13 November 2008

PREDIKSI PEROLEHAN SUARA PARTAI ACEH

Kedatangan Wali ternyata sepertinya tidak membawa hasil yang diinginkan oleh Partai Aceh, ini terbukti dari hasil-hasil yang dapat dilihat pada kunjungan Wali ke NAD.

Wilayah Pantai Timur Aceh (cikal bakal Provinsi Aceh)
Kedatangan Irwandy pada daerah timur memang didatangi oleh banyak warga, salah satunya adalah hubungan kedaerahan yang cukup besar yang ditandai dengan asal dari Wali, yaitu Pidie. Sehingga banyak warga yang berbondong-bondong datang untuk melihatnya.

Wilayah Barat dan Selatan (Cikal bakal Provinsi ABBAS)
Nampaknya kedatangan Wali kurang mendapat renspon yang cukup baik, karena penduduk daerah tersebut sudah sejak lama antipati dengan GAM. Sehingga pihak Partai Aceh sampai mengikutsertakan anak sekolah untuk menyambut kedatangan Wali. Jumlah mereka yang datang hanya berkisar 400 an orang. Padahal Bupati dari Aceh Barat dan Selatan berasal dari GAM

Wilayah Tengah (Cikal bakal Provinsi ALA)
Tampaknya setelah melihat kondisi di ABBAS, Partai Aceh membatalkan kunjungannya ke Tengah, karena mereka sadar bahwa di Tengah itu semakin tidak dapat diperediksi.

Dari analisa mudah ini saja dapat diprediksikan:
Pertama, Partai Aceh hanya akan dapat bersaing di Wilayah Timur saja, sedangkan wilayah Barat, Selatan dan Tengah mereka sepertinya akan gigit jari.
Kedua, daerah perkotaan tampaknya akan sulit dimenangkan oleh Partai Aceh karena masyarakatnya sudah cukup maju dan tidak bisa diintimidasi oleh KPA atau GAM yang mengatakan bahwa keamanan sekarang adalah karena GAM yang mau berdamai, padahal sesungguhnya karena GAM yang sudah lemah posisinya karena tsunami dan kekurangan dana dan kesulitan ekonomi anggotanya. Khususnya daerah pedesaan tampaknya GAM akan berupaya melakukan intimidasi, untuk mengantisipasinya maka Partai-partai besar nasional, utamanya Golkar untuk dapat melakukan penetrasi beserta TNI untuk dapat menghasilkan Pemilu yang adil.
Ketiga, ternyata kedatangan Wali tidak mendapatkan hasil yang diharapkan, malah hanya semakin memperlemah Partai Aceh, karena seharusnya Wali itu milik semua rakyat Aceh, tapi semakin jelas bahwa Wali milik GAM, pemberontak bagi NKRI.
Keempat, hal yang perlu diantisipasi adalah kekalahan yang akan dialami oleh Partai Aceh, akan menyebabkan anggota GAM kekurangan uang, dan ini bukan tidak mungkin akan menyebabkan terjadinya pemberontakkan kembali, bila ini terjadi akan ada kemungkinan tebas habis anggota GAM, dan terbentuknya ALA dan ABBAS.

Analisa Khsusus
Banyaknya masyarakat Aceh memilih Irwandy karena menginginkan perdamaian, dengan alasan yang penting mereka bisa mencari makan, sehingga dengan memilih orang dari GAM diharapkan tercipta perdamaian.
Namun permasalahannya sekarang masyarakat Aceh sudah tahu bahwa ternyata berkah itu hanya datang untuk anggota GAM melalui KPA, semuanya hanya untuk anggota GAM, seperti halnya yang disebutkan dalam MoU Helsinky.
Bila kita dapat menjaga harkat orang Aceh, menjaga kebebasan rakyat Aceh maka dapat dipastikan bahwa Partai Aceh akan kalah, karena sekarang rakyat Aceh tahu mana yang lebih mementingkan siapa. Bahkan rakyat Aceh juga tahu bahwa pembangunan di Aceh saat ini adalah hasil daru dunia internasional (NGO-NGO)dan bantuan seluruh rakyat Indonesia yang telah membantu mereka dalam musibah tsunami, bukan GAM.

Selamat berjuang rakyat Aceh, mari berjuang demi rakyat Aceh, bukan kepentingan sekelompok orang yang ternyata lebih memntingkan diri sendiri dan merasa paling berjasa.

Tidak ada komentar: