lihat gaya mereka anak-anak ras mongoloid yang secara genetik memang tidak dianugerahi hormon yang memungkinkan jenggot tumbuh lebat memaksa diri menumbuhkan jenggot meskipun tumbuh hanya beberapa lembar saja, supaya terlihat mirip dengan orang arab. sesama merekapun mereka memanggil dengan sebutan "ikhwan" dan "akhwat". Bagi anggota PKS, orang lain yang non partainya yang tidak sepemikiran atau tidak menganut aliran Wahabi seperti mereka kalau bukan "anjing kurap" ya cuma "monyet".
Karena memang sama-sama fasis, kelakuan PKS ini persis sama dengan Soeharto pahlawan mereka. Baik PKS maupun Soeharto memiliki hobi yang sama yaitu membuat HANTU untuk menakut-nakuti orang yang berseberangan pandangan dengan mereka. Kalau Soeharto terkenal dengan hantu KOMUNIS dengan bahaya latennya maka PKS ini punya hantu peliharaan yang bernama 'Agen Israel dan Antek Amerika'.
Sikap Soeharto dan PKS terhadap orang yang mereka tuduh sebagai HANTU yang mereka buat sendiri itupun juga sama. Bagi mereka, tanpa perlu pengadilan apapun, orang yang sudah dicap sebagai hantu itu sudah layak untuk dilenyapkan. Seperti juga Soeharto, PKS dan para simpatisan fanatiknya juga tidak membutuhkan data dan fakta apapun untuk membuktikan tuduhannya. Cukup fantasi gila di kepala mereka.
Yang membedakan PKS dan Soeharto cuma pada tingkat kekuatan saja, jika Soeharto punya pasukan dan sampai hari inipun masih didukung penuh oleh militer di belakangnya. PKS ini masih 'Bayi Fasis' yang sedang membangun kekuatannya dengan membentuk lasykar-lasykar berani mati yang meneriakkan Allahu Akbar setiap kali mereka menghantam orang yang berseberangan.
Tapi kalau terus dibiarkan, PKS yang tumbuh besar dengan bibit-bibit fasis dalam dirinya ini akan terus tumbuh membesar dan menghancurkan seluruh peradaban. Unsyiah kampus tempat saya dulu pernah kuliah sudah merasakan.
Setelah tulisan ini saya posting, saya yakin orang-orang PKS akan kasak-kusuk sibuk sendiri seperti kucing garong yang dibakar ekornya. Mencari tahu siapa Win Wan Nur ini sebenarnya. Siapa di belakangnya, siapa yang mendanainya, apa kaitannya dengan Israel dan Amerika dan segala macam teori konspirasi tai kucing lainnya. Dan saya juga sudah bisa membayangkan kesimpulan akhirnya akan tetap Win Wan Nur itu agen Israel dan Antek Amerika.
Tapi kalau saya atau siapapun juga yang minta bukti kesimpulan atas tuduhan mereka itu berdasarkan data dan fakta, sampai mampus bahkan sampai mereka bongkar kuburan nenek moyang merekapun ya mereka tidak akan bisa menemukannya. Karena saya sama sekali bukan pengikut satu sekte apapun, bukan pengikut atau simpatisan partai politik apapun. Karena faktanya Win Wan Nur ini cuma warga biasa yang malas melihat gaya sok islam (wahabi), sok suci, gaya sok ngarab dan terutama kebiasaan sembarang tuduh mereka.
Wassalam
Win Wan Nur
www.winwannur.blogspot.com
Ulasan Kosasih Bakar
Alhamdulillah, Serinen Win Wan Nur sudah kembali kepada pola penulisannya yang pernah membuat saya kagum pertama kali, tulisannya sudah seperti syair yang menghentakkan pemikiran dan hati yang membacanya. Ijinkan saya untuk bisa mengeluarkan pemikiran saya tentang tulisan Serinen ku yang satu ini, seperti yang lainnya. Berijin Bang.
Sebelumnya saya hanya ingin mengeluarkan pandangan saya tentang serinen saya ini, bahwa siapapun yang mengatakan bahwa serinen saya ini antek USA dan Yahudi menurut saya sebuah tuduhan yang tidak bisa dibenarkan. Dalam berbagai tulisannya bahkan ia seringkali mengatakan bahwa ia rindu dengan pengaruh Islam di Gayo seperti halnya ia bangga dengan mengatakan ia adalah cucu dari dari seorang Tengku, bahkan ia juga mengatakan bahwa ia terinspirasi dengan Kakeknya tersebut. Lebih membanggakan lagi ia seringkali mengucapkan arti dari namanya. Win Wan Nur merupakan bahasa Gayo yang kalau diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah seorang anak laki-laki yang selalu dalam cahaya, tentunya cahaya Allah, selalu dalam penerangan hatinya. Siapapun yang memfitnahnya saya kurang setuju, karena memang Serinen saya itu sampai sekarang hanya manusia biasa yang selalu mencoba memberikan yang terbaik buat keluarganya.
Ketika Bang Win Wan Nur mengungkapkan kata ‘antek Yahudi dan USA’, maka saya teringat kembali dengan konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia ini, ntah itu di Afganisthan, Palestin, Iraq, Khasmir, Chencya bahkan di Moro, semuanya kerap kali mengatakan hal yang demikian.
Iraq yang merupakan Negara merdeka yang kemudian dilalap oleh USA dengan alasan pembohongan public yang sampai saat ini tidak terbukti, Saddam Hussein mempunyai senjata pemusnah missal, telah menghancurkan kemerdekaan bangsa tersebut. Konflik di Afganisthan, dengan Talibannya dan Usamah Bin Ladennya yang dahulu merupakan sekutu dekat CIA ketika masa perang dingin melawan Uni Soviet juga keluar kata-kata tersebut. Khasmir, sebuah daerah perebutan antara Pakistan dan India juga tidak terlepas dari kata-kata tersebut. Terlebih lagi Palestin, bagi HAMAS siapapun yang menyetujui perang yang dilakukan oleh Israel ke Gaza juga dikatakan dengan kata-kata tersebut.
Sungguh, kembali kata-kata tersebut kembali dijadikan sebuah icon perjuangan untuk mereka yang merasa ditindas dan tidak dihargai,utamanya kaum muslimin yang ada pada daerah konflik, kecuali GAM tentunya yang malah berulang kali meminta bantuan kepada Uni Eropa dan USA.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS), merupakan sebuah partai yang terlahir terinspirasi dengan Gerakan Ikhwanul Muslim, dengan tokohnya Hasan Al Banna, yang juga merupakan sebuah gerakan yang melahirkan HAMAS di Palestina. Gerakan Ihkwanul Muslim ini kini sudah di larang oleh Mesir karena gerakan ini dianggap terlalu fundamental, terlalu agresif gerakannya. Ini Juga lah yang menyebabkan Mesir terlihat seperti takut dengan HAMAS, karena berpengaruh kepada kepentingan dalam negeri mereka, pengaruh dari Gerakan Ikhwanul Muslim. Belum lagi dengan tekanan-tekana yang diberikan oleh USA dan Israel itu sendiri. Dampaknya adalah Rafah yang terus ditutup.
Secara politis di Indonesia terdapat 2 pertempuran, yaitu pertempuran antara Nasionalisme dan Islam. Ini dapat dilihat dari banyak contoh bagaimana Nasionalisme dan Islam selalu bersiteru, ketika Pemilihan Gubernur DKI ada persiteruan antara PKS dengan gabungan partai-partai lain yang ada di Indonesia, hasilnya pun sungguh mencengangkan karena ternyata gabungan dari partai-partai besar itu hanya mengalahkan PKS dengan perbandingan 60:40, sebuah angka yang menurut saya sudah menunjukkan betapa kuatnya PKS di DKI Jakarta. Atau ketika PKS berhasil memenangkan Pilkada di Jawa Barat, Sumatera Utara dan daerah besar lainnya. Semuanya menunjukkan bahwa PKS ternyata mampu meraih dukungan dan simpati dengan segala kelebihan dan kekurangannya baik dari kalangan nasionalis maupun kalangan Islam sendiri.
Perlu juga diingat bahwa Indonesia berhasil meredam fundamentalis Islam adalah karena Negara ini telah memperbolehkan wadah mereka untuk beroganisasi, Negara ini menghormati gerakan Islam tersebut, Negara ini mengembangkan sikap saling menghormati, walau tentunya ini tidak bisa memuaskan semua pihak. Saya pernah menonton sebuah film tentang dunia intelijen yang berjudul ‘Body of Lies’, sungguh sebuah film yang amat menarik. Film ini mencoba mengangkat permasalahan intelijen Amerika dengan Negara-negara Arab, memperlihatkan bahwa fundamentalis itu bila dilawan dengan kekerasan hanya akan menyebabkan kehancuran, namun bila dilakukan dengan pendekatan dan memegang pimpinan mereka atau dengan memberikan ruang gerak kepada mereka maka ketika anda memegang ekornya anda dapat mengendalikan kepalanya.
Walau demikian pada kalangan fundamental itu sendiri ada bagian yang amat keras yang didiskripsikan dengan Al Qoida saat ini, Taliban, HAMAS yang sama sekali tidak mau tunduk kepada KUFFAR USA dan YAHUDI, sepertinya mereka masih belum bisa memegang ekornya.
Aceh juga demikian, dalam perang Tjumbok terlihat bagaimana antara Tengku yang pada waktu itu juga dikatakan Wahabi, dengan Uleebaleng atau Penguasa/Pengusaha. Gerakan Wahabi di Aceh sebenarnya merupakan inti dari Islam di Aceh sejak zaman dahulu, karena Aceh itu sebenarnya merupakan gerakan Wahabi. Dalam Kesultanan Aceh yang bukan Islam itu akan dipaksa menjadi Islam atau dibunuh. Ini bahkan terjadi dalam Kesultanan Aceh terdahulu, bahkan ada seorang Belanda dalam buku Dennis Lombert yang dikatakan oleh orang Aceh dipaksa memeluk Islam atau kalau tidak ia akan dibunuh. Namun Belanda ini ternyata mempunyai hati yang keras sehingga ia menolak dan siap dihukum mati. Oleh Sultan Aceh kemudian ia tidak jadi dihukum mati, namun ia dilontarkan ke lautan luas agar dimakan oleh Ikan. Inilah Islam di Aceh, memang sudah sejak dahulunya Wahabi, sehingga seringkali dikatakan Islam di Aceh dan Padang amat kuat dipegang teguh oleh orang-orangnya.
Kalau kita kembali ke Gayo terkadang adat istiadat itu melebihi Agama Islam, hal ini bisa dilihat dari adat istiadat mengatakan bahwa tidak boleh menikah dengan satu kampong atau akan diparak, adat istiadat melarang pernikahan antara sesupu atau diparak, belum lagi yang lainnya, setiap hukum yang diterapkan terkadang melebihi hukum Islam. Inilah yang dikatakan bahwa memang dasar Islam di Aceh itu adalah Wahabi. Inilah kenyataan yang memang harus diterima bahwa sejak dahulu Islam Wahabi itu merupakan bagian dari perkembangan Islam di Aceh, dan ini pulalah yang menyebabkan Aceh menjadi sukar untuk ditaklukkan dan berhasil mempertahankan kekuasaannya.
Beralih ke PKS atau singkatan dari Partai Keadilan Sejahtera, partai ini lahir dari intelektual muda Islam yang menginginkan agar Islam dapat dilakukan secara kaffah, Islam dijadikan sebagai satu-satunya ideology mereka yang memeluk muslim. Sebuah partai yang menggunakan metode dengan Gerakan Ikhwanul Muslim. Kemarin saya sempat membaca pada salah satu majalah popular dengan Judul ‘PKS Partai Pragmatisme’, yang ditulis oleh seorang akademisi yang membuat desertasinya tentang perkembangan PKS.
Ada yang menarik hati saya dalam artikel tersebut, artikel tersebut mencoba untuk menggambarkan perubahan-perubahan yang terjadi pada PKS. Menurut penulis tersebut PKS yang dahulunya bernama Partai Keadilan telah berubah menjadi partai yang pragmatis, sebuah partai yang mencoba pragmatis bagi kepentingannya. Menurutnya ini dapat terlihat dalam pengambilan keputusan, ketika dahulu pendukung PKS ini menggunakan metode musyawarah dari sebagian pentolannya saja, namun sekarang pengambilan keputusannya berdasarkan pemungutan suara terbanyak dari masing-masing DPD, bahkan mereka juga sudah menggunakan teknik pengembangan organisasi yang modern. Jadi ketika dahulu mereka menggunakan system liqo’ yang tertutup, sekarang ini bersifat lebih modern pertemuannya yang terkadang sudah kurang memperhatikan lagi tentang hijab atau pemisahan laki-laki dan perampuan secara keras. Untuk kemitraan mereka juga sudah melakukan perubahan, jika mereka dahulu menginginkan kerjsama hanya dengan partai yang berideologi Islam, sekarang mereka lebih fleksibel dalam melakukan kerjasama dengan partai-partai nasionalis asalkan mempunyai kepentingan yang sama. Hal-hal inilah yang menyebabkan penulis ini menyebut bahwa PKS sudah menjadi partai Pragmatis, walau dalam uraiannya ia menyebutkan bahwa ini dimungkinkan karena lingkungan yang kondusif di Indonesia, namun apabila mereka ditekan maka ada kemungkinan wajah mereka yang lama atau fundamentalisnya akan kembali keluar. Memang pengaruh demokrasi sekarang sedang pacaran dengan PKS, PKS sekarang mencoba mengikuti Partai Keadilan di Turki, HAMAS di Palestina, HIzbullah di Lebanon dan lain sebagainya. Upaya mereka adalah sekarang bagaimana berdawah untuk mengambil dukunga suara terbanyak sebagai upaya menegakkan Islam di NKRI.
Fanatisme dalam Islam merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan, Islam memang harus menjadi fanatis, Islam sesungguhnya mengajarkan kita untuk kaffah, Islam selalu mengatakan bahwa yang benar itu benar dan yang salah itu salah, tidak ada daerah abu-abu sesungguhnya bagi seorang muslim. Namun, Islam juga mengajarkan bahwa lakukanlah apa yang diajarkan oleh Islam semampu kamu dan sepengetahuan kamu dengan tidak merendahkan Islam itu sendiri. Islam juga mengajarkan bahwa setiap perbuatan akan mendapatkan balasannya berupa pahala dan dosa yang akan berimplikasi kepada hukuman syurga dan neraka. Filosofi-filosofi Islam ini menyebabkan seorang muslim bisa berdiri dimanapun dengan keyakinannya, ia bisa berdiri di daerah konflik, ia bisa berdiri di kalangan perkotaan dan borjuis, ia bisa berdiri dikalangan papa dan fakir bahkan ia bisa berdiri di kalangan penjahat sekalipun. Inilah Islam, karena menurut Allah hanya ia lah yang berhak nengatakan seseorang itu beriman kepadanya atau tidak. Dan untuk menyatukan keberagaman pemahaman tentang Islam tersebut kemudian dikatakan bahwa Ukhuwah Islamiyah, setiap muslim adalah saudara, ketika ada perselisihan antara 2 golongan muslim maka damaikanlah mereka, berlemahlembutlah kamu kepada saudara seimanmu dan berkeraslah kepada ahli kita, dan masih banyak lagi yang kesemuanya ingin menyatukan sesama muslim.
Serinen, orang yang selalu dalam cahaya Allah, tulisan-tulisan Bang Win Wan Nur biasanya selalu memperlihatkan sebuah perdamaian, memberikan pencerahan diantara perbedaan, akhir-akhir ini terlihat semakin mengusik hati yang membacanya, jujur saja Serinenmu ini pada awalnya terinspirasi dengan gaya penulisan anda, bahkan setiap kali ingin membalas tulisan Bang Win Wan Nur maka serinenmu ini selalu mencoba untuk mengikuti gayanya. Karena ada keunikan ditulisan anda, ada sebuah upaya untuk mempermainkan pemikiran orang-orang yang membacanya, dan ketika membacanya sepertinya mudah diingat.
Akhirnya saya hanya bisa berujar, perpecahan dalam setiap orang yang mengucapkan syahadat adalah KEBODOHAN dan KERUGIAN dan KEDZHALIMAN, perpecahan Muslim hanya akan membuat Yahudi dan Kuffat tertawa, ketidakaman di Aceh juga hanya akan membawa semua generasi kita kedalam tekanan yang kita tidak semua menginginkan karena hanya akan menimbulkan pembodohan.
Marilah kita tegakkan Ukhuwah Islamiyah kita, kita hormati ketika muslim itu sudah tinggi tingkat keimanannya sehingga pada akhir zaman dikatakan sebagai orang aneh kembali, atau ketika muslim yang tingkatan keimananya masih setengah-setengah antara hubbun dunia dan hubbun akhirat sehingga mengikuti pola hidup sedsuai hatinya dan zamannya, atau muslim tingkat keimanannya masih hubbun dunia yang terkadang melupakan akhirat dan tersadar ketika ia dalam kesusahan, atau kepada muslim tanpa ada keimanan karena muslim karena keluar dari rahim wanita muslim. Karena sekarang ini adalah sosok dari Islam di dunia. Wallahu’alam bishowab.
Berijin.
Kosasih Bakar
www.cossalabuaceh.blogspot.com
Aceh merupakan sebuah wilayah yang begitu dihormati sejak adanya Raja-raja Eropa dahulu kala, namun semuanya menjadi hancur ketika segelintir orang Aceh mencanangkan sebuah peperangan yang membawa rakyat Aceh kedalam kebodohan dan dendam.
21 Januari 2009
Palestin, PKS, Aceh dan Umat Islam
Postingan Win Wan Nur
Belakangan ini semua milis yang kuikuti, seluruhnya mengharu biru masalah Isra'el dan Palestina. Terus terang hatiku trenyuh dan sedih melihat darah yang tertumpah di tanah turunnya para nabi itu. Melihat anak-anak dan perempuan kesakitan meregang nyawa. Melihat adegan seperti itu aku seolah merasakan rasa sakit mereka itu bagaikan rasa sakit di tubuhku sendiri.
Rasa sakit yang mereka rasakan, aku rasakan sama seperti rasa sakit ketika aku membayangkan tubuh saudara-saudaraku mulai orang tua sampai anak-anak di di Waq, Jamur Atu atau Menderek meregang nyawa. Bedanya saat itu kematian saudara-saudaraku itu tidak ditanggapi dengan mengharu biru oleh dunia. Jangankan dunia, bahkan sesama saudara sesukunya sajapun kematian mereka dipersetankan asal bisa mendirikan ALA.
Pada acara penggalangan dana, sedikit uang berlebihpun dengan ikhlas aku sisihkan. Tapi apa yang membuatku merasa miris soal Palestina ini adalah reaksi kita umat Islam sedunia. Dari masa ketika pertama kalinya pesawat televisi ada di kota kelahiranku di Takengen di akhir tahun 70-an dulu. Yang kusaksikan di TV, melalui siaran Warta Berita waktu itu. Selalu masalah perang antara Isra'el dan Palestina melulu.
Kemudian ada jeda beberapa tahun, lalu perang kembali berulang. Setiap kali perang terjadi, yang menjadi korban paling banyak selalu orang Arab dan orang Palestina. Setiap perang terjadi, seluruh dunia kecuali Amerika mengutuki Israel. Umat Islam di seluruh dunia menangis, melaknati Israel dan berdo'a untuk keselamatan orang Palestina. Selanjutnya yang dilakukan umat Islam apa?...melakukan penggalangan dana, selanjutnya?...tidak ada...hanya itu saja!.
Dulu saat di akhir tujuh puluhan itu, aku masih belum bersekolah, orang tuaku mengutuki Isra'el dan mendo'akan keselamatan Palestina. Sampai hari ini ketika aku sudah menjadi bapak dengan anak yang umurnya sama denganku di akhir tahun 70-an dulu. Ketika konflik Israel-Palestina kembali berkecamuk. Yang dilakukan para orang tua Islam sekarangpun sama seperti yang dilakukan orang tuaku dulu. Melaknati Israel dan berdo'a untuk Palestina.
Pada masa itu, Korea Selatan masih setara dengan kita, Cina masih bangsa semenjana.
Tapi dalam kurun waktu yang hampir tiga puluh tahun itu. Korea Selatan sekarang telah bermetamorfosis, berubah menjadi negara yang memiliki kemampuan setara dengan bangsa maju di Eropa. Cina telah menjadi naga baru dunia yang dengan kekuatannya bahkan Amerikapun bergetar dibuatnya.
Dan kita?... Setelah hampir tiga puluh tahun kemudian. Kita jadi apa?...Ketika saya sudah menjadi bapak. Saat terjadi konflik antara Israel dan Palestina, saat melihat di TV Israel membantai anak-anak dan perempuan Palestina. Bantuan apa yang bisa kita lakukan pada saudara-saudara kita yang meregang nyawa nun jauh di sana?...sama seperti para orang tua kita dulu, sekarangpun hal terbaik yang mampu kita berikan masih tetap merintih dan berdo'a. Dengan tambahan variasi omong kosong perjuangan baru yang terlihat gaya, seksi dan heroik...Boikot Produk Israel dan Amerika.
Anehnya seruan boikot ini yang banyak diserukan oleh PKS Partai berbasis Islam yang kini cukup berkuasa hanya pada produk-produk semacam Mc Donald, Levi's, Chevrolet atau Coca Cola yang memang terbatas sekali orang Islam yang mengkonsumsinya. Dan lagi pula di perusahaan-perusahaan yang sudah Go Internasional semacam itu sahamnyapun sudah tidak murni milik orang Israel dan Amerika lagi, sudah bercampur-campur dengan milik orang dari bermacam negara termasuk orang Arab dan Indonesia.
Dalam hati aku kadang bertanya. Kalau memang mereka mau serius memboikot produk Amerika. Kenapa pula mereka perlu repot mengerahkan massa dan menganjurkan kita dan juga mereka yang memakai perangkat Windows, intel, IBM, Apple dan sejenisnya untuk membaca dan mempublikasikan seruan boikot mereka. Padahal PKS yang punya kekukatan signifikan di parlemen bahkan punya ketua MPR yang merupakan anggotanya sama sekali tidak perlu mengerahkan massa ke jalan. Mereka cukup mendesak pemerintahan SBY-Kalla untuk menghentikan impor Gandum dan Kedelai yang memang jelas PRODUK AMERIKA dan pasti!... Kalau itu kita lakukan, Amerika akan cukup terpukul karena kita, negara yang berpenduduk Islam terbesar di dunia ini adalah salah satu pasar terbesar produk pertanian mereka.
Kalau boikot yang dianjurkan PKS itu benar terjadi, dalam beberapa hari saja, tempe, tahu, kecap, mie instan sampai ongol-ongol dan bakwan akan menghilang dari semua pasar tradisional kita.
Dan setelah itu tinggal kita yang balik mendemo Hidayat Nurwahid, Tifatul Sembiring dan petinggi-petinggi PKS lainnya. Kita minta tanggung jawab mereka untuk memberi makan anak-anak Aa Asep penjual Tahu Sumedang, Uda Ali penjual Sate Padang, Cak Tolib penjual Soto Madura, Lik Warno Penjual Bakso Wonogiri, Bang Lah, Bang Amat dan Bang Razali, Penjual Martabak dan Mie Aceh di warung-warung pinggir jalan mulai dari Lam Teumen, Ulee Kareng sampai Darussalam.
Sering aku bayangkan, andai dulu kita seperti Cina membangun kekuatan dengan benar. Pemimpin dan pejabat kita tidak hanya bisa menghabiskan uang negara untuk kroni, kerabat dan handai tolan. Andai masa itu kita yang menjadi rakyat juga kritis dan tidak hanya manut apa kata tuan. Andaikan tiga puluh tahun yang lalu orang tuaku dan para orang tua lain dari anak-anak segenerasiku mau memacu diri. Menempuh segala upaya menaikkan taraf ekonomi agar kami anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang mumpuni. Bukan cuma pendidikan sampah model menghapal dan menjejali kepala kami dengan sejarah palsu karangan penguasa negeri. Supaya dengan penduduk sebanyak ini negara kita bisa memiliki sumber daya manusia melimpah dengan orang-orang sekaliber Habibi.
Kalau itu benar terjadi, bukan hanya mungkin, tapi pasti hari ini kita negeri yang begitu kaya dengan sumber daya alam ini sekarang sudah melebihi Cina. Punya roket, punya program ruang angkasa dan juga nuklir yang pasti membuat jeri Amerika dan sekutu-sekutunya.
Kalaulah khayalanku itu nyata adanya. Aku tidak bisa membayangkan Israel akan seberani sekarang. Ketika mereka mengetahui kenyataan bahwa jauh di sini, ada sebuah negeri yang penduduknya 240 Juta yang lebih dari 200 Juta diantaranya adalah pemeluk Islam yang secara konsisten dari dulu mendukung perjuangan rakyat Palestina. Sebuah negara berpenduduk 240 Juta mayoritas Islam yang punya roket, punya program ruang angkasa dan yang juga nuklir dan yang terpenting memiliki kekuatan ekonomi yang mampu mengguncang dunia. Tidak akan mampu ditandingi oleh Yahudi yang bukan hanya di Israel bahkan di seluruh planet inipun populasi totalnya hanya 14 juta saja!
Tapi itu semua tentu hanya khayalanku saja, karena yang terjadi benar-benar sebaliknya. Kita adalah sekumpulan para pecundang yang setiap menghadapi masalah hanya bisa menemukan alasan. Bukan introspeksi apalagi solusi yang tepat sasaran. Sehingga dalam kurun waktu satu generasi itu bukannya kita makin disegani, malah dalam hubungan dan pergaulan Internasional kita makin terpinggirkan.
Seperti orang tua generasiku dulu. Ketika di TV anak-anak dan perempuan Palestina dibantai Israel, kesakitan meregang nyawa. Orang tua zaman sekarangpun hanya bisa melolong-lolong minta tolong kepada Tuhan. Meskipun mereka tahu persis kalau dalam kasus Israel-Palestina ini. Tuhan yang dimintai tolong tidak akan pernah memberikan bantuan secara instan. Seperti mengirimkan burung ababil yang menghancurkan tentara gajah atau seperti Nabi Musa yang membelah lautan. Tapi apa boleh buat memang hanya itu yang bisa mereka lakukan.
Seperti orang tua kami dulu, kami yang sekarang sudah menjadi orang tuapun sama. Tidak mau memacu diri. Menempuh segala upaya menaikkan taraf ekonomi agar anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang mumpuni. Agar tiga puluh tahun ke depan nanti anak-anak yang tumbuh sekarang ini mampu bertarung satu lawan satu dengan orang yang berasal dari negeri manapun di planet ini. Agar suatu saat, ketika Presiden Amerika datang ke sini. Kita bisa bilang padanya dengan bahasa Melayu logat Simalungun, Hey mister...kami orang Islam, jangan macam-macam pulak kau sama kami!. Agar anak-anak kami tidak seperti generasi kami yang bermoral 'SELANGKANGAN' yang dimana-mana menjadi pecundang. Yang bahkan oleh sesama Melayupun dilecehkan dan dikatai 'Indon' saat kita berkunjung ke negara mereka.
Makanya sekarang darahku serasa mendidih, saat aku yang sedang berkonsentrasi mempersiapkan generasi penggantiku agar tidak menjadi pecundang seperti generasi bapaknya, tapi saat itupun aku masih bisa menyisihkan sedikit uang untuk saudara yang menderita di Palestina. Seorang saudara yang biasanya mempersetankan orang Gayo dibunuh di sebelah rumah kakeknya. Berani melarangku untuk berbahagia menyaksikan generasi penggantiku sedang dalam proses tumbuh yang nantinya akan jauh melebihi bapaknya.
Darahku semakin panas mendidih ketika aku, orang Gayo yang Islam yang dari semua garis keturununannya yang bisa ditelusuri dengan sejarah semuanya adalah pemeluk Islam yang muyang dan seluruh rakyatnya habis dibantai Van Daalen di Rema Blang Kejeren sana. Hanya karena belakangan ini dalam tulisan-tulisanku aku jarang menyinggung masalah Palestina, oleh Bagudung simpatisan PKS yang tidak tahu apa-apa aku dikatakan sebagai penyambung lidah Israel dan tidak punya simpati pada rakyat Palestina. Si Bagudung yang sama ini dengan yakinnya pula mengatakan seperti yakinnya 1+1 =2 bahwa aku dibayar agen-agen Israel untuk menulis di Blog, di Milis dan berbagai media online lainnya.
Kalaulah saja si anak PKS pengecut itu tidak memakai nama samaran dalam menulis postingannya, dan kalau saja dia berani secara jantan menunjukkan wajah di facebook. Akan kucari dia ke lobang tikus manapun bersembunyinya dan jangan sebut Win Wan Nur ini orang Gayo kalau belum kupisahkan bagian tubuh dan kepalanya.
Aku juga tidak tahu harus sedih atau tertawa ketika si saudara Gayo yang sama, yang biasanya dalam setiap tulisannya hanya menganggap orang Aceh yang juga Islam yang hidup di samping rumahnya yang karena suka memprotes ketidak adilan negaranya, nyawanya sah-sah saja dicabut oleh aparat negaranya. Kini malah menasehatiku tentang perlunya menangis dan berdo'a untuk Palestina.
Tapi meskipun sangat jengkel dan marah, sebagai orang Gayo yang beradab dan tidak menyukai berkonflik dengan orang Gayo lainnya. Aku membalas dengan lembut dan berterima kasih atas nasehatnya.
Padahal dalam hati sebenarnya aku ingin berkata dengan logat melayu terburuk yang aku bisa : KAU SUMBAT SAJALAH MULUT BAU KAU ITU LAE...BAGUSAN KAU SIKAT-SIKAT GIGI BABIMU DI KANDANGNYA SANA!.
Wassalam
Win Wan Nur
www.winwannur.blogspot.com
Ulasan Kosasih Bakar
Cerita Palestin sekarang memang amat mengharubirukan, bahkan dengan cerita ini banyak digunakan oleh berbagai gerakan di dunia ini termasuk Gerakan Aceh Merdeka atau GAM atau gerakan lainnya sebagai contoh bagaimana kebiadaban seorang yang kuat menghakimi yang lemah. Peristiwa Palestina ini dijadikan kembali sebagai sebuah icon bagaimana yang kuat menghancurkan yang lemah.
Sudah 1300 orang yang sepertiganya adalah anak-anak menjadi korban ketidakadilan yang lemah dihancurkan yang kuat, kekuatan militer nomor 3 dunia meluluhlantakkan gaza, sebuah daerah yang bisa dianggap kumuh dan suidah lebih 1,5 tahun di blockade oleh zionis. Pemandangan yang terlihat adalah seperti halnya yang pernah terjadi di Bosnia Herzegovina yang sudah sering terlupakan, bahkan ini merupakan kejadian ulangan ketika Israil pertama kali menginvasi Palestina. Pertanyaan besarnya adalah untuk apa ini semua ? Hanya untuk mendapatkan ‘tanah yang telah dijanjikan’ sesuai dengan kitab suci dan kepercayaan mereka. Berbekal itu semua dihalalkan, berbekal itu semua disetankan. Sungguh ini merupakan perbuatan yang diluar kemanusiaan.
Darah, airmata, tangisan, teriakan, rasa sesal, dendam, terintimidasi, ketidakadilan, marah semua bercampur baur di Gaza saat itu, seperti halnya pada daerah konflik lainnya. Namun nyatanya ini ternyata menjadi lebih biadan karena mereka menggunakan banyak senjata terbaru, Gaza dijadikan sebagai bahan uji coba senjata kimia. Yang menjadi perang ini menjadi suci adalah bahwa musunya adalah KUFFAR, Zionis, Laknatullah Yahudi. Yang menjadi perang ini berarti adalah slogan-slogan Jihad berkumandang dengan memekikkan Allahu Akbar kepada musuh yang telah menyembah dinding itu, yang telah menganggap dirinya sebagai makhluk paling sempurna dan makhluk lainnya adalah hina.
Sesungguhnya yang menarik saat ini adalah bagaimana Yahudi telah memperlihkan bagaimana lemahnya kesatuan dari Arab, bagaimana pertunjukkan ini memperlihatkan bahwa HAMAS dihancurkan sebagai kelompok orang bukan sebagai Negara. Buktinya pernahkan kita mendengar militer Paletina membantu saudaranya di Gaza, tidak. Semuanya memperlihatkan bahwa Presiden Palestina sepertinya seolah-olah merestui dengan hati yang tertekan untuk pembantaian di Gaza. Tentunya ini berimplikasi kepada dunia, ketika Presiden Palestina seolah-olah diam saja dan tertekan dunia kebingungan kemana mereka harus mengatasi permasalahan ini kepada HAMAS atau kepada Presiden Palestina yang diketahui sampai saat ini dalam konflik yang berkepanjangan. Bahkan Negara Arab pun kemudian menjadi bingung kemana harus memberikan bantuan kepada Presiden Palestina yang dikatakan sudah habis masa jabatannya atau langsung kepada HAMAS yang dianggap teroris oleh USA dan Israel. Dapat dilihat bagaimana Yahudi telah berhasil memecahbelah umat Islam di dunia ini.
Ketika dikatakan mengapa Islam menjadi rendah seperti sekarang ini jelas permasalahannya adalah karena kita tidak bersatu, kita mudah dipecahbelah, seperti halnya GAM dan NKRI, sesama muslim yang bertarung ternyata hanya berakibat kemunduran pada Aceh dan NKRI dapat dianggap sebagai sebuah Negara yang telah melanggar HAM dan berdampak kepada banyak perjanjian internasional. Jadi adalah hal yang wajar ketika sebagian muslim beranggapan bahwa ada permainan Yahudi di GAM hanya untuk membuat wajah dari NKRI sebagai Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia turun kredibilitasnya dan selalu dalam konflik.
Bahkan yang ironisnya bukan saja Aceh di NKRI banyak perpecahan dilakukan, Timur-Timur, Poso, Ambon, Papua, semuanya berindikasikan kepada memang NKRI ini ingin dihancurkan dengan sedemikian rupa hingga akhirnya terbelah dan hancur menjadi kekuatan-kekautan kecil yang secara geopolitics akan mudah dihancurkan. Sudah waktunya kita bersatu padu dengan mengatasnamakan Islam seperti yang dikatakan oleh Daud Beureuh bagaimana Aceh dapat menegakkan syariat Islam seperti berabad-abad sudah dilaksanakan.
Tapi jangan samakan Indonesia dengan China, amat jauh perbedaannya. China bisa besar seperti sekarang ini karena ia berhasil dengan system komunisnya, ia berhasil membuat upah buruh lebih murah, ia berhasil membuat Negara lebih berkuasa daripada rakyat, tidak ada yang namanya demokrasi dalam berpolitik disana. Dengan kebijakan seperti ini tentunya semuanya akan lebih mudah dilakukan, karena Negara berkuasa penuh. Pertanyaannya apakah system seperti ini akan diterapkan di NKRI atau Aceh ? Rasanya tidak mungkin, sejarah telah membuktikan bahwa penghabisan komunis sampai akar-akarnya telah menjadi sebuah keputusan bangsa ini. Terlebih lagi bagi Aceh, yang Agama merupakan hidup mati mereka, kehormatan mereka. Namun, implikasi dari system ini adalah bahwa Negara harus mampu untuk mengatasi setiap gejolak yang ada di masyarakatnya, menurut saya ini mirip dengan pola era Orde Baru zaman Soeharto yang ternyata juga tidak cocok dengan kultur kita.
Atau Indonesia dengan Korea Selatan, perekonomian di Korea Selatan itu didukugn sejak awal oleh IMF, seperti halnya dengan Singapura, Bang Win Wan Nur jangan pernah lupa bahwa perseteruan antara Islam dengan non Islam itu akan selalu ada dalam hati setiap manusia, hanya tinggal bagaimana kita mensikapinya. Ketika Islam berkuasa maka kebebasan agama terjamin, namun ketika Zionis berkuasa maka hasilnya seperti dunia kita sekarang ini.
Soekarno dan Soeharto serta pemimpin lainnya mempunyai kesalahan-kesalahan , tidak hanya Aceh saja yang menderita akan tetapi Acehlah yang paling panjang konfliknya. Akibatnya dalah penurunan kualitas SDM dari rakyat Aceh juga habisnya SDA Aceh dibawa serta oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Siapapun sudah barang tentu tidak akan merestui perbuatan-perbuatan ini yang tidak hanya dilakukan oleh TNI akan tetapi juga oleh GAM. Seorang Win Wan Nur mengatakan bahwa nenek muyangnya telah dibunuh oleh Belanda hitam atau seorang Kosasih Ali Abu Bakar yang mengatakan bahwa kakeknya sudah dibunuh oleh DI/TII dan masih banyak yang lain kiranya hanya membuat darah kita menjadi naik karena dendam kesumat tersebut.
Sekarang sudah jelas tidak ada bedanya Hasan Tiro dengan Soeharto dan Soekarno, mereka semua rela mengorbankan Rakyat Aceh hanya untuk ambisi sesatnya dan orang-orang seperti saya dan Win Wan Nur yang kini menjadi korban. Korban dendam yang seharusnya tidak terjadi bila pemimpin-pemimpin itu lebih mendahulukan persaudaraan sesama muslim di dalam hatinya, seperti juga halnya dengan HAMAS dan FATAH. Inilah kesalahan kita mau dipecahbelah, sebagai bayangan kepada kita semua yang membuat NKRI ini mudah di jajah adalah karena orang-orangnya mudah dipecah belah. Kalau dipikir Belanda itu jaraknya amat jauh dari NKRI, militernya juga tidak sebanyak penduduk di Indonesia, tapi semua itu menjadi mudah karena bangsa ini mudah dipecah belah, bangsa ini mudah diadudomba.
Saya pada awalnya amat senang berdiskusi dengan saudara ku Gayo, tetapi akhirnya terlihatlah siapa dia sebenarnya, keluarnya kata-kata kotor itu telah mengindikasikan siapa dia sesungguhnya, menurut saya ucapan seperti ini tidal layak diucapkan oleh seorang Pemimpin terlebih lagi orang Gayo. Bahkan dengan orang yang penuh dendam seperti ini karena korban konfli ini, dimana ada kemungkinan ada gangguan pada kejiwaannya perlu ada sebuah terapi khusus, perlu ada sebuah uji coba khusus sebelum ia dipercayakan dapat memimpin negeri Gayo yang penuh denganorang Jawa, Gayo dan Aceh, bukan dengan orang yang penuh dendam.
Gayo saat ini bukan milik GAM, sudah bukan zamannya lagi menggunakan intimidasi dan menggunakan kekerasan, seperti halnya saudaraku Gayo yang mengatakan bahwa ia menginginkan menciptakan anak-anaknya melebihi ayahnya, sudah tentu bukan cara intimidasi atau kembali ke dalam daerah konflik. Saya sebenarnya merasa tidak adil ketika pimpinan-pimpinan GAM lari ke Luar Negeri seperti Hasan Tiro dan kawan-kawan, mereka membiarkan anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang terbaik tapi mereka selalu menggosok-gosok agar Aceh selalu dalam konflik selama tidak merdeka. Sungguh kita telah termakan dengan ambisi yang amat sangat tidak baik tersebut.
Saya rasa saudara Gayo saya itu tidak menginginkan anaknya tahu bahwa ayahnya ternyata amat pandai mengeluarkan kata-kata sumpah serapah, atau ketika anaknya tahu bahwa bagi ayahnya masa depan itu adalah hantu, atau ketika anaknya tahu ketika ayahya marah maka semua tidak diperdulikannya yang terpenting hilang semua kesal dan marahnya tanpa peduli dengan akibatnya, atau ketika anaknya tahu bahwa ayahnya ternyata malu dengan masa lalunya. Tapi saya tahu itu hanyalah amarahnya sesaat saja karena sepertinya terlalu mendiskreditkan dirinya, walau mungkin dalam hati dari saudara Gayonya tersebut sama sekali tidak ada niat sedemikian tersebut.
Menurut saya diskusi yang sudah terbangun saat ini sudah amat bagus, dimana tidak ada kata sumpah serapah sesakit apapun, kami orang Gayo yang berhati lembut tahu betul dengan santunnya kata-kata kami sesungguhnya telah menorehkan luka, namun dengan kata-kata kasar sesungguhnya hanya membuat kami tertawa, tentunya Bang Win Wan Nur sudah sangat paham dengan bahasa kami itu. Hal inilah yang membuat saya tertawa bahwa ternyata Bang Win Wan Nur ternyata pandai juga mengeluarkan kata-kata yang kasar yang ternyata bukan membuat hati kita sakit tapi malah tertawa terbahak-bahak bahwa lawan diskusi kita sudah mulai kehilangan akal dan hujjahnya.
Yang menarik lagi adalah ketika Bang Win Wan Nur mengancam PKS dengan segala kejantanannya, ini semakin membuat saya yakin mungkin ia telah kehilangan akalnya, sebagai seorang aktivis tentu ia sadar betul bagaimana kejamnya dunia ini sampai-sampai ia katakana bahwa ia hampir mati pada tahun 2006, saya yakin betul Bang Win Wan Nur sudah tahu betul bahwa segala macam intimidasi tidak akan berpengaruh kepada jalannya perjuangannya.
Saya akan menceritakan sedikit tentang PKS, kebetulan saya punya teman dari PKS dari yang paling kaffah sampai yang paling moderat sekalipun. Bagi mereka Bang Win Wan Nur, tidak akan pernah takut dengan ancaman seperti itu, diantara mereka bahkan ada yang lulusan Afganisthan, Poso, Ambon, mereka tidak pernah lari dari perangnya. Yang membuat mereka terpecah adalah ketika mereka dipaksa harus membunuh sesama muslim, mereka terpecah karena tidak menginginkan hal tersebut. Bagi mereka tidak ada yang namanya Gayo atau Aceh atau Jawa semua sama. Oh ya, saya bukan PKS, saya juga ada beberapa yang tidak setuju dengan cara pikir mereka, tapi saya tidak membenci mereka, bahkan menurut saya Partai inilah yang seharusnya menguasai Aceh atau Partai Tengku dalam sebutan saya.
Tentunya Bang Win Wan Nur juga mengetahui kisah perang Tjumbok di Aceh, perang antara Teuku dan Tengku, inilah yang saya takutkan terjadi di Aceh sekarang dengan terlalu mendiskreditkan PKS, yang hanya akan berujung kepada perpecahan kembali dan ujungnya adalah korban rakyat Aceh. Tentunya Bang Win Wan Nur juga sadar bahwa dengan kekerasan apapun orang Aceh, apalagi Gayo tidak bisa dipaksakan atau diancam terlebih lagi dengan mengatasnamakan Agama Islam, terlebih lagi anda sudah lama tinggal di Gayo, lama di Banda Aceh dan sekaran berdomisili di Bali.
Kemudian mengenai pertumpahan darah, saya sebagai orang Gayo merasa benci kepada GAM, tapi bukan berarti saya menghalalkan darah mereka untuk tumpah, salah besar itu. Kita semua perlu tahu bahwa karena GAM kita semua mundur, 30 tahun masa GAM adalah masa yang paling hina bagi kita, masa yang membuat Bang Win Wan Nur takut anaknya hidup seperti dirinya. Masa dimana kita selalu dalam tekanan dan intimidasi, masa dimana Bang Win Wan Nur tidak menginginkan anaknya tumbuh dengan keadaan demikian.
Ketika GAM melakukan MoU Helsinky maka semua tenang, jadi jelas bahwa yang melakukan ketidakamanan adalah GAM dan oknumnya. Sekarnag dikatakan GAM Gila Harta, dengan MoU Helsinky mereka hidup mewah tapi rakyat Aceh tetap dalam keadaan hina sampai saat ini, inikah keadilan itu ? Apapun alasannya berperang dengan sesama muslim adalah salah, apapun alasannya pengorbanan yang harus diberikan tidak setimpal dengan berujung kepada MoU Helsinky. Belum lagi kalau di bawa ke Gayo, rasanya Bang Win Wan Nur tahu betul bahwa akibat dari keduabelah pihak telah menjadi korban.
Sedangkan permasalahan ALA dan ABBAS rasanya tidak perlu saya bahas disini dengan Bang Win Wan Nur, sudah banyak kiranya pembahasan kita. Namun saya harus garis bawahi tentang pernyataan Bang Win Wan Nur yang mengatakan bahwa dengan ALA seolah-olah menghilangkan cerita tentang korban PERANG BODOH tersebut. Saya pribadi amat menyayangkan pernyataan ini, tapi mungkin karena Bang Win Wan Nur sedang emosi, karena menurut saya tidak ada hubungan sama sekali. Kalau masalah hukum ketika ada ALA atau tidak ada ALA bisa saja di tuntut.
Terlebih lagi dengan ucapan bahwa saya melegalkan setiap ketidaksamaan pemikiran untuk kemudian dicabut atau halal nyawanya, rasanya ini tidak adil karena saya tidak pernah mengatakan hal seperti itu. Dalam pembahasan saya terakhir tentang ALA saya hanya mengomentari bahwa Bang Win Wan Nur harus berpikir sebagai orang Gayo di Takengon bukan di Banda Aceh, dan adalah alasan yang dibuat-buat untuk kemudian mengatakan bahwa orang Gayo kemudian akan dibantai di Banda Aceh. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa di Iran sendiri hidup orang-orang Yahudi dengan aman, bahkan jumlahnya cukup banyak. Atau di USA yang terkenal dengan kebijakan anti Islamnya juga banyak kaum muslimin yang perkembangannya bahkan cenderung lebih pesat daripada agama lainnya. Dengan alasan ini bukan berarti saya lantas menghalalkan darah orang Gayo tumpah, menurut saya keliru besar pikiran Bang Win Wan Nur tersebut bila dilihat dari kenyataan yang ada di dunia seperti yang saya sebutkan.
Jujur saja ketika Bang Win Wan Nur menulis balasan ini saya hanya tertawa, karena kita sama, kita bukan orang yang gampang tunduk dengan ancaman atau intimidasi atau caci maki, kita orang GAYO. Bukan orang yang mudah terbawa arus, ketika saya katakana saya benci GAM maka pola pikir saya tidak akan mudah diubah seperti Bang Win Wan Nur mengatakan belum mendukung ALA.
Dari satu sisi saya merasa menang, karena akhirnya yang mulai terpancing adalah Bang Win Wan Nur, semua diskusi kita yang santun akhirnya harus berujung seperti ini, sekarang anda tidak ubahnya seperti teman-teman saya di mailing list IASCF yang mulai pandai mencaci maki. Tapi saya sadar itupun mungkin karena Bang Win Wan Nur sedang dalam emosi.
Terakhir, mengenai ucapan saya yang sepertinya menghalangi kebahagiaan Bang Win Wan Nur, saya ulangi saya tidak bermaksud sepertinya mendiskreditkan apa yang diungkapkan Bang Win Wan Nur, saya hanya mengingatkan bahwa waktunya belum tepat, kalau jawaban saya lantas dijawab dengan uraian dengan Yahudi tempo dulu dan sekarang, China, Korea Selatan, ALA, bahkan mengancam orang yang mengaku PKS, mencaci saya, saya hanya bisa berkata ‘Masya Allah’ dan Istigfar.
Saya juga tidak tahu, seperti ucapan Saudara saya juga yang mengatakan bahwa dengan melakukan dialog ini dengan Bang Win Wan Nur maka saya akan dikucilkan dari mailing list ini, dengan sikap saya ini. Saya katakana bahwa ketika seseorang itu memposting tentang dirinya di mailing list ini maka ia sudah siap persoalan dirinya untuk dikritisi orang banyak. Atau ketika ternyata saya tidak mendapat teman hanya gara-gara ini, saya juga tidak masalah, saya hanya mengatakan yang sebenarnya. Saya juga yakin orang Gayo akan semakin pintar.
Berijin.
Kosasih Ali Abu Bakar
www.cossalabu. blogspot. com
Belakangan ini semua milis yang kuikuti, seluruhnya mengharu biru masalah Isra'el dan Palestina. Terus terang hatiku trenyuh dan sedih melihat darah yang tertumpah di tanah turunnya para nabi itu. Melihat anak-anak dan perempuan kesakitan meregang nyawa. Melihat adegan seperti itu aku seolah merasakan rasa sakit mereka itu bagaikan rasa sakit di tubuhku sendiri.
Rasa sakit yang mereka rasakan, aku rasakan sama seperti rasa sakit ketika aku membayangkan tubuh saudara-saudaraku mulai orang tua sampai anak-anak di di Waq, Jamur Atu atau Menderek meregang nyawa. Bedanya saat itu kematian saudara-saudaraku itu tidak ditanggapi dengan mengharu biru oleh dunia. Jangankan dunia, bahkan sesama saudara sesukunya sajapun kematian mereka dipersetankan asal bisa mendirikan ALA.
Pada acara penggalangan dana, sedikit uang berlebihpun dengan ikhlas aku sisihkan. Tapi apa yang membuatku merasa miris soal Palestina ini adalah reaksi kita umat Islam sedunia. Dari masa ketika pertama kalinya pesawat televisi ada di kota kelahiranku di Takengen di akhir tahun 70-an dulu. Yang kusaksikan di TV, melalui siaran Warta Berita waktu itu. Selalu masalah perang antara Isra'el dan Palestina melulu.
Kemudian ada jeda beberapa tahun, lalu perang kembali berulang. Setiap kali perang terjadi, yang menjadi korban paling banyak selalu orang Arab dan orang Palestina. Setiap perang terjadi, seluruh dunia kecuali Amerika mengutuki Israel. Umat Islam di seluruh dunia menangis, melaknati Israel dan berdo'a untuk keselamatan orang Palestina. Selanjutnya yang dilakukan umat Islam apa?...melakukan penggalangan dana, selanjutnya?...tidak ada...hanya itu saja!.
Dulu saat di akhir tujuh puluhan itu, aku masih belum bersekolah, orang tuaku mengutuki Isra'el dan mendo'akan keselamatan Palestina. Sampai hari ini ketika aku sudah menjadi bapak dengan anak yang umurnya sama denganku di akhir tahun 70-an dulu. Ketika konflik Israel-Palestina kembali berkecamuk. Yang dilakukan para orang tua Islam sekarangpun sama seperti yang dilakukan orang tuaku dulu. Melaknati Israel dan berdo'a untuk Palestina.
Pada masa itu, Korea Selatan masih setara dengan kita, Cina masih bangsa semenjana.
Tapi dalam kurun waktu yang hampir tiga puluh tahun itu. Korea Selatan sekarang telah bermetamorfosis, berubah menjadi negara yang memiliki kemampuan setara dengan bangsa maju di Eropa. Cina telah menjadi naga baru dunia yang dengan kekuatannya bahkan Amerikapun bergetar dibuatnya.
Dan kita?... Setelah hampir tiga puluh tahun kemudian. Kita jadi apa?...Ketika saya sudah menjadi bapak. Saat terjadi konflik antara Israel dan Palestina, saat melihat di TV Israel membantai anak-anak dan perempuan Palestina. Bantuan apa yang bisa kita lakukan pada saudara-saudara kita yang meregang nyawa nun jauh di sana?...sama seperti para orang tua kita dulu, sekarangpun hal terbaik yang mampu kita berikan masih tetap merintih dan berdo'a. Dengan tambahan variasi omong kosong perjuangan baru yang terlihat gaya, seksi dan heroik...Boikot Produk Israel dan Amerika.
Anehnya seruan boikot ini yang banyak diserukan oleh PKS Partai berbasis Islam yang kini cukup berkuasa hanya pada produk-produk semacam Mc Donald, Levi's, Chevrolet atau Coca Cola yang memang terbatas sekali orang Islam yang mengkonsumsinya. Dan lagi pula di perusahaan-perusahaan yang sudah Go Internasional semacam itu sahamnyapun sudah tidak murni milik orang Israel dan Amerika lagi, sudah bercampur-campur dengan milik orang dari bermacam negara termasuk orang Arab dan Indonesia.
Dalam hati aku kadang bertanya. Kalau memang mereka mau serius memboikot produk Amerika. Kenapa pula mereka perlu repot mengerahkan massa dan menganjurkan kita dan juga mereka yang memakai perangkat Windows, intel, IBM, Apple dan sejenisnya untuk membaca dan mempublikasikan seruan boikot mereka. Padahal PKS yang punya kekukatan signifikan di parlemen bahkan punya ketua MPR yang merupakan anggotanya sama sekali tidak perlu mengerahkan massa ke jalan. Mereka cukup mendesak pemerintahan SBY-Kalla untuk menghentikan impor Gandum dan Kedelai yang memang jelas PRODUK AMERIKA dan pasti!... Kalau itu kita lakukan, Amerika akan cukup terpukul karena kita, negara yang berpenduduk Islam terbesar di dunia ini adalah salah satu pasar terbesar produk pertanian mereka.
Kalau boikot yang dianjurkan PKS itu benar terjadi, dalam beberapa hari saja, tempe, tahu, kecap, mie instan sampai ongol-ongol dan bakwan akan menghilang dari semua pasar tradisional kita.
Dan setelah itu tinggal kita yang balik mendemo Hidayat Nurwahid, Tifatul Sembiring dan petinggi-petinggi PKS lainnya. Kita minta tanggung jawab mereka untuk memberi makan anak-anak Aa Asep penjual Tahu Sumedang, Uda Ali penjual Sate Padang, Cak Tolib penjual Soto Madura, Lik Warno Penjual Bakso Wonogiri, Bang Lah, Bang Amat dan Bang Razali, Penjual Martabak dan Mie Aceh di warung-warung pinggir jalan mulai dari Lam Teumen, Ulee Kareng sampai Darussalam.
Sering aku bayangkan, andai dulu kita seperti Cina membangun kekuatan dengan benar. Pemimpin dan pejabat kita tidak hanya bisa menghabiskan uang negara untuk kroni, kerabat dan handai tolan. Andai masa itu kita yang menjadi rakyat juga kritis dan tidak hanya manut apa kata tuan. Andaikan tiga puluh tahun yang lalu orang tuaku dan para orang tua lain dari anak-anak segenerasiku mau memacu diri. Menempuh segala upaya menaikkan taraf ekonomi agar kami anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang mumpuni. Bukan cuma pendidikan sampah model menghapal dan menjejali kepala kami dengan sejarah palsu karangan penguasa negeri. Supaya dengan penduduk sebanyak ini negara kita bisa memiliki sumber daya manusia melimpah dengan orang-orang sekaliber Habibi.
Kalau itu benar terjadi, bukan hanya mungkin, tapi pasti hari ini kita negeri yang begitu kaya dengan sumber daya alam ini sekarang sudah melebihi Cina. Punya roket, punya program ruang angkasa dan juga nuklir yang pasti membuat jeri Amerika dan sekutu-sekutunya.
Kalaulah khayalanku itu nyata adanya. Aku tidak bisa membayangkan Israel akan seberani sekarang. Ketika mereka mengetahui kenyataan bahwa jauh di sini, ada sebuah negeri yang penduduknya 240 Juta yang lebih dari 200 Juta diantaranya adalah pemeluk Islam yang secara konsisten dari dulu mendukung perjuangan rakyat Palestina. Sebuah negara berpenduduk 240 Juta mayoritas Islam yang punya roket, punya program ruang angkasa dan yang juga nuklir dan yang terpenting memiliki kekuatan ekonomi yang mampu mengguncang dunia. Tidak akan mampu ditandingi oleh Yahudi yang bukan hanya di Israel bahkan di seluruh planet inipun populasi totalnya hanya 14 juta saja!
Tapi itu semua tentu hanya khayalanku saja, karena yang terjadi benar-benar sebaliknya. Kita adalah sekumpulan para pecundang yang setiap menghadapi masalah hanya bisa menemukan alasan. Bukan introspeksi apalagi solusi yang tepat sasaran. Sehingga dalam kurun waktu satu generasi itu bukannya kita makin disegani, malah dalam hubungan dan pergaulan Internasional kita makin terpinggirkan.
Seperti orang tua generasiku dulu. Ketika di TV anak-anak dan perempuan Palestina dibantai Israel, kesakitan meregang nyawa. Orang tua zaman sekarangpun hanya bisa melolong-lolong minta tolong kepada Tuhan. Meskipun mereka tahu persis kalau dalam kasus Israel-Palestina ini. Tuhan yang dimintai tolong tidak akan pernah memberikan bantuan secara instan. Seperti mengirimkan burung ababil yang menghancurkan tentara gajah atau seperti Nabi Musa yang membelah lautan. Tapi apa boleh buat memang hanya itu yang bisa mereka lakukan.
Seperti orang tua kami dulu, kami yang sekarang sudah menjadi orang tuapun sama. Tidak mau memacu diri. Menempuh segala upaya menaikkan taraf ekonomi agar anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang mumpuni. Agar tiga puluh tahun ke depan nanti anak-anak yang tumbuh sekarang ini mampu bertarung satu lawan satu dengan orang yang berasal dari negeri manapun di planet ini. Agar suatu saat, ketika Presiden Amerika datang ke sini. Kita bisa bilang padanya dengan bahasa Melayu logat Simalungun, Hey mister...kami orang Islam, jangan macam-macam pulak kau sama kami!. Agar anak-anak kami tidak seperti generasi kami yang bermoral 'SELANGKANGAN' yang dimana-mana menjadi pecundang. Yang bahkan oleh sesama Melayupun dilecehkan dan dikatai 'Indon' saat kita berkunjung ke negara mereka.
Makanya sekarang darahku serasa mendidih, saat aku yang sedang berkonsentrasi mempersiapkan generasi penggantiku agar tidak menjadi pecundang seperti generasi bapaknya, tapi saat itupun aku masih bisa menyisihkan sedikit uang untuk saudara yang menderita di Palestina. Seorang saudara yang biasanya mempersetankan orang Gayo dibunuh di sebelah rumah kakeknya. Berani melarangku untuk berbahagia menyaksikan generasi penggantiku sedang dalam proses tumbuh yang nantinya akan jauh melebihi bapaknya.
Darahku semakin panas mendidih ketika aku, orang Gayo yang Islam yang dari semua garis keturununannya yang bisa ditelusuri dengan sejarah semuanya adalah pemeluk Islam yang muyang dan seluruh rakyatnya habis dibantai Van Daalen di Rema Blang Kejeren sana. Hanya karena belakangan ini dalam tulisan-tulisanku aku jarang menyinggung masalah Palestina, oleh Bagudung simpatisan PKS yang tidak tahu apa-apa aku dikatakan sebagai penyambung lidah Israel dan tidak punya simpati pada rakyat Palestina. Si Bagudung yang sama ini dengan yakinnya pula mengatakan seperti yakinnya 1+1 =2 bahwa aku dibayar agen-agen Israel untuk menulis di Blog, di Milis dan berbagai media online lainnya.
Kalaulah saja si anak PKS pengecut itu tidak memakai nama samaran dalam menulis postingannya, dan kalau saja dia berani secara jantan menunjukkan wajah di facebook. Akan kucari dia ke lobang tikus manapun bersembunyinya dan jangan sebut Win Wan Nur ini orang Gayo kalau belum kupisahkan bagian tubuh dan kepalanya.
Aku juga tidak tahu harus sedih atau tertawa ketika si saudara Gayo yang sama, yang biasanya dalam setiap tulisannya hanya menganggap orang Aceh yang juga Islam yang hidup di samping rumahnya yang karena suka memprotes ketidak adilan negaranya, nyawanya sah-sah saja dicabut oleh aparat negaranya. Kini malah menasehatiku tentang perlunya menangis dan berdo'a untuk Palestina.
Tapi meskipun sangat jengkel dan marah, sebagai orang Gayo yang beradab dan tidak menyukai berkonflik dengan orang Gayo lainnya. Aku membalas dengan lembut dan berterima kasih atas nasehatnya.
Padahal dalam hati sebenarnya aku ingin berkata dengan logat melayu terburuk yang aku bisa : KAU SUMBAT SAJALAH MULUT BAU KAU ITU LAE...BAGUSAN KAU SIKAT-SIKAT GIGI BABIMU DI KANDANGNYA SANA!.
Wassalam
Win Wan Nur
www.winwannur.blogspot.com
Ulasan Kosasih Bakar
Cerita Palestin sekarang memang amat mengharubirukan, bahkan dengan cerita ini banyak digunakan oleh berbagai gerakan di dunia ini termasuk Gerakan Aceh Merdeka atau GAM atau gerakan lainnya sebagai contoh bagaimana kebiadaban seorang yang kuat menghakimi yang lemah. Peristiwa Palestina ini dijadikan kembali sebagai sebuah icon bagaimana yang kuat menghancurkan yang lemah.
Sudah 1300 orang yang sepertiganya adalah anak-anak menjadi korban ketidakadilan yang lemah dihancurkan yang kuat, kekuatan militer nomor 3 dunia meluluhlantakkan gaza, sebuah daerah yang bisa dianggap kumuh dan suidah lebih 1,5 tahun di blockade oleh zionis. Pemandangan yang terlihat adalah seperti halnya yang pernah terjadi di Bosnia Herzegovina yang sudah sering terlupakan, bahkan ini merupakan kejadian ulangan ketika Israil pertama kali menginvasi Palestina. Pertanyaan besarnya adalah untuk apa ini semua ? Hanya untuk mendapatkan ‘tanah yang telah dijanjikan’ sesuai dengan kitab suci dan kepercayaan mereka. Berbekal itu semua dihalalkan, berbekal itu semua disetankan. Sungguh ini merupakan perbuatan yang diluar kemanusiaan.
Darah, airmata, tangisan, teriakan, rasa sesal, dendam, terintimidasi, ketidakadilan, marah semua bercampur baur di Gaza saat itu, seperti halnya pada daerah konflik lainnya. Namun nyatanya ini ternyata menjadi lebih biadan karena mereka menggunakan banyak senjata terbaru, Gaza dijadikan sebagai bahan uji coba senjata kimia. Yang menjadi perang ini menjadi suci adalah bahwa musunya adalah KUFFAR, Zionis, Laknatullah Yahudi. Yang menjadi perang ini berarti adalah slogan-slogan Jihad berkumandang dengan memekikkan Allahu Akbar kepada musuh yang telah menyembah dinding itu, yang telah menganggap dirinya sebagai makhluk paling sempurna dan makhluk lainnya adalah hina.
Sesungguhnya yang menarik saat ini adalah bagaimana Yahudi telah memperlihkan bagaimana lemahnya kesatuan dari Arab, bagaimana pertunjukkan ini memperlihatkan bahwa HAMAS dihancurkan sebagai kelompok orang bukan sebagai Negara. Buktinya pernahkan kita mendengar militer Paletina membantu saudaranya di Gaza, tidak. Semuanya memperlihatkan bahwa Presiden Palestina sepertinya seolah-olah merestui dengan hati yang tertekan untuk pembantaian di Gaza. Tentunya ini berimplikasi kepada dunia, ketika Presiden Palestina seolah-olah diam saja dan tertekan dunia kebingungan kemana mereka harus mengatasi permasalahan ini kepada HAMAS atau kepada Presiden Palestina yang diketahui sampai saat ini dalam konflik yang berkepanjangan. Bahkan Negara Arab pun kemudian menjadi bingung kemana harus memberikan bantuan kepada Presiden Palestina yang dikatakan sudah habis masa jabatannya atau langsung kepada HAMAS yang dianggap teroris oleh USA dan Israel. Dapat dilihat bagaimana Yahudi telah berhasil memecahbelah umat Islam di dunia ini.
Ketika dikatakan mengapa Islam menjadi rendah seperti sekarang ini jelas permasalahannya adalah karena kita tidak bersatu, kita mudah dipecahbelah, seperti halnya GAM dan NKRI, sesama muslim yang bertarung ternyata hanya berakibat kemunduran pada Aceh dan NKRI dapat dianggap sebagai sebuah Negara yang telah melanggar HAM dan berdampak kepada banyak perjanjian internasional. Jadi adalah hal yang wajar ketika sebagian muslim beranggapan bahwa ada permainan Yahudi di GAM hanya untuk membuat wajah dari NKRI sebagai Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia turun kredibilitasnya dan selalu dalam konflik.
Bahkan yang ironisnya bukan saja Aceh di NKRI banyak perpecahan dilakukan, Timur-Timur, Poso, Ambon, Papua, semuanya berindikasikan kepada memang NKRI ini ingin dihancurkan dengan sedemikian rupa hingga akhirnya terbelah dan hancur menjadi kekuatan-kekautan kecil yang secara geopolitics akan mudah dihancurkan. Sudah waktunya kita bersatu padu dengan mengatasnamakan Islam seperti yang dikatakan oleh Daud Beureuh bagaimana Aceh dapat menegakkan syariat Islam seperti berabad-abad sudah dilaksanakan.
Tapi jangan samakan Indonesia dengan China, amat jauh perbedaannya. China bisa besar seperti sekarang ini karena ia berhasil dengan system komunisnya, ia berhasil membuat upah buruh lebih murah, ia berhasil membuat Negara lebih berkuasa daripada rakyat, tidak ada yang namanya demokrasi dalam berpolitik disana. Dengan kebijakan seperti ini tentunya semuanya akan lebih mudah dilakukan, karena Negara berkuasa penuh. Pertanyaannya apakah system seperti ini akan diterapkan di NKRI atau Aceh ? Rasanya tidak mungkin, sejarah telah membuktikan bahwa penghabisan komunis sampai akar-akarnya telah menjadi sebuah keputusan bangsa ini. Terlebih lagi bagi Aceh, yang Agama merupakan hidup mati mereka, kehormatan mereka. Namun, implikasi dari system ini adalah bahwa Negara harus mampu untuk mengatasi setiap gejolak yang ada di masyarakatnya, menurut saya ini mirip dengan pola era Orde Baru zaman Soeharto yang ternyata juga tidak cocok dengan kultur kita.
Atau Indonesia dengan Korea Selatan, perekonomian di Korea Selatan itu didukugn sejak awal oleh IMF, seperti halnya dengan Singapura, Bang Win Wan Nur jangan pernah lupa bahwa perseteruan antara Islam dengan non Islam itu akan selalu ada dalam hati setiap manusia, hanya tinggal bagaimana kita mensikapinya. Ketika Islam berkuasa maka kebebasan agama terjamin, namun ketika Zionis berkuasa maka hasilnya seperti dunia kita sekarang ini.
Soekarno dan Soeharto serta pemimpin lainnya mempunyai kesalahan-kesalahan , tidak hanya Aceh saja yang menderita akan tetapi Acehlah yang paling panjang konfliknya. Akibatnya dalah penurunan kualitas SDM dari rakyat Aceh juga habisnya SDA Aceh dibawa serta oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Siapapun sudah barang tentu tidak akan merestui perbuatan-perbuatan ini yang tidak hanya dilakukan oleh TNI akan tetapi juga oleh GAM. Seorang Win Wan Nur mengatakan bahwa nenek muyangnya telah dibunuh oleh Belanda hitam atau seorang Kosasih Ali Abu Bakar yang mengatakan bahwa kakeknya sudah dibunuh oleh DI/TII dan masih banyak yang lain kiranya hanya membuat darah kita menjadi naik karena dendam kesumat tersebut.
Sekarang sudah jelas tidak ada bedanya Hasan Tiro dengan Soeharto dan Soekarno, mereka semua rela mengorbankan Rakyat Aceh hanya untuk ambisi sesatnya dan orang-orang seperti saya dan Win Wan Nur yang kini menjadi korban. Korban dendam yang seharusnya tidak terjadi bila pemimpin-pemimpin itu lebih mendahulukan persaudaraan sesama muslim di dalam hatinya, seperti juga halnya dengan HAMAS dan FATAH. Inilah kesalahan kita mau dipecahbelah, sebagai bayangan kepada kita semua yang membuat NKRI ini mudah di jajah adalah karena orang-orangnya mudah dipecah belah. Kalau dipikir Belanda itu jaraknya amat jauh dari NKRI, militernya juga tidak sebanyak penduduk di Indonesia, tapi semua itu menjadi mudah karena bangsa ini mudah dipecah belah, bangsa ini mudah diadudomba.
Saya pada awalnya amat senang berdiskusi dengan saudara ku Gayo, tetapi akhirnya terlihatlah siapa dia sebenarnya, keluarnya kata-kata kotor itu telah mengindikasikan siapa dia sesungguhnya, menurut saya ucapan seperti ini tidal layak diucapkan oleh seorang Pemimpin terlebih lagi orang Gayo. Bahkan dengan orang yang penuh dendam seperti ini karena korban konfli ini, dimana ada kemungkinan ada gangguan pada kejiwaannya perlu ada sebuah terapi khusus, perlu ada sebuah uji coba khusus sebelum ia dipercayakan dapat memimpin negeri Gayo yang penuh denganorang Jawa, Gayo dan Aceh, bukan dengan orang yang penuh dendam.
Gayo saat ini bukan milik GAM, sudah bukan zamannya lagi menggunakan intimidasi dan menggunakan kekerasan, seperti halnya saudaraku Gayo yang mengatakan bahwa ia menginginkan menciptakan anak-anaknya melebihi ayahnya, sudah tentu bukan cara intimidasi atau kembali ke dalam daerah konflik. Saya sebenarnya merasa tidak adil ketika pimpinan-pimpinan GAM lari ke Luar Negeri seperti Hasan Tiro dan kawan-kawan, mereka membiarkan anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang terbaik tapi mereka selalu menggosok-gosok agar Aceh selalu dalam konflik selama tidak merdeka. Sungguh kita telah termakan dengan ambisi yang amat sangat tidak baik tersebut.
Saya rasa saudara Gayo saya itu tidak menginginkan anaknya tahu bahwa ayahnya ternyata amat pandai mengeluarkan kata-kata sumpah serapah, atau ketika anaknya tahu bahwa bagi ayahnya masa depan itu adalah hantu, atau ketika anaknya tahu ketika ayahya marah maka semua tidak diperdulikannya yang terpenting hilang semua kesal dan marahnya tanpa peduli dengan akibatnya, atau ketika anaknya tahu bahwa ayahnya ternyata malu dengan masa lalunya. Tapi saya tahu itu hanyalah amarahnya sesaat saja karena sepertinya terlalu mendiskreditkan dirinya, walau mungkin dalam hati dari saudara Gayonya tersebut sama sekali tidak ada niat sedemikian tersebut.
Menurut saya diskusi yang sudah terbangun saat ini sudah amat bagus, dimana tidak ada kata sumpah serapah sesakit apapun, kami orang Gayo yang berhati lembut tahu betul dengan santunnya kata-kata kami sesungguhnya telah menorehkan luka, namun dengan kata-kata kasar sesungguhnya hanya membuat kami tertawa, tentunya Bang Win Wan Nur sudah sangat paham dengan bahasa kami itu. Hal inilah yang membuat saya tertawa bahwa ternyata Bang Win Wan Nur ternyata pandai juga mengeluarkan kata-kata yang kasar yang ternyata bukan membuat hati kita sakit tapi malah tertawa terbahak-bahak bahwa lawan diskusi kita sudah mulai kehilangan akal dan hujjahnya.
Yang menarik lagi adalah ketika Bang Win Wan Nur mengancam PKS dengan segala kejantanannya, ini semakin membuat saya yakin mungkin ia telah kehilangan akalnya, sebagai seorang aktivis tentu ia sadar betul bagaimana kejamnya dunia ini sampai-sampai ia katakana bahwa ia hampir mati pada tahun 2006, saya yakin betul Bang Win Wan Nur sudah tahu betul bahwa segala macam intimidasi tidak akan berpengaruh kepada jalannya perjuangannya.
Saya akan menceritakan sedikit tentang PKS, kebetulan saya punya teman dari PKS dari yang paling kaffah sampai yang paling moderat sekalipun. Bagi mereka Bang Win Wan Nur, tidak akan pernah takut dengan ancaman seperti itu, diantara mereka bahkan ada yang lulusan Afganisthan, Poso, Ambon, mereka tidak pernah lari dari perangnya. Yang membuat mereka terpecah adalah ketika mereka dipaksa harus membunuh sesama muslim, mereka terpecah karena tidak menginginkan hal tersebut. Bagi mereka tidak ada yang namanya Gayo atau Aceh atau Jawa semua sama. Oh ya, saya bukan PKS, saya juga ada beberapa yang tidak setuju dengan cara pikir mereka, tapi saya tidak membenci mereka, bahkan menurut saya Partai inilah yang seharusnya menguasai Aceh atau Partai Tengku dalam sebutan saya.
Tentunya Bang Win Wan Nur juga mengetahui kisah perang Tjumbok di Aceh, perang antara Teuku dan Tengku, inilah yang saya takutkan terjadi di Aceh sekarang dengan terlalu mendiskreditkan PKS, yang hanya akan berujung kepada perpecahan kembali dan ujungnya adalah korban rakyat Aceh. Tentunya Bang Win Wan Nur juga sadar bahwa dengan kekerasan apapun orang Aceh, apalagi Gayo tidak bisa dipaksakan atau diancam terlebih lagi dengan mengatasnamakan Agama Islam, terlebih lagi anda sudah lama tinggal di Gayo, lama di Banda Aceh dan sekaran berdomisili di Bali.
Kemudian mengenai pertumpahan darah, saya sebagai orang Gayo merasa benci kepada GAM, tapi bukan berarti saya menghalalkan darah mereka untuk tumpah, salah besar itu. Kita semua perlu tahu bahwa karena GAM kita semua mundur, 30 tahun masa GAM adalah masa yang paling hina bagi kita, masa yang membuat Bang Win Wan Nur takut anaknya hidup seperti dirinya. Masa dimana kita selalu dalam tekanan dan intimidasi, masa dimana Bang Win Wan Nur tidak menginginkan anaknya tumbuh dengan keadaan demikian.
Ketika GAM melakukan MoU Helsinky maka semua tenang, jadi jelas bahwa yang melakukan ketidakamanan adalah GAM dan oknumnya. Sekarnag dikatakan GAM Gila Harta, dengan MoU Helsinky mereka hidup mewah tapi rakyat Aceh tetap dalam keadaan hina sampai saat ini, inikah keadilan itu ? Apapun alasannya berperang dengan sesama muslim adalah salah, apapun alasannya pengorbanan yang harus diberikan tidak setimpal dengan berujung kepada MoU Helsinky. Belum lagi kalau di bawa ke Gayo, rasanya Bang Win Wan Nur tahu betul bahwa akibat dari keduabelah pihak telah menjadi korban.
Sedangkan permasalahan ALA dan ABBAS rasanya tidak perlu saya bahas disini dengan Bang Win Wan Nur, sudah banyak kiranya pembahasan kita. Namun saya harus garis bawahi tentang pernyataan Bang Win Wan Nur yang mengatakan bahwa dengan ALA seolah-olah menghilangkan cerita tentang korban PERANG BODOH tersebut. Saya pribadi amat menyayangkan pernyataan ini, tapi mungkin karena Bang Win Wan Nur sedang emosi, karena menurut saya tidak ada hubungan sama sekali. Kalau masalah hukum ketika ada ALA atau tidak ada ALA bisa saja di tuntut.
Terlebih lagi dengan ucapan bahwa saya melegalkan setiap ketidaksamaan pemikiran untuk kemudian dicabut atau halal nyawanya, rasanya ini tidak adil karena saya tidak pernah mengatakan hal seperti itu. Dalam pembahasan saya terakhir tentang ALA saya hanya mengomentari bahwa Bang Win Wan Nur harus berpikir sebagai orang Gayo di Takengon bukan di Banda Aceh, dan adalah alasan yang dibuat-buat untuk kemudian mengatakan bahwa orang Gayo kemudian akan dibantai di Banda Aceh. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa di Iran sendiri hidup orang-orang Yahudi dengan aman, bahkan jumlahnya cukup banyak. Atau di USA yang terkenal dengan kebijakan anti Islamnya juga banyak kaum muslimin yang perkembangannya bahkan cenderung lebih pesat daripada agama lainnya. Dengan alasan ini bukan berarti saya lantas menghalalkan darah orang Gayo tumpah, menurut saya keliru besar pikiran Bang Win Wan Nur tersebut bila dilihat dari kenyataan yang ada di dunia seperti yang saya sebutkan.
Jujur saja ketika Bang Win Wan Nur menulis balasan ini saya hanya tertawa, karena kita sama, kita bukan orang yang gampang tunduk dengan ancaman atau intimidasi atau caci maki, kita orang GAYO. Bukan orang yang mudah terbawa arus, ketika saya katakana saya benci GAM maka pola pikir saya tidak akan mudah diubah seperti Bang Win Wan Nur mengatakan belum mendukung ALA.
Dari satu sisi saya merasa menang, karena akhirnya yang mulai terpancing adalah Bang Win Wan Nur, semua diskusi kita yang santun akhirnya harus berujung seperti ini, sekarang anda tidak ubahnya seperti teman-teman saya di mailing list IASCF yang mulai pandai mencaci maki. Tapi saya sadar itupun mungkin karena Bang Win Wan Nur sedang dalam emosi.
Terakhir, mengenai ucapan saya yang sepertinya menghalangi kebahagiaan Bang Win Wan Nur, saya ulangi saya tidak bermaksud sepertinya mendiskreditkan apa yang diungkapkan Bang Win Wan Nur, saya hanya mengingatkan bahwa waktunya belum tepat, kalau jawaban saya lantas dijawab dengan uraian dengan Yahudi tempo dulu dan sekarang, China, Korea Selatan, ALA, bahkan mengancam orang yang mengaku PKS, mencaci saya, saya hanya bisa berkata ‘Masya Allah’ dan Istigfar.
Saya juga tidak tahu, seperti ucapan Saudara saya juga yang mengatakan bahwa dengan melakukan dialog ini dengan Bang Win Wan Nur maka saya akan dikucilkan dari mailing list ini, dengan sikap saya ini. Saya katakana bahwa ketika seseorang itu memposting tentang dirinya di mailing list ini maka ia sudah siap persoalan dirinya untuk dikritisi orang banyak. Atau ketika ternyata saya tidak mendapat teman hanya gara-gara ini, saya juga tidak masalah, saya hanya mengatakan yang sebenarnya. Saya juga yakin orang Gayo akan semakin pintar.
Berijin.
Kosasih Ali Abu Bakar
www.cossalabu. blogspot. com
15 Januari 2009
Perbedaan Pandangan Aceh dan Tim-Tim
Tim-Tim Dalam Cengkraman NKRI
Jangan juga pernah lupa untuk mengingat bahwa Soeharto melakukan invasi ke Timur-Timur atas perintah daru Zionis dan CIA untuk menjaga kepentingan dari USA yang waktu itu terlibat dalam perang antara 2 kubu yaitu LIBERALIS dan KOMUNIS. Karena pada waktu itu Soekarno lebih condong kepada KOMUNIS dengan ajaran NASAKOM nya, walau dalam berbagai buku juga seringkali dikatakan ia mengorbankan DIRINya untuk menjaga keutuhan dari NKRI pada waktu itu dengan menyerahkan SUPERSEMAR. Silahkan anda lihat dalam buku yang mengupas tentang SUPERSEMAR.
Penginvasian Tim-Tim waktu itu merupakan perjanjian tidak tertulis yang dilakukan antara CIA dan Soeharto untuk membumihanguskan Komunisme, silahkan lihat dalam buku yang mengupas tuntas tentang hal ini, atau ada sebuah buku terbaru yang menceritakan tentang ADAM MALIK dikatakan sebagai CIA. Sehingga berbagai macam resolusi PBB dapat dimentahkan kembali karena campur tangan USA pada waktu itu.
Ketika Soeharto turun, USA melihat kepentingannya di Tim-Tim sudah tidak ada lagi, karena PERANG DINGIN sudah usai dengan kemenangan USA dan Tim-Tim pada waktu itu secara POLITIS dikuasai oleh AUSTRALIA, mendapat dukungan dari Australia. Ini terlihat dari beberapa CAMPUR TANGAN Australia terhadap kebijakan NKRI kepada Tim-Tim, akan banyak datanya.
Ketika Timor Leste lepas pada dasarnya disebabkan karena Habibie mendapat tekanan dari DUNIA INTERNSIONAL untuik segera melakukan REFERENDUM bagi Timor Leste, salah satu hal yang membuat HABIBIE yakin kemenangan bagi NKRI dalam REFERENDUM karena Habibie mendapatkan INFORMASI SALAH dari pejuang PRO NKRI dan PEMERINTAHANnya sendiri (silahkan lihat dalam buku Biografi Habibie), pada waktu itu masukan ke PRESIDEN sepertinya memang disalahtafsirkan. Salah satu hal yang membuat HABIBIE yakin adalah karena pembangunan yang diberikan SOEHARTO kepada Tim-Tim cukup banyak bahkan hal ini membuat iri daerah lain. Ini dapat diilhat sekarang bahwa Timor Leste sekarang amat jauh dari Timor Leste dahulu, segala janji Australia dan Negara lainnya masih belum bisa direalisasikan sampai saat ini.
Permasalahan KORBAN, ini adalah PERANG, jangan lupakan itu, ketika PERANG maka KORBAN akan BERJATUHAN. Yang terpenting dalam PERANG adalah bagaimana menghormati HAM sesuai dengan ketentuan internasional atau Islam dengan TIDAK membunuh anak-anak dan perempuan serta membuminhanguskan RUMAH IBADAH. Namun dalam kenyataannya semuanya dilanggar baik TNI maupun oleh Fretelin. Perlu diingat bahwa di Timor Leste juga ada pro NKRI, maka mereka lah yang menjadi KORBAN dari Fretelin dengan segala pelanggaran HAM yang juga mereka lakukan.
Kemudian ada yang menarik juga di Tim-Tim bahwa sentimen KEAGAMAAN juga dirasakan baik oleh TNI maupun Fretelin, karena Fretelin dalam setiap kesempatannya dengan DUNIA INTERNASIONAL menggunakan Agama untuk mencari DUKUNGAN bagi KEMERDEKAANNYA, bahkan sempat terlontar bahwa FRETELIN akan mendirikan Negara Kristen. Bagi TNI mereka juga lebih senang berjuang disini dengan alasan KEAGAMAAN, BERJIHAD, perlu diingat bahwa dalam setiap PEPERANGAN butuh sebuah keyakinannya untuk bertahan, inilah yang digunakan oleh TNI dan FRETELIN.
Aceh Dalam Cengkraman NKRI
Antara Tim-Tim dan Aceh ada perbedaan yang amat mendasar, bahkan dari sisi PERJUANGAN dan KEIMANAN bahkan KEBUDAYAAN. Aceh dalam SEJARAH selalu mendukung KEMERDEKAAN NKRI dengan melawan Belanda, yang paling mencolok adalah ketika zaman DAUD BEUREUH, sehingga kalau dikatakan NKRI menginvasi Aceh adalah sebuah KEBOHONGAN yang amat BESAR. Yang ada adalah Aceh mendukung kemerdekaan RI dengan segenap UPAYANYA.
Kenapa seringkali saya mengangkat Daud Beureuh karena memang hanya ialah TOKOH ACEH yang sangat mencintai RAKYAT ACEH, ia tidak menginginkan apapun selain memperjuangkan Islam menjadi SYARIAT ISLAM, ia juga tidak menginginkan RAKYAT ACEH dalam PERANG BODOH, lebih baik ia mengorbankan dirinya untuk KEDAMAIAN di ACEH. Silahkan lihat dalam tulisan saya pada www.cossalabuaceh. blogspot. com pada Label Profil dengan Judul Perbedaan Hasan Tiro dan Daud Beureuh.
Kehancuran Aceh dimulai dari HASAN TIRO, ketika ia mulai mengumandangkan PERANG BODOH tanpa BERPIKIR tentang bagaimana nasib RAKYAT ACEH secara keseluruhan. Begitu juga dengan KONSEP BODOHnya, silahkan baca pada blog saya dengan Judul 'Aceh dengan KONSEP PERANG BODOH'. ALA dan ABBAS serta teriakan-teriakan Orang Aceh lainnya semakin BERTERIAK memperjuangkan nasibnya yang TIDAK TENTU itu.
Perbedaan Antara Aceh dan Tim-Tim Menurut RI
Dari gambaran diatas sudah lah jelas perbedaan antara Tim-TIm dan Aceh, jadi kalau dipertanyakan kenapa Aceh bisa menjadi seperti sekarang, silahkan anda JAWAB sendiri. Terlalu sering kiranya saya melakukan pengulangan- pengulangan terhadap tulisan-tulisan saya yang menganggap 30 tahun PERANG BODOH adalah tidak setimbal dengan KORBAN baik secara FISIK, terlebih lagi PSIKIS. Semuanya dapat kita lihat bahwa kebanyakan ANNGOTA GAM adalah tidak BERPENDIDIKAN dan TIDAK PUNYA KETERAMPILAN HIDUP, anak-anak ACEH berpotensi melanjutkan PERANG BODOH ini karena masa kecil mereka yang TERTANAM MEMBUAT MEREKA menjadi KERAS dan LABIL, DENDAM dan INTIMIDASI selalu MENJADI KEHIDUPAN MEREKA.
Aceh dan Tim-Tim Bagi Dunia Internasional
Bagi Dunia Internasional, khususnya USA bahwa Tim-Tim dahulu secara GEOPOLITIK membahayakan kalau dikuasai oleh KOMUNIS. Sudah barang tentu mereka akan memberikan dukungan baik secara Politis maupun secara BANTUAN.
Lain lagi dengan ACEH yang merupakan sebuah DAERAH KAYA dengan GAS ALAMnya namun dengan PENDUDUK ISLAM yang FANATIS maka mereka melakukan pendekatan berbeda dengan Tim-Tim. Itulah yang saya katakan bahwa ada INDIKASI bahwa GAM telah disusupi oleh CIA dan Zionis dengan mengikuti PETA KONFLIK yang terus di GELAR oleh HASAN TIRO juga SOEHARTO dan LB Moerdhani untuk menguras SDA Aceh tersebut dengan AMAN.
KEDUA daerah KONFLIK ini kemudian dijadikan ALAT untuk menekan NKRI baik secara INTERNASIONAL maupun REGIONAL maupun NASIONAL, dapat dibayangkan bahwa dengan KONSPIRASI INTERNASIONAL ini maka Negara dengan PENDUDUK TERBESAR ISLAM ini selalu dalam TEKANAN.
Sekali lagi SENTIMEN AGAMA ikut BERMAIN, ketika Tim-Tim mulai didukung VATIKAN untuk KEMERDEKAANnya maka GAM kehilangan MUKA harus berafiliasi ke arah MANA, karena TENGKU masih kuat bahkan BUDAYA ISLAM masih sangat KUAT disana. Salah satu AKIBAT dari PERNAG BODOH ini adalah ketika TENGKU DIHABISKAN, dapat kita lihat sekarang bahwa PEMIMPIN GAM sekarang kebanyakan TIDAK MEMPUNYAI BASIC AGAMA yang dalam, bahkan amat SEDIKIT yang berasal dari kalangan TENGKU. Ini adalah BUKTI yang tidak bisa dipungkiri.
INDONESIA PERNAH SEPERTI ISRAEL ?
Menurut saya ini adalah statemen yang BODOH dan terlalu mengada-ngada, namun jika dikatakan bahwa oknum NKRI sebagai ANTEK ISRAEL itu amat memungkinkan.
Tapi kalau dikatakan Indonesia - SOEHARTO melakukan yang ISRAEL lakukan adalah amat memungkinkan namun dengan berbagai ALASAN. TAPI TERNYATA SEMUA itu lebih kepada PENGORBANAN RAKYAT ACEH OLEH AMBISI HASAN TIRO SEHINGGA TERKENA PETA KONFLIK.
Sebagai bahan perbandungan adalah ISRAEL terobsesi dengan TANAH YANG sudah dijanjikan, sehingga mengorbankan seluruh RAKYAT PALESTIN, ini tidak terjadi kepada NKRI. Aceh adalah daerah KONFLIK yang RUMIT, karena berbagai GOLONGAN MASUK ke situ, tapi akarnya adalah KEBODOHAN HASAN TIRO.
Dari satu sisi NKRI berkewajiaban untuk memeprtahankan KEDAULATAN wilayahnya seperti KEMERDEKAAN 17 Agustus 1945, maka mereka terus berupaya untuk menghancurkan perlawanan GAM. GAM sendiri melakukan PERLAWANAN untuk AMBISI nya, dan KONFLIK menjadi berkepanjangan. Ketika KONFLIK berkepanjangan maka banyak golongan yang akan BERMAIN dan korban lebih kepada RAKYAT, inilah adalah sebuah penistaan RAKYAT ACEH. RAKYAT ACEH dibawa ke dalam PERANG yang seringkali saya katakan PERANG BODOH, jika saya memperhatikan SEJARAH maka saya mengharapkan HADIRNYA kembali SOSOK DAUD BEUREUH dan PAHLAWAN ACEH lainnya yang menyayangi RAKYAT ACEH, bukan HASAN TIRO yang mengorbankan RAKYAT ACEH. Saya juga TIDAK perlu menceritakan KORBAN-KORBAN yang diakibatkan dari GAM dan TNI, INTInya semuanya korbannya adalah RAKYAT ACEH atau PEMBODOHAN RAKYAT ACEH secara SISTEMATIS. Tidak bisa dikatakan itu dilakukan olehb TNI saja, akan tetapi GAM juga ikut membodohi RAKYAT ACEH, ini dapat dibuktikan bahwa SEKARANG yang menjadi anggota GAM adalah anak-anak KORBAN KONFLIK yang sekarang tidak ubahnya SEPERTI DICUCUK HIDUNGNYA SEPERTI KERBAU.
Kesedihan inilah yang terus TERNGIANG di hati saya, PENISTAAN ini, KEBODOHAN ini, SDM kita MUNDUR beberapa GENERASI, SDA kita tetap TERJUAL ke YAHUDI dan USA, Anak-anak KITA menjadi BODOH dan PENUH DENDAM, INTIMIDASI selalu HADIR, siapa yang HARUS disalahkan ? Apakah NKRI ? Apakah TNI ? Apakah GAM ?
Ketika kita menyalahkan NKRI maka yang ada GAM adalah PEMBERONTAK, apapun bentuknya bagi mereka. Yang lebih IRONIS lagi ERA Soeharto memang penuh dengan INTIMIDASI dan OTORITER dan KONSPIRASI.
Ketika kita menyalahkan TNI, mereka hanyalah PRAJURIT yang mengerjakan TUGAS dan PERINTAH seperti halnya TNA. Namun menurut saya TNI lebih terdidik daripada TNA, garis komando TNI lebih baik daripada TNA. Ironisnya oknum-oknum TNI juga bermain, karena mereka juga MANUSIA. Yang menjadi masalah siapa yang mengundang MEREKA ?
Ketika kita menyalahkan GAM, menurut saya HASAN TIRO lah yang menyebabkan hal ini terjadi, Hasan Tiro juga sudah siap dengan hal ini, karena ia pernah mengatakan akan menanggung seluruh akibat dari PERANG yang dikumandangkannya. Saya minta maaf kalau banyak yang tersinggung. Hal ini semakin membuat saya yakin ketika ternyata setelah MoU Helsinky perdamaian dapat dicapai, bagi saya ini adalah tempat ajang menunjukkan bahwa GAM tidak mementingkan RAKYAT ACEH, karena pasca MoU ternyata yang mendapat kemakmuran adalah anggota GAM bukan RAKYAT ACEH. Jadi jelas bahwa PERDAMAIAN di ACEH bertolak kepada GAM kembali. Ketika GAM melakukan PERANG BODOH maka ACEH kembali pada TIDAK AMAN.
Hal inilah menurut saya yang salah, karena Aceh bukan MILIK GAM, tapi Aceh dengan segala keragamannya merupakan milik seluruh KOMPONEN ACEH, ini juga yang saya KATAKAN bahwa MoU HELSINKY bukan punya RAKYAT ACEH akan tetapi punya GAM, karena tidak seluruh KOMPONEN RAKYAT ACEH diikutsertakan.
Berulangkali tulisan ini saya tuliskan bukan PERPECAHAN, tapi dengan MEMBUKA RAKYAT ACEH dan MEMBEDAKAN mana yang BENAR-BENAR CINTA RAKYAT ACEH atau hanya menggunakan RAKYAT ACEH sebagai KEPENTINGANNYA SAJA.
Saya juga TAKUT kalau KITA hanya TAKUT karena tidak ingin ada KONFLIK maka membiarkan apa yang kita YAKINI dinjak-injak, tapi BAGAIMANA ACEH hidup dalam KEBERAGAMAN, dalam KESETARAAN bukan DENDAM dan INTIMIDASI
Berijin.
Jangan juga pernah lupa untuk mengingat bahwa Soeharto melakukan invasi ke Timur-Timur atas perintah daru Zionis dan CIA untuk menjaga kepentingan dari USA yang waktu itu terlibat dalam perang antara 2 kubu yaitu LIBERALIS dan KOMUNIS. Karena pada waktu itu Soekarno lebih condong kepada KOMUNIS dengan ajaran NASAKOM nya, walau dalam berbagai buku juga seringkali dikatakan ia mengorbankan DIRINya untuk menjaga keutuhan dari NKRI pada waktu itu dengan menyerahkan SUPERSEMAR. Silahkan anda lihat dalam buku yang mengupas tentang SUPERSEMAR.
Penginvasian Tim-Tim waktu itu merupakan perjanjian tidak tertulis yang dilakukan antara CIA dan Soeharto untuk membumihanguskan Komunisme, silahkan lihat dalam buku yang mengupas tuntas tentang hal ini, atau ada sebuah buku terbaru yang menceritakan tentang ADAM MALIK dikatakan sebagai CIA. Sehingga berbagai macam resolusi PBB dapat dimentahkan kembali karena campur tangan USA pada waktu itu.
Ketika Soeharto turun, USA melihat kepentingannya di Tim-Tim sudah tidak ada lagi, karena PERANG DINGIN sudah usai dengan kemenangan USA dan Tim-Tim pada waktu itu secara POLITIS dikuasai oleh AUSTRALIA, mendapat dukungan dari Australia. Ini terlihat dari beberapa CAMPUR TANGAN Australia terhadap kebijakan NKRI kepada Tim-Tim, akan banyak datanya.
Ketika Timor Leste lepas pada dasarnya disebabkan karena Habibie mendapat tekanan dari DUNIA INTERNSIONAL untuik segera melakukan REFERENDUM bagi Timor Leste, salah satu hal yang membuat HABIBIE yakin kemenangan bagi NKRI dalam REFERENDUM karena Habibie mendapatkan INFORMASI SALAH dari pejuang PRO NKRI dan PEMERINTAHANnya sendiri (silahkan lihat dalam buku Biografi Habibie), pada waktu itu masukan ke PRESIDEN sepertinya memang disalahtafsirkan. Salah satu hal yang membuat HABIBIE yakin adalah karena pembangunan yang diberikan SOEHARTO kepada Tim-Tim cukup banyak bahkan hal ini membuat iri daerah lain. Ini dapat diilhat sekarang bahwa Timor Leste sekarang amat jauh dari Timor Leste dahulu, segala janji Australia dan Negara lainnya masih belum bisa direalisasikan sampai saat ini.
Permasalahan KORBAN, ini adalah PERANG, jangan lupakan itu, ketika PERANG maka KORBAN akan BERJATUHAN. Yang terpenting dalam PERANG adalah bagaimana menghormati HAM sesuai dengan ketentuan internasional atau Islam dengan TIDAK membunuh anak-anak dan perempuan serta membuminhanguskan RUMAH IBADAH. Namun dalam kenyataannya semuanya dilanggar baik TNI maupun oleh Fretelin. Perlu diingat bahwa di Timor Leste juga ada pro NKRI, maka mereka lah yang menjadi KORBAN dari Fretelin dengan segala pelanggaran HAM yang juga mereka lakukan.
Kemudian ada yang menarik juga di Tim-Tim bahwa sentimen KEAGAMAAN juga dirasakan baik oleh TNI maupun Fretelin, karena Fretelin dalam setiap kesempatannya dengan DUNIA INTERNASIONAL menggunakan Agama untuk mencari DUKUNGAN bagi KEMERDEKAANNYA, bahkan sempat terlontar bahwa FRETELIN akan mendirikan Negara Kristen. Bagi TNI mereka juga lebih senang berjuang disini dengan alasan KEAGAMAAN, BERJIHAD, perlu diingat bahwa dalam setiap PEPERANGAN butuh sebuah keyakinannya untuk bertahan, inilah yang digunakan oleh TNI dan FRETELIN.
Aceh Dalam Cengkraman NKRI
Antara Tim-Tim dan Aceh ada perbedaan yang amat mendasar, bahkan dari sisi PERJUANGAN dan KEIMANAN bahkan KEBUDAYAAN. Aceh dalam SEJARAH selalu mendukung KEMERDEKAAN NKRI dengan melawan Belanda, yang paling mencolok adalah ketika zaman DAUD BEUREUH, sehingga kalau dikatakan NKRI menginvasi Aceh adalah sebuah KEBOHONGAN yang amat BESAR. Yang ada adalah Aceh mendukung kemerdekaan RI dengan segenap UPAYANYA.
Kenapa seringkali saya mengangkat Daud Beureuh karena memang hanya ialah TOKOH ACEH yang sangat mencintai RAKYAT ACEH, ia tidak menginginkan apapun selain memperjuangkan Islam menjadi SYARIAT ISLAM, ia juga tidak menginginkan RAKYAT ACEH dalam PERANG BODOH, lebih baik ia mengorbankan dirinya untuk KEDAMAIAN di ACEH. Silahkan lihat dalam tulisan saya pada www.cossalabuaceh. blogspot. com pada Label Profil dengan Judul Perbedaan Hasan Tiro dan Daud Beureuh.
Kehancuran Aceh dimulai dari HASAN TIRO, ketika ia mulai mengumandangkan PERANG BODOH tanpa BERPIKIR tentang bagaimana nasib RAKYAT ACEH secara keseluruhan. Begitu juga dengan KONSEP BODOHnya, silahkan baca pada blog saya dengan Judul 'Aceh dengan KONSEP PERANG BODOH'. ALA dan ABBAS serta teriakan-teriakan Orang Aceh lainnya semakin BERTERIAK memperjuangkan nasibnya yang TIDAK TENTU itu.
Perbedaan Antara Aceh dan Tim-Tim Menurut RI
Dari gambaran diatas sudah lah jelas perbedaan antara Tim-TIm dan Aceh, jadi kalau dipertanyakan kenapa Aceh bisa menjadi seperti sekarang, silahkan anda JAWAB sendiri. Terlalu sering kiranya saya melakukan pengulangan- pengulangan terhadap tulisan-tulisan saya yang menganggap 30 tahun PERANG BODOH adalah tidak setimbal dengan KORBAN baik secara FISIK, terlebih lagi PSIKIS. Semuanya dapat kita lihat bahwa kebanyakan ANNGOTA GAM adalah tidak BERPENDIDIKAN dan TIDAK PUNYA KETERAMPILAN HIDUP, anak-anak ACEH berpotensi melanjutkan PERANG BODOH ini karena masa kecil mereka yang TERTANAM MEMBUAT MEREKA menjadi KERAS dan LABIL, DENDAM dan INTIMIDASI selalu MENJADI KEHIDUPAN MEREKA.
Aceh dan Tim-Tim Bagi Dunia Internasional
Bagi Dunia Internasional, khususnya USA bahwa Tim-Tim dahulu secara GEOPOLITIK membahayakan kalau dikuasai oleh KOMUNIS. Sudah barang tentu mereka akan memberikan dukungan baik secara Politis maupun secara BANTUAN.
Lain lagi dengan ACEH yang merupakan sebuah DAERAH KAYA dengan GAS ALAMnya namun dengan PENDUDUK ISLAM yang FANATIS maka mereka melakukan pendekatan berbeda dengan Tim-Tim. Itulah yang saya katakan bahwa ada INDIKASI bahwa GAM telah disusupi oleh CIA dan Zionis dengan mengikuti PETA KONFLIK yang terus di GELAR oleh HASAN TIRO juga SOEHARTO dan LB Moerdhani untuk menguras SDA Aceh tersebut dengan AMAN.
KEDUA daerah KONFLIK ini kemudian dijadikan ALAT untuk menekan NKRI baik secara INTERNASIONAL maupun REGIONAL maupun NASIONAL, dapat dibayangkan bahwa dengan KONSPIRASI INTERNASIONAL ini maka Negara dengan PENDUDUK TERBESAR ISLAM ini selalu dalam TEKANAN.
Sekali lagi SENTIMEN AGAMA ikut BERMAIN, ketika Tim-Tim mulai didukung VATIKAN untuk KEMERDEKAANnya maka GAM kehilangan MUKA harus berafiliasi ke arah MANA, karena TENGKU masih kuat bahkan BUDAYA ISLAM masih sangat KUAT disana. Salah satu AKIBAT dari PERNAG BODOH ini adalah ketika TENGKU DIHABISKAN, dapat kita lihat sekarang bahwa PEMIMPIN GAM sekarang kebanyakan TIDAK MEMPUNYAI BASIC AGAMA yang dalam, bahkan amat SEDIKIT yang berasal dari kalangan TENGKU. Ini adalah BUKTI yang tidak bisa dipungkiri.
INDONESIA PERNAH SEPERTI ISRAEL ?
Menurut saya ini adalah statemen yang BODOH dan terlalu mengada-ngada, namun jika dikatakan bahwa oknum NKRI sebagai ANTEK ISRAEL itu amat memungkinkan.
Tapi kalau dikatakan Indonesia - SOEHARTO melakukan yang ISRAEL lakukan adalah amat memungkinkan namun dengan berbagai ALASAN. TAPI TERNYATA SEMUA itu lebih kepada PENGORBANAN RAKYAT ACEH OLEH AMBISI HASAN TIRO SEHINGGA TERKENA PETA KONFLIK.
Sebagai bahan perbandungan adalah ISRAEL terobsesi dengan TANAH YANG sudah dijanjikan, sehingga mengorbankan seluruh RAKYAT PALESTIN, ini tidak terjadi kepada NKRI. Aceh adalah daerah KONFLIK yang RUMIT, karena berbagai GOLONGAN MASUK ke situ, tapi akarnya adalah KEBODOHAN HASAN TIRO.
Dari satu sisi NKRI berkewajiaban untuk memeprtahankan KEDAULATAN wilayahnya seperti KEMERDEKAAN 17 Agustus 1945, maka mereka terus berupaya untuk menghancurkan perlawanan GAM. GAM sendiri melakukan PERLAWANAN untuk AMBISI nya, dan KONFLIK menjadi berkepanjangan. Ketika KONFLIK berkepanjangan maka banyak golongan yang akan BERMAIN dan korban lebih kepada RAKYAT, inilah adalah sebuah penistaan RAKYAT ACEH. RAKYAT ACEH dibawa ke dalam PERANG yang seringkali saya katakan PERANG BODOH, jika saya memperhatikan SEJARAH maka saya mengharapkan HADIRNYA kembali SOSOK DAUD BEUREUH dan PAHLAWAN ACEH lainnya yang menyayangi RAKYAT ACEH, bukan HASAN TIRO yang mengorbankan RAKYAT ACEH. Saya juga TIDAK perlu menceritakan KORBAN-KORBAN yang diakibatkan dari GAM dan TNI, INTInya semuanya korbannya adalah RAKYAT ACEH atau PEMBODOHAN RAKYAT ACEH secara SISTEMATIS. Tidak bisa dikatakan itu dilakukan olehb TNI saja, akan tetapi GAM juga ikut membodohi RAKYAT ACEH, ini dapat dibuktikan bahwa SEKARANG yang menjadi anggota GAM adalah anak-anak KORBAN KONFLIK yang sekarang tidak ubahnya SEPERTI DICUCUK HIDUNGNYA SEPERTI KERBAU.
Kesedihan inilah yang terus TERNGIANG di hati saya, PENISTAAN ini, KEBODOHAN ini, SDM kita MUNDUR beberapa GENERASI, SDA kita tetap TERJUAL ke YAHUDI dan USA, Anak-anak KITA menjadi BODOH dan PENUH DENDAM, INTIMIDASI selalu HADIR, siapa yang HARUS disalahkan ? Apakah NKRI ? Apakah TNI ? Apakah GAM ?
Ketika kita menyalahkan NKRI maka yang ada GAM adalah PEMBERONTAK, apapun bentuknya bagi mereka. Yang lebih IRONIS lagi ERA Soeharto memang penuh dengan INTIMIDASI dan OTORITER dan KONSPIRASI.
Ketika kita menyalahkan TNI, mereka hanyalah PRAJURIT yang mengerjakan TUGAS dan PERINTAH seperti halnya TNA. Namun menurut saya TNI lebih terdidik daripada TNA, garis komando TNI lebih baik daripada TNA. Ironisnya oknum-oknum TNI juga bermain, karena mereka juga MANUSIA. Yang menjadi masalah siapa yang mengundang MEREKA ?
Ketika kita menyalahkan GAM, menurut saya HASAN TIRO lah yang menyebabkan hal ini terjadi, Hasan Tiro juga sudah siap dengan hal ini, karena ia pernah mengatakan akan menanggung seluruh akibat dari PERANG yang dikumandangkannya. Saya minta maaf kalau banyak yang tersinggung. Hal ini semakin membuat saya yakin ketika ternyata setelah MoU Helsinky perdamaian dapat dicapai, bagi saya ini adalah tempat ajang menunjukkan bahwa GAM tidak mementingkan RAKYAT ACEH, karena pasca MoU ternyata yang mendapat kemakmuran adalah anggota GAM bukan RAKYAT ACEH. Jadi jelas bahwa PERDAMAIAN di ACEH bertolak kepada GAM kembali. Ketika GAM melakukan PERANG BODOH maka ACEH kembali pada TIDAK AMAN.
Hal inilah menurut saya yang salah, karena Aceh bukan MILIK GAM, tapi Aceh dengan segala keragamannya merupakan milik seluruh KOMPONEN ACEH, ini juga yang saya KATAKAN bahwa MoU HELSINKY bukan punya RAKYAT ACEH akan tetapi punya GAM, karena tidak seluruh KOMPONEN RAKYAT ACEH diikutsertakan.
Berulangkali tulisan ini saya tuliskan bukan PERPECAHAN, tapi dengan MEMBUKA RAKYAT ACEH dan MEMBEDAKAN mana yang BENAR-BENAR CINTA RAKYAT ACEH atau hanya menggunakan RAKYAT ACEH sebagai KEPENTINGANNYA SAJA.
Saya juga TAKUT kalau KITA hanya TAKUT karena tidak ingin ada KONFLIK maka membiarkan apa yang kita YAKINI dinjak-injak, tapi BAGAIMANA ACEH hidup dalam KEBERAGAMAN, dalam KESETARAAN bukan DENDAM dan INTIMIDASI
Berijin.
13 Januari 2009
Dialog Bodoh Tentang Perang Bodoh (with Muh Al Qubra an friends)
Berulang kali saya sudah berdiskusi dengan anda sampai-sampai saya sering kali katakana bahwa lebih baik menjadi orang bodoh daripada menjadi orang yang mengatakan Allah dan Rosulullah memperbolehkan menipu untuk mencapai tujuannya, na'udzubillah mindzalik, selama anda tidak meminta maaf, saya akan terus anda minta maaf dan mohon ampun kepada Allah SWT dan umat Muslim di dunia ini wahai Muh Al Qubra. Oh ya kepada teman-teman mailing list untuk dapat melihat pemikiran dari Muh Al Qubra ini dapat dilihat dialog saya terdahulu pada www.cossalabuaceh. blogspot. com pada label GAM dengan judul Propaganda GAM Sejati Dengan Agama (Dialog Dengan Muhammad Al Qubra) atau ada juga pada Label Aceh dan ALA, beliau ini sangat aktif sampai-sampai menghalalkan penipuan untuk mencapai tujuan dengan mengatasnamakan Allah dan Muhammad SAW, jadi ketika dalam tulisannya ia membawa ayat-ayat suci Al Qur'an adalah perlu diwaspadai.
Bahkan saya selalu katakan agar anggota mailing list berhati-hati karena sepertinya ada tangan zionis yang bermain di Aceh, hanya untuk membuat kekacauan Negara terbesar muslim ini. Pola dari Zionis ini adalah dengan memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI yang notabene orang-orangnya sebagian besar mengucapkan Laa Ilaha Illallah, seperti ada email yang menggunakan nama ILLUMINATI, coba lihat pada blog www.mistisfiles. blogspot. com .. Ketika saya memperhatikan ada trio yang bermain disini untuk mencoba mengacaukan Islam di Indonesia melalui mailing list ini dengan spesialisasi. . Omar Puteh untuk politik, Muh Al Qubra untuk Agama dan ILLUMINATI sebagai pengarah topic diskusi kelak, mari kepada teman-teman mailing list memperhatikan mereka bertiga, walau ada indikasi bahwa ada diantara mereka berada di LN, mungkin hanya ILLUMINATI di Indonesia.
Baiklah sebenarnya saya agak malas untuk membalasnya, karena persoalannya sama saja dengan dialog saya dengan dia beberapa waktu lalu, silahkan lihat blog saya saja.
Ulasan Qubra:
Pertama sekali yang bodoh itu adalah orang-orang yang tidak memahami Tujuan Hidup di Dunia menurut petunjuk Pemilik Alam semesta ini. Justru itu termasuk orang yang menamakan diri Kosasih Bakar ini.
Selanjutnya Kosasih begitt tololnya keika mengatakan bahwa pemberontakan Hasan Tiro adalah prang bodoh. Kalau saya dapat membuktikan bahwa prang itu justru perlawanan kaum dhuafa terhadap kaum mutaqabbirun (baca Orang-orang yang bersatupadu dala system Jahiliah Modern, Indonesia kecuali taqiyyah), berarti justru Kosasih lah yang bodoh.
Namun saya yakin orang macam Kosasih ini sudah tertutub mata hati hingga apapun keterangan yang kita paparkan tetap saja dia tidak bisa mengerti. Hal ini sama seperti kafir harbi, hingga Allah berfirman: " . . . . ..sawaun alaihim a anzartahum amlamtum zirhum la ynk minun ( QS. 2 : &) yang artinya, sama saja bagi mereka, kau beri peringatan atau tidak kau beri peringatan (hai Muhammad), mereka tetap tidak beriman"
Nampak jelas sekali kalau kosasih ini tidak memahami bagaimana hakikat orang Islam yang sesungguhnya berdasarkan petunjuk Pemilik Alam semesta bukan berdasarkan kedegilan orang-orang semacam kosasih.
Jawaban Kosasih:
Sebutan Qubra kepada saya sungguh tidak masuk akal, sebutan untuk orang-orang tersebut lebih cocok kepada orang-orang kafir zionis yang sekarang menyerang Palestin, cobalah anda lihat semakin lama analisisnya semakin mengherankan jelas-jelas itu untuk keimanan, sudah jelas saya beriman kepada Allah SWT. Bahkan saya juga mengutuk orang-orang yang lebih mengutamakan PERANG BODOH dari pada perdamaian, terlebih lagi sesame muslim. Saya juga tidak tahu mana yang lebih degil dia atau saya.
Ulasan Qubra:
Indonesia adalah negara sekuler. Negara sekuler memisahkan agama dengan negara. Justru itu system negara mengenyampingkan perintah Allah. Itu soal pribadi kata pemuka negara. Untuk itu mereka menciptakan hukum sendiri sesuai dengan kemampuan mereka berpikir. Lebih parah lagi hukum yang diberlakukan Indonesia sekuler itu adalah hukum peninggalan Belanda (baca UUD 45 dan KUHP yang realitanya sekarang Kasih Uang Habis Perkara) Justru itu siapapun yang beruang tidak takut berbuat dhalim disebabkan dapat menyogok para hakim dengan uangnya. Makanya merekapun melakukan korupsi tidak tanggung-tanggung agar dapat menyogok para hakim. Akibatnya orang-orang yang bermental jahat tapi berpenampilan mentrenglah yang hidup senang di Indonesia sementara orang orang yang jujur dan takut kepada hukum Allah di Hari Akhirat nanti, dijauhkan dari pembendaharaan negara hingga mereka kebanyakan hidup dalam keadaan maskin.
Perlu digaris bawahi bahwa tidak semua negara sekuler berakibat fatal kepada rakyat jelata. Contohnya negara-negara Skandinavia di Eropa. Mereka (baca pembesar negara sangat peduli kepada rakyat keseluruhannya. Buktinya tidak seorang warga negarapun disana yang hidup miskin walaupun disana juga adanya orang kaya tapi tidak sampai terjejas kehidupan rakyat pada umumnya seperti di Indonesia .
Jawaban Kosasih:
KKN memang pada era Soeharto begitu menggila, malah GAM sekarang dengan Pemerintahan Irwandy melebihi KKN mereka lebih menguntungkan anggota GAM dari pada rakyat Acegh secara keseluruhan. Merampok uang rakyat Aceh secara terang-terangan. Hasilnya adalah KPA dan Partai Aceh.
Indonesia dikatakan Negara Sekuler sah-sah saja karena bukan menggunakan HUKUM ISLAM, tapi ini bukankah lebih baik dari pada mengaku berjuang demi ISLAM tapi tingkah lakunya seperti thogut.
Ulasan Qubra:
Dimanakah bedanya antara negara Taghut Indonesia dan negara-negara Taghut Skandinavia? Bedanya negara Taghut Indonesia dhalim terhadapnrakyatnya dan munafik. Sementara negara-negara Taghut Skandinavia tidak dhalim terhadap rakyatnya dan tidak munafiq macam Indonesia . Dengan kata lain Indonesia tidak berhablum minannas, ironisnya mereka berkaok-kaok keseluruh Dunia bahwa mereka berhablum minallah. Menag benar kebanykanan mereka mengucapkan kalimah Syahadah (baca Lailaha illa Allah, Muhammadur Rasul Allah) tapi apa yang dibacakan itu hanya sebatas dimulut saja tidak sampai kehati. Buktinya tidak sampai ke hati bahwa dalam realitanya mereka tidak patuh kepada Allah tapi patuh kepada penguasa mereka
Bagaimana mungkin kita patuh kepada penguasa yang tidah patuh kepada Allah, kan keliru 180 derajat? Andaikata kita patuh kepada penguasa yang dhalim berarti tidak mematuhi Allah. Hal ini juga sama seperti Allah memerintahkan kita agar patuh kepada dua ibu-bapa tapi andaikata dua ibubapa kita menyuruh kita agar tidak mentaati Allah, kita dilarang mematuhinya.
Jawaban Kosasih:
Tidak ada seorang manusiapun yang berhak mengatakan seseorang itu KAFIR, tidak ada seorang manusiapun yang berhak mengatakan bahwa orang tersebut tidak beriman, itu adalah urusan ALLAH SWT. Saya jadi bingung siapa sekarang bodoh, sudahlah Qubra sebelum ada dari sebagian anggota mailing list ini membenci anda dan menganggap anda Yahudi dengan kata-kata anda itu, berhentilah memecah belah umat muslim di Indonesia.
Saya sungguh bingung dengan pemikiran anda, kami juga muslim, kami sholat, kenapa anda katakana kami KUFFAR. Islam itu damai atau HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID.
Qubra, ingatlah Qubra….
Ulasan Qubra:
Kalimah lailaha illa Allah mengandung arti yang dalam secara tersirat bahwa tidak ada siapapun yang berhak kita patuhi (perhambakan diri) kecuali kepada Allah. Hal ini sesuai tujuan Allah menjadikan manusia dan jin sebagaimana tertera dalam Firmannya:" wama khalaqtul jinni wal insi illa liyak buduni" (QS, Ad Dariat ), yang artinya, tidaklah Kujadikan Jin dan Manusia kecuali untuk (memperhambakan diri) tundukpatuh kepadaKu.
Sebagai panduan buat manusia diperjelaskan lagi dengan berbagai ayat lainnya seperti: " "Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah, Rasul Nya dan ulul amri mingkum (wali dari kalangan kamu sendiri). Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al Qur-an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagi mu) dan lebih baik akibatnya. (QS An-Nisaa', 4: 59)
Orang-orang yang bersatupadu dalam bingkai Indonesia macam tuan Kosasih Bakar tidak menuhankan Allah tapi yang dia tuhankan adalah pemimpin dhalim mereka. Justru itulah dia salah kaprah terhadap perjuangan kami bangsa Acheh - Sumatra . Justru perintah Allahlah kepada kaum dhuafa untuk melawan penguasa dhalim macam Indonesia tapi andaikata kita orang Islam berada di negara Skandinavia kita tidak dibenarkan memberontak. Pertama negara tersebut tidak mendhalimi rakyatnya. Kedua kita adalah tamu mereka dimana diperlakukan dengan baik sebagaimana rakyatnya sendiri. Jadi yang diperintahkan Allah agar kita perangi adalah pemerintah yang mendhalimi rakyatnya sebagaimana pemerintah Taghutnya Indonesia sebagaimana firnan Allah:".Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri yang dhalim penduduknya ini (baca macam Indonesia ), dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau dan berilah kami penolong dari sisi Engkau". (QS. Annisa' 75)
Jawaban Kosasih:
Kembali saya semakin bodoh membacanya, lebih taat kepada Allah itu siapa anda atau GAM atau kami umat muslim yang lebih mengutamakan perdamian ? Semuanya juga beribadah kepada Allah niatnya, tapi apakah GAM berjuang karena Allah atau karena ingin MERDEKA, kalian semua yang memperjuangkan GAM adalah konsep ASHOBIYAH, kalian mati dalam kejahiliyahan. .
Ulil Amri, siapa ulil amri anda ? Wah semakin bodoh saya, ini berkaitan dengan tingkatan golongan, kalau saya Ulil Amri saya ya Ama saya, kalau ditempat bekerja saya ya Pimpinan saya, kalau di Kabupaten ya Bupati, kalau di provinsi ya Gubernur, kalau di Negara ya SBY, kalau nanti ada Khalifah Islam saya akan berbaiat kepada Khalifah itu, jelas bukan.
Wah, kalau semua orang berpikiran seperti anda sudah barang tentu Aceh tidak akan pernah damai, apakah anda kira sejahtera itu seperti membalikkan telapak tangan, tidak butuh proses dan waktu. Sebenarnya apa yang anda ungkapkan ini hanyalah kalimat-kalimat biasa yang biasa dikumandankan oleh Komunis dahulunya dengan mengangkat ketidakadilan, tapi percayalah untuk Aceh itu sudah tidak laku, karena ketika rakyat Aceh melihat Irwandy dan GAM sekarang berlimpah kemewahan, mereka tidak lagi berpikir buat rakyat Aceh, akan tetapi malah untuk perut mereka sendiri, bersiap-siaplah karean ada kemungkinan Partai Aceh kalah dan kalau anda berontak lagi bersiap-siaplah pembumihangusan anggota setiap manusianya, dan rasanya rakyat Aceh akan menutup mata karena selama 30 tahun perjuangan hasilnya adaah sia-sia.
Negeri yang dhalim adalah ketika Aceh dalam pemberontakkan GAM, seluruh rakyat Aceh menjadi hancur, kenapa anda tidak pernah berpikir ini, anda lebih suka memasukkan rakyat Aceh selalu ke dalam konflik, sebegitu rendahkah nyawa rakyat Aceh bagi anda.
Tidak hanya rakyat Aceh dalam kesusahan semua saudara Indonesia dalam kesusahan, akan tetapi tidak seorangpun yang mau mengorbankan rakyatnya untuk PERANG BODOH. Mereka tahu Pimpinan mereka dalam kebodohan, mereka berusaha untuk mengingatkannya dengan cara yang baik, mereka lebih mementingkan UKHUWAH ISLAMIYAH, saudara SEIMAN.
Ulasan Qubra:
Kapankah kita diperintahkan Allah untuk memerangi penguasa dhalim? Ketika munculnya pemimpin bagi kaum dhuafa. Justru itulah Kami bangsa Acheh - Sumatra berjuang dibawah kepemimpinan Tgk Dr Hasan Muhammad Ditiro. Kebetulan sekarang ini beliau tidak produktif lagi dalam berfikir. Justru itu kepemimpinannya diwakili kepada PM Malik Mahmud al Haitar. Memang kemampuan PM tidak sama dengan kemampuan Tgk Hasan tapi bagaimanapun itulah kemampuan yang dimiliki PM dan setiap orang yang mengaku Hasan Tiro sebagai pemimpinnya, mereka juga harus mengakui kepemimpinan orang yang di tunjuki beliau. Adalah sungguh tiudak logis kita yang tidak mematuhi perintah orang yang ditunjuki pemimpin kita, konon pula kita mencacinya. Ini saya tujukan kepada orang Acheh asli bahwa kita boleh saja berbeda politik dengan PM tapi sabarlah untuk menunggu sampai beliau selesai tugasnya. Hal ini sesuai dengan ide yang cemerlang sekali dari DR Hasan Tiro. Katanya ketika Tgk Muhammad Daud Dibeureueh berjuang, Tgk Hasan menawarkan agar kita perjuangkan saja kemerdekaan Acheh bukan DII tapi ketika Tgk Daud tidak meresponnya, Tgk Hasan bersabar menunggu sampai Tgk Daud selesai tugasnya. Ini bermakna tidak diperkenankan Allah untuk mengambil alih kepemimpinan dari pemimpin yang sedang berjuang tapi bersabar untuk menunggu selesai DII. Dan demikianlah seharusnya pihak yang beroposisi bersikap terhadap PM Malik Mahmud. Andaikata kita dapat bersabar sebagaimana kesabaran Tgk Hasan Tiro, kemungkinan besar semua rakyat Acheh - Sumatra nanti akan mendukung perjuangan kita sebagaimana orang Acheh sekarang yang mendukung Tgk Hasan Tiro secara keseluruhannya dari pengikut Tgk Daud Beureueh dulu.
Jawaban Kosasih:
Anda ini aneh, kenapa anda tidak mengatakan itu kepada Hasan Tiro ketika Soeharto Kurang Ajar itu berkuasa, ingatlah apapun yang dimulai dengan niat yang SALAH maka lihat pula bahwa hasilnya akan menjadi amat salah. Islam itu rahmatan lil 'alamin, utamanya perdamaian bagi sesame muslim.
Apa yang akan anda katakana kepada orang Aceh asli yang sudah muak dengan PERANG BODOH ini, mereka juga tidak merasa Walinya Hasan Tiro atau siapapun penggantinya. Mereka muak dengan 30 tahun yang sia-sia, SDM yang menurun drastic, traumatic pada anak-anak dan perempuan, kehinaan dan kenistaan yang dialami orang Aceh. Katanya Hasan Tiron mau bertanggungjawab, sekarang apa yang bias dipertanggungjawabk an Hasan Tiro dengan PERANG BODOHnya ? Kalau untuk dapat mengetahui pemikiran saya tentang Hasan Tiro dan Daud Beureuh cobalah lihat pada www.cossalabuaceh. blogspot. com dengan label Profil dengan Judul Perbedaan Hasan Tiro dan Daud Beureuh.
Ulasan Qubra:
Kemabali kepada Kosasih yang bengong. Andaikata anda mengira kerugian bagi bangsa Acheh dengan kematian sekian ribu jiwa, justru itu merupakan keberuntungan bagi mereka yang telah syahid itu. Nampaknya disini bukan anda saja yang bengong tapi sebagian orang Achehpun masih bengong dalam hal ini. Buktinya mereka mengatakan sedih menyaksikan konflik di Palestin hingga secara reflek teringat kepada konflik di Acheh. Justru itulah kami galang persatuan untuk mengirim dana kepada orang yang lagi dilanda konflik di Paklestin, demikian kira-kira yang dikatakan para mahasiswa Acheh di Mesir menurut Tarmizi Abdul Gani Danmark. Ironisnya mahasiswa itu bekerjasama lagi dengan mahasiswa Indonesia .
Jawaban Kosasih:
Qubra…Qubra, rasanya kepala anda itu sudah kehilangan kesadaran ya menyama-nyamakan Palestin dengan Aceh, kepada teman-teman mailing list sudah banyak tulisan kami juga tentang ini silahkan lihat kembali diblog saya.
Bagaimana mungkin menyamakan konflik Palestin dan Aceh, astagfirulahal' adzim, Perang Asobiyah denganPerang Jihad. Mereka melakukan Gerakan Intifadah. Ketika saya teringat PERANG BODOH ini bukan Palestin yang teringat tapi orang-orang yang akan masuk ke dalam neraka atau orang-orang yang dianggap bukan golongan Rasulullah karena niatnya berjuang adalah hanya karena golongan dan kekuasaan. Kepada jamaah mailing list silahkan lihat kembali pada pada www.cossalabuaceh. blogspot. com pada label GAM dengan judul Propaganda GAM Sejati Dengan Agama (Dialog Dengan Muhammad Al Qubra)
Ulasan Qubra:
Kalau demikina anggapan mereka, seolah-olah komplik di Acheh itu salah atau tidak baik.
Kalau ditinjau dari kacamata mahasiswa yang belum memiliki ideology Islamn itu memang wajar mereka menganggap konflik tersebut hal yang merugikan, mengapa? Kemungkinan yang pertama mereka itu berasal dari orang-orang "beruang" di Acheh hingga sanggup menyekolah anaknya ke Mesir. Sebagaimana sejarah penjajahan Belanda dulu justru orang-orang yang dekat dengan koloni Belandalah yang sanggup mengirimkan anaknya keluar negeri.Kemungkinan ke dua mereka belum menemukan ideology Islam sejati hingga salah kaprah menilai perjuang yang dianggap negatif..
Mari kita buka mata kita lebar-lebar dan lihatlah mana ada perjuangan yang tidak meminta pengorbanan. Itu adalah pengorbanan di jalan Allah yang berarti Syahid. Kerugian mereka didunia akan diganti Allah di Akhirat dengan Surga dan kekal selama-lamanya. Setiap adanya perjuangan disitulah terbukanya pintu Syahid dan inilah yang tidak dapat dipahami oleh orang semacam Kosasih Bakar.
Berulang kali sudah saya jelaskan bahwa setiap orang yang bersatupadu dalam system Indonesia yang dhalim dan munafiq adalah Neraka tempatnya kelak, kecuali yang terpaksa bertaqiyyah. Justru itulah kami berjuang bersama Tgk Hasan Ditiro. Kalau anda tanya sampai kapan Acheh merdeka, saya balik bertanya sampai kapan itu rakyat di Indonesia dapat hidup makmur?. Indonesia itu milik penguasa dan konco-konconya bukan milik rakyat Indonesia . Anda hai kosasih kemungkinan besar penjilat penguasa yang dhalim itu. maaf atas kekasaran yang menimpa dirimu itu, bukan aku yang mengatakannya tapi kebenaranlah yang membuat anda terhina disebabkan anda berada dipihak yang bathil.
Masih ada hal yang perlu kujelaskan tapi malam agak larut, insya Allah akan saya sambung dikesempatan yang lain termasuk masalah Sayriat Islam yang nampaknya masih buta bagi anda bagaimana duduk perkaranya dalam khazanah Islam murni
Billahi fi sabililhaq
(muhammad al qubra)
Acheh - Sumatra
Jawaban Kosasih:
Bagaimana mungkin anda bias menjelaskan Islam kepada kami bila anda mengambil potongan-potongan ayat hanya untuk kepentingan PERANG BODOH ASHOBIYAH anda. Tidakkah anda takut anda akan masuk ke dalam Neraka. Oh ya saya bukan penjilat, saya hanya manusia yang kasian dengan rakyat Aceh yang tertipu dengan PERANG BODOH ini.
Aceh bukan milik GAM tapi milik rakyat Aceh, sudah cukup dipermainkan rakyat Aceh dengan ulasan-ulasan GAM. Laknatullah orang-orang yang lebih condong menghalalkan darah sesame muslim dibandingkan condong kepada kedamaian.
Sekali lagi lihat di pada www.cossalabuaceh. blogspot. com pada label GAM dengan judul Propaganda GAM Sejati Dengan Agama (Dialog Dengan Muhammad Al Qubra).
Tambahan Dialog:
Kepada Jamaah mailing list semua, anda sudah dapat menyaksikan orang-orang seperti apa OMAR PUTEH dan MUH AL QUBRA (khusus Al Qubra, harap bersabar saya akan membongkar tulisan-tulisan anda...)
ILLUMINATI permohonan maaf saya kalau anda memang bukan antek zionis Yahudi, saya juga hanya mengomentari alamat email anda jadi jangan terlalu kasarlah berkatanya. Kalau anda TIDAK MEMAAFKAN dan menganggap ini FITNAH, yang bisa saya katakan saya hanya memfitnah alamat email anda, bukan diri anda, karena saya tidak tahu siapa diri anda.
Ketika anda memakai alamat tersebut berarti ada kebanggaan anda terhadap organisasi rahasia Yahudi yang telah menghancurkan Islam tersebut. Silahkan lihat di http://mistisfiles. blogspot. com/2008/ 11/maksud- tersembunyi- dalam-lambang. html.
Dan untuk teman-teman yang lain agar memperhatikan lebih seksama lagi upaya-upaya menghancurkan umat Islam di NKRI melalui Aceh.
Kepada Illuminati agar anda berpikir yang jernih, katakan juga kepada teman anda Omar Puteh dan Al Qubra agar juga tidak suka memfitnah orang, saya tidak tahu itu siapa Alan...bla bla itu. Katakan juga jangan mereka suka memfitnah KOSASIH, suku JAWA, NKRI, PKS dan masih banyak lagi. Kalau mau memfitnah yang santun, rakyat ACEH sudah muak dengan tingkah polah anda yang hanya menginginkan kedamaian di Aceh hancur karena AMBISI GAM dengan PERANG BODOHnya.
Siapapun tahu semua cinta damai, terlebih lagi saya, tapi jangan ditengah slogan tersebut anda mempermainkan kami kembali. Apalah arti damai kalau ternyata itu hanya LIPSTIK saja.
Lanjutan...
Kembali saya hanya tertawa, karena blog saya sepertinya semakin lama semakin sering dibuka teman-teman yang menginginkan Aceh selalu dalam kedamaian bukan kembali dalam PERANG BODOH.
Lantas saya juga semakin HERAN, ketika GAM harus kebakaran jenggot ketika dikatakan melakukan PERANG BODOH tapi disisi lain orang-orang seperti anda dan Omar Puteh, Semesta Nawa, Muh Al Qubra, Illmuninati, dsb hanya pandai menjelekkan PKS, NKRI, TNI, orang-orang yang tidak setuju dengan pemikiran anda, IRONI bukan.
Saya punya cerita, bahwa dalam ilmu perkembangan otak ada yang namanya batang otak 'KORTEKS', yang bertanggungjawab dalam perkembangan emosional seorang manusia. Masalahnya adalah anak-anak yang besar pada masa konflik ini ternyata perkembangan Korteksnya menjadi tidak baik, cenderung akan membesar, sehingga ini berakibat kepada perkembangan emosionalnya yang tidak baik. Mereka yang seperti ini cenderung ketika kehendaknya tidak dituruti maka mereka akan melawan secara anarkis atau dengan pemikiran-pemikiran yang frontal, bukan dengan logika berpikir atau alasan dan hujjah. Pertanyaan saya apakah kepada orang-orang seperti ini diserahkan nasib dari rakyat Aceh ? Terus siapa yang bertanggungjawab dengan akibat yang amat tidak dikehendaki ini karena PERANG BODOH? Saya amat kasihan dengan anda.
Dan ironisnya pimpinan GAM sekarang sama sekali tidak pernah memikirkan mereka, perumbuhan anak-anak yang ada di Aceh, bahkan remaja-remaja Aceh, mereka tidak pernah berpikir bahwa mereka dahulu seperti itu. Sungguh mereka hanya mementingkan anggotanya saja dengan mengenyangkan perutnya sendiri.
Akhirnya anggota GAM hanya terdiri dari orang-orang yang bodoh dengan korteks yang besar, gangguan emosional, tidak berpendidikan, sehingga mereka seperti dicocok hidungnya seperti KERBAU oleh Pimpinan GAM, karena PERANG BODOH ini terlalu panjang dan tidak mempunyai tujuan yang jelas. Mereka tidak punya keterampilan hidup, mereka tidak bisa berpikir cerdas, bahkan yang mereka tahu hanyalah INTIMIDASI dan DENDAM, juga kebutuhan perut mereka sendiri. Dengan orang-orang seperti inilah kita berikan nasib kita ?
Dan semuanya dapat terlihat sekarang bahwa di bawah pimpinan Irwandy Aceh tidak ada kemajuan yang berarti. Inilah yang membuat saya bingung apakah memang GAM itu benar2 ingin membangun rakyat Aceh atau hanya untuk kepentingan golongan mereka saja. Bayangkan dengan orang yang tidak setuju denan pemikirannya saja maka yang didapat hanya FITNAH, CERCAAN dan HINAAN. Apakah kita akan memberikan nasib rakyat Aceh kepada orang-orang seperti itu ?
Kemudian permasalahan selanjutnya adalah apakah anak-anak kita akan terus dibiarkan berpikir atau tumbuh dengan kondisi dari anggota GAM sekarang ini ? Karena sesungguhnya pertumbuhan seoarng manusia pada masa emasnya yaitu 0-8 tahun tidak akan pernah bisa digantikan lagi, kecuali dengan keajaiban dari Tuhan.
Masalah saya benci GAM, memang iya saya benci karena selama 30 tahun hanya membawa rakyat ACeh dalam kemunduran.Tapi saya tidak pernah bisa memaksakan kehendak saya bahwa Rakyat Aceh jangan memilih GAM, karena itu adalah hak mereka. Yang saya hanya bisa katakan adalah GAM tidak layak memimpin rakyat Aceh, 30 tahun sudah cukup. Saya juga tidak pernah membenci rakyat Aceh, kalaupun ada perbedaan itu adalah hal yang biasa. Dan jangan juga pernah menghilangkan perbedaan karena itu adalah rahmat dari Allah SWT
Lanjutan...
Kepada mailing list anda akan kembali melihat contoh-contoh orang-orang yang tidak mempunyai pikiran yang jernih, mungkin karena KORTEKS nya yang karena rangsangan konflik menjadi semakin membesar.
Saya tidak tahu mungkin Naka Turi ini hendak membenarkan bahwa Peperangan hanya mengakibatkan kehancuran GENERASI MUDA seperti ketika NKRI melawan PENJAJAH. Menurut saya adalah FAKTA bahwa selama 350 tahun kita dijajah maka Negara kita menjadi negara yang tidak maju-maju, terimakasih anda telah mengingatkan kami semua.
Namun, dengan BODOHnya GAM telah membawa Rakyat Aceh kembali ke ZAMAN ketika NKRI dijaja BELANDA, sehingga RAKYAT ACEH menjadi BODOH karena PERANG BODOH.
Dalam pemikiran saya sesungguh PERANG BODOH ini tidak perlu terjadi, ketika zaman Belanda kita terbebas dari PERANG maka GAM memasukkan rakyat Aceh ke dalam PERANG BODOH YANG BERKEPANJANGAN yang seharusnya bisa ditiadakan, bisa dihilangkan. Daud Beureuh sudah melihat itu, ia CINTA rakyat Aceh, tapi HASAN TIRO terlalu BODOH sehingga membawa Rakyat Aceh masuk kedalam kubangan PERANG BODOH.
Mudah-mudahan ia akan menerima GANJARANNYA dari sisi ALLAH SWT. Mudah-mudahan ALLAH memaafkan orang-orang yang tidak tahu dan telah mati dalam KEJAHILIYAHAN karena PERJUANGAN ASHOBIYAH.
Selama GAM tidak menghilangkan pola INTIMIDASI maka Aceh tidak akan pernah AMAN. Selama GAM selalu memaksakan KEHENDAK maka Aceh akan selalu TERANCAM.
Selama GAM ingin MERDEKA maka anak-anak kita KORTEKSnya akan BESAR.
Perdamaian itu adalah saling menghormati dan menghargai, BUKAN mau menang sendiri. Bisa Di KRITIK, bukan kemudian INTIMIDASI. Perdamaian ABADI ketika semua sama...
Berijin
Berijin.
www.cossalabu. blogspot. com
Bahkan saya selalu katakan agar anggota mailing list berhati-hati karena sepertinya ada tangan zionis yang bermain di Aceh, hanya untuk membuat kekacauan Negara terbesar muslim ini. Pola dari Zionis ini adalah dengan memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI yang notabene orang-orangnya sebagian besar mengucapkan Laa Ilaha Illallah, seperti ada email yang menggunakan nama ILLUMINATI, coba lihat pada blog www.mistisfiles. blogspot. com .. Ketika saya memperhatikan ada trio yang bermain disini untuk mencoba mengacaukan Islam di Indonesia melalui mailing list ini dengan spesialisasi. . Omar Puteh untuk politik, Muh Al Qubra untuk Agama dan ILLUMINATI sebagai pengarah topic diskusi kelak, mari kepada teman-teman mailing list memperhatikan mereka bertiga, walau ada indikasi bahwa ada diantara mereka berada di LN, mungkin hanya ILLUMINATI di Indonesia.
Baiklah sebenarnya saya agak malas untuk membalasnya, karena persoalannya sama saja dengan dialog saya dengan dia beberapa waktu lalu, silahkan lihat blog saya saja.
Ulasan Qubra:
Pertama sekali yang bodoh itu adalah orang-orang yang tidak memahami Tujuan Hidup di Dunia menurut petunjuk Pemilik Alam semesta ini. Justru itu termasuk orang yang menamakan diri Kosasih Bakar ini.
Selanjutnya Kosasih begitt tololnya keika mengatakan bahwa pemberontakan Hasan Tiro adalah prang bodoh. Kalau saya dapat membuktikan bahwa prang itu justru perlawanan kaum dhuafa terhadap kaum mutaqabbirun (baca Orang-orang yang bersatupadu dala system Jahiliah Modern, Indonesia kecuali taqiyyah), berarti justru Kosasih lah yang bodoh.
Namun saya yakin orang macam Kosasih ini sudah tertutub mata hati hingga apapun keterangan yang kita paparkan tetap saja dia tidak bisa mengerti. Hal ini sama seperti kafir harbi, hingga Allah berfirman: " . . . . ..sawaun alaihim a anzartahum amlamtum zirhum la ynk minun ( QS. 2 : &) yang artinya, sama saja bagi mereka, kau beri peringatan atau tidak kau beri peringatan (hai Muhammad), mereka tetap tidak beriman"
Nampak jelas sekali kalau kosasih ini tidak memahami bagaimana hakikat orang Islam yang sesungguhnya berdasarkan petunjuk Pemilik Alam semesta bukan berdasarkan kedegilan orang-orang semacam kosasih.
Jawaban Kosasih:
Sebutan Qubra kepada saya sungguh tidak masuk akal, sebutan untuk orang-orang tersebut lebih cocok kepada orang-orang kafir zionis yang sekarang menyerang Palestin, cobalah anda lihat semakin lama analisisnya semakin mengherankan jelas-jelas itu untuk keimanan, sudah jelas saya beriman kepada Allah SWT. Bahkan saya juga mengutuk orang-orang yang lebih mengutamakan PERANG BODOH dari pada perdamaian, terlebih lagi sesame muslim. Saya juga tidak tahu mana yang lebih degil dia atau saya.
Ulasan Qubra:
Indonesia adalah negara sekuler. Negara sekuler memisahkan agama dengan negara. Justru itu system negara mengenyampingkan perintah Allah. Itu soal pribadi kata pemuka negara. Untuk itu mereka menciptakan hukum sendiri sesuai dengan kemampuan mereka berpikir. Lebih parah lagi hukum yang diberlakukan Indonesia sekuler itu adalah hukum peninggalan Belanda (baca UUD 45 dan KUHP yang realitanya sekarang Kasih Uang Habis Perkara) Justru itu siapapun yang beruang tidak takut berbuat dhalim disebabkan dapat menyogok para hakim dengan uangnya. Makanya merekapun melakukan korupsi tidak tanggung-tanggung agar dapat menyogok para hakim. Akibatnya orang-orang yang bermental jahat tapi berpenampilan mentrenglah yang hidup senang di Indonesia sementara orang orang yang jujur dan takut kepada hukum Allah di Hari Akhirat nanti, dijauhkan dari pembendaharaan negara hingga mereka kebanyakan hidup dalam keadaan maskin.
Perlu digaris bawahi bahwa tidak semua negara sekuler berakibat fatal kepada rakyat jelata. Contohnya negara-negara Skandinavia di Eropa. Mereka (baca pembesar negara sangat peduli kepada rakyat keseluruhannya. Buktinya tidak seorang warga negarapun disana yang hidup miskin walaupun disana juga adanya orang kaya tapi tidak sampai terjejas kehidupan rakyat pada umumnya seperti di Indonesia .
Jawaban Kosasih:
KKN memang pada era Soeharto begitu menggila, malah GAM sekarang dengan Pemerintahan Irwandy melebihi KKN mereka lebih menguntungkan anggota GAM dari pada rakyat Acegh secara keseluruhan. Merampok uang rakyat Aceh secara terang-terangan. Hasilnya adalah KPA dan Partai Aceh.
Indonesia dikatakan Negara Sekuler sah-sah saja karena bukan menggunakan HUKUM ISLAM, tapi ini bukankah lebih baik dari pada mengaku berjuang demi ISLAM tapi tingkah lakunya seperti thogut.
Ulasan Qubra:
Dimanakah bedanya antara negara Taghut Indonesia dan negara-negara Taghut Skandinavia? Bedanya negara Taghut Indonesia dhalim terhadapnrakyatnya dan munafik. Sementara negara-negara Taghut Skandinavia tidak dhalim terhadap rakyatnya dan tidak munafiq macam Indonesia . Dengan kata lain Indonesia tidak berhablum minannas, ironisnya mereka berkaok-kaok keseluruh Dunia bahwa mereka berhablum minallah. Menag benar kebanykanan mereka mengucapkan kalimah Syahadah (baca Lailaha illa Allah, Muhammadur Rasul Allah) tapi apa yang dibacakan itu hanya sebatas dimulut saja tidak sampai kehati. Buktinya tidak sampai ke hati bahwa dalam realitanya mereka tidak patuh kepada Allah tapi patuh kepada penguasa mereka
Bagaimana mungkin kita patuh kepada penguasa yang tidah patuh kepada Allah, kan keliru 180 derajat? Andaikata kita patuh kepada penguasa yang dhalim berarti tidak mematuhi Allah. Hal ini juga sama seperti Allah memerintahkan kita agar patuh kepada dua ibu-bapa tapi andaikata dua ibubapa kita menyuruh kita agar tidak mentaati Allah, kita dilarang mematuhinya.
Jawaban Kosasih:
Tidak ada seorang manusiapun yang berhak mengatakan seseorang itu KAFIR, tidak ada seorang manusiapun yang berhak mengatakan bahwa orang tersebut tidak beriman, itu adalah urusan ALLAH SWT. Saya jadi bingung siapa sekarang bodoh, sudahlah Qubra sebelum ada dari sebagian anggota mailing list ini membenci anda dan menganggap anda Yahudi dengan kata-kata anda itu, berhentilah memecah belah umat muslim di Indonesia.
Saya sungguh bingung dengan pemikiran anda, kami juga muslim, kami sholat, kenapa anda katakana kami KUFFAR. Islam itu damai atau HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID.
Qubra, ingatlah Qubra….
Ulasan Qubra:
Kalimah lailaha illa Allah mengandung arti yang dalam secara tersirat bahwa tidak ada siapapun yang berhak kita patuhi (perhambakan diri) kecuali kepada Allah. Hal ini sesuai tujuan Allah menjadikan manusia dan jin sebagaimana tertera dalam Firmannya:" wama khalaqtul jinni wal insi illa liyak buduni" (QS, Ad Dariat ), yang artinya, tidaklah Kujadikan Jin dan Manusia kecuali untuk (memperhambakan diri) tundukpatuh kepadaKu.
Sebagai panduan buat manusia diperjelaskan lagi dengan berbagai ayat lainnya seperti: " "Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah, Rasul Nya dan ulul amri mingkum (wali dari kalangan kamu sendiri). Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al Qur-an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagi mu) dan lebih baik akibatnya. (QS An-Nisaa', 4: 59)
Orang-orang yang bersatupadu dalam bingkai Indonesia macam tuan Kosasih Bakar tidak menuhankan Allah tapi yang dia tuhankan adalah pemimpin dhalim mereka. Justru itulah dia salah kaprah terhadap perjuangan kami bangsa Acheh - Sumatra . Justru perintah Allahlah kepada kaum dhuafa untuk melawan penguasa dhalim macam Indonesia tapi andaikata kita orang Islam berada di negara Skandinavia kita tidak dibenarkan memberontak. Pertama negara tersebut tidak mendhalimi rakyatnya. Kedua kita adalah tamu mereka dimana diperlakukan dengan baik sebagaimana rakyatnya sendiri. Jadi yang diperintahkan Allah agar kita perangi adalah pemerintah yang mendhalimi rakyatnya sebagaimana pemerintah Taghutnya Indonesia sebagaimana firnan Allah:".Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri yang dhalim penduduknya ini (baca macam Indonesia ), dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau dan berilah kami penolong dari sisi Engkau". (QS. Annisa' 75)
Jawaban Kosasih:
Kembali saya semakin bodoh membacanya, lebih taat kepada Allah itu siapa anda atau GAM atau kami umat muslim yang lebih mengutamakan perdamian ? Semuanya juga beribadah kepada Allah niatnya, tapi apakah GAM berjuang karena Allah atau karena ingin MERDEKA, kalian semua yang memperjuangkan GAM adalah konsep ASHOBIYAH, kalian mati dalam kejahiliyahan. .
Ulil Amri, siapa ulil amri anda ? Wah semakin bodoh saya, ini berkaitan dengan tingkatan golongan, kalau saya Ulil Amri saya ya Ama saya, kalau ditempat bekerja saya ya Pimpinan saya, kalau di Kabupaten ya Bupati, kalau di provinsi ya Gubernur, kalau di Negara ya SBY, kalau nanti ada Khalifah Islam saya akan berbaiat kepada Khalifah itu, jelas bukan.
Wah, kalau semua orang berpikiran seperti anda sudah barang tentu Aceh tidak akan pernah damai, apakah anda kira sejahtera itu seperti membalikkan telapak tangan, tidak butuh proses dan waktu. Sebenarnya apa yang anda ungkapkan ini hanyalah kalimat-kalimat biasa yang biasa dikumandankan oleh Komunis dahulunya dengan mengangkat ketidakadilan, tapi percayalah untuk Aceh itu sudah tidak laku, karena ketika rakyat Aceh melihat Irwandy dan GAM sekarang berlimpah kemewahan, mereka tidak lagi berpikir buat rakyat Aceh, akan tetapi malah untuk perut mereka sendiri, bersiap-siaplah karean ada kemungkinan Partai Aceh kalah dan kalau anda berontak lagi bersiap-siaplah pembumihangusan anggota setiap manusianya, dan rasanya rakyat Aceh akan menutup mata karena selama 30 tahun perjuangan hasilnya adaah sia-sia.
Negeri yang dhalim adalah ketika Aceh dalam pemberontakkan GAM, seluruh rakyat Aceh menjadi hancur, kenapa anda tidak pernah berpikir ini, anda lebih suka memasukkan rakyat Aceh selalu ke dalam konflik, sebegitu rendahkah nyawa rakyat Aceh bagi anda.
Tidak hanya rakyat Aceh dalam kesusahan semua saudara Indonesia dalam kesusahan, akan tetapi tidak seorangpun yang mau mengorbankan rakyatnya untuk PERANG BODOH. Mereka tahu Pimpinan mereka dalam kebodohan, mereka berusaha untuk mengingatkannya dengan cara yang baik, mereka lebih mementingkan UKHUWAH ISLAMIYAH, saudara SEIMAN.
Ulasan Qubra:
Kapankah kita diperintahkan Allah untuk memerangi penguasa dhalim? Ketika munculnya pemimpin bagi kaum dhuafa. Justru itulah Kami bangsa Acheh - Sumatra berjuang dibawah kepemimpinan Tgk Dr Hasan Muhammad Ditiro. Kebetulan sekarang ini beliau tidak produktif lagi dalam berfikir. Justru itu kepemimpinannya diwakili kepada PM Malik Mahmud al Haitar. Memang kemampuan PM tidak sama dengan kemampuan Tgk Hasan tapi bagaimanapun itulah kemampuan yang dimiliki PM dan setiap orang yang mengaku Hasan Tiro sebagai pemimpinnya, mereka juga harus mengakui kepemimpinan orang yang di tunjuki beliau. Adalah sungguh tiudak logis kita yang tidak mematuhi perintah orang yang ditunjuki pemimpin kita, konon pula kita mencacinya. Ini saya tujukan kepada orang Acheh asli bahwa kita boleh saja berbeda politik dengan PM tapi sabarlah untuk menunggu sampai beliau selesai tugasnya. Hal ini sesuai dengan ide yang cemerlang sekali dari DR Hasan Tiro. Katanya ketika Tgk Muhammad Daud Dibeureueh berjuang, Tgk Hasan menawarkan agar kita perjuangkan saja kemerdekaan Acheh bukan DII tapi ketika Tgk Daud tidak meresponnya, Tgk Hasan bersabar menunggu sampai Tgk Daud selesai tugasnya. Ini bermakna tidak diperkenankan Allah untuk mengambil alih kepemimpinan dari pemimpin yang sedang berjuang tapi bersabar untuk menunggu selesai DII. Dan demikianlah seharusnya pihak yang beroposisi bersikap terhadap PM Malik Mahmud. Andaikata kita dapat bersabar sebagaimana kesabaran Tgk Hasan Tiro, kemungkinan besar semua rakyat Acheh - Sumatra nanti akan mendukung perjuangan kita sebagaimana orang Acheh sekarang yang mendukung Tgk Hasan Tiro secara keseluruhannya dari pengikut Tgk Daud Beureueh dulu.
Jawaban Kosasih:
Anda ini aneh, kenapa anda tidak mengatakan itu kepada Hasan Tiro ketika Soeharto Kurang Ajar itu berkuasa, ingatlah apapun yang dimulai dengan niat yang SALAH maka lihat pula bahwa hasilnya akan menjadi amat salah. Islam itu rahmatan lil 'alamin, utamanya perdamaian bagi sesame muslim.
Apa yang akan anda katakana kepada orang Aceh asli yang sudah muak dengan PERANG BODOH ini, mereka juga tidak merasa Walinya Hasan Tiro atau siapapun penggantinya. Mereka muak dengan 30 tahun yang sia-sia, SDM yang menurun drastic, traumatic pada anak-anak dan perempuan, kehinaan dan kenistaan yang dialami orang Aceh. Katanya Hasan Tiron mau bertanggungjawab, sekarang apa yang bias dipertanggungjawabk an Hasan Tiro dengan PERANG BODOHnya ? Kalau untuk dapat mengetahui pemikiran saya tentang Hasan Tiro dan Daud Beureuh cobalah lihat pada www.cossalabuaceh. blogspot. com dengan label Profil dengan Judul Perbedaan Hasan Tiro dan Daud Beureuh.
Ulasan Qubra:
Kemabali kepada Kosasih yang bengong. Andaikata anda mengira kerugian bagi bangsa Acheh dengan kematian sekian ribu jiwa, justru itu merupakan keberuntungan bagi mereka yang telah syahid itu. Nampaknya disini bukan anda saja yang bengong tapi sebagian orang Achehpun masih bengong dalam hal ini. Buktinya mereka mengatakan sedih menyaksikan konflik di Palestin hingga secara reflek teringat kepada konflik di Acheh. Justru itulah kami galang persatuan untuk mengirim dana kepada orang yang lagi dilanda konflik di Paklestin, demikian kira-kira yang dikatakan para mahasiswa Acheh di Mesir menurut Tarmizi Abdul Gani Danmark. Ironisnya mahasiswa itu bekerjasama lagi dengan mahasiswa Indonesia .
Jawaban Kosasih:
Qubra…Qubra, rasanya kepala anda itu sudah kehilangan kesadaran ya menyama-nyamakan Palestin dengan Aceh, kepada teman-teman mailing list sudah banyak tulisan kami juga tentang ini silahkan lihat kembali diblog saya.
Bagaimana mungkin menyamakan konflik Palestin dan Aceh, astagfirulahal' adzim, Perang Asobiyah denganPerang Jihad. Mereka melakukan Gerakan Intifadah. Ketika saya teringat PERANG BODOH ini bukan Palestin yang teringat tapi orang-orang yang akan masuk ke dalam neraka atau orang-orang yang dianggap bukan golongan Rasulullah karena niatnya berjuang adalah hanya karena golongan dan kekuasaan. Kepada jamaah mailing list silahkan lihat kembali pada pada www.cossalabuaceh. blogspot. com pada label GAM dengan judul Propaganda GAM Sejati Dengan Agama (Dialog Dengan Muhammad Al Qubra)
Ulasan Qubra:
Kalau demikina anggapan mereka, seolah-olah komplik di Acheh itu salah atau tidak baik.
Kalau ditinjau dari kacamata mahasiswa yang belum memiliki ideology Islamn itu memang wajar mereka menganggap konflik tersebut hal yang merugikan, mengapa? Kemungkinan yang pertama mereka itu berasal dari orang-orang "beruang" di Acheh hingga sanggup menyekolah anaknya ke Mesir. Sebagaimana sejarah penjajahan Belanda dulu justru orang-orang yang dekat dengan koloni Belandalah yang sanggup mengirimkan anaknya keluar negeri.Kemungkinan ke dua mereka belum menemukan ideology Islam sejati hingga salah kaprah menilai perjuang yang dianggap negatif..
Mari kita buka mata kita lebar-lebar dan lihatlah mana ada perjuangan yang tidak meminta pengorbanan. Itu adalah pengorbanan di jalan Allah yang berarti Syahid. Kerugian mereka didunia akan diganti Allah di Akhirat dengan Surga dan kekal selama-lamanya. Setiap adanya perjuangan disitulah terbukanya pintu Syahid dan inilah yang tidak dapat dipahami oleh orang semacam Kosasih Bakar.
Berulang kali sudah saya jelaskan bahwa setiap orang yang bersatupadu dalam system Indonesia yang dhalim dan munafiq adalah Neraka tempatnya kelak, kecuali yang terpaksa bertaqiyyah. Justru itulah kami berjuang bersama Tgk Hasan Ditiro. Kalau anda tanya sampai kapan Acheh merdeka, saya balik bertanya sampai kapan itu rakyat di Indonesia dapat hidup makmur?. Indonesia itu milik penguasa dan konco-konconya bukan milik rakyat Indonesia . Anda hai kosasih kemungkinan besar penjilat penguasa yang dhalim itu. maaf atas kekasaran yang menimpa dirimu itu, bukan aku yang mengatakannya tapi kebenaranlah yang membuat anda terhina disebabkan anda berada dipihak yang bathil.
Masih ada hal yang perlu kujelaskan tapi malam agak larut, insya Allah akan saya sambung dikesempatan yang lain termasuk masalah Sayriat Islam yang nampaknya masih buta bagi anda bagaimana duduk perkaranya dalam khazanah Islam murni
Billahi fi sabililhaq
(muhammad al qubra)
Acheh - Sumatra
Jawaban Kosasih:
Bagaimana mungkin anda bias menjelaskan Islam kepada kami bila anda mengambil potongan-potongan ayat hanya untuk kepentingan PERANG BODOH ASHOBIYAH anda. Tidakkah anda takut anda akan masuk ke dalam Neraka. Oh ya saya bukan penjilat, saya hanya manusia yang kasian dengan rakyat Aceh yang tertipu dengan PERANG BODOH ini.
Aceh bukan milik GAM tapi milik rakyat Aceh, sudah cukup dipermainkan rakyat Aceh dengan ulasan-ulasan GAM. Laknatullah orang-orang yang lebih condong menghalalkan darah sesame muslim dibandingkan condong kepada kedamaian.
Sekali lagi lihat di pada www.cossalabuaceh. blogspot. com pada label GAM dengan judul Propaganda GAM Sejati Dengan Agama (Dialog Dengan Muhammad Al Qubra).
Tambahan Dialog:
Kepada Jamaah mailing list semua, anda sudah dapat menyaksikan orang-orang seperti apa OMAR PUTEH dan MUH AL QUBRA (khusus Al Qubra, harap bersabar saya akan membongkar tulisan-tulisan anda...)
ILLUMINATI permohonan maaf saya kalau anda memang bukan antek zionis Yahudi, saya juga hanya mengomentari alamat email anda jadi jangan terlalu kasarlah berkatanya. Kalau anda TIDAK MEMAAFKAN dan menganggap ini FITNAH, yang bisa saya katakan saya hanya memfitnah alamat email anda, bukan diri anda, karena saya tidak tahu siapa diri anda.
Ketika anda memakai alamat tersebut berarti ada kebanggaan anda terhadap organisasi rahasia Yahudi yang telah menghancurkan Islam tersebut. Silahkan lihat di http://mistisfiles. blogspot. com/2008/ 11/maksud- tersembunyi- dalam-lambang. html.
Dan untuk teman-teman yang lain agar memperhatikan lebih seksama lagi upaya-upaya menghancurkan umat Islam di NKRI melalui Aceh.
Kepada Illuminati agar anda berpikir yang jernih, katakan juga kepada teman anda Omar Puteh dan Al Qubra agar juga tidak suka memfitnah orang, saya tidak tahu itu siapa Alan...bla bla itu. Katakan juga jangan mereka suka memfitnah KOSASIH, suku JAWA, NKRI, PKS dan masih banyak lagi. Kalau mau memfitnah yang santun, rakyat ACEH sudah muak dengan tingkah polah anda yang hanya menginginkan kedamaian di Aceh hancur karena AMBISI GAM dengan PERANG BODOHnya.
Siapapun tahu semua cinta damai, terlebih lagi saya, tapi jangan ditengah slogan tersebut anda mempermainkan kami kembali. Apalah arti damai kalau ternyata itu hanya LIPSTIK saja.
Lanjutan...
Kembali saya hanya tertawa, karena blog saya sepertinya semakin lama semakin sering dibuka teman-teman yang menginginkan Aceh selalu dalam kedamaian bukan kembali dalam PERANG BODOH.
Lantas saya juga semakin HERAN, ketika GAM harus kebakaran jenggot ketika dikatakan melakukan PERANG BODOH tapi disisi lain orang-orang seperti anda dan Omar Puteh, Semesta Nawa, Muh Al Qubra, Illmuninati, dsb hanya pandai menjelekkan PKS, NKRI, TNI, orang-orang yang tidak setuju dengan pemikiran anda, IRONI bukan.
Saya punya cerita, bahwa dalam ilmu perkembangan otak ada yang namanya batang otak 'KORTEKS', yang bertanggungjawab dalam perkembangan emosional seorang manusia. Masalahnya adalah anak-anak yang besar pada masa konflik ini ternyata perkembangan Korteksnya menjadi tidak baik, cenderung akan membesar, sehingga ini berakibat kepada perkembangan emosionalnya yang tidak baik. Mereka yang seperti ini cenderung ketika kehendaknya tidak dituruti maka mereka akan melawan secara anarkis atau dengan pemikiran-pemikiran yang frontal, bukan dengan logika berpikir atau alasan dan hujjah. Pertanyaan saya apakah kepada orang-orang seperti ini diserahkan nasib dari rakyat Aceh ? Terus siapa yang bertanggungjawab dengan akibat yang amat tidak dikehendaki ini karena PERANG BODOH? Saya amat kasihan dengan anda.
Dan ironisnya pimpinan GAM sekarang sama sekali tidak pernah memikirkan mereka, perumbuhan anak-anak yang ada di Aceh, bahkan remaja-remaja Aceh, mereka tidak pernah berpikir bahwa mereka dahulu seperti itu. Sungguh mereka hanya mementingkan anggotanya saja dengan mengenyangkan perutnya sendiri.
Akhirnya anggota GAM hanya terdiri dari orang-orang yang bodoh dengan korteks yang besar, gangguan emosional, tidak berpendidikan, sehingga mereka seperti dicocok hidungnya seperti KERBAU oleh Pimpinan GAM, karena PERANG BODOH ini terlalu panjang dan tidak mempunyai tujuan yang jelas. Mereka tidak punya keterampilan hidup, mereka tidak bisa berpikir cerdas, bahkan yang mereka tahu hanyalah INTIMIDASI dan DENDAM, juga kebutuhan perut mereka sendiri. Dengan orang-orang seperti inilah kita berikan nasib kita ?
Dan semuanya dapat terlihat sekarang bahwa di bawah pimpinan Irwandy Aceh tidak ada kemajuan yang berarti. Inilah yang membuat saya bingung apakah memang GAM itu benar2 ingin membangun rakyat Aceh atau hanya untuk kepentingan golongan mereka saja. Bayangkan dengan orang yang tidak setuju denan pemikirannya saja maka yang didapat hanya FITNAH, CERCAAN dan HINAAN. Apakah kita akan memberikan nasib rakyat Aceh kepada orang-orang seperti itu ?
Kemudian permasalahan selanjutnya adalah apakah anak-anak kita akan terus dibiarkan berpikir atau tumbuh dengan kondisi dari anggota GAM sekarang ini ? Karena sesungguhnya pertumbuhan seoarng manusia pada masa emasnya yaitu 0-8 tahun tidak akan pernah bisa digantikan lagi, kecuali dengan keajaiban dari Tuhan.
Masalah saya benci GAM, memang iya saya benci karena selama 30 tahun hanya membawa rakyat ACeh dalam kemunduran.Tapi saya tidak pernah bisa memaksakan kehendak saya bahwa Rakyat Aceh jangan memilih GAM, karena itu adalah hak mereka. Yang saya hanya bisa katakan adalah GAM tidak layak memimpin rakyat Aceh, 30 tahun sudah cukup. Saya juga tidak pernah membenci rakyat Aceh, kalaupun ada perbedaan itu adalah hal yang biasa. Dan jangan juga pernah menghilangkan perbedaan karena itu adalah rahmat dari Allah SWT
Lanjutan...
Kepada mailing list anda akan kembali melihat contoh-contoh orang-orang yang tidak mempunyai pikiran yang jernih, mungkin karena KORTEKS nya yang karena rangsangan konflik menjadi semakin membesar.
Saya tidak tahu mungkin Naka Turi ini hendak membenarkan bahwa Peperangan hanya mengakibatkan kehancuran GENERASI MUDA seperti ketika NKRI melawan PENJAJAH. Menurut saya adalah FAKTA bahwa selama 350 tahun kita dijajah maka Negara kita menjadi negara yang tidak maju-maju, terimakasih anda telah mengingatkan kami semua.
Namun, dengan BODOHnya GAM telah membawa Rakyat Aceh kembali ke ZAMAN ketika NKRI dijaja BELANDA, sehingga RAKYAT ACEH menjadi BODOH karena PERANG BODOH.
Dalam pemikiran saya sesungguh PERANG BODOH ini tidak perlu terjadi, ketika zaman Belanda kita terbebas dari PERANG maka GAM memasukkan rakyat Aceh ke dalam PERANG BODOH YANG BERKEPANJANGAN yang seharusnya bisa ditiadakan, bisa dihilangkan. Daud Beureuh sudah melihat itu, ia CINTA rakyat Aceh, tapi HASAN TIRO terlalu BODOH sehingga membawa Rakyat Aceh masuk kedalam kubangan PERANG BODOH.
Mudah-mudahan ia akan menerima GANJARANNYA dari sisi ALLAH SWT. Mudah-mudahan ALLAH memaafkan orang-orang yang tidak tahu dan telah mati dalam KEJAHILIYAHAN karena PERJUANGAN ASHOBIYAH.
Selama GAM tidak menghilangkan pola INTIMIDASI maka Aceh tidak akan pernah AMAN. Selama GAM selalu memaksakan KEHENDAK maka Aceh akan selalu TERANCAM.
Selama GAM ingin MERDEKA maka anak-anak kita KORTEKSnya akan BESAR.
Perdamaian itu adalah saling menghormati dan menghargai, BUKAN mau menang sendiri. Bisa Di KRITIK, bukan kemudian INTIMIDASI. Perdamaian ABADI ketika semua sama...
Berijin
Berijin.
www.cossalabu. blogspot. com
12 Januari 2009
Aceh dengan Konsep PERANG BODOH
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan Negara terbesar dengan penduduk mayoritas terbesar muslim di dunia, Negara yang telah mengalami beberapa kali pergantian kepimpinan nasional dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Negara ini telah beberapa kali terancam disintegrasi, dan ancaman disintegrasi disebabkan beberapa hal diantaranya adalah alasan ideology dan alasan ketidakadilan. Sebagai pengingat kita adalah ketika adanya ancaman integritas ketika beberapa tokoh Negara ini ingin mendirikan Negara Islam Indonesia yang didukung oleh tokoh-tokoh dari Aceh, Padang, Pasundan, Makassar dan beberapa daerah lainnya. Atau ketika Aceh, Tim-Tim dan Papua mengingkan kemerdekaannya dibandingkan bersatu dengan NKRI, dan contoh nyata yang bisa dilihat sejarah adalah ketika merdekanya Tim-Tim dari NKRI setelah melakukan referendum. GAM yang telah menyepakati MoU Helsinky akhirnya bisa melakukan perdamiaan dengan beberapa syakwasangka dan permasalahan pemekaran wilayah. Kemudian Papua yang kini telah terbelah menjadi 2 Provinsi karena dianggap terlalu besar. Kesemuanya ini telah memperlihatkan bahwa adalah suatu yang nyata negeri ini selalu dalam ancaman disintegritas selama pemimpin bangsa ini tidak mesejahterakan rakyatnya.
Era Soekarno dan Era Soeharto merupakan masa-masa yang paling sulit dalam sejarah bangsa ini, era-era dimana ancaman disintegrasi terus saja tumbuh. Soekarno yang kemudian terlalu dekat dengan Soekarno dan memperjuangkan NASAKOMnya mendapatkan perlawanan yang cukup berat dari tokoh-tokoh muslim seperti Moh Natsir, Daud Beureuh, Kahar Muzakkar, dsb, merupakan melakukan protes dengan mencoba mendirikan Negara Islam Indonesia (NII). Soeharto yang telah mencengkram Indonesia dengan pemerintahan otoriternya telah mempergunakan operasi-operasi intelijen dengan kekuatan TNI untuk memberangus setiap kekuatan yang mengancamnya, Soeharto telah banyak melakukan pembunuhan-pembunuhan baik secara sembunyi atau dengan menggunakan kata ‘PKI’ atau ‘Muslim Garis Keras’ untuk melanggengkan kekuasaanya. Soeharto juga telah berhasil menjual Negara ini yang kemudian terbukti pada waktu kejatuhannya 1998 ternyata pondasi ekonomi kita begitu lemah dan amat tergantung kepada USA dan Negara donor lainnya. Pada akhir kekuasaannya Soekarno dan Soeharto sama-sama dikhianati oleh orang-orang dekatnya, sungguh ini adalah sebuah kenyataan yang menyakitkan bagi diri mereka sendiri.
Aceh mulai mengumandangkan perang dengan NKRI ketika Daud Beureuh dengan DI/TII nya dan NKRI telah berhasil menyelesaikan perbedaannya dengan pendekatan yang secara dialogis dari NKRI kepada Daud Beureuh maka seluruh rakyat Aceh setuju untuk kembali menjadi bagian dari saudara mereka NKRI. Namun kemudian dilanjutkan oleh Hasan Tiro, seorang anak bangsa, seorang anak Tengku dan keturunan pahlawan besar Tengku Cik Di Tiro, seorang anak yang mendapat beasiswa untuk melanjutkan sekolah ke Yogjakarta akibat perjanjian damai Tengku dan Teuku, seorang anak bangsa yang kemudian ikut membantu perjuangan kemerdekaan NKRI dari Belanda bahkan kemudian menjadi perwakilan NKRI di USA. Seorang Anak Bangsa yang begitu mencintai Aceh, mendapatkan kesempatan untuk dapat menuntut ilmu, dan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan jejaring internasionalnya.
Konsep PERANG BODOH
Kegilaan di Aceh dimulai ketika Hasan Tiro mengumandangkan PERANG BODOH ini, ketika NKRI yang pada waktu itu dalam masa-masa yang begitu rawan baik dari segi politik maupun perekonomian maupun tekanan dunia internasional atau keinginan untuk disintegrasi dari pendukung Islam. Ketika Daud Beureuh yang mulai berpikir bahwa memberontak hanya akan menghancurkan rakyat Aceh, walau ia hanya menginginkan Aceh berdiri seperi Kerajaan Iskandar Muda yang menjunjung tingga ajaran-ajaran Islam yang menurutnya sudah berjalan di Aceh sejak barabad-abad yang lalu, sebuah niat yang amat holistic. Disela-sela akhir damai tersebutlah Hasan Tiro mengumandangkan PERANG BODOH ini hingga 30 tahun lamanya, sebuah Gerakan yang mulanya hanya bersifat tulisan-tulisan, Gerakan yang mulanya berawal dari kaum intelektual Aceh saja mulai mengembangkan jejaringnya di Aceh.
Konsep PERANG BODOH ini pada awalnya adalah kekayaan alam Arun diperuntukkan bagi orang Aceh, hal ini disebabkan karena Hasan Tiro yang kecewa bahwa ternyata ia kalah tender untuk pengelolaan kekayaan alam Arun, lantas ia juga kecewa ternyata hanya sedikit rakyat Aceh yang diperbolehkan bekerja di Arun, timbulah konsep Merdeka dari Penjajahan Indon-Jawa. Kemudian konsepnya berkembang sejalan dengan kondisi NKRI yang saat itu dalam genggaman Soeharto dengan otoriternya, dengan tujuan menarik dukungan rakyat Aceh maka konsep GAM akan menegakkan syariat Islam dalam perjuangannya. Dengan konsep inilah maka GAM dapat bertahan, kembali dengan mengangkat isu JIHAD KEBABLASAN, Jihad yang notabene menghalalkan darah sesame muslim tumpah, Jihad yang ternyata ujungnya hilangnya Tengku dari bumi Aceh secara sistematis, ironis dan BODOH. Pada akhirnya konsep ini berubah kembali menjadi kembali seperti awal untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat Aceh melalui MoU Helsinky dengan terlebih dahulu mengenyangkan perut-perut anggota GAM, sesuai perjanjian.
Dampak PERANG BODOH
Konsep-konsep perjuangan GAM di atas ternyat berdampak sangat BODOH, Soeharto dan LB MOerdhani mempergunakan kesempatan pemberontakkan GAM dengan menjadikan Aceh ajang peta konflik. Aceh dijadikan sebagai proyek TNI, sebagian hasil Arun dipergunakan oknum TNI untuk menjaga Arun, tentunya ini menguntungkan TNI. Kemudian Soeharto dan LB Moerdhani juga menggelar peta konflik untuk menghabiskan para Tengku yang dianggap sebagai basis perlawanan NKRI atau dikatakan bahaya laten Islam yang disamarkan dengan bahaya laten Kejayaan Iskandar Muda. Sekarang ini dalam MoU Helsinky malah lebih berbahaya lagi peta konflik yang diangkat adalah sesame rakyat Aceh, ketika isi dari MoU Helsinky itu ternyata berdampak kepada pembunuhan karakter dari GAM itu sendiri. Menurut saya sudah jelas bahwa GAM itu adalah BODOH dengan konsep PERANG BODOHnya tersebut diatas.
Ribuan orang menjadi korban PERANG BODOH, ratusan ribu orang tertekan karena PERANG BODOH, dan jutaan orang menangis karena PERANG BODOH. Lantas siap yang harus disalahkan apakah kepada TNI ? Kepada pemimpin NKRI ?
Inilah dilemanya, tidak bisa seratus persen kesalahan itu dibebankan kepada TNI, dalam pikiran mereka amat mematuhi pimpinannya atau garis komando mereka jelas. Bahkan dalam Negara manapun ketika sebuah wilayahnya melakukan pemberontakkan maka adalah kewajiban mereka untuk menghancurkan pemberotakkan tersebut dengan cara dialogis maupun cara PERANG. Tentunya lantas kita berpikir bahwa pemimpin NKRI yang harus bertanggungjawab, sama alasannya dengan TNI tadi, akan tetapi permasalahannya adalah ketidakadilan yang terjadi di Aceh hampir terjadi di semua daerah di Indonesia. Hanya Acehlah yang GAM beragama Islam mengumandangkan PERANG BODOH dengan menghalalkan darah sesame muslim, akan tetapi daerah lain lebih kepada berdiam karena ukhuwah Islamiyahnya. Dan dapat dilihat hasilnya sekarang bahwa daerah mereka relative lebih majunya SDM nya.
Akibat dampak PERANG BODOH yang BERKEPANJANGAN ini adalah amat besar, berkepanjangan inilah kata kuncinya. Berkepanjangan ini menyebabkan 1 generasi muda Aceh dijiwanya ada ketakutan-ketakutan akibat perang, seharusnya mereka bermain dan mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Anak-anak Aceh yang berusia 0-8 tahun, yang merupakan masa emas pertumbuhan otak dan tidak akan kembali lagi masa itu telah kehilangan masa emas tersebut, digantikan dengan rangsangan-rangsangan trauma-trauma, rangsangan-rangsangan ketakutan, suara-suara menggelegar, pemandangan-pemandangan yang memilukan, yang kesemua itu akan terekam didalam kehidupan mereka selamanya. Atau ketika mereka yang usia produktif telah kehilangan kesempatan untuk bekerja karena perang yang berkepanjangan mengharuskan mereka memilih untuk mengikuti 2 pihak yang bertikai. Perlu diingat pada waktu perang mereka sulit untuk bekerja sehingga mereka menjadi anggota atau mata-mata pihak yang bertikai karena mereka membutuhkan uang untuk menghidupi keluarganya. Bukan kah bisa dibayankan ketika tentara Remaja GAM ketika hari Lebaran tiba harus menyimpan senjatanya untuk kemudian kembali ke keluarganya dengan diberi uang oleh komandannya 50 ribu. Atau ketika cuak TNI mendapatkan uang yang sedikit lebih besar untuk merayakan Lebaran.Keterampilan hidup pada masyarakat semakin lama semakin hilang, bukan karena mereka tidak mau bekerja tapi karena keadaan yang memaksa mereka harus seperti itu.
Adanya ALA dan ABBAS merupakan sebuah hasil konflik berkepanjangan yang cukup rasional, ini sebenarnya dimulai ketika rakyat Aceh semakin sadar dengan dampak PERANG BODOH yang mereka rasakan. Perlu diingat bahwa daerah ALA dan ABBAS merupakan daerah yang relative lebih aman, dan kebanyakan masyarakatnya menginginkan anak-anaknya tumbuh dengan baik, kehidupannya dapat berjalan seperti normal, mereka sudah muak dengan GAM dan PERANG BODOHnya yang tidak menghasilkan apa-apa, hanya menghasilkan INTIMIDASI dan DENDAM saja. Juga ALA dan ABBAS merupakan daerah yang berbasis pertanian, perkebunan dan kelautan yang sudah cukup terkelola dengan baik, terlebih lagi bila keamanan terjamin. Dan yang unik lagi bahwa ALA dan ABBAS merasa bukan sebagai orang Aceh karena di ALA mereka merasa sebagai orang GAYO dan ABBAS sebagai suku Jamnee, ada sebuah perbedaan kultur diantara mereka. Uniknya mereka lebih bisa menerima suku Jawa untuk bekerjasama melakukan pekerjaan yang dilakukan, karena suku Jawa di Aceh terkenal mau bekerja keras dengan membuka lading baru, mengerjakan perkebunan, dsb. Ini berbeda dengan orang Aceh yang ada di pesisir timur, karena mereka sudah mengental kebencian mereka kepada GAM, mereka tidak menginginkan ada suku Jawa, namun ini mengakibatkan terbengkalainya perkebunan mereka disana, karena mereka sendiripun tidak bisa bekerja, ironis bukan. Jadi ketika kemiskinan banyak di pesisir timur dan GAM banyak disana merupakan akibat dari konsep PERANG BODOH ini.
Solusi Aceh Kedepan
Sampai kapanpun menginginkan Aceh MERDEKA adalah sia-sia, terlebih lagi setelah MoU Bodoh itu juga.Rencana apapun untuk memerdekakan Aceh adalah sia-sia, karena konsep PERANG BODOH itu sudah meracuni orang Aceh. Kebencian kepada satu suku Jawa amat berbahaya, karena sudah cukup banyak orang Jawa di Aceh seperti di ALA dan ABBAS. Penghalalan darah sesame muslim juga berbahaya untuk kemerdekaan, terlebih lagi NKRI sudah memberikan syariat Islam di Aceh.
Jangan sampai nati rakyat Aceh mengatakan bahwa ternyata GAM hanya menginginkan kekuasaan bukan kesejahteraan rakyat Aceh. Bahkan kekuasaan juga sudah direbut dengan terpilihnya Irwandy dan Nazar yang ternyata kembali terlihat hanya menguntungkan anggota GAM, tidak ada kemajuan yang signifikan di Aceh. Semua pembangunan di Aceh lebih kepada adanya BRR, bagaimana nantinya jika BRR itu diaudit, ketika diketahui semuanya ternyata hanya diperuntukkan GAM saja, persiapan Partai Aceh dan KPA.
Solusi Aceh
Segera ubah konsepsi MERDEKA tersebut dengan MERDEKA DARI KEMISKINAN DAN KEBODOHAN, MERDEKA DARI INTIMIDASI DAN DENDAM.
Saya adalah salah satu pendukung ALA dan ABBAS, dengan berdirinya ALA dan ABBAS maka itu semua dapat dicapai. Pemerintahan zaman Iskandar Muda adalah berserikat, bahkan lebih dari berserikat karena pada waktu itu Kerajaan Linge (baca ALA) mempunyai tentara sendiri, pemerintahan sendiri dan adat atau hukum sendiri, begitu juga dengan Kerajaan Perlak dan Kerajaan Pasai serta raja-raja kecil lainnya, intinya tidak ada kekuasaan mutlak dari Iskandar Muda seperti feodalisme akan tetapi lebih kepada ‘Repbulikan’. Daud Beureuh mengatakan bahwa model inilah yang paling sesuai dengan Pemerintahan Aceh, jadi ALA dan ABBAS merupakan salah satu solusi yang terbaik untuk pembangunan rakyat Aceh. Yang juga perlu diingat bahwa yang menyebabkan Kerajaan Aceh terdahulu kuat adalah bahwa Raja-Raja Aceh kesemuanya masih bersifat Saudara atau saya sebagai orang Gayo percaya bahwa mereka adalah masih keturunan dari Reje Linge I. Perubahan yang terjadi pada era sekarang ini sepertinya lebih cocok bahwa Aceh itu dibagi menjadi 3 bagian untuk bisa melakukan percepatan-percepatan pembangunan rakyat Aceh. Atau jika memang menginginkan Aceh seperti zaman Iskandar Muda agar segera meneliti konsep ini dan mensosialisasikannya secara demokratis bukan dengan pemaksaan-pemaksaan kehendak kembali dengan INTIMIDASI.
Kemudian upaya yang harus dilakukan adalah penegakkan syariat Islam di Aceh, pemberhentian pelacuran diri kepada USA dan Uni Eropa yang coba dikerjakan oleh GAM dengan melakukan perdamaian di bawah naungan Uni Eropa.
Kemudian jika ingin maju maka jangan dahulukan pembangunan infrastruktur, karena ini hanya untuk golongan, walau ini penting akan tetapi bukan menjadi nomor 1. Jadikan PENDIDIKAN sebagai program utama dari Pemerintah NAD. Yang perlu dipikirkan adalah korban pasca konflik, terlebih lagi anak-anak, mereka perlu diberikan perhatian khusus. Membangun INDUSTRI berbasis keluarga untuk memberikan keterampilan hidup. Kemudian peningkatan jumlah penduduk, semakin banyak penduduk maka dapat dipastikan roda perekonomian akan jalan, tidak peduli itu suku Jawa atau suku manapun.
MoU Helsinky dihilangkan saja, sebagai bentuk kepercayaan penuh kepada NKRI sebagai saudara sesame muslim, biarkan rakyat Aceh yang nanti melihat. Ini lebih menguntungkan dari pada kita berpegang kepada KUFFAR, lebih menguntungkan secara politis jika memang tidak ada niat terselubung untuk memerdekakan diri, seperti yang dicontohkan oleh Daud Beureuh. Perlu diingat zaman sekarang ini berbeda dengan Soeharto sehingga yang lebih berperan sekarang adalah rakyat Aceh. Semua yang diinginkan rakyat Aceh sudah diberikan, saatnya untuk membangun ketertinggalan yang hilang karena PERANG BODOH ini.
Jangan mengkhususkan kesejahteraan bagi anggota GAM, citra GAM akan semakin hancur karena rakyat Aceh akan menilai bahwa apa yang dituju GAM adalah kekuasaan dan kesejahteraan mereka bukan kepada rakyat Aceh pada umumnya. Ini akan menjadi bom waktu yang siap meledak menghancurkan citra GAM pada masyarakat Aceh. Uji testnya adalah ketika Pemilu nanti.
Terakhir, semoga Aceh akan semakin damai dan maju untuk mengejar ketertinggalan kita selama 30 tahun akibat PERANG BODOH.
Berijin.
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan Negara terbesar dengan penduduk mayoritas terbesar muslim di dunia, Negara yang telah mengalami beberapa kali pergantian kepimpinan nasional dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Negara ini telah beberapa kali terancam disintegrasi, dan ancaman disintegrasi disebabkan beberapa hal diantaranya adalah alasan ideology dan alasan ketidakadilan. Sebagai pengingat kita adalah ketika adanya ancaman integritas ketika beberapa tokoh Negara ini ingin mendirikan Negara Islam Indonesia yang didukung oleh tokoh-tokoh dari Aceh, Padang, Pasundan, Makassar dan beberapa daerah lainnya. Atau ketika Aceh, Tim-Tim dan Papua mengingkan kemerdekaannya dibandingkan bersatu dengan NKRI, dan contoh nyata yang bisa dilihat sejarah adalah ketika merdekanya Tim-Tim dari NKRI setelah melakukan referendum. GAM yang telah menyepakati MoU Helsinky akhirnya bisa melakukan perdamiaan dengan beberapa syakwasangka dan permasalahan pemekaran wilayah. Kemudian Papua yang kini telah terbelah menjadi 2 Provinsi karena dianggap terlalu besar. Kesemuanya ini telah memperlihatkan bahwa adalah suatu yang nyata negeri ini selalu dalam ancaman disintegritas selama pemimpin bangsa ini tidak mesejahterakan rakyatnya.
Era Soekarno dan Era Soeharto merupakan masa-masa yang paling sulit dalam sejarah bangsa ini, era-era dimana ancaman disintegrasi terus saja tumbuh. Soekarno yang kemudian terlalu dekat dengan Soekarno dan memperjuangkan NASAKOMnya mendapatkan perlawanan yang cukup berat dari tokoh-tokoh muslim seperti Moh Natsir, Daud Beureuh, Kahar Muzakkar, dsb, merupakan melakukan protes dengan mencoba mendirikan Negara Islam Indonesia (NII). Soeharto yang telah mencengkram Indonesia dengan pemerintahan otoriternya telah mempergunakan operasi-operasi intelijen dengan kekuatan TNI untuk memberangus setiap kekuatan yang mengancamnya, Soeharto telah banyak melakukan pembunuhan-pembunuhan baik secara sembunyi atau dengan menggunakan kata ‘PKI’ atau ‘Muslim Garis Keras’ untuk melanggengkan kekuasaanya. Soeharto juga telah berhasil menjual Negara ini yang kemudian terbukti pada waktu kejatuhannya 1998 ternyata pondasi ekonomi kita begitu lemah dan amat tergantung kepada USA dan Negara donor lainnya. Pada akhir kekuasaannya Soekarno dan Soeharto sama-sama dikhianati oleh orang-orang dekatnya, sungguh ini adalah sebuah kenyataan yang menyakitkan bagi diri mereka sendiri.
Aceh mulai mengumandangkan perang dengan NKRI ketika Daud Beureuh dengan DI/TII nya dan NKRI telah berhasil menyelesaikan perbedaannya dengan pendekatan yang secara dialogis dari NKRI kepada Daud Beureuh maka seluruh rakyat Aceh setuju untuk kembali menjadi bagian dari saudara mereka NKRI. Namun kemudian dilanjutkan oleh Hasan Tiro, seorang anak bangsa, seorang anak Tengku dan keturunan pahlawan besar Tengku Cik Di Tiro, seorang anak yang mendapat beasiswa untuk melanjutkan sekolah ke Yogjakarta akibat perjanjian damai Tengku dan Teuku, seorang anak bangsa yang kemudian ikut membantu perjuangan kemerdekaan NKRI dari Belanda bahkan kemudian menjadi perwakilan NKRI di USA. Seorang Anak Bangsa yang begitu mencintai Aceh, mendapatkan kesempatan untuk dapat menuntut ilmu, dan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan jejaring internasionalnya.
Konsep PERANG BODOH
Kegilaan di Aceh dimulai ketika Hasan Tiro mengumandangkan PERANG BODOH ini, ketika NKRI yang pada waktu itu dalam masa-masa yang begitu rawan baik dari segi politik maupun perekonomian maupun tekanan dunia internasional atau keinginan untuk disintegrasi dari pendukung Islam. Ketika Daud Beureuh yang mulai berpikir bahwa memberontak hanya akan menghancurkan rakyat Aceh, walau ia hanya menginginkan Aceh berdiri seperi Kerajaan Iskandar Muda yang menjunjung tingga ajaran-ajaran Islam yang menurutnya sudah berjalan di Aceh sejak barabad-abad yang lalu, sebuah niat yang amat holistic. Disela-sela akhir damai tersebutlah Hasan Tiro mengumandangkan PERANG BODOH ini hingga 30 tahun lamanya, sebuah Gerakan yang mulanya hanya bersifat tulisan-tulisan, Gerakan yang mulanya berawal dari kaum intelektual Aceh saja mulai mengembangkan jejaringnya di Aceh.
Konsep PERANG BODOH ini pada awalnya adalah kekayaan alam Arun diperuntukkan bagi orang Aceh, hal ini disebabkan karena Hasan Tiro yang kecewa bahwa ternyata ia kalah tender untuk pengelolaan kekayaan alam Arun, lantas ia juga kecewa ternyata hanya sedikit rakyat Aceh yang diperbolehkan bekerja di Arun, timbulah konsep Merdeka dari Penjajahan Indon-Jawa. Kemudian konsepnya berkembang sejalan dengan kondisi NKRI yang saat itu dalam genggaman Soeharto dengan otoriternya, dengan tujuan menarik dukungan rakyat Aceh maka konsep GAM akan menegakkan syariat Islam dalam perjuangannya. Dengan konsep inilah maka GAM dapat bertahan, kembali dengan mengangkat isu JIHAD KEBABLASAN, Jihad yang notabene menghalalkan darah sesame muslim tumpah, Jihad yang ternyata ujungnya hilangnya Tengku dari bumi Aceh secara sistematis, ironis dan BODOH. Pada akhirnya konsep ini berubah kembali menjadi kembali seperti awal untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat Aceh melalui MoU Helsinky dengan terlebih dahulu mengenyangkan perut-perut anggota GAM, sesuai perjanjian.
Dampak PERANG BODOH
Konsep-konsep perjuangan GAM di atas ternyat berdampak sangat BODOH, Soeharto dan LB MOerdhani mempergunakan kesempatan pemberontakkan GAM dengan menjadikan Aceh ajang peta konflik. Aceh dijadikan sebagai proyek TNI, sebagian hasil Arun dipergunakan oknum TNI untuk menjaga Arun, tentunya ini menguntungkan TNI. Kemudian Soeharto dan LB Moerdhani juga menggelar peta konflik untuk menghabiskan para Tengku yang dianggap sebagai basis perlawanan NKRI atau dikatakan bahaya laten Islam yang disamarkan dengan bahaya laten Kejayaan Iskandar Muda. Sekarang ini dalam MoU Helsinky malah lebih berbahaya lagi peta konflik yang diangkat adalah sesame rakyat Aceh, ketika isi dari MoU Helsinky itu ternyata berdampak kepada pembunuhan karakter dari GAM itu sendiri. Menurut saya sudah jelas bahwa GAM itu adalah BODOH dengan konsep PERANG BODOHnya tersebut diatas.
Ribuan orang menjadi korban PERANG BODOH, ratusan ribu orang tertekan karena PERANG BODOH, dan jutaan orang menangis karena PERANG BODOH. Lantas siap yang harus disalahkan apakah kepada TNI ? Kepada pemimpin NKRI ?
Inilah dilemanya, tidak bisa seratus persen kesalahan itu dibebankan kepada TNI, dalam pikiran mereka amat mematuhi pimpinannya atau garis komando mereka jelas. Bahkan dalam Negara manapun ketika sebuah wilayahnya melakukan pemberontakkan maka adalah kewajiban mereka untuk menghancurkan pemberotakkan tersebut dengan cara dialogis maupun cara PERANG. Tentunya lantas kita berpikir bahwa pemimpin NKRI yang harus bertanggungjawab, sama alasannya dengan TNI tadi, akan tetapi permasalahannya adalah ketidakadilan yang terjadi di Aceh hampir terjadi di semua daerah di Indonesia. Hanya Acehlah yang GAM beragama Islam mengumandangkan PERANG BODOH dengan menghalalkan darah sesame muslim, akan tetapi daerah lain lebih kepada berdiam karena ukhuwah Islamiyahnya. Dan dapat dilihat hasilnya sekarang bahwa daerah mereka relative lebih majunya SDM nya.
Akibat dampak PERANG BODOH yang BERKEPANJANGAN ini adalah amat besar, berkepanjangan inilah kata kuncinya. Berkepanjangan ini menyebabkan 1 generasi muda Aceh dijiwanya ada ketakutan-ketakutan akibat perang, seharusnya mereka bermain dan mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Anak-anak Aceh yang berusia 0-8 tahun, yang merupakan masa emas pertumbuhan otak dan tidak akan kembali lagi masa itu telah kehilangan masa emas tersebut, digantikan dengan rangsangan-rangsangan trauma-trauma, rangsangan-rangsangan ketakutan, suara-suara menggelegar, pemandangan-pemandangan yang memilukan, yang kesemua itu akan terekam didalam kehidupan mereka selamanya. Atau ketika mereka yang usia produktif telah kehilangan kesempatan untuk bekerja karena perang yang berkepanjangan mengharuskan mereka memilih untuk mengikuti 2 pihak yang bertikai. Perlu diingat pada waktu perang mereka sulit untuk bekerja sehingga mereka menjadi anggota atau mata-mata pihak yang bertikai karena mereka membutuhkan uang untuk menghidupi keluarganya. Bukan kah bisa dibayankan ketika tentara Remaja GAM ketika hari Lebaran tiba harus menyimpan senjatanya untuk kemudian kembali ke keluarganya dengan diberi uang oleh komandannya 50 ribu. Atau ketika cuak TNI mendapatkan uang yang sedikit lebih besar untuk merayakan Lebaran.Keterampilan hidup pada masyarakat semakin lama semakin hilang, bukan karena mereka tidak mau bekerja tapi karena keadaan yang memaksa mereka harus seperti itu.
Adanya ALA dan ABBAS merupakan sebuah hasil konflik berkepanjangan yang cukup rasional, ini sebenarnya dimulai ketika rakyat Aceh semakin sadar dengan dampak PERANG BODOH yang mereka rasakan. Perlu diingat bahwa daerah ALA dan ABBAS merupakan daerah yang relative lebih aman, dan kebanyakan masyarakatnya menginginkan anak-anaknya tumbuh dengan baik, kehidupannya dapat berjalan seperti normal, mereka sudah muak dengan GAM dan PERANG BODOHnya yang tidak menghasilkan apa-apa, hanya menghasilkan INTIMIDASI dan DENDAM saja. Juga ALA dan ABBAS merupakan daerah yang berbasis pertanian, perkebunan dan kelautan yang sudah cukup terkelola dengan baik, terlebih lagi bila keamanan terjamin. Dan yang unik lagi bahwa ALA dan ABBAS merasa bukan sebagai orang Aceh karena di ALA mereka merasa sebagai orang GAYO dan ABBAS sebagai suku Jamnee, ada sebuah perbedaan kultur diantara mereka. Uniknya mereka lebih bisa menerima suku Jawa untuk bekerjasama melakukan pekerjaan yang dilakukan, karena suku Jawa di Aceh terkenal mau bekerja keras dengan membuka lading baru, mengerjakan perkebunan, dsb. Ini berbeda dengan orang Aceh yang ada di pesisir timur, karena mereka sudah mengental kebencian mereka kepada GAM, mereka tidak menginginkan ada suku Jawa, namun ini mengakibatkan terbengkalainya perkebunan mereka disana, karena mereka sendiripun tidak bisa bekerja, ironis bukan. Jadi ketika kemiskinan banyak di pesisir timur dan GAM banyak disana merupakan akibat dari konsep PERANG BODOH ini.
Solusi Aceh Kedepan
Sampai kapanpun menginginkan Aceh MERDEKA adalah sia-sia, terlebih lagi setelah MoU Bodoh itu juga.Rencana apapun untuk memerdekakan Aceh adalah sia-sia, karena konsep PERANG BODOH itu sudah meracuni orang Aceh. Kebencian kepada satu suku Jawa amat berbahaya, karena sudah cukup banyak orang Jawa di Aceh seperti di ALA dan ABBAS. Penghalalan darah sesame muslim juga berbahaya untuk kemerdekaan, terlebih lagi NKRI sudah memberikan syariat Islam di Aceh.
Jangan sampai nati rakyat Aceh mengatakan bahwa ternyata GAM hanya menginginkan kekuasaan bukan kesejahteraan rakyat Aceh. Bahkan kekuasaan juga sudah direbut dengan terpilihnya Irwandy dan Nazar yang ternyata kembali terlihat hanya menguntungkan anggota GAM, tidak ada kemajuan yang signifikan di Aceh. Semua pembangunan di Aceh lebih kepada adanya BRR, bagaimana nantinya jika BRR itu diaudit, ketika diketahui semuanya ternyata hanya diperuntukkan GAM saja, persiapan Partai Aceh dan KPA.
Solusi Aceh
Segera ubah konsepsi MERDEKA tersebut dengan MERDEKA DARI KEMISKINAN DAN KEBODOHAN, MERDEKA DARI INTIMIDASI DAN DENDAM.
Saya adalah salah satu pendukung ALA dan ABBAS, dengan berdirinya ALA dan ABBAS maka itu semua dapat dicapai. Pemerintahan zaman Iskandar Muda adalah berserikat, bahkan lebih dari berserikat karena pada waktu itu Kerajaan Linge (baca ALA) mempunyai tentara sendiri, pemerintahan sendiri dan adat atau hukum sendiri, begitu juga dengan Kerajaan Perlak dan Kerajaan Pasai serta raja-raja kecil lainnya, intinya tidak ada kekuasaan mutlak dari Iskandar Muda seperti feodalisme akan tetapi lebih kepada ‘Repbulikan’. Daud Beureuh mengatakan bahwa model inilah yang paling sesuai dengan Pemerintahan Aceh, jadi ALA dan ABBAS merupakan salah satu solusi yang terbaik untuk pembangunan rakyat Aceh. Yang juga perlu diingat bahwa yang menyebabkan Kerajaan Aceh terdahulu kuat adalah bahwa Raja-Raja Aceh kesemuanya masih bersifat Saudara atau saya sebagai orang Gayo percaya bahwa mereka adalah masih keturunan dari Reje Linge I. Perubahan yang terjadi pada era sekarang ini sepertinya lebih cocok bahwa Aceh itu dibagi menjadi 3 bagian untuk bisa melakukan percepatan-percepatan pembangunan rakyat Aceh. Atau jika memang menginginkan Aceh seperti zaman Iskandar Muda agar segera meneliti konsep ini dan mensosialisasikannya secara demokratis bukan dengan pemaksaan-pemaksaan kehendak kembali dengan INTIMIDASI.
Kemudian upaya yang harus dilakukan adalah penegakkan syariat Islam di Aceh, pemberhentian pelacuran diri kepada USA dan Uni Eropa yang coba dikerjakan oleh GAM dengan melakukan perdamaian di bawah naungan Uni Eropa.
Kemudian jika ingin maju maka jangan dahulukan pembangunan infrastruktur, karena ini hanya untuk golongan, walau ini penting akan tetapi bukan menjadi nomor 1. Jadikan PENDIDIKAN sebagai program utama dari Pemerintah NAD. Yang perlu dipikirkan adalah korban pasca konflik, terlebih lagi anak-anak, mereka perlu diberikan perhatian khusus. Membangun INDUSTRI berbasis keluarga untuk memberikan keterampilan hidup. Kemudian peningkatan jumlah penduduk, semakin banyak penduduk maka dapat dipastikan roda perekonomian akan jalan, tidak peduli itu suku Jawa atau suku manapun.
MoU Helsinky dihilangkan saja, sebagai bentuk kepercayaan penuh kepada NKRI sebagai saudara sesame muslim, biarkan rakyat Aceh yang nanti melihat. Ini lebih menguntungkan dari pada kita berpegang kepada KUFFAR, lebih menguntungkan secara politis jika memang tidak ada niat terselubung untuk memerdekakan diri, seperti yang dicontohkan oleh Daud Beureuh. Perlu diingat zaman sekarang ini berbeda dengan Soeharto sehingga yang lebih berperan sekarang adalah rakyat Aceh. Semua yang diinginkan rakyat Aceh sudah diberikan, saatnya untuk membangun ketertinggalan yang hilang karena PERANG BODOH ini.
Jangan mengkhususkan kesejahteraan bagi anggota GAM, citra GAM akan semakin hancur karena rakyat Aceh akan menilai bahwa apa yang dituju GAM adalah kekuasaan dan kesejahteraan mereka bukan kepada rakyat Aceh pada umumnya. Ini akan menjadi bom waktu yang siap meledak menghancurkan citra GAM pada masyarakat Aceh. Uji testnya adalah ketika Pemilu nanti.
Terakhir, semoga Aceh akan semakin damai dan maju untuk mengejar ketertinggalan kita selama 30 tahun akibat PERANG BODOH.
Berijin.
04 Januari 2009
Perpres Konsultasi soal Aceh Tidak Menghalangi Kemajuan Gayo
Presiden Teken Perpres Konsultasi soal Aceh
[ rubrik: Serambi | topik: Pemerintahan ]
BANDA ACEH - Setelah ditunggu sekian lama, akhirnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2008 tentang Tata Cara Konsultasi dan Pemberian Pertimbangan Atas Rencana Persetujuan Internasional dan Rencana Pembentukan Undang-Undang serta Kebijakan Administratif yang Berkaitan Langsung dengan Pemerintahan Aceh. Perpres yang terdiri atas 10 pasal itu ditandatangani Presiden SBY pada tanggal 24 Desember 2008. Salinan asli Perpres itu bahkan telah ditandatangani oleh Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum, M Iman Santoso.
Kepastian tentang telah keluarnya Perpres tersebut disampaikan anggota DPR RI asal Aceh, Dr Ahmad Farhan Hamid kepada Serambi, Kamis (1/1). Menurut Farhan , ia memperoleh informasi sekaligus salinan fotokopi tentang Perpres tersebut dari Deputi Seswapres Bidang Politik, Prof Bohermansyah Djohan, Rabu (31/12) siang.
“Ini merupakan produk hukum yang ditunggu-tunggu seluruh masyarakat Aceh, setelah disahkannya UUPA,” kata Farhan.
Menurut politisi PAN ini, Perpres tersebut memiliki makna kekuatan yang begitu besar bagi Aceh. Sebab, setiap kebijakan administratif yang dilakukan pemerintah pusat yang berkaitan langsung dengan kepentingan Aceh, tak bisa dilakukan apabila belum dikonsultasi atau disetujui oleh Pemerintahan Aceh. Termasuk di dalamnya rencana pembuatan peraturan pemerintah (PP) dan undang-undang (UU) serta rencana persetujuan internasional lainnya..
Bahkan kalau pemerintah pusat ingin melakukan perubahan peraturan UU yang berkaitan dengan Aceh, haruslah dikonsultasikan lebih dulu dengan Pemerintah Aceh.
Tak cuma itu. Perpres tersebut juga menyatakan bahkan pemekaran wilayah dan pembentukan kawasan khusus di Aceh harus terlebih dahulu dikonsultasikan dengan Pemerintah Aceh untuk mendapat pertimbangan dan persetujuan.
Dalam konsultasi tersebut Pemeritah Aceh (Gubernur/DPRA) diberi jangka waktu selama 30 hari sejak tanggal berita acara penerimaan rancangan yang diajukan. Apabila dalam jangka waktu tersebut belum diberi pertimbangan, maka pemerintah memberi perpanjangan waktu selama 15 hari kerja lagi. Apabila dalam jangka waktu tersebut juga tidak diberikan pertimbangan, maka pimpinan departemen/lembaga negara nonpemerintah dapat melanjutkan proses tersebut.
“Pertimbangan yang dimaksud tersebut berupa usulan perbaikan terhadap rancangan yang diajukan tersebut,” kata Farhan sembari menambahkan bahwa Aceh diberi kewenangan untuk memberi masukan terhadap berbagai kebijakan, produk ketentuan yang berkiatan langsung dengan Aceh, dan hal ini tidak dimiliki daerah lain di Indonesia.
Dengan adanya Perpres ini, menurutnya, jelas bahwa pemerintah pusat tidak bisa lagi semena-mena terhadap Aceh dalam membuat kebijakan maupun ketentuan baik itu UU maupun PP dan sebagainya.
Sedangkan menyangkut soal qanun yang merupakan produk ketentuan turunan dari UUPA tidak perlu Pemerintah Aceh melakukan konsultasi dengan pemerintah pusat. “Aceh kalau membuat qanun tidak perlu berkonsulatasi dengan pusat. Kalau pusat keberatan terhadap qanun yang dibuat oleh Aceh, maka gugatan bisa diajukan lewat ke Mahkamah Agung.. Maka pusat tidak boleh menolak qanun itu kalau tanpa ada keputusan dari MA lebih dahulu,” tukasnya. (sup)
Ulasan Saya
Sebagai daerah yang berada di bawah naungan NKRI kita harus bisa menghormati keputusan Pemerintah ini.
Sebagai orang Gayo yang membenci GAM, akibat PERANG BODOHnya yan telah mengorbankan banyak nyawa maka kita harus bisa menjaga agar Aceh selalu dalam NKRI, jika memang ketidakadilan ini terus berlanjut terhadap orang Gayo masih ada kesempatan-kesempatan untuk pemekaran wilayah seperti yang tertulis pada berita tersebut.
” Dalam konsultasi tersebut Pemeritah Aceh (Gubernur/DPRA) diberi jangka waktu selama 30 hari sejak tanggal berita acara penerimaan rancangan yang diajukan. Apabila dalam jangka waktu tersebut belum diberi pertimbangan, maka pemerintah memberi perpanjangan waktu selama 15 hari kerja lagi. Apabila dalam jangka waktu tersebut juga tidak diberikan pertimbangan, maka pimpinan departemen/lembaga negara nonpemerintah dapat melanjutkan proses tersebut.
Bahkan tulisan tersebut juga mengatakan
“Sedangkan menyangkut soal qanun yang merupakan produk ketentuan turunan dari UUPA tidak perlu Pemerintah Aceh melakukan konsultasi dengan pemerintah pusat. “Aceh kalau membuat qanun tidak perlu berkonsulatasi dengan pusat. Kalau pusat keberatan terhadap qanun yang dibuat oleh Aceh, maka gugatan bisa diajukan lewat ke Mahkamah Agung.. Maka pusat tidak boleh menolak qanun itu kalau tanpa ada keputusan dari MA lebih dahulu”
Masih terbuka jalan, jika memang semua orang Gayo dapat bersatu untuk memperjuangkan berdirinya Provinsi ALA. Terlebih lagi provinsi ini sudah lama masuk ke kantong DPR RI dan pada dasarnya tinggal di tandatangani Presiden.
Gerakan Sosial
Pergerakan yang dilakukan dari dalam Aceh apabila orang Gayo kompak akan menimbulkan dampak yang luar biasa bagi Pemerintah NAD, sudah saatnya orang Gayo menjadi cerdas dengan elegan dalam memperjuangkan kehidupan orang Gayo, yang terpenting adalah bagaimana agar orang Gayo yang menjadi BUPATI pada daerah ALA, orang Gayo yang pro ALA yang didukung menjadi LEGISLATIF ALA.
Perubahan Gerakan ALA dapat dilakukan sementara waktu dari bersifat Gerakan Pemekaran menjadi Gerakan Peduli Tokoh Gayo, amat penting untuk dapat terus menjadikan orang Gayo terdepan dalam kepemerintahan dan dalam legislatif, yang sudah teruji mereka mencintai Gayo.
Perubahan ini juga ditandai dengan bagaimana upaya dari para Tokoh Gayo untuk menggunakan kesempatan ini konsolidasi, tetap memperjuangkan harkat dan martabat serta marwah orang Gayo. Melakukan arah perubahan Gerakan menjadi Gerakan Sosial atau Gerakan Masyarakat untuk membangungkan kembali MARWAH masyarakat Gayo. Bila ini tidak dilakukan maka orang Gayo akan kehilangan identitas atau kebanggaannya menjadi gayo, dan inilah yang menjadi langkah selanjutnya dari mereka yang menginginkan Gayo hilang dari bumi Aceh.
Otonomi Khusus
Sudah saatnya juga kita meminta sebuah otonomi khusus bagi daerah ALA, seperti ketika zaman Kerajaan Linge dahulu, karena NAD sekarang mencoba mengadopsi konsep Kerajaan Iskandar Muda yang saat ini memang diperjuangkan oleh seluruh komponen Aceh baik GAM atau non GAM yang sudah cerdas, mereka mengikuti pola yang diperjuangkan oleh Daud Beureuh. Otonomi khusus bagi rakyat Gayo amat diperlukan, kita mempunyai tentara sendiri, mempunyai pemerintahan independen sendiri dengan berbagai ketentuan, selama ini tidak dilakukan akan dipastikan pertikaian akan terus terjadi, selama GAM ada niat untuk merdeka atau GAM masih menggunakan konsep kebencian terhadap 1 suku, atau nasionalisem Aceh yang kebabalasan.
Terakhir, mari seluruh rakyat Gayo kita mengambil kesempatan ini untuk dapat mengatakan siapa sesungguhnya orang Gayo, kita harus mulai mempersiapkan diri untuk masa yang akan datang, minimal selama masih ada perdamaian di Aceh. Kita harus bangkit dan membuktikan bahwa kita mampu menguasai Aceh kelak dengan kemampuan kita bukan dengan PERANG BODOH yang seperti GAM lakukan selama ini.
Upaya tersebut adalah agar Pimpinan ALA agar lebih memperhatikan PENDIDIKAN, mengangkat KEBUDAYAAN GAYO, ADAT ISTIADAT Gayo, membuka akses terhadap daerah ALA, menghilangkan KKN dan terus berjuang untuk rakyat gayo dengan memperhatikan sifat-sifat lokal Gayo.
Organisasi Tokoh Gayo dan Pemuda Gayo
Seorang pengatur strategi yang baik dapat melihat segala perubahan dan mempersiapkan diri untuk setiap perubahan yang akan terjadi. Saya juga menyarakan agar KP3ALA atau apapun organisasinya untuk segera dibentuk sebuah perkumpulan yang mampu melihat setiap potensi dari rakyat Gayo.
Organisasi ini mampu untuk mempengaruhi atau memberikan pemikiran yang jelas, mempunyai data-data tentang SDA dan SDM Gayo, memperjuangkan orang Gayo yang sudah jelas keberpihakannya terhadap Gayo untuk mendapatkan posisi penting dan strategis pada Pemerintah NAD atau Jakarta, mengkader penerus-penerus tokoh-tokoh Gayo untuk menghadapi persaingan dengan Aceh dan lainnya, dan mempunyai sebuah media yang mampu mengcounter setiap informasi untuk kepentingan Gayo.
Menurut saya adalah baik bila embrio dari organisasi ini berasal dari KP3ALA, yang pada dasarnya sudah mempunyai ujian yang cukup tetnang kecintaannya kepada masyarakat Gayo, mereka dalam memperjuangkan ALA sudah mempunyai sebuah kebanggaan menjadi Gayo dan mau berdiri sendiri tanpa mau bergantung kepada Aceh, ini adalah point penting.
Kami mengharapkan organisasi ini mempunyai kemampuan dan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap Pemerintah dan masyarakat Aceh, bahkan sebagai penyeimbang dari Legislatif dan Executif maupun Yudikatif, dengan pengaruhnya dan kewibawaannya.
Bagi Pemuda Gayo agar mempersiapkan sebuah wing organisasi yang mampu mengatakan saya bangga menjadi Gayo, tidak takut terhadap Aceh atau rendah diri terhadap Aceh atau suku lainnya. Sudah saatnya Pemuda Gayo juga bersatu, bukan Pemuda Gayo yang berada di Jakarta atau Banda Aceh tapi Pemuda Gayo yang berada di Gayo, yang lebih mengerti medan. Organisasi ini juga harus mampu mengembangkan jejaring pada pemuda Gayo di Jakarta, Medan, Yogja, Padang, dll untuk kepentingan Pemuda Gayo.
Bila diperlukan agar segera dibentuk sebuah organiasai underbow Gayo, yang mampu melakukan gerakan-gerakan bawah tanah untuk kepentingan orang Gayo, intelektual Gayo yang mau berjuang tanpa menginginkan ketenaran, hanya menginginkan kemajuan Gayo. Organisasi ini juga bisa memberikan gerakan-gerakan yang unprediction.
Penutup
Semua ini saya sampaikan kepada teman-teman Gayo, agar kita segera berbenah diri dan mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan yang bisa terjadi, kita harus menjadi orang yang cerdas yang mampu memanfaatkan setiap kesempatan dan peluang tanpa harus mengorbankan harga diri kita sebagai orang Gayo, tanpa harus menghilangkan kebanggaan kita sebagai orang Gayo. Tidak akan orang Aceh mendahulukan orang Gayo terlebih dahulu pasti mereka mendahulukan kepentingan mereka, kalau kita mau memperjuangkan orang Gayo yagn harus kita bangun adalah sebuah kemampuan untuk dapat berdiri sendiri.
Berijin.
[ rubrik: Serambi | topik: Pemerintahan ]
BANDA ACEH - Setelah ditunggu sekian lama, akhirnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2008 tentang Tata Cara Konsultasi dan Pemberian Pertimbangan Atas Rencana Persetujuan Internasional dan Rencana Pembentukan Undang-Undang serta Kebijakan Administratif yang Berkaitan Langsung dengan Pemerintahan Aceh. Perpres yang terdiri atas 10 pasal itu ditandatangani Presiden SBY pada tanggal 24 Desember 2008. Salinan asli Perpres itu bahkan telah ditandatangani oleh Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum, M Iman Santoso.
Kepastian tentang telah keluarnya Perpres tersebut disampaikan anggota DPR RI asal Aceh, Dr Ahmad Farhan Hamid kepada Serambi, Kamis (1/1). Menurut Farhan , ia memperoleh informasi sekaligus salinan fotokopi tentang Perpres tersebut dari Deputi Seswapres Bidang Politik, Prof Bohermansyah Djohan, Rabu (31/12) siang.
“Ini merupakan produk hukum yang ditunggu-tunggu seluruh masyarakat Aceh, setelah disahkannya UUPA,” kata Farhan.
Menurut politisi PAN ini, Perpres tersebut memiliki makna kekuatan yang begitu besar bagi Aceh. Sebab, setiap kebijakan administratif yang dilakukan pemerintah pusat yang berkaitan langsung dengan kepentingan Aceh, tak bisa dilakukan apabila belum dikonsultasi atau disetujui oleh Pemerintahan Aceh. Termasuk di dalamnya rencana pembuatan peraturan pemerintah (PP) dan undang-undang (UU) serta rencana persetujuan internasional lainnya..
Bahkan kalau pemerintah pusat ingin melakukan perubahan peraturan UU yang berkaitan dengan Aceh, haruslah dikonsultasikan lebih dulu dengan Pemerintah Aceh.
Tak cuma itu. Perpres tersebut juga menyatakan bahkan pemekaran wilayah dan pembentukan kawasan khusus di Aceh harus terlebih dahulu dikonsultasikan dengan Pemerintah Aceh untuk mendapat pertimbangan dan persetujuan.
Dalam konsultasi tersebut Pemeritah Aceh (Gubernur/DPRA) diberi jangka waktu selama 30 hari sejak tanggal berita acara penerimaan rancangan yang diajukan. Apabila dalam jangka waktu tersebut belum diberi pertimbangan, maka pemerintah memberi perpanjangan waktu selama 15 hari kerja lagi. Apabila dalam jangka waktu tersebut juga tidak diberikan pertimbangan, maka pimpinan departemen/lembaga negara nonpemerintah dapat melanjutkan proses tersebut.
“Pertimbangan yang dimaksud tersebut berupa usulan perbaikan terhadap rancangan yang diajukan tersebut,” kata Farhan sembari menambahkan bahwa Aceh diberi kewenangan untuk memberi masukan terhadap berbagai kebijakan, produk ketentuan yang berkiatan langsung dengan Aceh, dan hal ini tidak dimiliki daerah lain di Indonesia.
Dengan adanya Perpres ini, menurutnya, jelas bahwa pemerintah pusat tidak bisa lagi semena-mena terhadap Aceh dalam membuat kebijakan maupun ketentuan baik itu UU maupun PP dan sebagainya.
Sedangkan menyangkut soal qanun yang merupakan produk ketentuan turunan dari UUPA tidak perlu Pemerintah Aceh melakukan konsultasi dengan pemerintah pusat. “Aceh kalau membuat qanun tidak perlu berkonsulatasi dengan pusat. Kalau pusat keberatan terhadap qanun yang dibuat oleh Aceh, maka gugatan bisa diajukan lewat ke Mahkamah Agung.. Maka pusat tidak boleh menolak qanun itu kalau tanpa ada keputusan dari MA lebih dahulu,” tukasnya. (sup)
Ulasan Saya
Sebagai daerah yang berada di bawah naungan NKRI kita harus bisa menghormati keputusan Pemerintah ini.
Sebagai orang Gayo yang membenci GAM, akibat PERANG BODOHnya yan telah mengorbankan banyak nyawa maka kita harus bisa menjaga agar Aceh selalu dalam NKRI, jika memang ketidakadilan ini terus berlanjut terhadap orang Gayo masih ada kesempatan-kesempatan untuk pemekaran wilayah seperti yang tertulis pada berita tersebut.
” Dalam konsultasi tersebut Pemeritah Aceh (Gubernur/DPRA) diberi jangka waktu selama 30 hari sejak tanggal berita acara penerimaan rancangan yang diajukan. Apabila dalam jangka waktu tersebut belum diberi pertimbangan, maka pemerintah memberi perpanjangan waktu selama 15 hari kerja lagi. Apabila dalam jangka waktu tersebut juga tidak diberikan pertimbangan, maka pimpinan departemen/lembaga negara nonpemerintah dapat melanjutkan proses tersebut.
Bahkan tulisan tersebut juga mengatakan
“Sedangkan menyangkut soal qanun yang merupakan produk ketentuan turunan dari UUPA tidak perlu Pemerintah Aceh melakukan konsultasi dengan pemerintah pusat. “Aceh kalau membuat qanun tidak perlu berkonsulatasi dengan pusat. Kalau pusat keberatan terhadap qanun yang dibuat oleh Aceh, maka gugatan bisa diajukan lewat ke Mahkamah Agung.. Maka pusat tidak boleh menolak qanun itu kalau tanpa ada keputusan dari MA lebih dahulu”
Masih terbuka jalan, jika memang semua orang Gayo dapat bersatu untuk memperjuangkan berdirinya Provinsi ALA. Terlebih lagi provinsi ini sudah lama masuk ke kantong DPR RI dan pada dasarnya tinggal di tandatangani Presiden.
Gerakan Sosial
Pergerakan yang dilakukan dari dalam Aceh apabila orang Gayo kompak akan menimbulkan dampak yang luar biasa bagi Pemerintah NAD, sudah saatnya orang Gayo menjadi cerdas dengan elegan dalam memperjuangkan kehidupan orang Gayo, yang terpenting adalah bagaimana agar orang Gayo yang menjadi BUPATI pada daerah ALA, orang Gayo yang pro ALA yang didukung menjadi LEGISLATIF ALA.
Perubahan Gerakan ALA dapat dilakukan sementara waktu dari bersifat Gerakan Pemekaran menjadi Gerakan Peduli Tokoh Gayo, amat penting untuk dapat terus menjadikan orang Gayo terdepan dalam kepemerintahan dan dalam legislatif, yang sudah teruji mereka mencintai Gayo.
Perubahan ini juga ditandai dengan bagaimana upaya dari para Tokoh Gayo untuk menggunakan kesempatan ini konsolidasi, tetap memperjuangkan harkat dan martabat serta marwah orang Gayo. Melakukan arah perubahan Gerakan menjadi Gerakan Sosial atau Gerakan Masyarakat untuk membangungkan kembali MARWAH masyarakat Gayo. Bila ini tidak dilakukan maka orang Gayo akan kehilangan identitas atau kebanggaannya menjadi gayo, dan inilah yang menjadi langkah selanjutnya dari mereka yang menginginkan Gayo hilang dari bumi Aceh.
Otonomi Khusus
Sudah saatnya juga kita meminta sebuah otonomi khusus bagi daerah ALA, seperti ketika zaman Kerajaan Linge dahulu, karena NAD sekarang mencoba mengadopsi konsep Kerajaan Iskandar Muda yang saat ini memang diperjuangkan oleh seluruh komponen Aceh baik GAM atau non GAM yang sudah cerdas, mereka mengikuti pola yang diperjuangkan oleh Daud Beureuh. Otonomi khusus bagi rakyat Gayo amat diperlukan, kita mempunyai tentara sendiri, mempunyai pemerintahan independen sendiri dengan berbagai ketentuan, selama ini tidak dilakukan akan dipastikan pertikaian akan terus terjadi, selama GAM ada niat untuk merdeka atau GAM masih menggunakan konsep kebencian terhadap 1 suku, atau nasionalisem Aceh yang kebabalasan.
Terakhir, mari seluruh rakyat Gayo kita mengambil kesempatan ini untuk dapat mengatakan siapa sesungguhnya orang Gayo, kita harus mulai mempersiapkan diri untuk masa yang akan datang, minimal selama masih ada perdamaian di Aceh. Kita harus bangkit dan membuktikan bahwa kita mampu menguasai Aceh kelak dengan kemampuan kita bukan dengan PERANG BODOH yang seperti GAM lakukan selama ini.
Upaya tersebut adalah agar Pimpinan ALA agar lebih memperhatikan PENDIDIKAN, mengangkat KEBUDAYAAN GAYO, ADAT ISTIADAT Gayo, membuka akses terhadap daerah ALA, menghilangkan KKN dan terus berjuang untuk rakyat gayo dengan memperhatikan sifat-sifat lokal Gayo.
Organisasi Tokoh Gayo dan Pemuda Gayo
Seorang pengatur strategi yang baik dapat melihat segala perubahan dan mempersiapkan diri untuk setiap perubahan yang akan terjadi. Saya juga menyarakan agar KP3ALA atau apapun organisasinya untuk segera dibentuk sebuah perkumpulan yang mampu melihat setiap potensi dari rakyat Gayo.
Organisasi ini mampu untuk mempengaruhi atau memberikan pemikiran yang jelas, mempunyai data-data tentang SDA dan SDM Gayo, memperjuangkan orang Gayo yang sudah jelas keberpihakannya terhadap Gayo untuk mendapatkan posisi penting dan strategis pada Pemerintah NAD atau Jakarta, mengkader penerus-penerus tokoh-tokoh Gayo untuk menghadapi persaingan dengan Aceh dan lainnya, dan mempunyai sebuah media yang mampu mengcounter setiap informasi untuk kepentingan Gayo.
Menurut saya adalah baik bila embrio dari organisasi ini berasal dari KP3ALA, yang pada dasarnya sudah mempunyai ujian yang cukup tetnang kecintaannya kepada masyarakat Gayo, mereka dalam memperjuangkan ALA sudah mempunyai sebuah kebanggaan menjadi Gayo dan mau berdiri sendiri tanpa mau bergantung kepada Aceh, ini adalah point penting.
Kami mengharapkan organisasi ini mempunyai kemampuan dan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap Pemerintah dan masyarakat Aceh, bahkan sebagai penyeimbang dari Legislatif dan Executif maupun Yudikatif, dengan pengaruhnya dan kewibawaannya.
Bagi Pemuda Gayo agar mempersiapkan sebuah wing organisasi yang mampu mengatakan saya bangga menjadi Gayo, tidak takut terhadap Aceh atau rendah diri terhadap Aceh atau suku lainnya. Sudah saatnya Pemuda Gayo juga bersatu, bukan Pemuda Gayo yang berada di Jakarta atau Banda Aceh tapi Pemuda Gayo yang berada di Gayo, yang lebih mengerti medan. Organisasi ini juga harus mampu mengembangkan jejaring pada pemuda Gayo di Jakarta, Medan, Yogja, Padang, dll untuk kepentingan Pemuda Gayo.
Bila diperlukan agar segera dibentuk sebuah organiasai underbow Gayo, yang mampu melakukan gerakan-gerakan bawah tanah untuk kepentingan orang Gayo, intelektual Gayo yang mau berjuang tanpa menginginkan ketenaran, hanya menginginkan kemajuan Gayo. Organisasi ini juga bisa memberikan gerakan-gerakan yang unprediction.
Penutup
Semua ini saya sampaikan kepada teman-teman Gayo, agar kita segera berbenah diri dan mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan yang bisa terjadi, kita harus menjadi orang yang cerdas yang mampu memanfaatkan setiap kesempatan dan peluang tanpa harus mengorbankan harga diri kita sebagai orang Gayo, tanpa harus menghilangkan kebanggaan kita sebagai orang Gayo. Tidak akan orang Aceh mendahulukan orang Gayo terlebih dahulu pasti mereka mendahulukan kepentingan mereka, kalau kita mau memperjuangkan orang Gayo yagn harus kita bangun adalah sebuah kemampuan untuk dapat berdiri sendiri.
Berijin.
Omar Puteh dan Pertanyaan-Pertanyaannya
Bung Omar Puteh, pertama fitnah anda tentang saya sudah amat kelewatan batas, saya tidak tahu apakah anda menginginkan saya untuk menyarankan anda dapat mengetahui diri saya siapa sesungguhnya. Lihat dalam blog saya, www.cossalabu.blogspot.com
Namun rasanya anda sudah kehilangan akal sehat sehingga dalam otak anda itu hanya ada sebuah dendam dan dendam dan dendam.... Menurut saya sungguh generasi Aceh akan semakin terpuruk dengan orang-orang semacam ini.
Untuk perjuangan ALA silahkan lihat pemikiran-pemikiran saya, tidak pernah saya begitu membenci orang Aceh karena banyak saudara saya orang Aceh, tapi saya ia membenci GAM.. Kembali silahkan lihat dalam blog saya www.cossalabuaceh.blogspot.com pada label ALA.
Nah, untuk alasan-alasan itu saya akan menjawab pertanyaan Omar Puteh tersebut:
Pertama : Apakah itu Orde Baru/Suharto? (Silakan baca buku Luth Ari Linggë: Sumatra Menggugat?
Dan Kedua : Kedua : Mengapakah anda jadi korban Orde Baru Suharto, sehingga hidup dimancanegara? Adakah anda tahu betulkah maksud Orde Baru itu (silakan baca buklu Luth Ari Linggë: Sumatra menggugat?
Semua rakyat Indonesia juga terkena dampak pada era Soeharto, tidak saja Aceh, seperti halnya pada era Soekarno. Tapi yang mereka lakukan berlawanan dengan GAM dengan Hasan Tironya, yang mereka lakukan adalah mencari perdamaian, karena sesama muslim. Sejak zaman Soekarno ada masa DI/TII di seluruh Indonesia , lihat tulisan saya www.cossalabuaceh.blogspot.com pada label Aceh dengan judul Perbedaan Hasan Tiro dan Daud Beureuh.
Lantas apa bedanya sekarang antara era Orde Baru dengan era GAM ? Yang menjadi permasalahan adalah bahwa rakyat Aceh menjadi korban dari ambisi GAM, mereka masuk ke dalam peta konflik Soeharto dan LB Moerdani atau oknum-oknumnya yang merupakan kepanjangan tangan dari CIA dan Zionis Israel , karena ternyata mereka berniat untuk mengeruk kekayaan alam Aceh di Arun serta membunuh para Tengku-tengku di Aceh dengan alas an ketidakamanan yang dicanangkan oleh GAM. Ironisnya lagi Pemimpinnya pergi ke LN, dalam sejarah perjuangan ini adalah sebuah penkhianatan.
Soeharto bagi sebagian rakyat Indonesia adalah sebagai penjahat, karena ia telah meninggalkan sebuah konsep Negara diktatorism yang sekarang sudah mulai mencair menuju demokratisasi, yang telah menyebabkan Negara ini menjadi amat tergantung kepada Negara USA .
Bandingkan sekarang yang terjadi dengan Aceh ternyata juga hampir sama karena Aceh kembali ingin dijual oleh Irwandy, dkk ke USA dan Uni Eropa melalui perjanjian Helsinky.
Ketiga : Adakah anda juga tahu bahwa bangsa Achèh sekarang ini juga hidup dimancanegara: Malaysia , Norwegia, Danmark, Swedia, Findlandia , Canada , USA , Australia dan New Zealand ?
Dan Keempat: Mengapakah bangsa Achèh sampai hidup dimancanegara?
Ataukah anda semua juga tahu bahwa sekarang petinggi GAM sudah hidup mewah di Aceh dengan menghabiskan uang rakyat dengan alas an MoU Helsinky, lihat lah sekarang setiap mantan GAM mempunyai mobil double cabin, rumah indah, tanah luas. Akan tetapi prajurit-prajuritnya GAM menjadi seperti kerbau yang ditusuk hidungnya dengan memberikan uang dan materi, tapi mereka tetap tidak bias hidup mandiri, mereka sepertinya dibuat seperti itu. Bukankah ini sebuah kejahatan yang luar biasa, setelah GAM menyebabkan generasi muda Aceh kehilangan kesempatan dalam mendapatkan pendidikan yang baik, para Tengku dibabat habis dan kekayaan alam Arun akibat ulah GAM dengan konsep PERANG BODOH nya, tekanan psikologis yang luar biasa akibat perang selama 30 tahun akibat konsep PERANG BODOH itu.
Atau kenapa anda juga tidak tanyakan kepada Omar Puteh kenapa mereka tidak mau pulang ke Aceh, apakah karena disana mereka sudah mendapatkan pekerjaan yang tetap, sudah mendapatkan uang dari zionis Israel dan CIA untuk tetap membuat ketidakamanan di Aceh, yang notabene NKRI sebagai Negara berpenduduk Islam terbesar di dunia, untuk membuat wacana yang tidak baik, ironis bukan. Saat ini masa damai, semua silahkan pulang ke Aceh, Hasan Tiro saja sudah pulang.
Ataukah anda takut anda dibabat habis oleh TNI karena dalam otak anda itu hanyalah ingin MERDEKA dengan konsep PERANG BODOH ? Atau ternyata MoU Helsinky sudah mengikat anda dalam sebuah perangkap tebang habis TNI, dengan tawar menawarnya pada rakyat Aceh melalui Pemilu, atau anda merasa dukungan rakyat semakin hilang karena ternyata PERANG BODOH ini hanya untuk kepentingan golongan anda saja.
Kenapa anda juga tidak tanyakan kenapa ingin berapa nyawa lagi yang akan kau tumpahkan Omar Puteh, antek Yahudi untuk membuat tumpah kembali darah rakyat Aceh ?
Namun bagi orang Aceh yang telah menjadi korban dari tekanan Soeharto dan telah menjaddi korban PERANG BODOH dan bukan antek Yahudi dan CIA maka sekiranya agar kembali ke Aceh, saya rasa tidak akan pernah akan ada lagi yang menyakiti anda bila kita mulai membangun rakyat Aceh, meninggalkan ketertinggalan karena PERANG BODOH ini.
Kelima : Bagaimana atau apakah perbedaannya kalau anda mengatakan (telah) menjadi korban Orba sedangkan bangsa Achèh mengatakan telah menjadi korban rejim Indonesia-Jawa (Sebutan sebelumnya: Rejim Penjajah Indonesia-Jawa) maka terpaksa hidup dimancanegara?
Jauh sekali perbedaannya, dan jangan samakan semuanya, sangat banyak para orang pintar yang lari ke mancanegara, terlebih lagi masalah politis, seperti PKI, Islam aliran keras, musuh Soeharto, siapapun yang waktu itu di era Soeharto ditakutkan akan melahirkan instabilitas maka ia pun akan lari ke LN, sangat banyak.
Keenam: Dapatkah anda berusah meneteskan air mata anda, ketika melihat dan merasakan/membayangkan, bagaimana pedihnya akibat kekejaman anak-anak Jawa (Abdi Dalem) Pembunuh Bayaran KNIL-Belanda: Black Dutchmen and others of the Royal Dutch east Indies Army (si Belanda Hitam) in 1800's menyembelih ribuan: Pemuda-Pemuda, Orang-Orang Tua, Wanita dan Anak-Anak, malahan kanak-kanak dalam gendongan sekaliannya, di perkampungan Kuta Rèh.
Anda sudah mengatakan dengan jelas mereka adalah tentara bayaran Belanda, anda juga harus tahu apa yang menyebabkan NKRI bisa dijajah dengan begitu lama karena rakyat ini muda dipecahbelah, seperti yang GAM lakukan sekarang ini. Bedanya adalah KNIL itu dibayar oleh Belanda sedangkan anda GAM ada indikasi dibiayai oleh USA dan Zionis Israel . Jelas bukan ketika mereka sudah mendukung Belanda, saya juga tidak tahu apa agama mereka ? (jangan-jangan kebanyakan orang batak atau non muslim), merupakan sebuah pengkhianat, terlebih lagi jika mereka muslim. Seorang muslim berdosa besar jika membunuh sesama muslim.
Lantas apa bedanya GAM dengan KNIL, yang juga telah membunuh rakyat Aceh, Gayo dan Jawa yang tidak setuju dengan kemerdekaan GAM ? Anda juga Islam seperti mereka, anda juga mendapatkan dana dari USA dan Yahudi untuk menghancurkan NKRI yang merupakan Negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia. Apakah GAM juga tidak pernah membunuh anak-anak, atau mencincang orang, anda juga memasukkan orang-orang ke dalam drum untuk disiksa, anda juga kejam kepada kami yang tidak setuju dengan PERANG BODOH anda. Anda juga memukuli kami dengan senapan anda ketika kami dicurigai sebagai mata-mata TNI. Bung ini Perang, dan anda yang pertama kali membuka PERANG BODOH ini, mudah-mudahan Allah mengutuk kalian semua yang telah menghalalkan darah sesama muslim, yang telah menghilangkan generasi terbaik Aceh. Dataran Tinggi Gayo, Meulaboh, Kute Cane dan kampong-kampung Jawa di seluruh NAD menjadi saksi korban kebiadaban kalian.
Bukan saja air mata kami yang menetes, kami merasa tertekan menjadi korban dalam PERANG BODOH ini, kalau saja kami diberi senjata maka kami juga bisa membunuh kalian, bukan kah anda pernah mendengar milisi yang ada di dataran tinggi Gayo, salah satu bukti ketidaksukaan kami oleh GAM.
Atau ketika kami harus melihat mayat-mayat korban dari PERANG BODOH dengan cirri-ciri tertentu, kalian bahkan telah saling menentukan sendiri korban kalian dengan cirri kalian, dengan kehilangan anggota badannya. Kalau GAM membunuh TNI maka ntah telinga atau ibu jarinya dipotong, begitu juga sebaliknya. Atau ketika anda membunuh mata-mata kalian juga memberikan cirri, kadi apa beda kalian dengan KNIL itu wahai yang dikutuk Allah, penghalal darah sesama muslim.
Masalah ALA , silahkan lihat pada blog www.cossalabuaceh.blogpot.com pada label ALA. Yang saya tekankan adalah
‘Lebih baik mana orang Aceh yang memperjuangkan ALA agar Aceh bisa membangun dengan tenang dan ada percepatan dari pada orang Aceh yang memperjuangkan Aceh Merdeka dengan PERANG BODOH’
Silahkan jawab sendiri.
Namun rasanya anda sudah kehilangan akal sehat sehingga dalam otak anda itu hanya ada sebuah dendam dan dendam dan dendam.... Menurut saya sungguh generasi Aceh akan semakin terpuruk dengan orang-orang semacam ini.
Untuk perjuangan ALA silahkan lihat pemikiran-pemikiran saya, tidak pernah saya begitu membenci orang Aceh karena banyak saudara saya orang Aceh, tapi saya ia membenci GAM.. Kembali silahkan lihat dalam blog saya www.cossalabuaceh.blogspot.com pada label ALA.
Nah, untuk alasan-alasan itu saya akan menjawab pertanyaan Omar Puteh tersebut:
Pertama : Apakah itu Orde Baru/Suharto? (Silakan baca buku Luth Ari Linggë: Sumatra Menggugat?
Dan Kedua : Kedua : Mengapakah anda jadi korban Orde Baru Suharto, sehingga hidup dimancanegara? Adakah anda tahu betulkah maksud Orde Baru itu (silakan baca buklu Luth Ari Linggë: Sumatra menggugat?
Semua rakyat Indonesia juga terkena dampak pada era Soeharto, tidak saja Aceh, seperti halnya pada era Soekarno. Tapi yang mereka lakukan berlawanan dengan GAM dengan Hasan Tironya, yang mereka lakukan adalah mencari perdamaian, karena sesama muslim. Sejak zaman Soekarno ada masa DI/TII di seluruh Indonesia , lihat tulisan saya www.cossalabuaceh.blogspot.com pada label Aceh dengan judul Perbedaan Hasan Tiro dan Daud Beureuh.
Lantas apa bedanya sekarang antara era Orde Baru dengan era GAM ? Yang menjadi permasalahan adalah bahwa rakyat Aceh menjadi korban dari ambisi GAM, mereka masuk ke dalam peta konflik Soeharto dan LB Moerdani atau oknum-oknumnya yang merupakan kepanjangan tangan dari CIA dan Zionis Israel , karena ternyata mereka berniat untuk mengeruk kekayaan alam Aceh di Arun serta membunuh para Tengku-tengku di Aceh dengan alas an ketidakamanan yang dicanangkan oleh GAM. Ironisnya lagi Pemimpinnya pergi ke LN, dalam sejarah perjuangan ini adalah sebuah penkhianatan.
Soeharto bagi sebagian rakyat Indonesia adalah sebagai penjahat, karena ia telah meninggalkan sebuah konsep Negara diktatorism yang sekarang sudah mulai mencair menuju demokratisasi, yang telah menyebabkan Negara ini menjadi amat tergantung kepada Negara USA .
Bandingkan sekarang yang terjadi dengan Aceh ternyata juga hampir sama karena Aceh kembali ingin dijual oleh Irwandy, dkk ke USA dan Uni Eropa melalui perjanjian Helsinky.
Ketiga : Adakah anda juga tahu bahwa bangsa Achèh sekarang ini juga hidup dimancanegara: Malaysia , Norwegia, Danmark, Swedia, Findlandia , Canada , USA , Australia dan New Zealand ?
Dan Keempat: Mengapakah bangsa Achèh sampai hidup dimancanegara?
Ataukah anda semua juga tahu bahwa sekarang petinggi GAM sudah hidup mewah di Aceh dengan menghabiskan uang rakyat dengan alas an MoU Helsinky, lihat lah sekarang setiap mantan GAM mempunyai mobil double cabin, rumah indah, tanah luas. Akan tetapi prajurit-prajuritnya GAM menjadi seperti kerbau yang ditusuk hidungnya dengan memberikan uang dan materi, tapi mereka tetap tidak bias hidup mandiri, mereka sepertinya dibuat seperti itu. Bukankah ini sebuah kejahatan yang luar biasa, setelah GAM menyebabkan generasi muda Aceh kehilangan kesempatan dalam mendapatkan pendidikan yang baik, para Tengku dibabat habis dan kekayaan alam Arun akibat ulah GAM dengan konsep PERANG BODOH nya, tekanan psikologis yang luar biasa akibat perang selama 30 tahun akibat konsep PERANG BODOH itu.
Atau kenapa anda juga tidak tanyakan kepada Omar Puteh kenapa mereka tidak mau pulang ke Aceh, apakah karena disana mereka sudah mendapatkan pekerjaan yang tetap, sudah mendapatkan uang dari zionis Israel dan CIA untuk tetap membuat ketidakamanan di Aceh, yang notabene NKRI sebagai Negara berpenduduk Islam terbesar di dunia, untuk membuat wacana yang tidak baik, ironis bukan. Saat ini masa damai, semua silahkan pulang ke Aceh, Hasan Tiro saja sudah pulang.
Ataukah anda takut anda dibabat habis oleh TNI karena dalam otak anda itu hanyalah ingin MERDEKA dengan konsep PERANG BODOH ? Atau ternyata MoU Helsinky sudah mengikat anda dalam sebuah perangkap tebang habis TNI, dengan tawar menawarnya pada rakyat Aceh melalui Pemilu, atau anda merasa dukungan rakyat semakin hilang karena ternyata PERANG BODOH ini hanya untuk kepentingan golongan anda saja.
Kenapa anda juga tidak tanyakan kenapa ingin berapa nyawa lagi yang akan kau tumpahkan Omar Puteh, antek Yahudi untuk membuat tumpah kembali darah rakyat Aceh ?
Namun bagi orang Aceh yang telah menjadi korban dari tekanan Soeharto dan telah menjaddi korban PERANG BODOH dan bukan antek Yahudi dan CIA maka sekiranya agar kembali ke Aceh, saya rasa tidak akan pernah akan ada lagi yang menyakiti anda bila kita mulai membangun rakyat Aceh, meninggalkan ketertinggalan karena PERANG BODOH ini.
Kelima : Bagaimana atau apakah perbedaannya kalau anda mengatakan (telah) menjadi korban Orba sedangkan bangsa Achèh mengatakan telah menjadi korban rejim Indonesia-Jawa (Sebutan sebelumnya: Rejim Penjajah Indonesia-Jawa) maka terpaksa hidup dimancanegara?
Jauh sekali perbedaannya, dan jangan samakan semuanya, sangat banyak para orang pintar yang lari ke mancanegara, terlebih lagi masalah politis, seperti PKI, Islam aliran keras, musuh Soeharto, siapapun yang waktu itu di era Soeharto ditakutkan akan melahirkan instabilitas maka ia pun akan lari ke LN, sangat banyak.
Keenam: Dapatkah anda berusah meneteskan air mata anda, ketika melihat dan merasakan/membayangkan, bagaimana pedihnya akibat kekejaman anak-anak Jawa (Abdi Dalem) Pembunuh Bayaran KNIL-Belanda: Black Dutchmen and others of the Royal Dutch east Indies Army (si Belanda Hitam) in 1800's menyembelih ribuan: Pemuda-Pemuda, Orang-Orang Tua, Wanita dan Anak-Anak, malahan kanak-kanak dalam gendongan sekaliannya, di perkampungan Kuta Rèh.
Anda sudah mengatakan dengan jelas mereka adalah tentara bayaran Belanda, anda juga harus tahu apa yang menyebabkan NKRI bisa dijajah dengan begitu lama karena rakyat ini muda dipecahbelah, seperti yang GAM lakukan sekarang ini. Bedanya adalah KNIL itu dibayar oleh Belanda sedangkan anda GAM ada indikasi dibiayai oleh USA dan Zionis Israel . Jelas bukan ketika mereka sudah mendukung Belanda, saya juga tidak tahu apa agama mereka ? (jangan-jangan kebanyakan orang batak atau non muslim), merupakan sebuah pengkhianat, terlebih lagi jika mereka muslim. Seorang muslim berdosa besar jika membunuh sesama muslim.
Lantas apa bedanya GAM dengan KNIL, yang juga telah membunuh rakyat Aceh, Gayo dan Jawa yang tidak setuju dengan kemerdekaan GAM ? Anda juga Islam seperti mereka, anda juga mendapatkan dana dari USA dan Yahudi untuk menghancurkan NKRI yang merupakan Negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia. Apakah GAM juga tidak pernah membunuh anak-anak, atau mencincang orang, anda juga memasukkan orang-orang ke dalam drum untuk disiksa, anda juga kejam kepada kami yang tidak setuju dengan PERANG BODOH anda. Anda juga memukuli kami dengan senapan anda ketika kami dicurigai sebagai mata-mata TNI. Bung ini Perang, dan anda yang pertama kali membuka PERANG BODOH ini, mudah-mudahan Allah mengutuk kalian semua yang telah menghalalkan darah sesama muslim, yang telah menghilangkan generasi terbaik Aceh. Dataran Tinggi Gayo, Meulaboh, Kute Cane dan kampong-kampung Jawa di seluruh NAD menjadi saksi korban kebiadaban kalian.
Bukan saja air mata kami yang menetes, kami merasa tertekan menjadi korban dalam PERANG BODOH ini, kalau saja kami diberi senjata maka kami juga bisa membunuh kalian, bukan kah anda pernah mendengar milisi yang ada di dataran tinggi Gayo, salah satu bukti ketidaksukaan kami oleh GAM.
Atau ketika kami harus melihat mayat-mayat korban dari PERANG BODOH dengan cirri-ciri tertentu, kalian bahkan telah saling menentukan sendiri korban kalian dengan cirri kalian, dengan kehilangan anggota badannya. Kalau GAM membunuh TNI maka ntah telinga atau ibu jarinya dipotong, begitu juga sebaliknya. Atau ketika anda membunuh mata-mata kalian juga memberikan cirri, kadi apa beda kalian dengan KNIL itu wahai yang dikutuk Allah, penghalal darah sesama muslim.
Masalah ALA , silahkan lihat pada blog www.cossalabuaceh.blogpot.com pada label ALA. Yang saya tekankan adalah
‘Lebih baik mana orang Aceh yang memperjuangkan ALA agar Aceh bisa membangun dengan tenang dan ada percepatan dari pada orang Aceh yang memperjuangkan Aceh Merdeka dengan PERANG BODOH’
Silahkan jawab sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)